EN: The phrase 'far more than' is used as an intensifier meaning 'significantly more than' or 'not only'. It goes beyond a simple comparison to emphasize that a description is an understatement.
Bahasa Indonesia: Frasa "far more than" digunakan untuk penekanan, yang berarti "jauh lebih dari" atau "bukan sekadar". Frasa ini melampaui perbandingan sederhana untuk menekankan bahwa suatu deskripsi sebenarnya adalah pernyataan yang merendah.
This project is far more than a simple assignment; it is a major career opportunity.
Proyek ini jauh lebih dari sekadar tugas sederhana; ini adalah peluang karier yang besar.
EN: The word 'just' is used here as an adverb meaning 'simply' or 'merely'. It is placed before the noun phrase 'a famous footballer' to limit its scope, which is then contrasted with 'far more than'.
Bahasa Indonesia: Adverbia "just" di sini berarti "hanya" atau "sekadar". Kata ini diletakkan sebelum frasa nomina "a famous footballer" untuk membatasi cakupannya, sehingga menciptakan kontras dengan "far more than".
EN: Mohamed Salah is a national hero in Egypt. Beyond his incredible football skills that earned him the nickname 'Egyptian King', he is deeply revered for his extensive philanthropy, funding schools, hospitals, and clean water projects in his home country, especially in his hometown of Nagrig.
Bahasa Indonesia: Mohamed Salah adalah pahlawan nasional Mesir. Selain keterampilan sepak bolanya yang luar biasa yang membuatnya mendapat julukan "Raja Mesir", ia juga sangat dicintai karena kegiatan amalnya yang luas, mendanai pembangunan sekolah, rumah sakit, dan air bersih di tanah airnya (terutama di kampung halamannya, Nagrig).
EN: The Present Perfect Tense (has + past participle) is used here to describe an action that happened at an unspecified time in the past, emphasizing its relevance or impact on the present situation.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has + past participle) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak ditentukan di masa lalu, menekankan dampak tindakan tersebut pada masa kini atau hubungannya dengan masa kini.
She has written three books about her travels.
Dia telah menulis tiga buku tentang perjalanannya.
EN: The infinitive 'to help' functions as an adverbial of purpose (to-infinitive), explaining 'why' he donated the money.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to help" di sini berfungsi sebagai adverbia tujuan (to-infinitive), digunakan untuk menjelaskan "tujuan" dia menyumbangkan uang.
He saved money to buy a new laptop.
Dia menabung uang untuk membeli laptop baru.
EN: Mohamed Salah is well-known for his extensive philanthropy in his home country, especially in his native village of Nagrig. He has funded a school, a hospital, and a clean water project, making him a national hero in Egypt both on and off the pitch.
Bahasa Indonesia: Salah terkenal karena kegiatan amalnya yang luas di tanah airnya (terutama di desa asalnya, Nagrig). Ia mendanai sebuah sekolah, sebuah rumah sakit, dan proyek air bersih, yang menjadikannya pahlawan nasional Mesir baik di dalam maupun di luar lapangan.
EN: The relative pronoun 'who' is used to introduce an adjective clause (relative clause) that modifies a plural noun referring to people ('many families'). Since 'who' acts as the subject of the verb 'live' in the relative clause, it cannot be omitted.
Bahasa Indonesia: Kata ganti relatif "who" digunakan untuk mengantar klausa adjektiva (klausa relatif), yang berfungsi menerangkan nomina jamak yang merujuk pada orang ("many families"). Karena "who" berfungsi sebagai subjek dari kata kerja "live" dalam klausa relatif, maka kata tersebut tidak dapat dihilangkan di sini.
I know some people who speak three languages fluently.
Saya kenal beberapa orang yang bisa berbicara tiga bahasa dengan lancar.
EN: The preposition 'of' is used here to indicate apposition, linking a general category noun ('hometown') with its specific name ('Nagrig'). It functions like 'namely' or 'called'.
Bahasa Indonesia: Preposisi "of" di sini digunakan untuk menunjukkan hubungan aposisi, yang menghubungkan nomina umum yang bersifat umum ("hometown" kampung halaman) dengan nama spesifiknya ("Nagrig" Nagrig). Fungsinya setara dengan "yaitu" atau "yang bernama".
The city of Paris is known as the City of Light.
Kota Paris dikenal sebagai Kota Cahaya.
EN: Nagrig is a small farming village in Egypt's Gharbia Governorate. Mohamed Salah's continuous financial support to his hometown—including building a school, a hospital, and supporting local families—has made him a legendary figure of philanthropy in Egypt, embodying the concept of giving back to one's roots.
Bahasa Indonesia: Nagrig adalah sebuah desa pertanian kecil di Kegubernuran Gharbia, Mesir. Dukungan finansial berkelanjutan dari Salah untuk kampung halamannya—termasuk membangun sekolah, rumah sakit, serta menyokong keluarga setempat—menjadikannya legenda filantropi di Mesir, yang dengan sempurna mewujudkan semangat membalas budi ke tanah kelahirannya.
EN: The prepositional phrase 'To [someone]' is used at the beginning of a sentence to express an opinion, perspective, or how something is perceived from that specific person's point of view.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "To [seseorang]" sering digunakan di awal kalimat untuk menyatakan sudut pandang atau pendapat seseorang, atau arti penting suatu hal bagi orang tersebut (berarti "bagi...").
To many young children, their parents represent the entire world.
Bagi banyak anak kecil, orang tua adalah segalanya.
EN: The noun phrase 'a shining light of hope' uses a present participle ('shining') as an adjective to modify 'light', followed by a prepositional phrase ('of hope') to define the quality or essence of that light.
Bahasa Indonesia: Dalam frasa nomina "a shining light of hope", partisipel kini (present participle) "shining" (yang bersinar) digunakan sebagai adjektiva untuk menerangkan "light" (cahaya), diikuti oleh frasa preposisi "of hope" (harapan) untuk menentukan hakikat dan sifat cahaya tersebut.
Her kind words were a warm beacon of comfort during my difficult times.
Di masa-masa sulit saya, kata-katanya yang lembut bagaikan cahaya penghiburan yang hangat.
EN: Mohamed Salah is deeply revered in Egypt not only for his footballing genius but also for his immense philanthropy. He has funded schools, hospitals, and clean water projects in his home village of Nagrig. This dual identity as a world-class athlete and a humble, generous benefactor makes him a national hero, often referred to as the 'Egyptian King' with deep cultural pride.
Bahasa Indonesia: Salah sangat dihormati di Mesir, bukan hanya karena bakat sepak bolanya, tetapi juga karena kontribusi amalnya yang besar. Ia menyumbang untuk membangun sekolah, rumah sakit, dan fasilitas air bersih di kampung halamannya, Nagrig. Identitas ganda sebagai atlet kelas dunia sekaligus pemberi yang rendah hati dan murah hati ini menjadikannya pahlawan nasional di hati rakyat Mesir, yang dengan bangga menyebutnya sebagai "Raja Mesir".
EN: The verb 'lead' is commonly used with the prepositional phrase 'to [a place/stage]' to indicate guiding or directing someone to a specific destination or achievement. In sports contexts, 'lead someone to [a round/final]' means captaining or inspiring a team to reach that stage.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "lead" (memimpin) sering digunakan bersama dengan frasa preposisi "to [tempat/tahap]" untuk menunjukkan membimbing atau memimpin seseorang ke tujuan atau pencapaian tertentu. Dalam konteks olahraga, "lead someone to [putaran/final]" berarti memimpin atau memotivasi tim untuk melaju ke tahap tersebut.
The coach led the team to their first championship victory.
Pelatih memimpin tim untuk memenangkan kejuaraan pertama mereka.
EN: The preposition 'at' is used to specify a point in time or a specific event, such as a major tournament or festival (e.g., 'at the World Cup', 'at the Olympics').
Bahasa Indonesia: Preposisi "at" digunakan untuk menentukan titik waktu tertentu atau aktivitas atau acara khusus, seperti turnamen besar atau festival (misalnya, "di Piala Dunia", "di Olimpiade").
She performed exceptionally well at the national tournament.
Dia tampil sangat luar biasa di kejuaraan nasional.
EN: Mohamed Salah is affectionately nicknamed the 'Egyptian King' by football fans worldwide, especially supporters of Liverpool FC. The 'round of 16' (also known as the round of sixteen or the eighth-finals) represents a major milestone for many national teams in the FIFA World Cup, as reaching this knockout stage is considered a significant achievement.
Bahasa Indonesia: Mohamed Salah dijuluki sebagai "Raja Mesir" oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia (terutama pendukung Liverpool FC). "Round of 16" (babak 16 besar) adalah pencapaian penting bagi banyak tim nasional yang berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA, karena lolos ke fase gugur ini dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa.
EN: The phrase 'go [score] up' is used in sports to indicate that a team has established a lead of a specific score. The verb 'go' changes according to the tense (here, the past tense 'went').
Bahasa Indonesia: Frasa "go [skor] up" digunakan dalam olahraga untuk menunjukkan bahwa suatu tim telah memimpin dengan skor tertentu. Kata kerja "go" berubah sesuai dengan tenses (di sini menggunakan bentuk lampau "went").
The team went 1-0 up in the first half of the game.
Tim tersebut unggul 1-0 di babak pertama pertandingan.
EN: The preposition 'against' is used here to indicate opposition or competition, showing who the opponent is in a sporting match.
Bahasa Indonesia: Preposisi "against" di sini digunakan untuk menunjukkan perlawanan atau kompetisi, yang menunjukkan siapa lawan dalam pertandingan olahraga tersebut.
They will play against Germany in the finals next week.
Mereka akan melawan Jerman di babak final minggu depan.
EN: In football (soccer) terminology, scores are often read with 'nil' representing zero (e.g., 'two-nil' for 2-0). Referring to a national team by its star player's name (like 'Messi's Argentina') is a common journalistic way to highlight key matchups and star power.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah sepak bola, angka '0' dalam skor biasanya dibaca 'nil' (misalnya 2-0 dibaca 'two-nil'). Menggunakan nama pemain bintang untuk menyebut tim nasional (seperti 'Argentina-nya Messi') adalah gaya penulisan yang umum dalam berita olahraga untuk menekankan laga krusial dan pengaruh sang pemain bintang.
EN: The prepositional phrase 'dream of' (or 'dream about') is used to express the act of imagining or desiring something that you want to happen. In this sentence, 'dreamed of' is in the simple past tense, indicating a past hope or aspiration.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'dream of' (atau 'dream about') digunakan untuk mengekspresikan imajinasi atau keinginan akan sesuatu yang diharapkan terjadi. Dalam kalimat ini, 'dreamed of' menggunakan past simple tense, yang menunjukkan harapan atau keinginan di masa lalu.
As a child, she dreamed of becoming an astronaut.
Saat masih kecil, dia bermimpi menjadi seorang astronaut.
EN: The introductory prepositional phrase 'For a brief moment' acts as an adverbial modifier of time, setting the temporal context for the entire clause. Placing it at the beginning of the sentence emphasizes the fleeting nature of the event and is typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'For a brief moment' di awal kalimat berfungsi sebagai keterangan waktu, yang menetapkan latar belakang waktu untuk seluruh klausa. Menempatkannya di awal kalimat dapat menekankan singkatnya peristiwa tersebut, dan biasanya diikuti oleh tanda koma.
For a brief moment, the room was completely silent.
Untuk sesaat, ruangan itu menjadi sunyi senyap.
EN: The idiom 'hold one's breath' literally means to stop breathing, but figuratively it describes a state of high suspense, anticipation, or anxiety while waiting for something to happen.
Bahasa Indonesia: Frasa "hold one's breath" secara harfiah berarti "menahan napas", tetapi secara kiasan digunakan untuk menggambarkan keadaan sangat tegang, penuh harap, atau cemas saat menunggu sesuatu terjadi (menahan napas/menanti dengan tegang).
The audience held their breath as the acrobat performed the dangerous stunt.
Penonton menahan napas saat pemeran pengganti melakukan aksi berbahaya.
EN: The subordinating conjunction 'as' is used here to mean 'at the same time that' or 'while', introducing a temporal clause where two actions happen simultaneously.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif "as" di sini berarti "sementara" atau "ketika", digunakan untuk memperkenalkan klausa adverbia waktu, yang menunjukkan bahwa dua tindakan terjadi secara bersamaan.
She walked into the room as the clock struck midnight.
Saat jam berdentang tengah malam, dia berjalan masuk ke dalam kamar.
EN: The phrasal verb 'come back' is used in sports to describe a situation where a team or player who is losing manages to catch up and win or take the lead.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja 'come back' (bangkit/kembali unggul) dalam pertandingan olahraga digunakan untuk menggambarkan situasi di mana tim atau pemain yang tertinggal berhasil menyamakan kedudukan dan memenangkan pertandingan atau memimpin.
The team came back from a ten-point deficit to win the championship.
Tim tersebut bangkit dari ketertinggalan sepuluh poin dan akhirnya memenangkan kejuaraan.
EN: The prepositional phrase 'in ... fashion' is used to describe the manner or style in which something is done. 'Heartbreaking fashion' means in a way that causes extreme sadness or disappointment.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'in ... fashion' (dengan cara/gaya...) digunakan untuk menggambarkan cara atau gaya sesuatu dilakukan. 'heartbreaking fashion' berarti 'dengan cara yang memilukan', menunjukkan bahwa proses atau hasilnya sangat menyedihkan atau mengecewakan.
She finished the race in spectacular fashion, breaking the world record.
Dia menyelesaikan pertandingan dengan cara yang luar biasa, memecahkan rekor dunia.
EN: In football (soccer) culture, a 'comeback' is one of the most dramatic and celebrated events. However, for the losing side, conceding late goals to lose a lead (especially after being 2-0 up) is described as 'heartbreaking' because victory felt so close. This contrast highlights the emotional roller coaster of major tournaments like the World Cup.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, "kemenangan dari ketertinggalan" (comeback) adalah salah satu hasil pertandingan yang paling dramatis dan dipuji. Namun, bagi pihak yang kalah, kebobolan dan berbalik kalah di akhir pertandingan saat sedang memimpin (terutama saat unggul 2-0) akan digambarkan sebagai hal yang "memilukan" (heartbreaking), karena kemenangan sempat terasa begitu dekat. Kontras yang kuat ini menyoroti naik-turunnya emosi bagai roller coaster yang dialami oleh para penggemar dan pemain dalam turnamen besar seperti Piala Dunia.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses (complete thoughts) that show contrast. A comma is typically placed before 'but' when it connects two independent clauses.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "but" (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen (makna lengkap) yang menunjukkan kontras. Saat menghubungkan dua klausa independen, koma biasanya diletakkan sebelum "but".
She studied hard for the exam, but she did not pass.
Dia belajar keras untuk ujian, tetapi dia tidak lulus.
EN: The prepositional phrase 'with [something]' is used here to describe the manner or condition in which the action was performed, indicating what they possessed or were accompanied by when they left.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "with [sesuatu]" di sini digunakan untuk menggambarkan cara atau kondisi saat tindakan dilakukan, yang menunjukkan apa yang mereka miliki atau bawa saat pergi.
He walked out of the meeting with a big smile on his face.
Dia berjalan keluar dari ruang rapat dengan senyum lebar.
EN: In sports, 'going home early' refers to being eliminated from a tournament sooner than expected. However, leaving 'with the world's respect' highlights that sportsmanship, effort, and character (exemplified by Salah's charity work and leadership) are often valued more than just winning trophies.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga, 'going home early' (pulang lebih awal) merujuk pada tersingkir lebih cepat dari perkiraan. Namun, pergi dengan 'world's respect' (rasa hormat dari dunia) menekankan bahwa sportivitas, kerja keras, dan karakter pribadi (seperti kegiatan amal dan kepemimpinan Salah) sering kali lebih dihargai daripada sekadar memenangkan trofi.
EN: Noun Clause as Object: A noun clause (here introduced by the wh-adverb 'how') can function as the direct object of a verb. In this sentence, 'how you play the game' acts as the subject of the subordinate clause introduced by 'that', which itself is a noun clause acting as the direct object of 'showed'.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina sebagai objek: Klausa nomina (di sini dipandu oleh adverbia tanya 'how') dapat berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja. Dalam kalimat ini, 'how you play the game' (cara Anda bermain game) berfungsi sebagai subjek dari klausa terikat yang diawali oleh 'that', sedangkan klausa 'that' itu sendiri merupakan objek langsung dari kata kerja 'showed'.
She explained how we could solve the problem.
Dia menjelaskan bagaimana kami harus menyelesaikan masalah ini.
EN: Comparison with 'as... as...': This structure is used to compare two things, indicating they are equal in some way. In this sentence, 'matters as much as winning' compares the importance of 'how you play' to 'winning'.
Bahasa Indonesia: Menggunakan 'as... as...' untuk perbandingan: Struktur ini digunakan untuk membandingkan dua hal, menunjukkan bahwa keduanya setara dalam aspek tertentu. Dalam kalimat ini, 'matters as much as winning' membandingkan pentingnya 'cara Anda bermain' secara setara dengan 'kemenangan'.
Learning a new language is as exciting as traveling to a new country.
Belajar bahasa baru sama menyenangkannya dengan bepergian ke negara baru.
EN: In sports culture, especially in football (soccer), there is a strong emphasis on 'sportsmanship' and 'playing the right way.' Mohamed Salah, as a global icon, is celebrated not just for his goals, but for his humility, fair play, and charity work, embodying the idea that character matters as much as victory.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya olahraga, khususnya sepak bola, terdapat penekanan kuat pada "sportivitas" dan "bermain dengan cara yang benar". Salah, sebagai ikon global, tidak hanya dipuji karena gol-golnya, tetapi juga sangat dihormati karena kerendahan hati, permainan yang adil, dan kegiatan amalnya, yang dengan sempurna mewujudkan gagasan bahwa "karakter sama pentingnya dengan kemenangan".
EN: The noun clause introduced by 'that' functions as the direct object of the transitive verb 'proved'. It contains the complete statement of what was proven.
Bahasa Indonesia: Klausa kata benda yang diawali oleh kata hubung "that" di sini berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja transitif "proved" (membuktikan), yang berisi konten fakta lengkap yang dibuktikan.
She proved that hard work always pays off.
Ia membuktikan bahwa kerja keras pada akhirnya akan membuahkan hasil.
EN: The nominal relative clause 'what truly defines greatness' acts as the subject complement after the linking verb 'is'. In this structure, 'what' means 'the thing that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif "what truly defines greatness" di sini berfungsi sebagai pelengkap subjek setelah kata kerja penghubung "is". Dalam struktur ini, "what" setara dengan "the thing that" (hal yang).
Trust is what makes a relationship work.
Kepercayaan adalah kunci yang membuat suatu hubungan dapat bertahan.
EN: In Western culture, and increasingly globally, high-profile athletes are often expected to use their wealth and influence to 'give back' to their communities. Salah's actions in his hometown of Nagrig, Egypt, exemplify this cultural expectation of philanthropy, elevating him from a sports star to a national hero.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Barat (yang kini telah menyebar secara global), atlet terkenal umumnya diharapkan menggunakan kekayaan dan pengaruh mereka untuk "memberi kembali" (give back) kepada masyarakat. Kebaikan Salah di kampung halamannya di Nagrig, Mesir, dengan sempurna mewujudkan ekspektasi budaya terhadap filantropi ini, mengangkatnya dari seorang bintang olahraga menjadi pahlawan nasional.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: kemurahan hati, tindakan yang murah hati
Dalam konteks: mewakili, melambangkan
Dalam konteks: bersejarah, tercatat dalam sejarah
Dalam konteks: mendekati, menghampiri
Dalam konteks: memilukan, sangat mengecewakan
Dalam konteks: turnamen, liga
Dalam konteks: kesediaan, kerelaan
Dalam konteks: mendefinisikan, menandai (ciri khas)
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To provide help or financial support to one's community or society in return for one's success.
Memberi kembali (kepada masyarakat, komunitas)
To stop breathing temporarily out of excitement, anxiety, or suspense.
Menahan napas (menunggu hasil)
To return to a winning position after being behind in a game or competition.
Bangkit kembali, membalikkan keadaan
An outstanding example of a particular quality, or someone who brings hope and inspiration.
Cahaya penuntun, teladan yang luar biasa