EN: The verb 'enjoy' is a transitive verb that must be followed by a gerund (V-ing) rather than an infinitive (to V) when expressing an activity that one likes doing.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) adalah kata kerja transitif yang ketika diikuti kata kerja harus menggunakan gerund (V-ing), bukan infinitif (to V), untuk menyatakan kesukaan dalam melakukan suatu kegiatan.
She enjoys reading novels in the library.
Dia suka membaca novel di perpustakaan.
EN: In direct speech, when the reporting clause (e.g., 'asks Hana') comes after the quoted speech, the subject and verb can be inverted (e.g., 'asks Hana' or 'Hana asks'). However, if the subject is a pronoun, inversion is not used (e.g., 'she asks').
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat langsung, ketika ucapan pembicara diletakkan di depan dan klausa pengantar (seperti "asks Hana") diletakkan di belakang, subjek dan kata kerja dapat dibalik (misalnya "asks Hana" atau "Hana asks" keduanya benar). Tetapi jika subjeknya adalah kata ganti orang, pembalikan tidak digunakan (misalnya hanya "she asks").
"I am ready," says the teacher.
"Saya siap," kata guru itu.
EN: In English-speaking cultures, asking about someone's 'free time' or 'hobbies' is a very common and polite icebreaker when getting to know someone. It is considered a safe, friendly, and non-intrusive topic of conversation.
EN: The verb 'love' can be followed by a gerund (verb-ing) to express a general hobby or passion. It emphasizes the experience or activity itself.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "love" (sangat suka) dapat diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menyatakan minat atau hasrat pribadi, menekankan aktivitas atau pengalaman itu sendiri.
I love reading novels before going to bed.
Saya suka membaca novel sebelum tidur.
EN: The verb 'want' is followed by an infinitive (to + verb) to express a desire or goal. 'To be' is used here to indicate a future state or profession.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "want" (ingin) harus diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keinginan atau tujuan. Di sini, "to be" digunakan untuk menunjukkan keadaan atau profesi di masa depan.
He wants to be a professional soccer player.
Dia ingin menjadi pemain sepak bola profesional.
EN: The verb 'enjoy' is followed by a gerund (verb-ing) to express pleasure in doing an activity. It cannot be followed by an infinitive (to + verb).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) harus diikuti oleh gerund (V-ing) sebagai objek, untuk menyatakan menikmati suatu aktivitas. Di sini tidak boleh diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar).
I enjoy reading books before going to bed.
Saya suka membaca sebelum tidur.
EN: The verb 'hope' is used to express a desire for the future and is typically followed by an infinitive (to + verb) to indicate the action one wishes to perform.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "hope" (berharap) digunakan untuk menyatakan keinginan untuk masa depan dan biasanya diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan.
She hopes to travel around the world next year.
Dia berharap bisa berkeliling dunia tahun depan.
EN: The verb 'like' can be followed by a gerund (verb-ing) to express a general preference or enjoyment of an activity. In this sentence, 'playing' acts as the gerund object of 'like'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "like" (suka) dapat diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menyatakan kesukaan umum atau kenikmatan terhadap suatu aktivitas. Dalam kalimat ini, "playing" berperan sebagai objek gerund dari "like".
She likes playing the piano in her free time.
Dia suka bermain piano di waktu luangnya.
EN: The verb 'plan' is followed by an infinitive (to + verb) to express an intention or a future plan. 'To join' functions as the direct object of 'plan'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "plan" (berencana) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan niat atau rencana di masa depan. "To join" di sini berperan sebagai objek langsung dari "plan".
We plan to travel to Japan next year.
Kami berencana untuk bepergian ke Jepang tahun depan.
EN: In English narrative writing, especially in stories or news, the reporting verb and subject can be inverted (e.g., 'says Ryan' instead of 'Ryan says') when they follow direct speech. This is a common stylistic device to keep the focus on the dialogue.
EN: The verb 'enjoy' must be followed by a gerund (V-ing) when expressing an activity that one likes doing. It cannot be followed by an infinitive (to + verb).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) jika diikuti oleh kata kerja lain, harus menggunakan bentuk gerund (V-ing), tidak boleh diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar).
She enjoys playing the piano after dinner.
Dia suka bermain piano setelah makan malam.
EN: The verb 'decide' is followed by an infinitive (to + verb) to express a choice or plan for a future action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "decide" (memutuskan) biasanya diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keputusan atau rencana untuk tindakan di masa depan.
They decided to travel to Japan next summer.
Mereka memutuskan untuk bepergian ke Jepang musim panas tahun depan.
EN: The verb 'enjoy' is a transitive verb that must be followed by a gerund (V-ing) when expressing an action that one likes doing. It cannot be followed by an infinitive (to + V).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) adalah kata kerja transitif yang jika diikuti oleh kata kerja harus menggunakan bentuk gerund (V-ing), tidak boleh diikuti oleh infinitif (to + V). Ini digunakan untuk menyatakan menikmati suatu aktivitas atau hobi.
I enjoy playing soccer with my friends.
Saya suka bermain sepak bola bersama teman-teman.
EN: In written English dialogue, when the reporting phrase (e.g., 'says Hana') comes after the direct speech, a comma is used inside the quotation marks to separate the spoken words from the reporting verb.
Bahasa Indonesia: Dalam dialog tertulis bahasa Inggris, ketika frasa pelapor (misalnya, 'says Hana') ditempatkan setelah tanda kutip, di dalam tanda kutip harus menggunakan koma untuk memisahkan isi ucapan dari kata kerja naratif yang mengikutinya.
EN: The infinitive 'to be' is used as the direct object of the verb 'want'. In English, certain verbs like 'want', 'hope', and 'decide' must be followed by an infinitive (to + verb) when expressing a future action or desire.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to be" (menjadi/menduduki) di sini digunakan sebagai objek langsung dari kata kerja "want" (ingin). Dalam bahasa Inggris, beberapa kata kerja seperti "want", "hope", dan "decide" harus diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan niat atau keinginan di masa depan.
I want to be a teacher in the future.
Saya ingin menjadi seorang guru di masa depan.
EN: In written English, dialogue tags (like 'asks Sarah') can be placed after the quoted speech. When the subject is a proper noun (Sarah), the verb can come before the subject, which is a common stylistic choice in storytelling.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris tertulis, penanda dialog (seperti 'asks Sarah') dapat ditempatkan setelah kutipan dialog. Ketika subjek adalah kata benda khusus (Sarah), kata kerja dapat ditempatkan sebelum subjek, ini adalah gaya retoris yang umum dalam narasi cerita.
"I am ready," says Leo.
"Saya siap," kata Leo.
EN: In English-speaking cultures, asking friends about their future dreams and career aspirations (like becoming a writer or an artist) is a common way to show support and build deeper connections. It reflects a culture that values individual goals and self-improvement.
EN: The verb 'practice' is followed by a gerund (verb-ing) when expressing the action that is being practiced. It cannot be followed by an infinitive (to + verb).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "practice" (berlatih) harus diikuti oleh gerund (V-ing) sebagai objek untuk menyatakan apa yang dilatih, tidak boleh diikuti oleh infinitif (to + V).
She practices playing the piano every afternoon.
Dia berlatih bermain piano setiap sore.
EN: In direct speech, when the reporting verb (like 'says') comes after the quoted speech, the subject and verb can be inverted (e.g., 'says Hana' or 'Hana says'). This is common in written stories.
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat langsung, ketika kata kerja pelapor (seperti 'says') ditempatkan setelah kutipan, subjek dan kata kerja dapat dibalik (misalnya 'says Hana' atau 'Hana says'). Ini sangat umum dalam cerita tertulis.
"I am ready," says Leo.
"Saya siap," kata Leo.
EN: The use of 'all' after a subject pronoun (like 'we' or 'they') is used to emphasize that every member of the group is included. It is placed directly after the subject pronoun and before the main verb.
Bahasa Indonesia: Penggunaan "all" setelah kata ganti subjek (seperti 'we' atau 'they') digunakan untuk menekankan bahwa setiap anggota kelompok termasuk di dalamnya. Kata ini biasanya ditempatkan langsung setelah kata ganti subjek dan sebelum kata kerja utama.
We all love eating Italian food.
Kita semua suka makan makanan Italia.
EN: In direct speech, when the reporting verb (like 'says') and its subject (like 'Emma') come after the quoted speech, they can be written in the standard order (Subject + Verb) or inverted (Verb + Subject, e.g., 'says Emma'). Both are grammatically correct, but inversion is common in written stories.
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat langsung, ketika kata kerja pengantar (seperti 'says') dan subjeknya (seperti 'Emma') ditempatkan setelah tanda kutip, dapat digunakan urutan standar (subjek + kata kerja) atau urutan terbalik (kata kerja + subjek, misalnya 'says Emma'). Keduanya benar secara tata bahasa, tetapi urutan terbalik sangat umum dalam cerita tertulis.
"I am ready," says Leo.
"Saya siap," kata Leo.
EN: The modal verb 'should' is used to express obligation, duty, or a strong recommendation. It is followed by the base form of the verb (in this case, 'work').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "should" (seharusnya) digunakan untuk menyatakan kewajiban, tanggung jawab, atau rekomendasi yang kuat. Setelahnya harus diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (dalam kalimat ini adalah "work").
We should protect the environment.
Kita harus melindungi lingkungan.
EN: The infinitive phrase 'to reach them' (to + verb) is used here as an adverbial of purpose, explaining 'why' they should work hard. 'Them' is a pronoun referring back to 'dreams'.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "to reach them" (to + kata kerja) di sini digunakan sebagai frasa keterangan yang menyatakan tujuan, menjelaskan "mengapa" mereka harus berusaha. Kata ganti "them" merujuk pada "mimpi" (dreams) yang disebutkan sebelumnya.
She studies hard to pass the exam.
Dia belajar dengan giat agar lulus ujian.
EN: The infinitive 'to learn' is used here as an adverbial of purpose (to-infinitive of purpose), which explains 'why' the action of studying is performed. It can be translated as 'in order to' or 'to'.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to learn" di sini digunakan sebagai keterangan tujuan (infinitif tujuan), untuk menjelaskan mengapa tindakan "belajar (study)" dilakukan. Ini dapat dipahami sebagai "untuk..." atau "agar...".
She saves money to buy a new laptop.
Dia menabung untuk membeli laptop baru.
EN: The phrase 'a lot' is used as an adverb meaning 'very much' or 'frequently' to modify the verb 'study'. It does not require a noun after it when used this way.
Bahasa Indonesia: Frasa "a lot" di sini digunakan sebagai adverbia yang berarti "sangat" atau "sering", untuk memodifikasi kata kerja "study" (belajar). Ketika digunakan dengan cara ini, frasa ini tidak perlu diikuti oleh kata benda.
He travels a lot for his job.
Dia sering bepergian untuk urusan pekerjaan.
EN: The structure 'let's' (let us) is followed by a base verb to make a suggestion. When followed by an object and another verb, as in 'let's help each other follow...', the verb 'help' can take a bare infinitive (verb in its base form without 'to') or a full infinitive (with 'to'). Here, 'follow' is a bare infinitive.
Bahasa Indonesia: Struktur "let's" (kependekan dari let us) diikuti oleh kata kerja dasar untuk membuat saran. Ketika diikuti oleh objek dan kata kerja lain, seperti "let's help each other follow...", kata kerja "help" (membantu) dapat diikuti oleh infinitif tanpa 'to' (kata kerja dasar) atau infinitif dengan 'to'. Di sini, "follow" adalah infinitif tanpa 'to'.
Let's help him clean the kitchen.
Ayo kita bantu dia membersihkan dapur.
EN: The reciprocal pronoun 'each other' is used to show that two or more people carry out an action to one another. In this sentence, it acts as the object of the verb 'help'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti timbal balik "each other" (satu sama lain) digunakan untuk menunjukkan bahwa dua orang atau lebih melakukan suatu tindakan terhadap satu sama lain. Dalam kalimat ini, ia berperan sebagai objek dari kata kerja "help".
We should respect each other.
Kita harus saling menghormati.
EN: The pronoun 'everyone' is grammatically singular. Therefore, it takes the singular verb 'has' instead of 'have'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti "everyone" (setiap orang) secara tata bahasa dianggap tunggal. Oleh karena itu, setelahnya harus menggunakan kata kerja tunggal "has", bukan kata kerja jamak "have".
Everyone wants to be happy.
Setiap orang ingin bahagia.
EN: The word 'one' is used as an indefinite pronoun to avoid repeating a previously mentioned countable noun (in this case, 'dream'). 'Too' is an adverb meaning 'also', placed at the end of the clause.
Bahasa Indonesia: Kata ganti "one" di sini digunakan sebagai kata ganti tak tentu untuk menghindari pengulangan kata benda yang dapat dihitung yang telah disebutkan sebelumnya (di sini merujuk pada "dream"). "too" adalah kata keterangan yang berarti "juga", biasanya diletakkan di akhir klausa.
I don't have a pen. Can you lend me one?
Saya tidak punya pulpen. Bisakah kamu meminjamkan satu?
EN: The verb 'enjoy' is always followed by a gerund (verb-ing) when expressing an action that one likes doing. It cannot be followed by an infinitive (to + verb).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) selalu diikuti oleh gerund (kata kerja -ing) ketika menyatakan suatu tindakan, bukan infinitif (to + V).
She enjoys playing the piano after dinner.
Dia suka bermain piano setelah makan malam.
EN: The phrase 'more than anything' is a common idiom used to express that you like or want something more than any other option or activity. It functions as an adverbial modifier of degree.
Bahasa Indonesia: Frasa "more than anything" secara harfiah berarti "lebih dari apa pun", sering digunakan untuk menyatakan "paling suka" atau "paling ingin" terhadap sesuatu, dan berfungsi sebagai adverbia tingkat yang memodifikasi seluruh tindakan dalam kalimat.
I want to travel to Japan more than anything.
Saya lebih ingin bepergian ke Jepang daripada hal lainnya.
EN: In English-speaking cultures, expressing personal passions and dreams with strong emphasis (like 'more than anything') is highly encouraged and seen as a sign of enthusiasm and self-awareness, especially when discussing hobbies and future careers.
EN: The subordinate conjunction 'when' is used to introduce an adverbial clause of time, indicating the period during which the main action occurred. In this sentence, 'When I was young' sets the time frame for the main action 'I started to keep a diary'.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif "when" (ketika) digunakan untuk memperkenalkan klausa keterangan waktu, yang menunjukkan latar waktu terjadinya tindakan utama. Dalam kalimat ini, "When I was young" (ketika saya muda) memberikan kerangka waktu untuk klausa utama "I started to keep a diary".
When I lived in Tokyo, I ate sushi every week.
Ketika saya tinggal di Tokyo, saya makan sushi setiap minggu.
EN: The verb 'start' can be followed by an infinitive ('to' + base verb) to indicate the beginning of an action. The phrase 'keep a diary' is a common collocation meaning to regularly write down daily experiences and thoughts.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "start" (mulai) dapat diikuti oleh infinitif ('to' + kata kerja dasar) untuk menunjukkan memulai suatu tindakan. Frasa "keep a diary" adalah ungkapan tetap yang berarti menulis buku harian secara teratur untuk mencatat kehidupan sehari-hari dan pikiran.
She started to learn French last month.
Dia mulai belajar bahasa Prancis bulan lalu.
EN: In English-speaking cultures, 'keeping a diary' or 'journaling' is a very common personal practice from a young age, often encouraged by teachers and parents to improve writing skills and express emotions.
EN: The verb 'love' can be followed by a gerund (verb-ing) to express a general preference or enjoyment of an activity. The gerund acts as the direct object of the verb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "love" (sangat suka) dapat diikuti oleh gerund (kata kerja + -ing) untuk menyatakan kesukaan umum atau kenikmatan terhadap suatu aktivitas. Dalam hal ini, gerund berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja tersebut.
She loves taking photos of nature.
Dia suka memotret pemandangan alam.
EN: The possessive determiner 'own' is used after a possessive adjective (like 'my', 'your', 'his', 'her') to emphasize that something belongs to a specific person and no one else.
Bahasa Indonesia: Penentu kepemilikan "own" (sendiri) digunakan setelah kata sifat kepemilikan (seperti 'my', 'your', 'his', 'her') untuk menekankan bahwa sesuatu secara khusus milik orang tertentu, bukan orang lain.
He wants to build his own house.
Dia ingin membangun rumahnya sendiri.
EN: The verb 'hope' is followed by a to-infinitive (to + base verb) when expressing a desire to perform an action in the future.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "hope" (berharap) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) ketika menyatakan harapan untuk dapat melakukan suatu tindakan atau mencapai suatu keadaan di masa depan.
She hopes to travel around the world next year.
Dia berharap bisa berkeliling dunia tahun depan.
EN: The prepositional phrase 'in the future' is used as an adverbial modifier to specify when an event or state is expected to happen.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "in the future" (di masa depan) di sini digunakan sebagai keterangan untuk secara spesifik menunjukkan titik waktu terjadinya peristiwa atau keadaan yang diharapkan.
I want to buy a house in the future.
Saya berharap bisa membeli rumah di masa depan.
EN: The infinitive phrase 'To improve...' is used as an adverbial of purpose at the beginning of the sentence to state the goal or intention before the main action. It is often separated from the main clause by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "To improve..." (Untuk meningkatkan...) digunakan sebagai keterangan tujuan di awal kalimat untuk menyatakan tujuan atau niat sebelum tindakan utama terjadi, biasanya dipisahkan dengan koma dari klausa utama.
To pass the exam, she studied until midnight.
Untuk lulus ujian, dia belajar sampai tengah malam.
EN: The coordinating conjunction 'and' connects two parallel verbs in the simple present tense: 'read' and 'practice'. Both verbs share the same subject 'I'.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "and" menghubungkan dua kata kerja paralel dalam simple present tense: "read" (membaca) dan "practice" (berlatih). Kedua kata kerja ini berbagi subjek yang sama, yaitu "I" (saya).
I eat healthy food and exercise every day.
Saya makan makanan sehat dan berolahraga setiap hari.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses (complete sentences) that show contrast. A comma is typically placed before 'but' when it connects two independent clauses.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "but" (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen (kalimat lengkap) yang maknanya berlawanan. Ketika menghubungkan dua klausa independen, biasanya diberi koma sebelum "but".
I wanted to go for a walk, but it started to rain.
Saya ingin pergi berjalan-jalan, tetapi mulai turun hujan.
EN: The verb 'enjoy' is a transitive verb that must be followed by a noun, pronoun, or a gerund (V-ing) as its object. In this sentence, it is followed by the noun phrase 'different things'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) adalah kata kerja transitif yang harus diikuti oleh kata benda, kata ganti, atau gerund (V-ing) sebagai objek. Dalam kalimat ini, diikuti oleh frasa kata benda "different things".
They enjoy playing board games on weekends.
Mereka suka bermain board game di akhir pekan.
EN: The noun clause starting with 'that' acts as the direct object of the verb 'believe'. The conjunction 'that' is often omitted in informal speech, but it introduces a complete sentence (subject + verb) that expresses the belief.
Bahasa Indonesia: Klausa kata benda yang dimulai dengan 'that' berperan sebagai objek langsung dari kata kerja "believe". Dalam percakapan sehari-hari, 'that' sering dihilangkan; ia memperkenalkan kalimat lengkap (subjek + kata kerja) untuk menyatakan apa yang dipercaya.
I believe that we can win the game.
Saya percaya kita bisa memenangkan pertandingan ini.
EN: The causative verb 'make' is followed by an object and a bare infinitive (verb in base form without 'to') to express causing something to happen. The phrase 'make a dream come true' uses 'come' as the bare infinitive.
Bahasa Indonesia: Kata kerja kausatif "make" diikuti oleh objek (penerima) dan kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa "to"), digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi. Dalam frasa "make a dream come true" (mewujudkan mimpi), kata "come" digunakan sebagai kata kerja bentuk dasar.
She wants to make her parents proud.
Dia ingin membuat orang tuanya merasa bangga.
EN: The phrase 'make a dream come true' is a very common idiom in English-speaking cultures, reflecting a strong cultural value placed on individualism, self-determination, and the pursuit of personal goals (often referred to in the US as the 'American Dream').
EN: The infinitive 'to improve' is used here as an adverbial of purpose, explaining 'why' the action (what do you do) is performed. It can be translated as 'in order to' or 'to'.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to improve" (untuk memperbaiki/meningkatkan) di sini digunakan sebagai frasa keterangan yang menyatakan tujuan, untuk menjelaskan "mengapa" tindakan sebelumnya dilakukan (apa yang kamu lakukan). Dapat dipahami sebagai "untuk...".
I study hard to pass the exam.
Saya belajar dengan giat agar lulus ujian.
EN: The word 'writing' is a gerund (verb + -ing acting as a noun), serving as the object of the transitive verb 'improve'. It refers to the activity or skill of writing.
Bahasa Indonesia: Gerund (kata kerja + -ing yang berfungsi sebagai kata benda) "writing" di sini berperan sebagai objek dari kata kerja transitif "improve", yang merujuk pada aktivitas atau keterampilan "menulis".
She enjoys reading novels in her free time.
Dia suka membaca novel saat waktu luangnya.
EN: The infinitive 'to learn' is used here as an adverbial of purpose (to-infinitive of purpose), which explains 'why' the action of reading is performed. It can be translated as 'in order to' or 'so as to'.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to learn" di sini digunakan sebagai keterangan tujuan (infinitif yang menyatakan tujuan), untuk menjelaskan "mengapa" tindakan membaca dilakukan. Ini dapat diterjemahkan sebagai "untuk..." atau "agar...".
She saves money to buy a new laptop.
Dia menabung untuk membeli laptop baru.
EN: The phrase 'a lot' is used as an adverb meaning 'very much' or 'frequently' to modify the verb 'read'.
Bahasa Indonesia: Frasa "a lot" di sini digunakan sebagai kata keterangan yang berarti "sangat" atau "sering", untuk memodifikasi kata kerja "read" (membaca).
He travels a lot for his job.
Dia sering bepergian untuk urusan pekerjaan.
EN: The 'to-infinitive' (to + base verb) is used here as an adverbial of purpose, explaining 'why' the action (watching cooking shows) is performed. It can be translated as 'in order to' or 'to'.
Bahasa Indonesia: Infinitif (to + kata kerja dasar) di sini digunakan sebagai frasa keterangan yang menyatakan tujuan, menjelaskan mengapa suatu tindakan dilakukan (menonton acara memasak). Dapat dipahami sebagai "untuk..." atau "guna...".
She studies hard to pass the exam.
Dia belajar dengan giat agar lulus ujian.
EN: Direct speech is often followed by a reporting verb (like 'says') and the speaker's name. In English, when the reporting clause comes after the quote, we use a comma inside the quotation marks instead of a period.
Bahasa Indonesia: Kalimat langsung biasanya diikuti oleh kata kerja pelapor (seperti 'says') dan pembicara. Dalam bahasa Inggris, ketika isi ucapan ditempatkan di depan, tanda baca di akhir kalimat di dalam tanda kutip harus menggunakan koma, bukan titik.
EN: The infinitive 'to become' is used here as an adverbial of purpose (to-infinitive of purpose), which explains 'why' the action of practicing is performed. It can be translated as 'in order to' or 'so as to'.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to become" di sini digunakan sebagai keterangan tujuan (infinitif yang menyatakan tujuan), untuk menjelaskan "mengapa" tindakan berlatih dilakukan. Ini dapat dipahami sebagai "untuk..." atau "agar...".
She studies hard to pass the exam.
Dia belajar keras untuk lulus ujian.
EN: The verb 'says' is in the simple present tense, which is commonly used in written narratives or dialogues to report what a character is saying in the present moment of the story.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "says" menggunakan bentuk simple present tense, yang sangat umum digunakan dalam narasi tertulis atau dialog, untuk menyampaikan apa yang dikatakan karakter pada saat itu dalam cerita.
"I am ready," says Sarah.
"Saya siap," kata Sarah.
EN: In English narratives, the reporting verb (like 'says' or 'said') can sometimes be placed before the subject (e.g., 'says Ryan' instead of 'Ryan says') when it comes after a direct quote. This is a stylistic choice common in storytelling to keep the focus on the dialogue.
EN: The infinitive 'to enter' is used here as an adverbial of purpose (to-infinitive of purpose), which explains 'why' the action of studying hard is performed. It can be translated as 'in order to' or 'so as to'.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to enter" di sini digunakan sebagai keterangan tujuan (infinitif yang menyatakan tujuan), untuk menjelaskan "mengapa" tindakan belajar dengan giat dilakukan. Ini dapat diterjemahkan sebagai "untuk..." atau "agar...".
She saves money to buy a new laptop.
Dia menabung untuk membeli laptop baru.
EN: The verb 'study' is modified by the adverb 'hard'. In English, 'hard' can function as both an adjective and an adverb. Here, it is an adverb meaning 'with a great deal of effort'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "study" dimodifikasi oleh kata keterangan "hard". Dalam bahasa Inggris, "hard" dapat berfungsi sebagai kata sifat maupun kata keterangan. Di sini, ia adalah kata keterangan yang berarti "dengan giat, dengan susah payah".
He works hard to support his family.
Dia bekerja keras untuk menghidupi keluarganya.
EN: In many cultures, including English-speaking countries, entering 'medical school' is highly prestigious and competitive, requiring immense dedication and high academic achievement. Unlike some countries where students enter medical school directly after high school, in the US and Canada, medical school is a graduate-level program entered after completing a bachelor's degree.
EN: The infinitive 'to improve' is used here as an infinitive of purpose, which explains 'why' the action of taking classes is performed. It can be translated as 'in order to' or 'to'.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to improve" di sini digunakan sebagai infinitif tujuan, yang menjelaskan "mengapa" tindakan mengikuti kelas dilakukan. Ini dapat diterjemahkan sebagai "untuk..." atau "agar...".
He exercises every day to stay healthy.
Dia berolahraga setiap hari agar tetap sehat.
EN: The word 'painting' is a gerund (a verb ending in -ing that functions as a noun). Here, it acts as the noun meaning the activity or art of creating pictures with paint.
Bahasa Indonesia: Kata "painting" adalah gerund (kata kerja berakhiran -ing yang berfungsi sebagai kata benda). Di sini, kata ini digunakan sebagai kata benda, merujuk pada kegiatan atau seni membuat karya dengan cat (keterampilan melukis/lukisan).
My sister is very good at painting.
Adik perempuanku sangat pandai melukis.
EN: The Present Continuous Tense (be + verb-ing) is used here to describe an ongoing action or a process happening around the present time ('are working').
Bahasa Indonesia: Present Continuous Tense (be + kata kerja + -ing) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung atau proses yang berkelanjutan ('are working', sedang berusaha).
They are studying hard to pass the exam.
Mereka sedang belajar dengan giat agar lulus ujian.
EN: The 'to-infinitive' (to + base verb) is used to express purpose, answering the question 'why' an action is performed. Here, 'to reach' explains the purpose of 'working'.
Bahasa Indonesia: Infinitif (to + kata kerja dasar) digunakan untuk menyatakan tujuan, menjawab pertanyaan "mengapa" suatu tindakan dilakukan. Di sini, "to reach" (untuk mencapai) menjelaskan tujuan dari "working" (berusaha).
She saved money to buy a new laptop.
Dia menabung untuk membeli laptop baru.
EN: Gerund as Subject: A gerund (verb + -ing) can function as a noun and serve as the subject of a sentence. It is treated as a singular noun, so it takes a singular verb (e.g., 'is').
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai Subjek: Gerund (kata kerja + -ing) dapat berfungsi sebagai kata benda dan berperan sebagai subjek dalam kalimat. Subjek gerund dianggap tunggal, oleh karena itu harus diikuti oleh kata kerja tunggal (misalnya 'is').
Learning a new language takes time.
Belajar bahasa baru membutuhkan waktu.
EN: Adverb 'however' as a Parenthetical Insert: 'however' is used to show contrast. When placed at the end of a clause or sentence, it is preceded by a comma and adds a sense of 'but' or 'nevertheless' to the entire statement.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'however' (namun) sebagai Sisipan dalam Kurung: 'however' digunakan untuk menunjukkan kontras. Ketika ditempatkan di akhir klausa atau kalimat, sebelumnya diberi koma, untuk menambahkan nuansa "tetapi" atau "meskipun demikian" pada pernyataan tersebut.
The test was difficult; I passed, however.
Ujian ini sulit; namun, saya tetap lulus.
EN: In English narratives, when quoting direct speech, the reporting verb (like 'says' or 'asked') often undergoes inversion when it comes after the quote (e.g., 'says Emma' instead of 'Emma says'). This is a common stylistic device in storytelling to keep the focus on the dialogue.
EN: The verb 'enjoy' is a transitive verb that must be followed by a gerund (V-ing) rather than an infinitive (to V) when expressing an action that one finds pleasure in doing.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) adalah kata kerja transitif yang jika diikuti oleh tindakan harus menggunakan gerund (V-ing), dan tidak boleh diikuti oleh infinitif (to V).
They enjoy playing board games on weekends.
Mereka suka bermain board game di akhir pekan.
EN: The nominal relative clause (or noun clause) introduced by 'what' functions as the object of the gerund 'doing'. Here, 'what' means 'the thing(s) that' and contains its own antecedent.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif nominal (atau klausa kata benda) yang diperkenalkan oleh 'what' berfungsi sebagai objek dari gerund "doing". Di sini, 'what' setara dengan "the thing(s) that" (sesuatu yang), dan sudah mengandung antesedennya sendiri.
She always says what she thinks.
Dia selalu mengatakan apa yang dia pikirkan.
EN: In English narrative writing, especially in stories or dialogues, it is very common to invert the subject and verb (e.g., 'says Ryan' instead of 'Ryan says') when the reporting verb comes after the direct speech. This style adds a literary and rhythmic flow to the story.
EN: The preposition 'to' can be followed by a gerund (V-ing) when it functions as a preposition meaning 'directed toward' or 'associated with', rather than as part of an infinitive verb. In the phrase 'the secret to...', 'to' is a preposition, so the verb 'give' must become the gerund 'giving'.
Bahasa Indonesia: Preposisi "to" dapat diikuti oleh gerund (V-ing). Ketika "to" berfungsi sebagai preposisi yang menunjukkan "arah" atau "berkaitan dengan", bukan sebagai bagian dari infinitif, maka harus diikuti gerund. Dalam frasa "the secret to..." (rahasia dari...), "to" adalah preposisi, sehingga kata kerja "give" harus diubah menjadi gerund "giving".
The key to learning a new language is practice.
Kunci untuk mempelajari bahasa baru adalah berlatih.
EN: The negative adverb 'never' is placed directly before the gerund 'giving up' to negate the action, meaning 'at no time doing so'.
Bahasa Indonesia: Adverbia negatif "never" (tidak pernah) ditempatkan langsung sebelum gerund "giving up" untuk menegasikan tindakan tersebut, menyatakan "tidak pernah melakukan tindakan itu".
She enjoys never having to wake up early on weekends.
Dia menikmati hidup di mana dia tidak perlu bangun pagi di akhir pekan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: memutuskan, bertekad untuk melakukan sesuatu
Dalam konteks: berlatih, mengulang-ulang agar mahir
Dalam konteks: berbeda, tidak sama
Dalam konteks: memperbaiki, meningkatkan (keterampilan atau kualitas)
Dalam konteks: Menghormati, menghargai
Dalam konteks: percaya, berpendapat
Dalam konteks: medis, kedokteran
Dalam konteks: rahasia, kunci sukses
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
Time when you are not working or studying and can do what you want.
waktu luang, waktu senggang
Used to refer to each member of a group when they are doing something to or with the other members.
satu sama lain, saling
To become reality; to actually happen.
terwujud, menjadi kenyataan
To stop trying to do something before you have finished, usually because it is too difficult.
menyerah