EN: The verb 'want' is followed by an infinitive (to + verb) when expressing a desire to perform an action. In this sentence, 'to be' acts as the direct object of the verb 'want'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "want" (ingin) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan. Dalam kalimat ini, "to be" (menjadi) berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "want".
I want to learn how to play the piano.
Saya ingin belajar cara bermain piano.
EN: The prepositional phrase 'in the future' is used as an adverbial modifier of time, indicating when the action or state is expected to happen.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "in the future" (di masa depan) digunakan sebagai keterangan waktu, menunjukkan kapan tindakan atau keadaan tersebut diharapkan terjadi.
She hopes to buy a house in the future.
Dia berharap dapat membeli rumah di masa depan.
EN: The verb 'hope' is followed by a to-infinitive ('to' + base verb) when expressing a desire to perform an action. It functions as the direct object of the verb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "hope" (berharap) diikuti oleh infinitif-to ("to" + kata kerja dasar) ketika menyatakan tindakan yang ingin dilakukan. Frasa infinitif ini berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja tersebut.
I hope to visit Japan next year.
Saya berharap dapat bepergian ke Jepang tahun depan.
EN: The prepositional phrase 'around the world' acts as an adverbial modifier of place, indicating the path or area of the traveling action.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "around the world" (keliling dunia) berfungsi sebagai keterangan tempat, digunakan untuk menunjukkan cakupan atau jalur dari tindakan bepergian.
She wants to sail around the world.
Dia ingin berlayar mengelilingi dunia.
EN: The verb 'decide' is followed by a to-infinitive (to + base verb) to express a choice or plan made about a future action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "decide" (memutuskan) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan pilihan atau rencana yang dibuat untuk tindakan di masa depan.
She decided to buy a new bicycle.
Dia memutuskan untuk membeli sepeda baru.
EN: Direct speech in English can place the reporting verb (e.g., 'says Emma') after the quoted sentence, with a comma inside the quotation marks.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, kalimat langsung dapat menempatkan kata kerja pelapor (misalnya "says Emma") setelah kalimat yang dikutip dalam tanda kutip, dan di dalam tanda kutip perlu dipisahkan dengan koma.
EN: The verb 'need' is commonly followed by a to-infinitive (to + base verb) to express an obligation, necessity, or requirement to perform an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "need" (perlu) biasanya diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan kewajiban, kebutuhan, atau keharusan untuk melakukan suatu tindakan.
I need to buy some groceries for dinner.
Saya perlu membeli beberapa bahan makanan untuk membuat makan malam.
EN: The preposition 'for' is used here to indicate the purpose or the reason for the action (studying), specifying what the preparation is directed toward.
Bahasa Indonesia: Preposisi "for" digunakan di sini untuk menunjukkan tujuan atau alasan dari tindakan (belajar), dengan jelas menunjukkan bahwa persiapan tersebut ditujukan untuk target tertentu (ujian matematika).
EN: The phrase 'would like to' is a polite way to express a desire or wish, equivalent to 'want to' but more formal and courteous. It is followed by the base form of the verb (infinitive).
Bahasa Indonesia: Frasa "would like to" adalah cara yang sopan untuk menyatakan keinginan atau hasrat, setara dengan "want to", tetapi lebih formal dan lebih santun. Setelahnya diikuti oleh kata kerja dasar (infinitif).
I would like to order a cup of coffee.
Saya ingin memesan secangkir kopi.
EN: The structure 'how + to-infinitive' functions as a noun phrase and is used after verbs like 'learn', 'know', or 'show' to express the method or way of doing something.
Bahasa Indonesia: Struktur "how + infinitif (to + kata kerja dasar)" berfungsi sebagai frasa kata benda dan digunakan setelah kata kerja seperti "learn", "know", atau "show" untuk menyatakan cara atau metode melakukan sesuatu.
She wants to learn how to swim.
Dia ingin belajar cara berenang.
EN: The verb 'plan' is followed by an infinitive (to + verb) to express an intention or future arrangement. Since the subject 'She' is third-person singular, the verb 'plan' takes the ending '-s' (plans) in the simple present tense.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "plan" (berencana) harus diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan niat atau pengaturan di masa depan. Karena subjek "She" (dia) adalah orang ketiga tunggal, dalam bentuk sekarang sederhana kata kerja "plan" ditambah "-s" menjadi "plans".
He plans to buy a new car next month.
Dia berencana untuk membeli mobil baru bulan depan.
EN: In direct speech, when the reporting verb (like 'says') comes after the quoted sentence, the subject and verb can be inverted (e.g., 'says Hana' or 'Hana says'). Here, 'says Hana' is used to report who spoke.
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat langsung, ketika kata kerja pelapor (seperti "says") ditempatkan setelah kalimat yang dikutip, subjek dan kata kerja dapat dibalik (contoh: "says Hana" atau "Hana says"). Di sini, "says Hana" digunakan untuk menjelaskan siapa yang berbicara.
"I am ready," says Leo.
"Saya sudah siap," kata Leo.
EN: The verb 'agree' is followed by an infinitive (to + verb) to express a decision or commitment to do something. In this sentence, 'agreed to help' shows a past commitment.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "agree" (setuju) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keputusan atau janji untuk melakukan sesuatu. Dalam kalimat ini, "agreed to help" menunjukkan janji yang dibuat di masa lalu.
They agreed to meet at the library.
Mereka setuju untuk bertemu di perpustakaan.
EN: The verb 'help' can be followed by a bare infinitive (verb without 'to') or a full infinitive (to + verb). In 'help clean the park', 'clean' is a bare infinitive acting as the complement of 'help'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "help" (membantu) dapat diikuti oleh infinitif tanpa "to" (kata kerja dasar) atau infinitif lengkap (to + kata kerja dasar). Dalam "help clean the park", "clean" adalah infinitif tanpa "to" yang berfungsi sebagai pelengkap dari "help".
Can you help me wash the dishes?
Bisakah kamu membantu saya mencuci piring?
EN: The verb 'forget' can be followed by an infinitive ('to' + verb) to indicate that someone did not do something because they did not remember to do it. This is different from 'forget + -ing' (gerund), which means forgetting a past memory of doing something.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "forget" (lupa) dapat diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menunjukkan bahwa seseorang "tidak melakukan" sesuatu karena lupa. Ini berbeda dengan "forget + kata kerja + -ing" (gerund), yang berarti lupa akan ingatan tentang sesuatu yang "pernah dilakukan" di masa lalu.
I forgot to lock the door this morning.
Saya lupa mengunci pintu pagi ini.
EN: Direct speech is often reported using a reporting verb like 'says' or 'said'. When the quote comes first, the subject and the reporting verb can either remain in standard order (e.g., 'Emma says') or be inverted (e.g., 'says Emma'), especially in written narratives.
Bahasa Indonesia: Kalimat langsung sering disajikan menggunakan kata kerja pelapor seperti "says" atau "said". Ketika kutipan ditempatkan di depan, subjek dan kata kerja pelapor dapat mengikuti urutan standar (contoh: "Emma says") atau dibalik (contoh: "says Emma"), yang terutama umum dalam narasi tertulis.
"I am ready," says Leo.
"Saya sudah siap," kata Leo.
EN: The dummy subject 'It' is used as a placeholder at the beginning of the sentence when the real subject is an infinitive phrase (to + verb). This structure (It + be + adjective + to-infinitive) is used to make sentences easier to understand by avoiding a long subject at the start.
Bahasa Indonesia: Subjek dummy "It" digunakan sebagai penanda tempat di awal kalimat ketika subjek yang sebenarnya adalah frasa infinitif (to + kata kerja). Struktur ini (It + be + kata sifat + infinitif) sering digunakan untuk menghindari subjek yang terlalu panjang di awal kalimat, sehingga kalimat lebih mudah dipahami.
It is necessary to wear a helmet when riding a bike.
Memakai helm saat bersepeda itu wajib.
EN: The word 'enough' can function as an adjective meaning 'as much or as many as required'. When used as an adjective, it always precedes the noun it modifies (e.g., 'enough water', 'enough time').
Bahasa Indonesia: Kata "enough" dapat berfungsi sebagai kata sifat yang berarti "cukup". Ketika digunakan sebagai kata sifat, kata ini selalu ditempatkan sebelum kata benda yang dijelaskannya (contoh: "cukup air", "cukup waktu").
We have enough time to finish the test.
Kami memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan tes ini.
EN: The verb 'promise' is followed by a to-infinitive (to + base verb) to express an intention or commitment to perform a future action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "promise" (berjanji) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan janji atau niat untuk melakukan suatu tindakan di masa depan.
She promised to call me after the meeting.
Dia berjanji akan menelepon saya setelah rapat selesai.
EN: The idiom 'on time' means at the planned or expected time, not late. It is often used as an adverbial phrase to modify verbs of completion or arrival.
Bahasa Indonesia: Ungkapan "on time" berarti "tepat waktu", yaitu pada waktu yang direncanakan atau diharapkan, tidak terlambat. Ungkapan ini sering digunakan sebagai frasa keterangan untuk menjelaskan kata kerja yang menunjukkan penyelesaian atau kedatangan.
Please make sure you arrive on time for the interview.
Pastikan kamu tiba tepat waktu untuk wawancara.
EN: The verb 'want' is followed by an infinitive (to + verb) to express a desire or goal. In the third person singular (he/she/it), the verb 'want' takes an '-s' ending ('wants').
Bahasa Indonesia: Kata kerja "want" (ingin) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keinginan atau tujuan. Dalam kasus orang ketiga tunggal (he/she/it), kata kerja "want" diberi akhiran "-s" menjadi "wants".
She wants to learn how to play the piano.
Dia ingin belajar cara bermain piano.
EN: In written English, when reporting direct speech, the subject and verb can be inverted (e.g., 'says Hana' instead of 'Hana says') when the subject is a proper noun or common noun, adding a literary or storytelling feel.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris tertulis, ketika mengutip kalimat langsung, subjek dan kata kerja dapat dibalik jika subjeknya adalah kata benda khusus atau umum (misalnya menggunakan "says Hana" daripada "Hana says"), yang menambah nuansa sastra atau suasana naratif.
"I am ready," says Leo.
"Saya sudah siap," kata Leo.
EN: In English literature and storytelling, placing the reporting verb before the subject (e.g., 'says Hana') is a common stylistic device. It keeps the focus on the spoken words first, making the dialogue feel more immediate and engaging for the reader.
EN: The dummy subject 'It' is used to introduce an infinitive phrase (to + verb) as the real subject of the sentence. This structure ('It is + adjective + to-infinitive') is common in English to avoid top-heavy sentences where the subject is too long.
Bahasa Indonesia: Subjek dummy "It" digunakan untuk memperkenalkan frasa infinitif (to + kata kerja) sebagai subjek sebenarnya dari kalimat. Struktur ini (It is + kata sifat + infinitif) sangat umum dalam bahasa Inggris untuk menghindari subjek yang terlalu panjang sehingga kalimat terkesan berat di awal.
It is important to study every day.
Membaca setiap hari itu penting.
EN: The reporting verb 'says' is in the simple present tense, which is often used in written narratives or quotes to make the dialogue feel immediate and active.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor "says" menggunakan bentuk sekarang sederhana, yang sering digunakan dalam narasi tertulis atau kutipan untuk membuat percakapan terasa lebih langsung dan hidup.
EN: The indefinite pronoun 'everyone' is grammatically singular and takes a singular verb ('has'), even though it refers to multiple people.
Bahasa Indonesia: Kata ganti tak tentu "everyone" (setiap orang) secara tata bahasa dianggap tunggal, sehingga harus diikuti oleh kata kerja tunggal (seperti "has"), meskipun kata ganti ini merujuk pada banyak orang.
Everyone in the office has a computer.
Setiap orang di kantor memiliki komputer.
EN: An infinitive phrase (to + verb) can function as an adjective to modify a noun. Here, 'to chase' modifies the noun phrase 'a special dream', indicating the purpose or action related to the dream.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif (to + kata kerja dasar) dapat berfungsi sebagai kata sifat untuk menjelaskan kata benda. Dalam kalimat ini, "to chase" menjelaskan frasa kata benda "a special dream", yang menunjukkan tujuan atau tindakan yang terkait dengan mimpi tersebut (mimpi yang dikejar).
I have a lot of homework to do.
Saya memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan (diselesaikan).
EN: The verb 'want' is followed by an infinitive (to + verb) to express a desire or intention. In this sentence, 'want to become' indicates the speaker's future aspiration.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "want" (ingin) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keinginan atau niat. Dalam kalimat ini, "want to become" menunjukkan aspirasi pembicara di masa depan.
I want to learn how to play the piano.
Saya ingin belajar cara bermain piano.
EN: Coordinate adjectives are two or more adjectives that modify the same noun and are joined by 'and'. Here, 'kind' and 'helpful' both modify the noun 'teacher' to describe her qualities.
Bahasa Indonesia: Kata sifat koordinat adalah dua atau lebih kata sifat yang memodifikasi kata benda yang sama dan dihubungkan dengan "and" (dan). Di sini, "kind" (baik hati) dan "helpful" (suka menolong) bersama-sama memodifikasi kata benda "teacher" (guru) untuk menggambarkan sifat-sifatnya.
She is a smart and creative student.
Dia adalah seorang siswa yang cerdas dan kreatif.
EN: The verb 'hope' is followed by an infinitive (to + verb) to express a desire for a future action. When there are two actions connected by 'and' (to travel and see), the 'to' is usually omitted before the second verb ('see') to avoid repetition.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "hope" (berharap) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan harapan terhadap sesuatu di masa depan. Ketika ada dua tindakan yang dihubungkan oleh "and" (to travel and see), kata "to" sebelum kata kerja kedua (see) biasanya dihilangkan untuk menghindari pengulangan.
He hopes to study abroad and learn a new language.
Dia berharap untuk belajar di luar negeri dan mempelajari bahasa baru.
EN: Subject-Verb Agreement: When the subject is a singular third-person noun (My friend Sarah), the verb in the simple present tense must end with '-s' or '-es' (hopes).
Bahasa Indonesia: Kesesuaian Subjek-Kata Kerja: Ketika subjek adalah kata benda orang ketiga tunggal (My friend Sarah), kata kerja dalam bentuk sekarang sederhana harus ditambah "-s" atau "-es" (hopes).
My brother Leo plays the piano every day.
Adik laki-laki saya, Leo, bermain piano setiap hari.
EN: The phrase 'see the world' is a common English idiom that means to travel widely and experience different cultures, rather than just looking at a map or pictures. It carries a sense of adventure and personal growth.
EN: The verb 'decide' is followed by a to-infinitive (to + base verb) when it expresses a decision to perform an action. In this sentence, 'decided to learn' shows that learning is the action Emma chose to do.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "decide" (memutuskan) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) sebagai objek untuk menyatakan keputusan untuk melakukan suatu tindakan. Dalam kalimat ini, "decided to learn" menunjukkan bahwa tindakan yang dipilih Emma untuk dilakukan adalah belajar.
We decided to visit the museum on Sunday.
Kami memutuskan untuk mengunjungi museum pada hari Minggu.
EN: The adjective 'different' is used to describe nouns that are not the same. When modifying a plural countable noun like 'languages', it indicates variety. It is placed before the noun it modifies.
Bahasa Indonesia: Kata sifat "different" (berbeda) digunakan untuk menjelaskan kata benda yang tidak sama. Ketika kata sifat ini menjelaskan kata benda jamak yang dapat dihitung seperti "languages", kata sifat ini menunjukkan keberagaman. Kata sifat ini harus ditempatkan sebelum kata benda yang dijelaskannya.
She tried three different flavors of ice cream.
Dia mencicipi tiga rasa es krim yang berbeda.
EN: The verb 'plan' is followed by an infinitive (to + verb) to express an intention or a future goal. In this sentence, 'plans to build' indicates what Ryan intends to do.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "plan" (berencana) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan niat atau tujuan di masa depan. Dalam kalimat ini, "plans to build" menunjukkan apa yang ingin dilakukan Ryan.
She plans to study abroad next year.
Dia berencana untuk belajar di luar negeri tahun depan.
EN: The adverbial clause of time introduced by 'when' is used to talk about the future. In English, we use the simple present tense ('grows up') in the time clause, even though it refers to a future event.
Bahasa Indonesia: Klausa keterangan waktu yang diawali oleh "when" digunakan untuk membicarakan masa depan. Dalam bahasa Inggris, meskipun merujuk pada kejadian di masa depan, klausa waktu tetap menggunakan bentuk sekarang sederhana ("grows up").
When he arrives, we will start the meeting.
Ketika dia tiba, kami akan mulai rapat.
EN: The infinitive phrase 'To reach our dreams' is used as an adverbial of purpose at the beginning of the sentence, meaning 'in order to reach our dreams'. It is followed by a comma when placed at the start.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "To reach our dreams" di sini digunakan sebagai keterangan tujuan dan ditempatkan di awal kalimat untuk menyatakan "untuk mewujudkan mimpi kita". Ketika frasa infinitif ditempatkan di awal kalimat, biasanya diikuti oleh koma untuk memisahkannya dari klausa utama.
To pass the exam, she studied every night.
Untuk lulus ujian, dia belajar setiap malam.
EN: The verb 'need' is followed by a to-infinitive ('to work') to express an obligation or necessity to perform an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "need" (perlu) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar, seperti "to work") untuk menyatakan kewajiban atau kebutuhan untuk melakukan sesuatu.
We need to buy some groceries for dinner.
Kami perlu membeli beberapa bahan makanan untuk membuat makan malam.
EN: The verb 'promise' is followed by an infinitive (to + verb) to express an intention or commitment to do something in the future.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "promise" (berjanji) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan niat atau janji untuk melakukan sesuatu di masa depan.
They promised to arrive on time.
Mereka berjanji akan tiba tepat waktu.
EN: The verb 'help' can be followed by an object and a bare infinitive (verb without 'to') to show who is being assisted and with what action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "help" (membantu) dapat diikuti oleh objek dan infinitif tanpa "to" (kata kerja tanpa to) untuk menyatakan membantu seseorang melakukan suatu tindakan.
She helped me clean the kitchen.
Dia membantu saya membersihkan dapur.
EN: The dummy subject 'It' is used to replace a long infinitive phrase (to follow a big dream) at the beginning of the sentence, making the sentence structure more balanced. The real subject is the infinitive phrase placed at the end.
Bahasa Indonesia: Subjek dummy "It" digunakan untuk menggantikan frasa infinitif yang panjang di awal kalimat (to follow a big dream), sehingga struktur kalimat menjadi lebih seimbang. Subjek yang sebenarnya adalah frasa infinitif yang terletak di akhir kalimat.
It is important to study hard.
Belajar dengan giat itu penting.
EN: The negative structure 'It is not + adjective + to-infinitive' is used to describe how difficult, easy, or necessary an action is in a negative sense.
Bahasa Indonesia: Struktur negatif "It is not + kata sifat + infinitif" digunakan untuk menggambarkan tingkat kesulitan, kebutuhan, atau keadaan suatu tindakan dalam makna negatif.
It is not easy to learn a new language.
Mempelajari bahasa baru tidaklah mudah.
EN: The dummy pronoun 'it' is used as a placeholder subject when the real subject is an infinitive phrase (in this case, 'to try and never give up'). This structure keeps the sentence balanced and avoids a top-heavy subject.
Bahasa Indonesia: Kata ganti dummy "it" digunakan sebagai subjek pengganti sementara ketika subjek yang sebenarnya adalah frasa infinitif yang mengikutinya (di sini "to try and never give up"). Struktur ini menjaga keseimbangan kalimat dan menghindari subjek yang terlalu panjang.
It is important to practice every day.
Berlatih setiap hari itu penting.
EN: The infinitive 'to try' is coordinated with 'never give up' using the conjunction 'and'. The particle 'to' is omitted before 'never give up' because it is shared with the first verb 'try' (parallel structure).
Bahasa Indonesia: Infinitif "to try" dihubungkan dengan "never give up" menggunakan kata hubung koordinatif "and". Tanda "to" sebelum "never give up" dihilangkan karena berbagi dengan kata kerja pertama "try", yang merupakan struktur paralel.
She wants to sing and dance on stage.
Dia ingin bernyanyi dan menari di atas panggung.
EN: The pattern 'want to be + noun' is used to express a person's career aspirations or future identity. 'To be' is an infinitive verb acting as the direct object of the verb 'want'.
Bahasa Indonesia: Pola "want to be + kata benda" digunakan untuk menyatakan aspirasi karier atau identitas masa depan seseorang. Di sini, "to be" adalah infinitif yang berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "want".
I want to be a teacher in the future.
Saya ingin menjadi seorang guru di masa depan.
EN: In English, direct speech can be placed at the beginning of a sentence, followed by the reporting verb (e.g., 'asks') and the subject (e.g., 'Sarah'). This structure is common in storytelling to emphasize the spoken words.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, kalimat langsung dapat ditempatkan di awal kalimat, diikuti oleh kata kerja pelapor (misalnya "asks") dan subjek (misalnya "Sarah"). Struktur ini umum dalam narasi cerita untuk menekankan apa yang diucapkan.
"Where are you going?" asks Leo.
"Kamu mau pergi ke mana?" tanya Leo.
EN: The verb 'want' is followed by an infinitive (to + base verb) to express a desire or intention. In this sentence, 'to be' acts as the direct object of the verb 'want'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "want" (ingin) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keinginan atau niat. Dalam kalimat ini, "to be" (menjadi) berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "want".
I want to learn how to play the piano.
Saya ingin belajar cara bermain piano.
EN: Direct speech reporting with 'says [Name]'. When reporting what someone says in a story or dialogue, the reporting verb 'says' can be placed after the quoted speech, followed by the subject (noun).
Bahasa Indonesia: Menggunakan pelaporan kalimat langsung dengan "says [nama]". Ketika melaporkan apa yang dikatakan seseorang dalam cerita atau percakapan, kata kerja pelapor "says" (berkata) dapat ditempatkan setelah tanda kutip, diikuti oleh subjek (kata benda).
"I love reading books," says Sarah.
"Saya suka membaca," kata Sarah.
EN: The verb 'hope' is followed by an infinitive (to + base verb) to express a desire or plan for the future. It functions as the direct object of the verb 'hope'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "hope" (berharap) sering diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan harapan atau rencana di masa depan. Frasa infinitif ini berfungsi sebagai objek langsung dari "hope".
She hopes to visit Paris next summer.
Dia berharap dapat bepergian ke Paris musim panas tahun depan.
EN: In direct speech, when the reporting verb (like 'says') comes after the quoted sentence, the subject and verb can be inverted (e.g., 'says Ryan' or 'Ryan says'). This is a common stylistic choice in storytelling.
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat langsung, ketika kata kerja pelapor (seperti "says") muncul setelah kutipan, subjek dan kata kerja dapat dibalik (misalnya "says Ryan" atau "Ryan says"). Ini adalah gaya bahasa yang umum dalam narasi cerita.
"I am ready," says Leo.
"Saya sudah siap," kata Leo.
EN: In Western youth culture, forming or playing in a 'garage band' or school band is a very common dream and hobby. It represents teamwork, self-expression, and a passion for music, often associated with growing up and finding one's identity.
EN: The verb 'decide' is followed by a to-infinitive (to + verb) to express a choice or plan made by the speaker.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "decide" (memutuskan) harus diikuti oleh infinitif-to (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keputusan atau rencana yang dibuat oleh pembicara.
She decided to study abroad next year.
Dia memutuskan untuk belajar di luar negeri tahun depan.
EN: The verb 'learn' can also be followed by a to-infinitive (to + verb) to indicate acquiring the ability to perform a specific action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "learn" (belajar) juga dapat diikuti oleh infinitif-to (to + kata kerja dasar) untuk menunjukkan belajar dan menguasai keterampilan atau tindakan tertentu.
He wants to learn to play the piano.
Dia ingin belajar bermain piano.
EN: The verb 'need' is followed by an infinitive (to + verb) to express an obligation or necessity to perform an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "need" (perlu) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan kewajiban atau kebutuhan untuk melakukan suatu tindakan.
I need to buy some groceries.
Saya perlu membeli beberapa bahan makanan.
EN: The verb 'practice' is a transitive verb that directly takes a noun (like 'English') or a gerund (verb-ing) as its direct object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "practice" (berlatih) adalah kata kerja transitif yang langsung diikuti oleh kata benda (seperti "English") atau gerund (kata kerja + -ing) sebagai objek langsungnya.
She practices playing the piano every afternoon.
Dia berlatih bermain piano setiap sore.
EN: In English, when reporting direct speech, the speaker attribution can be placed after the quote (e.g., 'says Leo'). In written stories, it is common to invert the subject and verb ('says Leo' instead of 'Leo says') for a more literary rhythm.
EN: The dummy pronoun 'it' is used as a preparatory subject when the real subject is an infinitive phrase (to + verb). This structure avoids having a long, heavy subject at the beginning of the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata ganti dummy "it" digunakan sebagai subjek persiapan ketika subjek yang sebenarnya adalah frasa infinitif (to + kata kerja). Struktur ini menghindari frasa non-finitif yang terlalu panjang dan kaku di awal kalimat.
It is important to practice every day.
Berlatih setiap hari itu penting.
EN: The infinitive 'to set' acts as the real subject of the sentence, representing the action or state being discussed.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to set" di sini berfungsi sebagai subjek sebenarnya dari kalimat, mewakili tindakan atau keadaan yang sedang dibahas.
To learn a new language takes time.
Belajar bahasa baru membutuhkan waktu.
EN: The verb 'plan' is followed by an infinitive (to + verb) to express an intention or future arrangement. In this structure, 'to read' acts as the direct object of the verb 'plan'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "plan" (berencana) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan niat atau pengaturan di masa depan. Dalam struktur ini, "to read" berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "plan".
He plans to visit his grandparents next month.
Dia berencana untuk mengunjungi kakek-neneknya bulan depan.
EN: The word 'each' is used as a determiner to refer to every individual member of a group of two or more, considered individually. It is followed by a singular countable noun (e.g., 'week').
Bahasa Indonesia: Kata "each" (setiap) digunakan sebagai penentu untuk merujuk pada setiap individu dalam kelompok yang terdiri dari dua atau lebih. Kata ini harus diikuti oleh kata benda tunggal yang dapat dihitung (contoh: "week").
Each student received a new notebook.
Setiap siswa menerima buku catatan baru.
EN: The verb 'agree' is followed by a to-infinitive (to + base verb) when expressing an agreement or decision to perform an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "agree" (setuju) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) ketika menyatakan persetujuan atau keputusan untuk melakukan suatu tindakan.
They agreed to meet at the library.
Mereka setuju untuk bertemu di perpustakaan.
EN: The prepositional phrase 'on weekends' is used to describe an action that happens regularly on Saturdays and Sundays.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "on weekends" digunakan untuk menggambarkan kebiasaan atau aktivitas yang terjadi secara teratur pada hari Sabtu dan Minggu.
I usually go hiking on weekends.
Saya biasanya pergi hiking pada akhir pekan.
EN: The dummy subject 'It' is used to replace an infinitive phrase (to + verb) that acts as the real subject of the sentence. This structure ('It is + adjective + to-infinitive') is common in English to avoid top-heavy sentences.
Bahasa Indonesia: Subjek dummy "It" digunakan untuk menggantikan frasa infinitif (to + kata kerja) yang menjadi subjek sebenarnya dari kalimat. Struktur ini (It is + kata sifat + infinitif) sangat umum dalam bahasa Inggris untuk menghindari kalimat yang terkesan berat di bagian awal.
It is important to study every day.
Membaca setiap hari itu penting.
EN: The preposition 'about' is used after the verb 'dream' to specify the topic or subject of the dream, especially when referring to hopes, plans, or imaginings.
Bahasa Indonesia: Preposisi "about" digunakan setelah kata kerja "dream" untuk menentukan topik atau isi spesifik dari mimpi atau imajinasi, terutama hal-hal yang diharapkan, direncanakan, atau dibayangkan.
She dreams about traveling to Paris.
Dia bermimpi untuk bepergian ke Paris.
EN: The structure 'Let's + base verb' is used to make a suggestion or proposal to a group that includes the speaker. It is a contraction of 'let us'.
Bahasa Indonesia: Struktur "Let's + kata kerja dasar" digunakan untuk membuat saran atau usulan kepada kelompok yang mencakup pembicara. Struktur ini adalah kependekan dari "let us".
Let's work together to finish this project.
Mari kita bekerja sama untuk menyelesaikan proyek ini.
EN: The verb 'promise' is followed by a to-infinitive ('to' + base verb) when expressing an agreement or commitment to do something in the future.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "promise" (berjanji) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) ketika menyatakan janji atau kesediaan untuk melakukan sesuatu di masa depan.
I promise to call you when I arrive.
Saya berjanji akan meneleponmu saat tiba.
EN: In English storytelling, when reporting direct speech, the subject and verb are often inverted (e.g., 'says Leo' instead of 'Leo says'). This is a stylistic choice that sounds more literary and keeps the focus on the spoken words.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: memutuskan, bertekad untuk melakukan sesuatu
Dalam konteks: penting, memiliki nilai yang besar
Dalam konteks: berjanji, menyanggupi
Dalam konteks: Terkenal, termasyhur
Dalam konteks: mengejar, mengusahakan (mimpi atau tujuan)
Dalam konteks: sangat baik, menyenangkan
Dalam konteks: ilmuwan
Dalam konteks: berlatih, berlatih
Dalam konteks: mendukung, memberi semangat
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To stop trying to do something; to surrender.
menyerah
To gradually become an adult.
tumbuh dewasa, berkembang
At the planned or expected time; punctual.
tepat waktu, sesuai jadwal
To decide what you want to achieve in the future.
menetapkan tujuan