EN: The Zero Conditional is used to talk about general truths, habits, or scientific facts. It uses the structure: 'When/If + Present Simple, Present Simple'. It shows that one action always leads to another.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe nol (Zero Conditional) digunakan untuk menggambarkan kebenaran umum, kebiasaan, atau fakta ilmiah. Strukturnya adalah "When/If + simple present tense, simple present tense", yang menunjukkan bahwa suatu tindakan selalu menghasilkan hasil yang lain.
When it rains, the grass gets wet.
Ketika hujan, rumput menjadi basah.
EN: A phrasal verb consists of a verb and a particle (preposition or adverb) that together create a new meaning. 'Turn off' is a separable phrasal verb meaning to stop a device from functioning.
Bahasa Indonesia: Kata kerja frasa (Phrasal Verb) terdiri dari kata kerja dan partikel (preposisi atau kata keterangan) yang digabungkan untuk menghasilkan makna baru. "Turn off" adalah kata kerja frasa yang dapat dipisahkan, yang berarti mematikan (peralatan listrik atau perangkat).
Please turn off the lights before you leave.
Tolong matikan lampu sebelum pergi.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause (present simple tense) and a main clause (will + base verb).
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausa bawahan yang diawali dengan "if" menggunakan "present simple", sedangkan klausa utama menggunakan "will + kata kerja dasar".
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: The adverb 'daily' means 'every day' and is used to describe the frequency of an action. It can function as an adverb modifying the verb 'review'.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan waktu "daily" berarti "setiap hari" dan digunakan untuk memodifikasi kata kerja "review" (mengulang), yang menunjukkan frekuensi terjadinya tindakan tersebut.
EN: The conjunction 'although' is used to introduce a subordinate clause of concession, showing a contrast with the main clause. In English, we do not use 'but' in the main clause when 'although' is used.
Bahasa Indonesia: Kata hubung "although" (meskipun) digunakan untuk memperkenalkan klausa bawahan yang menyatakan konsesi, untuk menunjukkan kontras dengan klausa utama. Dalam bahasa Inggris, ketika "although" digunakan, klausa utama tidak boleh lagi menggunakan "but" (tetapi).
Although it was raining, we went for a walk.
Meskipun hujan, kami tetap pergi berjalan-jalan.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (copula) that is followed by an adjective (like 'ready') rather than an adverb, to describe the subject's state or feeling.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" (merasa) adalah kata kerja penghubung (linking verb) yang diikuti oleh kata sifat (seperti "ready") dan bukan kata keterangan, untuk menggambarkan keadaan atau perasaan subjek.
She felt happy after hearing the good news.
Setelah mendengar kabar baik, dia merasa sangat senang.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a dependent clause (adverbial clause of reason) that explains the cause or reason for the action in the main clause.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif "because" (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa bawahan (klausa keterangan sebab), untuk menjelaskan alasan atau penyebab terjadinya tindakan pada klausa utama.
I stayed at home because it was raining.
Saya tinggal di rumah karena hujan turun.
EN: The phrase 'do well' is a common collocation where 'do' acts as an intransitive verb meaning to perform or progress, and 'well' is an adverb modifying the verb to indicate a high standard or successful outcome.
Bahasa Indonesia: Frasa "do well" adalah kolokasi umum di mana "do" berfungsi sebagai kata kerja intransitif yang berarti berperilaku atau berkembang, dan "well" adalah kata keterangan yang memodifikasi kata kerja tersebut, untuk menunjukkan hasil yang tinggi atau sukses (berkinerja baik).
EN: The Zero Conditional is used to talk about general truths, habits, or scientific facts. It uses the present simple tense in both the 'if/when' clause (condition) and the main clause (result).
Bahasa Indonesia: Zero Conditional digunakan untuk menggambarkan kebenaran umum, kebiasaan, atau fakta ilmiah. Strukturnya menggunakan Present Simple baik dalam klausa kondisi yang dipimpin oleh 'if/when' maupun dalam klausa utama.
When you heat ice, it melts.
Ketika kamu memanaskan es batu, es itu akan mencair.
EN: Adverbial clauses of time introduced by 'when' indicate the time at which the action in the main clause takes place. When the adverbial clause comes first, a comma is required to separate it from the main clause.
Bahasa Indonesia: Klausa keterangan waktu yang dipimpin oleh 'when' menunjukkan waktu terjadinya tindakan dalam klausa utama. Ketika klausa keterangan diletakkan di awal kalimat, harus dipisahkan dengan koma dari klausa utama.
When the bell rings, the class starts.
Ketika bel berbunyi, pelajaran dimulai.
EN: The Zero Conditional is used to talk about general truths, scientific facts, or habits that always happen under a certain condition. The structure is 'If + present simple, present simple' (or a modal verb like 'can' to express ability).
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe nol (Zero Conditional) digunakan untuk menggambarkan kebenaran umum, fakta ilmiah, atau kebiasaan yang pasti terjadi dalam kondisi tertentu. Strukturnya adalah "If + simple present tense, simple present tense" (atau menggunakan kata kerja bantu seperti 'can' untuk menunjukkan kemampuan).
If you heat ice, it melts.
Jika kamu memanaskan es, es itu akan mencair.
EN: The adverb 'well' is used to modify the verb 'sleep' to describe the quality of the action. 'Better' is the comparative form of 'well', used here to modify the verb 'focus' and show an increased degree of concentration.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "well" (dengan baik) digunakan untuk memodifikasi kata kerja "sleep" (tidur) untuk menggambarkan kualitas tindakan tersebut. Sementara itu, "better" adalah bentuk komparatif dari "well", yang digunakan di sini untuk memodifikasi kata kerja "focus" (fokus), yang menunjukkan peningkatan tingkat fokus.
If you practice daily, you can play better.
Jika kamu berlatih setiap hari, kamu akan bisa bermain dengan lebih baik.
EN: The subordinating conjunction 'although' is used to introduce a concession clause, showing a contrast between two ideas. In English, we do not use 'but' in the main clause when 'although' is used at the beginning of the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif "although" (meskipun) digunakan untuk memperkenalkan klausa konsesi, untuk menunjukkan kontras antara dua gagasan. Dalam bahasa Inggris, ketika "although" digunakan di awal kalimat, klausa utama tidak boleh menggunakan "but" (tetapi).
Although it was raining, we went for a walk.
Meskipun hujan, kami tetap pergi berjalan-jalan.
EN: The verb 'stay' can function as a linking verb (copula) meaning 'to remain in a particular state'. It is followed directly by an adjective (e.g., 'calm', 'focused') rather than an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "stay" dapat berfungsi sebagai kata kerja penghubung (kopula) yang berarti "tetap dalam keadaan tertentu". Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (misalnya "calm" yang berarti tenang, "focused" yang berarti fokus), bukan kata keterangan.
Please stay quiet during the exam.
Tolong tetap tenang selama ujian.
EN: Adverbial clauses of time are introduced by conjunctions like 'when'. They indicate the time at which the action in the main clause takes place. In this sentence, 'when I read a chapter' is the adverbial clause modifying the main action 'I make notes'. Note that for habitual actions or general truths, the present simple tense is used in both clauses.
Bahasa Indonesia: Klausa keterangan waktu diawali oleh kata hubung seperti "when" (ketika). Klausa ini digunakan untuk menunjukkan waktu terjadinya tindakan pada klausa utama. Dalam kalimat ini, "when I read a chapter" adalah klausa keterangan waktu yang memodifikasi tindakan pada klausa utama, yaitu "I make notes". Perhatikan bahwa untuk tindakan kebiasaan atau kebenaran umum, kedua klausa menggunakan simple present tense.
I listen to music when I clean my room.
Ketika saya merapikan kamar, saya mendengarkan musik.
EN: The collocation 'make notes' (or 'take notes') means to write down brief records of information to help you remember or study. It is a common verb-noun collocation used in academic and professional contexts.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja "make notes" (atau "take notes") berarti "membuat catatan", yaitu menulis catatan singkat untuk membantu mengingat atau belajar. Ini adalah kolokasi kata kerja dan kata benda yang sangat umum dalam konteks akademis dan pekerjaan.
Please make notes during the lecture.
Tolong buat catatan saat kamu mendengarkan pelajaran.
EN: Active reading strategies, such as 'making notes' or highlighting, are highly emphasized in Western academic culture. Students are encouraged to interact with the text rather than just passively reading it, which is believed to foster critical thinking and better retention.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a dependent clause (adverbial clause of cause) that explains the reason for something. In English, when the 'because' clause comes first, it is separated from the main clause by a comma. Note that unlike Chinese, we do not use 'so' (所以) in the main clause when 'because' is already used.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif 'because' (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa dependen (klausa keterangan sebab) untuk menjelaskan alasan sesuatu. Dalam bahasa Inggris, ketika klausa yang dipimpin oleh 'because' diletakkan di awal kalimat, harus dipisahkan dengan koma dari klausa utama. Perhatikan bahwa, tidak seperti bahasa Indonesia, dalam kalimat bahasa Inggris yang sudah menggunakan 'because', klausa utama tidak boleh menggunakan 'so' (jadi).
Because it was raining, we stayed indoors.
Karena hujan turun, kami tinggal di dalam ruangan.
EN: The simple past tense is used here ('practiced', 'was') to describe completed actions or states in the past. 'Practiced' is the regular past tense form of the verb 'practice', and 'was' is the past tense of the linking verb 'be' for singular subjects.
Bahasa Indonesia: Di sini digunakan simple past tense ('practiced', 'was') untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang telah selesai di masa lalu. 'Practiced' adalah bentuk past tense reguler dari kata kerja 'practice' (berlatih), sedangkan 'was' adalah bentuk past tense dari kata kerja penghubung 'be' untuk subjek tunggal.
Because she studied hard, the exam was easy.
Karena dia belajar dengan giat, ujiannya terasa mudah.
EN: In Western academic culture, a 'quiz' is usually a short, informal test often used by teachers to check daily or weekly progress, distinct from a major 'exam' or 'test'. The sentence reflects a growth mindset where effort (practicing) directly leads to success.
EN: The Zero Conditional is used to talk about things that are generally or always true. It uses the structure: 'If + Simple Present, Simple Present'. In this sentence, 'If we study together' (present simple) leads to a general truth 'it is more fun' (present simple).
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe nol (Zero Conditional) digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang umumnya atau selalu benar. Strukturnya adalah: "If + simple present tense, simple present tense". Dalam kalimat ini, "If we study together" (simple present tense) menghasilkan fakta umum "it is more fun" (simple present tense).
If you heat ice, it melts.
Jika kamu memanaskan es, es itu akan mencair.
EN: The comparative adjective 'more' is used before two-syllable or longer adjectives (like 'fun' in modern informal usage, or 'interesting') to compare two situations or things.
Bahasa Indonesia: Kata sifat komparatif "more" digunakan sebelum kata sifat yang memiliki dua suku kata atau lebih (seperti "fun" atau "interesting" dalam bahasa Inggris modern), untuk membandingkan dua situasi atau hal.
This book is more interesting than the last one.
Buku ini lebih menarik daripada buku sebelumnya.
EN: The subordinating conjunction 'when' is used to introduce an adverbial clause of time, establishing a condition or a specific time frame under which the main clause occurs.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif "when" (ketika) digunakan untuk memperkenalkan klausa keterangan waktu, untuk menentukan kondisi atau titik waktu tertentu terjadinya tindakan pada klausa utama.
When you practice daily, your English improves.
Ketika kamu berlatih setiap hari, bahasa Inggris kamu akan meningkat.
EN: Gerunds (verb + -ing) can function as nouns. In this sentence, 'learning' acts as the subject of the main clause, representing the activity or process of acquiring knowledge.
Bahasa Indonesia: Gerund (kata kerja + -ing) dapat berfungsi sebagai kata benda. Dalam kalimat ini, "learning" (belajar) berfungsi sebagai subjek dari klausa utama, yang mewakili aktivitas atau proses memperoleh pengetahuan.
Reading is a great way to expand your vocabulary.
Membaca adalah cara yang baik untuk memperluas kosakata.
EN: The conjunction 'although' is used to introduce a concession clause, showing contrast. In English, we do not use 'but' in the main clause when 'although' is used to start the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata hubung "although" (meskipun) digunakan untuk memperkenalkan klausa konsesi, untuk menunjukkan kontras. Dalam tata bahasa Inggris, ketika "although" digunakan di awal kalimat, klausa utama tidak boleh menggunakan "but" (tetapi).
Although it was raining, we went for a walk.
Meskipun hujan, kami tetap pergi berjalan-jalan.
EN: The phrasal verb 'pay off' means to yield good results or succeed after effort has been made.
Bahasa Indonesia: Kata kerja frasa "pay off" berarti "memberikan hasil yang baik" atau "berhasil, membuahkan hasil", biasanya digunakan untuk menggambarkan bahwa usaha, rencana, atau waktu yang diinvestasikan akhirnya membuahkan hasil.
Her dedication to practice finally paid off when she won the competition.
Dedikasinya untuk berlatih akhirnya membuahkan hasil ketika dia memenangkan pertandingan.
EN: The phrase 'hard work pays off' is a very common English idiom and a core cultural belief in many English-speaking societies, emphasizing meritocracy and the value of perseverance.
EN: The infinitive 'to share' acts as the direct object of the verb 'want'. In English, certain verbs like 'want', 'hope', and 'decide' must be followed by an infinitive (to + verb) when expressing a future action or desire.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to share" berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "want". Dalam bahasa Inggris, beberapa kata kerja seperti "want" (ingin), "hope" (berharap), dan "decide" (memutuskan) harus diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menunjukkan tindakan atau keinginan di masa depan.
I want to learn a new language this year.
Tahun ini saya ingin belajar bahasa baru.
EN: The word 'that' introduces a defining relative clause ('that really help me') which modifies the noun phrase 'some study tips'. 'That' acts as the subject relative pronoun within the clause.
Bahasa Indonesia: Kata "that" memperkenalkan klausa relatif pembatas ("that really help me") yang memodifikasi frasa kata benda "some study tips" (beberapa tips belajar). Dalam klausa ini, "that" berfungsi sebagai kata ganti relatif subjek.
She told me a story that inspired everyone.
Dia menceritakan sebuah kisah yang menginspirasi semua orang.
EN: Adverbial clauses of time introduced by 'when' are used to show that two actions happen at the same time or one follows immediately after another. In the present tense, it often describes a general habit or routine.
Bahasa Indonesia: Klausa keterangan waktu yang diatur oleh "when" (ketika) digunakan untuk menunjukkan bahwa dua tindakan terjadi bersamaan, atau satu tindakan terjadi segera setelah tindakan lainnya. Dalam simple present tense, ini biasanya digunakan untuk menggambarkan kebiasaan atau rutinitas umum.
When I arrive at the office, I make a cup of coffee.
Ketika saya tiba di kantor, saya akan membuat secangkir kopi.
EN: The phrasal verb 'sit down' means to move from a standing position to a sitting position. It is often followed by an infinitive of purpose (e.g., 'to study') to explain the reason for sitting down.
Bahasa Indonesia: Kata kerja frasa "sit down" berarti "duduk". Kata kerja ini sering diikuti oleh infinitif (seperti "to study") untuk menunjukkan tujuan dari duduk (infinitif tujuan).
EN: Zero Conditional: Used to talk about things that are always true, habits, or general facts. The structure is 'If + present simple, present simple'.
Bahasa Indonesia: Zero Conditional: digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang selalu benar, kebiasaan, atau kebenaran umum. Strukturnya adalah "If + simple present tense, simple present tense".
If you heat water to 100 degrees, it boils.
Jika kamu memanaskan air sampai 100 derajat Celcius, air itu akan mendidih.
EN: Adverbs of Frequency: Words like 'never' are placed before the main verb (feel) but after the auxiliary verb or 'be' verb to show how often an action happens.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi: kata-kata seperti "never" (tidak pernah) biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti feel), tetapi setelah kata kerja bantu atau kata kerja "be", untuk menunjukkan frekuensi terjadinya suatu tindakan.
She always drinks coffee in the morning.
Dia selalu minum kopi di pagi hari.
EN: The conjunction 'although' is used to introduce a concession clause, showing a contrast between two ideas. In English, we do not use 'but' in the main clause when 'although' is used to start the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata hubung "although" (meskipun) digunakan untuk memperkenalkan klausa konsesi, yang menunjukkan kontras antara dua gagasan. Dalam bahasa Inggris, ketika "although" digunakan di awal kalimat, klausa utama yang mengikutinya tidak boleh menggunakan "but" (tetapi).
Although it was raining, we went for a walk.
Meskipun sedang hujan, kami tetap pergi berjalan-jalan.
EN: The negative simple present tense 'do not' (often contracted to 'don't') is used with the base form of the verb ('give up') to express a habitual action, general truth, or current state.
Bahasa Indonesia: Bentuk negatif simple present tense "do not" (sering disingkat menjadi "don't") digunakan dengan kata kerja dasar (di sini: give up) untuk menyatakan kebiasaan, fakta umum, atau keadaan saat ini.
I do not eat meat because I am a vegetarian.
Saya tidak makan daging karena saya seorang vegetarian.
EN: The subordinating conjunction 'when' is used to introduce an adverbial clause of time, indicating the situation or condition under which the main action occurs.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif 'when' (ketika) digunakan untuk memperkenalkan klausa keterangan waktu, yang menunjukkan latar waktu atau kondisi terjadinya tindakan dalam klausa utama.
I listen to music when I clean my room.
Ketika saya membersihkan kamar, saya mendengarkan musik.
EN: The coordinating conjunction 'or' connects two adjectives ('tired' and 'bored') that function as subject complements, presenting alternative states.
Bahasa Indonesia: Kata hubung koordinatif 'or' (atau) menghubungkan dua kata sifat (tired dan bored) yang berfungsi sebagai pelengkap subjek, untuk menunjukkan pilihan antara dua kemungkinan keadaan.
You can choose a blue or green pen.
Kamu bisa memilih pulpen biru atau hijau.
EN: In modern study and work culture, taking 'short breaks' is often associated with productivity techniques like the Pomodoro Technique, reflecting a healthy balance between focus and rest.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a dependent clause that states the reason for something. In English, unlike in Chinese, we do not use 'because' and 'so' in the same sentence. If a sentence starts with 'Because...', the main clause follows after a comma without 'so'.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif "because" (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa bawahan yang menyatakan sebab. Dalam bahasa Inggris, tidak seperti bahasa Indonesia, "because" dan "so" (jadi) tidak dapat digunakan bersamaan dalam satu kalimat. Jika kalimat dimulai dengan "Because...", klausa utama muncul langsung setelah koma, tanpa menambahkan "so".
Because it was raining, we stayed indoors.
Karena hujan, kami tinggal di dalam ruangan.
EN: The adverbial phrase 'every day' (written as two words) functions as a modifier of time, indicating frequency. It usually placed at the end of a clause or sentence to show how often an action occurs.
Bahasa Indonesia: Frasa keterangan "every day" (ditulis sebagai dua kata) berfungsi sebagai keterangan waktu yang menunjukkan frekuensi. Frasa ini biasanya ditempatkan di akhir klausa atau kalimat untuk menunjukkan seberapa sering suatu tindakan terjadi.
EN: In English-speaking academic cultures, consistent daily review and active recall are highly emphasized over 'cramming' (studying intensively right before an exam). This sentence reflects a healthy and widely encouraged study habit.
EN: The Zero Conditional is used to talk about general truths, habits, or scientific facts. It uses the structure: 'If + Present Simple, Present Simple'. In this sentence, it describes a habitual action: whenever the speaker doesn't understand, they ask the teacher.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe nol (Zero Conditional) digunakan untuk menggambarkan kebenaran umum, kebiasaan, atau fakta. Strukturnya adalah "If + simple present tense, simple present tense". Dalam kalimat ini, kalimat ini menggambarkan tindakan kebiasaan: setiap kali pembicara tidak mengerti, dia meminta bantuan kepada guru.
If it rains, the grass gets wet.
Jika hujan, rumput menjadi basah.
EN: The phrase 'ask someone for help' is a common collocation meaning to request assistance from someone. 'For' is the preposition used to introduce the object of the request (help).
Bahasa Indonesia: Frasa "ask someone for help" adalah kolokasi umum yang berarti meminta bantuan kepada seseorang. Kata depan "for" digunakan untuk memperkenalkan objek yang diminta (bantuan).
You can always ask me for help if you are confused.
Jika kamu merasa bingung, kamu bisa meminta bantuan kepada saya kapan saja.
EN: The conjunction 'although' is used to introduce a subordinate clause of concession, showing a contrast. Unlike in Chinese, 'although' should not be paired with 'but' in the same sentence in English.
Bahasa Indonesia: Kata hubung "although" (meskipun) digunakan untuk memperkenalkan klausa bawahan yang menyatakan konsesi, untuk menunjukkan kontras. Berbeda dengan tata bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris "although" tidak dapat digunakan bersamaan dengan "but" (tetapi) dalam kalimat yang sama.
Although it was raining, we went for a walk.
Meskipun hujan, kami tetap pergi berjalan-jalan.
EN: The verb 'keep' can be used in the pattern 'keep + object + adjective' to mean causing someone or something to remain in a particular state.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "keep" dapat digunakan dalam pola "keep + objek + kata sifat" untuk berarti menjaga seseorang atau sesuatu dalam keadaan tertentu.
Please keep the door open.
Tolong biarkan pintu tetap terbuka.
EN: Adverbial clauses of time introduced by 'when' are used to indicate that the action in the main clause happens at the same time as or immediately after the action in the dependent clause. In this sentence, 'When we study smart' sets the condition or time frame for the main result.
Bahasa Indonesia: Klausa keterangan waktu yang diawali dengan "when" (ketika) digunakan untuk menunjukkan bahwa tindakan pada klausa utama terjadi bersamaan dengan atau segera setelah tindakan pada klausa bawahan. Dalam kalimat ini, "When we study smart" menetapkan latar waktu atau kondisi untuk hasil yang dinyatakan pada klausa utama.
When you practice daily, your English improves quickly.
Ketika kamu berlatih setiap hari, bahasa Inggris kamu meningkat dengan cepat.
EN: The comparative modifier 'much' is used before comparative adjectives (like 'easier') to add emphasis, meaning 'by a great deal' or 'significantly'.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan pembanding "much" ditempatkan sebelum kata sifat komparatif (seperti "easier") untuk menunjukkan penekanan, yang berarti "jauh lebih" atau "secara signifikan".
This new method is much better than the old one.
Metode baru ini jauh lebih baik daripada yang lama.
EN: The phrase 'study smart' (often contrasted with 'study hard') reflects a modern educational shift in English-speaking cultures, emphasizing efficiency, active learning techniques, and cognitive strategy over sheer hours of memorization.
EN: The use of 'when' as a subordinating conjunction to introduce a time clause. It describes the condition or time under which the action in the main clause ('What do you do') takes place.
Bahasa Indonesia: Penggunaan "when" (ketika) sebagai kata hubung subordinatif untuk memperkenalkan klausa waktu. Kata ini digunakan untuk menggambarkan waktu atau situasi terjadinya klausa utama ("What do you do", apa yang kamu lakukan).
What do you do when you feel bored?
Apa yang kamu lakukan ketika kamu merasa bosan?
EN: The linking verb 'feel' followed by an adjective ('stressed') to describe a state of mind or physical condition. This is a common pattern for expressing emotions or physical states.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung "feel" (merasa) diikuti oleh kata sifat ("stressed", merasa stres) untuk menggambarkan keadaan psikologis atau fisiologis. Ini adalah pola kalimat yang umum untuk mengekspresikan emosi atau kondisi fisik.
I feel tired after a long walk.
Saya merasa lelah setelah berjalan jauh.
EN: In English-speaking cultures, checking in on a friend's well-being and asking how they cope with stress is a common way to show empathy and build supportive relationships. Using the person's name ('Emma') at the end of the question adds a personal and caring touch to the conversation.
EN: The 'When' clause is a subordinate adverbial clause of time. It is used to describe a general truth, habit, or a specific situation that triggers another action. When the 'when' clause comes first, it is separated from the main clause by a comma.
Bahasa Indonesia: Klausa "When" adalah klausa keterangan waktu bawahan. Klausa ini digunakan untuk menggambarkan kebenaran umum, kebiasaan, atau situasi spesifik yang memicu tindakan lain. Ketika klausa "when" ditempatkan di awal kalimat, harus dipisahkan dengan koma dari klausa utama.
When I drink coffee, I feel energized.
Ketika saya minum kopi, saya merasa penuh energi.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (copula) that is followed by an adjective (stressed) to describe the subject's state or emotion. 'Stressed' is a past participle used as an adjective meaning experiencing mental or emotional strain.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'feel' (merasa) adalah kata kerja penghubung (kopula) yang diikuti oleh kata sifat (stressed) untuk menggambarkan keadaan atau emosi subjek. 'Stressed' adalah past participle yang digunakan sebagai kata sifat, yang berarti merasa tertekan.
She feels happy when she listens to music.
Ketika dia mendengarkan musik, dia merasa sangat bahagia.
EN: In English-speaking cultures, taking 'deep breaths' is a very common, universally recommended self-care technique for managing stress and anxiety, often taught in schools and workplaces.
EN: First Conditional: Used to talk about possibilities in the present or in the future. The structure is 'If + simple present, will + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe pertama (First Conditional): digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah "If + simple present tense, will + kata kerja dasar".
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: Adverbs of Time: Words like 'tonight' and 'tomorrow' are used to specify when an action takes place, usually placed at the end of the clause.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan waktu: kata-kata seperti "tonight" (malam ini) dan "tomorrow" (besok) digunakan untuk menunjukkan secara spesifik kapan suatu tindakan terjadi, biasanya ditempatkan di akhir klausa.
I will call you tonight.
Saya akan menelepon kamu malam ini.
EN: In English-speaking academic culture, 'reviewing' (or 'revising' in British English) before an exam is highly emphasized. The sentence reflects a common mindset of linking consistent effort directly to successful outcomes.
EN: The conjunction 'although' is used to introduce a concessive clause, which presents a contrast to the main clause. In English, we do not use 'but' in the main clause when 'although' is used at the beginning of the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata hubung "although" (meskipun) digunakan untuk memperkenalkan klausa konsesi, yang menunjukkan situasi yang berlawanan atau kontras dengan klausa utama. Dalam tata bahasa Inggris, ketika "although" digunakan di awal kalimat, klausa utama tidak boleh menggunakan "but" (tetapi).
Although it was raining, we went for a walk.
Meskipun hujan, kami tetap pergi berjalan-jalan.
EN: The phrase 'make time' means to deliberately arrange one's schedule to find time for a specific activity, even when busy.
Bahasa Indonesia: Frasa "make time" secara harfiah berarti "menciptakan waktu", yang berarti "menyempatkan" atau "meluangkan waktu" untuk melakukan sesuatu yang spesifik, terutama ketika jadwal sedang sibuk.
I always try to make time for exercise.
Saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk berolahraga.
EN: In English-speaking academic and professional cultures, 'making time' for self-improvement or study is highly valued and seen as a sign of strong self-discipline and time management skills.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a subordinate clause that states the reason for the action or state in the main clause. In this sentence, 'because my room is quiet' explains the reason why the speaker focuses better.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif 'because' (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa dependen untuk menjelaskan alasan tindakan atau keadaan dalam klausa utama. Dalam kalimat ini, 'because my room is quiet' menjelaskan alasan mengapa pembicara bisa lebih fokus.
I stayed at home because it was raining.
Aku tinggal di rumah karena hujan turun.
EN: The word 'better' is the comparative form of the adverb 'well'. It modifies the verb 'focus' to show a higher degree of concentration.
Bahasa Indonesia: Kata 'better' adalah bentuk komparatif dari kata keterangan 'well'. Kata ini memodifikasi kata kerja 'focus' untuk menunjukkan tingkat fokus yang lebih tinggi.
She sings better after taking music lessons.
Setelah mengikuti pelajaran musik, dia bernyanyi dengan lebih baik.
EN: In Western study culture, creating a personalized, quiet study environment (often called a 'study space' or 'study nook') is highly emphasized as a key to academic productivity and mental focus.
EN: Adverbial clauses of time introduced by 'when' are used to indicate that the action in the main clause happens at the same time as or immediately after the action in the dependent clause. In this sentence, 'When you need help' sets the condition or time for the main action.
Bahasa Indonesia: Klausa waktu yang diatur oleh "when" (ketika) digunakan untuk menunjukkan bahwa tindakan pada klausa utama terjadi bersamaan dengan atau segera setelah tindakan pada klausa bawahan. Dalam kalimat ini, "When you need help" menetapkan waktu atau kondisi awal untuk tindakan utama.
When you arrive at the station, give me a call.
Ketika kamu tiba di stasiun, telepon saya.
EN: Imperative sentences are used to give orders, advice, or instructions. They start with the base form of the verb (here, 'ask') and the subject 'you' is omitted. The word 'just' is often added before the verb to make the request or advice sound more casual, encouraging, or simple to do.
Bahasa Indonesia: Kalimat imperatif digunakan untuk memberikan perintah, saran, atau instruksi. Kalimat ini dimulai dengan kata kerja dasar (di sini: 'ask') dan menghilangkan subjek 'you'. Menambahkan 'just' (saja) sebelum kata kerja sering membuat permintaan atau saran terdengar lebih santai, mendorong, atau menunjukkan bahwa hal itu mudah.
Just press this button to start the machine.
Cukup tekan tombol ini untuk menyalakan mesin.
EN: First Conditional (If + Present Simple, ... Will + Verb): Used to talk about possibilities in the present or in the future that are realistic or likely to happen.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe pertama (If + simple present tense, ... will + kata kerja dasar): digunakan untuk menggambarkan situasi dan hasil nyata yang sangat mungkin terjadi atau terwujud di masa sekarang atau masa depan.
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: Collocation 'reach one's goals': A common verb-noun pairing meaning to achieve or attain the objectives one has set.
Bahasa Indonesia: Kolokasi umum "reach one's goals": berarti "mencapai tujuan seseorang", di mana "reach" sebagai kata kerja berarti mencapai, dan "goals" sebagai kata benda jamak berarti banyak tujuan.
With dedication, they will reach their goals.
Dengan dedikasi, mereka akan mencapai tujuan mereka.
EN: The conjunction 'although' is used to introduce a subordinate clause of concession, showing a contrast between two ideas. In English, we do not use 'but' in the main clause when 'although' is used in the subordinate clause.
Bahasa Indonesia: Kata hubung 'although' (meskipun) digunakan untuk memperkenalkan klausa konsesi, yang menunjukkan kontras antara dua ide. Dalam bahasa Inggris, ketika klausa menggunakan 'although', klausa utama tidak boleh menggunakan 'but' (tetapi).
Although it was raining, we went for a walk.
Meskipun hujan, kami tetap pergi berjalan-jalan.
EN: The pronoun 'it' is used as a subject to refer back to a singular non-human noun previously mentioned (in this case, 'the book') to avoid repetition.
Bahasa Indonesia: Kata ganti 'it' (itu) digunakan sebagai subjek untuk merujuk kembali ke kata benda tunggal non-manusia yang telah disebutkan sebelumnya (dalam kalimat ini merujuk pada 'the book'), untuk menghindari pengulangan.
I bought a new pen, and it writes very smoothly.
Saya membeli pulpen baru, dan pulpen itu menulis dengan sangat lancar.
EN: Linking Verb 'feel' + Adjective: The verb 'feel' is a linking verb (copular verb) used to describe the subject's state or emotion. It is followed directly by an adjective (e.g., 'proud') rather than an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung "feel" + kata sifat: kata kerja "feel" (merasa) adalah kata kerja penghubung (kopula) yang digunakan untuk menggambarkan keadaan atau emosi subjek. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (misalnya "bangga"), bukan kata keterangan.
I feel happy when I help others.
Ketika saya membantu orang lain, saya merasa bahagia.
EN: Adverbial Clause of Time with 'when': The conjunction 'when' introduces a dependent clause that indicates the time at which the action in the main clause occurs. In this sentence, 'when I finish my homework' tells us when the speaker feels proud.
Bahasa Indonesia: Klausa keterangan waktu dengan "when": kata hubung "when" (ketika) digunakan untuk memperkenalkan klausa bawahan yang menunjukkan waktu terjadinya tindakan pada klausa utama. Dalam kalimat ini, "when I finish my homework" menjelaskan kapan pembicara merasa bangga.
When the bell rings, the students leave the classroom.
Ketika bel berbunyi, para siswa meninggalkan ruang kelas.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a clause that states the reason for something. In English, unlike in Chinese, we do not use 'so' in the main clause when 'because' is used to start the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif "because" (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa yang menyatakan alasan. Dalam tata bahasa Inggris, ketika "because" digunakan di awal kalimat, klausa utama tidak boleh didahului oleh "so" (jadi), yang berbeda dengan kebiasaan bahasa Indonesia yang menggunakan "karena... maka...".
Because it was raining, we stayed indoors.
Karena hujan, kami tinggal di dalam ruangan.
EN: The reciprocal pronoun 'each other' is used to show that two or more people do the same thing to one another. It functions as the object of the verb 'help'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti timbal balik "each other" (satu sama lain) digunakan untuk menunjukkan bahwa dua orang atau lebih melakukan hal yang sama terhadap satu sama lain. Dalam kalimat ini, kata ganti ini berfungsi sebagai objek dari kata kerja "help".
They always support each other during difficult times.
Mereka selalu saling mendukung di masa-masa sulit.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Mengulang (pelajaran, materi yang telah dipelajari)
Dalam konteks: Memusatkan perhatian, fokus
Dalam konteks: gugup, cemas
Dalam konteks: tenang, kalem
Dalam konteks: Penuh tekanan, membuat tegang
Dalam konteks: kebiasaan
Dalam konteks: Merasa bosan, jemu
Dalam konteks: Maju, membaik
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To yield good results; to succeed.
Mendapatkan hasil yang baik; berhasil.
To stop trying to do something.
menyerah
To stop an activity for a short time in order to rest.
Beristirahat sejenak
To inhale and exhale deeply, often to calm oneself down.
Tarik napas dalam-dalam