EN: The reporting clause ('scientists have asserted') is placed at the end of the sentence as an end-weight or attribution tag, which is very common in journalistic writing. This fronting of the direct/reported finding emphasizes the substantive claim before citing the source.
Bahasa Indonesia: Dalam pemberitaan, klausa kutipan (seperti 'scientists have asserted') sering diletakkan di akhir kalimat sebagai label atribusi di belakang. Struktur yang menempatkan fakta atau temuan penting di depan ini dapat menonjolkan informasi inti terlebih dahulu, lalu menyebutkan sumber berita untuk meningkatkan objektivitas.
Renewable energy can reliably power modern economies, leading analysts have argued.
Para analis terkemuka berpendapat bahwa energi terbarukan memang dapat menyediakan tenaga yang andal bagi sistem ekonomi modern.
EN: The adverb 'indeed' is used here for emphatic affirmation, validating a prior doubt or debate. Combined with the passive modal construction 'can be reversed', it strongly asserts the feasibility of halting ecological loss.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'indeed' digunakan di sini untuk menegaskan kepastian, merespons positif keraguan atau perdebatan sebelumnya. Ketika dikombinasikan dengan kata kerja modal pasif 'can be reversed', ia dengan kuat menetapkan kelayakan untuk membalikkan kerusakan ekologis.
Strict enforcement shows that corruption can indeed be curtailed.
Penegakan hukum yang ketat menunjukkan bahwa korupsi memang dapat ditahan.
EN: 'Comeback' originally stems from sports and theater, referring to a dramatic return to success after a period of failure or absence. In environmental journalism, it has been widely adopted to describe species recovering from near-extinction, infusing technical conservation biology with a narrative of triumph and resilience.
Bahasa Indonesia: 'Comeback' awalnya digunakan di dunia olahraga atau hiburan, merujuk pada 'kebangkitan dramatis' atau 'kembali ke puncak' setelah masa terpuruk atau kekalahan. Dalam berita lingkungan kontemporer, kata ini dipinjam secara luas untuk menggambarkan pemulihan signifikan jumlah spesies terancam punah, memberikan kekuatan naratif yang menggembirakan pada ekologi konservasi yang serius.
EN: The structure 'be + to-infinitive' (here in the passive: 'is to be averted') is a formal construction expressing purpose, condition, destiny, or obligation. In conditional clauses introduced by 'if', it often translates to 'if [something] is to happen/be achieved', indicating a prerequisite or desired outcome.
Bahasa Indonesia: Struktur 'be + infinitif' (di sini dalam bentuk pasif 'is to be averted') adalah struktur gaya formal, digunakan untuk mengekspresikan tujuan, prasyarat, takdir, atau kewajiban. Dalam klausa kondisional dengan 'if', sering digunakan untuk berarti 'jika ingin mencapai sesuatu / jika sesuatu harus terjadi', menekankan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Strict regulations must be enforced if environmental degradation is to be halted.
Jika ingin menghentikan degradasi lingkungan, peraturan terkait harus ditegakkan secara ketat.
EN: The verb 'caution' can take a 'that'-noun clause as its direct object ('caution that...'), functioning similarly to 'warn that'. It typically describes authoritative bodies or experts delivering formal caveats or warnings about serious future consequences.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'caution' dapat menerima klausa nomina 'that' sebagai objek (caution that...), penggunaannya mirip dengan 'warn that', sering ditemukan dalam konteks formal atau berita, menunjukkan lembaga berwenang atau ahli memberikan peringatan atau teguran serius.
Economists caution that inflation may surge again before stabilizing.
Para ekonom memperingatkan bahwa inflasi dapat melonjak lagi sebelum stabil.
EN: In climate and ecological science, 'tipping point' originally referred to an irreversible threshold leading to catastrophic environmental breakdown. Recently, sustainability scientists and policymakers have popularized the counter-concept 'positive tipping point'—a catalytic socio-economic shift where sustainable practices become self-propelling and rapidly displace destructive ones.
Bahasa Indonesia: Dalam ilmu iklim dan ekologi, 'tipping point' (titik kritis / titik balik) awalnya sering merujuk pada ambang batas bencana yang tidak dapat dipulihkan setelah ekosistem melewatinya. Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan lingkungan dan pembuat kebijakan telah mengembangkan konsep baru 'positive tipping point' (titik kritis positif / titik balik positif), yang merujuk pada perubahan sosial-ekonomi yang bersifat katalitik, memungkinkan model berkelanjutan untuk berakselerasi secara mandiri dan dengan cepat menggantikan model lama yang merusak.
EN: The sentence begins with a perfect participle clause ('Having analysed...'). A perfect participle (having + past participle) emphasizes that an action was completed before the action in the main clause ('found') took place. The implied subject of this participial clause must logically match the subject of the main clause ('the World Wildlife Fund').
Bahasa Indonesia: Di awal kalimat digunakan klausa partisip perfektif ('Having analysed...'). Partisip perfektif (having + past participle) menekankan bahwa tindakan tersebut telah selesai sebelum tindakan klausa utama ('found') terjadi. Subjek logis dari klausa partisip harus sesuai dengan subjek klausa utama ('World Wildlife Fund').
Having reviewed the financial reports, the committee decided to approve the annual budget.
Setelah meninjau laporan keuangan, komite memutuskan untuk menyetujui anggaran tahunan.
EN: The preposition 'by' is used following change/movement verbs (such as 'plummet', 'drop', 'increase', 'rise') to indicate the specific margin or degree of change. In contrast, 'to' would indicate the final end point.
Bahasa Indonesia: Setelah kata kerja yang menunjukkan perubahan naik atau turun (seperti 'plummet', 'drop', 'increase', 'rise'), preposisi 'by' digunakan untuk menunjukkan 'besaran' atau 'selisih' perubahan; sedangkan 'to' menunjukkan 'nilai hasil akhir' setelah perubahan.
The company's profits plummeted by 40% due to supply chain disruptions.
Karena gangguan rantai pasokan, laba perusahaan tersebut merosot tajam sebesar 40%.
EN: The present perfect tense ('have plummeted') paired with 'since 1970' indicates an action that started at a specific point in the past (1970) and continues to have relevance or effect up to the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect ('have plummeted') digunakan bersama frasa preposisi waktu 'since 1970' untuk menunjukkan bahwa tindakan dimulai pada titik waktu tertentu di masa lalu (tahun 1970), terus terakumulasi atau masih memiliki dampak dan relevansi yang mendalam dengan masa kini.
Global surface temperatures have steadily increased since the beginning of the industrial era.
Sejak dimulainya era industri, suhu permukaan bumi terus meningkat secara stabil.
EN: The World Wildlife Fund (WWF) publishes its landmark 'Living Planet Report' biennially. The 1970 baseline is globally recognized in environmental science as the benchmark year for the Living Planet Index (LPI), tracking trends in global biodiversity. When reporting science news, British and international journalism commonly utilizes terms like 'plummet' to convey urgency and crisis backed by hard statistical data.
Bahasa Indonesia: World Wildlife Fund (WWF) menerbitkan Laporan Planet Hidup (Living Planet Report) yang penting setiap dua tahun. Tahun 1970 adalah tahun dasar yang diakui dalam ilmu lingkungan internasional, digunakan untuk menghitung Indeks Planet Hidup (Living Planet Index, LPI) guna memantau keanekaragaman hayati global dalam jangka panjang. Media internasional yang kredibel ketika melaporkan data ilmiah sering menggunakan kosakata yang berdampak seperti 'plummet' untuk membangkitkan perhatian mendesak global terhadap krisis ekologi dengan data objektif.
EN: Negative inversion occurs when a negative or restrictive phrase (such as 'Not only') is placed at the beginning of a clause for rhetorical emphasis. The auxiliary verb ('does') precedes the subject ('this decline'), mirroring interrogative word order.
Bahasa Indonesia: Inversi Negatif (Negative Inversion): Ketika frasa keterangan negatif atau restriktif (seperti 'Not only') diletakkan di awal kalimat untuk efek penekanan retoris, kalimat harus menggunakan struktur inversi, kata kerja bantu (does) dipindahkan ke depan subjek (this decline), strukturnya mirip kalimat tanya biasa.
Not only did she complete the project ahead of schedule, but she also exceeded all performance targets.
Dia tidak hanya menyelesaikan proyek lebih awal, tetapi juga melampaui semua target kinerja.
EN: The correlative conjunction 'Not only..., but (it) also...' links two parallel independent clauses or predicates to introduce two additive, often escalating, facts. When the clauses have distinct subjects or structures, subject pronouns (like 'it') are retained in the second clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi korelatif 'Not only..., but (also)...' (tidak hanya... tetapi juga...) digunakan untuk menghubungkan dua klausa atau predikat yang memiliki hubungan progresif. Ketika struktur klausa sebelum dan sesudah lengkap atau menekankan subjek, klausa kedua sering mempertahankan kata ganti subjek (seperti it).
Not only is solar energy renewable, but it also significantly reduces carbon emissions.
Energi surya tidak hanya merupakan energi terbarukan, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi emisi karbon.
EN: Non-defining relative clauses can be introduced by quantifier phrases followed by 'of which' (or 'of whom') to specify a proportion of the preceding noun. Here, 'roughly half of which' refers back to 'the global economy' and adds supplemental descriptive detail without restricting the antecedent.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang dipimpin oleh 'kata jumlah/proporsi + of which/whom': Struktur ini digunakan untuk menjelaskan tambahan tentang jumlah atau proporsi anteseden (di sini the global economy), memodifikasi sebagian dari keseluruhan, sering dipisahkan dengan koma di depan dan belakang.
The company launched three new initiatives, two of which have already proven successful.
Perusahaan meluncurkan tiga inisiatif baru, dua di antaranya telah terbukti sangat sukses.
EN: The term 'nature's services' (more formally known in policy and economics as 'ecosystem services') refers to the varied benefits to humans provided by the natural environment, such as clean water, pollination, carbon sequestration, and soil fertility. Quantifying the global economy's dependency on nature—often cited by organizations like the World Economic Forum as roughly $44 trillion (over half of global GDP)—has become a prominent rhetorical strategy to persuade financial and governmental leaders to take biodiversity loss seriously.
Bahasa Indonesia: 'Layanan alam' (nature's services, yang dalam bidang kebijakan ekonomi dan lingkungan umumnya disebut 'layanan ekosistem' ecosystem services) merujuk pada berbagai manfaat kelangsungan hidup dan ekonomi yang diberikan alam secara gratis kepada manusia, seperti pemurnian air, penyerbukan oleh serangga, penyerap karbon, dan kesuburan tanah. Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi internasional (seperti Forum Ekonomi Dunia) sering mengutip data ekonomi bahwa 'lebih dari separuh PDB global bergantung pada ekosistem alam' untuk mengubah hilangnya keanekaragaman hayati menjadi risiko ekonomi dan keuangan langsung, guna mendorong pemerintah dan pengambil keputusan perusahaan untuk bertindak.
EN: The absolute structure 'with + noun phrase + participle (V-ing)' is used as an adverbial modifier of circumstance or elaboration, providing specific details that support the main clause.
Bahasa Indonesia: Struktur 'with + frasa nomina + present participle (V-ing)' yang membentuk konstruksi nominatif absolut/keadaan menyertai, di sini berfungsi sebagai adverbia yang memodifikasi kalimat sebelumnya, untuk melengkapi detail spesifik tentang penurunan drastis populasi di wilayah tropis.
Deforestation escalated last year, with agricultural expansion driving most of the tree loss.
Tahun lalu, penggundulan hutan meningkat, di mana perluasan pertanian menjadi penyebab utama hilangnya sebagian besar pohon.
EN: The reduced comparative phrase 'compared with [X]' functions as an elliptical adverbial clause modifying the preceding statistic (95%), contrasting different data points concisely without repeating the subject and verb.
Bahasa Indonesia: Frasa past participle 'compared with...' membentuk adverbia perbandingan yang diringkas, memodifikasi data sebelumnya (95%), melakukan perbandingan data horizontal secara ringkas dengan menghilangkan subjek dan kata kerja yang berulang.
Sales surged by 40% in North America, compared with just 10% in East Asia.
Penjualan di pasar Amerika Utara melonjak 40%, sementara pasar Asia Timur hanya tumbuh 10%.
EN: The superlative adjective 'steepest' is used metaphorically to describe the sharpest decline or most drastic rate of reduction, functioning here as a subject complement following the linking verb 'were'.
Bahasa Indonesia: Adjektiva superlatif 'steepest' (paling curam) di sini diperluas maknanya menjadi 'penurunan terbesar, paling drastis', berfungsi sebagai pelengkap subjek setelah kata kerja kopula 'were'.
Inflation was steepest in energy and food sectors during the winter months.
Selama beberapa bulan musim dingin, tingkat inflasi di sektor energi dan pangan meningkat paling tajam.
EN: The sharp disparity in biodiversity loss between tropical and temperate zones highlights global environmental injustice: biodiversity-rich developing regions (such as Latin America and Africa) suffer greater ecological degradation driven largely by global commodity supply chains catering to industrialized nations.
Bahasa Indonesia: Kesenjangan besar dalam skala hilangnya keanekaragaman hayati antara kawasan tropis dan beriklim sedang (Amerika Latin mencapai 95%, sementara Eropah dan Asia Tengah hanya 23%) mencerminkan realitas ketidaksetaraan ekologis global。Kawasan berkembang di tropis sangat kaya akan spesies, namun mengalami perusakan ekologis paling parah, dan daya dorong di baliknya sebagian besar berasal dari perdagangan komoditas pertanian skala besar untuk memenuhi konsumsi global dan negara-negara industri.
EN: The present participle clause 'prompting...' acts as an adverbial clause of result (subsequent action/consequence), modifying the entire preceding clause. In advanced writing, non-finite clauses introduced by '-ing' (like prompting, leading to, resulting in) are frequently used to express smooth causal progression.
Bahasa Indonesia: Klausa partisipel kini 'prompting...' di sini berfungsi sebagai keterangan hasil, memodifikasi situasi yang digambarkan oleh seluruh klausa utama di depannyaDalam penulisan bahasa Inggris tingkat lanjut, menggunakan struktur partisipel '-ing' (seperti prompting, leading to, causing) untuk mengekspresikan hasil yang terjadi secara alami atau reaksi lanjutan, dapat membuat tulisan lebih ringkas dan lancar.
Severe storms flooded the coastal plains, forcing thousands of residents to evacuate immediately.
Badai kuat menenggelamkan dataran pantai, memaksa ribuan penduduk untuk segera mengungsi.
EN: The verb 'urge' belongs to verbs of demand, recommendation, or urgency (mandative subjunctive), requiring a 'that'-clause where the verb appears in the base form ('be fundamentally reformed'), omitting 'should' in standard formal English.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'urge' (mendesak, menyerukan dengan kuat) termasuk dalam kelas kata yang menyatakan permintaan, saran, atau perintah, klausa that yang mengikutinya harus menggunakan subjungtif mandatori (Mandative Subjunctive,, kata kerja harus menggunakan bentuk dasar (di sini adalah bentuk pasif 'be fundamentally reformed'), dalam gaya Amerika atau formal biasanya 'should' dihilangkan.
Health authorities urge that strict hygiene measures be implemented across all hospitals.
Otoritas kesehatan mendesak semua rumah sakit untuk menerapkan langkah-langkah kebersihan yang ketat.
EN: The intransitive verb 'fare' means 'to perform, get on, or experience a particular state of fortune' (often paired with adverbs like well, badly, worst). The phrase 'fare worst of all' expresses that this specific category experienced the most severe negative impact relative to all others.
Bahasa Indonesia: Kata kerja intransitif 'fare' berarti 'berkembang, mengalami, bagaimana keadaan seseorang', sering digunakan bersama kata keterangan seperti well, badly, better, worst.'fare worst of all' menunjukkan keadaan yang paling buruk dan kerusakan yang paling dalam di antara semua objek yang diperbandingkan.
Independent retailers fared better than expected during the economic downturn.
Para pengecer independen memiliki keadaan yang lebih baik dari perkiraan selama masa kemerosotan ekonomi.
EN: In global environmental science discourse, 'food systems' encompasses everything from land clearing, agriculture, and water extraction to chemical runoff and food waste. According to major UN and WWF reports, agricultural expansion and water diversion are the primary drivers of freshwater biodiversity loss, making food system reform central to climate and nature summits.
Bahasa Indonesia: Dalam inisiatif ilmu lingkungan internasional, "food systems (sistem pangan)" adalah istilah yang sangat luas, mencakup seluruh rantai industri mulai dari pembukaan lahan pertanian, pengambilan air untuk pertanian, masuknya pestisida kimia ke sistem perairan, hingga pemborosan makanan. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan World Wildlife Fund sama-sama menunjukkan bahwa perluasan pertanian dan perampasan sumber daya air adalah pendorong utama kepunahan spesies air tawar, oleh karena itu "reformasi sistem pangan" telah menjadi agenda tata kelola inti di KTT iklim dan ekologi internasional kontemporer.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
The critical point in a situation, process, or system beyond which a significant and often unstoppable effect or change takes place.
Titik kritis; titik balik
A catastrophic and drastic loss of species diversity within an ecosystem or across the planet.
Keruntuhan keanekaragaman hayati
The benefits and resources provided by natural ecosystems that support human life and economic activity (also known as ecosystem services).
Layanan alam; layanan ekosistem
To experience the poorest outcome or suffer the most damage compared to others in a group.
Mengalami nasib paling buruk; menderita kerusakan paling parah