EN: The use of 'would' in the noun clause 'that it would discontinue...' represents the 'future in the past'. It is used to express an action that was expected or planned to happen after the time of the main past-tense verb ('announced').
Bahasa Indonesia: Penggunaan 'would' dalam klausa nomina 'that it would discontinue...' mewakili 'masa depan di masa lalu'. Ini digunakan untuk menunjukkan tindakan yang diharapkan atau direncanakan terjadi setelah titik waktu kata kerja utama dalam bentuk lampau ('announced').
The company announced last month that it would launch a new product line in the spring.
Perusahaan itu mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan meluncurkan lini produk baru pada musim semi.
EN: The phrase 'an experimental chronic cough treatment...' is an appositive noun phrase modifying 'camlipixant'. It provides additional identifying information about the drug without using a relative clause.
Bahasa Indonesia: Frasa nomina apositif 'an experimental chronic cough treatment...' memodifikasi 'camlipixant'. Ini memberikan informasi identifikasi tambahan tentang obat tersebut tanpa menggunakan klausa relatif.
They decided to acquire Innova, a promising biotech startup specializing in gene therapy.
Mereka memutuskan untuk mengakuisisi Innova, sebuah perusahaan rintisan bioteknologi yang menjanjikan yang mengkhususkan diri dalam terapi gen.
EN: The clause 'it acquired through a two-billion-dollar deal three years ago' is a contact clause (a relative clause with the relative pronoun 'which' or 'that' omitted). The omitted pronoun functions as the direct object of the verb 'acquired'.
Bahasa Indonesia: Klausa 'it acquired through a two-billion-dollar deal three years ago' adalah klausa relatif di mana kata ganti relatif ('which' atau 'that') dihilangkan. Kata ganti yang dihilangkan berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja 'acquired' dalam klausa tersebut.
The technology they developed last year has revolutionized the industry.
Teknologi yang mereka kembangkan tahun lalu telah mengubah industri ini secara fundamental.
EN: The mention of 'GSK' (GlaxoSmithKline) and multi-billion-dollar acquisitions reflects the high-stakes, high-risk nature of the global pharmaceutical industry, where companies often buy smaller biotech firms (like Bellus Health) to secure promising drug candidates, only to face costly development failures later.
Bahasa Indonesia: Penyebutan 'GlaxoSmithKline' (GSK) dan akuisisi senilai miliaran dolar mencerminkan karakteristik industri farmasi global yang berinvestasi besar dan berisiko tinggi. Raksasa farmasi sering mengakuisisi perusahaan bioteknologi yang lebih kecil (seperti Bellus Health) untuk mendapatkan kandidat obat yang menjanjikan, tetapi kemudian juga harus menanggung kerugian finansial yang besar akibat kegagalan pengembangan.
EN: The prepositional phrase starting with 'with' is used here as an absolute construction (with + noun phrase + participle/adjective/prepositional phrase) to provide accompanying circumstances, reasons, or results related to the main clause.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi yang dimulai dengan 'with' di sini digunakan sebagai struktur independen (with + frasa nomina + partisip/adjektiva/frasa preposisi) untuk memberikan situasi yang menyertai, sebab, atau akibat yang terkait dengan klausa utama.
The company decided to restructure, with the CEO emphasizing the need for digital transformation.
Perusahaan memutuskan untuk melakukan restrukturisasi, dan CEO menekankan perlunya transformasi digital.
EN: The verb 'follow' is used in the active voice to indicate chronological order, where 'A followed B' means B happened first, and then A happened. It is a common journalistic style to show sequence and causality.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'follow' di sini digunakan dalam bentuk aktif untuk menunjukkan urutan waktu, 'A followed B' berarti B terjadi lebih dulu, kemudian A terjadi. Ini adalah gaya penulisan yang umum digunakan dalam pemberitaan untuk menunjukkan urutan dan hubungan sebab-akibat.
EN: The past perfect tense ('had failed') is used within the noun clause introduced by 'conceding that' to indicate an action that was completed before the past action of 'conceding' took place.
Bahasa Indonesia: Dalam klausa nomina yang dipandu oleh 'conceding that', bentuk past perfect ('had failed') digunakan untuk menunjukkan tindakan yang telah selesai atau terjadi sebelum tindakan 'mengakui (conceding)' di masa lalu.
EN: In the pharmaceutical industry, 'Phase 3' trials are the critical, large-scale testing phase before a drug can seek regulatory approval. Failing to meet 'primary endpoints' (the predetermined main goals of the study, such as efficacy or safety metrics) in this phase is a major financial and strategic blow to any pharma company, often leading to immediate project cancellation.
Bahasa Indonesia: Dalam industri farmasi, uji klinis 'Fase 3 (Phase 3)' adalah tahap pengujian yang paling penting dan terbesar sebelum obat mendapatkan persetujuan regulator. Kegagalan mencapai 'titik akhir utama (primary endpoints, yaitu tujuan utama yang telah ditetapkan sebelumnya dalam penelitian, seperti indikator kemanjuran atau keamanan)' pada tahap ini merupakan pukulan finansial dan strategis yang signifikan bagi perusahaan farmasi mana pun, dan biasanya menyebabkan penghentian proyek secara langsung.
EN: The past participle 'demonstrated' is used as a post-positive modifier (reduced relative clause) modifying the noun phrase 'the limited efficacy'. It is short for 'which was demonstrated'.
Bahasa Indonesia: Past participle 'demonstrated' digunakan sebagai modifikator pasca-posisi (bentuk singkat dari klausa relatif), memodifikasi frasa nomina 'the limited efficacy' (kemanjuran terbatas). Ini adalah bentuk singkat dari 'which was demonstrated'.
The results obtained from the study surprised the researchers.
Hasil yang diperoleh dari penelitian itu mengejutkan para peneliti.
EN: The structure 'be unlikely to + verb' is used to express a low probability of an event occurring. It is a common way to soften claims or express skepticism in academic and professional contexts.
Bahasa Indonesia: Struktur 'be unlikely to + kata kerja' digunakan untuk menunjukkan bahwa kemungkinan suatu peristiwa terjadi sangat rendah. Dalam konteks akademis dan profesional, ini adalah cara umum untuk melunakkan pernyataan atau mengekspresikan keraguan.
The new policy is unlikely to resolve the issue immediately.
Kebijakan baru tidak mungkin segera menyelesaikan masalah ini.
EN: The prepositional phrase 'in any meaningful way' acts as an adverbial modifier of manner, indicating the degree or quality of the transformation. 'Meaningful' in this context means significant or having a real effect.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'in any meaningful way' berfungsi sebagai keterangan cara, menunjukkan tingkat atau kualitas perubahan. Dalam konteks ini, 'meaningful' berarti signifikan atau memiliki efek substansial.
The software update did not improve performance in any meaningful way.
Pembaruan perangkat lunak itu tidak meningkatkan kinerja dengan cara yang bermakna.
EN: In pharmaceutical and clinical trial contexts, phrases like 'transform patient care' and 'meaningful way' have specific regulatory and commercial weight. A drug must not only show statistical significance in trials but also 'clinical relevance'—meaning it must improve patients' lives noticeably enough to justify its cost and potential side effects. GSK's statement is a realistic business concession that the drug, even if slightly effective, would not compete well in the market.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks farmasi dan uji klinis, frasa seperti "transform patient care" (mengubah perawatan pasien) dan "meaningful way" (cara yang bermakna) memiliki bobot regulasi dan komersial tertentu. Obat tidak hanya perlu menunjukkan signifikansi statistik dalam uji coba, tetapi juga harus memiliki "relevansi klinis" — artinya harus meningkatkan kehidupan pasien secara signifikan untuk membenarkan biaya dan potensi efek sampingnya. Pernyataan GSK adalah kompromi komersial yang realistis, mengakui bahwa obat tersebut meskipun memiliki khasiat lemah, tidak akan mampu bersaing di pasar.
EN: The preposition 'upon' followed by a gerund (-ing form) is used in formal English to mean 'immediately after' or 'at the moment of' an action.
Bahasa Indonesia: Preposisi "upon" yang diikuti oleh gerund (bentuk -ing) dalam bahasa Inggris formal digunakan untuk menyatakan "segera setelah" atau "pada saat".
Upon receiving the regulatory approval, the company initiated the product launch.
Setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas regulasi, perusahaan segera memulai peluncuran produk.
EN: The preposition 'despite' is followed by a noun phrase. When expressing an action that happened before, we can use the perfect gerund 'having + past participle' (e.g., 'having initially failed') to emphasize the completion of the action prior to the main event.
Bahasa Indonesia: Preposisi "despite" (meskipun) harus diikuti oleh frasa nomina. Ketika ingin menyatakan tindakan yang telah terjadi sebelum peristiwa dalam klausa utama, dapat digunakan gerund perfektif "having + past participle" (contoh: "having initially failed") untuk menekankan bahwa tindakan tersebut telah selesai sebelum peristiwa utama.
Despite having lost the first round, the team managed to win the championship.
Meskipun kalah di babak pertama, tim itu akhirnya berhasil memenangkan kejuaraan.
EN: An appositive noun phrase (here, 'a move...') can be used to rename or comment on the preceding clause or action, often followed by a relative clause ('that came despite...') to provide further evaluation or context.
Bahasa Indonesia: Frasa nomina apositif (di sini "a move...") dapat digunakan untuk mendefinisikan ulang atau mengomentari klausa atau tindakan yang disebutkan sebelumnya, biasanya diikuti oleh klausa relatif ("that came despite...") untuk memberikan evaluasi atau informasi latar lebih lanjut.
The company decided to lower prices, a strategy that quickly attracted new customers.
Perusahaan memutuskan untuk menurunkan harga, sebuah strategi yang dengan cepat menarik pelanggan baru.
EN: In the pharmaceutical industry, 'Phase 2 trials' are critical proof-of-concept stages where a drug is tested on a small group of patients to evaluate efficacy and safety. Acquiring a company whose primary asset has already failed a Phase 2 trial (as GSK did with Bellus Health) is considered a high-risk, high-reward business strategy, reflecting the intense competition and pressure on major pharma companies ('pharma giants') to constantly replenish their drug pipelines.
Bahasa Indonesia: Dalam industri farmasi, 'uji coba Fase 2' (Phase 2 trials) adalah tahap 'pembuktian konsep' yang krusial, di mana obat diuji pada kelompok pasien skala kecil untuk mengevaluasi kemanjuran dan keamanannya. Mengakuisisi perusahaan yang aset utamanya telah gagal dalam uji coba Fase 2 (seperti GlaxoSmithKline mengakuisisi Bellus Health) dipandang di industri sebagai strategi bisnis berisiko tinggi dan berimbal hasil tinggi, yang mencerminkan persaingan ketat dan tekanan besar yang dihadapi perusahaan farmasi besar (raksasa farmasi) untuk terus mengisi jalur penelitian obat (pipeline) mereka.
EN: The past perfect tense ('had delivered') is used to describe an action that was completed before another action or point in the past. In this context, it emphasizes that the mid-stage study's successful results occurred prior to the recently announced Phase 3 clinical trials.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had delivered) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum tindakan atau titik waktu lain di masa lampau. Dalam konteks ini, ini menekankan bahwa waktu ketika studi tahap menengah mencapai hasil yang sukses adalah sebelum uji klinis Fase 3 yang baru saja diumumkan.
The research team had completed the preliminary analysis before the new funding was approved.
Sebelum dana baru disetujui, tim peneliti telah menyelesaikan analisis awal.
EN: The present participle clause ('showing...') acts as an adverbial clause of result or accompaniment, modifying the main clause. It explains the immediate consequence or detail of the study delivering more promising results.
Bahasa Indonesia: Klausa yang dipimpin oleh present participle (showing...) di sini berfungsi sebagai keterangan penyerta atau keterangan hasil, memodifikasi klausa utama. Ini menjelaskan hasil langsung atau detail spesifik dari studi yang mencapai hasil yang lebih menjanjikan.
The company launched a new marketing campaign, attracting thousands of young consumers.
Perusahaan meluncurkan kampanye pemasaran baru, menarik ribuan konsumen muda.
EN: The collocation 'statistically significant' is a standard scientific and statistical term used to indicate that an observed effect or relationship is highly unlikely to have occurred by chance.
Bahasa Indonesia: 'statistically significant' (signifikan secara statistik) adalah istilah ilmiah dan statistik standar, digunakan untuk menunjukkan bahwa efek atau hubungan yang diamati sangat kecil kemungkinannya terjadi hanya secara kebetulan.
The clinical trial demonstrated a statistically significant improvement in patient recovery rates.
Uji klinis tersebut mengonfirmasi bahwa tingkat pemulihan pasien membaik secara signifikan secara statistik.
EN: In pharmaceutical development and clinical trials, terms like 'mid-stage study' (usually referring to Phase 2 trials) and 'statistically significant' are crucial. A 'statistically significant' result means the drug's effect is scientifically proven to be caused by the active ingredient rather than random chance, which is a key milestone for regulatory approval.
Bahasa Indonesia: Dalam pengembangan obat dan uji klinis, 'studi tahap menengah' (biasanya uji klinis fase 2) dan 'signifikansi statistik' adalah istilah yang sangat penting. Hasil yang 'signifikan secara statistik' berarti kemanjuran obat telah terbukti secara ilmiah disebabkan oleh bahan aktif, bukan kebetulan, dan ini adalah tonggak penting untuk mendapatkan persetujuan regulator.
EN: The past participle phrase 'taken twice daily' functions as an adjective modifying the noun phrase 'The lower dose of fifty milligrams'. It is a reduced relative clause (which is/was taken twice daily).
Bahasa Indonesia: Frasa partisipel lampau 'taken twice daily' (diminum dua kali sehari) di sini berfungsi sebagai kata sifat, memodifikasi frasa kata benda 'The lower dose of fifty milligrams' (dosis lebih rendah 50 miligram). Ini adalah klausa relatif yang menghilangkan kata ganti relatif dan kata kerja be (which is/was taken...).
The medication prescribed by the doctor must be taken twice daily.
Obat yang diresepkan dokter harus diminum dua kali sehari.
EN: The non-defining relative clause ', which had proved effective in that earlier study,' provides extra, non-essential information about the subject. It uses the past perfect tense ('had proved') to indicate an action that occurred before the main past event ('was the highest dose').
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif ', which had proved effective in that earlier study,' memberikan informasi tambahan yang tidak esensial pada subjek. Klausa tersebut menggunakan past perfect (had proved) untuk menunjukkan bahwa tindakan itu terjadi sebelum peristiwa utama di masa lalu (was the highest dose).
The vaccine, which had proved safe in initial trials, was approved for emergency use.
Vaksin tersebut telah terbukti aman dalam uji coba awal, sehingga disetujui untuk penggunaan darurat.
EN: The past participle 'evaluated' is used as a post-modifier for the noun 'dose' (the highest dose [which was] evaluated in the Phase 3 clinical trials). This is a common way to make sentences more concise in scientific and medical writing.
Bahasa Indonesia: Partisipel lampau 'evaluated' (dievaluasi) digunakan sebagai modifikator pasca-posisi untuk kata benda 'dose' (dosis) (dosis tertinggi yang dievaluasi dalam uji klinis Fase 3). Ini adalah teknik umum dalam penulisan ilmiah dan medis untuk membuat kalimat lebih ringkas.
The side effects observed during the study were minimal.
Efek samping yang diamati selama penelitian sangat ringan.
EN: In pharmaceutical development, clinical trials are strictly structured into phases. 'Phase 3' trials are large-scale studies designed to confirm efficacy and monitor side effects in a larger patient population before regulatory approval. Mentioning 'Phase 3' highlights the late-stage, high-stakes nature of the drug's evaluation.
Bahasa Indonesia: Dalam bidang pengembangan obat, uji klinis memiliki struktur tahapan yang ketat. Uji klinis 'Fase 3' (Phase 3) merupakan penelitian skala besar yang bertujuan untuk memastikan kemanjuran dan memantau efek samping pada kelompok pasien yang lebih besar sebelum mendapatkan persetujuan regulator untuk dipasarkan. Penyebutan 'Fase 3' menegaskan bahwa evaluasi obat ini telah memasuki tahap akhir dan menghadapi risiko yang sangat tinggi.
EN: The nominal relative clause (or fused relative clause) introduced by 'what' functions as the object of the preposition 'closes'. In this structure, 'what' is equivalent to 'the thing(s) that' or 'that which', combining the antecedent and the relative pronoun into one word.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif nominal yang dipandu oleh 'what' (atau disebut klausa relatif fusi) di sini berfungsi sebagai objek dari kata kerja 'closes'. Dalam struktur ini, 'what' setara dengan 'the thing that' (hal/kesempatan yang...), menggabungkan anteseden dan kata ganti relatif menjadi satu.
The company must focus on what has been their core strength for decades.
Perusahaan harus fokus pada bidang yang telah menjadi keunggulan inti mereka selama beberapa dekade.
EN: The past perfect tense ('had been', 'had hoped') is used to describe actions or states that occurred before another point in the past. Here, it emphasizes that the 'blockbuster opportunity' and the 'hope to incorporate' existed prior to the 'termination' (which is in the simple present/past context of the narrative).
Bahasa Indonesia: Past perfect tense ("had been", "had hoped") digunakan untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang telah terjadi atau selesai sebelum titik waktu atau tindakan tertentu di masa lalu. Di sini, ini menekankan bahwa 'peluang besar untuk obat laris' dan 'harapan untuk memasukkannya ke dalam portofolio' sama-sama ada sebelum 'penghentian (termination)' sebagai fakta historis terjadi.
They had hoped to launch the drug last year, but regulatory delays prevented it.
Mereka tadinya berharap dapat meluncurkan obat tersebut tahun lalu, tetapi penundaan regulasi menghalangi rencana itu.
EN: The non-defining relative clause introduced by ', which' provides extra, non-essential information about 'GSK'. Because it is non-defining, it is separated by a comma and cannot be introduced by 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang dipandu oleh ", which" digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan yang tidak esensial tentang 'GlaxoSmithKline (GSK)'. Karena non-restriktif, klausa ini harus didahului koma dan tidak dapat diganti dengan 'that'.
The research team partnered with Pfizer, which has extensive experience in vaccine distribution.
Tim peneliti bekerja sama dengan Pfizer, yang memiliki banyak pengalaman dalam distribusi vaksin.
EN: In the pharmaceutical industry, a 'blockbuster' drug is one that generates more than $1 billion in annual sales. The term reflects the high-risk, high-reward nature of drug development, where companies invest billions in clinical trials hoping to secure a highly profitable market leader. The mention of 'portfolio of respiratory drugs' highlights GSK's historical dominance and strategic focus in the respiratory therapeutic area, with well-known commercial products like Trelegy and Anoro.
Bahasa Indonesia: Dalam industri farmasi, 'blockbuster' (obat laris) adalah obat dengan penjualan tahunan lebih dari 1 miliar dolar AS. Istilah ini mencerminkan sifat pengembangan obat yang berisiko tinggi dan berimbal hasil tinggi; perusahaan farmasi menginvestasikan miliaran dolar dalam uji klinis dengan harapan mendapatkan posisi terdepan yang sangat menguntungkan di pasar. 'Portofolio obat pernapasan' yang disebutkan dalam artikel ini menyoroti dominasi historis dan fokus strategis GSK dalam bidang terapi pernapasan, dengan produk komersial terkenal seperti Trelegy dan Anoro.
EN: The present participle clause (suggesting...) is used here as an adverbial clause of result, where the entire preceding clause acts as the implied subject. This is a common feature of formal and academic writing to show logical consequences.
Bahasa Indonesia: Klausa subordinatif yang diawali partisipel kini (suggesting...) di sini berfungsi sebagai klausa adverbia yang menyatakan hasil, dengan subjek logisnya adalah seluruh klausa utama sebelumnya. Ini sangat umum dalam penulisan formal dan akademis untuk menyatakan hasil atau inferensi logis.
The company decided to increase its R&D budget, allowing the team to accelerate the clinical trials.
Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangan, sehingga tim dapat mempercepat uji klinis.
EN: The adverb 'yet' is used in affirmative sentences with modal verbs like 'may' or 'can' to mean 'at some time in the future, even if not now' or 'still possible'. It adds a nuance of hopeful anticipation.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'yet' digunakan dengan kata kerja bantu modal (seperti may atau can) dalam kalimat afirmatif, menyatakan 'pada suatu titik di masa depan (meskipun saat ini belum terjadi)' atau 'masih ada kemungkinan', dengan nada penuh harapan atau menahan harapan.
Although the initial results were disappointing, the new strategy may yet yield positive outcomes.
Meskipun hasil awal mengecewakan, strategi baru masih mungkin menghasilkan hasil yang positif.
EN: The noun clause introduced by 'that' ('that it is continuing...') functions as the direct object of the transitive verb 'confirmed'. In formal contexts, 'that' is rarely omitted.
Bahasa Indonesia: Klausa nominal yang diawali 'that' (that it is continuing...) berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja transitif 'confirmed'. Dalam gaya formal, kata sambung 'that' ini biasanya tidak dihilangkan.
The researchers confirmed that the side effects were minimal during the initial phase.
Para peneliti mengonfirmasi bahwa pada tahap awal, efek sampingnya sangat kecil.
EN: In the pharmaceutical industry, drug development is divided into Phases (1, 2, and 3). When a drug fails its primary target (like chronic cough for camlipixant), companies often look for 'repositioning' or 'repurposing' opportunities—testing the same compound for different indications (like irritable bowel syndrome) to salvage their massive R&D investments.
Bahasa Indonesia: Dalam industri farmasi, pengembangan obat dibagi menjadi beberapa fase (uji klinis fase 1, 2, 3). Ketika suatu obat gagal dalam indikasi target utamanya (misalnya batuk kronis untuk camlipixant), perusahaan farmasi biasanya mencari peluang 'reposisi obat' atau 'penggunaan baru untuk obat lama' — menguji senyawa yang sama untuk indikasi yang berbeda (misalnya sindrom iritasi usus besar) untuk menyelamatkan investasi riset dan pengembangan mereka yang besar.
EN: The ordinal number + noun + 'to-infinitive' structure (e.g., 'the third drug... to fail') is used to indicate the order in which an entity performs an action or reaches a state, serving as an adjectival modifier.
Bahasa Indonesia: Struktur 'bilangan urutan + kata benda + infinitif' (misalnya 'the third drug... to fail') digunakan untuk menunjukkan urutan suatu subjek melakukan tindakan atau mencapai keadaan tertentu, di sini berfungsi sebagai modifikasi kata sifat.
She was the first woman to receive the prestigious scientific award.
Dia adalah wanita pertama yang memenangkan penghargaan sains terkenal itu.
EN: The prepositional phrase starting with 'following' is used as a participle-like preposition meaning 'after' or 'as a sequel to', often introducing the background or preceding events that lead up to or relate to the main clause.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi yang dimulai dengan 'following' memiliki fungsi yang mirip dengan preposisi partisipel, yang berarti 'setelah' atau 'menyusul', sering digunakan untuk memperkenalkan latar belakang atau peristiwa sebelumnya yang mengarah ke atau terkait dengan klausa utama.
The company restructured its management following a series of financial losses.
Setelah mengalami serangkaian kerugian finansial, perusahaan tersebut merestrukturisasi tim manajemennya.
EN: The past participle clause 'encountered by...' acts as a reduced relative clause (which were encountered by...) modifying the noun 'setbacks'.
Bahasa Indonesia: Frasa past participle 'encountered by...' berfungsi sebagai klausa relatif dengan kata ganti relatif yang dihilangkan (yaitu which were encountered by...), untuk memodifikasi kata benda 'setbacks' (kemunduran).
EN: The sentence reflects the high-risk, high-reward nature of the global pharmaceutical industry (often referred to as 'pharma'). Developing new classes of drugs, such as P2X3 antagonists for chronic cough, involves immense financial investment and clinical trials that frequently end in failure, even for industry giants like Bayer, Merck, and GSK.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan sifat industri farmasi global (sering disingkat pharma) yang berisiko tinggi dan berimbal hasil tinggi. Pengembangan obat baru (misalnya antagonis P2X3 yang digunakan untuk mengobati batuk kronis) membutuhkan dana yang sangat besar, dan uji klinis sering menghadapi kegagalan, bahkan raksasa industri seperti Bayer, Merck and Company, dan GlaxoSmithKline (GSK) pun tidak terkecuali.
EN: The past perfect tense ('had spent') is used to describe an action that was completed before another action or a specific time in the past. In this context, it emphasizes that the spending occurred prior to the recent failure and discontinuation of the drug class.
Bahasa Indonesia: Past perfect tense (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum tindakan lain atau titik waktu tertentu di masa lalu. Dalam konteks ini, ini menekankan bahwa tindakan 'menghabiskan uang' terjadi sebelum pengumuman kegagalan dan penghentian pengembangan kelas obat ini baru-baru ini.
By the time the clinical trial was halted, the company had already invested millions of dollars.
Perusahaan telah menginvestasikan jutaan dolar sebelum uji klinis dihentikan.
EN: The adverb 'reportedly' is used to indicate that the information is based on reports or rumors, rather than direct, verified knowledge by the speaker. It is a common hedging device in journalism to maintain objectivity.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'reportedly' (menurut laporan/dikabarkan) digunakan untuk menunjukkan bahwa informasi didasarkan pada laporan atau rumor, bukan pengetahuan yang dikonfirmasi langsung oleh pembicara. Ini adalah 'hedging' (bahasa penghindaran/pembatasan) yang umum digunakan dalam penulisan berita untuk menjaga objektivitas.
The tech giant is reportedly planning to acquire the promising AI startup next month.
Raksasa teknologi ini dilaporkan berencana untuk mengakuisisi perusahaan rintisan AI yang menjanjikan ini bulan depan.
EN: The infinitive phrase 'to gain control of...' functions as an adverbial of purpose, explaining 'why' the money was spent. In business and pharmaceutical contexts, 'gain control of' refers to acquiring majority ownership or exclusive rights to an asset.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif 'to gain control of...' (untuk mendapatkan kendali atas...) berfungsi sebagai keterangan tujuan di sini, menjelaskan 'mengapa' dana ini dikeluarkan. Dalam bidang bisnis dan farmasi, 'gain control of' berarti memperoleh saham mayoritas atau hak eksklusif atas suatu aset.
The venture capital firm acquired more shares to gain control of the board.
Perusahaan modal ventura itu membeli lebih banyak saham untuk mendapatkan kendali atas dewan direksi.
EN: In the pharmaceutical industry, 'candidate' refers to a developmental drug that is being tested in clinical trials but has not yet received regulatory approval for public sale. The phrase 'in this class' refers to the P2X3 antagonist class of drugs mentioned in the context. Large acquisitions of single-drug candidates for hundreds of millions of dollars are common high-risk, high-reward strategies for major pharma companies like Merck.
Bahasa Indonesia: Dalam industri farmasi, 'candidate' (kandidat obat) mengacu pada obat yang sedang dalam uji klinis dan belum disetujui oleh otoritas regulasi untuk dipasarkan. Frasa 'in this class' merujuk pada kelas obat antagonis reseptor P2X3 yang disebutkan dalam konteks. Bagi perusahaan farmasi besar seperti Merck, menghabiskan ratusan juta dolar untuk mengakuisisi satu kandidat obat adalah strategi bisnis umum yang berisiko tinggi dan berimbal hasil tinggi.
EN: The reporting verb 'caution' followed by a 'that'-clause is used to express a warning or a strong piece of advice, often in formal, academic, or journalistic contexts. It introduces a statement of potential risk or concern.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'caution' (memperingatkan/mengingatkan) diikuti oleh klausa yang diawali 'that' digunakan untuk menyatakan peringatan atau saran yang kuat, umum ditemukan dalam dokumen formal, akademis, atau laporan berita, untuk mengemukakan risiko potensial atau fakta yang mengkhawatirkan.
Economists have cautioned that rising inflation could trigger a recession.
Para ekonom memperingatkan bahwa kenaikan inflasi dapat memicu resesi ekonomi.
EN: The noun phrase 'fundamental questions' is often paired with the preposition 'about' to introduce the core issues or doubts regarding a specific topic. The clause following 'about' is frequently introduced by 'whether' to present an open, binary question (yes/no).
Bahasa Indonesia: Frasa nomina 'fundamental questions' (pertanyaan/keraguan mendasar) sering dipadukan dengan preposisi 'about' untuk mengemukakan kontroversi atau keraguan inti tentang topik tertentu. Klausa setelah 'about' sering diawali dengan 'whether' untuk menyajikan pertanyaan terbuka dengan dua pilihan (ya atau tidak).
The scandal raised fundamental questions about whether the organization can be trusted.
Skandal ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang apakah lembaga tersebut layak dipercaya.
EN: In the pharmaceutical industry, drug development is a high-risk, high-reward endeavor. The term 'clinical benefit' is a regulatory standard used by agencies like the FDA to assess whether a drug actually improves how a patient feels, functions, or survives. The failure of multiple candidates in the same class (P2X3 antagonists) often leads to industry-wide skepticism about the biological target itself, reflecting the highly competitive and scientifically rigorous nature of modern medicine.
Bahasa Indonesia: Dalam industri farmasi, pengembangan obat baru adalah investasi berisiko tinggi dan berimbal hasil tinggi. Istilah "manfaat klinis" (clinical benefit) adalah standar yang digunakan badan pengawas seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menilai apakah obat benar-benar dapat memperbaiki perasaan pasien, fungsi fisiologis, atau kondisi kelangsungan hidup. Ketika beberapa kandidat obat dalam kategori yang sama (misalnya antagonis P2X3) gagal berturut-turut, sering kali memicu keraguan seluruh industri terhadap target biologis itu sendiri, yang mencerminkan hakikat penelitian medis modern yang sangat kompetitif dan ketat secara ilmiah.
EN: The auxiliary verb 'do/does/did' can be placed before the base form of a verb to add emphasis to an affirmative statement, often used to contrast with a previous negative point or to confirm a fact.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "do/does/did" dapat ditempatkan sebelum kata kerja dasar untuk memperkuat nada kalimat afirmatif, biasanya digunakan untuk kontras dengan pandangan negatif yang disebutkan sebelumnya, atau untuk menegaskan suatu fakta (diterjemahkan sebagai "memang", "benar-benar").
Although the project faced initial delays, it does show great potential for future growth.
Meskipun proyek ini awalnya menghadapi penundaan, proyek ini memang menunjukkan potensi besar untuk pengembangan di masa depan.
EN: The non-defining relative clause, introduced by 'which' and preceded by a comma, provides extra, non-essential information about the preceding noun phrase ('Trevi Therapeutics').
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang dipandu oleh "which" dan didahului koma, digunakan untuk memberikan keterangan tambahan yang tidak esensial bagi anteseden (di sini: "Trevi Therapeutics").
The new drug, which is currently in Phase 3 trials, has shown promising results.
Obat baru ini (yang saat ini sedang dalam uji klinis fase III) telah menunjukkan kemanjuran yang menjanjikan.
EN: In the pharmaceutical industry, the competitive landscape is fierce. When a major player like GSK fails in a clinical trial, it is often seen as a significant 'setback' for them, but a 'clearance of threat' or a major market opportunity for smaller biotech competitors like Trevi Therapeutics who are pursuing different scientific mechanisms (modalities) for the same indication.
Bahasa Indonesia: Dalam industri farmasi, persaingan sangat ketat. Ketika raksasa seperti GlaxoSmithKline (GSK) gagal dalam uji klinis, hal ini biasanya dianggap sebagai 'kemunduran' besar bagi mereka, tetapi bagi pesaing bioteknologi yang lebih kecil seperti Trevi Therapeutics, yang menargetkan indikasi yang sama namun menggunakan mekanisme ilmiah (terapi) yang berbeda, ini justru merupakan 'penghapusan ancaman' atau peluang pasar yang signifikan.
EN: This sentence uses an inverted third conditional structure ('Had camlipixant succeeded' instead of 'If camlipixant had succeeded'). In formal and literary English, the conjunction 'if' can be omitted, and the auxiliary verb 'had' is inverted with the subject to express a hypothetical condition in the past.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan conditional sentence tipe 3 terbalik (menggunakan 'Had camlipixant succeeded' sebagai pengganti 'If camlipixant had succeeded'). Dalam bahasa Inggris formal dan tertulis, konjungsi 'if' dapat dihilangkan dan kata kerja bantu 'had' dibalik dengan subjek untuk menyatakan pengandaian yang berlawanan dengan fakta masa lalu.
Had we known about the market downturn, we would have delayed the product launch.
Jika kami tahu pasar akan mengalami resesi, kami akan menunda peluncuran produk.
EN: The third conditional main clause uses 'would have + past participle' ('would have posed') to describe a hypothetical past result that did not actually happen because the condition in the 'if' clause was not met.
Bahasa Indonesia: Klausa utama dari conditional sentence tipe 3 menggunakan 'would have + past participle' (seperti 'would have posed') untuk menggambarkan hasil hipotetis yang tidak benar-benar terjadi di masa lalu dan tidak dapat terwujud karena kondisinya tidak terpenuhi.
If the drug had passed the clinical trials, it would have received FDA approval last year.
Jika obat itu lulus uji klinis, obat itu akan mendapatkan persetujuan FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) tahun lalu.
EN: The collocation 'pose a challenge to' is a highly formal and professional way to express that something presents or constitutes a difficulty or threat to someone or something else.
Bahasa Indonesia: Kolokasi 'pose a challenge to' adalah ungkapan yang sangat formal dan profesional, digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu menimbulkan atau membawa kesulitan atau ancaman bagi seseorang atau sesuatu.
The emergence of new competitors poses a significant challenge to our market share.
Munculnya pesaing baru telah menjadi tantangan signifikan bagi pangsa pasar kami.
EN: In pharmaceutical and financial journalism, conditional inversion (e.g., 'Had X succeeded...') is frequently used to project analytical scenarios. It lends a highly objective, sophisticated, and authoritative tone to the reporting, which is standard in publications like The Financial Times or Wall Street Journal.
Bahasa Indonesia: Dalam laporan berita medis dan keuangan, kalimat kondisional inversi (seperti 'Had X succeeded...') sering digunakan untuk menalar skenario analisis. Struktur kalimat ini menambah nada yang sangat objektif, ringkas, dan berwibawa pada laporan, dan merupakan gaya penulisan standar media profesional seperti Financial Times atau The Wall Street Journal.
EN: The Future Continuous tense ('will be scrutinizing') is used here to describe an action that will be in progress at a certain time in the future. It often conveys a sense of inevitability or planned expectation in formal and journalistic contexts, rather than just a simple future intention.
Bahasa Indonesia: Bentuk masa depan berkelanjutan (will be scrutinizing) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang akan berlangsung terus-menerus pada titik waktu tertentu di masa depan. Dalam konteks formal dan pemberitaan, bentuk ini biasanya menyampaikan perasaan 'pasti akan terjadi' atau 'diperkirakan', bukan sekadar niat masa depan yang sederhana.
Analysts will be monitoring the market closely as the new regulations take effect next month.
Seiring dengan berlakunya peraturan baru bulan depan, para analis akan memantau pasar secara ketat.
EN: 'Given' is used as a preposition meaning 'considering' or 'taking into account.' It is frequently used in professional and academic writing to introduce a specific fact or circumstance that influences the main statement.
Bahasa Indonesia: 'Given' di sini digunakan sebagai kata depan, yang berarti 'mengingat' atau 'dengan mempertimbangkan'. Kata ini sering digunakan dalam tulisan profesional dan akademis untuk memperkenalkan fakta atau situasi tertentu yang memengaruhi klausa utama.
Given the current economic climate, the company has decided to delay its expansion plans.
Mengingat situasi ekonomi saat ini, perusahaan telah memutuskan untuk menunda rencana ekspansinya.
EN: The phrase 'the substantial financial commitment [that] the company made' contains a contact clause (an identifying relative clause where the relative pronoun 'that' or 'which' is omitted because it functions as the object of the relative clause).
Bahasa Indonesia: Frasa 'the substantial financial commitment [that] the company made' mengandung klausa relatif (di sini kata ganti relatif 'that' atau 'which' dihilangkan karena berfungsi sebagai objek dalam klausa relatif).
The strategic partnership they formed last year has already yielded positive results.
Kemitraan strategis yang mereka bangun tahun lalu telah menghasilkan hasil yang positif.
EN: In the pharmaceutical industry, 'pipeline strategy' refers to the portfolio of drug candidates currently under research and development (R&D). A company's pipeline is crucial for its future growth and valuation. When a high-profile, expensive candidate (like camlipixant) is abandoned, it often triggers intense scrutiny from Wall Street and institutional investors regarding the company's capital allocation and R&D decision-making.
Bahasa Indonesia: Dalam industri farmasi, 'strategi pipeline' mengacu pada kombinasi kandidat obat yang sedang dalam penelitian dan pengembangan (R&D). Pipeline R&D sebuah perusahaan sangat penting untuk pertumbuhan dan valuasi masa depannya. Ketika kandidat obat yang sangat diperhatikan dan mahal (seperti camlipixant) ditinggalkan, hal ini biasanya memicu pengawasan ketat dari Wall Street dan investor institusional terhadap alokasi modal dan keputusan R&D perusahaan tersebut.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: menghentikan, menghentikan (pengembangan atau produksi)
Dalam konteks: (dengan enggan) mengakui
Dalam konteks: khasiat, efektivitas (obat atau pengobatan)
Dalam konteks: berikutnya, selanjutnya
Dalam konteks: memasukkan, menggabungkan
Dalam konteks: memeriksa dengan cermat, menelaah
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
The main outcome that is measured at the end of a study to see if a given treatment worked.
Titik akhir utama (indikator evaluasi utama uji klinis)
A highly lucrative prospect or chance to develop a product that generates immense sales.
Peluang luar biasa untuk menciptakan produk blockbuster (obat yang sangat laris)
To remove obstacles, doubts, or competitors, making progress easier.
Menyingkirkan, membersihkan (hambatan atau ancaman kompetitif)