Elon Musk: The Boy Who Read EverythingElon Musk: Anak Laki-Laki yang Membaca Segalanya
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Elon Musk was born in Pretoria, South Africa, and his early life was far from easy.
Elon Musk lahir di Pretoria, Afrika Selatan, dan masa kecilnya jauh dari kata mudah.
#2
He was so small and quiet that he was frequently bullied at school.
Dia begitu kecil dan pendiam sehingga dia sering dirundung di sekolah.
#3
One particularly brutal attack was so violent that he ended up hospitalized.
Satu serangan yang sangat kejam begitu keras sehingga dia akhirnya harus dirawat di rumah sakit.
#4
To escape the pain and loneliness, Elon found solace in books.
Untuk melarikan diri dari rasa sakit dan kesepian, Elon menemukan penghiburan dalam buku.
#5
He would often read for up to ten hours a day, devouring encyclopedias and science fiction novels.
Dia sering membaca hingga sepuluh jam sehari, melahap ensiklopedia dan novel fiksi ilmiah.
#6
At the young age of 12, Elon taught himself computer programming from a textbook.
Pada usia muda 12 tahun, Elon belajar pemrograman komputer secara otodidak dari buku teks.
#7
He was so skilled that he created a video game called Blastar and sold it for $500.
Dia sangat berbakat sehingga dia menciptakan video game bernama Blastar dan menjualnya seharga $500.
#8
He taught himself to code because he saw the future in computers.
Dia belajar pemrograman secara otodidak karena dia melihat masa depan di dalam komputer.
#9
Elon dreamed of emigrating to America, which he saw as the land of opportunity and innovation.
Elon bermimpi untuk beremigrasi ke Amerika, yang ia anggap sebagai tanah peluang dan inovasi.
#10
At 17, he left South Africa and moved to Canada alone, taking a crucial step towards his dreams.
Pada usia 17 tahun, ia meninggalkan Afrika Selatan dan pindah ke Kanada sendirian, mengambil langkah krusial menuju impiannya.
#11
After studying physics and economics, Elon co-founded an online payment company that later became PayPal.
Setelah mempelajari fisika dan ekonomi, Elon mendirikan perusahaan pembayaran daring yang kemudian menjadi PayPal.
#12
When eBay acquired PayPal for $1.5 billion, Elon made a fortune of $180 million.
Ketika eBay mengakuisisi PayPal seharga $1,5 miliar, Elon meraup kekayaan sebesar $180 juta.
#13
This was when his life could have taken a very different turn.
Inilah saat ketika hidupnya bisa saja mengambil arah yang sangat berbeda.
#14
Most people would have retired and enjoyed their newfound wealth.
Kebanyakan orang akan memilih untuk pensiun dan menikmati kekayaan yang baru mereka peroleh.
#15
However, Elon had much bigger plans for his fortune.
Namun, Elon memiliki rencana yang jauh lebih besar untuk kekayaannya.