will, be going to, Present Continuous: Tiga Cara Membicarakan Masa Depan, Cara Memilihnya Tanpa Salah
Dalam bahasa Indonesia, membicarakan masa depan sering kali cukup diselesaikan dengan kata "akan". "Saya akan belajar malam ini", "Besok akan hujan", "Saya akan membantumu" — semuanya menggunakan "akan". Namun, ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, kata "akan" ini bercabang menjadi beberapa jalan: will, be going to, dan Present Continuous.
Banyak orang akhirnya selalu menerjemahkannya sebagai will, yang akibatnya terdengar agak aneh. Jangan khawatir, ini hanya karena bahasa Indonesia tidak menandai perbedaan ini secara eksplisit, dan ini tidak ada hubungannya dengan seberapa baik bahasa Inggris Anda. Hari ini, mari kita pelajari ketiga jalan ini dengan jelas sekaligus, dan di akhir kami akan memberikan tips cepat untuk menentukannya dalam satu detik.
Pertama: will + kata kerja dasar
will langsung diikuti oleh kata kerja dasar (infinitive), dan terutama digunakan dalam tiga situasi.
① Keputusan spontan atau saat itu juga
Gunakan will untuk hal-hal yang baru diputuskan untuk dilakukan tepat pada saat berbicara. Ketika orang lain menyampaikan suatu situasi, Anda langsung merespons:
A: I'm cold.(Aku kedinginan.) B: I'll close the window.(Biar aku tutup jendelanya.)
B baru memutuskan untuk menutup jendela setelah mendengar A merasa dingin; tidak ada rencana untuk itu sebelumnya. Respons spontan seperti inilah yang merupakan wilayah utama penggunaan will.
② Prediksi murni, dugaan tanpa bukti
Pendapat tentang masa depan, tetapi Anda tidak memiliki bukti nyata di depan mata saat ini, murni hanya pemikiran Anda sendiri:
I think it will rain tomorrow.(Kurasa besok akan hujan.)
Perhatikan awalan I think, yang menunjukkan bahwa ini hanyalah penilaian pribadi Anda. Kata-kata seperti probably (mungkin), maybe (mungkin saja), dan I'm sure (saya yakin) juga sering dipasangkan dengan will.
③ Janji, menawarkan bantuan
Gunakan juga will saat berjanji kepada orang lain atau menawarkan bantuan secara sukarela:
I'll help you.(Aku akan membantumu.) Don't worry, I won't tell anyone.(Jangan khawatir, aku tidak akan memberi tahu siapa pun.)
Penggunaan will di sini membawa nuansa "aku berjanji kepadamu", terdengar hangat dan dapat diandalkan.
Kedua: be going to + kata kerja dasar
be going to (am/is/are going to) juga diikuti oleh kata kerja dasar, dan digunakan dalam dua situasi.
① Rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya
Sebelum Anda berbicara, Anda sudah memutuskan dan memiliki rencana di dalam pikiran. Ini adalah perbedaan paling krusial antara going to dan will:
I'm going to study tonight.(Aku akan belajar nanti malam.) We're going to visit my grandparents this weekend.(Kami akan mengunjungi kakek-nenek kami akhir pekan ini.)
Ini semua adalah hal-hal yang sudah direncanakan sebelumnya, dan baru sekarang diutarakan.
② Prediksi dengan "bukti/tanda saat ini"
Ketika Anda dapat melihat bukti langsung di depan mata Anda, gunakan going to untuk membuat prediksi berdasarkan bukti tersebut:
Look at those clouds—it's going to rain.(Lihat awan-awan itu—hari akan hujan.)
Langit mendung gelap, ini adalah bukti nyata di depan mata, jadi gunakan going to. Bandingkan dengan kalimat sebelumnya I think it will rain tomorrow.—kalimat tersebut tidak memiliki bukti langsung, murni hanya tebakan, sehingga menggunakan will. Meskipun sama-sama berarti "hujan", ada atau tidaknya bukti nyata menentukan mana yang harus Anda gunakan.
Ketiga: Present Continuous untuk Rencana Jangka Pendek
Ada satu trik lagi dalam bahasa Inggris: menggunakan Present Continuous (be + V-ing) untuk membicarakan masa depan. Ini adalah bagian yang paling mudah tertukar dengan be going to, tetapi perbedaannya sebenarnya sangat konkret:
- be going to = "niat atau keputusan" di dalam pikiran Anda: Anda sudah memutuskan untuk melakukannya, tetapi waktu, tempat, atau orangnya belum tentu sudah diatur dengan pasti.
- Present Continuous = "pengaturan" yang sudah dijadwalkan atau dikonfirmasi: sudah ada waktu atau tempat yang pasti, sering kali melibatkan orang lain, seperti janji yang sudah ditulis di kalender, sudah reservasi tempat, atau sudah membeli tiket.
Singkatnya: Baru rencana pribadi, detailnya belum diatur → going to; sudah disepakati dengan orang lain atau sudah ditentukan waktu dan tempatnya → Present Continuous.
Membandingkan hal yang sama adalah cara terbaik untuk melihat perbedaannya:
- I'm going to see the dentist.(Aku berniat pergi ke dokter gigi.)→ Aku memutuskan untuk pergi, tetapi belum membuat janji temu.
- I'm seeing the dentist at three tomorrow.(Aku akan pergi ke dokter gigi besok jam tiga.)→ Janji temu sudah dibuat, waktunya sudah pasti.
Mari lihat contoh lain:
- We're going to get married.(Kami berencana untuk menikah.)→ Kami berniat menikah, tetapi tanggalnya belum ditentukan.
- We're getting married on June 12.(Kami akan menikah tanggal 12 Juni.)→ Tanggalnya sudah ditetapkan, ini adalah pengaturan yang sudah pasti.
Oleh karena itu, I'm meeting Tom at six. (Aku akan bertemu Tom jam enam.) dan She's flying to Tokyo on Friday. (Dia akan terbang ke Tokyo hari Jumat.) keduanya menggunakan Present Continuous—karena semuanya sudah direncanakan dengan orang lain atau waktunya sudah ditetapkan.
Catatan jujur: Untuk banyak kalimat yang membicarakan rencana masa depan, going to dan Present Continuous sebenarnya sama-sama bisa digunakan. Perbedaannya hanya pada "tingkat kepastian pengaturan", jadi tidak perlu terlalu cemas. Jika ingin menekankan bahwa "sudah ada janji/diatur", gunakan Present Continuous; jika hanya membicarakan "saya berniat", menggunakan going to adalah pilihan paling aman.
Tips Cepat Menentukan dalam Satu Detik
Meskipun terlihat banyak, sebenarnya intinya hanya ada satu garis pemisah:
- Sudah direncanakan / Terlihat buktinya → be going to
- Baru diputuskan saat itu juga / Prediksi murni tanpa bukti → will
- Sudah pasti/dijadwalkan, waktu dan tempat sudah diatur → Present Continuous
Lain kali saat ingin membicarakan masa depan, tanyakan pada diri sendiri terlebih dahulu: "Apakah ini sudah saya pikirkan sebelumnya, atau baru diputuskan sekarang?" Jika sudah direncanakan sebelumnya, pilih going to; jika baru diputuskan sekarang, pilih will. Lalu tambahkan satu pemeriksaan lagi: "Apakah saya bisa melihat buktinya di depan mata?" Jika terlihat (seperti awan mendung atau tangki bensin kosong), pilih going to; jika tidak terlihat dan murni tebakan, pilih will.
Sedangkan jika Anda bingung membedakan antara going to dan Present Continuous, tanyakan pertanyaan ketiga: "Apakah hal ini sudah disepakati dengan orang lain, atau waktu dan tempatnya sudah pasti?" Jika sudah pasti (sudah membuat janji dengan orang lain, memesan tiket, menetapkan tanggal), gunakan Present Continuous; jika hanya niat di dalam pikiran Anda sendiri, gunakan going to.
Kesalahan Paling Umum: Kata "Akan"
Kesalahan paling umum adalah menerjemahkan semua kata "akan" menjadi will.
Bayangkan Anda sudah merencanakan sejak pagi untuk belajar nanti malam, lalu pada malam harinya Anda memberi tahu teman Anda tentang hal ini. Dalam bahasa Indonesia, Anda akan berkata "Saya akan belajar malam ini", sehingga sangat alami jika Anda menerjemahkannya menjadi:
I will study tonight. ✗(Jika ini adalah rencana yang sudah dijadwalkan sebelumnya)
Tetapi karena hal ini sudah Anda putuskan sejak pagi dan baru diutarakan pada malam hari, cara yang lebih alami adalah:
I'm going to study tonight. ✓(Aku akan belajar nanti malam, sudah direncanakan sebelumnya.)
Tentu saja, jika pada saat ini Anda tiba-tiba terdorong oleh keinginan mendadak untuk belajar nanti malam, maka I'll study tonight. juga sepenuhnya benar. Kuncinya kembali ke garis pemisah tersebut: Kapan keputusan itu dibuat?
Mari lihat satu perbandingan lagi untuk membantu Anda memantapkan pemahaman:
- I'll take the job. ✓(Memutuskan saat itu juga untuk menerima pekerjaan tersebut。)
- I'm going to take the job. ✓(Sudah memutuskan sebelumnya untuk mengambil pekerjaan tersebut。)
Kedua kalimat tersebut benar, tetapi menyampaikan titik waktu pengambilan keputusan yang berbeda. Jika Anda dapat membedakan hal ini, bahasa Inggris Anda akan langsung terdengar jauh lebih alami.
Menghubungkan Semuanya: Ikhtisar Tenses
Jika Anda telah membaca artikel kami sebelumnya tentang Present Simple vs Present Continuous, Present Perfect, dan Past Simple, Anda akan menyadari bahwa tenses dalam bahasa Inggris sebenarnya adalah sebuah peta: Past Simple mengatur "masa lalu yang sudah selesai", Present Perfect mengatur "masa lalu yang terhubung ke masa kini", dan Present Simple mengatur "kebiasaan dan fakta". Dan ketiga cara membicarakannya hari ini melengkapi bagian terakhir—bagaimana cara membicarakan masa depan.
Saat Anda menyatukan semuanya, Anda akan memiliki seperangkat alat waktu yang lengkap: ada pilihan paling alami untuk membicarakan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Setiap kali Anda menguasai satu bagian baru, bahasa Inggris Anda akan menjadi lebih tepat dalam mengekspresikan apa yang benar-benar Anda maksudkan.
Cara Berlatih di Loopy
Hanya membaca aturannya memang mudah dipahami, tetapi saat menggunakannya langsung barulah terasa sulit. Loopy memasukkan will, be going to, dan Present Continuous ke dalam percakapan situasi nyata, memungkinkan Anda untuk mendengar berulang kali bagaimana penutur asli memilihnya—Anda akan mendengarkan mereka berkata I'll close it saat menutup jendela, berkata I'm going to saat membicarakan rencana akhir pekan, dan berkata I'm meeting saat membicarakan janji temu yang sudah diatur. Perlahan-lahan, telinga Anda akan mengklasifikasikannya secara alami.
- Kursus Berjenjang:Diatur secara bertahap dari tingkat A1 hingga B1, membagikan ketiga cara mengungkapkan masa depan ini ke dalam kalimat-kalimat yang dapat Anda tangani, diberikan sedikit demi sedikit agar tidak membebani Anda.
- Latihan Mendengar dan Meniru (Shadowing):Ikuti penutur asli dalam mengucapkan I'm going to study tonight., gunakan mulut Anda untuk mengingat ritmenya, yang jauh lebih efektif daripada sekadar menghafal aturan.
- Ulasan Kurva Memori:Perbedaan yang Anda pahami hari ini akan dimunculkan kembali oleh Loopy tepat sebelum Anda mulai melupakannya, membuat penggunaan "going to untuk rencana yang sudah dibuat" menjadi sebuah refleks otomatis.
- Kamus Bawaan:Cari kata-kata yang tidak Anda ketahui kapan saja, lengkap dengan contoh kalimat dan pengucapan sekaligus, lalu segera kembali ke kursus setelah selesai membaca.
Jangan takut salah pilih, setiap latihan adalah kesempatan untuk memperjelas garis pemisah tersebut di pikiran Anda. Anda pasti bisa melakukannya.