EN: The present continuous tense (am/is/are + verb-ing) is used to talk about actions happening right now or around the present time.
Bahasa Indonesia: Present continuous tense (am/is/are + verb-ing) digunakan untuk membicarakan tindakan yang sedang berlangsung saat ini atau di seputar waktu sekarang.
My brother is watching TV now.
Saudara laki-laki saya sedang menonton TV sekarang.
EN: We use 'be + on + noun' to talk about where someone or something is located, especially when they are physically touching or supported by a surface or object. The 'be' verb changes based on the subject (e.g., 'is' for singular, 'are' for plural).
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'be + on + noun' untuk membicarakan lokasi seseorang atau sesuatu berada, terutama saat mereka bersentuhan fisik atau ditopang oleh suatu permukaan atau benda. 'Be' berubah tergantung pada subjeknya tunggal atau jamak (misalnya, gunakan 'is' untuk tunggal, 'are' untuk jamak).
The cat is on the chair.
Kucing itu ada di atas kursi.
EN: We use "is + verb-ing" to talk about actions happening right now or around the present time. This is called the Present Continuous tense.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "is + verb-ing" untuk membicarakan tindakan yang sedang terjadi saat ini atau di seputar waktu sekarang. Ini disebut Present Continuous tense.
The children are laughing loudly.
Anak-anak sedang tertawa terbahak-bahak.
EN: When you want to talk about two or more people or things doing the same action, you can connect them with the word "and". This forms a compound subject. The verb usually stays in its base form (or plural form if it's 'to be') when the compound subject is plural.
Bahasa Indonesia: Ketika kamu ingin membicarakan dua orang atau hal lebih yang melakukan tindakan yang sama, kamu bisa menghubungkannya dengan kata "and". Ini membentuk subjek majemuk. Ketika subjek majemuknya jamak, kata kerjanya biasanya menggunakan bentuk dasar (atau bentuk jamak jika berupa kata kerja "to be").
My mom and dad are happy.
Ibu dan ayah saya senang.
EN: We use "has" or "have" + the past participle of a verb (like "brought") to talk about actions that started in the past and are connected to the present. Here, Richard brought the dinosaur in the past, and it's still with him now.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "has" atau "have" + past participle dari kata kerja (seperti "brought") untuk membicarakan tindakan yang dimulai di masa lalu dan masih berhubungan dengan masa kini. Di sini, Richard membawa Dinosaurus di masa lalu, dan Dinosaurus itu masih ada bersamanya sekarang.
She has finished her homework.
Dia sudah menyelesaikan PR-nya.
EN: When you report what someone says, especially in stories or dialogue, you can put the speaker's name or pronoun after the verb "says" or "said." This is called inverted subject-verb order.
Bahasa Indonesia: Saat kamu melaporkan apa yang dikatakan seseorang, terutama dalam cerita atau dialog, kamu bisa menempatkan nama atau kata ganti pembicara setelah kata kerja "says" atau "said." Ini disebut inversi subjek dan kata kerja.
"I'm hungry," said Tom.
"Aku lapar," kata Tom.
EN: "Can I...?" is used to ask for permission to do something. Adding "Please" at the beginning makes your request more polite and respectful.
Bahasa Indonesia: "Can I...?" digunakan untuk meminta izin melakukan sesuatu. Menambahkan "Please" di awal kalimat membuat permintaanmu terdengar lebih sopan dan santun.
Please can I have some more juice?
Bolehkah saya minta jus lagi?
EN: Using "Please" at the beginning of a request or question is a very common and important way to show politeness in English. It makes your request sound much softer and more respectful, which is crucial in social interactions.
EN: This sentence uses an imperative form, which is a command or instruction. Imperative sentences usually start with a verb and often don't have a visible subject because the subject (you) is understood.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan bentuk imperative, yaitu sebuah perintah atau instruksi. Kalimat perintah biasanya dimulai dengan kata kerja dan sering kali tidak memiliki subjek yang terlihat, karena subjeknya (kamu) sudah tersirat.
Go to bed now!
Tidur sekarang!
EN: "Let's" is a short way to say "Let us". We use it to suggest an activity for a group of people, including yourself. It's followed by a base verb (the simplest form of the verb).
Bahasa Indonesia: "Let's" adalah bentuk singkat dari "Let us". Kita menggunakannya untuk mengusulkan suatu aktivitas bagi sekelompok orang, termasuk diri sendiri. Kata ini diikuti oleh kata kerja bentuk dasar.
Let's eat pizza tonight.
Makan piza yuk malam ini.
EN: "Wants to" is used to say that someone desires or wishes to do something. It is followed by the base form of a verb.
Bahasa Indonesia: "Wants to" digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang ingin atau berharap untuk melakukan sesuatu. Kata ini diikuti oleh bentuk dasar dari kata kerja (base form of a verb).
She wants to eat ice cream.
Dia ingin makan es krim.
EN: We use 'If [something happens], [then something else happens]' to talk about a condition and its result. The result always happens when the condition is met.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan pola 'If [something happens], [then something else happens]' untuk membicarakan suatu syarat dan hasilnya. Hasil tersebut selalu terjadi ketika syaratnya terpenuhi.
If it rains, I use an umbrella.
Jika hujan, saya menggunakan payung.
EN: "Perhaps" is used to make a suggestion or offer in a polite way. It means "maybe" or "possibly".
Bahasa Indonesia: "Perhaps" digunakan untuk memberikan saran atau tawaran secara sopan. Artinya mirip dengan "mungkin" atau "bisa jadi".
Perhaps we could go to the park tomorrow.
Mungkin kita bisa pergi ke taman besok.
EN: Using "perhaps you'd like to..." is a very polite and gentle way to suggest an alternative or offer something, especially to children or in situations where you want to be considerate. It's softer than a direct question like "Do you want to play with George?"
EN: This sentence shows a common way to report what someone said directly. The exact words spoken ("No!") come first, inside quotation marks. Then, we say who spoke them ("Richard") using the verb "says". This structure is often used in stories to show dialogue.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menunjukkan cara umum untuk menyampaikan ucapan langsung seseorang. Kata-kata tepat yang diucapkan ("No!") diletakkan di depan, di dalam tanda petik. Kemudian, kita sebutkan siapa yang berbicara menggunakan kata kerja "says" ("says Richard"). Struktur ini sering digunakan dalam cerita untuk menghidupkan dialog.
"Hello, everyone!" says Rebecca.
"Halo, semuanya!" kata Rebecca.
EN: We use "the same... as..." to compare two things that are identical or very similar in a specific quality. For example, "the same age as" means two people have the same number of years.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "the same... as..." untuk membandingkan dua hal yang sepenuhnya identik atau sangat mirip dalam hal tertentu. Contohnya, "the same age as" berarti dua orang memiliki usia yang sama.
My car is the same color as yours.
Mobil saya warnanya sama dengan mobilmu.
EN: "Wanted to" is used to talk about something someone wished or intended to do in the past. It's followed by the base form of a verb.
Bahasa Indonesia: "Wanted to" digunakan untuk membicarakan sesuatu yang ingin atau berniat dilakukan seseorang di masa lalu. Kata ini diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (base form).
I wanted to eat ice cream yesterday.
Aku ingin makan es krim kemarin.
EN: Sometimes, after someone says something, we use a verb like "roars" to describe *how* they said it, and then say *who* said it. The words they say are put in quotation marks.
Bahasa Indonesia: Terkadang, setelah seseorang mengucapkan sesuatu, kita menggunakan kata kerja seperti "roars" untuk menggambarkan *bagaimana* cara mereka mengucapkannya, lalu menyebutkan *siapa* yang mengucapkannya. Kata-kata yang mereka ucapkan ditaruh di dalam tanda petik.
"Wow!" shouts the boy.
"Wah!" teriak anak laki-laki itu.
EN: We use "both" to talk about two people or things together. It means "the two of them" or "the two of these." It often comes before the main verb or after the subject.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "both" untuk membicarakan dua orang atau dua benda bersama-sama. Artinya "keduanya" atau "dua-duanya". Kata ini biasanya diletakkan sebelum kata kerja utama atau setelah subjek.
My parents both love to read.
Kedua orang tuaku suka membaca.
EN: We use "can" at the beginning of a sentence to ask if someone is able to do something or if it is allowed. This forms a simple yes/no question.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "can" di awal kalimat untuk menanyakan apakah seseorang mampu melakukan sesuatu atau apakah hal itu diizinkan. Ini membentuk pertanyaan ya/tidak yang sederhana.
Can I help you?
Bisa saya bantu?
EN: "No!" is a very common and simple way to say you don't want something, or you disagree with something. It's a complete answer by itself, often used when responding to a question or a suggestion.
Bahasa Indonesia: "No!" adalah cara yang sangat umum dan sederhana untuk mengatakan bahwa kamu tidak menginginkan sesuatu, atau kamu tidak setuju dengan sesuatu. Kata ini sudah menjadi jawaban yang utuh, sering digunakan saat merespons pertanyaan atau saran.
"Do you want to go home now?" "No!"
"Apakah kamu mau pulang sekarang?" "Tidak!"
EN: We use "Can + subject + verb?" to ask for permission or to ask if someone is able to do something. It's a polite way to make a request or inquiry.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "Can + subject + verb?" untuk meminta izin atau menanyakan apakah seseorang bisa melakukan sesuatu. Ini adalah cara yang sopan untuk mengajukan permintaan atau pertanyaan.
Can I borrow your pen?
Bolehkah saya meminjam pulpenmu?
EN: When someone says something, we often put the person who is speaking after what they say, especially when the spoken part is short. This makes the sentence flow naturally.
Bahasa Indonesia: Saat seseorang mengucapkan sesuatu, kita sering menempatkan orang yang berbicara setelah ucapan mereka, terutama jika ucapannya singkat. Ini membuat kalimat terasa lebih mengalir secara alami.
"Hello!" shouted Tom.
"Halo!" teriak Tom.
EN: "Do not want to" is used to express that someone does not wish or desire to do something. It's the negative form of "want to" and is followed by a base form of a verb.
Bahasa Indonesia: "Do not want to" digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang tidak ingin atau tidak berhasrat melakukan sesuatu. Ini adalah bentuk negatif dari "want to" dan diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (base form).
I do not want to go to bed yet.
Aku belum ingin tidur.
EN: The verb "give" means to hand something over to someone. You can use the structure "give [something] to [someone]" to show who receives the item. In this sentence, "dinosaurs" is what is given, and "George" is the person who receives them.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "give" berarti menyerahkan sesuatu kepada seseorang. Kamu bisa menggunakan struktur "give [something] to [someone]" untuk menunjukkan siapa penerimanya. Dalam kalimat ini, "dinosaurs" adalah barang yang diberikan, dan "George" adalah orang yang menerimanya.
My friend gives a present to me.
Teman saya memberikan sebuah hadiah kepada saya.
EN: "And" is used to connect two ideas or actions that happen together or one after another. It shows that both things are true or occurring.
Bahasa Indonesia: "And" digunakan untuk menghubungkan dua ide atau tindakan yang terjadi bersamaan atau berturutan. Ini menunjukkan bahwa kedua hal tersebut bernilai benar atau sedang terjadi.
The dog barks and the cat runs away.
Anjing itu menggonggong dan kucing itu berlari pergi.
EN: This sentence shows how to say who receives something. We use the structure "gives [something] to [someone]". The person receiving the item comes after "to". This is a common way to talk about giving things to people.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menunjukkan cara menyatakan siapa yang menerima sesuatu. Kita menggunakan struktur "gives [something] to [someone]". Orang yang menerima barang berada setelah kata "to". Ini adalah cara umum untuk menyatakan memberi sesuatu kepada seseorang.
My friend gives a book to me.
Teman saya memberikan sebuah buku kepada saya.
EN: The word "and" is used to connect two actions or ideas. It shows that two things happen together or one after another.
Bahasa Indonesia: Kata "and" digunakan untuk menghubungkan dua tindakan atau ide. Ini menunjukkan bahwa dua hal terjadi bersamaan atau berturutan.
My sister sings and I play the guitar.
Kakak perempuan saya bernyanyi dan saya bermain gitar.
EN: We use the word "always" to talk about things that happen all the time or very often. It usually comes before the main verb in a sentence.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata "always" untuk membicarakan hal-hal yang terjadi setiap saat atau sangat sering. Kata ini biasanya diletakkan sebelum kata kerja utama dalam kalimat.
My brother always eats breakfast before school.
Saudara laki-lakiku selalu sarapan sebelum berangkat sekolah.
EN: "How to + verb" is used to ask or talk about the method or way of doing something. It means "the way of doing something" or "the method for doing something."
Bahasa Indonesia: "How to + verb" digunakan untuk menanyakan atau membicarakan cara atau metode melakukan sesuatu. Ini berarti "cara melakukan sesuatu" atau "metode untuk melakukan sesuatu."
I want to learn how to bake a cake.
Saya ingin belajar cara memanggang kue.
EN: The verb 'take' can be used to mean moving someone or something from one place to another. The structure is often 'take + person/thing + to + place'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'take' dapat digunakan untuk mengartikan memindahkan seseorang atau sesuatu dari satu tempat ke tempat lain. Strukturnya sering kali berupa 'take + person/thing + to + place'.
My dad takes me to school every morning.
Ayah saya mengantar saya ke sekolah setiap pagi.
EN: The phrase "show someone how to do something" means to teach or demonstrate a skill or process to another person. It's a common way to talk about teaching practical skills.
Bahasa Indonesia: Frasa "show someone how to do something" berarti mengajarkan atau memperagakan suatu keterampilan atau proses kepada orang lain. Ini adalah cara umum untuk membicarakan pengajaran keterampilan praktis.
My dad showed me how to ride a bike.
Ayahku mengajariku cara naik sepeda.
EN: The structure "uses [something] to [do something]" shows the purpose of an action. "To" tells us *why* George uses his spade.
Bahasa Indonesia: Struktur "uses [something] to [do something]" menunjukkan tujuan dari suatu tindakan. Kata "to" memberi tahu kita *mengapa* George menggunakan sekopnya.
She uses a pen to write a letter.
Dia menggunakan pulpen untuk menulis surat.
EN: When we talk about what "he," "she," "it," or one person/thing (like "Richard") does, we often add an "-s" to the verb. This is called the simple present tense and shows a regular action or something happening now.
Bahasa Indonesia: Saat kita membicarakan apa yang dilakukan oleh "he," "she," "it," atau satu orang/benda (seperti "Richard"), kita sering menambahkan "-s" pada kata kerja. Ini disebut simple present tense, yang menunjukkan tindakan rutin atau sesuatu yang sedang terjadi saat ini.
The dog barks loudly.
Anjing itu menggonggong dengan keras.
EN: We use the pattern "Subject + uses + [tool/object] + to + [verb in base form]" to talk about the purpose of using something. The word "to" here tells us why someone uses a tool or object.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan pola "Subject + uses + [tool/object] + to + [verb in base form]" untuk membicarakan tujuan penggunaan sesuatu. Kata "to" di sini menjelaskan alasan seseorang menggunakan alat atau benda tersebut.
She uses a key to open the door.
Dia menggunakan kunci untuk membuka pintu.
EN: When we talk about what one person or thing does regularly, or what they do right now, we often add an 's' to the verb. For verbs ending in 'y' after a consonant, we change 'y' to 'ies'. This is called the simple present tense for third-person singular subjects.
Bahasa Indonesia: Saat membicarakan apa yang biasa dilakukan oleh satu orang atau benda, atau apa yang sedang mereka lakukan saat ini, kita sering menambahkan 's' pada kata kerja. Untuk kata kerja yang berakhiran huruf 'y' setelah huruf mati (konsonan), ubah 'y' menjadi 'ies'. Ini disebut Simple Present Tense untuk subjek orang ketiga tunggal.
My dog barks loudly.
Anjingku menggonggong dengan keras.
EN: We use "has/have + past participle" (the present perfect tense) to talk about actions that started in the past and continue to the present, or actions that happened in the past but have a result in the present. Here, "has gone" describes the result of the game's progress up to now.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "has/have + past participle" (present perfect tense) untuk membicarakan tindakan yang dimulai di masa lalu dan berlanjut hingga masa kini, atau tindakan yang terjadi di masa lalu namun berdampak pada masa kini. Di sini, "has gone" menunjukkan hasil permainan hingga saat ini.
She has finished her homework.
Dia sudah menyelesaikan PR-nya.
EN: We use verbs like "shouts," "says," or "asks" to tell people how someone spoke. "Shouts" means to speak very loudly, often because you are excited or angry.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata kerja seperti "shouts", "says", atau "asks" untuk menunjukkan cara seseorang berbicara. "Shouts" berarti berbicara dengan sangat keras, biasanya karena gembira atau marah.
"Hello!" says Peppa.
"Halo!" kata Peppa.
EN: We use "but" to connect two different ideas, often showing a contrast or something unexpected between them.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "but" untuk menghubungkan dua ide yang berbeda, yang sering kali menunjukkan kontras atau sesuatu yang tak terduga di antara keduanya.
I like apples, but my sister likes oranges.
Saya suka apel, tetapi saudara perempuan saya suka jeruk.
EN: We use 'want to' when we talk about something we wish or desire to do. It is always followed by the base form of a verb (e.g., play, eat, go).
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'want to' saat berbicara tentang sesuatu yang ingin atau berhasrat kita lakukan. Kata ini selalu diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (misalnya, play, eat, go).
My sister wants to read a book.
Kakakku ingin membaca buku.
EN: We use "verb + on to + noun" to show movement to the top surface of something. "On to" means moving towards and arriving at a surface.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "verb + on to + noun" untuk menunjukkan gerakan menuju permukaan atas sesuatu. "On to" berarti bergerak menuju dan tiba di suatu permukaan.
The cat jumped on to the table.
Kucing itu melompat ke atas meja.
EN: We use verbs like 'go' followed by words that show direction (like 'up', 'down', 'in', 'out') or a place (like 'on the see-saw') to describe movement. 'Go up and down' is a common phrase to describe moving repeatedly in two opposite directions.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata kerja seperti 'go' yang diikuti kata-kata penunjuk arah (seperti 'up', 'down', 'in', 'out') atau tempat (seperti 'on the see-saw') untuk menggambarkan gerakan. 'Go up and down' adalah frasa umum yang berarti bergerak naik turun secara berulang kali.
The children run in and out of the house.
Anak-anak berlarian keluar masuk rumah.
EN: We use the present continuous tense (be + verb-ing) to talk about actions happening right now, at this moment. It shows that an action is in progress.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan present continuous tense (be + verb-ing) untuk membicarakan tindakan yang sedang terjadi tepat pada saat ini. Ini menunjukkan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung.
The children are laughing loudly.
Anak-anak sedang tertawa terbahak-bahak.
EN: When talking about what one person (he/she/it) does regularly or generally, we add an '-s' to the verb. For example, 'George likes Richard' means George generally feels good about Richard.
Bahasa Indonesia: Saat membicarakan apa yang dilakukan satu orang (he/she/it) secara teratur atau umum, kita menambahkan akhiran '-s' pada kata kerja. Misalnya, 'George likes Richard' berarti George secara umum menyukai Richard.
She plays with her dog every day.
Dia bermain dengan anjingnya setiap hari.
EN: When we talk about what 'he', 'she', or 'it' does in the present, we often add an '-s' to the verb. For example, 'Richard likes George' (Richard is 'he'), or 'She plays' (She is 'she').
Bahasa Indonesia: Saat membicarakan apa yang dilakukan 'he' (dia laki-laki), 'she' (dia perempuan), atau 'it' (benda/hewan) di masa sekarang, kita sering menambahkan akhiran '-s' pada kata kerja. Contohnya, 'Richard likes George' (Richard adalah 'he'), atau 'She plays' (She adalah 'she').
My cat sleeps a lot.
Kucingku banyak tidur.
EN: We use "like" followed by a verb ending in "-ing" (a gerund) to talk about activities we enjoy doing. It shows a general preference or enjoyment.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "like" yang diikuti kata kerja berakhiran "-ing" (gerund) untuk membicarakan aktivitas yang suka kita lakukan. Ini menunjukkan kegemaran atau preferensi secara umum.
My sister likes reading books.
Kakak saya suka membaca buku.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Orang-orang yang kamu sukai dan kenal, serta sering bermain bersamamu.
Dalam konteks: Sedang menikmati waktu, merasa senang, atau gembira.
Dalam konteks: Tempat yang dilengkapi wahana bermain seperti ayunan dan perosotan untuk anak-anak.
Dalam konteks: Hari ini; bukan kemarin dan bukan besok.
Dalam konteks: Karakter utama dalam kartun Peppa Pig, seekor babi kecil.
Dalam konteks: Salah satu wahana di taman bermain, biasanya berupa platform bulat yang bisa berputar (komidi putar taman).
Dalam konteks: Karakter dalam kartun Peppa Pig, teman Peppa Pig yang berupa seekor domba.
Dalam konteks: Karakter dalam kartun Peppa Pig, teman Peppa Pig yang berupa seekor anjing.
Dalam konteks: Nama karakter kartun George, adik laki-laki Peppa Pig.
Dalam konteks: Sedang melakukan aktivitas bermain.
Dalam konteks: Kotak atau area berisi pasir, biasanya ada di taman atau tempat bermain untuk anak-anak.
Dalam konteks: Nama karakter kartun Mummy Pig, ibu dari Peppa Pig dan George.
Dalam konteks: Nama karakter kartun, Rebecca Rabbit.
Dalam konteks: Merujuk pada usia yang masih muda atau ukuran yang kecil.
Dalam konteks: Merujuk pada saudara laki-laki, baik adik maupun kakak.
Dalam konteks: Nama karakter kartun, Richard Rabbit.
Dalam konteks: Tiba atau sampai di suatu tempat.
Dalam konteks: Bentuk past participle dari "bring", yang berarti "membawa". Merujuk pada tindakan membawa sesuatu dari satu tempat ke tempat lain.
Dalam konteks: Benda yang digunakan untuk bermain, biasanya untuk anak-anak.
Dalam konteks: Dinosaurus, sejenis reptil raksasa yang sudah punah.
Dalam konteks: Merujuk pada semua orang yang ada di tempat tersebut atau setiap orang dalam suatu kelompok.
Dalam konteks: Berbicara, berkata, atau menyampaikan sesuatu.
Dalam konteks: Digunakan untuk membuat permintaan atau pertanyaan menjadi lebih sopan.
Dalam konteks: Di sini digunakan untuk menanyakan apakah diizinkan melakukan sesuatu.
Dalam konteks: Bermain atau terlibat dalam kegiatan untuk bersenang-senang.
Dalam konteks: Juga; selain itu.
Dalam konteks: Melompat naik (ke atas sesuatu); naik (ke atas sesuatu). Di sini merupakan ajakan kepada Rebecca untuk naik ke komedi putar.
Dalam konteks: Rebecca, nama salah satu karakter.
Dalam konteks: Daddy Pig, salah satu karakter dalam kartun Peppa Pig.
Dalam konteks: Mari kita... (digunakan untuk memberikan usulan atau ajakan)
Dalam konteks: Berjalan; bergerak (di sini merujuk pada berputar atau bergerak)
Dalam konteks: Sangat; benar-benar (digunakan untuk penekanan)
Dalam konteks: Cepat (digunakan untuk menggambarkan kecepatan suatu tindakan)
Dalam konteks: Kakak perempuan yang usianya lebih tua.
Dalam konteks: Naik (ke wahana permainan, kendaraan, dll.).
Dalam konteks: Berarti atau menandakan (sesuatu).
Dalam konteks: Mungkin; barangkali. Digunakan untuk menyampaikan saran secara sopan.
Dalam konteks: Ingin; mau. Di sini digunakan bersama 'would' untuk menyatakan keinginan atau penawaran secara sopan.
Dalam konteks: Sebagai gantinya; malah. Menunjukkan pilihan alternatif.
Dalam konteks: Digunakan untuk menyatakan penolakan, ketidaksetujuan, atau sanggahan.
Dalam konteks: Merujuk pada rentang waktu sejak seseorang lahir hingga saat ini.
Dalam konteks: Merujuk pada kedua orang atau kedua benda yang mencakup keduanya.
Dalam konteks: Sangat menyukai atau mencintai seseorang atau sesuatu.
Dalam konteks: Sejenis reptil raksasa yang hidup di bumi pada zaman dahulu kala.
Dalam konteks: Bentuk past tense dari "ingat/ingin", menunjukkan keinginan atau rencana untuk melakukan sesuatu di masa lalu.
Dalam konteks: Melihat atau mengamati dengan mata.
Dalam konteks: Milik George, menunjukkan bahwa dinosaurus tersebut adalah kepunyaan George.
Dalam konteks: Menirukan suara hewan yang rendah, marah, atau bersemangat, biasanya menunjukkan ancaman atau emosi yang kuat.
Dalam konteks: Ini adalah cara George mengucapkan kata "dinosaur" (dinosaurus), yang menunjukkan dinosaurus kesukaannya.
Dalam konteks: Meraung atau menderu, menghasilkan suara yang nyaring dan berat, biasanya dilakukan oleh hewan (seperti singa) atau manusia karena marah atau bersemangat.
Dalam konteks: Tertawa terkikik pelan dan gembira, biasanya dilakukan oleh anak-anak atau remaja karena malu, geli, atau merasa lucu.
Dalam konteks: mengajukan pertanyaan atau permintaan.
Dalam konteks: Digunakan untuk menyatakan penolakan, ketidaksetujuan, atau sanggahan.
Dalam konteks: Mummy Rabbit, salah satu karakter dalam cerita.
Dalam konteks: Berbagi, menggunakan, atau membagi sesuatu bersama orang lain.
Dalam konteks: Memberikan, menyerahkan sesuatu kepada seseorang.
Dalam konteks: Tertawa, mengeluarkan suara tawa yang menunjukkan rasa senang atau geli.
Dalam konteks: Mulai melakukan sesuatu, berubah dari keadaan diam menjadi bergerak.
Dalam konteks: Menangis, mengalirkan air mata sambil mengeluarkan suara, biasanya karena sedih, sakit, atau tidak senang.
Dalam konteks: Lalu atau kemudian, menunjukkan kejadian berikutnya atau setelah titik waktu tertentu.
Dalam konteks: Menunjukkan bahwa sesuatu selalu atau sering kali terjadi.
Dalam konteks: Bersama seseorang atau sesuatu; secara bersama-sama.
Dalam konteks: Mengajar atau membagikan pengetahuan atau keterampilan.
Dalam konteks: Anak-anak perempuan atau wanita muda.
Dalam konteks: Membawa atau mengantar (seseorang atau sesuatu ke suatu tempat).
Dalam konteks: Tunjukkan, peragakan, atau ajarkan cara melakukan sesuatu kepada seseorang.
Dalam konteks: Saudara laki-laki yang memiliki orang tua sama.
Dalam konteks: Membangun atau membuat.
Dalam konteks: Struktur berbentuk istana yang dibuat dari pasir, biasanya dibuat di pantai atau kotak pasir.
Dalam konteks: Di sini berarti "menggunakan" atau "memakai" sesuatu untuk menyelesaikan suatu hal.
Dalam konteks: Alat dengan gagang dan bilah lebar yang pipih, biasa digunakan untuk menggali tanah atau bermain pasir.
Dalam konteks: Menekan sesuatu hingga pipih atau hancur.
Dalam konteks: Mainan berbentuk istana yang terbuat dari pasir.
Dalam konteks: Meneteskan air mata yang menunjukkan rasa sedih, sakit, atau tidak senang.
Dalam konteks: Mencakup kegiatan yang dimainkan anak-anak bersama-sama, seperti membuat istana pasir.
Dalam konteks: Di sini merujuk pada "perkembangan" atau "hasil" dari suatu hal. Merupakan bentuk past participle dari kata kerja "go".
Dalam konteks: Merujuk pada hal yang berjalan "dengan lancar" atau "memuaskan".
Dalam konteks: Peralatan taman bermain berupa papan panjang yang ditumpu di bagian tengahnya, sehingga kedua ujungnya dapat bergerak naik dan turun saat diduduki.
Dalam konteks: Berbicara atau berteriak dengan lantang, biasanya untuk mengekspresikan emosi yang kuat seperti senang atau marah.
Dalam konteks: Duduk di suatu tempat; merujuk pada posisi George yang sedang duduk di atas jungkat-jungkit.
Dalam konteks: Ujung atau sisi dari suatu benda, dalam hal ini merujuk pada kedua sisi jungkat-jungkit.
Dalam konteks: Menunjukkan adanya persyaratan atau keperluan; dalam hal ini, jungkat-jungkit membutuhkan orang lain agar bisa dimainkan.
Dalam konteks: Merujuk pada seseorang secara umum/tidak spesifik.
Dalam konteks: Ingin atau menghendaki; berharap untuk mendapatkan atau melakukan sesuatu.
Dalam konteks: Mengangkat seseorang atau sesuatu menggunakan tangan atau lengan dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi.
Dalam konteks: Nama seorang anak laki-laki, yaitu anak yang diangkat oleh Mummy Rabbit ke atas jungkat-jungkit.
Dalam konteks: Menunjukkan gerakan berpindah ke atas permukaan sesuatu.
Dalam konteks: Bergerak bolak-balik di antara dua arah yang berlawanan, seperti pada jungkat-jungkit.
Dalam konteks: Bersorak atau mengelu-elukan. Merujuk pada Peppa yang bersuara gembira karena melihat George dan Richard bermain bersama.
Dalam konteks: Menyukai atau merasa senang terhadap seseorang atau sesuatu.