EN: Use 'Do you + base verb' to ask about present habits or routine actions.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Do you + kata kerja bentuk dasar" untuk menanyakan kebiasaan sehari-hari atau kondisi yang sering terjadi pada lawan bicara.
Do you drink coffee every morning?
Apakah kamu minum kopi setiap pagi?
EN: When someone sneezes in English-speaking cultures, it is common courtesy for people nearby to say 'Bless you' or 'God bless you'.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, ketika seseorang bersin, orang di sekitarnya biasanya dengan sopan mengucapkan "Bless you" (semoga diberkati).
EN: Use 'Do you have + [symptom]' to ask someone about physical discomfort or health symptoms.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Do you have + [gejala]" untuk menanyakan apakah lawan bicara mengalami ketidaknyamanan atau gejala kesehatan.
Do you have a headache or a fever?
Apakah kamu sakit kepala atau demam?
EN: Use 'These are' when pointing out or referring to more than one thing that is close to you or was just mentioned.
Bahasa Indonesia: Ketika merujuk pada jamak (banyak) dan dekat atau baru saja disebutkan, gunakan "These are" (ini adalah).
These are my new classmates.
Ini adalah teman sekelas baru saya.
EN: We use the pattern 'call + A + B' to name something or give it a title. Here, A is the object and B is the name you give it.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan pola kalimat 'call + A + B' untuk memanggil atau memberi nama sesuatu. Di sini, A adalah objek (yang dipanggil), B adalah nama yang diberikan.
People call this city the Big Apple.
Orang-orang menyebut kota ini sebagai Apel Besar.
EN: The term 'hay fever' is commonly used by the general public, but the medical name is 'allergic rhinitis'. Interestingly, it is not caused by hay and does not usually cause a fever!
Bahasa Indonesia: 'Demam hay (hay fever)' adalah nama umum yang populer, tetapi nama resmi dalam dunia medis adalah 'rinitis alergi (allergic rhinitis)'. Menariknya, kondisi ini tidak disebabkan oleh jerami (hay), dan biasanya juga tidak menyebabkan demam (fever)!
EN: Use 'make it + adjective + to + verb' to express that something causes an action to be easy, hard, or impossible. 'It' acts as a dummy object that refers to the action coming after 'to'.
Bahasa Indonesia: Struktur 'make it + kata sifat + to + kata kerja' digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu membuat suatu tindakan menjadi mudah, sulit, atau mustahil. 'it' di sini adalah objek formal (formal object), yang mewakili tindakan sebenarnya yang diperkenalkan oleh 'to' setelahnya.
Loud noise can make it hard to study.
Kebisingan yang keras dapat membuat belajar menjadi sulit.
EN: You can use 'think + [clause]' to express an opinion or belief. The word 'that' can be left out between 'think' and the clause.
Bahasa Indonesia: Anda dapat menggunakan 「think + [klausa]」 untuk menyatakan pendapat atau pandangan. 「that」 antara think dan klausa sering dihilangkan.
Many students think English is easy.
Banyak siswa menganggap bahasa Inggris itu mudah.
EN: 'Hay fever' is a common informal term for allergic rhinitis, especially in Western countries where seasonal pollen causes many people to sneeze.
Bahasa Indonesia: "Hay fever" (demam hay) adalah istilah sehari-hari yang umum untuk rinitis alergi, terutama di negara-negara Barat, serbuk sari musiman sering menyebabkan banyak orang bersin.
EN: You can connect two sentences using 'believe (that) ...' to express what someone thinks or feels is true. The word 'that' can be left out.
Bahasa Indonesia: Kita dapat menggunakan "believe (that) + klausa" untuk menyatakan fakta yang dipikirkan atau diyakini seseorang. Kata "that" di sini sering kali dapat dihilangkan.
I believe you can do it.
Saya percaya kamu bisa melakukannya.
EN: We use 'says' followed by a clause (a full sentence) to report what someone thinks or states.
Bahasa Indonesia: Kita dapat menggunakan 'says' yang diikuti oleh klausa lengkap untuk menyampaikan perkataan atau pendapat seseorang.
He says English is easy to learn.
Dia berkata bahasa Inggris mudah dipelajari.
EN: Use 'is a' to describe someone's job or profession.
Bahasa Indonesia: Gunakan «is a» untuk mendeskripsikan pekerjaan atau identitas seseorang.
He is a heart specialist.
Dia adalah dokter spesialis jantung.
EN: In English, medical specialists are often named by the body parts they treat (e.g., 'nose and throat specialist'). In formal medical terms, this is an ENT (Ear, Nose, and Throat) specialist or otolaryngologist.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, dalam percakapan sehari-hari, dokter spesialis sering disebut langsung berdasarkan organ yang ditangani (misalnya 'dokter spesialis hidung dan tenggorokan'). Dalam istilah medis formal, dokter semacam ini disebut dokter spesialis THT (ENT specialist atau otolaryngologist).
EN: We use 'can be + past participle' (passive voice) to show that something is possible to do.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'can be + past participle' (bentuk pasif) untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat dilakukan.
This problem can be solved easily.
Masalah ini dapat diselesaikan dengan mudah.
EN: Use 'be different from' to show that two people, things, or ideas are not the same.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'be different from' untuk menyatakan dua orang, benda, atau hal tidak sama.
Dogs are different from cats.
Anjing dan kucing berbeda.
EN: Use 'come from' to explain the cause, origin, or source of something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "come from" untuk menjelaskan penyebab, sumber, atau asal-usul sesuatu.
Most happiness comes from spending time with family.
Sebagian besar kebahagiaan berasal dari menghabiskan waktu bersama keluarga.
EN: Use 'may + base verb' to say that something is possible now or in the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan “may + kata kerja bentuk dasar” untuk menyatakan hal yang “mungkin” terjadi sekarang atau di masa depan.
You may feel tired after a long walk.
Setelah berjalan jauh, Anda mungkin merasa lelah.
EN: The verb 'last' means to continue for a period of time. You can put a time duration directly after 'last'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'last' berarti 'berlangsung'. Setelahnya bisa langsung diikuti periode waktu untuk menunjukkan berapa lama sesuatu berlangsung.
The movie lasts two hours.
Film ini berlangsung selama dua jam.
EN: Use 'so' to connect a cause with a result. It means 'therefore' or 'for this reason'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'so' (jadi) untuk menghubungkan sebab dan akibat, menunjukkan 'oleh karena itu' atau 'karena alasan ini'.
It is raining outside, so I will take an umbrella.
Di luar sedang hujan, jadi saya akan membawa payung.
EN: Use 'react to + something' to show how your body or mind responds to something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'react to + benda' untuk menunjukkan bahwa tubuh atau pikiran bereaksi terhadap sesuatu.
Some people react to milk and feel sick.
Beberapa orang bereaksi terhadap susu dan merasa tidak nyaman.
EN: Use 'This is what...' to point out the thing that causes a specific result.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'This is what...' (Inilah yang...) untuk menekankan hal yang menyebabkan suatu hasil.
This is what makes me happy.
Inilah yang membuat saya bahagia.
EN: We use 'plural noun + are' to talk about facts or general truths when referring to more than one thing.
Bahasa Indonesia: Ketika menyebut jumlah dua atau lebih, kita menggunakan 'kata benda jamak + are' untuk menggambarkan fakta atau situasi umum.
Dogs are friendly animals.
Anjing adalah hewan yang ramah.
EN: Singapore has a warm and humid tropical climate all year round, which creates an ideal environment for dust mites to thrive, making them a leading trigger for allergies in the country.
Bahasa Indonesia: Singapura beriklim hangat dan lembap sepanjang tahun, sangat cocok untuk perkembangbiakan tungau debu, sehingga tungau debu menjadi salah satu alergen utama di sana.
EN: Use 'that' or 'which' to give more information about a thing or animal.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'that' atau 'which' untuk menyambung dan menjelaskan benda atau hewan yang disebut sebelumnya (kata ganti relatif).
Cats are animals that like to sleep a lot.
Kucing adalah hewan yang suka tidur lama.
EN: Use 'If... you should...' to give advice when a certain condition happens.
Bahasa Indonesia: Menggunakan pola 'If... you should...' (Jika... Anda sebaiknya...) dapat memberikan saran kepada orang lain ketika suatu kondisi terjadi.
If you feel tired, you should go to bed early.
Jika Anda merasa lelah, Anda sebaiknya beristirahat lebih awal.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: bersin
Dalam konteks: gatal
Dalam konteks: gejala
Dalam konteks: kondisi (kesehatan), penyakit
Dalam konteks: berkonsentrasi, memusatkan perhatian
Dalam konteks: dokter spesialis, ahli
Dalam konteks: mengobati
Dalam konteks: bereaksi, mengalami reaksi alergi
Dalam konteks: meredakan, mengurangi (rasa sakit atau gejala)
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
An allergic response causing inflammation of the mucous membrane of the nose.
rinitis alergi
A condition where mucus flows out from the nose.
pilek
A common name for allergic rhinitis, especially caused by pollen or dust.
demam hay (nama umum untuk rinitis alergi)
A tiny insect-like creature that lives in house dust and causes allergies.
tungau debu