EN: The phrase "There goes..." is used to announce that something is leaving, moving away, or happening. It often implies a sense of suddenness or observation.
Bahasa Indonesia: Frasa "There goes..." digunakan untuk mengumumkan bahwa sesuatu sedang pergi, bergerak, atau terjadi. Biasanya disertai dengan perasaan tiba-tiba atau teramati.
There goes the bus!
Busnya pergi!
EN: The phrase "a new way to do something" is used to describe a method or approach for performing an action. "To do something" is an infinitive phrase that explains the purpose or function of the "new way."
Bahasa Indonesia: Frasa "a new way to do something" digunakan untuk menjelaskan metode atau cara melakukan suatu tindakan. "to do something" adalah frasa infinitif yang menjelaskan tujuan atau fungsi dari "cara baru" tersebut.
Learning online is a new way to study English.
Belajar online adalah cara baru untuk belajar bahasa Inggris.
EN: The word "or" is used to show a choice between two or more things. It means you can pick one option from a list.
Bahasa Indonesia: Kata "or" digunakan untuk menunjukkan pilihan antara dua atau lebih hal. Ini berarti Anda dapat memilih satu opsi dari daftar.
Would you like tea or coffee?
Anda mau teh atau kopi?
EN: The phrase "right to your door" means directly to your door, without stopping anywhere else. It emphasizes directness and convenience.
Bahasa Indonesia: Frasa “right to your door” berarti dikirim langsung ke pintu rumah Anda, tanpa berhenti di tengah jalan. Ini menekankan langsung dan kenyamanan.
The delivery service will bring your package right to your office.
Layanan pengiriman akan mengantarkan paket Anda langsung ke kantor Anda.
EN: We use "don't have to" to say that something is not necessary. It means you are not obliged or required to do something, but you can if you want to. It's different from "must not," which means something is forbidden.
Bahasa Indonesia: Kami menggunakan “don't have to” untuk menunjukkan bahwa sesuatu tidak wajib. Ini berarti Anda tidak memiliki kewajiban atau tidak diminta untuk melakukan sesuatu, tetapi Anda bisa melakukannya jika mau. Ini berbeda dengan “must not”, yang berarti sesuatu dilarang.
You don't have to cook dinner tonight; we can order pizza.
Anda tidak perlu memasak makan malam malam ini; kita bisa memesan pizza.
EN: The verb "to be" (are, is, am) is used to describe what something is or what its quality is. In this sentence, "are" connects "Drones" to the quality "smart."
Bahasa Indonesia: Kata kerja “to be” (are, is, am) digunakan untuk menggambarkan apa sesuatu itu atau kualitasnya. Dalam kalimat ini, “are” menghubungkan “Drones” (drone) dengan kualitasnya “smart” (pintar).
My cat is cute.
Kucing saya lucu.
EN: The word "to" is often used before a verb to show the purpose or reason for an action. It tells us why something is done.
Bahasa Indonesia: Kata “to” sering digunakan di depan kata kerja untuk menunjukkan tujuan atau alasan suatu tindakan. Ini memberitahu kita mengapa sesuatu dilakukan.
I go to the park to play.
Saya pergi ke taman untuk bermain.
EN: The word "to" before a verb often tells us the purpose or reason for an action. It answers the question "Why?". For example, in "to avoid people," "to avoid" explains why drones use cameras.
Bahasa Indonesia: “To” sebelum kata kerja biasanya menunjukkan tujuan atau alasan suatu tindakan. Ini menjawab pertanyaan “Mengapa?”. Misalnya, dalam “to avoid people” (untuk menghindari orang), “to avoid” menjelaskan mengapa drone menggunakan kamera.
I went to the store to buy some milk.
Saya pergi ke toko untuk membeli susu.
EN: Using '-ing' at the beginning of a sentence can turn a verb into a noun, making it the subject of the sentence. This is called a gerund. It describes an action as a thing or idea.
Bahasa Indonesia: Menggunakan bentuk kata kerja “-ing” di awal kalimat dapat mengubah kata kerja menjadi kata benda, menjadikannya subjek kalimat. Ini disebut gerund. Ini menggambarkan suatu tindakan sebagai suatu hal atau ide.
Reading books is my favorite hobby.
Membaca buku adalah hobi favorit saya.
EN: When we refer to a specific conversation or section, we often use a capital letter followed by a number, like "Conversation A" or "Section 1". This helps organize information and makes it easy to find specific parts.
Bahasa Indonesia: Ketika kita merujuk pada percakapan atau bab tertentu, kita sering menggunakan huruf kapital diikuti dengan angka, misalnya “Percakapan A” atau “Bagian Satu”. Ini membantu mengatur informasi dan memudahkan pembaca menemukan bagian tertentu.
Please read "Chapter B" for more details.
Silakan baca “Bab B” untuk detail lebih lanjut.
EN: We use "What's that...?" to ask about something we see but don't know what it is. It's a common way to ask for identification of an object or action.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan “What's that...?” untuk menanyakan sesuatu yang kita lihat tetapi tidak tahu apa itu. Ini adalah cara umum untuk menanyakan identitas objek atau tindakan.
What's that smell coming from the kitchen?
Bau apa itu yang datang dari dapur?
EN: We use "It's a..." to identify or name something. "It's" is a short way to say "It is". We use "a" before a singular noun that starts with a consonant sound.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'It's a...' untuk mengidentifikasi atau menamai sesuatu. 'It's' adalah singkatan dari 'It is'. Kita menggunakan 'a' di depan kata benda tunggal yang diawali dengan konsonan.
It's a cat.
Itu adalah kucing.
EN: Drones are becoming increasingly common for various purposes, from photography and entertainment to delivery services. In some areas, drone delivery is already a reality, making this sentence very relevant to modern life.
Bahasa Indonesia: Drone semakin umum digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari fotografi, hiburan, hingga layanan pengiriman. Di beberapa daerah, pengiriman drone sudah menjadi kenyataan, yang membuat kalimat ini sangat relevan dengan kehidupan modern.
EN: We use "may be + -ing verb" to talk about something that is possibly happening right now or in the near future. It shows uncertainty.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'may be + kata kerja-ing' untuk membicarakan hal-hal yang mungkin sedang terjadi atau akan terjadi. Ini menunjukkan ketidakpastian.
She may be studying for her exam.
Dia mungkin sedang belajar untuk ujian.
EN: The word "That's" is a common contraction for "That is." We use "That's" to refer to something specific that has just been mentioned or is clear from the situation. It's often followed by an adjective to describe the thing.
Bahasa Indonesia: 'That's' adalah singkatan dari 'That is'. Kita menggunakan 'That's' untuk merujuk pada hal tertentu yang baru saja disebutkan atau sudah jelas dalam konteks. Biasanya diikuti oleh kata sifat untuk menggambarkan hal tersebut.
That's a good idea.
Itu ide yang bagus.
EN: The word "then" is used to show the order of events. It means one thing happens, and after that, another thing happens.
Bahasa Indonesia: Kata "then" digunakan untuk menunjukkan urutan peristiwa. Ini berarti satu hal terjadi setelah hal lain.
First, I wake up, then I brush my teeth.
Saya bangun tidur dulu, lalu sikat gigi.
EN: This sentence uses a common pattern for talking about future possibilities: "If [condition], then [result]." We use "if" to introduce a condition, and then state what will happen as a result. Both parts often talk about the future.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan pola umum untuk membicarakan kemungkinan di masa depan: "Jika [kondisi], maka [hasil]." Kita menggunakan "if" untuk memperkenalkan suatu kondisi, lalu menjelaskan apa hasilnya. Kedua bagian ini biasanya membicarakan masa depan.
If it rains tomorrow, I will stay home.
Jika besok hujan, saya akan tinggal di rumah.
EN: The word "right" can be used to emphasize immediacy or directness. In this sentence, "right there" means directly to that place, without delay or detours.
Bahasa Indonesia: Kata 'right' dapat digunakan untuk menekankan sifat segera atau langsung. Dalam kalimat ini, 'right there' berarti langsung ke tempat itu, tanpa penundaan atau jalan memutar.
The bus will take you right to the museum.
Bus ini akan langsung mengantarmu ke museum.
EN: The word "no" before a noun means there isn't any of that thing. It's used to say something doesn't exist or isn't present.
Bahasa Indonesia: Menambahkan 'no' di depan kata benda menunjukkan tidak adanya hal tersebut. Ini digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu tidak ada atau tidak hadir.
No food left in the fridge.
Tidak ada makanan lagi di kulkas.
EN: This is a label indicating a specific conversation or section. It's common to use letters (A, B, C) or numbers (1, 2, 3) to organize different parts of a text or dialogue.
Bahasa Indonesia: Ini adalah label yang digunakan untuk menunjukkan percakapan atau bab tertentu. Biasanya huruf (A, B, C) atau angka (1, 2, 3) digunakan untuk mengatur bagian-bagian teks atau percakapan yang berbeda.
Conversation A is about ordering coffee.
Percakapan A adalah tentang memesan kopi.
EN: To ask about how something is done, we use "How does/do...?" followed by the subject and the base form of the verb. "How does" is used for singular subjects (like "the drone"), and "How do" is used for plural subjects (like "they") or "I/you/we".
Bahasa Indonesia: Untuk menanyakan bagaimana sesuatu dilakukan, kita menggunakan 'How does/do...?' diikuti oleh subjek dan bentuk dasar kata kerja. 'How does' digunakan untuk subjek tunggal (misalnya 'the drone'), sedangkan 'How do' digunakan untuk subjek jamak (misalnya 'they') atau 'I/you/we'.
How do you make a cake?
Bagaimana kamu membuat kue?
EN: The possessive form 's (apostrophe s) is used to show that something belongs to someone or something. It comes after a noun to indicate ownership or a close relationship.
Bahasa Indonesia: Posesif 's (apostrof s) digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu adalah milik seseorang atau sesuatu. Itu ditempatkan setelah kata benda untuk menunjukkan hubungan kepemilikan atau hubungan erat.
This is my brother's car.
Ini adalah mobil saudaraku.
EN: To ask a 'yes' or 'no' question in the present simple tense, we use 'do' or 'does' at the beginning of the sentence. For 'it', 'he', or 'she', we use 'does'. When 'does' is used, the main verb goes back to its base form (e.g., 'runs' becomes 'run'). In negative questions like this, we use 'doesn't' (does not) before the main verb.
Bahasa Indonesia: Dalam simple present tense, untuk menanyakan pertanyaan 'ya' atau 'tidak', kita menggunakan 'do' atau 'does' di awal kalimat. Untuk 'it', 'he', atau 'she', kita menggunakan 'does'. Ketika menggunakan 'does', kata kerja utama kembali ke bentuk dasarnya (misalnya, 'runs' menjadi 'run'). Dalam kalimat tanya negatif seperti ini, kita menggunakan 'doesn't' (does not) sebelum kata kerja utama.
Does she like coffee?
Apakah dia suka kopi?
EN: The word "to" before a verb often tells us the purpose of something. It answers the question "Why?" For example, "They use cameras to avoid things" means the reason they have cameras is for avoiding things.
Bahasa Indonesia: "to" sebelum kata kerja biasanya menunjukkan tujuan sesuatu. Ini menjawab pertanyaan "Mengapa?". Misalnya, "They use cameras to avoid things" berarti mereka memiliki kamera dengan tujuan untuk menghindari benda.
I went to the store to buy some milk.
Saya pergi ke toko untuk membeli susu.
EN: The structure "something for (someone/something) to do (something)" means that the first 'something' is intended for the second 'something' or 'someone' to perform an action. It shows purpose or intention.
Bahasa Indonesia: Struktur "something for (seseorang/sesuatu) to do (sesuatu)" menunjukkan bahwa "something" yang pertama adalah agar "something" yang kedua atau "seseorang" melakukan tindakan tertentu. Ini mengungkapkan tujuan atau niat.
I need a book for my friend to read.
Saya butuh buku untuk teman saya baca.
EN: We use "should" to give advice or make a suggestion. It means something is a good idea. We use "could" to talk about possibilities or what is possible. It means something might happen or is able to happen.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan “should” untuk memberikan saran atau ide, menunjukkan bahwa sesuatu adalah ide yang bagus. Kita menggunakan “could” untuk membicarakan kemungkinan atau apa yang mungkin, menunjukkan bahwa sesuatu mungkin terjadi atau bisa terjadi.
You should try this new restaurant. It could be your favorite.
Anda harus mencoba restoran baru ini. Ini bisa menjadi favorit Anda.
EN: Using "nice and + adjective" is a common way to emphasize the quality of something. It means "very + adjective" or "pleasantly + adjective."
Bahasa Indonesia: Menggunakan “nice and + kata sifat” adalah cara umum untuk menekankan kualitas sesuatu. Artinya “sangat + kata sifat” atau “menyenangkan + kata sifat”.
The bed was nice and soft.
Tempat tidur ini empuk dan nyaman.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Sebuah pesawat tanpa awak yang dapat digunakan untuk mengantar barang.
Dalam konteks: Mengirim atau mengantarkan barang ke suatu tempat.
Dalam konteks: Barang-barang atau benda.
Dalam konteks: Kendaraan di jalan raya; lalu lintas.
Dalam konteks: Pintar; cerdas; dapat beroperasi secara otomatis.
Dalam konteks: GPS (Sistem Pengenalan Posisi Global), sebuah teknologi yang digunakan untuk navigasi.
Dalam konteks: Kamera; perangkat yang digunakan untuk mengambil foto atau merekam video.
Dalam konteks: Menghindari; menjauhi agar tidak menabrak.
Dalam konteks: Praktis; nyaman; menghemat waktu dan tenaga.
Dalam konteks: Tiba; sampai di tujuan.
Dalam konteks: Masalah; kendala.
Dalam konteks: Memesan; meminta barang atau layanan.