EN: The phrase 'need to' is a semi-modal verb used to express necessity or obligation. It is followed by the base form of the main verb (in this case, 'go').
Bahasa Indonesia: Frasa "need to" adalah kata kerja semi-modal yang digunakan untuk menyatakan kebutuhan atau kewajiban. Ini diikuti oleh bentuk dasar dari kata kerja utama (dalam kalimat ini adalah "go").
I need to finish my homework before dinner.
Saya harus menyelesaikan pekerjaan rumah saya sebelum makan malam.
EN: Time expressions like 'tomorrow morning' usually function as adverbials and are typically placed at the end of the sentence to provide context on when the action occurs.
Bahasa Indonesia: Ekspresi waktu seperti "tomorrow morning" biasanya berfungsi sebagai keterangan, yang secara konvensional diletakkan di akhir kalimat untuk memberikan informasi latar belakang tentang kapan tindakan itu terjadi.
We have a meeting tomorrow morning.
Kita ada rapat besok pagi.
EN: In many English-speaking cultures, it is common to start a request or a statement of intent with a friendly greeting like 'Hi [Name]!' to establish a polite tone before sharing information.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, sebelum berbagi informasi atau mengajukan permintaan, biasanya dimulai dengan sapaan ramah (seperti "Hi [nama]!") untuk membangun nada percakapan yang sopan.
EN: The modal verb 'should' is used to give advice or recommendations. It is followed by the base form of the verb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu 'should' digunakan untuk memberikan saran atau rekomendasi. Ini diikuti oleh bentuk dasar kata kerja.
You should bring an umbrella because it might rain.
Kamu sebaiknya membawa payung karena mungkin akan hujan.
EN: Comparative adjectives (e.g., 'faster than') are used to compare two things. For short adjectives, we add '-er' followed by 'than'.
Bahasa Indonesia: Kata sifat komparatif (misalnya 'faster than') digunakan untuk membandingkan dua hal. Untuk kata sifat pendek, kita menambahkan '-er' di akhir kata dan diikuti oleh 'than'.
The plane is faster than the train.
Pesawat lebih cepat daripada kereta.
EN: In many major cities, trains or subways are preferred over buses for airport travel to avoid unpredictable traffic congestion, making 'faster' a key selling point.
Bahasa Indonesia: Di banyak kota besar, saat pergi ke bandara biasanya lebih disukai naik kereta atau MRT daripada bus untuk menghindari kemacetan lalu lintas yang tidak terduga, sehingga "lebih cepat" menjadi poin pertimbangan utama.
EN: The phrase 'How much is...' is used to ask about the price or cost of a singular item or an uncountable noun. It is followed by the subject of the question.
Bahasa Indonesia: "How much is..." digunakan untuk menanyakan harga atau biaya dari benda tunggal atau kata benda yang tidak dapat dihitung. Diikuti oleh subjek yang ditanyakan.
How much is the bus ticket to the city center?
Berapa harga tiket bus ke pusat kota?
EN: The preposition 'to' is used here to indicate direction or destination, connecting the noun 'fare' or 'train' to its target location 'the airport'.
Bahasa Indonesia: Preposisi "to" di sini digunakan untuk menunjukkan arah atau tujuan, menghubungkan "harga tiket" atau "kereta" dengan lokasi tujuannya, yaitu "bandara".
Is there a direct flight to London?
Apakah ada penerbangan langsung ke London?
EN: In many English-speaking countries, 'fare' specifically refers to the price paid for travel on public transportation (bus, train, taxi), whereas 'price' or 'cost' is more general.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, 'fare' secara khusus merujuk pada biaya yang dibayarkan untuk transportasi umum (bus, kereta api, taksi), sedangkan 'price' atau 'cost' digunakan secara lebih luas.
EN: The verb 'think' is followed by an object clause (noun clause) where the conjunction 'that' is omitted. This is common in spoken English to express an opinion or belief.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'think' diikuti oleh klausa objek (klausa nomina), di mana kata hubung 'that' dihilangkan. Ini umum digunakan dalam bahasa Inggris lisan untuk menyatakan pendapat atau pemikiran.
I think the movie starts at seven.
Saya rasa filmnya mulai jam tujuh.
EN: The verb 'cost' is used to state the price of something. In the present simple tense, when the subject is third-person singular (the ticket), the verb adds an 's'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'cost' digunakan untuk menjelaskan harga sesuatu. Dalam simple present tense, ketika subjek adalah orang ketiga tunggal (the ticket), kata kerja perlu ditambah 's'.
This coffee costs five dollars.
Kopi ini harganya lima dolar.
EN: In many Western countries, public transport fares are often categorized by age groups, such as 'adults', 'seniors', and 'children/students', each having different pricing.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, tarif transportasi umum biasanya diklasifikasikan berdasarkan kelompok usia, misalnya 'dewasa', 'lansia', dan 'anak-anak/pelajar', dengan harga yang berbeda untuk setiap kelompok.
EN: The auxiliary verb 'Do' is used to form questions in the present simple tense for the first person singular 'I'. It is followed by the base form of the main verb 'need'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu 'Do' digunakan untuk kalimat tanya simple present tense orang pertama tunggal 'I'. Diikuti oleh bentuk dasar kata kerja utama 'need'.
Do I need to bring my passport?
Apakah saya perlu membawa paspor?
EN: The structure 'need to + verb' expresses necessity or obligation. 'To buy' is an infinitive acting as the object of the verb 'need'.
Bahasa Indonesia: Struktur 'need to + kata kerja' digunakan untuk menyatakan keperluan atau kewajiban. 'To buy' adalah infinitif, sebagai objek dari kata kerja 'need'.
I need to call my mother tonight.
Saya perlu menelepon ibu saya malam ini.
EN: In many modern cities, physical ticket offices are being replaced by apps or contactless payment (like credit cards or mobile wallets). Asking if a ticket is needed 'at the station' is a common way to clarify if digital options are available.
Bahasa Indonesia: Di banyak kota modern, loket tiket fisik secara bertahap digantikan oleh aplikasi atau pembayaran nirkontak (seperti kartu kredit atau dompet seluler). Menanyakan apakah perlu membeli tiket di 'stasiun' adalah cara umum untuk mengonfirmasi apakah metode pembelian digital tersedia.
EN: The modal verb 'can' is used here to express possibility or options available to the listener. It is followed by the base form of the verb without 'to'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal 'can' di sini digunakan untuk menyatakan kemungkinan atau pilihan yang dapat dipilih pendengar. Diikuti oleh kata kerja bentuk dasar, tanpa perlu menambahkan 'to'.
You can pay by credit card or cash.
Anda bisa membayar dengan kartu kredit atau tunai.
EN: The coordinating conjunction 'or' is used to connect two independent alternatives: 'buy it online' and 'use a ride-sharing app'.
Bahasa Indonesia: Kata hubung koordinatif 'or' digunakan untuk menghubungkan dua alternatif independen: 'membeli secara daring' dan 'menggunakan aplikasi berbagi tumpangan'.
We can walk to the park or take a bus.
Kita bisa jalan kaki ke taman, atau naik bus.
EN: In many Western countries, 'ride-sharing apps' like Uber or Lyft are common alternatives to traditional taxis and are often integrated into airport transportation options.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, 'aplikasi berbagi tumpangan' seperti Uber atau Lyft adalah pilihan umum selain taksi tradisional, dan biasanya terintegrasi ke dalam pilihan transportasi bandara.
EN: The phrase 'What about...?' is used to introduce a new topic or ask for information about a specific situation. It is often followed by a noun or a gerund.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat 'What about...?' digunakan untuk memperkenalkan topik baru atau menanyakan informasi dalam situasi tertentu. Biasanya diikuti oleh nomina atau gerund.
What about the weather forecast for tomorrow?
Lalu bagaimana dengan ramalan cuaca besok?
EN: The Zero/First Conditional structure 'if + present simple' is used here to express a possible future condition and its consequence.
Bahasa Indonesia: Struktur kalimat pengandaian 'if + simple present' di sini digunakan untuk menyatakan kondisi yang mungkin terjadi di masa depan beserta hasilnya.
If I miss the bus, I will take a taxi.
Kalau saya ketinggalan bus, saya akan naik taksi.
EN: In many Western public transport systems, 'transfers' refer to the ability to switch between different lines or modes of transport (like bus to train) often using the same ticket within a certain time limit.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak sistem transportasi umum Barat, "transfers" (transfer/pindah) mengacu pada kemampuan untuk berpindah di antara rute atau moda transportasi yang berbeda (seperti bus ke kereta), biasanya dapat menggunakan tiket yang sama dalam jangka waktu tertentu.
EN: The use of 'every' + [time interval] is a common way to express frequency, indicating that an action repeats at regular intervals.
Bahasa Indonesia: Menggunakan 'every' ditambah [interval waktu] adalah cara umum untuk menyatakan frekuensi, yang menunjukkan bahwa suatu tindakan terjadi berulang kali pada interval waktu yang teratur.
The bus comes every fifteen minutes during rush hour.
Bus datang setiap lima belas menit selama jam sibuk.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to introduce a clause that shows the result or consequence of the previous statement.
Bahasa Indonesia: Kata penghubung koordinatif 'so' digunakan untuk mengawali klausa guna menunjukkan hasil atau konsekuensi dari pernyataan sebelumnya.
It was raining, so we decided to stay home.
Saat itu sedang hujan, jadi kami memutuskan untuk tinggal di rumah.
EN: In many English-speaking countries, public transport schedules are often described using 'every X minutes'. It's common for airport express trains to have high frequency to accommodate travelers.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, jadwal transportasi umum sering dijelaskan menggunakan 'every X minutes'. Kereta ekspres bandara biasanya memiliki jadwal yang padat untuk memudahkan penumpang.
EN: Alternative Questions with 'or': This structure is used to offer two or more choices. The speaker expects the listener to choose one of the options provided.
Bahasa Indonesia: Kalimat tanya pilihan menggunakan 'or': Struktur ini digunakan untuk memberikan dua atau lebih pilihan, di mana pembicara mengharapkan pendengar memilih salah satu dari pilihan yang tersedia.
Would you like tea or coffee?
Anda mau teh atau kopi?
EN: The verb 'need' followed by a noun: 'Need' is used as a main verb here to express necessity or requirement for a specific thing (a transfer).
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'need' diikuti oleh kata benda: Di sini 'need' digunakan sebagai kata kerja biasa untuk menyatakan kebutuhan atau keperluan akan sesuatu yang spesifik (transfer).
Do you need a receipt for your purchase?
Apakah Anda memerlukan tanda terima untuk pembelian Anda?
EN: In many Western public transport systems, a 'transfer' might require a specific ticket or validation. Asking this helps clarify if the journey is seamless or requires changing platforms/lines.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak sistem transportasi umum Barat, "transfer" (pindah) mungkin memerlukan tiket khusus atau prosedur pemeriksaan tiket. Menanyakan hal ini membantu memastikan apakah perjalanan tersebut langsung atau perlu pindah peron atau jalur.
EN: Relative Clause with 'that': A relative clause provides more information about a noun (the antecedent). Here, 'that goes straight to the airport terminal' describes the 'direct line'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif menggunakan 'that': Klausa relatif digunakan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang kata benda (anteseden). Dalam kalimat ini, 'that goes straight to the airport terminal' menjelaskan 'direct line' (jalur langsung) sebelumnya.
I bought a book that explains how to cook Italian food.
Saya membeli buku yang menjelaskan cara memasak makanan Italia.
EN: Existential 'There is/are': This structure is used to state the existence of something. 'There's' is the contraction of 'There is', used with singular nouns.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat eksistensial 'There is/are': Struktur ini digunakan untuk menyatakan keberadaan sesuatu. 'There's' adalah singkatan dari 'There is', digunakan untuk kata benda tunggal.
There's a coffee shop around the corner.
Ada kedai kopi di tikungan.
EN: In many major international airports, 'terminal' refers to the specific building where passengers board and disembark. Large airports like Heathrow or JFK have multiple terminals, so knowing if a train goes to a specific one is crucial.
Bahasa Indonesia: Di banyak bandara internasional besar, 'terminal' adalah bangunan khusus tempat penumpang naik dan turun pesawat. Bandara besar seperti Heathrow atau JFK memiliki beberapa terminal, jadi sangat penting untuk mengetahui apakah kereta tersebut menuju ke terminal tertentu.
EN: The modal verb 'should' is used to ask for advice or recommendations. In questions, the word order is: Question Word + should + subject + base verb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal 'should' digunakan untuk meminta saran atau rekomendasi. Dalam kalimat tanya, urutannya adalah: kata tanya + should + subjek + kata kerja dasar.
What should I wear to the party?
Apa yang harus saya pakai ke pesta?
EN: The phrase 'What time' is a compound interrogative used to ask for a specific point in time, often more precise than 'When'.
Bahasa Indonesia: Frasa 'What time' adalah kata tanya majemuk yang digunakan untuk menanyakan titik waktu tertentu, biasanya meminta waktu yang lebih presisi daripada 'When'.
What time does the movie start?
Jam berapa filmnya mulai?
EN: In many Western countries, arriving 30 minutes early for a train is a standard recommendation to account for security checks or finding the correct platform, especially at large international hubs.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, disarankan untuk tiba di stasiun kereta api 30 menit lebih awal sebagai praktik standar untuk memberikan waktu pemeriksaan keamanan atau mencari peron yang tepat, terutama di pusat transportasi internasional yang besar.
EN: The verb 'recommend' is followed by a gerund (verb-ing) when expressing a suggestion. It can also be followed by a 'that' clause, but using a gerund is more concise in spoken English.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'recommend' (menyarankan) diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menyatakan saran. Meskipun bisa juga diikuti oleh klausa 'that', dalam percakapan lisan, langsung menggunakan gerund lebih ringkas.
I recommend taking a taxi if you are in a hurry.
Jika Anda sedang terburu-buru, saya sarankan naik taksi.
EN: The word 'before' acts as a conjunction here, connecting the main clause with a subordinate clause ('your train departs') to indicate the timing of an action.
Bahasa Indonesia: 'before' di sini berfungsi sebagai kata hubung, menghubungkan klausa utama dengan klausa bawahan (your train departs), digunakan untuk menunjukkan titik waktu terjadinya suatu tindakan.
Please wash your hands before you eat dinner.
Silakan cuci tangan sebelum makan malam.
EN: In many Western countries, arriving 30 minutes early for a train is considered a safe margin, especially if you need to find the correct platform or handle luggage. For international travel or major hubs, even more time might be suggested.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, tiba di stasiun kereta api 30 menit lebih awal dianggap sebagai langkah aman, terutama jika Anda perlu mencari peron yang tepat atau mengurus bagasi. Untuk perjalanan internasional atau stasiun transit besar, disarankan untuk tiba lebih awal lagi.
EN: The modal verb 'Can' is used at the beginning of a sentence to form a question asking for permission or inquiring about possibility.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu 'Can' yang diletakkan di awal kalimat dapat digunakan untuk meminta izin atau menanyakan kemungkinan, membentuk struktur kalimat tanya.
Can I park my car here?
Bolehkah saya memarkir mobil di sini?
EN: The infinitive phrase 'to pay the fare' acts as an adverbial of purpose, explaining 'why' or 'for what' the credit card is being used.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif 'to pay the fare' di sini berfungsi sebagai adverbia tujuan, menjelaskan bahwa tujuan menggunakan kartu kredit adalah untuk 'membayar ongkos'.
I use my phone to check the schedule.
Saya menggunakan ponsel untuk memeriksa jadwal.
EN: In many Western countries, 'fare' specifically refers to the price paid for travel on public transportation (bus, train, taxi), whereas 'fee' is used for professional services or entrance costs.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, 'fare' secara khusus merujuk pada biaya transportasi umum (bus, kereta api, taksi); sedangkan 'fee' lebih sering digunakan untuk biaya layanan profesional atau biaya masuk.
EN: The sentence uses a compound predicate where two verbs ('accept' and 'have') share the same subject ('most stations'). The conjunction 'and' connects these two independent actions performed by the subject.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan predikat majemuk, di mana dua kata kerja (accept dan have) berbagi subjek yang sama (most stations). Kata penghubung 'and' menghubungkan dua tindakan independen yang dilakukan oleh subjek tersebut.
The hotel provides free breakfast and offers a shuttle service.
Hotel ini menyediakan sarapan gratis dan layanan antar-jemput.
EN: The quantifier 'most' is used to talk about the majority of a group. When followed by a plural noun like 'stations', the verb must also be in the plural form (accept/have).
Bahasa Indonesia: Determiner 'most' digunakan untuk menggambarkan mayoritas dalam suatu kelompok. Ketika diikuti oleh kata benda jamak (seperti stations), kata kerja juga harus menggunakan bentuk jamak (seperti accept/have).
Most students prefer studying in the library.
Sebagian besar siswa lebih suka belajar di perpustakaan.
EN: In many developed countries, 'cards' usually refers to contactless credit/debit cards or local transit smart cards (like Oyster or EasyCard). While machines are common, some smaller or rural stations might still be cash-only, though this is becoming rare in major transit hubs.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara maju, 'cards' biasanya merujuk pada kartu kredit/debit nirkontak atau kartu transportasi lokal. Meskipun mesin tiket otomatis sudah umum, di beberapa stasiun kecil atau terpencil mungkin masih hanya menerima tunai, namun hal ini sudah jarang terjadi di pusat transportasi utama.
EN: The phrase 'What if...?' is used to ask about the consequences of a possible future situation or to express a concern about a potential problem.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat 'What if...?' digunakan untuk menanyakan konsekuensi dari suatu situasi yang mungkin terjadi, atau mengungkapkan kekhawatiran tentang masalah potensial, yang berarti 'Bagaimana jika...?'
What if it rains during our outdoor wedding?
Bagaimana jika hujan saat kita mengadakan pernikahan di luar ruangan?
EN: In time clauses introduced by 'when', we use the present simple tense ('arrive') to refer to a future action.
Bahasa Indonesia: Dalam klausa adverbia waktu yang diawali dengan 'when', kita menggunakan simple present tense (seperti arrive) untuk menyatakan tindakan yang akan terjadi di masa depan.
Please call me when you get to the hotel.
Tolong hubungi saya saat Anda sampai di hotel.
EN: In many Western transport systems, ticket machines are the primary way to buy tickets. However, if they fail, it is standard practice to look for a 'Ticket Office' or 'Information Desk'. In some cities, if machines are broken and there is no staff, you might be allowed to board and pay later, but it's always safer to ask a staff member first.
Bahasa Indonesia: Di banyak sistem transportasi Barat, mesin tiket otomatis adalah cara utama untuk membeli tiket. Namun, jika mesin rusak, prosedur standarnya adalah mencari 'Loket Tiket' (Ticket Office) atau 'Meja Informasi' (Information Desk). Di beberapa kota, jika mesin rusak dan tidak ada staf, terkadang diperbolehkan naik dulu baru bayar kemudian, tetapi bertanya kepada staf terlebih dahulu selalu lebih aman.
EN: The relative adverb 'where' is used to introduce a relative clause that provides more information about a place (the ticket office).
Bahasa Indonesia: Kata keterangan relatif 'where' digunakan untuk mengawali klausa relatif, untuk memodifikasi kata benda tempat sebelumnya (loket tiket), dan berfungsi sebagai keterangan tempat dalam klausa tersebut.
This is the cafe where we first met.
Inilah kafe tempat kita pertama kali bertemu.
EN: The 'There is/are' structure is used to state the existence of something. 'Always' is a frequency adverb placed after the verb 'is'.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat 'There is/are' digunakan untuk menyatakan keberadaan sesuatu. Kata keterangan frekuensi 'always' diletakkan setelah kata kerja penghubung 'is'.
There is always a solution to every problem.
Selalu ada solusi untuk setiap masalah.
EN: In many Western countries, while automated machines are common, major transit hubs maintain staffed ticket offices to assist travelers with complex routes, refunds, or technical issues, emphasizing customer service accessibility.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, meskipun mesin tiket otomatis sudah umum, pusat transportasi utama masih memiliki loket tiket (ticket office) di mana staf membantu pelancong dengan rute yang rumit, pengembalian uang, atau masalah teknis, yang mencerminkan pentingnya kenyamanan layanan pelanggan.
EN: The Present Perfect Tense (have/has + past participle) is used here to describe a state that started in the past and continues to the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (have/has + past participle) digunakan di sini untuk menggambarkan keadaan yang dimulai di masa lalu dan berlanjut hingga sekarang.
You have been very kind to us during our stay.
Anda selalu baik kepada kami selama kami tinggal.
EN: The preposition 'for' is used after 'thanks' to indicate the reason or the thing for which you are expressing gratitude.
Bahasa Indonesia: Kata depan 'for' mengikuti 'thanks', digunakan untuk menunjukkan alasan atau hal yang disyukuri.
Thanks for your help with the project.
Terima kasih atas bantuan Anda dalam proyek ini.
EN: In English-speaking cultures, it is common to follow a 'thank you' with a specific compliment (like 'You've been helpful') to show genuine appreciation rather than just a polite formality.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, sangat umum untuk menambahkan pujian spesifik (seperti "Anda sangat membantu") setelah mengucapkan "terima kasih", ini menunjukkan rasa terima kasih yang tulus dan bukan sekadar basa-basi.
EN: Present Perfect Tense (Have + Past Participle): Used here to ask about a completed action in the past that has relevance to the present moment, without specifying a particular time.
Bahasa Indonesia: Present Perfect (Have + Past Participle): Digunakan di sini untuk menanyakan tindakan yang telah selesai di masa lalu tetapi relevan dengan masa kini, tanpa menentukan waktu spesifik.
Have you finished your homework yet?
Apakah Anda sudah menyelesaikan PR?
EN: Prepositional Phrase for Purpose: 'For emergencies' uses the preposition 'for' to indicate the purpose or intended use of the apps.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi yang menunjukkan tujuan: 'For emergencies' menggunakan preposisi 'for' untuk menunjukkan tujuan atau situasi penggunaan aplikasi ini (keadaan darurat).
I keep some cash in my bag for emergencies.
Saya menaruh sejumlah uang tunai di tas untuk keadaan darurat.
EN: In many Western countries, having a ride-sharing app (like Uber or Lyft) is considered a standard safety measure when traveling, especially to or from airports, as it provides tracked transportation and transparent pricing.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, mengunduh aplikasi berbagi tumpangan (seperti Uber atau Lyft) dianggap sebagai tindakan keselamatan standar saat bepergian, terutama saat ke dan dari bandara, karena menyediakan perjalanan yang dapat dilacak dan harga yang transparan.
EN: The Present Simple tense is used here to express a current state or possession. The verb 'have' indicates that the subject currently owns or possesses something.
Bahasa Indonesia: Present simple digunakan di sini untuk menyatakan keadaan atau kepemilikan saat ini. Kata kerja 'have' menunjukkan bahwa subjek memiliki sesuatu saat ini.
She has a laptop in her bag.
Ada sebuah laptop di dalam tasnya.
EN: The adverb 'already' is used to emphasize that something has happened or exists sooner than expected, or simply to confirm a current state. It often appears at the end of a sentence or between the subject and verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'already' (sudah) digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu terjadi atau ada lebih awal dari yang diharapkan, atau sekadar mengonfirmasi situasi saat ini. Biasanya muncul di akhir kalimat atau di antara subjek dan kata kerja.
I finished my homework already.
Saya sudah menyelesaikan PR.
EN: In many Western cities, 'ride-sharing' apps like Uber or Lyft are essential for airport travel when public transport is unavailable or inconvenient. It's common to have multiple apps to compare prices.
Bahasa Indonesia: Di banyak kota Barat, ketika transportasi umum tidak nyaman, aplikasi 'berbagi tumpangan' seperti Uber atau Lyft sangat penting untuk perjalanan ke dan dari bandara. Orang biasanya menginstal beberapa aplikasi untuk membandingkan harga.
EN: Imperative Mood: The sentence starts with 'Just remember', which is an imperative form used to give advice or instructions. The subject 'you' is implied.
Bahasa Indonesia: Kalimat Perintah: Kalimat dimulai dengan 'Just remember', yang merupakan nada imperatif yang digunakan untuk memberikan saran atau instruksi. Subjek 'you' dihilangkan.
Remember to lock the door before you leave.
Ingatlah untuk mengunci pintu sebelum pergi.
EN: Time Conjunction 'Before': Used to connect two clauses where the action in the main clause happens prior to the action in the subordinate clause. Note that the present simple 'confirm' is used for future reference.
Bahasa Indonesia: Konjungsi Waktu 'Before': Digunakan untuk menghubungkan dua klausa, menunjukkan bahwa tindakan di klausa utama terjadi sebelum klausa bawahan. Perhatikan penggunaan present simple 'confirm' untuk menunjukkan tindakan di masa depan.
Wash your hands before you eat.
Cucilah tangan sebelum makan.
EN: In many Western countries, ride-sharing apps like Uber or Lyft use 'dynamic pricing' (surge pricing), so the fare can change depending on demand. It is common advice to double-check the price before clicking 'confirm' to avoid unexpected high costs.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, aplikasi berbagi tumpangan seperti Uber atau Lyft menggunakan 'dynamic pricing' (tarif lonjakan), sehingga tarif berubah berdasarkan permintaan. Memeriksa harga kembali sebelum mengeklik 'konfirmasi' adalah saran umum untuk menghindari biaya tinggi yang tidak terduga.
—