EN: The verb 'look' is a linking verb (copula) used to describe appearance. It is followed directly by an adjective (e.g., 'pale') rather than an adverb, to describe the state of the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "look" (terlihat) adalah kata kerja penghubung (linking verb) yang digunakan untuk mendeskripsikan penampilan. Setelahnya langsung diikuti kata sifat (seperti "pale", pucat) bukan kata keterangan, untuk memodifikasi keadaan subjek.
You look tired after that long flight.
Kamu terlihat sangat lelah setelah penerbangan panjang itu.
EN: The question 'Are you OK?' is a common yes/no question using the verb 'to be' (are) inverted with the subject (you) to check on someone's well-being.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan "Are you OK?" (Apakah kamu baik-baik saja?) adalah pertanyaan ya/tidak yang umum menggunakan kata kerja be (are) yang dibalik posisinya dengan subjek (you), untuk menanyakan kondisi fisik atau mental seseorang.
Are you ready for the exam?
Apakah kamu sudah siap untuk ujian?
EN: In English-speaking cultures, asking 'Are you OK?' or 'Are you feeling alright?' is a standard, polite way to show concern when you notice someone looks sick or distressed. It is not considered intrusive, but rather a warm sign of friendship.
EN: The verb 'have' is commonly used in English to express experiencing physical symptoms or illnesses (e.g., 'have a fever', 'have a headache'). In this structure, we usually use the indefinite article 'a' before singular countable health conditions.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "have" (mempunyai/menderita) sering digunakan dalam bahasa Inggris untuk menyatakan gejala fisik atau penyakit (misalnya: demam, sakit kepala). Dalam struktur ini, kondisi kesehatan tunggal yang dapat dihitung biasanya didahului oleh artikel tak tentu "a".
I have a sore throat and a runny nose.
Saya sakit tenggorokan dan pilek.
EN: The coordinating conjunction 'and' is used to connect words, phrases, or clauses of equal grammatical rank. Here, it connects two noun phrases representing symptoms: 'a fever' and 'a headache'.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "and" (dan/atau) digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, atau klausa yang setara secara gramatikal. Di sini, ia menghubungkan dua frasa nomina yang menyatakan gejala: "a fever" (demam) dan "a headache" (sakit kepala).
She has a cold and a cough.
Dia pilek dan batuk.
EN: The auxiliary verb 'do' is used to form questions in the simple present tense for non-third-person singular subjects (I, you, we, they). The structure is 'Do + subject + base verb...?'
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "do" digunakan untuk membentuk kalimat tanya dalam simple present tense untuk subjek bukan orang ketiga tunggal (I, you, we, they). Struktur kalimatnya adalah "Do + subjek + kata kerja bentuk dasar...?"
Do you have a headache too?
Apakah kamu juga sakit kepala?
EN: The adverb 'too' is used to mean 'also' or 'in addition'. It is typically placed at the very end of a sentence, preceded by a comma in formal writing, though the comma is often omitted in casual speech.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "too" berarti "juga" atau "selain itu". Biasanya ditempatkan di akhir kalimat, dan dalam tulisan formal sering didahului koma, tetapi dalam percakapan atau tulisan informal koma tersebut sering dihilangkan.
Does he want some warm soup too?
Apakah dia juga ingin minum sup hangat?
EN: In English-speaking cultures, expressing sympathy ('Oh no!') before asking about someone's illness is a common way to show care and empathy. It helps soften the question and makes the interaction feel more supportive.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to introduce a clause showing the result or consequence of something mentioned previously.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "so" (jadi) digunakan untuk memperkenalkan klausa yang menunjukkan hasil atau akibat, yang mengikuti alasan yang disebutkan sebelumnya.
I was very tired, so I went to bed early.
Saya sangat lelah, jadi saya pergi tidur lebih awal.
EN: The modal verb 'can't' (cannot) expresses inability. In this context, it indicates that the speaker is unable to eat much due to physical discomfort.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "can't" (tidak bisa) menyatakan ketidakmampuan. Dalam konteks ini, ini menunjukkan bahwa pembicara tidak bisa makan terlalu banyak karena merasa tidak enak badan.
He can't play the piano because his hand hurts.
Dia tidak bisa bermain piano karena tangannya terluka.
EN: The modal verb 'should' is used to give advice or recommendations. It is followed by the base form of the verb (bare infinitive) without 'to'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal 'should' (seharusnya) digunakan untuk memberi saran atau rekomendasi. Setelahnya diikuti kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to).
You should drink more water.
Kamu sebaiknya minum lebih banyak air.
EN: The idiom 'see a doctor' is the standard English expression for visiting a medical professional for a checkup or treatment, rather than 'look at a doctor'.
Bahasa Indonesia: Ungkapan 'see a doctor' adalah ekspresi bahasa Inggris standar untuk mengunjungi dokter, yang berarti mencari diagnosis atau perawatan medis, bukan secara harfiah 'look at a doctor' (melihat dokter).
If your headache gets worse, you must see a doctor.
Jika sakit kepalamu semakin parah, kamu harus pergi ke dokter.
EN: In English-speaking countries, 'seeing a doctor' usually refers to visiting a general practitioner (GP) or family doctor first, rather than going straight to a large hospital, which is common in some Asian countries.
EN: The imperative verb 'let' is followed by an object (me) and a bare infinitive (check, without 'to'). This structure 'let + object + base verb' is used to offer to do something or to ask for permission.
Bahasa Indonesia: Kata kerja imperatif "let" (biarkan) diikuti oleh objek (me) dan kata kerja bentuk dasar (check, tanpa to). Struktur "let + objek + kata kerja bentuk dasar" ini digunakan untuk menawarkan diri melakukan sesuatu atau meminta izin.
Let me help you with those heavy bags.
Biarkan saya membantu Anda membawa tas-tas yang berat itu.
EN: Apposition is used here where 'Dr. Leo' identifies or explains 'I'. In English, titles like 'Dr.' (Doctor) are placed directly before the person's surname or full name.
Bahasa Indonesia: Di sini digunakan struktur aposisi, di mana "Dr. Leo" mengidentifikasi atau menjelaskan "I" (saya). Dalam bahasa Inggris, gelar seperti "Dr." (dokter) ditempatkan langsung sebelum nama belakang atau nama lengkap.
This is Dr. Smith, our new family doctor.
Ini Dokter Smith, dokter keluarga baru kami.
EN: In English-speaking medical contexts, doctors often introduce themselves using 'Dr.' followed by their last name (or sometimes first name in friendly/pediatric settings) to establish professional rapport while remaining approachable. Using 'Let me...' is a polite and standard way for doctors to transition into physical examinations.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to connect two independent clauses, where the second clause represents the result or consequence of the first clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "so" (jadi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, di mana klausa kedua menyatakan hasil atau akibat dari klausa pertama.
It was raining, so we stayed indoors.
Hujan turun, jadi kami tinggal di dalam ruangan.
EN: The modal verb 'must' is used to express strong obligation or necessity. It is followed by the base form of the verb (infinitive without 'to').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "must" (harus) digunakan untuk menyatakan kewajiban atau keharusan yang kuat. Setelahnya diikuti kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to).
You must wear a seatbelt in the car.
Kamu harus memakai sabuk pengaman di dalam mobil.
EN: In Western medical culture, doctors often advise patients with common colds to rest at home and drink fluids rather than prescribing strong antibiotics, as colds are viral infections that need to run their course.
EN: The verb pattern 'keep + V-ing' is used to express that an action continues or is repeated. The past tense form is 'kept + V-ing'.
Bahasa Indonesia: Pola kata kerja "keep + V-ing" (terus melakukan sesuatu) digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan berlanjut atau terjadi berulang kali. Bentuk lampaunya adalah "kept + V-ing".
He kept playing video games all night.
Dia terus bermain video game sepanjang malam.
EN: The word 'however' is a conjunctive adverb used to show contrast. When placed in the middle of a clause, it is typically set off by commas on both sides.
Bahasa Indonesia: "however" (namun) adalah kata keterangan konjungtif yang digunakan untuk menunjukkan kontras. Ketika ditempatkan di tengah klausa, biasanya diapit oleh koma.
She wanted to go to the party; her parents, however, did not allow it.
Dia ingin pergi ke pesta; namun, orang tuanya tidak mengizinkannya.
EN: Imperative sentences are used to give orders, advice, or instructions. They start with the base form of the verb (bare infinitive), and the subject 'you' is omitted because it is understood.
Bahasa Indonesia: Kalimat imperatif digunakan untuk memberi perintah, saran, atau instruksi. Kalimat ini diawali dengan kata kerja bentuk dasar dan menghilangkan subjek "you" (kamu/kalian) karena lawan bicara sudah jelas.
Take a deep breath and relax.
Tarik napas dalam-dalam, dan rileks.
EN: 'Because' is a subordinating conjunction used to introduce a clause that states the reason for something. It connects an independent clause with a dependent clause.
Bahasa Indonesia: "because" adalah konjungsi subordinatif yang digunakan untuk memperkenalkan klausa yang menyatakan alasan, menghubungkan klausa utama dengan klausa alasan.
She stayed home because it was raining heavily.
Dia tinggal di rumah karena hujan turun sangat deras.
EN: In English, the verb 'take' is specifically used for consuming medicine, pills, or liquid remedies, whereas 'eat' is only used for food. Saying 'eat medicine' is a common translation error for native Chinese speakers.
EN: The verb 'bring' is a ditransitive verb, which means it can take two objects: an indirect object (the person receiving the item, 'you') and a direct object (the item being given, 'some warm soup'). The typical pattern is 'bring + indirect object + direct object'. Alternatively, it can be phrased as 'bring + direct object + to + indirect object' (e.g., 'bring some warm soup to you').
Bahasa Indonesia: Kata kerja "bring" (membawa) adalah kata kerja dwitransitif (ditransitive verb), yang berarti kata kerja ini dapat menerima dua objek: objek tidak langsung (orang yang menerima benda, di sini 'you') dan objek langsung (benda yang diberikan, di sini 'some warm soup'). Struktur kalimat yang umum adalah "bring + objek tidak langsung + objek langsung". Cara penulisan lainnya adalah "bring + objek langsung + to + objek tidak langsung" (contoh: bring some warm soup to you).
She brought her mother some beautiful flowers.
Dia membawakan ibunya beberapa bunga yang indah.
EN: The word 'some' is a determiner used before plural countable nouns or uncountable nouns to refer to an indefinite quantity. In this sentence, 'soup' is an uncountable noun, so 'some' indicates an unspecified amount of soup.
Bahasa Indonesia: Kata "some" (beberapa) adalah determiner yang digunakan sebelum kata benda jamak yang dapat dihitung atau kata benda yang tidak dapat dihitung, untuk menunjukkan jumlah yang tidak pasti. Dalam kalimat ini, "soup" (sup) adalah kata benda yang tidak dapat dihitung, sehingga "some" menunjukkan sejumlah sup yang tidak disebutkan secara spesifik.
Would you like some warm water?
Apakah kamu ingin minum air hangat?
EN: In many English-speaking cultures, bringing warm soup (especially chicken soup) to someone who is sick is a very common way to show care and support. It is often referred to as a comforting home remedy.
EN: The pronoun 'all' is used here as a post-determiner or pronoun in apposition to 'you' ('you all') to emphasize that the speaker is addressing more than one person. In English, 'you' can be singular or plural, so adding 'all' clarifies that the entire group is being thanked.
Bahasa Indonesia: Kata ganti "all" di sini digunakan sebagai post-determiner atau kata ganti yang berdiri sebagai aposisi terhadap "you" (yaitu "you all"), untuk menekankan bahwa pembicara sedang berbicara kepada lebih dari satu orang. Dalam bahasa Inggris, "you" dapat merujuk pada satu orang atau jamak, jadi menambahkan "all" memperjelas bahwa ucapan terima kasih ditujukan kepada seluruh kelompok.
You are all invited to my birthday party.
Kalian semua diundang ke pesta ulang tahun saya.
EN: The word 'so' is used as an intensifier before adjectives (like 'kind') to mean 'very' or 'to such a high degree'. It adds emotional emphasis to the statement.
Bahasa Indonesia: Kata "so" digunakan sebagai penguat (intensifier) sebelum kata sifat (seperti "kind") yang berarti "sangat" atau "sampai tingkat yang begitu tinggi". Ini menambahkan penekanan emosional pada kalimat.
She is so friendly to everyone.
Dia sangat ramah kepada semua orang.
EN: In English-speaking cultures, expressing gratitude warmly and acknowledging the kindness of others ('You are so kind') is a common social convention when receiving help, gifts, or well-wishes. It strengthens social bonds and shows genuine appreciation.
EN: Imperative sentences are used to give advice, instructions, or commands. They start with the base form of the verb (bare infinitive) and the subject 'you' is omitted because it is understood.
Bahasa Indonesia: Kalimat imperatif digunakan untuk memberi saran, instruksi, atau perintah. Kalimat ini diawali dengan kata kerja bentuk dasar dan menghilangkan subjek "you" (kamu/kalian) karena lawan bicara sudah jelas.
Eat healthy food and exercise every day.
Makanlah makanan sehat dan berolahragalah setiap hari.
EN: The linking verb 'feel' is followed by an adjective (or comparative adjective like 'better') to describe the subject's physical or emotional state.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung "feel" (merasa) diikuti oleh kata sifat (atau kata sifat komparatif seperti "better") untuk mendeskripsikan keadaan fisik atau mental subjek.
She will feel happy when she hears the news.
Dia akan merasa senang ketika mendengar kabar itu.
EN: In English-speaking cultures, offering simple, practical advice like 'drink water and sleep well' is a common and warm way to show empathy and care when someone is sick, equivalent to the common Chinese expression '多喝熱水' (drink more hot water), though Westerners typically do not specify the temperature of the water.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (copula) that is followed by an adjective (terrible) rather than an adverb to describe the subject's state or physical condition.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" (merasa) adalah kata kerja penghubung (linking verb) yang harus diikuti oleh kata sifat (seperti terrible) bukan kata keterangan, untuk mendeskripsikan keadaan atau kondisi fisik subjek.
She felt happy after hearing the good news.
Setelah mendengar kabar baik, dia merasa sangat senang.
EN: The simple past tense is used to describe completed actions or states in the past, often accompanied by a past time adverbial like 'yesterday'. 'Felt' is the irregular past tense form of 'feel'.
Bahasa Indonesia: Simple past tense digunakan untuk mendeskripsikan tindakan atau keadaan yang telah selesai di masa lalu, biasanya disertai dengan kata keterangan waktu lampau (seperti "yesterday"). "Felt" adalah bentuk lampau tidak beraturan dari kata kerja "feel".
Yesterday they played soccer in the park.
Kemarin mereka bermain sepak bola di taman.
EN: The simple past tense of the verb 'have' is 'had'. It is used to describe states, illnesses, or possessions in the past. When describing symptoms or illnesses, we often use 'have/had + a + [symptom]'.
Bahasa Indonesia: Bentuk lampau sederhana dari kata kerja "have" (mempunyai/menderita) adalah "had". Ini digunakan untuk mendeskripsikan keadaan, penyakit, atau kepemilikan di masa lalu. Saat mendeskripsikan gejala atau penyakit, kita sering menggunakan struktur "have/had + a + [gejala]".
She had a cold yesterday, so she stayed home.
Dia masuk angin kemarin, jadi dia diam di rumah. (Dia sakit kemarin, jadi dia tinggal di rumah.)
EN: The coordinating conjunction 'and' is used to connect words, phrases, or clauses of equal grammatical rank. Here, it connects two noun phrases acting as direct objects: 'a high fever' and 'a bad headache'.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "and" (dan) digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, atau klausa yang memiliki kedudukan gramatikal yang sama. Dalam kalimat ini, kata tersebut menghubungkan dua frasa nomina sebagai objek langsung: "a high fever" (demam tinggi) dan "a bad headache" (sakit kepala yang parah).
I bought a blue pen and a red notebook.
Saya membeli sebuah pulpen biru dan sebuah buku catatan merah.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to connect two independent clauses, where the second clause represents the result or consequence of the first clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "so" (jadi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, di mana klausa kedua menunjukkan hasil atau akibat yang ditimbulkan oleh klausa pertama.
It was raining, so we stayed indoors.
Saat itu sedang hujan, jadi kami tinggal di dalam ruangan.
EN: The modal verb 'could' is the past tense of 'can'. It is used here to express a lack of ability or possibility in the past, followed by the base form of the verb 'eat'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "could" adalah bentuk lampau dari "can". Di sini digunakan untuk menyatakan kurangnya kemampuan atau kemungkinan di masa lalu, diikuti oleh bentuk dasar kata kerja "eat".
He was so tired that he could not finish his homework.
Dia terlalu lelah sehingga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
EN: The verb 'bring' is irregular. Its past tense form is 'brought'. It is used in the pattern 'bring someone to a place' to mean escorting or carrying someone to a destination.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "bring" (membawa/mengantar) adalah kata kerja tidak beraturan. Bentuk lampaunya adalah "brought". Struktur kalimat yang umum adalah "bring someone to a place" (mengantar seseorang ke suatu tempat), yang berarti menemani atau mengantar seseorang ke tujuan.
He brought his sister to the park yesterday.
Kemarin dia mengantar adik perempuannya ke taman.
EN: The preposition 'to' is used to indicate direction or destination, showing the movement towards a specific place (in this case, 'the hospital').
Bahasa Indonesia: Preposisi "to" di sini digunakan untuk menunjukkan arah atau tujuan, menunjukkan pergerakan menuju lokasi tertentu (dalam kalimat ini, "rumah sakit").
We walked to the school together.
Kami berjalan kaki bersama ke sekolah.
EN: In English-speaking countries, going to the 'hospital' usually implies a more serious condition or emergency, as people typically visit a local clinic or general practitioner (GP) for minor illnesses. However, in this context, it is used to show that Hana's mother took her to get professional medical help.
EN: Noun clauses (that-clauses) function as the object of a verb. The conjunction 'that' is often omitted in informal speech or writing when it acts as the object, as seen in 'The doctor said (that) it was just a cold'.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina (klausa that) berfungsi sebagai objek kata kerja. Ketika klausa nomina menjadi objek, konjungsi "that" sering dihilangkan dalam percakapan atau tulisan informal, seperti dalam kalimat "The doctor said (that) it was just a cold".
She said she would call me later.
Dia berkata dia akan menelepon saya nanti.
EN: The transition word 'however' is used to show contrast. When connecting two independent clauses, it is typically preceded by a semicolon or period, or used with a coordinating conjunction, and followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Kata transisi "however" (namun) digunakan untuk menunjukkan kontras. Ketika menghubungkan dua klausa independen, biasanya didahului oleh titik koma atau titik, atau digunakan bersama konjungsi koordinatif, dan setelahnya harus diberi koma.
He wanted to go to the party; however, he was too tired.
Dia ingin pergi ke pesta; namun, dia terlalu lelah.
EN: The verb 'give' is a ditransitive verb, which means it takes two objects: an indirect object (the recipient, 'me') and a direct object (the thing given, 'some medicine'). The typical pattern is 'give + indirect object + direct object'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "give" (memberi) adalah kata kerja dwitransitif, yang berarti membutuhkan dua objek: objek tidak langsung (penerima, seperti "me") dan objek langsung (benda yang diberikan, seperti "some medicine"). Pola umumnya adalah "give + objek tidak langsung + objek langsung".
She gave him a book for his birthday.
Dia memberinya sebuah buku sebagai hadiah ulang tahun.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a subordinate clause that states the reason for the action in the main clause. In this sentence, 'because my fever was high' explains why he gave her medicine.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif "because" (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa subordinatif yang menyatakan alasan dari tindakan dalam klausa utama. Dalam kalimat ini, "because my fever was high" menjelaskan mengapa dia memberinya obat.
We stayed indoors because it was raining heavily.
Karena hujan turun sangat deras, kami tinggal di dalam ruangan.
EN: This sentence uses the double-object verb (ditransitive verb) 'send'. It follows the pattern: Subject + Verb + Indirect Object (person) + Direct Object (thing). When 'send' is used this way, it means to transmit something to someone.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan kata kerja objek ganda (kata kerja dwitransitif) "send". Pola strukturnya adalah: subjek + kata kerja + objek tidak langsung (orang) + objek langsung (benda). Ketika "send" digunakan dengan cara ini, ini berarti mengirimkan sesuatu kepada seseorang.
She sent me a beautiful postcard.
Dia mengirimiku sebuah kartu pos yang indah.
EN: The past simple tense of the irregular verb 'send' is 'sent'. It is used to describe an action that was completed in the past.
Bahasa Indonesia: Bentuk lampau sederhana dari kata kerja tidak beraturan "send" adalah "sent". Ini digunakan untuk mendeskripsikan tindakan yang telah selesai di masa lalu.
They sent the package yesterday.
Mereka mengirim paket itu kemarin.
EN: The Simple Past Tense is used to describe completed actions in the past. Regular verbs add '-ed' (e.g., 'stay' becomes 'stayed'), while irregular verbs change their form completely (e.g., 'drink' becomes 'drank').
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense digunakan untuk mendeskripsikan tindakan yang telah selesai di masa lalu. Kata kerja beraturan diberi akhiran "-ed" (misalnya "stay" menjadi "stayed"), sedangkan kata kerja tidak beraturan mengubah bentuk ejaannya (misalnya "drink" menjadi "drank").
She stayed at home and read a book yesterday.
Dia tinggal di rumah dan membaca buku kemarin.
EN: The coordinating conjunction 'and' is used to connect two words, phrases, or independent clauses of equal grammatical rank. In this sentence, it connects two past tense verb phrases: 'stayed in bed all day' and 'drank a lot of water'.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "and" (dan) digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa independen yang setara secara gramatikal. Dalam kalimat ini, ia menghubungkan dua frasa kata kerja bentuk lampau: "stayed in bed all day" dan "drank a lot of water".
He opened the door and walked inside.
Dia membuka pintu dan masuk ke dalam.
EN: In English-speaking countries, 'staying in bed' and 'drinking a lot of water (or fluids)' is the standard, universally recommended self-care advice for recovering from a common cold or flu, often emphasized by doctors before prescribing heavy medication.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (copula) used to describe the subject's physical or emotional state. It is followed by an adjective (e.g., 'better') rather than an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" (merasa) adalah kata kerja penghubung (kopula) yang digunakan untuk mendeskripsikan keadaan fisik atau emosional subjek. Setelahnya diikuti kata sifat (misalnya "better") bukan kata keterangan.
She feels happy today.
Dia merasa sangat bahagia hari ini.
EN: The word 'much' is used as an adverb of degree to modify the comparative adjective 'better', emphasizing a significant difference.
Bahasa Indonesia: Kata "much" di sini digunakan sebagai kata keterangan derajat untuk memodifikasi kata sifat komparatif "better" (lebih baik), untuk menekankan perbedaan yang signifikan dalam tingkat.
I feel much stronger after resting.
Setelah beristirahat, saya merasa jauh lebih kuat.
EN: The verb 'to be' (is) acts as a linking verb (copula) to connect the subject 'Health' with the subject complement 'important', which describes the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (Linking Verb) "is" digunakan untuk menghubungkan subjek "Health" (Kesehatan) dengan pelengkap subjek "important" (penting), untuk menjelaskan atau menggambarkan keadaan subjek.
Education is very powerful.
Pendidikan sangatlah kuat.
EN: The word 'really' is an adverb of degree used to modify the adjective 'important', emphasizing the strength of the statement.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "really" (benar-benar) di sini berfungsi sebagai kata keterangan tingkat (degree) yang digunakan untuk memodifikasi kata sifat "important" (penting), untuk memperkuat nada dan sikap pembicara.
This book is really interesting.
Buku ini benar-benar menarik.
EN: The modal verb 'should' is used to give advice or recommendations. In the negative form, 'should not' (or the contraction 'shouldn't') is used to advise against doing something.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "should" (seharusnya) digunakan untuk memberikan saran atau rekomendasi. Dalam bentuk negatif, "should not" (tidak seharusnya, sering disingkat menjadi shouldn't) digunakan untuk menasihati seseorang agar tidak melakukan sesuatu, diikuti oleh bentuk dasar kata kerja.
You should not eat too much ice cream.
Kamu seharusnya tidak makan terlalu banyak es krim.
EN: The adverb 'so' is used as an intensifier before other adverbs (like 'late') or adjectives to mean 'to such a high degree' or 'extremely'.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "so" (begitu, sedemikian) dapat digunakan sebagai penguat (intensifier) sebelum kata keterangan lain (seperti late) atau kata sifat, yang berarti "sampai tingkat yang begitu tinggi" atau "sangat".
Why did you wake up so early?
Mengapa kamu bangun begitu pagi?
EN: In Western cultures, giving direct advice using 'should' or 'should not' is common among close friends and family members as a demonstration of care and concern, especially regarding health and well-being.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to connect two independent clauses, where the second clause is the result of the first. It indicates a cause-and-effect relationship.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "so" (jadi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, di mana klausa kedua adalah hasil dari klausa pertama, menunjukkan hubungan sebab-akibat.
It was raining, so we stayed indoors.
Hujan turun, jadi kami tinggal di dalam ruangan.
EN: The linking verb 'get' (past tense 'got') can be followed by an adjective (like 'tired') to describe a change in state or condition, meaning 'to become'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung "get" (bentuk lampau "got") dapat diikuti oleh kata sifat (seperti "tired"), untuk menggambarkan perubahan keadaan atau situasi, yang berarti "menjadi...".
She got angry when she heard the news.
Dia marah ketika mendengar berita itu.
EN: The modal verb 'should' is used to give advice or recommendations. It is followed by the base form of the verb (infinitive without 'to').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal 'should' (seharusnya) digunakan untuk memberi saran atau nasihat. Setelahnya harus diikuti kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to).
You should drink more water when you are sick.
Kamu harus minum banyak air ketika sakit.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a clause that gives the reason for something. It connects an independent clause with a dependent clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'because' (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa yang menyatakan alasan, menghubungkan klausa utama dengan klausa alasan.
She stayed at home because it was raining.
Dia tinggal di rumah karena hujan.
EN: The phrase 'You are right' is a common expression used to agree with someone's opinion or statement. 'Right' acts as a subject complement (adjective) describing the subject 'You' through the linking verb 'are'.
Bahasa Indonesia: Ungkapan "You are right" adalah ekspresi umum yang digunakan untuk menyetujui pendapat atau pernyataan seseorang. Di sini, "right" berfungsi sebagai pelengkap subjek berupa kata sifat, yang memodifikasi subjek "You" melalui kata kerja penghubung "are".
You are right about the schedule change.
Kamu benar tentang perubahan jadwal.
EN: The structure 'Subject + be verb + Adjective 1 and Adjective 2' is used to describe two qualities of a noun. In this sentence, 'wet' and 'cold' are coordinate adjectives joined by the conjunction 'and' to describe 'the weather'.
Bahasa Indonesia: Struktur "Subjek + kata kerja be + kata sifat 1 and kata sifat 2" digunakan untuk mendeskripsikan dua karakteristik dari sebuah nomina. Dalam kalimat ini, "wet" (basah) dan "cold" (dingin) adalah kata sifat yang dihubungkan oleh konjungsi koordinatif "and", yang mendeskripsikan "the weather" (cuaca).
The room is bright and clean.
Ruangan ini terang dan bersih.
EN: Imperative sentences (祈使句) are used to give orders, advice, or instructions. They start directly with the base form of the verb, omitting the subject 'you'.
Bahasa Indonesia: Kalimat imperatif digunakan untuk memberi perintah, saran, atau instruksi. Kalimat ini langsung diawali dengan kata kerja bentuk dasar, menghilangkan subjek "you" (kamu/kalian).
Eat healthy food and exercise every day.
Makanlah makanan sehat dan berolahragalah setiap hari.
EN: The conjunctive adverb 'however' (然而) is used to show contrast. When connecting two independent clauses, it is often placed between them, preceded by a semicolon or period, and followed by a comma. In informal writing or spoken English, it can also be preceded by a comma.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan konjungtif "however" (namun) digunakan untuk menunjukkan kontras. Ketika menghubungkan dua klausa independen, biasanya ditempatkan di antara keduanya, didahului oleh titik koma atau titik, dan diikuti koma. Dalam tulisan informal atau percakapan, bisa juga hanya didahului koma.
He wanted to go out, however, it started to rain.
Dia ingin keluar; namun, hujan mulai turun.
EN: In many Western cultures, drinking cold water or even water with ice is very common, even when one has a cold or fever. However, in traditional Chinese medicine and many Asian cultures, drinking warm water is highly recommended for recovery and general health, which is reflected in Dr. Leo's advice here.
EN: The modal verb 'will' is used to express a future decision, promise, or willingness made at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "will" digunakan untuk menyatakan keputusan, janji, atau kemauan di masa depan yang dibuat pada saat berbicara.
I will call you when I arrive.
Saya akan meneleponmu ketika saya tiba.
EN: The verb 'follow' in this context means to accept and act according to advice, instructions, or rules.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "follow" dalam konteks ini berarti menerima dan bertindak sesuai dengan saran, instruksi, atau aturan (mendengarkan, mengikuti).
You should follow the teacher's instructions.
Kamu harus mengikuti instruksi guru.
EN: In English-speaking cultures, it is common and polite to address medical professionals as 'Dr. [Last Name]' (or First Name if invited to do so) to show respect for their expertise. Additionally, 'advice' is an uncountable noun, so we say 'some advice' or 'a piece of advice', but never 'an advice' or 'advices'.
EN: The modal verb 'can' is used to express ability or possibility. It is followed by the base form of the main verb (in this case, 'bring'). It does not change form based on the subject (e.g., 'I can', 'he can', 'we can').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "can" digunakan untuk menyatakan kemampuan atau kemungkinan. Kata kerja ini harus diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (di sini "bring"). "Can" tidak berubah bentuknya tergantung pada orang atau jumlah subjek (contoh: "I can", "he can", "we can").
She can speak three languages fluently.
Dia dapat berbicara tiga bahasa dengan lancar.
EN: The preposition 'from' is used to indicate the source or origin of something. In this phrase, 'notes from class' means the notes that originate from or were taken during the class.
Bahasa Indonesia: Preposisi "from" digunakan untuk menunjukkan sumber atau asal sesuatu. Dalam frasa ini, "notes from class" berarti catatan yang berasal dari atau ditulis selama di kelas.
I received a beautiful postcard from Japan.
Saya menerima sebuah kartu pos indah dari Jepang.
EN: In Western school culture, it is very common and highly appreciated for classmates to help a sick friend by taking notes or bringing them homework. It reflects a strong sense of peer support and community.
EN: The simple future tense is formed using 'will' followed by the base form of the verb (here, 'visit'). It is used to express future intentions, promises, or predictions.
Bahasa Indonesia: Simple future tense dibentuk dengan kata kerja bantu "will" diikuti kata kerja bentuk dasar (di sini "visit"). Ini digunakan untuk menyatakan niat, janji, atau prediksi di masa depan.
We will help you with your homework tonight.
Kami akan membantumu mengerjakan pekerjaan rumah malam ini.
EN: The adverb 'again' is used to indicate repetition, meaning 'one more time' or 'once more'. It typically appears at the end of the clause or after the verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "again" digunakan untuk menunjukkan pengulangan, yang berarti "sekali lagi" atau "satu kali lagi". Biasanya muncul di akhir klausa atau setelah kata kerja.
Please read this book again.
Tolong baca buku ini sekali lagi.
EN: In English-speaking cultures, promising to visit a sick friend again is a common way to show ongoing support and care, reinforcing social bonds during times of illness.
EN: The superlative adjective 'the best' is used to compare three or more things or people, indicating the highest degree of quality. It is formed by placing 'the' before the irregular superlative form of 'good'.
Bahasa Indonesia: Kata sifat superlatif "the best" (yang terbaik) digunakan untuk membandingkan tiga orang atau benda atau lebih, untuk menunjukkan kualitas pada tingkat tertinggi. Ini dibentuk dengan menempatkan kata sandang tentu "the" di depan bentuk superlatif dari kata sifat tidak beraturan "good".
This is the best book I have ever read.
Ini adalah buku terbaik yang pernah saya baca.
EN: The word 'ever' is used after a superlative adjective (often followed by a noun) to emphasize that something is the most extreme example in someone's experience or history, meaning 'at any time' or 'of all time'.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "ever" sering digunakan setelah kata sifat superlatif (biasanya diikuti oleh kata benda), untuk menekankan bahwa sesuatu adalah contoh paling ekstrem dalam pengalaman atau sejarah seseorang, yang berarti "sepanjang masa" atau "selama ini".
That was the worst movie ever.
Itu benar-benar film terburuk sepanjang masa.
EN: In English-speaking cultures, expressing deep gratitude and affection to friends with superlative phrases like 'best... ever' is very common and natural. It reinforces social bonds and shows sincere appreciation for emotional support during difficult times, such as being sick.
EN: Imperative sentences are used to give orders, advice, or instructions. They begin with the base form of the verb (bare infinitive) and the subject 'you' is omitted because it is understood.
Bahasa Indonesia: Kalimat imperatif digunakan untuk memberi perintah, saran, atau instruksi. Kalimat ini diawali dengan kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to) dan menghilangkan subjek "you" (kamu/kalian) karena subjek sudah jelas.
Eat healthy food and exercise every day.
Makanlah makanan sehat dan berolahragalah setiap hari.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a clause that states the reason for an action or situation.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif "because" (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa yang menyatakan alasan dari suatu tindakan atau keadaan.
I went to bed early because I was tired.
Saya tidur lebih awal karena saya sangat lelah.
EN: The phrase 'health comes first' is a common English idiom used to emphasize that one's physical and mental well-being is more important than work, study, or other responsibilities. It reflects a cultural value that prioritizes self-care during illness.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: pucat, terlihat sakit
Dalam konteks: demam
Dalam konteks: sakit kepala
Dalam konteks: tenggorokan
Dalam konteks: obat
Dalam konteks: sangat buruk, sangat tidak enak badan
Dalam konteks: rumah sakit
Dalam konteks: penting
Dalam konteks: menghindari, menjauhi
Dalam konteks: saran, nasihat
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A condition in which your throat is red and feels painful, especially when you swallow.
sakit tenggorokan
To go to a clinic or hospital to be examined by a medical professional.
periksa ke dokter, berobat
To remain in one's bed, especially to rest or recover from an illness.
istirahat di tempat tidur
Health is the most important thing, above all other activities or concerns.
kesehatan yang utama, kesehatan yang paling penting