Smokeless Fuels Contain Ultrafine Particles That Get Embedded in Lungs, Study ShowsStudi Menunjukkan Bahan Bakar Tanpa Asap Mengandung Partikel Ultrafine yang Tertanam di Paru-paru
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Study Finds 'Smokeless' Fuels Release Tiny Particles That Can Harm Lung Health
Studi Menemukan Bahan Bakar 'Tanpa Asap' Melepaskan Partikel Kecil yang Dapat Merusak Kesehatan Paru-paru
#2
A new study has revealed that smokeless fuels may not be as safe as people believe.
Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa bahan bakar tanpa asap mungkin tidak seaman yang diyakini orang.
#3
Researchers discovered that burning these fuels produces large amounts of ultrafine particles.
Para peneliti menemukan bahwa pembakaran bahan bakar ini menghasilkan partikel ultra-halus dalam jumlah besar.
#4
These particles are so tiny that they can travel deep into people's lungs and cause serious health problems.
Partikel-partikel ini sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru orang dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
#5
Smokeless fuels are sold as cleaner alternatives to coal, wood, and peat for home heating.
Bahan bakar tanpa asap dijual sebagai alternatif yang lebih bersih daripada batu bara, kayu, dan gambut untuk pemanas rumah.
#6
Many people have chosen these fuels because they are expected to improve air quality.
Banyak orang telah memilih bahan bakar ini karena diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara.
#7
However, the research team at the University of Galway found something surprising during their tests.
Namun, tim peneliti di University of Galway menemukan sesuatu yang mengejutkan selama pengujian mereka.
#8
The discovery was accidental.
Penemuan itu tidak disengaja.
#9
Scientists were testing different fuels in both traditional and modern stoves.
Para ilmuwan sedang menguji berbagai bahan bakar di kompor tradisional maupun modern.
#10
As expected, smokeless fuels produced less visible smoke than wood or coal.
Seperti yang diharapkan, bahan bakar bebas asap menghasilkan lebih sedikit asap yang terlihat dibandingkan kayu atau batu bara.
#11
But for each kilogram burned, these fuels released two to three times more ultrafine particles.
Namun untuk setiap kilogram yang dibakar, bahan bakar ini melepaskan partikel ultra-halus dua hingga tiga kali lebih banyak.
#12
The tiny size of these particles means they can become deposited deep in the lungs.
Ukuran partikel yang sangat kecil ini berarti mereka dapat mengendap jauh di dalam paru-paru.
#13
Professor Jurgita Ovadnevaite, from the University of Galway, explained the results.
Profesor Jurgita Ovadnevaite, dari University of Galway, menjelaskan hasil penelitian tersebut.
#14
"No one had considered that less smoke could lead to an increase in ultrafine particles."
"Tidak ada yang menyangka bahwa berkurangnya asap dapat menyebabkan peningkatan partikel ultra-halus."
#15
"We did not expect such a strong effect until we saw the data."
"Kami tidak menyangka akan ada dampak yang begitu kuat sampai kami melihat datanya."
#16
Doctor Chunshui Lin, who also worked on the study, added that the team spent nearly two months burning fuel samples every day to check the data quality.
Dokter Chunshui Lin, yang juga mengerjakan penelitian tersebut, menambahkan bahwa tim menghabiskan waktu hampir dua bulan untuk membakar sampel bahan bakar setiap hari guna memeriksa kualitas data.
#17
After the laboratory findings, the researchers went back to check outdoor air measurements in Dublin and the town of Birr in Ireland.
Setelah temuan laboratorium, para peneliti kembali untuk memeriksa pengukuran udara luar ruangan di Dublin dan kota Birr di Irlandia.
#18
They wanted to understand how ultrafine particles from smokeless fuels affect local air quality.
Mereka ingin memahami bagaimana partikel ultrahalus dari bahan bakar tanpa asap memengaruhi kualitas udara setempat.
#19
This research suggests that toxic substances in these fuels need more attention.
這項研究顯示,這些燃料中的有毒物質需要更多的關注。
#20
Experts now believe that regulations on smokeless fuels should be updated to protect lung health.
Para ahli sekarang percaya bahwa peraturan tentang bahan bakar tanpa asap harus diperbarui untuk melindungi kesehatan paru-paru.