EN: Present Perfect Passive Voice (have/has been + past participle) is used to describe an action that has been completed at an unspecified time in the past, focusing on the result or the receiver of the action rather than who performed it.
Bahasa Indonesia: Bentuk pasif dari present perfect tense (have/has been + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai pada waktu yang tidak spesifik di masa lalu, dengan fokus pada penerima tindakan atau hasilnya, bukan pelaku tindakan.
Many new stars have been discovered by this telescope.
Teleskop ini telah menemukan banyak bintang baru.
EN: The phrase 'for the first time in history' is a prepositional phrase used as an adverbial modifier to emphasize that an event has never occurred before in human records.
Bahasa Indonesia: Frasa 'for the first time in history' (untuk pertama kalinya dalam sejarah) adalah frasa preposisional yang berfungsi sebagai keterangan (adverbia) untuk menekankan bahwa suatu peristiwa belum pernah terjadi dalam catatan sejarah manusia.
The two countries signed a peace treaty for the first time in history.
Kedua negara ini menandatangani perjanjian damai untuk pertama kalinya dalam sejarah.
EN: Non-defining relative clauses (using 'which') add extra, non-essential information about a noun. They are separated from the main clause by a comma, and 'which' cannot be replaced by 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif (menggunakan 'which') digunakan untuk memberikan informasi tambahan yang tidak esensial tentang anteseden (kata benda). Klausa jenis ini biasanya dipisahkan dengan koma, dan kata ganti relatif 'which' tidak dapat diganti dengan 'that'.
He bought a new laptop, which cost him a fortune.
Dia membeli laptop baru, yang menghabiskan banyak uangnya.
EN: The past simple tense is used to describe completed actions that occurred at a specific time in the past (e.g., 'announced', 'happened').
Bahasa Indonesia: Simple past tense digunakan untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu (misalnya 'announced' dan 'happened' dalam kalimat).
The company launched its first satellite last year.
Perusahaan itu meluncurkan satelit pertamanya tahun lalu.
EN: The term 'commercial spaceflight' refers to the growing private space industry (such as SpaceX or Axiom Space), which represents a shift from government-funded space exploration (like NASA) to private-sector initiatives, enabling more diverse scientific research in orbit.
Bahasa Indonesia: 'Penerbangan luar angkasa komersial' (commercial spaceflight) merujuk pada industri antariksa swasta yang berkembang pesat (seperti SpaceX atau Axiom Space). Ini mewakili pergeseran eksplorasi luar angkasa dari pendanaan pemerintah (seperti NASA) ke kepemimpinan sektor swasta, sehingga memungkinkan penelitian ilmiah yang lebih beragam dilakukan di orbit.
EN: Noun Clause as Object (that-clause): The verb 'believe' is followed by a noun clause functioning as its direct object. The conjunction 'that' is omitted here, which is very common in informal and semi-formal English when the meaning is clear.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina sebagai objek (klausa that): Kata kerja 'believe' (percaya) diikuti oleh klausa nomina sebagai objek langsung. Di sini, kata sambung 'that' dihilangkan, yang sangat umum dalam bahasa Inggris informal dan semi-formal, selama maknanya tetap jelas.
They believe the project will succeed.
Mereka percaya proyek ini akan berhasil.
EN: Simple Present Tense for General Truths or Current Beliefs: The verbs 'believe' and 'marks' are in the simple present tense because they express a current, ongoing belief and a general statement about the significance of the achievement.
Bahasa Indonesia: Present tense menunjukkan kebenaran umum atau keyakinan saat ini: Kata kerja 'believe' dan 'marks' menggunakan present tense karena mengekspresikan keyakinan yang berkelanjutan saat ini dan pernyataan objektif tentang pentingnya pencapaian tersebut.
She believes this technology improves our daily lives.
Dia percaya teknologi ini telah meningkatkan kehidupan sehari-hari kita.
EN: The Present/Past Perfect or Simple Past with 'for' + duration. Here, 'was' (Simple Past) is used because the situation of ultrasound being the *only* method has just ended with the new X-ray breakthrough. 'For more than forty years' indicates the duration of this past state.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'for' dengan jangka waktu untuk menunjukkan keadaan yang berlangsung. Di sini digunakan past simple 'was' karena dengan terobosan teknologi sinar-X baru, status ultrasound sebagai satu-satunya metode telah berakhir. 'For more than forty years' menunjukkan durasi berlangsungnya keadaan masa lalu ini.
For more than ten years, this old computer was the only tool I had for my work.
Selama lebih dari sepuluh tahun, komputer tua ini adalah satu-satunya alat yang saya miliki untuk bekerja.
EN: Relative clauses with 'that'. The relative pronoun 'that' introduces a defining relative clause ('that doctors could use in space') to modify the noun phrase 'the only imaging method'. Since 'that' acts as the direct object of the verb 'use', it could grammatically be omitted, but keeping it adds clarity.
Bahasa Indonesia: Gunakan klausa relatif yang dipandu oleh 'that'. Kata ganti relatif 'that' di sini memandu klausa relatif restriktif (that doctors could use in space) untuk memodifikasi frasa nomina 'the only imaging method' (satu-satunya metode pencitraan). Karena 'that' berperan sebagai objek langsung dari kata kerja 'use' dalam klausa, secara gramatikal dapat dihilangkan, tetapi mempertahankannya membuat makna lebih jelas.
This is the only book that the students must read this semester.
Ini adalah satu-satunya buku yang harus dibaca siswa semester ini.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a dependent clause (adverbial clause of reason) that explains the cause or reason for the action or state in the main clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'because' digunakan untuk memperkenalkan klausa subordinat (klausa adverbia sebab) untuk menjelaskan alasan tindakan atau keadaan dalam klausa utama.
She stayed at home because it was raining heavily.
Dia tinggal di rumah karena hujan turun sangat deras.
EN: The simple present tense is used here to state general facts or permanent situations. In the third-person singular ('it'), the verb 'require' takes the ending '-s' to become 'requires'.
Bahasa Indonesia: Di sini, simple present tense digunakan untuk menyatakan fakta umum atau situasi permanen. Setelah subjek orang ketiga tunggal (it), kata kerja 'require' perlu ditambahkan '-s' di akhir menjadi 'requires'.
This recipe requires fresh ingredients.
Resep ini membutuhkan bahan-bahan segar.
EN: The conjunction 'as' is used here to describe two developments that are happening at the same time, meaning 'while' or 'in proportion to the way in which'. It often connects a changing situation with its consequence.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'as' di sini digunakan untuk menggambarkan dua perkembangan yang terjadi bersamaan, artinya 'seiring' atau 'bersamaan dengan'. Biasanya menghubungkan situasi yang berubah dengan hasilnya.
As the weather gets colder, people spend more time indoors.
Seiring cuaca menjadi dingin, orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan.
EN: The passive voice 'are needed' (be verb + past participle) is used when the agent performing the action (the people who need the tools) is obvious, unimportant, or unknown, focusing the attention on the receiver of the action ('better medical tools').
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif 'are needed' (kata kerja be + past participle) digunakan ketika orang yang melakukan tindakan (orang yang membutuhkan alat) sudah jelas, tidak penting, atau tidak diketahui, sehingga fokus perhatian tertuju pada objek yang menerima tindakan ('alat medis yang lebih baik').
More volunteers are needed for the upcoming charity event.
Acara amal yang akan datang membutuhkan lebih banyak relawan.
EN: Apposition (Appositive Phrase): An appositive is a noun or noun phrase that sits next to another noun to rename or describe it. In this sentence, 'the lead researcher from Mayo Clinic in Minnesota' is an appositive phrase that provides more information about the subject 'Doctor Sheyna Gifford'. It is set off by commas.
Bahasa Indonesia: Apositif (frasa apositif): Apositif adalah kata benda atau frasa benda yang terletak tepat di samping kata benda lain untuk menamai ulang atau mendeskripsikan kata benda tersebut. Dalam kalimat ini, 'the lead researcher from Mayo Clinic in Minnesota' (peneliti utama dari Mayo Clinic di Minnesota) adalah frasa apositif yang memberikan informasi lebih lanjut tentang subjek 'Doctor Sheyna Gifford' (Dokter Sheyna Gifford), dipisahkan dengan koma di kedua sisinya.
Mr. Davis, the principal of our school, gave a speech.
Tuan Davis, yaitu kepala sekolah kami, menyampaikan pidato.
EN: Prepositional Phrases as Modifiers: Prepositional phrases starting with 'from' and 'in' can act as adjectives to describe nouns. Here, 'from Mayo Clinic' describes 'the lead researcher', and 'in Minnesota' describes 'Mayo Clinic', creating a chain of specific details.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi sebagai modifikator: Frasa preposisi yang dimulai dengan 'from' dan 'in' dapat berfungsi sebagai kata sifat untuk memodifikasi kata benda. Di sini, 'from Mayo Clinic' memodifikasi 'the lead researcher', dan 'in Minnesota' memodifikasi 'Mayo Clinic', membentuk rangkaian detail yang spesifik.
The teacher from the local college in Taipei won an award.
Guru yang berasal dari universitas lokal di Taipei itu memenangkan penghargaan.
EN: Mayo Clinic is a highly prestigious, non-profit academic medical center based in Rochester, Minnesota. It is consistently ranked among the best hospitals in the United States and the world, known for its integrated clinical practice, education, and research.
Bahasa Indonesia: Mayo Clinic adalah pusat medis akademis nirlaba terkemuka yang berkantor pusat di Rochester, Minnesota. Pusat ini secara konsisten menempati peringkat teratas dalam peringkat rumah sakit terbaik di AS dan dunia, terkenal dengan praktik klinis terpadu, pendidikan kedokteran, dan penelitian ilmiahnya.
EN: Noun clauses introduced by 'that' function as the direct object of a reporting verb (like 'said'). The conjunction 'that' is often omitted in informal speech, but it is kept here to clearly introduce the reported statement.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina yang dipandu oleh 'that' di sini berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja tuturan (seperti 'said'). Dalam bahasa lisan, 'that' sering dihilangkan, tetapi di sini dipertahankan untuk memperkenalkan konten yang dilaporkan dengan jelas.
He said that the new project would start next week.
Dia mengatakan bahwa proyek baru akan dimulai minggu depan.
EN: The quantifier 'too much' is used with uncountable nouns (like 'radiation') to express an excessive amount that goes beyond what is desirable or safe.
Bahasa Indonesia: Kata bilangan 'too much' digunakan dengan kata benda yang tidak dapat dihitung (seperti 'radiation') untuk menunjukkan jumlah yang berlebihan melebihi batas ideal atau aman.
Drinking too much coffee can make you feel nervous.
Minum terlalu banyak kopi bisa membuat Anda merasa gelisah.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to connect two independent clauses, showing a cause-and-effect relationship where the second clause is the result of the first.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'so' (oleh karena itu/jadi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, menunjukkan hubungan sebab-akibat, klausa kedua adalah hasil dari klausa pertama.
The weather was terrible, so we decided to stay indoors.
Cuaca sangat buruk, jadi kami memutuskan untuk tinggal di dalam ruangan.
EN: The 'that-clause' acts as a noun clause serving as the direct object of the verb 'believed'. It contains a gerund phrase 'taking clear X-ray images in orbit' acting as the subject of the noun clause.
Bahasa Indonesia: Klausa yang dipandu oleh 'that' berfungsi sebagai klausa nomina, menjadi objek langsung dari kata kerja 'believed'. Di dalam klausa tersebut terdapat frasa gerund 'taking clear X-ray images in orbit' sebagai subjek dari klausa tersebut.
She believed that learning a new language was very rewarding.
Dia berpikir bahwa mempelajari bahasa baru itu sangat berharga.
EN: The verb 'give' is a ditransitive verb, which means it can take two objects: an indirect object (the recipient, 'Doctor Gifford's team') and a direct object (the thing being given, 'a new opportunity'). The structure is: Subject + give + Indirect Object + Direct Object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "give" (memberi) adalah kata kerja dwitransitif (ditransitive verb), yang berarti dapat menerima dua objek: objek tidak langsung (penerima, yaitu "tim Dokter Gifford") dan objek langsung (hal yang diberikan, yaitu "kesempatan baru"). Strukturnya adalah: subjek + give + objek tidak langsung + objek langsung.
The company gave the employees a special bonus.
Perusahaan ini memberikan bonus khusus kepada para karyawan.
EN: Noun adjuncts (or noun premodifiers) occur when a noun functions as an adjective to modify another noun. In 'X-ray machines', 'X-ray' acts as an adjective describing the type of 'machines'. Similarly, in 'spaceflight', 'space' modifies 'flight'.
Bahasa Indonesia: Adjungsi kata benda (noun adjuncts) adalah kata benda yang digunakan sebagai kata sifat untuk memodifikasi kata benda lain. Dalam 'X-ray machines', 'X-ray' (sinar-X) berfungsi sebagai kata sifat untuk menjelaskan jenis 'machines' (mesin). Demikian pula, dalam 'spaceflight', 'space' (luar angkasa) memodifikasi 'flight' (penerbangan).
She bought a new leather jacket at the clothing store.
Dia membeli jaket kulit baru di toko pakaian.
EN: The prepositional phrase 'with...' is used as an adjective phrase to modify the noun 'flight crew'. It describes a characteristic or possession of the noun, meaning 'having' or 'possessing'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'with...' di sini berfungsi sebagai frasa adjektiva, digunakan untuk memodifikasi kata benda 'flight crew' (awak pesawat). Frasa ini menggambarkan karakteristik atau hal yang dimiliki kata benda tersebut, yang berarti 'memiliki' atau 'mempunyai'.
A teacher with extensive experience joined our school.
Seorang guru yang berpengalaman luas bergabung dengan sekolah kami.
EN: The Simple Past Tense ('carried') is used to describe a completed action that took place at a specific time in the past (indicated here by the time marker 'In 2022').
Bahasa Indonesia: Simple past tense ('carried') digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu (yang ditunjukkan oleh penanda waktu 'In 2022' di sini).
In 2019, the company launched its first smartphone.
Pada tahun 2019, perusahaan itu meluncurkan smartphone pertamanya.
EN: The phrase 'be able to' is used to express ability or capability, often in a specific past situation where someone succeeded in doing something. It is followed by the base form of the verb.
Bahasa Indonesia: Frasa 'be able to' digunakan untuk menyatakan kemampuan atau dapat melakukan sesuatu, biasanya merujuk pada keberhasilan menyelesaikan sesuatu dalam situasi tertentu di masa lalu. Setelahnya diikuti kata kerja bentuk dasar.
She was able to finish the project on time despite the difficulties.
Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, dia tetap mampu menyelesaikan proyek tepat waktu.
EN: The relative pronoun 'which' can be used to introduce a non-defining relative clause that refers back to the entire preceding clause, rather than just a single noun. It is always preceded by a comma.
Bahasa Indonesia: Kata ganti relatif 'which' digunakan untuk memperkenalkan klausa relatif non-restriktif, yang menerangkan seluruh isi klausa sebelumnya, bukan hanya satu kata benda. Dalam penggunaan ini, harus ada koma sebelum which.
He passed the difficult exam, which surprised everyone.
Dia lulus ujian sulit itu, yang membuat semua orang sangat terkejut.
EN: The conjunction 'that' is used to introduce a noun clause functioning as the direct object of the reporting verb 'said'. In informal English, 'that' is often omitted, but it is retained here for clarity and formal structure.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'that' digunakan untuk memimpin klausa nomina, berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja pelapor 'said' (berkata). Dalam bahasa Inggris informal, 'that' sering dihilangkan, tetapi di sini dipertahankan untuk membuat struktur lebih jelas dan formal.
She said that the results would be ready tomorrow.
Dia berkata hasilnya akan keluar besok.
EN: The preposition 'for' is followed by a gerund ('diagnosing') to express the purpose or function of an object or action. A gerund is a verb ending in -ing that functions as a noun.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'for' diikuti oleh gerund (di sini 'diagnosing'), digunakan untuk menunjukkan tujuan atau fungsi dari sesuatu atau suatu tindakan. Gerund adalah kata yang dibentuk dengan menambahkan -ing pada akhir kata kerja dan memiliki fungsi sebagai kata benda.
This tool is excellent for measuring small distances.
Alat ini sangat cocok digunakan untuk mengukur jarak yang sangat kecil.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: terobosan, kemajuan besar
Dalam konteks: komersial, yang bersifat mencari keuntungan
Dalam konteks: ultrasonografi (pemeriksaan)
Dalam konteks: keterbatasan, batasan
Dalam konteks: tradisional
Dalam konteks: radiasi
Dalam konteks: portabel, dapat dibawa-bawa
Dalam konteks: sangat kecil, minimal
Dalam konteks: mendiagnosis (penyakit, masalah)
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A journey through space
Penerbangan luar angkasa
A technique used to create images of the human body for clinical purposes
Teknik pencitraan medis
The substance or material through which a sound wave travels
Medium gelombang suara
The personnel who operate an aircraft or spacecraft during flight
Awak pesawat, kru penerbangan