EN: The Present Continuous tense (am calling) is often used in phone conversations to describe the current action or the purpose of the call.
Bahasa Indonesia: Present continuous (am calling) sering digunakan dalam percakapan telepon untuk menjelaskan tindakan saat ini atau tujuan menelepon.
I am calling to confirm my appointment for tomorrow.
Saya menelepon untuk mengonfirmasi janji temu besok.
EN: Reduced Relative Clause: 'you advertised online' is a relative clause modifying 'the apartment'. The relative pronoun 'that' or 'which' is omitted because it functions as the object of the verb 'advertised'.
Bahasa Indonesia: Klausa adjektiva dengan kata ganti relatif yang dihilangkan: "you advertised online" adalah klausa relatif yang memodifikasi "the apartment". Karena kata ganti relatif (that atau which) berfungsi sebagai objek dalam klausa, maka dapat dihilangkan.
The book you lent me was very interesting.
Buku yang Anda pinjamkan kepada saya sangat menarik.
EN: In Western cultures, when calling about a rental or business inquiry, it is common to start with a greeting followed immediately by the phrase 'I'm calling about...' to be direct and efficient.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Barat, saat menelepon untuk sewa rumah atau pertanyaan bisnis, biasanya orang akan menyapa terlebih dahulu, lalu segera menggunakan "I'm calling about..." untuk langsung ke intinya, yang dianggap sebagai cara komunikasi yang langsung dan efisien.
EN: Compound Adjectives: When two or more words (like 'two' and 'bedroom') function as a single adjective before a noun, they are joined by a hyphen. Note that the noun within the compound adjective ('bedroom') is usually singular.
Bahasa Indonesia: Adjektiva majemuk: Ketika dua atau lebih kata (seperti 'two' dan 'bedroom') berfungsi sebagai kata sifat tunggal sebelum kata benda, mereka dihubungkan dengan tanda hubung. Perhatikan bahwa kata benda dalam kata sifat majemuk ('bedroom') biasanya menggunakan bentuk tunggal.
I live in a five-story building.
Saya tinggal di gedung berlantai lima.
EN: Adjective Phrase 'Available for rent': The adjective 'available' is often followed by a prepositional phrase to specify what it is available for. 'For rent' indicates the purpose or status of the property.
Bahasa Indonesia: Frasa adjektiva 'Available for rent': Adjektiva 'available' (tersedia/kosong) sering diikuti oleh frasa preposisi untuk menjelaskan kegunaannya. 'For rent' menunjukkan bahwa status properti tersebut adalah untuk disewakan.
Is this bicycle available for use?
Apakah sepeda ini tersedia untuk digunakan?
EN: In many English-speaking countries, apartments are categorized by the number of bedrooms (e.g., 1-bedroom, 2-bedroom, or 'studio' for no separate bedroom). This is the primary way people search for housing.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, apartemen diklasifikasikan berdasarkan jumlah kamar tidur (misalnya: satu kamar tidur, dua kamar tidur, atau apartemen 'studio' tanpa kamar tidur terpisah). Ini adalah cara utama orang mencari properti.
EN: The modal verb 'Could' is used here to make a polite request. It is more formal and indirect than 'Can', making it suitable for business or professional inquiries like renting an apartment.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal 'Could' di sini digunakan untuk mengajukan permintaan yang sopan. Ini lebih formal dan halus daripada 'Can', cocok untuk pertanyaan bisnis atau profesional seperti sewa rumah.
Could you please send me the contract via email?
Bisakah Anda mengirimkan kontraknya kepada saya melalui email?
EN: The phrase 'tell me more about' is a common pattern used to ask for additional information or clarification regarding a specific topic.
Bahasa Indonesia: Frasa 'tell me more about' (beri tahu saya lebih lanjut tentang...) adalah pola kalimat yang umum digunakan untuk meminta informasi tambahan atau penjelasan lebih lanjut mengenai topik tertentu.
I'd like to hear more about your work experience.
Saya ingin mendengar lebih banyak tentang pengalaman kerja Anda.
EN: In Western rental markets, 'lease terms' refer to the specific legal conditions of the rental agreement. It is standard and expected for potential tenants to ask detailed questions about these terms before signing anything.
Bahasa Indonesia: Dalam pasar sewa Barat, 'lease terms' (syarat sewa) mengacu pada ketentuan hukum spesifik dalam perjanjian sewa. Sebelum menandatangani dokumen apa pun, merupakan praktik standar dan diharapkan bagi calon penyewa untuk menanyakan pertanyaan mendetail tentang ketentuan tersebut.
EN: Non-restrictive Relative Clause: The phrase starting with ', which' provides extra information about the 'eight hundred dollars'. It is separated by a comma and does not limit the meaning of the noun it follows.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif: Frasa yang diawali dengan ', which' memberikan informasi tambahan untuk 'delapan ratus dolar' sebelumnya. Ini dipisahkan oleh koma dan tidak membatasi cakupan antesedennya.
He bought a new car, which cost him a fortune.
Dia membeli mobil baru, yang menghabiskan banyak uang.
EN: Subject-Verb Agreement: The subject 'The monthly rent' is singular, so the linking verb 'is' must also be in the singular form.
Bahasa Indonesia: Kesesuaian subjek dan kata kerja: Subjek 'The monthly rent' (sewa bulanan) adalah tunggal, sehingga kata kerja penghubung harus menggunakan bentuk tunggal 'is'.
The total price is fifty dollars.
Harga totalnya lima puluh dolar.
EN: In many Western countries and modern urban rentals, 'water bills' are sometimes included in the rent because the building has a shared meter, whereas electricity and gas are usually metered individually and paid by the tenant.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat dan penyewaan kota modern, 'biaya air' terkadang sudah termasuk dalam sewa karena seluruh gedung mungkin menggunakan satu meteran air; sementara biaya listrik dan gas biasanya menggunakan meteran terpisah dan dibayar sendiri oleh penyewa.
EN: The phrase 'What about...?' is used to introduce a new topic or to ask for information about something that has not been mentioned yet. It is a common way to transition in a conversation.
Bahasa Indonesia: Frasa 'What about...?' digunakan untuk memperkenalkan topik baru, atau menanyakan informasi yang belum disebutkan. Ini adalah cara transisi yang umum dalam percakapan.
What about the internet connection in the office?
Bagaimana dengan koneksi internet kantor?
EN: The preposition 'like' is used here to introduce examples. It functions similarly to 'such as' to provide specific instances of a general category (utilities).
Bahasa Indonesia: Preposisi 'like' di sini digunakan untuk memberikan contoh. Fungsinya mirip dengan 'such as', digunakan untuk memberikan contoh spesifik dalam kategori umum (utilitas).
She enjoys outdoor activities like hiking and cycling.
Dia suka aktivitas luar ruangan, seperti mendaki dan bersepeda.
EN: In many Western countries, 'utilities' usually refers to essential services like water, electricity, gas, and sometimes trash collection. In rental agreements, it's crucial to clarify which are 'included' (paid by the landlord) and which are 'not included' (paid by the tenant).
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, "utilities" (utilitas) biasanya merujuk pada air, listrik, gas, dan terkadang pembuangan sampah. Dalam kontrak sewa, sangat penting untuk memperjelas biaya mana yang "included" (termasuk dalam sewa, dibayar oleh pemilik) dan mana yang "not included" (tidak termasuk, dibayar oleh penyewa).
EN: Passive Voice (be + past participle): Used when the subject is the recipient of the action. Here, 'aren't included' shows that the utilities do not receive the action of inclusion.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (to be + past participle): Digunakan ketika subjek adalah penerima tindakan. Di sini 'aren't included' berarti biaya utilitas tidak termasuk.
Tax is not included in the price.
Pajak tidak termasuk dalam harga.
EN: Conjunction 'so': Used to introduce a clause that shows the result or consequence of the previous statement.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'so' (jadi): Digunakan untuk mengawali klausa yang menunjukkan hasil atau konsekuensi, diletakkan setelah alasan.
It was raining, so I took an umbrella.
Saat itu sedang hujan, jadi saya membawa payung.
EN: In many Western countries, rental agreements often specify whether 'utilities' (electricity, gas, water) are included. 'Separately' usually means the tenant must set up their own accounts with utility companies.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, perjanjian sewa biasanya menyatakan apakah "biaya utilitas" (air, listrik, gas) sudah termasuk. "Membayar secara terpisah" biasanya berarti penyewa harus membuka akun sendiri di perusahaan utilitas dan membayar tagihannya.
EN: The sentence uses a 'Relative Clause' (that I need to pay) to modify the noun 'security deposit'. The relative pronoun 'that' acts as the object of the verb 'pay'.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "klausa relatif" (that I need to pay) untuk menerangkan kata benda "uang jaminan". Kata ganti relatif "that" berfungsi sebagai objek dari kata kerja "pay" dalam klausa tersebut.
Is there a document that I need to sign?
Apakah ada dokumen yang perlu saya tanda tangani?
EN: The structure 'Is there...?' is an interrogative form of 'There is', used to ask about the existence or presence of something.
Bahasa Indonesia: "Is there...?" adalah bentuk tanya dari "There is", digunakan untuk menanyakan apakah sesuatu ada atau tersedia.
Is there a gym in this building?
Apakah ada gim di gedung ini?
EN: In many English-speaking countries, a security deposit is standard practice when renting. It is typically equivalent to one month's rent and is legally required to be returned if the property is undamaged.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, membayar uang jaminan (security deposit) saat menyewa rumah adalah praktik standar. Biasanya jumlahnya satu bulan sewa, dan undang-undang menetapkan bahwa jika rumah tidak rusak, uang tersebut harus dikembalikan saat pindah.
EN: Non-defining Relative Clause: The word 'which' introduces extra information about the 'rent'. It is separated by a comma and describes what happens to the money later.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif: kata 'which' memberikan informasi tambahan tentang 'rent' (sewa). Ini dipisahkan oleh koma, digunakan untuk menjelaskan apa yang akan terjadi dengan uang tersebut nantinya.
He gave me a key, which I put in my pocket.
Dia memberi saya kunci, dan saya memasukkannya ke dalam saku.
EN: Time Clauses with 'when': In English, when talking about the future in a time clause (starting with when, before, after), we use the Simple Present tense ('move out') instead of the future tense.
Bahasa Indonesia: Klausa adverbial waktu yang diawali 'when': Dalam bahasa Inggris, ketika kita berbicara tentang masa depan dalam klausa waktu (diawali dengan when, before, after), kita menggunakan present simple ('move out') dan bukan future tense.
I will call you when I arrive at the station.
Saat saya sampai di stasiun, saya akan menelepon Anda.
EN: In many English-speaking countries, a security deposit is standard practice. It is typically equivalent to one month's rent and is legally required to be returned if the property is in good condition.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, membayar uang jaminan (security deposit) adalah praktik standar. Biasanya jumlahnya satu bulan sewa, dan undang-undang menetapkan bahwa jika kondisi rumah baik, pemilik rumah harus mengembalikan uang jaminan.
EN: Linking Verbs: 'Sound' is a linking verb that connects the subject to an adjective describing its quality. It is used to express an impression based on what has been heard.
Bahasa Indonesia: Linking verb: 'Sound' adalah linking verb yang digunakan untuk menghubungkan subjek dengan kata sifat yang menggambarkan kualitasnya. Ini digunakan untuk menyatakan kesan berdasarkan apa yang didengar.
That plan sounds interesting.
Rencana itu terdengar menarik.
EN: Wh- Questions with 'How long': This structure is used to ask about the duration of time. In this sentence, it follows the pattern: How long + is + subject?
Bahasa Indonesia: Pertanyaan Wh- dan 'How long': Struktur ini digunakan untuk menanyakan durasi waktu. Dalam kalimat ini, polanya adalah: How long + is + subjek?
How long is the movie?
Berapa lama durasi film ini?
EN: In many English-speaking countries, a standard residential lease is typically 6 or 12 months. Asking about the 'minimum' period is common when looking for flexibility.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, sewa hunian standar biasanya berdurasi 6 atau 12 bulan. Saat mencari fleksibilitas sewa, menanyakan jangka waktu sewa 'terpendek' adalah praktik yang sangat umum.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses, showing a contrast or exception between the requirement and the possibility of negotiation.
Bahasa Indonesia: Kata hubung koordinatif 'but' digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, menunjukkan kontras atau pengecualian antara persyaratan (sewa satu tahun) dan kemungkinan negosiasi selanjutnya (jangka waktu lebih pendek).
The rent is high, but it includes all utilities.
Harga sewanya tinggi, tetapi sudah termasuk semua biaya utilitas.
EN: The modal verb 'can' expresses possibility or permission in a professional context, indicating that the speaker is open to further discussion.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal 'can' dalam konteks profesional menyatakan kemungkinan atau izin, menunjukkan bahwa pembicara terbuka untuk diskusi lebih lanjut.
We can meet tomorrow to sign the contract.
Kita bisa bertemu besok untuk menandatangani kontrak.
EN: In many Western countries, a one-year lease is the standard minimum for residential rentals. However, landlords may be open to 'short-term' leases (e.g., 6 months) or 'month-to-month' agreements, often at a slightly higher price point.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, sewa satu tahun adalah jangka waktu minimum standar untuk penyewaan hunian. Namun, pemilik rumah mungkin terbuka untuk sewa 'jangka pendek' (seperti 6 bulan) atau perjanjian 'bulan ke bulan', tetapi biasanya harga sewanya akan sedikit lebih tinggi.
EN: The sentence uses the Present Simple Passive Voice (am/is/are + past participle). It is used when the focus is on the action or the person/thing affected by the action, rather than who performs it.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan kalimat pasif present simple (am/is/are + past participle). Ketika fokusnya adalah pada tindakan itu sendiri atau objek yang terpengaruh, bukan pelakunya, bentuk ini digunakan.
Are credit cards accepted here?
Apakah di sini menerima kartu kredit?
EN: In English questions using the verb 'to be', the subject and the verb are inverted. Here, 'Are' comes before the subject 'pets'.
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat tanya bahasa Inggris yang mengandung kata kerja 'be', posisi subjek dan kata kerja akan ditukar. Dalam kalimat ini, 'Are' berada sebelum subjek 'pets'.
Are you ready to go?
Apakah Anda sudah siap untuk berangkat?
EN: In many Western countries, rental agreements strictly specify whether pets are allowed. Even if allowed, there might be a 'pet deposit' or 'pet rent' (an extra monthly fee). Always clarify the type and size of the pet.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, kontrak sewa akan mengatur secara ketat apakah hewan peliharaan diperbolehkan. Meskipun diperbolehkan, mungkin perlu membayar 'uang jaminan hewan peliharaan' atau 'sewa hewan peliharaan' (biaya bulanan tambahan). Pastikan untuk memperjelas jenis dan batasan ukuran hewan peliharaan.
EN: Passive Voice (be + past participle): Used when the action is more important than the person performing it. Here, 'are permitted' indicates that the permission is granted by the building rules.
Bahasa Indonesia: Kalimat Pasif (be + past participle): Digunakan ketika tindakan itu sendiri lebih penting daripada pelakunya. Di sini 'are permitted' menunjukkan bahwa izin diberikan oleh peraturan gedung.
Smoking is not permitted inside the building.
Dilarang merokok di dalam gedung.
EN: There is/are: A common structure used to introduce the existence of something. 'There is' is used here because 'an additional monthly fee' is a singular noun phrase.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat There is/are: Digunakan untuk menunjukkan keberadaan sesuatu. Di sini 'There is' digunakan karena 'an additional monthly fee' adalah frasa kata benda tunggal.
There is a small garden behind the house.
Ada taman kecil di belakang rumah.
EN: In many Western countries, 'pet rent' or an additional monthly fee for pets is a common practice in rental agreements to cover potential wear and tear on the property.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, merupakan praktik umum dalam perjanjian sewa untuk mengenakan 'sewa hewan peliharaan' atau biaya bulanan tambahan untuk hewan peliharaan guna menutupi biaya keausan properti.
EN: The word 'any' is used in negative sentences and questions to refer to an indefinite amount or number. It emphasizes the total absence of something.
Bahasa Indonesia: 'any' digunakan dalam kalimat negatif dan tanya untuk menunjukkan jumlah yang tidak pasti. Dalam kalimat negatif, ini menekankan 'sama sekali tidak ada' atau 'tidak ada satu pun'.
I don't have any money in my wallet.
Saya tidak punya uang sama sekali di dompet.
EN: The conjunction 'so' is used to introduce a clause that shows the result or consequence of the previous statement.
Bahasa Indonesia: Kata penghubung 'so' digunakan untuk mengawali klausa yang menunjukkan hasil atau konsekuensi dari situasi sebelumnya (jadi).
It was raining, so we stayed home.
Waktu itu sedang hujan, jadi kami tinggal di rumah.
EN: In many Western cities, finding pet-friendly housing can be difficult or require extra fees (pet rent/pet deposit). Explicitly stating you don't have pets can make you a more 'attractive' tenant to some landlords.
Bahasa Indonesia: Di banyak kota di Barat, mencari hunian yang memperbolehkan hewan peliharaan bisa jadi sulit, atau memerlukan biaya tambahan (sewa hewan peliharaan atau deposit hewan peliharaan). Menyatakan dengan jelas bahwa Anda tidak memiliki hewan peliharaan akan membuat Anda menjadi penyewa yang lebih menarik di mata beberapa pemilik properti.
EN: The phrase 'would like to' is a polite way to express a desire or preference, functioning as a more formal alternative to 'want to'. It is followed by the base form of a verb.
Bahasa Indonesia: Frasa 'would like to' adalah cara sopan untuk mengungkapkan keinginan atau preferensi, dan merupakan alternatif formal dari 'want to'. Frasa ini diikuti oleh kata kerja bentuk dasar.
I would like to book a table for two.
Saya ingin memesan meja untuk dua orang.
EN: In English questions using 'when', the auxiliary verb (would) is placed before the subject (you) to form the interrogative structure.
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat tanya bahasa Inggris yang diawali dengan 'when', kata kerja bantu (would) harus diletakkan sebelum subjek (you) untuk membentuk struktur kalimat tanya.
When will you finish the report?
Kapan Anda akan menyelesaikan laporannya?
EN: In Western real estate practices, 'viewing' an apartment is a standard step before signing a lease. It is common to schedule a specific time for a walkthrough to check the condition of the unit.
Bahasa Indonesia: Dalam praktik properti Barat, 'melihat rumah' (viewing) adalah langkah standar sebelum menandatangani kontrak sewa. Membuat janji temu pada waktu tertentu untuk pemeriksaan lapangan guna mengonfirmasi kondisi rumah adalah hal yang sangat umum.
EN: The modal verb 'Could' is used here to make a polite request or ask for permission. It is more formal and softer than using 'Can'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu 'Could' di sini digunakan untuk mengajukan permintaan sopan atau meminta izin. Dibandingkan menggunakan 'Can', ini terdengar lebih formal dan nadanya lebih halus.
Could I borrow your pen for a moment?
Bolehkah saya meminjam pulpen Anda?
EN: The 'if' clause (Conditional Sentence Type 0/1) is used to set a condition. 'If you're available' functions as an adverbial clause of condition.
Bahasa Indonesia: Klausa pengandaian yang diawali 'if' digunakan untuk menetapkan prasyarat. 'If you're available' (jika Anda ada waktu) di sini berfungsi sebagai klausa keterangan syarat, yang memodifikasi tindakan pada klausa utama.
We can go for a walk if it doesn't rain.
Jika tidak hujan, kita bisa pergi jalan-jalan.
EN: In English-speaking business or formal social contexts, adding 'if you're available' or 'if that works for you' is a common way to show respect for the other person's schedule, avoiding sounding too demanding.
Bahasa Indonesia: Dalam situasi bisnis atau sosial formal di negara-negara berbahasa Inggris, menambahkan 'if you're available' atau 'if that works for you' adalah hal yang sangat umum. Ini menunjukkan rasa hormat terhadap jadwal orang lain, menghindari kesan terlalu memaksa atau seperti memerintah.
EN: The verb 'work' is commonly used in informal English to mean 'to be suitable, convenient, or effective' for a specific situation or schedule.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'work' dalam bahasa Inggris informal sering digunakan untuk menunjukkan bahwa waktu atau pengaturan tertentu 'cocok, nyaman, atau bisa berjalan'.
Does Friday at 6 PM work for you?
Apakah jam enam sore hari Jumat cocok untuk Anda?
EN: The contraction 'I'll' (I will) is used here to express a firm intention or a promise to do something in the near future.
Bahasa Indonesia: Singkatan 'I'll' (I will) di sini digunakan untuk menyatakan niat atau janji yang teguh untuk melakukan sesuatu dalam waktu dekat.
I'll call you as soon as I arrive.
Saya akan menelepon Anda segera setelah saya tiba.
EN: In business or formal scheduling, using 'works' is a polite and efficient way to confirm appointments. Mentioning a specific time like 'two o'clock' usually implies punctuality is expected.
Bahasa Indonesia: Dalam janji temu bisnis atau formal, menggunakan 'works' adalah cara yang sopan dan efisien untuk mengonfirmasi janji temu. Menyebutkan waktu spesifik seperti 'two o'clock' biasanya menyiratkan bahwa pihak lain harus datang tepat waktu.
EN: Passive Voice (is + past participle): Used to show that the subject (parking) is receiving the action (included) rather than performing it.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (is + past participle): Digunakan untuk menunjukkan bahwa subjek (tempat parkir) adalah penerima tindakan (termasuk), bukan pelakunya.
Is breakfast included in the room price?
Apakah sarapan sudah termasuk dalam harga kamar?
EN: Inverted Word Order in Questions: In English questions with the verb 'to be', the verb moves before the subject.
Bahasa Indonesia: Inversi dalam kalimat tanya: Dalam kalimat tanya bahasa Inggris yang mengandung kata kerja 'be', kata kerja akan berpindah ke depan subjek.
Is the document ready for review?
Apakah dokumen ini sudah siap untuk ditinjau?
EN: In many Western cities, parking is a significant additional cost. Asking if it's 'included' is a standard part of lease negotiations to avoid hidden fees.
Bahasa Indonesia: Di banyak kota Barat, biaya parkir adalah pengeluaran tambahan yang signifikan. Menanyakan apakah itu 'termasuk' adalah bagian standar dalam negosiasi sewa untuk menghindari biaya tersembunyi.
EN: The quantifier 'each' is used to refer to every individual member of a group. It is followed by a singular countable noun ('apartment') and a singular verb ('has').
Bahasa Indonesia: Determiner 'each' digunakan untuk merujuk pada setiap anggota dalam suatu kelompok. Setelahnya harus diikuti kata benda tunggal yang dapat dihitung (seperti apartment), dan kata kerja juga harus dalam bentuk tunggal (seperti has).
Each student receives a textbook on the first day.
Setiap siswa akan menerima satu buku pelajaran pada hari pertama.
EN: The past participle 'assigned' functions as an adjective here, modifying the noun 'parking space' to indicate that the space has been specifically designated for someone.
Bahasa Indonesia: Past participle 'assigned' di sini digunakan sebagai kata sifat, memodifikasi kata benda 'parking space', yang menunjukkan bahwa tempat parkir tersebut telah 'ditugaskan' atau 'ditentukan' secara khusus untuk seseorang.
Please sit in your assigned seat.
Silakan duduk di kursi yang telah ditentukan untuk Anda.
EN: In many North American cities, an 'assigned' parking space is a significant benefit, as it guarantees the tenant a spot and avoids the hassle of street parking or first-come-first-served lots.
Bahasa Indonesia: Di banyak kota di Amerika Utara, tempat parkir 'yang ditentukan' adalah keuntungan penting karena menjamin penyewa mendapatkan tempat tetap, menghindari kerumitan parkir di pinggir jalan atau tempat parkir siapa cepat dia dapat.
EN: The conjunction 'because' is used to introduce a subordinate clause that provides a reason for the statement made in the main clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'because' digunakan untuk mengawali klausa subordinat, memberikan alasan bagi situasi yang dinyatakan dalam klausa utama.
I am happy because I passed the exam.
Saya sangat senang karena saya lulus ujian.
EN: The 'to-infinitive' (to + verb) can function as an adjective to modify a noun, indicating the purpose or function of that noun.
Bahasa Indonesia: 'Infinitive' (to + kata kerja) dapat digunakan sebagai adjektiva untuk memodifikasi nomina, menunjukkan tujuan atau fungsi dari nomina tersebut.
She has a lot of work to do.
Dia punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
EN: In many urban areas in Western countries, parking is a significant concern for apartment seekers. Mentioning it specifically highlights its importance in the rental negotiation process.
Bahasa Indonesia: Di banyak wilayah perkotaan di negara-negara Barat, tempat parkir adalah masalah yang sangat diperhatikan oleh penyewa. Menyebutkan hal ini secara khusus menonjolkan pentingnya hal tersebut dalam proses negosiasi sewa.
EN: The use of 'will' ('ll) to express a spontaneous decision or a promise made at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' (disingkat menjadi 'll) untuk menunjukkan keputusan atau janji instan yang dibuat pada saat berbicara.
I'll call you as soon as I arrive at the station.
Saya akan menelepon Anda segera setelah saya sampai di stasiun.
EN: The word 'then' used as an adverb at the end of a sentence to mean 'in that case' or to signal the conclusion of a conversation.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'then' diletakkan di akhir kalimat untuk berarti 'kalau begitu' atau 'maka', sering digunakan untuk mengakhiri percakapan atau merangkum kesepakatan.
I'll see you at the cinema at 7 PM then.
Kalau begitu, sampai jumpa di bioskop jam 7 malam.
EN: In Western business and service interactions, confirming the next steps (like sending an address) and the meeting time is a standard way to show professionalism and reliability.
Bahasa Indonesia: Dalam interaksi bisnis atau layanan Barat, mengonfirmasi langkah selanjutnya dengan jelas (seperti mengirim alamat) serta waktu pertemuan adalah praktik standar untuk menunjukkan profesionalisme dan keandalan.
—