EN: The past participle phrase 'convinced that...' acts as a reduced relative clause (post-nominal modifier) modifying the noun 'Scientists'. It is derived from 'Scientists who are convinced that...'.
Bahasa Indonesia: Frasa partisipel lampau 'convinced that...' berfungsi sebagai modifikator pasca-positif yang menerangkan kata benda 'Scientists' di depannya, merupakan struktur elipsis dari klausa relatif 'Scientists who are convinced that...' (penyederhanaan klausa adjektiva).
Consumers convinced that prices will fall often postpone major purchases.
Konsumen yang yakin harga akan turun cenderung menunda keputusan pembelian besar.
EN: The predicative adjective structure 'be inclined to + verb' expresses a tendency, willingness, or propensity to do something. The degree modifier 'markedly less' indicates an obvious, measurable reduction in inclination.
Bahasa Indonesia: Frasa adjektiva 'be inclined to + kata kerja dasar' berarti 'cenderung/bersedia melakukan sesuatu'. Di sini dipadukan dengan adverbia tingkat 'markedly less' (jauh lebih sedikit) untuk menunjukkan kecenderungan atau keinginan yang menurun secara signifikan secara statistik atau observasi.
Employees facing burnout are markedly less inclined to volunteer for extra projects.
Karyawan yang menghadapi kelelahan kerja (burnout) memiliki kecenderungan yang jauh lebih rendah untuk secara sukarela mengambil proyek tambahan.
EN: In journalistic and academic writing, reporting clauses like 'a new study has found' frequently appear at the end of a sentence as an attribution tag. The entire preceding statement functions semantically as the direct object / content clause of the verb 'found'.
Bahasa Indonesia: Dalam laporan berita dan akademik, klausa kutipan (seperti 'a new study has found') sering dibalik dan diletakkan di akhir kalimat sebagai penanda sumber. Seluruh inti argumen yang disebutkan sebelumnya dalam kalimat secara semantik adalah isi dari klausa objek dari kata kerja 'found'.
Regular physical exercise can significantly slow cognitive decline, researchers have confirmed.
Para peneliti telah mengonfirmasi bahwa olahraga teratur dapat secara signifikan memperlambat penurunan kognitif.
EN: This sentence addresses 'techno-optimism' (or technological solutionism)—the belief that engineering, carbon capture, or geoengineering will spare humanity from making difficult societal and lifestyle sacrifices. In contemporary climate debates, critics caution that relying excessively on future technologies creates a 'moral hazard', disincentivizing immediate political engagement and personal behavioral change.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini membahas 'optimisme teknologi' (techno-optimism) atau 'solusi teknologi' yang hangat diperdebatkan dalam isu iklim kontemporer. Banyak akademisi khawatir bahwa terlalu mengandalkan rekayasa atau teknologi yang belum matang (seperti penangkapan karbon) mudah menimbulkan 'bahaya moral' (moral hazard), memberi rasa aman palsu kepada publik dan pembuat kebijakan, sehingga melemahkan urgensi untuk mengambil tindakan lingkungan nyata atau mendorong reformasi struktural.
EN: The sentence opens with a fronted present participle clause ('Surveying more than 9,000 scientists...'). This participial construction functions adverbially, concisely providing background context or the method by which the main clause action was achieved. In formal and academic prose, the implicit subject of the participle clause must match the subject of the main clause ('London School of Economics researchers').
Bahasa Indonesia: Kalimat dimulai dengan klausa partisipel kini di awal kalimat ('Surveying more than 9,000 scientists...'). Konstruksi partisipel ini berfungsi sebagai keterangan adverbial, secara ringkas memberikan konteks latar belakang atau cara tindakan dalam klausa utama dilakukan. Dalam penulisan formal dan akademis, subjek tersirat dari klausa partisipel harus sesuai dengan subjek klausa utama ('London School of Economics researchers') untuk menghindari modifier menggantung (dangling modifier).
Analyzing data from over fifty clinical trials, the team identified a promising alternative therapy.
Setelah menganalisis data dari lebih dari 50 uji klinis, tim tersebut menemukan terapi alternatif yang menjanjikan.
EN: The verb 'find' is used in a complex transitive pattern: 'find + object + object complement' ([found] [these techno-optimists] [23% less likely to...]). Here, the complement is an adjective phrase anchored by 'less likely', where '23%' functions as a quantitative degree modifier preceding the comparative adjective.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'find' menggunakan struktur transitif majemuk: 'find + objek + pelengkap objek' ([found] [these techno-optimists] [23% less likely to...]). Di sini, pelengkap objek adalah frasa adjektiva yang dipimpin oleh 'less likely', dan '23%' berfungsi sebagai keterangan tingkat kuantitas, ditempatkan sebelum adjektiva komparatif untuk menunjukkan besarnya selisih secara jelas.
The committee judged the applicant highly qualified for the administrative post.
Komite menilai bahwa pelamar tersebut sangat memenuhi syarat untuk posisi administratif itu.
EN: The term 'techno-optimist' refers to individuals holding the belief that technological innovation alone can resolve systemic environmental or social dilemmas. In climate discourse, techno-optimism is frequently critiqued for potentially inducing moral hazard—leading people to delay immediate behavioral or political shifts in anticipation of future technological panaceas.
Bahasa Indonesia: 'Teknolog-optimis' (techno-optimists) merujuk pada orang-orang yang percaya bahwa inovasi teknologi saja dapat menyelesaikan masalah lingkungan atau sosial yang sistemik. Dalam diskusi lintas disiplin tentang tata kelola iklim saat ini, optimisme teknologi sering menjadi bahan refleksi dan kritik, karena dapat memicu 'bahaya moral' (moral hazard) — membuat publik atau pembuat kebijakan menaruh harapan pada solusi teknologi masa depan yang belum teruji, sehingga menunda perubahan gaya hidup dan reformasi kelembagaan yang mendesak saat ini.
EN: Negative inversion occurs when a negative conjunction like 'nor' starts an independent clause to continue a negative thought. The auxiliary or modal verb precedes the subject ('Nor were they...').
Bahasa Indonesia: Kalimat inversi negatif: Ketika kata negatif atau konjungsi (seperti 'nor') diletakkan di awal kalimat untuk melanjutkan makna negatif yang telah disebutkan, kalimat harus menggunakan urutan inversi, yaitu kata kerja bantu atau kata kerja 'be' ditempatkan sebelum subjek (contoh: 'Nor were they...').
He did not attend the conference, nor was he interested in reading the proceedings.
Dia tidak menghadiri rapat, dan juga tidak tertarik untuk membaca prosiding konferensi.
EN: Participle clause as an adverbial of explanation or result: 'being 18% less likely...' functions as a present participial phrase modifying the preceding clause, elaborating on the degree or evidence of their unwillingness.
Bahasa Indonesia: Frasa partisip sekarang sebagai keterangan tambahan/keterangan hasil: frasa partisip yang dimulai dengan 'being 18% less likely...' memodifikasi seluruh kalimat sebelumnya, menjelaskan lebih rinci dengan data sejauh mana keengganan mereka untuk berubah.
She avoided public speaking, being terrified of addressing large crowds.
Dia menghindari berbicara di depan umum karena dia merasa takut berbicara di depan banyak orang.
EN: The actions cited—flying less and adopting plant-based diets—represent two of the most widely debated individual carbon reduction steps in contemporary Western climate discourse. The tension between systemic change and individual action is a core topic in academic climate sociology.
Bahasa Indonesia: 'Mengurangi penerbangan' dan 'pola makan berbasis nabati' yang disebut dalam kalimat adalah tindakan pengurangan karbon tingkat individu yang paling representatif dan banyak diperdebatkan dalam wacana perubahan iklim Barat kontemporer. Hal ini mencerminkan eksplorasi akademisi mengenai ketegangan dan trade-off antara 'perubahan sistemik(seperti ketergantungan pada inovasi teknologi()' dan 'tanggung jawab tindakan individu'.
EN: The conjunction 'whereas' introduces an adverbial clause of contrast, setting two opposing facts against each other. It is formal in tone and functions similarly to 'while', but emphasizes distinction or comparison rather than time.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'whereas' memperkenalkan klausa adverbia yang menyatakan pertentangan, digunakan untuk menempatkan dua fakta yang berlawanan atau kontras secara berdampingan untuk diperbandingkan. Nada yang digunakan relatif formal,, fungsinya mirip dengan 'while' tetapi menekankan perbedaan dan pertentangan,, bukan keserentakan waktu.
Some employees prefer remote work, whereas others thrive in a traditional office environment.
Sebagian karyawan lebih suka bekerja jarak jauh,, sementara yang lain berkinerja lebih baik di lingkungan kantor tradisional.
EN: In statistical reports, a percentage expression followed by 'of + noun' dictates subject-verb agreement based on the noun that follows: '27% of respondents' is plural, taking a plural conceptual reference, while singular nouns take singular verbs. Furthermore, numbers with omitted head nouns (e.g., '44%' standing for '44% of respondents') rely on ellipsis for conciseness.
Bahasa Indonesia: Dalam penyajian data statistik,, keselarasan tunggal/jamak dari 'persen + of + kata benda' bergantung pada kata benda setelah preposisi: di sini '27% of respondents' responden adalah konsep jamak. Selain itu,, '44%' dalam kalimat menghilangkan pengulangan 'of respondents',, yang termasuk elipsis ke belakang(ellipsis() demi keruntutan kalimat.
Approximately 60% of the budget was allocated to research, whereas 25% went to marketing.
Sekitar 60% anggaran dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan,, sementara 25% digunakan untuk pemasaran.
EN: 'Stay' acts as a linking verb (copula) meaning 'to remain in a particular state or condition', followed directly by a predicate adjective ('neutral'). Other common examples include 'stay calm', 'stay alert', and 'stay focused'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'stay' di sini digunakan sebagai kata kerja penghubung,, yang berarti 'tetap dalam suatu keadaan',, dan langsung diikuti oleh kata sifat (seperti 'neutral') sebagai pelengkap subjek. Kolokasi umum termasuk 'stay calm' (tetap tenang(), 'stay alert' (tetap waspada() dan lain-lain.
During heated debates, the committee chair must stay neutral.
Dalam perdebatan sengit,, ketua komite harus tetap netral.
EN: The term 'techno-optimism' (or techno-solutionism) is a prominent concept in contemporary climate and policy discourse. It refers to the belief that breakthroughs in engineering and technology (such as carbon capture, geoengineering, or nuclear fusion) can resolve environmental challenges without requiring substantial societal or lifestyle changes.
Bahasa Indonesia: 'Tekno-optimisme' (techno-optimism) adalah konsep inti dalam wacana iklim dan kebijakan publik kontemporer. Ini merujuk pada pola pikir yang sangat percaya bahwa inovasi teknologi (misalnya penangkapan karbon, rekayasa bumi, atau teknologi fusi nuklir) cukup untuk mengatasi krisis lingkungan tanpa perlu perubahan besar pada struktur sosial atau gaya hidup individu.
EN: The prepositional phrase 'at the expense of' is an advanced idiom meaning 'so as to cause harm or damage to someone or something' or 'sacrificing something'. It is frequently used in formal discourse and academic writing to contrast prioritized actions against their negative trade-offs.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'at the expense of' berarti 'dengan mengorbankan' atau 'merusak/mengorbankan...'. Sangat umum dalam gaya bahasa formal dan tulisan akademis, digunakan untuk menonjolkan bahwa suatu tindakan meskipun memiliki pertimbangannya sendiri, tetap mengorbankan tujuan lain yang lebih penting atau diperlukan.
Rapid economic growth should not be pursued at the expense of environmental sustainability.
Pertumbuhan ekonomi yang cepat tidak boleh dikejar dengan mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
EN: The clause 'the crisis demands' is a reduced relative clause (contact clause) modifying 'the systemic change'. The relative pronoun 'that' or 'which' is omitted because it serves as the direct object of the verb 'demands' (i.e., 'the systemic change [that/which] the crisis demands').
Bahasa Indonesia: Frasa nomina 'the systemic change the crisis demands' mengandung klausa relatif (klausa adjektiva) dengan kata ganti relatif yang dihilangkan. Karena kata ganti relatif berfungsi sebagai objek dari verba 'demands' dalam klausa tersebut, 'that' atau 'which' dapat dihilangkan, membuat struktur kalimat lebih ringkas dan padat.
She finally received the recognition her hard work deserved.
Akhirnya dia mendapatkan pengakuan yang layak ia terima atas kerja kerasnya.
EN: In climate and science journalism, 'techno-optimism' refers to the belief that emerging technologies (like carbon capture or geoengineering) will solve environmental problems without requiring disruptive economic or behavioral changes. The phrase 'at the expense of systemic change' reflects a central debate in modern policy: whether tech innovations can actually distract from or delay critical structural overhauls.
Bahasa Indonesia: Dalam pemberitaan iklim dan sains kontemporer, 'techno-optimism' (optimisme teknologi) adalah pandangan yang sangat percaya bahwa teknologi baru (seperti penangkapan karbon, rekayasa bumi) dapat menyelesaikan krisis lingkungan tanpa mengubah gaya hidup atau sistem. Frasa 'at the expense of systemic change' (dengan mengorbankan perubahan sistemik) dalam teks ini secara tepat menunjukkan perdebatan inti di kalangan pembuat kebijakan: apakah keyakinan buta terhadap teknologi justru menunda transformasi struktur ekonomi dan sosial yang sangat mendesak.
EN: When a sentence begins with a restrictive element like 'Only if' (negative/restrictive adverbial clause), negative inversion occurs in the main clause. The auxiliary verb precedes the subject ('can technology play', not 'technology can play'). The reporting clause 'he argued' is an embedded parenthetical element inserted between the conditional clause and the main inverted clause.
Bahasa Indonesia: Ketika kalimat dimulai dengan klausa adverbia restriktif 'Only if' (hanya jika...), klausa utama harus menggunakan urutan inversi, yaitu kata kerja bantu dipindahkan ke depan subjek (di sini 'can technology play', bukan 'technology can play'). Sisipan 'he argued' (ia berpendapat) adalah struktur kutipan yang disisipkan di antara klausa kondisional dan klausa utama yang terinversi.
Only if we address the root causes of poverty can we achieve sustainable peace.
Hanya jika kita mengatasi akar penyebab kemiskinan, kita dapat mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
EN: 'Rather than' functions as a coordinating conjunction/preposition introducing an alternative or preference. Here, it coordinates two bare infinitive verb phrases dependent on the modal 'can': 'play its proper role' rather than '[can] serve as a convenient substitute'.
Bahasa Indonesia: 'Rather than' (daripada) di sini berfungsi sebagai konjungsi koordinatif, memperkenalkan alternatif yang dikecualikan. Dalam kalimat ini, ia menghubungkan dua frasa verba bentuk dasar yang berbagi kata kerja bantu 'can': 'play its proper role' dan 'serve as a convenient substitute'.
The initiative aims to empower local communities rather than impose top-down regulations.
Inisiatif ini bertujuan memberdayakan komunitas lokal, bukan memaksakan peraturan dari atas ke bawah.
EN: In academic and environmental discourse, 'convenient substitute' touches on the critique of 'techno-optimism' or 'greenwashing'. Scholars often argue that relying solely on technical fixes allows governments and consumers to avoid difficult systemic behavioral changes, treating technology as an easy out rather than part of a holistic solution.
Bahasa Indonesia: Dalam wacana iklim dan akademis saat ini, 'pengganti yang nyaman' secara langsung menunjuk pada kritik terhadap 'optimisme teknologi' atau fenomena 'greenwashing'. Para peneliti sering menunjukkan bahwa harapan berlebihan pada teknologi masa depan mudah menciptakan sikap menghindar, memperlakukan teknologi sebagai 'alasan atau jalan pintas' untuk tidak mengubah kebiasaan hidup dan sistem, serta mengabaikan perlunya transformasi konsumsi yang sistematis.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
so as to cause harm, neglect, or damage to someone or something else
dengan mengorbankan; dengan merugikan...
a diet consisting mostly or entirely of foods derived from plants, with few or no animal products
pola makan nabati, pola makan berbasis sayuran
to take part in or get involved with an activity
berpartisipasi, terlibat
a person who believes that technology will ultimately solve societal and environmental problems
optimis teknologi