Jensen Huang: The Dishwasher's DreamJensen Huang: Impian Sang Pencuci Piring
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Jensen Huang was born in 1963 in Tainan, Taiwan.
Jensen Huang lahir pada tahun 1963 di Tainan, Taiwan.
#2
When he was just nine years old, his parents made a big decision to immigrate.
Ketika dia baru berusia sembilan tahun, orang tuanya membuat keputusan besar untuk berimigrasi.
#3
They sent Jensen and his brother to America to live with their uncle.
Mereka mengirim Jensen dan saudaranya ke Amerika untuk tinggal bersama paman mereka.
#4
But by mistake, the uncle enrolled them in a tough rural reform school.
Namun karena kesalahan, sang paman mendaftarkan mereka di sekolah reformasi pedesaan yang keras.
#5
The school was meant for teenagers with serious problems.
Sekolah ini ditujukan bagi remaja dengan masalah serius.
#6
Jensen's roommate even had a collection of knives.
Teman sekamar Jensen bahkan memiliki koleksi pisau.
#7
Instead of complaining, Jensen chose to adapt to his new environment.
Alih-alih mengeluh, Jensen memilih untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.
#8
He cleaned tables at a Denny's to earn money and was hardworking in every class.
Dia membersihkan meja di restoran Denny's untuk mencari uang dan bekerja keras di setiap kelas.
#9
Jensen discovered his passion for computers and engineering at Oregon State University.
Jensen menemukan minatnya pada komputer dan teknik di Oregon State University.
#10
He continued his education and earned a master's degree at Stanford University.
Dia melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar magister di Stanford University.
#11
He then worked at semiconductor companies like LSI Logic and AMD.
Dia kemudian bekerja di perusahaan semikonduktor seperti LSI Logic dan AMD.
#12
He learned the semiconductor industry inside and out, gaining valuable experience.
Dia mempelajari industri semikonduktor secara mendalam dan mendapatkan pengalaman berharga.
#13
In 1993, a 30-year-old Jensen sat in a booth at Denny's with two friends.
Pada tahun 1993, Jensen yang berusia 30 tahun duduk di sebuah bilik di Denny's bersama dua orang temannya.
#14
They began to sketch their idea for a new kind of chip company on a napkin.
Mereka mulai membuat sketsa ide mereka untuk jenis perusahaan chip baru di atas serbet.
#15
They founded NVIDIA, using Jensen's life savings to get started.
Mereka mendirikan NVIDIA, menggunakan tabungan seumur hidup Jensen untuk memulainya.
#16
This small beginning held the seeds of a future tech giant.
Awal yang kecil ini menyimpan benih raksasa teknologi masa depan.