EN: The verb 'believe' is often followed by a noun clause starting with 'that' (which can be omitted in informal contexts) to express an opinion or conviction. The adverb 'firmly' is placed before 'believe' to add strong emphasis.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "believe" (percaya) sering diikuti oleh klausa kata benda yang diawali dengan "that" (yang dapat dihilangkan dalam konteks informal) untuk menyampaikan pendapat atau keyakinan. Kata keterangan "firmly" (dengan tegas) ditempatkan sebelum "believe" untuk memperkuat nada.
I firmly believe that education can change lives.
Saya sangat yakin bahwa pendidikan dapat mengubah hidup.
EN: The modal verb 'should' is used to express a recommendation, duty, or moral obligation. It is followed by the base form of the verb (in this case, 'plant').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "should" (seharusnya) digunakan untuk menyatakan saran, kewajiban, atau tanggung jawab moral. Setelahnya diikuti kata kerja bentuk dasar (dalam kalimat ini, "plant").
We should protect the environment.
Kita harus melindungi lingkungan.
EN: In English-speaking countries, expressing opinions directly and firmly (using phrases like 'I firmly believe') is highly valued in academic writing and structured debates, as it clearly signals the speaker's stance.
EN: The 'There + be' structure is used to introduce the existence of something. Here, 'There are' is used because the subject 'several reasons' is plural.
Bahasa Indonesia: Struktur "There + be" digunakan untuk memperkenalkan keberadaan sesuatu. Di sini, "There are" digunakan karena subjek "several reasons" (beberapa alasan) berbentuk jamak.
There are many ways to solve this problem.
Ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah ini.
EN: The infinitive phrase 'to support this idea' acts as an adjective (adjectival infinitive) modifying the noun 'reasons', explaining what kind of reasons they are.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "to support this idea" berfungsi sebagai kata sifat (infinitif adjektival) di sini, memodifikasi nomina "reasons", untuk menjelaskan jenis alasan apa.
I have a lot of work to do today.
Saya punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan hari ini.
EN: In English academic writing and structured discussions, this sentence is a classic 'signposting' phrase. It prepares the listener or reader for a list of supporting arguments, which is highly valued for clarity in Western communication styles.
EN: The sentence uses a relative clause (adjective clause) 'we breathe' to modify the noun 'the air'. In English, when the relative pronoun (which/that) acts as the object of the relative clause, it is commonly omitted, especially in spoken or informal English.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan klausa relatif (klausa adjektiva) "we breathe" untuk memodifikasi kata benda "the air" (udara). Dalam bahasa Inggris, ketika kata ganti relatif (which/that) berfungsi sebagai objek dalam klausa relatif, kata ganti tersebut sering dihilangkan, yang sangat umum dalam bahasa Inggris lisan atau informal.
This is the book I bought yesterday.
Ini adalah buku yang saya beli kemarin.
EN: The transition word 'First' is used as an adverbial linker to sequence ideas in a structured argument or list. It is typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Kata transisi "First" (pertama) digunakan sebagai penghubung adverbial untuk mengurutkan ide dalam argumen atau daftar yang terstruktur. Setelahnya biasanya diikuti koma.
First, we need to gather all the ingredients.
Pertama, kita perlu mengumpulkan semua bahan.
EN: The use of 'Second' as a transition word (or cohesive device) to introduce the second point in a list or argument. It is typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Penggunaan "Second" sebagai kata transisi (atau alat kohesif) untuk memperkenalkan poin kedua dalam daftar atau argumen. Setelahnya biasanya diikuti dengan koma.
Second, we need to consider the budget.
Kedua, kita perlu mempertimbangkan anggaran.
EN: The preposition 'on' is used before specific days or types of days (e.g., 'on hot days', 'on Monday', 'on my birthday').
Bahasa Indonesia: Preposisi "on" digunakan sebelum hari tertentu atau jenis hari tertentu (misalnya: "pada hari yang panas", "pada hari Senin", "pada hari ulang tahun saya").
We usually go to the beach on sunny days.
Kami biasanya pergi ke pantai pada hari yang cerah.
EN: The phrase 'For instance' is a transitional device used to introduce an example that supports a previous statement. It is synonymous with 'For example' and is typically followed by a comma when starting a sentence.
Bahasa Indonesia: "For instance" adalah frasa transisi yang digunakan untuk memperkenalkan contoh yang mendukung argumen sebelumnya. Ini sinonim dengan "For example", dan ketika diletakkan di awal kalimat, biasanya diikuti dengan koma.
For instance, she always arrives ten minutes early to meetings.
Misalnya, dia selalu tiba sepuluh menit lebih awal untuk rapat.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (copular verb) used to describe a state or sensation. It is followed directly by an adjective (e.g., 'cooler') rather than an adverb, to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" di sini berfungsi sebagai kata kerja penghubung (linking verb), digunakan untuk menggambarkan keadaan atau perasaan. Setelahnya langsung diikuti oleh kata sifat (seperti "cooler") bukan kata keterangan, untuk memodifikasi keadaan subjek.
The silk fabric feels very soft.
Kain sutra ini terasa sangat lembut.
EN: The verb 'argue' is followed by a 'that' clause (noun clause) acting as the direct object. It is used to introduce an opinion or argument, especially one that might be debated. The word 'that' can optionally be omitted in informal contexts.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "argue" (berpendapat/menganggap) diikuti oleh klausa 'that' (klausa nomina) sebagai objek langsung. Ini sering digunakan untuk memperkenalkan sudut pandang atau argumen, terutama pendapat yang mungkin kontroversial. Dalam konteks informal, "that" dapat dihilangkan.
Some experts argue that sleep is more important than exercise.
Beberapa ahli berpendapat bahwa tidur lebih penting daripada olahraga.
EN: The verb 'cost' is used to indicate the price or effort needed for something. The pattern 'cost + [noun] + to-infinitive' shows what resource (like money or time) is required to perform an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "cost" (menghabiskan) digunakan untuk menunjukkan harga atau usaha yang diperlukan untuk sesuatu. Pola kalimat "cost + [nomina] + infinitif (to V)" menunjukkan bahwa melakukan suatu tindakan memerlukan sumber daya tertentu (seperti uang atau waktu).
It costs a lot of energy to maintain this building.
Merawat bangunan ini membutuhkan banyak tenaga.
EN: The transition word 'however' is a conjunctive adverb used to introduce a contrast or contradiction to the previous statement. It is typically followed by a comma when starting a sentence.
Bahasa Indonesia: Kata transisi "however" (namun) adalah kata keterangan penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan sudut pandang yang berlawanan atau kontras dengan kalimat sebelumnya. Ketika terletak di awal kalimat, biasanya diikuti dengan koma.
The weather was cold; however, we decided to go for a walk.
Cuacanya dingin; namun, kami tetap memutuskan untuk berjalan-jalan.
EN: The transitive verb 'outweigh' means to be greater or more significant than something else. It is commonly used in argumentative writing to compare pros and cons (e.g., 'benefits outweigh the costs/risks').
Bahasa Indonesia: Kata kerja transitif "outweigh" (lebih besar dari) berarti nilai atau kepentingan sesuatu melebihi hal lain. Ini sering digunakan dalam esai argumentatif untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan (misalnya: "manfaat lebih besar daripada biaya/risiko").
The advantages of this new technology far outweigh its disadvantages.
Keuntungan teknologi baru ini jauh lebih besar daripada kerugiannya.
EN: The transition phrase 'In addition' is a conjunctive adverb used to introduce extra information that supports or expands on the previous point. It is typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "In addition" (Selain itu) adalah kata keterangan penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan informasi tambahan untuk mendukung atau memperluas sudut pandang sebelumnya. Setelahnya biasanya diikuti dengan koma.
In addition, regular exercise improves sleep quality.
Selain itu, olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur.
EN: The verb 'reduce' is a transitive verb meaning to make something smaller or less in amount, degree, or size. In this sentence, it takes the direct object 'our stress'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "reduce" (mengurangi) adalah kata kerja transitif yang berarti membuat sesuatu menjadi lebih kecil atau lebih sedikit dalam jumlah, tingkat, atau ukuran. Dalam kalimat ini, ia menerima objek langsung "our stress" (stres kita).
EN: In modern urban planning and environmental psychology, 'green spaces' (such as parks, gardens, and schoolyards with plants) are highly valued for their proven benefits to mental health and cognitive function, which is a key theme in contemporary wellness discussions.
EN: The sentence uses a noun clause (or 'that-clause') starting with 'that' as the direct object of the verb 'shows'. The conjunction 'that' is used to introduce a statement of fact and can often be omitted in informal speech.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan klausa nomina (atau 'that-clause') yang dimulai dengan 'that' sebagai objek langsung dari kata kerja "shows". Kata penghubung "that" digunakan untuk memperkenalkan pernyataan fakta, dan dalam percakapan informal biasanya dapat dihilangkan.
Scientists believe that sleep restores energy.
Para ilmuwan percaya bahwa tidur dapat memulihkan energi.
EN: The simple present tense is used here ('shows', 'improves') to express general truths, scientific facts, or permanent situations.
Bahasa Indonesia: Di sini, present tense digunakan ("shows", "improves") untuk menyatakan kebenaran umum, fakta ilmiah, atau keadaan yang berlangsung permanen.
Water boils at 100 degrees Celsius.
Air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius.
EN: The gerund phrase 'planting trees' acts as the singular subject of the sentence. A gerund (verb + -ing) functions as a noun, and when it is the subject, it takes a singular verb ('is').
Bahasa Indonesia: Frasa gerund "planting trees" (menanam pohon) berfungsi sebagai subjek tunggal dalam kalimat ini. Gerund (kata kerja + -ing) memiliki fungsi nomina, dan ketika digunakan sebagai subjek, harus diikuti oleh kata kerja tunggal (is).
Learning new languages opens many doors.
Mempelajari bahasa baru dapat membuka banyak pintu kesempatan.
EN: The transition word 'Therefore' is a conjunctive adverb used to introduce a logical conclusion or result. It is typically placed at the beginning of a sentence and followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Kata transisi "Therefore" (Oleh karena itu) adalah kata keterangan penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan kesimpulan atau hasil yang logis. Kata ini biasanya diletakkan di awal kalimat, diikuti dengan koma.
Therefore, we must act immediately.
Oleh karena itu, kita harus segera mengambil tindakan.
EN: The transitional phrase 'To sum up' is used at the beginning of a sentence to introduce a concluding statement or summary of previous points.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "To sum up" (Singkatnya) sering digunakan di awal kalimat untuk memperkenalkan kesimpulan atau merangkum poin-poin yang telah disebutkan sebelumnya.
To sum up, we need to reduce our daily waste.
Singkatnya, kita perlu mengurangi sampah sehari-hari.
EN: The comparative adjective 'greener' (from 'green') is used here to describe a school with more plants and trees. The suffix '-er' is added to one-syllable adjectives to form the comparative degree.
Bahasa Indonesia: Kata sifat komparatif "greener" (dari "green") digunakan di sini untuk menggambarkan sekolah yang memiliki lebih banyak tanaman dan pohon. Kata sifat bersuku kata satu dibentuk menjadi bentuk komparatif dengan menambahkan "-er" di akhir kata.
EN: The structure 'be convinced that...' is used to express a strong belief or certainty about something. 'Convinced' acts as an adjective here, describing the state of being completely sure.
Bahasa Indonesia: Struktur "be convinced that..." digunakan untuk mengekspresikan keyakinan kuat atau kepastian tentang sesuatu. Di sini, "convinced" digunakan sebagai kata sifat, menggambarkan keadaan yang sepenuhnya yakin.
She is convinced that we will win the game.
Dia sangat yakin bahwa kami akan memenangkan pertandingan ini.
EN: The phrase 'be worth it' is a common idiomatic expression meaning that something is useful, helpful, or rewarding despite the effort, time, or money spent on it. 'It' is a dummy pronoun referring to the action or plan.
Bahasa Indonesia: Frasa "be worth it" adalah ungkapan idiomatik umum yang berarti bahwa meskipun membutuhkan usaha, waktu, atau uang, sesuatu tetap layak, bermanfaat, atau memberikan imbalan. Di sini, "it" adalah kata ganti dummy yang merujuk pada tindakan atau rencana tersebut.
Learning a new language is hard, but it is worth it.
Belajar bahasa baru itu sulit, tetapi ini layak dilakukan.
EN: In English-speaking professional and academic environments, expressing opinions with strong, assertive phrases like 'I am convinced' is highly valued as it demonstrates confidence, leadership, and clear commitment to an idea.
EN: The verb 'believe' is followed by a 'that-clause' acting as the direct object. The conjunction 'that' introduces a noun clause containing a complete sentence (subject + verb + object) to express the content of the belief. In spoken English, 'that' is often omitted, but keeping it adds formality and clarity.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "believe" (percaya) diikuti oleh klausa 'that' yang berfungsi sebagai objek langsung. Klausa 'that' ini adalah klausa nomina yang berisi kalimat lengkap (subjek + kata kerja + objek), digunakan untuk mengekspresikan isi keyakinan. Dalam percakapan, "that" sering dihilangkan, tetapi dalam tulisan, mempertahankannya menambah formalitas dan kejelasan.
I firmly believe that education can change a person's life.
Saya sangat yakin bahwa pendidikan dapat mengubah hidup seseorang.
EN: The phrase 'at least' is an adverbial phrase meaning 'not less than' or 'at the minimum'. It is used to modify numbers or quantities to set a minimum limit.
Bahasa Indonesia: Frasa "at least" adalah frasa keterangan yang berarti "tidak kurang dari" atau "paling sedikit". Ini digunakan untuk memodifikasi jumlah atau angka, untuk menetapkan batas minimum.
You should drink at least eight glasses of water every day.
Anda harus minum setidaknya delapan gelas air setiap hari.
EN: The 'There are' structure is used to introduce the existence of plural nouns. 'There' acts as a dummy subject, and the real subject is the plural noun phrase that follows ('several strong reasons').
Bahasa Indonesia: Struktur "There are" digunakan untuk memperkenalkan keberadaan kata benda jamak. Di sini, "There" berfungsi sebagai subjek semu, dan subjek gramatikal yang sebenarnya adalah frasa kata benda jamak yang mengikutinya (dalam hal ini "several strong reasons").
There are many ways to solve this problem.
Ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah ini.
EN: The infinitive phrase 'to support this view' functions as an adjective (adjectival infinitive) modifying the noun 'reasons', explaining what kind of reasons they are.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "to support this view" berfungsi sebagai kata sifat (infinitif adjektival) yang memodifikasi kata benda "reasons", untuk menjelaskan alasan seperti apa.
She has a strong desire to learn new languages.
Dia memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa baru.
EN: The use of 'over time' as an adverbial phrase of time. It indicates a gradual change or development that happens as time passes, often used with present simple tense to describe general truths or habits.
Bahasa Indonesia: Penggunaan "over time" sebagai frasa keterangan waktu. Ini menunjukkan perubahan atau perkembangan yang terjadi secara bertahap seiring berjalannya waktu, sering digunakan dalam present tense untuk menggambarkan kebenaran umum atau kebiasaan.
Your English skills will improve over time with daily practice.
Dengan latihan harian, kemampuan bahasa Inggris Anda akan meningkat seiring waktu.
EN: Comparative adjectives (e.g., 'richer') are used to compare two things. Here, 'richer' implies a comparison between a person's vocabulary after reading regularly versus before.
Bahasa Indonesia: Kata sifat komparatif (misalnya, "richer") digunakan untuk membandingkan dua hal. Di sini, "richer" menyiratkan perbandingan kosakata sebelum dan sesudah membaca secara teratur.
This new method provides a safer environment for children.
Metode baru ini menyediakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.
EN: The phrase 'open one's mind to' is an idiomatic expression meaning to become willing to consider or accept new ideas, perspectives, or experiences. 'Mind' is often pluralized as 'minds' when referring to multiple people.
Bahasa Indonesia: Frasa "open one's mind to" (membuka pikiran seseorang) adalah ungkapan idiomatik yang berarti menjadi bersedia untuk mempertimbangkan atau menerima ide, sudut pandang, atau pengalaman baru. Ketika merujuk pada banyak orang, "mind" biasanya digunakan dalam bentuk jamak "minds".
Travel opens our minds to different ways of living.
Bepergian dapat membuka wawasan kita terhadap cara hidup yang berbeda.
EN: The transition word 'Second' (or 'Secondly') is an adverbial linker used to introduce the second point in a list or argument, helping to structure the discourse clearly.
Bahasa Indonesia: Kata transisi "Second" (atau Secondly, yang berarti "kedua") adalah penghubung adverbial yang digunakan untuk memperkenalkan poin kedua dalam daftar atau argumen, membantu membuat struktur tulisan lebih jelas.
Second, we must consider the environmental impact of this project.
Kedua, kita harus mempertimbangkan dampak proyek ini terhadap lingkungan.
EN: The transition phrase 'For instance' is used to introduce a specific example that supports a previous statement. It is synonymous with 'For example' and is typically followed by a comma when starting a sentence.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "For instance" (Misalnya) digunakan untuk memperkenalkan contoh spesifik yang mendukung argumen sebelumnya. Ini sinonim dengan "For example", dan ketika digunakan di awal kalimat, biasanya diikuti dengan koma.
For instance, regular exercise can improve your sleep quality.
Misalnya, olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur Anda.
EN: The modal verb 'can' is used here to express possibility or capability. It is followed by the base form of the verb ('teach').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "can" digunakan di sini untuk menyatakan kemungkinan atau kemampuan. Setelahnya harus diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (di sini, "teach").
Reading can broaden our horizons.
Membaca dapat memperluas wawasan kita.
EN: The verb 'argue' is followed by a noun clause starting with the conjunction 'that' (which can be omitted in informal contexts). This 'that-clause' functions as the direct object of the verb, expressing the opinion or argument being made.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "argue" (berpendapat/mengklaim) diikuti oleh klausa kata benda yang diawali dengan konjungsi "that" (yang dapat dihilangkan dalam konteks informal). Klausa "that" ini berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja tersebut, untuk menyampaikan pendapat atau argumen yang dikemukakan.
Many experts argue that sleep is essential for memory.
Banyak ahli berpendapat bahwa tidur sangat penting untuk daya ingat.
EN: The adverb 'simply' is used here as an intensifier meaning 'just' or 'merely', emphasizing the straightforward or absolute nature of the adjective 'busy'.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "simply" digunakan di sini sebagai penekan yang berarti "hanya" atau "sekadar", untuk menekankan keadaan langsung atau mutlak dari kata sifat "busy" (sibuk).
The explanation was simply too difficult to understand.
Penjelasan ini sungguh terlalu sulit untuk dipahami.
EN: In academic and formal discussions, the phrase 'Some people argue that...' is a standard way to introduce a counterargument or a common belief before addressing or refuting it. It helps maintain an objective, balanced tone.
EN: The word 'even' is used as an intensive adverb to emphasize that something is surprising, unusual, or extreme. In this sentence, it emphasizes that a very small amount of time (fifteen minutes) is sufficient to produce a result.
Bahasa Indonesia: "Even" (bahkan) digunakan sebagai kata keterangan penekan untuk menekankan bahwa sesuatu itu mengejutkan, tidak biasa, atau ekstrem. Dalam kalimat ini, kata ini menekankan bahwa waktu yang sangat sedikit (lima belas menit) sudah cukup untuk menghasilkan efek.
Even a child can understand this simple rule.
Bahkan anak kecil pun dapat memahami aturan sederhana ini.
EN: The idiom 'make a difference' means to have a significant effect on a person or situation, or to cause a change.
Bahasa Indonesia: Frasa "make a difference" berarti memiliki efek yang signifikan pada seseorang atau situasi, atau membawa perubahan dan memberikan dampak.
Your generous donation will really make a difference in these children's lives.
Sumbangan Anda yang murah hati akan benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan anak-anak ini.
EN: The transition phrase 'In addition' is a conjunctive adverb used to introduce extra information that supports or builds upon the previous statement. It is typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "In addition" (Selain itu) adalah kata keterangan penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan informasi tambahan yang mendukung atau melengkapi isi sebelumnya. Setelahnya biasanya diikuti dengan koma.
In addition, regular exercise improves sleep quality.
Selain itu, olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur.
EN: This sentence uses a compound predicate where the single subject 'reading' (a gerund acting as a noun) performs two actions: 'reduces' and 'improves'. Both verbs must agree with the singular subject 'reading' by adding '-s'.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan predikat majemuk di mana subjek tunggal "reading" (gerund yang digunakan sebagai nomina) melakukan dua tindakan: "reduces" dan "improves". Kedua kata kerja ini harus sesuai dengan subjek tunggal "reading", oleh karena itu keduanya diberi akhiran "-s".
Swimming burns calories and builds muscle.
Berenang membakar kalori dan membangun otot.
EN: The noun clause starting with 'that' functions as the direct object of the verb 'shows'. In this structure, 'that' is a conjunction that introduces a complete statement representing the finding or fact being shown.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina yang dimulai dengan 'that' berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "shows". Dalam struktur ini, "that" adalah kata penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan pernyataan lengkap, mewakili temuan atau fakta penelitian yang disajikan.
Studies indicate that regular exercise improves sleep quality.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur.
EN: The verb pattern 'tend to + base verb' is used to describe a general habit, likelihood, or characteristic of a person or thing. It means to usually or typically behave in a particular way.
Bahasa Indonesia: Pola kata kerja "tend to + kata kerja dasar" digunakan untuk menggambarkan kebiasaan umum, kecenderungan, atau karakteristik seseorang atau sesuatu. Ini berarti biasanya atau secara kebiasaan berperilaku dengan cara tertentu.
People who live in cities tend to walk faster.
Orang yang tinggal di kota cenderung berjalan lebih cepat.
EN: The modal verb 'should' is used to express recommendation, advice, or obligation. It is followed by the base form of the verb (in this case, 'encourage').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "should" (seharusnya) digunakan untuk menyatakan saran, nasihat, atau kewajiban. Setelahnya harus diikuti kata kerja bentuk dasar (dalam kalimat ini, "encourage").
Students should practice speaking English every day.
Siswa seharusnya berlatih berbicara bahasa Inggris setiap hari.
EN: The word 'therefore' is a conjunctive adverb used to introduce a logical result or conclusion. It is typically placed at the beginning of a sentence, followed by a comma.
Bahasa Indonesia: "Therefore" (oleh karena itu) adalah kata keterangan penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan hasil atau kesimpulan yang logis. Kata ini biasanya diletakkan di awal kalimat, diikuti dengan koma.
He studied hard; therefore, he passed the exam.
Dia belajar dengan giat; oleh karena itu, dia lulus ujian.
EN: In English-speaking academic and professional contexts, structured transition words like 'Therefore', 'First', and 'Second' are highly valued for creating a logical flow in persuasive writing and speeches.
EN: The transition phrase 'To sum up' is an infinitive phrase used as a sentence adverbial. It is commonly placed at the beginning of a sentence to signal a conclusion or summary of previous points.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "To sum up" (Singkatnya) adalah frasa infinitif yang digunakan sebagai keterangan kalimat. Frasa ini biasanya diletakkan di awal kalimat untuk menunjukkan ringkasan atau kesimpulan dari isi yang telah disebutkan sebelumnya.
To sum up, we need to focus on quality rather than quantity.
Singkatnya, kita perlu fokus pada kualitas, bukan kuantitas.
EN: The prepositional phrase 'with a lasting reward' uses 'with' to indicate possession or accompaniment, modifying the noun phrase 'a small effort'. Here, 'lasting' is a present participle acting as an adjective to describe 'reward'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "with a lasting reward" menggunakan "with" untuk menunjukkan penyertaan atau kepemilikan, yang memodifikasi frasa nomina "a small effort" (usaha kecil). Di dalamnya, "lasting" (bertahan lama) adalah present participle yang berfungsi sebagai kata sifat, memodifikasi nomina "reward" (imbalan).
She bought a house with a beautiful garden.
Dia membeli rumah dengan taman yang indah.
EN: The structure 'be convinced that...' is used to express a strong belief or certainty about something. 'Convinced' acts as an adjective here, describing the subject's state of mind, followed by a noun clause starting with 'that' which explains what the subject is sure of.
Bahasa Indonesia: Struktur "be convinced that..." digunakan untuk mengekspresikan keyakinan kuat atau kepastian tentang sesuatu. Di sini, "convinced" digunakan sebagai kata sifat, menggambarkan keadaan pikiran subjek, diikuti oleh klausa nomina yang dimulai dengan "that" untuk menjelaskan isi keyakinan tersebut.
She is convinced that hard work leads to success.
Dia sangat yakin bahwa kerja keras akan membawa kesuksesan.
EN: The modal verb 'can' is used here to express possibility or capability. It is followed by the base form of the verb ('change') to show what the subject ('this simple habit') is capable of doing.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "can" digunakan di sini untuk menyatakan kemungkinan atau kemampuan. Setelahnya diikuti kata kerja bentuk dasar ("change"), yang digunakan untuk menunjukkan hal yang mampu dilakukan oleh subjek ("this simple habit").
Regular exercise can improve your health.
Olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan Anda.
EN: The adverb 'firmly' (meaning strongly or resolutely) is used to modify the verb 'believe' to express a deep, unwavering conviction. In English, adverbs of manner often place emphasis when positioned directly before the main verb they modify.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "firmly" (yang berarti dengan tegas atau dengan yakin) digunakan untuk memodifikasi kata kerja "believe", untuk mengekspresikan keyakinan yang dalam dan tidak tergoyahkan. Dalam bahasa Inggris, kata keterangan modal yang ditempatkan langsung sebelum kata kerja utama yang dimodifikasinya dapat memperkuat nada kalimat.
I firmly believe that education can change lives.
Saya sangat yakin bahwa pendidikan dapat mengubah hidup seseorang.
EN: This sentence uses an information question structure starting with the question word 'What', followed by the auxiliary verb 'do', the subject 'you', and the main verb phrase 'firmly believe'. The name 'Emma' is a vocative, used to address the listener directly, separated by a comma.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur kalimat tanya informasi yang dimulai dengan kata tanya "What", diikuti oleh kata kerja bantu "do", subjek "you", dan frasa kata kerja utama "firmly believe". Nama "Emma" (Emma) adalah vokatif, digunakan untuk menyapa pendengar secara langsung, dan dipisahkan dengan koma.
What do you usually do on weekends, Leo?
Leo, apa yang biasanya kamu lakukan di akhir pekan?
EN: In English-speaking cultures, asking someone what they 'firmly believe' is an invitation to share deep personal values or philosophical stances. Using the person's name ('Emma') at the end of the question makes the inquiry feel more personal, respectful, and direct, fostering a deeper conversational connection.
EN: The verb 'believe' is often followed by a noun clause (that-clause) acting as the direct object. The conjunction 'that' is frequently omitted in informal or spoken English, leaving the subject and verb of the subordinate clause directly after 'believe'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "believe" (percaya/berpendapat) sering diikuti oleh klausa kata benda (klausa that) yang berfungsi sebagai objek langsung. Dalam bahasa Inggris lisan atau informal, konjungsi "that" sering dihilangkan, sehingga subjek dan kata kerja dari klausa bawahan langsung mengikuti "believe".
I believe we should protect the environment.
Saya percaya bahwa kita harus melindungi lingkungan.
EN: The modal verb 'should' is used to express a recommendation, advice, or moral obligation. It is always followed by the base form of the verb (bare infinitive), in this case, 'teach'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "should" (seharusnya) digunakan untuk menyatakan saran, nasihat, atau kewajiban moral. Setelahnya selalu diikuti kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to), dalam kalimat ini adalah "teach".
Students should practice speaking English every day.
Siswa seharusnya berlatih berbicara bahasa Inggris setiap hari.
EN: In Western educational systems, there is an ongoing debate about the balance between academic subjects and 'life skills' (such as personal finance, cooking, and emotional regulation). Emma's statement reflects a popular modern viewpoint that schools should prepare students practically for adulthood, not just academically.
EN: The 'There + be' structure is used to introduce the existence of something. In this sentence, 'reasons' is a plural noun, so the plural verb 'are' is used. This is a common way to introduce points in an argumentative or persuasive context.
Bahasa Indonesia: Struktur "There + be" digunakan untuk memperkenalkan keberadaan sesuatu. Dalam kalimat ini, karena "reasons" (alasan) adalah kata benda jamak, maka digunakan kata kerja jamak "are". Ini adalah cara umum untuk memperkenalkan argumen dalam konteks argumentatif atau persuasif.
There are several solutions to this problem.
Ada beberapa cara untuk menyelesaikan masalah ini.
EN: The preposition 'for' is used here to indicate purpose, reason, or support. The phrase 'reasons for [something]' explains the justification or cause behind a belief, action, or decision.
Bahasa Indonesia: Preposisi "for" digunakan di sini untuk menunjukkan tujuan, alasan, atau dukungan. Frasa "reasons for [sesuatu]" menjelaskan alasan atau sebab yang masuk akal di balik suatu keyakinan, tindakan, atau keputusan.
She gave no reasons for her decision.
Dia tidak memberikan alasan apa pun untuk keputusannya.
EN: In English academic and professional discussions, using structured signposting phrases like 'There are several reasons for...' is highly valued. It signals to the listener or reader that a logical, organized argument is about to follow, which is a key aspect of Western rhetorical style.
EN: The verb 'need' is followed by a to-infinitive ('to' + base verb) when it expresses an obligation or necessity to perform an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "need" (perlu) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan kewajiban atau kebutuhan untuk melakukan suatu tindakan.
We need to finish our homework before dinner.
Kita perlu menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum makan malam.
EN: Adverbs of manner, such as 'wisely', are used to describe how an action is performed. They typically modify verbs and are often placed after the verb or the object.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan cara (seperti "wisely" dengan bijak) digunakan untuk menggambarkan bagaimana suatu tindakan dilakukan. Kata-kata ini biasanya memodifikasi kata kerja, dan sering diletakkan setelah kata kerja atau objek.
She planned her budget carefully.
Dia merencanakan anggarannya dengan hati-hati.
EN: In many English-speaking countries, financial literacy (managing money, budgeting, and understanding credit) is increasingly recognized as an essential life skill that should be taught in schools, reflecting a cultural shift towards practical, real-world education.
EN: The transition phrase 'For instance' is used to introduce a specific example that supports a previous statement. It is synonymous with 'For example' and is typically followed by a comma and a complete clause.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "For instance" digunakan untuk memperkenalkan contoh spesifik yang mendukung pernyataan sebelumnya. Frasa ini sinonim dengan "For example" dan biasanya diikuti koma serta klausa lengkap.
She loves outdoor activities. For instance, she goes hiking every weekend.
Dia menyukai aktivitas luar ruangan. Misalnya, dia pergi hiking setiap akhir pekan.
EN: Gerund as Subject: A gerund (verb-ing) can function as a noun and serve as the subject of a sentence. It is treated as a singular noun, so it takes a singular verb (e.g., 'budgeting helps').
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai Subjek: Gerund (kata kerja + -ing) dapat berfungsi sebagai kata benda dan menjadi subjek dalam kalimat. Subjek gerund dianggap tunggal, sehingga harus diikuti kata kerja tunggal (misalnya "budgeting helps").
Saving money is important for the future.
Menabung itu penting untuk masa depan.
EN: In Western educational and parenting contexts, 'budgeting' and financial literacy are highly valued as essential life skills. Schools increasingly integrate practical financial planning into their curriculum to prepare students for independence in 'real life'.
EN: The verb 'argue' is followed by a noun clause (that-clause) acting as its direct object. In English, the conjunction 'that' is frequently omitted in informal or spoken contexts, leaving the subject and verb of the subordinate clause directly after the main verb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "argue" (berpendapat/menganggap) diikuti oleh klausa nomina (klausa that) sebagai objek langsung. Dalam bahasa Inggris lisan atau ekspresi informal, kata penghubung "that" sering dihilangkan, sehingga subjek dan kata kerja klausa bawahan langsung mengikuti kata kerja utama.
Some believe the project is too expensive.
Beberapa orang berpendapat bahwa proyek ini terlalu mahal.
EN: The adverb 'already' is used to emphasize that something has happened or exists before now or before a comparatively recent time. It typically positioned mid-sentence, between the subject and main verb, or after the auxiliary/be verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "already" (sudah) digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu telah terjadi atau ada pada saat ini atau baru-baru ini. Ini biasanya terletak di tengah kalimat, yaitu antara subjek dan kata kerja utama, atau setelah kata kerja bantu/kata kerja be.
The train has already left the station.
Kereta sudah meninggalkan stasiun.
EN: In academic debates or formal discussions, starting a sentence with 'Some argue...' is a common way to introduce a counterargument or a widely held opposing view before presenting one's own perspective.
EN: The use of 'even' as an adverb to emphasize something that is unexpected or surprising. In this context, it highlights that even a very small amount of time (one class a week) can make a significant difference.
Bahasa Indonesia: Penggunaan "even" (bahkan) sebagai kata keterangan untuk menekankan sesuatu yang tidak terduga atau mengejutkan. Dalam konteks ini, kata ini menekankan bahwa bahkan waktu yang sangat sedikit (satu pelajaran per minggu) dapat menghasilkan efek yang signifikan.
Even a child can understand this simple rule.
Bahkan anak kecil pun dapat memahami aturan sederhana ini.
EN: The modal verb 'would' is used here to express a hypothetical situation or a conditional outcome in the present or future, suggesting what the result of an action would be.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "would" digunakan di sini untuk menyatakan situasi hipotetis atau hasil bersyarat untuk masa kini atau masa depan, menunjukkan hasil yang akan terjadi dari suatu tindakan.
Taking a short break would improve your productivity.
Beristirahat sejenak akan meningkatkan produktivitas kerja Anda.
EN: The transition phrase 'In addition' is a conjunctive adverb used to introduce extra information or support an existing argument. It is typically placed at the beginning of a sentence and followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "In addition" (Selain itu) adalah kata keterangan penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan informasi tambahan atau mendukung argumen yang ada. Ini biasanya diletakkan di awal kalimat, diikuti dengan koma.
In addition, the new program will save us time.
Selain itu, proyek baru ini akan menghemat waktu kita.
EN: The demonstrative adjective 'these' is used to point to plural nouns that are close in distance or have just been mentioned in the context. It must agree in number with the plural noun 'skills'.
Bahasa Indonesia: Kata sifat penunjuk "these" (ini) digunakan untuk menunjuk kata benda jamak yang dekat atau baru saja disebutkan dalam konteks. Ini harus sesuai dalam jumlah tunggal/jamak dengan kata benda jamak "skills".
These books are very helpful for my research.
Buku-buku ini sangat membantu penelitian saya.
EN: The transition word 'therefore' is a conjunctive adverb used to introduce a logical result or conclusion based on previously stated information. It is often placed at the beginning of a sentence followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Kata transisi "therefore" (oleh karena itu) adalah kata keterangan penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan hasil atau kesimpulan logis berdasarkan informasi yang telah dinyatakan sebelumnya. Kata ini biasanya diletakkan di awal kalimat, diikuti dengan koma.
Therefore, we decided to postpone the meeting.
Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menunda rapat.
EN: The pattern 'be worth + V-ing' is used to indicate that an action is useful, enjoyable, or important enough to spend time, money, or effort on. Note that the gerund (V-ing) has an active form but a passive meaning in this structure.
Bahasa Indonesia: Pola "be worth + V-ing" (layak untuk dilakukan) digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu aktivitas sangat berguna, menarik, atau penting, sehingga layak menghabiskan waktu, uang, atau tenaga. Perhatikan bahwa dalam struktur ini, gerund (V-ing) menggunakan bentuk aktif, tetapi memiliki makna pasif.
The museum is worth visiting.
Museum ini layak untuk dikunjungi.
EN: "To sum up" is a transitional infinitive phrase used at the beginning of a sentence to signal a conclusion or summary of previously stated points.
Bahasa Indonesia: "To sum up" adalah frasa infinitif transisi yang sering diletakkan di awal kalimat sebagai kata penghubung, digunakan untuk menunjukkan ringkasan atau kesimpulan dari isi yang telah disebutkan sebelumnya.
To sum up, we need to focus on quality rather than quantity.
Singkatnya, kita perlu fokus pada kualitas, bukan kuantitas.
EN: The verb "prepare" often takes the structure "prepare someone for something", meaning to make someone ready to face a future situation or challenge.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "prepare" sering menggunakan struktur "prepare someone for something" (mempersiapkan seseorang untuk sesuatu), yang berarti membuat seseorang siap menghadapi situasi atau tantangan di masa depan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: lebih penting daripada; lebih besar dari; melebihi
Dalam konteks: yakin; sangat percaya
Dalam konteks: menyusun anggaran; penganggaran
Dalam konteks: sering; kerap
Dalam konteks: mengelola; mengatur (uang, waktu, dll.)
Dalam konteks: dengan tegas; dengan yakin
Dalam konteks: halaman; pelataran
Dalam konteks: bertahan lama; berkelanjutan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To be more important, useful, or valuable than the expense or effort required.
lebih banyak manfaatnya daripada biayanya; keuntungan melebihi kerugian
To state the main points of something in a concise way; to summarize.
singkatnya; secara ringkas
Skills that are necessary or extremely useful for managing daily life effectively.
keterampilan hidup; keterampilan bertahan hidup