EN: The structure 'It is widely believed that...' uses 'it' as a dummy subject (or preparatory subject) to introduce a passive construction. This pattern is commonly used in formal writing to report a general opinion or belief without specifying who holds it. The 'that' clause functions as the real subject of the sentence.
Bahasa Indonesia: Struktur "It is widely believed that..." (secara luas diyakini bahwa...) menggunakan "it" sebagai subjek kosong (atau subjek pengantar) untuk memperkenalkan struktur pasif. Struktur kalimat ini sering digunakan dalam penulisan formal untuk mengekspresikan pandangan atau keyakinan umum tanpa perlu menyebutkan secara eksplisit siapa yang memiliki keyakinan tersebut. Klausa yang diawali dengan "that" adalah subjek substantif sebenarnya dari kalimat ini.
It is widely believed that regular exercise improves mental health.
Secara luas diyakini bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan mental.
EN: The verb 'affect' means to produce a change in or influence something. It is a transitive verb and should not be confused with the noun 'effect' (which means the result of a change). In this sentence, 'sleep' is the singular subject, so the verb 'affect' takes the third-person singular ending '-s' (affects).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "affect" berarti "menghasilkan perubahan pada atau memengaruhi sesuatu". Kata kerja ini adalah kata kerja transitif dan tidak boleh disamakan dengan kata benda "effect" (yang berarti "hasil dari perubahan, dampak"). Dalam kalimat ini, "sleep" (tidur) adalah subjek tunggal, sehingga kata kerja "affect" menggunakan bentuk orang ketiga tunggal "affects".
EN: In English-speaking academic and professional contexts, using impersonal structures like 'It is widely believed that...' or 'It is generally agreed that...' is a standard way to present consensus or common knowledge objectively, avoiding personal pronouns like 'I' or 'we'.
EN: The prepositional phrase 'according to' is used to indicate the source of information or opinion. It is followed by a noun or noun phrase (e.g., 'research', 'the news', 'experts') to show where the stated facts or ideas come from.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "according to" (menurut) digunakan untuk menunjukkan sumber informasi atau pendapat. Frasa ini diikuti oleh kata benda atau frasa nomina (misalnya "penelitian", "berita", "ahli") untuk menjelaskan sumber dari fakta atau ide yang disebutkan.
According to the weather forecast, it will rain tomorrow.
Menurut ramalan cuaca, besok akan hujan.
EN: The verb 'need' is a transitive verb that expresses a necessity or requirement. In this sentence, it is followed by the noun phrase 'more rest' as its direct object. 'Teens' (plural subject) takes the base form 'need' in the simple present tense.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "need" (perlu) adalah kata kerja transitif yang mengekspresikan kebutuhan atau keharusan. Dalam kalimat ini, kata kerja ini diikuti oleh frasa nomina "more rest" (lebih banyak istirahat) sebagai objek langsung. Subjek jamak "teens" dalam present tense menggunakan bentuk dasar kata kerja "need".
EN: The verb 'suggest' is used here to mean 'to indicate' or 'to show that something is likely'. It is followed by a noun clause starting with 'that' (which can be omitted in informal speech) to express an implication or recommendation.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "suggest" di sini berarti "menunjukkan" atau "mengisyaratkan bahwa sesuatu mungkin terjadi". Kata kerja ini diikuti oleh klausa nomina yang diawali dengan "that" (dapat dihilangkan dalam percakapan informal) untuk mengekspresikan sebuah isyarat atau saran.
The dark clouds suggest that it will rain soon.
Awan gelap menunjukkan bahwa hujan akan segera turun.
EN: The modal verb 'should' is used to express advice, recommendation, or what is considered the right or best thing to do.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "should" digunakan untuk mengekspresikan saran, rekomendasi, atau apa yang dianggap benar atau terbaik untuk dilakukan (artinya "seharusnya").
We should eat more vegetables for better health.
Untuk kesehatan tubuh, kita seharusnya makan lebih banyak sayuran.
EN: In academic and professional discussions, using phrases like 'This suggests that...' is a common way to present conclusions from data or research. It sounds more polite and objective than saying 'This proves that...', as it leaves room for scientific nuance.
EN: The transition phrase 'In other words' is used to introduce a simplification, clarification, or alternative explanation of a previously stated idea. It is typically followed by a comma and a complete clause.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "In other words" digunakan untuk memperkenalkan penyederhanaan, klarifikasi, atau penjelasan alternatif dari pernyataan sebelumnya. Frasa ini biasanya diikuti oleh koma dan klausa lengkap.
He didn't pass the exam. In other words, he failed.
Dia gagal dalam ujian. Dengan kata lain, dia tidak lulus.
EN: Gerunds (verb + -ing) can function as nouns. In this sentence, 'learning' acts as the object of the preposition 'of'.
Bahasa Indonesia: Gerund (kata kerja + -ing) dapat berfungsi sebagai nomina. Dalam kalimat ini, "learning" (pembelajaran) berperan sebagai objek dari preposisi "of".
Reading is a great way to expand your vocabulary.
Membaca adalah cara yang baik untuk memperluas kosakata.
EN: The verb 'indicate' is followed by a noun clause starting with the conjunction 'that'. This 'that-clause' functions as the direct object of the verb, expressing the fact or statement being indicated. In academic or formal writing, 'that' is often kept, though it can be omitted in informal speech.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "indicate" (menunjukkan/memperlihatkan) diikuti oleh klausa nomina yang diawali oleh konjungsi "that". Klausa "that" ini berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja tersebut, untuk menyatakan fakta yang ditunjukkan atau diperlihatkan. Dalam penulisan akademis atau formal, "that" biasanya dipertahankan, tetapi dalam percakapan sehari-hari sering dihilangkan.
Recent reports indicate that global temperatures are rising.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa suhu global sedang meningkat.
EN: The simple present tense is used here to state a general truth, scientific fact, or permanent situation. Both 'indicate' and 'reduces' are in the simple present tense because they describe an ongoing scientific consensus.
Bahasa Indonesia: Di sini, simple present tense digunakan untuk menyatakan kebenaran umum, fakta ilmiah, atau keadaan yang tidak berubah. Kata kerja "indicate" dan "reduces" sama-sama menggunakan simple present tense karena keduanya menggambarkan konsensus ilmiah yang terus berlaku.
Water boils at 100 degrees Celsius.
Air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius.
EN: "As a result of" is a multi-word preposition used to introduce the cause of a situation. It is followed by a noun phrase (in this case, "poor sleep") and is often placed at the beginning of a sentence, followed by a comma, to set the context.
Bahasa Indonesia: "As a result of" (sebagai akibat dari) adalah preposisi multi-kata yang digunakan untuk memperkenalkan penyebab dari suatu situasi. Frasa ini harus diikuti oleh frasa nomina (di sini "poor sleep"), biasanya ditempatkan di awal kalimat dan diikuti koma, untuk menjelaskan latar belakang penyebab.
As a result of the heavy rain, the game was canceled.
Akibat hujan deras, pertandingan dibatalkan.
EN: The simple present tense is used here ("drops") to state a general truth, scientific fact, or habitual action. In this sentence, it describes a universal cause-and-effect relationship.
Bahasa Indonesia: Di sini, present tense sederhana ("drops") digunakan untuk menyatakan kebenaran umum, fakta ilmiah, atau tindakan kebiasaan. Dalam kalimat ini, tense ini menggambarkan hubungan sebab-akibat yang berlaku secara universal.
Water boils at 100 degrees Celsius.
Air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius.
EN: The noun clause (or content clause) introduced by 'that' functions as the direct object of the verb 'shows'. The conjunction 'that' is often omitted in informal speech but is kept here for formal clarity.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina (atau klausa isi) yang diawali oleh "that" berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "shows". Dalam percakapan informal, "that" sering dihilangkan, tetapi di sini dipertahankan untuk kesan formal dan kejelasan.
Research indicates that regular exercise improves sleep quality.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur.
EN: The simple present tense is used here to state a general truth or scientific fact. In this case, 'habits shape our health' is presented as a timeless fact.
Bahasa Indonesia: Di sini digunakan present simple tense untuk menyatakan kebenaran umum atau fakta ilmiah. Dalam kalimat ini, "kebiasaan membentuk kesehatan kita" disajikan sebagai fakta yang tidak terikat waktu.
Water boils at 100 degrees Celsius.
Air mendidih pada suhu 100 derajat Celcius.
EN: The structure 'It is + past participle + that-clause' is a formal passive construction used to report general beliefs, opinions, or arguments without specifying who holds them. 'It' acts as a dummy subject (or preparatory subject), while the 'that-clause' is the real subject.
Bahasa Indonesia: "It is + past participle + that-clause" adalah struktur pasif formal yang digunakan untuk menyatakan pandangan, pendapat, atau argumen umum tanpa menyebutkan secara spesifik siapa yang mengemukakannya. Di sini, "It" berfungsi sebagai subjek kosong (atau subjek pendahulu), sedangkan "that clause" adalah subjek sebenarnya.
It is widely believed that regular exercise boosts brain power.
Secara luas diyakini bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kekuatan otak.
EN: The 'that-clause' functions as a noun clause (or content clause) serving as the real subject of the sentence. Within this clause, 'screens' is the subject, 'harm' is the transitive verb, and 'sleep' is the direct object.
Bahasa Indonesia: "That clause" di sini berfungsi sebagai klausa nomina (atau klausa isi) yang bertindak sebagai subjek sebenarnya dari kalimat. Di dalam klausa ini, "screens" (layar) adalah subjek, "harm" (merusak) adalah kata kerja transitif, dan "sleep" (tidur) adalah objek langsung.
EN: In modern English-speaking societies, the debate over 'screen time' (the amount of time spent looking at devices like smartphones, tablets, and computers) and its impact on sleep hygiene and mental health is a highly prominent topic in public health and parenting discussions.
EN: The idiom 'play a key role in' means to be a very important part of something or to have a major influence on an outcome. 'Key' acts as an adjective meaning 'essential' or 'crucial'. It is followed by the preposition 'in' and a noun or gerund.
Bahasa Indonesia: Frasa "play a key role in" (memainkan peran kunci dalam) berarti menjadi bagian yang sangat penting dalam sesuatu atau memiliki pengaruh besar terhadap hasil. Di sini, "key" digunakan sebagai kata sifat yang berarti "penting" atau "krusial". Struktur ini diikuti oleh preposisi "in", kemudian kata benda atau gerund.
Regular exercise plays a key role in maintaining physical health.
Olahraga teratur memainkan peran kunci dalam menjaga kesehatan tubuh.
EN: The use of the simple present tense ('plays') is used here to state a general fact, habit, or permanent situation that is true in the present.
Bahasa Indonesia: Di sini, present tense sederhana ("plays") digunakan untuk menyatakan fakta umum, kebiasaan, atau situasi permanen yang benar pada saat ini. Karena subjek "This" adalah orang ketiga tunggal, kata kerja play harus ditambahkan "s" menjadi plays.
Water plays an important part in our survival.
Air memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup kita.
EN: The phrase 'In general' is a prepositional phrase used as a sentence adverb (or transition) to introduce a statement that is true in most situations. It is commonly placed at the beginning of a sentence followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa "In general" (secara umum) adalah frasa preposisional yang digunakan sebagai adverbia kalimat (atau kata transisi) untuk memperkenalkan pernyataan yang benar dalam sebagian besar kasus. Frasa ini biasanya ditempatkan di awal kalimat, diikuti oleh koma.
In general, public transport is reliable in this city.
Secara umum, transportasi umum di kota ini dapat diandalkan.
EN: The phrasal verb 'lead to' means to cause something to happen or to result in a particular outcome. In this sentence, 'leads' is in the simple present tense and takes the singular 's' because the subject 'balance' is an uncountable noun.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "lead to" berarti menyebabkan sesuatu terjadi atau menghasilkan hasil tertentu. Dalam kalimat ini, "leads" adalah bentuk present tense sederhana; karena subjek "balance" (keseimbangan) adalah kata benda yang tidak dapat dihitung, kata kerja menggunakan bentuk tunggal dengan menambahkan "s".
Hard work often leads to success.
Kerja keras sering kali membawa pada kesuksesan.
EN: The word 'data' is historically the plural form of 'datum'. In modern English, especially in scientific and formal contexts, it is often treated as a plural noun, which is why it takes the plural verb 'support' (instead of 'supports'). However, in everyday informal English, it is also commonly treated as an uncountable singular noun.
Bahasa Indonesia: Kata "data" secara historis adalah bentuk jamak dari "datum". Dalam bahasa Inggris modern, terutama dalam konteks ilmiah dan formal, kata ini sering dianggap sebagai kata benda jamak, sehingga menggunakan kata kerja jamak "support" (bukan "supports" tunggal). Namun, dalam bahasa Inggris informal sehari-hari, kata ini juga sering digunakan sebagai kata benda tunggal yang tidak dapat dihitung.
The scientific data show a significant increase in temperature.
Data ilmiah menunjukkan bahwa suhu telah meningkat secara signifikan.
EN: Adverbs of manner, like 'clearly', are used to describe how an action is performed. They are commonly placed directly before the main verb they modify to add emphasis to the action.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan cara (seperti "clearly") digunakan untuk menggambarkan bagaimana suatu tindakan dilakukan. Kata-kata ini biasanya ditempatkan langsung sebelum kata kerja utama yang dimodifikasi untuk menambah penekanan pada tindakan tersebut.
EN: In academic and professional English, presenting arguments backed by 'data' is highly valued. Using phrases like 'The data clearly support...' shows objective, evidence-based reasoning, which is a cornerstone of Western academic writing and professional presentations.
EN: The infinitive phrase 'To put it simply' acts as an introductory adverbial phrase. It is used to simplify a complex idea or summarize a point. 'Put' in this context means 'to express' or 'to state'.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "To put it simply" digunakan sebagai frasa adverbial pengantar, sering digunakan untuk menyederhanakan konsep yang kompleks atau membuat ringkasan. Di sini, "put" berarti "mengekspresikan" atau "menyatakan".
To put it simply, we don't have enough money for the project.
Sederhananya, kita tidak memiliki cukup dana untuk melaksanakan proyek ini.
EN: The verb 'means' (from 'mean') is used here to express a logical consequence or equivalence. When a singular noun phrase like 'good rest' is the subject, the verb takes the third-person singular ending '-s'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "means" (dari "mean") digunakan di sini untuk menyatakan hubungan sebab-akibat atau kesetaraan logis. Ketika frasa nomina tunggal (seperti "good rest") berfungsi sebagai subjek, kata kerja harus menggunakan bentuk orang ketiga tunggal, yaitu menambahkan "-s".
A red light means you must stop.
Lampu merah berarti kamu harus berhenti.
EN: In modern English-speaking professional and academic cultures, there is a growing emphasis on 'well-being' and 'work-life balance'. This sentence reflects the shift away from the 'hustle culture' (working constantly without rest) toward a philosophy where rest is seen as an active contributor to productivity, rather than a sign of laziness.
EN: The structure 'It is widely believed that...' uses 'it' as a dummy subject (or preparatory subject) to introduce a passive construction. The actual subject of the belief is the 'that-clause' (that sleep is essential...) which is placed at the end of the sentence for balance.
Bahasa Indonesia: Struktur "It is widely believed that..." menggunakan "it" sebagai subjek kosong (atau subjek pengantar) untuk memperkenalkan struktur pasif. Hal yang benar-benar dipercaya adalah klausa "that" di belakang (that sleep is essential...), yang ditempatkan di akhir kalimat untuk keseimbangan struktur kalimat.
It is widely believed that regular exercise improves mental health.
Secara luas diyakini bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan mental.
EN: The adjective 'essential' means extremely important or absolutely necessary. It is commonly followed by the preposition 'for' to indicate the person or thing that benefits from or requires it.
Bahasa Indonesia: Kata sifat "essential" berarti sangat penting atau benar-benar diperlukan. Kata ini biasanya diikuti oleh preposisi "for" untuk menunjukkan pihak yang diuntungkan atau membutuhkan hal tersebut.
EN: The prepositional phrase 'According to' is used to indicate the source of information, meaning 'as stated by' or 'on the authority of'. It is commonly followed by a noun phrase representing a study, report, or person.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "According to" (menurut) digunakan untuk menunjukkan sumber informasi, yang berarti "sebagaimana dikatakan oleh" atau "berdasarkan pernyataan". Frasa ini biasanya diikuti oleh frasa nomina yang mewakili penelitian, laporan, atau orang.
According to the weather forecast, it will rain tomorrow.
Menurut ramalan cuaca, besok akan hujan.
EN: The word 'about' is used as an adverb before a number or quantity to mean 'approximately' or 'nearly'. It is used to give an estimated figure rather than an exact one.
Bahasa Indonesia: Kata "about" digunakan sebagai kata keterangan sebelum angka atau jumlah untuk berarti "sekitar" atau "hampir". Kata ini digunakan untuk memberikan perkiraan angka, bukan angka yang tepat.
The meeting will last for about two hours.
Pertemuan akan berlangsung sekitar dua jam.
EN: The structure 'suggests that...' is used to introduce a clause (subject + verb) that expresses an idea, theory, or logical conclusion based on evidence. 'That' functions as a conjunction introducing the noun clause.
Bahasa Indonesia: Struktur "suggests that..." digunakan untuk memperkenalkan klausa nomina (subjek + kata kerja) yang mengekspresikan ide, teori, atau kesimpulan logis yang ditarik berdasarkan bukti. "That" di sini berfungsi sebagai kata hubung yang memperkenalkan klausa nomina tersebut.
The dark clouds suggest that it will rain soon.
Awan gelap menunjukkan bahwa hujan akan segera turun.
EN: The word 'enough' can function as an adverb modifying a verb, adjective, or other adverb. When modifying a verb (like 'sleep'), it is placed after the verb to indicate sufficiency.
Bahasa Indonesia: Kata "enough" dapat berfungsi sebagai kata keterangan yang memodifikasi kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya. Ketika memodifikasi kata kerja (seperti "sleep"), kata ini ditempatkan setelah kata kerja tersebut, menunjukkan tingkat kecukupan atau kelengkapan.
He didn't practice enough to win the competition.
Dia tidak berlatih cukup keras, jadi dia tidak bisa memenangkan pertandingan.
EN: The verb 'indicate' is followed by a 'that-clause' which functions as the direct object of the sentence. This structure is commonly used in academic and formal writing to report findings, facts, or suggestions. The word 'that' can optionally be omitted in informal speech, but is usually retained in formal contexts.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "indicate" (menunjukkan/menandakan) diikuti oleh klausa "that" yang berfungsi sebagai objek langsung dari seluruh kalimat. Struktur ini sering digunakan dalam penulisan akademis dan formal untuk melaporkan hasil penelitian, fakta, atau saran. Dalam percakapan informal, "that" dapat dihilangkan, tetapi dalam konteks formal biasanya dipertahankan.
Recent reports indicate that global temperatures are rising.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa suhu global sedang meningkat.
EN: The phrase 'a lack of [noun]' is used as a noun phrase meaning 'not having enough of something'. When it acts as the subject of a sentence, the verb must agree with the singular noun 'lack', not the plural or uncountable noun that follows 'of'.
Bahasa Indonesia: Frasa "a lack of [kata benda]" digunakan sebagai frasa nomina yang berarti "kekurangan sesuatu". Ketika frasa ini menjadi subjek kalimat, kata kerja harus sesuai dengan kata benda tunggal "lack" (kata kerja tunggal), bukan dengan kata benda jamak atau tidak dapat dihitung setelah "of".
A lack of funds prevents us from completing the project.
Kekurangan dana menghalangi kami untuk menyelesaikan proyek ini.
EN: The phrase 'As a result of' is a compound preposition used to introduce the cause of a situation. It is followed by a noun or noun phrase (in this case, 'late-night screen use') and is often placed at the beginning of a sentence for emphasis, separated by a comma.
Bahasa Indonesia: "As a result of" adalah preposisi majemuk yang digunakan untuk memperkenalkan penyebab dari suatu keadaan. Frasa ini harus diikuti oleh kata benda atau frasa nomina (di sini: "late-night screen use"). Frasa ini sering diletakkan di awal kalimat untuk penekanan dan dipisahkan dengan koma dari klausa utama.
As a result of the heavy rain, the football match was postponed.
Karena hujan deras, pertandingan sepak bola ditunda.
EN: The simple present tense is used here with the adverb of frequency 'often' to describe a general truth, habit, or regular occurrence ('sleep quality often drops').
Bahasa Indonesia: Di sini digunakan present simple tense dengan kata keterangan frekuensi "often" (sering) untuk menggambarkan fakta umum, kebiasaan, atau fenomena yang terjadi secara teratur ("kualitas tidur sering menurun").
He often drinks coffee in the morning to stay awake.
Dia sering minum kopi di pagi hari untuk tetap terjaga.
EN: The transitional phrase 'In other words' is used to introduce a statement that repeats what has been said in a different and usually simpler way, helping to clarify the speaker's point.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "In other words" digunakan untuk memperkenalkan pernyataan lain yang biasanya lebih sederhana dari yang telah disebutkan sebelumnya, untuk membantu memperjelas maksud pembicara.
He was dismissed; in other words, he was fired.
Dia dipecat; dengan kata lain, dia diberhentikan.
EN: The modal verb 'may' is used to express possibility or probability in the present or future. It is followed by the base form of the verb ('harm').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "may" digunakan untuk menyatakan kemungkinan atau probabilitas pada masa sekarang atau masa depan. Kata ini diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (di sini: "harm").
It may rain tomorrow, so you should bring an umbrella.
Besok mungkin akan hujan, jadi kamu sebaiknya membawa payung.
EN: The noun clause 'that regular sleep improves both mood and grades' functions as the direct object of the verb 'shows'. The conjunction 'that' introduces this clause and can sometimes be omitted in informal contexts, but is kept here for clarity.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina "that regular sleep improves both mood and grades" berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "shows". Kata hubung "that" memperkenalkan klausa ini; dalam konteks informal dapat dihilangkan, tetapi di sini dipertahankan untuk membuat struktur lebih jelas.
Research shows that exercise boosts brain power.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kekuatan otak.
EN: The correlative conjunction 'both... and...' is used to join two parallel grammatical elements (here, the nouns 'mood' and 'grades'), emphasizing that both elements are included.
Bahasa Indonesia: Konjungsi korelatif "both... and..." (baik... maupun...) digunakan untuk menghubungkan dua elemen gramatikal yang paralel (di sini kata benda "mood" dan "grades") untuk menekankan bahwa keduanya termasuk.
The program helps students improve both their speaking and writing skills.
Program ini membantu siswa meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis secara bersamaan.
EN: The structure 'It is often argued that...' uses 'it' as a dummy/preparatory subject. This passive construction is commonly used in formal writing and academic discussions to introduce a widely held opinion or debate topic without specifying who is arguing.
Bahasa Indonesia: Struktur "It is often argued that..." menggunakan "it" sebagai subjek kosong (subjek formal). Struktur pasif ini sering digunakan dalam penulisan formal dan diskusi akademis untuk memperkenalkan pandangan atau topik perdebatan yang luas, tanpa perlu menyebutkan secara spesifik siapa yang berdebat.
It is often argued that technology reduces face-to-face communication.
Sering diperdebatkan apakah teknologi mengurangi komunikasi tatap muka.
EN: The adjective 'too' is used before an adjective (here, 'early') to indicate that something is more than is desirable or necessary. It is often followed by 'for + noun/pronoun' to specify who or what is affected.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "too" (terlalu) ditempatkan sebelum kata sifat (di sini "early") untuk menunjukkan bahwa sesuatu melebihi tingkat yang sesuai atau diperlukan. Kata ini sering diikuti oleh "for + kata benda/kata ganti" untuk menentukan pihak yang terpengaruh.
This book is too difficult for young children.
Buku ini terlalu sulit untuk anak kecil.
EN: In many Western countries, particularly the United States, there is an ongoing public health debate about school start times. Research from organizations like the American Academy of Pediatrics suggests that middle and high schools should start later (no earlier than 8:30 AM) to align with the natural biological sleep rhythms of adolescents.
EN: The idiom 'play a role in' means to be involved in something or to have an effect on it. The adjective 'major' modifies 'role' to indicate a high level of importance or influence.
Bahasa Indonesia: Frasa "play a role in" (memainkan peran dalam) berarti terlibat dalam sesuatu atau memiliki pengaruh terhadap sesuatu. Kata sifat "major" (utama) memodifikasi "role" untuk menekankan bahwa pengaruh atau kepentingannya sangat besar.
Regular exercise plays a major role in maintaining physical health.
Olahraga teratur memainkan peran utama dalam menjaga kesehatan tubuh.
EN: The phrase 'many feel' is a relative clause (adjective clause) modifying the noun 'tiredness'. The relative pronoun 'that' or 'which' is omitted because it functions as the direct object of the verb 'feel'.
Bahasa Indonesia: Frasa "many feel" adalah klausa relatif (klausa adjektiva) yang memodifikasi kata benda "tiredness" (kelelahan). Di sini, kata ganti relatif "that" atau "which" dihilangkan karena berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "feel" dalam klausa tersebut.
This is the stress many experience during exams.
Inilah tekanan yang banyak orang alami selama masa ujian.
EN: The phrase 'In general' is a sentence adverbial used to introduce a statement that is true in most situations or for most people. It is often followed by a comma.
Bahasa Indonesia: "In general" (secara umum) adalah adverbia kalimat yang digunakan untuk memperkenalkan pernyataan yang benar dalam sebagian besar kasus atau bagi kebanyakan orang. Frasa ini biasanya diikuti oleh koma.
In general, public transport in this city is very reliable.
Secara umum, transportasi umum di kota ini sangat andal.
EN: The phrasal verb 'lead to' means to cause something to happen or exist. It is followed by a noun, pronoun, or gerund (V-ing), where 'to' functions as a preposition.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "lead to" berarti menyebabkan sesuatu terjadi atau ada. Frasa ini diikuti oleh kata benda, kata ganti, atau gerund (V-ing); di sini "to" berfungsi sebagai preposisi.
EN: The word 'data' is historically a plural noun (singular: 'datum'), which is why it takes the plural verb form 'support' without an '-s'. In modern English, especially in scientific and academic contexts, it is often treated as a plural noun, though in everyday speech it is sometimes used as an uncountable singular noun.
Bahasa Indonesia: Kata "data" secara historis adalah kata benda jamak (tunggal: "datum"), itulah sebabnya kata ini menggunakan bentuk kata kerja jamak "support" tanpa tambahan "-s". Dalam bahasa Inggris modern, terutama dalam konteks akademik dan ilmiah, kata ini sering dianggap sebagai kata benda jamak, tetapi dalam percakapan sehari-hari kadang juga digunakan sebagai kata benda tunggal yang tidak dapat dihitung.
The data show that global temperatures are rising.
Data menunjukkan bahwa suhu global sedang meningkat.
EN: The adverb 'clearly' is used to modify the verb 'support'. Adverbs of manner often appear directly before the main verb they modify to emphasize the action.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "clearly" (dengan jelas) digunakan untuk memodifikasi kata kerja "support" (mendukung). Kata keterangan cara sering muncul langsung sebelum kata kerja utama yang dimodifikasinya untuk menekankan tindakan tersebut.
She clearly explained the rules of the game.
Dia menjelaskan aturan permainan dengan jelas.
EN: The infinitive phrase 'To put it simply' is used as an introductory adverbial phrase. It functions as a sentence modifier to indicate that the speaker is summarizing or explaining something in a direct, uncomplicated way.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "To put it simply" digunakan sebagai frasa keterangan pengantar. Frasa ini berfungsi sebagai penjelas seluruh kalimat, menunjukkan bahwa pembicara sedang merangkum atau menjelaskan sesuatu dengan cara yang langsung dan sederhana.
To put it simply, we need more funding to complete the project.
Sederhananya, kita membutuhkan lebih banyak dana untuk menyelesaikan proyek ini.
EN: The semicolon (;) is used to link two independent clauses that are closely related in thought. In this sentence, it connects 'rest is not lazy' and 'it is smart' without using a coordinating conjunction like 'and' or 'but'.
Bahasa Indonesia: Titik koma (;) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen yang berhubungan erat secara ide. Dalam kalimat ini, titik koma menghubungkan "rest is not lazy" dan "it is smart" tanpa menggunakan kata hubung seperti "and" atau "but".
Some people prefer tea; others prefer coffee.
Beberapa orang lebih suka teh; yang lain lebih suka kopi.
EN: In modern fast-paced societies, there is often a cultural 'hustle' mentality where constant work is praised and resting is stigmatized as 'lazy'. This sentence challenges that cultural norm by reframing rest as a strategic, intelligent choice for long-term productivity and well-being.
EN: Wh-questions with auxiliary verbs: When forming a question with a question word like 'what', 'where', or 'how' in the simple present tense, we use the auxiliary verb 'do' or 'does' before the subject. 'Does' is used here because the subject 'the research' is singular.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan Wh- dengan kata kerja bantu: Ketika membentuk pertanyaan dengan kata tanya seperti "what" (apa), "where" (di mana), atau "how" (bagaimana) dalam present tense, kita harus menempatkan kata kerja bantu "do" atau "does" sebelum subjek. Di sini digunakan "does" karena subjek "the research" (penelitian ini) adalah tunggal.
What does the teacher think about the new schedule?
Apa pendapat guru tentang jadwal baru itu?
EN: Direct address with commas: When addressing someone directly by name in a sentence, their name is set off with a comma (or commas). In this sentence, 'Emma' is placed at the end, so a comma precedes it.
Bahasa Indonesia: Sapaan langsung dengan koma: Ketika menyapa seseorang secara langsung dengan menyebut namanya dalam kalimat, nama tersebut harus dipisahkan dengan koma di sekelilingnya. Dalam kalimat ini, "Emma" diletakkan di akhir kalimat, sehingga perlu diberi koma sebelumnya.
How are you feeling today, David?
Bagaimana perasaanmu hari ini, David?
EN: In academic and professional discussions, asking 'What does the research say?' is a common, polite way to shift the focus from personal opinions to objective evidence. Addressing a colleague or peer by their first name (like 'Emma') keeps the tone collaborative and friendly.
EN: The prepositional phrase 'According to' is used to introduce the source of information, followed by a noun or noun phrase. It is commonly used in academic and formal contexts to cite evidence or research.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "According to" (menurut) digunakan untuk memperkenalkan sumber informasi, diikuti oleh kata benda atau frasa nomina. Frasa ini sangat umum digunakan dalam konteks akademis dan formal untuk mengutip bukti atau penelitian.
According to the weather forecast, it will rain tomorrow.
Menurut ramalan cuaca, besok akan hujan.
EN: The verb 'boost' means to improve, increase, or encourage something. In this sentence, it is in the simple present tense ('boosts') because the subject 'exercise' is a singular uncountable noun, representing a general truth.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "boost" berarti meningkatkan, menaikkan, atau memperkuat sesuatu. Dalam kalimat ini, karena subjek "exercise" (olahraga) adalah kata benda tunggal yang tidak dapat dihitung dan mengekspresikan fakta umum, kata kerja menggunakan bentuk present tense tunggal "boosts".
A good breakfast boosts your energy levels.
Sarapan yang baik dapat meningkatkan tingkat energimu.
EN: The verb 'suggest' is used here with a 'that'-clause to express an implication or a recommendation. When 'suggest' means 'to imply' or 'to indicate a fact', the verb in the 'that'-clause follows normal tense and agreement rules (e.g., 'we should move').
Bahasa Indonesia: Kata kerja "suggest" di sini digunakan dengan klausa "that" untuk mengekspresikan implikasi atau saran. Ketika "suggest" berarti "mengisyaratkan" atau "menunjukkan suatu fakta", kata kerja dalam klausa "that" mengikuti aturan tense dan kesesuaian subjek-kata kerja yang umum (misalnya "we should move" dalam kalimat ini).
The dark clouds suggest that it will rain soon.
Awan gelap menunjukkan bahwa hujan akan segera turun.
EN: The modal verb 'should' is used to express advice, duty, or recommendation. It is followed by the base form of the verb ('move').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "should" (seharusnya) digunakan untuk mengekspresikan saran, kewajiban, atau rekomendasi. Kata kerja ini diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (di sini "move").
We should eat more vegetables for better health.
Untuk kesehatan tubuh, kita seharusnya makan lebih banyak sayuran.
EN: The structure 'It is widely believed that...' uses 'it' as an empty subject (dummy pronoun) to introduce a passive construction. The real subject is the 'that-clause' (that reading builds focus) which is placed at the end of the sentence to avoid a top-heavy structure.
Bahasa Indonesia: Struktur "It is widely believed that..." menggunakan "it" sebagai subjek kosong (subjek formal) untuk memperkenalkan struktur pasif. Objek sebenarnya adalah klausa "that" di belakang (that reading builds focus, yaitu membaca dapat membangun fokus), yang ditempatkan di akhir kalimat untuk menghindari struktur kalimat yang terkesan berat di awal.
It is widely believed that healthy eating improves longevity.
Secara luas diyakini bahwa pola makan sehat dapat memperpanjang umur.
EN: The verb 'build' is commonly used metaphorically to mean 'to develop, strengthen, or increase' abstract qualities such as focus, confidence, or relationships over time.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "build" sering digunakan secara metaforis untuk berarti "mengembangkan, memperkuat, atau menambah" kualitas abstrak seperti fokus, kepercayaan diri, atau hubungan interpersonal seiring waktu.
Regular exercise helps build confidence.
Olahraga teratur membantu membangun kepercayaan diri.
EN: The transitional phrase 'In other words' is used to introduce a simplification or clarification of a previously stated idea. It is typically followed by a comma and a complete independent clause.
Bahasa Indonesia: Frasa transisi "In other words" (dengan kata lain) digunakan untuk memperkenalkan penyederhanaan atau penjelasan lebih lanjut dari sudut pandang yang telah disebutkan sebelumnya. Frasa ini biasanya ditempatkan di awal kalimat, diikuti oleh koma dan klausa independen yang lengkap.
He is always late; in other words, he lacks punctuality.
Dia selalu terlambat; dengan kata lain, dia kurang memiliki kesadaran waktu.
EN: The verb 'support' is a transitive verb meaning to encourage, help, or assist. In this sentence, it takes the gerund 'learning' (acting as a noun) as its direct object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "support" (mendukung/bermanfaat bagi) adalah kata kerja transitif yang berarti mendorong, membantu, atau mendukung. Dalam kalimat ini, kata kerja ini diikuti oleh gerund "learning" (di sini digunakan sebagai kata benda) sebagai objek langsungnya.
Regular exercise supports physical health.
Olahraga teratur berkontribusi pada kesehatan tubuh.
EN: The noun clause starting with 'that' acts as the direct object of the verb 'shows'. In this structure, 'that' is a conjunction that introduces a complete sentence (stress harms our health) to express what is being shown.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina yang diawali dengan "that" berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "shows". Dalam struktur ini, "that" adalah kata hubung yang digunakan untuk memperkenalkan kalimat lengkap (stres merusak kesehatan kita) untuk mengekspresikan apa yang ditunjukkan.
Research shows that regular exercise improves sleep quality.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur.
EN: The verb 'harm' is used here as a transitive verb meaning 'to cause damage to'. It directly takes the noun phrase 'our health' as its object without needing a preposition like 'to'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "harm" digunakan di sini sebagai kata kerja transitif yang berarti "menyebabkan kerusakan pada". Kata kerja ini langsung diikuti oleh frasa nomina "our health" sebagai objek, tanpa memerlukan preposisi seperti "to".
Smoking can harm your lungs.
Merokok akan merusak paru-parumu.
EN: The prepositional phrase 'as a result of' is used to introduce the cause of something. It is followed by a noun or noun phrase (in this case, 'breaks') and is equivalent to 'because of' or 'due to'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "as a result of" (akibat/karena) digunakan untuk memperkenalkan penyebab dari sesuatu. Frasa ini diikuti oleh nomina atau frasa nomina (dalam kalimat ini "breaks"), setara dengan "because of" atau "due to".
As a result of the heavy rain, the game was postponed.
Karena hujan deras, pertandingan ditunda.
EN: The verb 'stay' functions as a linking verb (copula) here, meaning 'to continue to be in a particular state'. It is followed directly by an adjective ('fresh') rather than an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "stay" di sini berfungsi sebagai kata kerja penghubung (linking verb), yang berarti "tetap dalam keadaan tertentu". Kata ini langsung diikuti oleh kata sifat ("fresh") bukan kata keterangan.
Please stay calm during the emergency.
Tetap tenang dalam keadaan darurat.
EN: The idiom 'play a key role in' is used to describe something that has a major influence or importance in a particular outcome. The preposition 'in' is followed by a noun or a gerund (verb-ing).
Bahasa Indonesia: Frasa "play a key role in" (memainkan peran kunci) digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang memiliki pengaruh atau kepentingan besar dalam hasil tertentu. Preposisi "in" diikuti oleh kata benda atau gerund (V-ing).
Regular exercise plays a key role in maintaining physical health.
Olahraga teratur memainkan peran kunci dalam menjaga kesehatan tubuh.
EN: The compound adjective 'long-term' is formed by combining an adjective (long) and a noun (term) with a hyphen. It modifies a noun to indicate that something lasts for a long period of time.
Bahasa Indonesia: Kata sifat majemuk "long-term" (jangka panjang) dibentuk dengan menggabungkan kata sifat (long) dan kata benda (term) menggunakan tanda hubung. Kata ini digunakan untuk memodifikasi kata benda, menunjukkan bahwa sesuatu berlangsung dalam waktu yang lama.
They are making long-term plans for their business expansion.
Mereka sedang menyusun rencana jangka panjang untuk perluasan bisnis mereka.
EN: In Western academic and professional settings, emphasizing 'long-term success' over short-term gains is highly valued. This phrase is commonly used in business, education, and self-development contexts to encourage sustainable habits.
EN: The phrase 'In general' is a sentence adverbial used to introduce a statement that is true in most situations or for most people. It is often placed at the beginning of a sentence followed by a comma.
Bahasa Indonesia: "In general" (secara umum) adalah adverbia kalimat yang digunakan untuk memperkenalkan pernyataan yang benar dalam sebagian besar kasus atau bagi kebanyakan orang. Frasa ini biasanya ditempatkan di awal kalimat, diikuti oleh koma.
In general, older adults need less sleep than teenagers.
Secara umum, orang yang lebih tua membutuhkan lebih sedikit tidur daripada remaja.
EN: The comparative structure 'A matters more than B' uses the verb 'matter' (to be important) in the comparative form to show that one concept has greater importance or value than another.
Bahasa Indonesia: Struktur perbandingan "A matters more than B" menggunakan bentuk komparatif dari kata kerja "matter" (penting) untuk menunjukkan bahwa satu konsep memiliki tingkat kepentingan atau nilai yang lebih tinggi daripada konsep lainnya.
Quality matters more than quantity when making friends.
Dalam berteman, kualitas lebih penting daripada kuantitas.
EN: This sentence reflects a common modern philosophical shift in Western work and study culture, moving away from 'hustle culture' (doing things as fast as possible) toward 'mindfulness' and sustainable growth, where maintaining physical and mental balance is prioritized.
EN: The infinitive phrase 'To put it simply' is used as an adverbial disjunct (or sentence modifier) to introduce a simplified summary or explanation of a complex idea.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "To put it simply" digunakan sebagai adverbia kalimat (atau disjungsi kalimat) untuk memperkenalkan ringkasan atau penjelasan yang disederhanakan dari konsep yang kompleks, yang berarti "secara sederhana".
To put it simply, we need more funding.
Sederhananya, kita membutuhkan lebih banyak dana.
EN: The sentence structure follows the classic Subject-Verb-Object (SVO) pattern in the simple present tense, where 'small habits' is the plural subject, 'create' is the transitive verb, and 'big change' is the object.
Bahasa Indonesia: Struktur kalimat ini mengikuti pola klasik Subjek-Kata Kerja-Objek (SVO) dalam present tense sederhana. Di sini, "small habits" adalah subjek jamak, "create" adalah kata kerja transitif, dan "big change" adalah objek.
Good food choices promote better health.
Pilihan pola makan yang baik dapat meningkatkan kesehatan yang lebih baik.
EN: The phrase 'small habits create big change' aligns with the popular modern self-improvement philosophy (such as the concepts in the book 'Atomic Habits'), which emphasizes that incremental, daily improvements lead to massive long-term results.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: penting, tidak terpisahkan
Dalam konteks: menunjukkan, memperlihatkan
Dalam konteks: rutinitas, kebiasaan
Dalam konteks: meningkatkan, memperbaiki, memacu
Dalam konteks: stabil, konsisten
Dalam konteks: bukti, pembuktian
Dalam konteks: menyarankan, mengisyaratkan
Dalam konteks: mengurangi, menurunkan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
because of something; due to
akibat, karena
to have a very important involvement or influence in something
memainkan peran kunci, berperan penting
expressed in a different and usually simpler way
dengan kata lain, yaitu
used for saying that you are explaining something in a clear and simple way
sederhananya, singkatnya