EN: Use 'Nice to meet you' as a standard polite greeting when meeting someone for the first time.
Bahasa Indonesia: Saat pertama kali bertemu seseorang, gunakan "Nice to meet you" sebagai sapaan sopan yang standar.
Nice to meet you, Mr. Smith.
Senang bertemu dengan Anda, Pak Smith.
EN: In English-speaking cultures, 'Nice to meet you' is often accompanied by a handshake in professional or semi-formal settings.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, "Nice to meet you" biasanya disertai dengan jabat tangan dalam situasi profesional atau semi-formal.
EN: Use 'too' at the end of a sentence to mean 'also' or 'as well'. It is common in polite responses.
Bahasa Indonesia: Tambahkan 'too' di akhir kalimat untuk berarti "juga". Ini sangat umum dalam tanggapan yang sopan.
I am a student too.
Saya juga seorang siswa.
EN: In Western culture, it is polite to repeat the other person's name when greeting them for the first time. Adding 'too' shows that the feeling of pleasure in meeting is mutual.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Barat, mengulangi nama orang lain saat pertama kali bertemu adalah hal yang sangat sopan. Menambahkan 'too' menunjukkan bahwa perasaan senang ini saling menguntungkan.
EN: Use 'Where are you from?' to ask about someone's hometown or country. The structure is 'Where + be verb + subject + from?'.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Where are you from?" untuk menanyakan kampung halaman atau negara seseorang. Struktur kalimatnya adalah "Where + be verb + subjek + from?".
Where are you from, Sarah?
Sarah, dari mana asalmu?
EN: In English-speaking cultures, asking 'Where are you from?' is a common and polite way to get to know someone's background in a social setting.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menanyakan "Where are you from?" adalah cara yang umum dan sopan untuk mengetahui latar belakang seseorang dalam situasi sosial.
EN: Use 'be from' + [place] to talk about your hometown or where you were born.
Bahasa Indonesia: Gunakan "be verb + from" ditambah "lokasi" untuk memperkenalkan kampung halaman atau tempat lahir Anda.
She is from London.
Dia berasal dari London.
EN: Chicago is the third-largest city in the U.S. and is often called 'The Windy City'.
Bahasa Indonesia: Chicago adalah kota terbesar ketiga di Amerika, sering disebut sebagai 'Kota Berangin'.
EN: Use 'Do you + verb' to ask about someone's habits or current situation.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Do you + kata kerja' untuk menanyakan kebiasaan atau status lawan bicara.
Do you live in London?
Apakah Anda tinggal di London?
EN: In English conversations, saying 'That's interesting!' is a common way to show you are listening and encourage the other person to keep talking.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan bahasa Inggris, mengatakan 'That's interesting!' adalah cara umum untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkan dan mendorong lawan bicara untuk terus berbicara.
EN: Use 'at' to talk about the place where you work or do activities.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'at' untuk mendeskripsikan tempat Anda bekerja atau melakukan aktivitas.
I study at the library.
Saya belajar di perpustakaan.
EN: In English-speaking cultures, it is common to mention the general place of work (a school, an office, a hospital) before or after stating your specific job title.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, sebelum atau sesudah menjelaskan jabatan spesifik, biasanya lokasi umum tempat kerja (seperti: sekolah, kantor, rumah sakit) akan disebutkan terlebih dahulu.
EN: Use 'What do you + verb?' to ask about someone's actions, habits, or jobs in the present.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'What do you + kata kerja?' untuk menanyakan aktivitas sehari-hari, kebiasaan, atau isi pekerjaan seseorang.
What do you eat for breakfast?
Apa yang Anda makan untuk sarapan?
EN: In English-speaking cultures, asking about someone's specific job details (like what they teach) is a common and polite way to show interest after they mention their profession.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, setelah seseorang menyebutkan pekerjaannya, menanyakan detail pekerjaan yang spesifik (seperti mata pelajaran apa yang diajarkan) adalah cara bersosialisasi yang umum untuk menunjukkan ketertarikan dan kesopanan.
EN: Use the pattern 'teach [subjects] to [people]' to explain what you teach and who your students are.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola kalimat 'teach [mata pelajaran] to [objek]' untuk menjelaskan mata pelajaran apa yang Anda ajar dan siapa siswa Anda.
She teaches math to elementary students.
Dia mengajar matematika kepada siswa SD.
EN: In the US, high school typically includes grades 9 through 12 (ages 14-18). Teachers often specialize in one or two subjects, like Tom does with English and History.
Bahasa Indonesia: Di Amerika Serikat, SMA biasanya merujuk pada kelas 9 hingga 12 (sekitar usia 14-18 tahun). Guru biasanya ahli dalam satu atau dua mata pelajaran, sama seperti Tom yang mengajar bahasa Inggris dan sejarah sekaligus.
EN: Use 'That sounds like + noun' to react to what someone just said. It shows you are listening and interested.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'That sounds like + kata benda' untuk menanggapi apa yang baru saja dikatakan lawan bicara, ini menunjukkan bahwa Anda sedang mendengarkan dan tertarik.
That sounds like a fun plan!
Kedengarannya seperti rencana yang menarik!
EN: In English-speaking cultures, it is polite to show enthusiasm for someone's profession and then ask a follow-up question to keep the conversation balanced.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menunjukkan antusiasme terhadap pekerjaan orang lain dan diikuti dengan pertanyaan lanjutan (seperti hobi) adalah hal yang sopan, ini menjaga keseimbangan percakapan.
EN: When you use the verb 'like' to talk about hobbies, the action that follows usually ends in '-ing' (gerund).
Bahasa Indonesia: Saat Anda menggunakan kata kerja 'like' untuk membicarakan hobi, tindakan setelahnya biasanya ditambahkan '-ing' (gerund).
I like cooking dinner.
Saya suka memasak makan malam.
EN: In English-speaking cultures, asking 'How about you?' is a polite way to keep a conversation balanced so both people get a chance to talk.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, bertanya 'How about you?' adalah cara yang sopan untuk menjaga keseimbangan percakapan, memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk berbicara.
EN: When you use the verb 'enjoy', the action that follows must end in '-ing' (gerund). This shows what activity you like doing.
Bahasa Indonesia: Saat Anda menggunakan kata kerja 'enjoy' (menikmati/suka), tindakan yang mengikutinya harus ditambahkan '-ing' (gerund), untuk menunjukkan aktivitas yang Anda sukai.
I enjoy listening to music.
Saya suka mendengarkan musik.
EN: In many cultures, sharing photos of food on social media or blogs is a common way to connect with others and express creativity, often referred to as 'foodie' culture.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya, berbagi foto makanan di media sosial atau blog adalah cara umum untuk terhubung dengan orang lain dan mengekspresikan kreativitas, ini sering disebut sebagai budaya 'foodie'.
EN: Use 'Do you have...?' to ask if someone owns or possesses something. It is a common way to start a question about someone's life or hobbies.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Do you have...?' untuk menanyakan apakah seseorang memiliki sesuatu. Ini adalah cara umum untuk mulai bertanya tentang kehidupan atau hobi orang lain.
Do you have a pet?
Apakah kamu punya hewan peliharaan?
EN: In English-speaking cultures, showing enthusiasm ('That's cool!') before asking a follow-up question is a polite way to keep a conversation going and show you are listening.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menunjukkan antusiasme (seperti: 'That's cool!') sebelum mengajukan pertanyaan lanjutan adalah cara sopan untuk menjaga percakapan tetap berlangsung dan menunjukkan bahwa Anda mendengarkan.
EN: Use the Past Simple tense (verb + -ed) to talk about actions that happened and finished at a specific time in the past, like 'last year'.
Bahasa Indonesia: Gunakan past simple tense (kata kerja + -ed) untuk menggambarkan tindakan yang terjadi dan selesai pada waktu tertentu di masa lalu (misalnya 'tahun lalu').
I visited Taipei last month.
Saya pergi ke Taipei bulan lalu.
EN: In English conversations, it is common to follow a short 'Yes/No' answer with a specific detail to keep the conversation going.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan bahasa Inggris, biasanya detail spesifik ditambahkan setelah jawaban 'Yes/No' singkat agar percakapan tetap berlanjut.
EN: Use 'want to' followed by a base verb to express a desire or intention to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'want to' diikuti dengan kata kerja dasar untuk menyatakan keinginan atau niat untuk melakukan sesuatu.
I want to drink some water.
Saya ingin minum air.
EN: In English-speaking cultures, showing enthusiasm for someone's hobbies or projects (like a blog) is a common way to build rapport and show friendliness.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menunjukkan antusiasme terhadap hobi atau rencana orang lain (seperti blog) adalah cara umum untuk membangun hubungan baik dan menunjukkan keramahan.
EN: Use 'can' to express ability or possibility. It is followed by the base form of the verb.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'can' untuk menyatakan kemampuan atau kemungkinan. Diikuti dengan kata kerja dasar.
I can help you with your homework.
Saya bisa membantu Anda mengerjakan PR.
EN: In English-speaking cultures, offering to share a blog or social media is a common way to build a connection after a friendly conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, berbagi blog atau media sosial adalah cara umum untuk membangun hubungan setelah percakapan yang ramah.
EN: Use 'Let's' (Let us) followed by a base verb to suggest doing an activity together.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Let's' diikuti oleh kata kerja bentuk dasar untuk mengajak melakukan sesuatu bersama.
Let's go to the park.
Mari kita pergi ke taman.
EN: Exchanging phone numbers is a common way to transition from a casual first meeting to a potential friendship in English-speaking cultures.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, bertukar nomor telepon adalah cara umum untuk beralih dari pertemuan pertama menuju membangun pertemanan.
EN: Use 'Call me + [time]' to invite someone to contact you. 'Anytime' means there is no specific restricted time.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Call me + [waktu]' untuk mengajak seseorang menghubungi Anda. 'Anytime' berarti tidak ada batasan waktu tertentu, kapan saja bisa.
Call me tomorrow!
Hubungi saya besok!
EN: In American English, '555' is a prefix commonly used in fictional phone numbers (like in movies or books) to avoid giving out a real person's number.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris Amerika, '555' adalah awalan yang umum digunakan untuk nomor telepon fiktif dalam film atau buku, tujuannya untuk menghindari penggunaan nomor telepon yang benar-benar ada.
EN: Use 'will' (often shortened to 'll) to talk about things you plan to do in the future or promises you make right now.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' (sering disingkat menjadi 'll) untuk menjelaskan hal yang akan Anda lakukan di masa depan, atau janji yang dibuat saat itu.
I'll call you tomorrow.
Saya akan menelepon Anda besok.
EN: In English-speaking cultures, 'text' is commonly used as a verb meaning to send a text message. Using 'soon' is a polite way to end a conversation while indicating future contact.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, 'text' sering digunakan sebagai kata kerja yang berarti 'mengirim pesan teks'. Menggunakan 'soon' adalah cara yang sopan untuk mengakhiri percakapan sekaligus menyatakan akan menghubungi lagi di masa mendatang.
EN: Use 'can' followed by a base verb to talk about possibilities or to make suggestions for future plans.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'can' diikuti oleh kata kerja dasar untuk mendiskusikan kemungkinan atau memberikan saran untuk rencana masa depan.
We can watch a movie tonight.
Kita bisa menonton film malam ini.
EN: In English-speaking cultures, 'meeting for coffee' is a very common and casual way to get to know someone better or catch up with a friend without the commitment of a full meal.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, 'mengajak minum kopi' adalah cara bersosialisasi yang sangat umum dan santai, cocok untuk mengenal seseorang lebih jauh atau mengobrol dengan teman lama, namun tidak ingin seformal atau selama makan besar.
EN: Use 'will' (shortened to 'll) to talk about future plans or availability.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' (disingkat menjadi 'll) untuk membicarakan rencana masa depan atau ketersediaan waktu.
I'll be busy on Monday morning.
Saya akan sibuk pada Senin pagi.
EN: In English-speaking cultures, 'That sounds good' is a very common way to agree to a plan or suggestion politely.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, 'That sounds good' adalah cara yang sangat umum dan sopan untuk menyetujui suatu rencana atau saran.
—