EN: Use 'Let's' (Let us) followed by a base verb to suggest doing an activity together.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Let's" (singkatan dari Let us) diikuti oleh kata kerja dasar untuk mengajak orang lain melakukan sesuatu bersama.
Let's eat lunch together.
Mari kita makan siang bersama.
EN: In Western business culture, starting a meeting with a friendly greeting followed immediately by a clear call to action is standard and professional.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, memulai rapat dengan salam yang ramah, diikuti dengan mengarahkan ke topik secara jelas, adalah praktik standar dan profesional.
EN: Use 'have + object + adjective' to describe the current state or condition of something you have prepared.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola kalimat "have + objek + kata sifat" untuk menggambarkan status saat ini dari sesuatu yang telah Anda siapkan.
I have the dinner ready.
Saya sudah menyiapkan makan malam.
EN: In business meetings, 'the agenda' refers to the list of items to be discussed. Having it ready at the start shows efficiency.
Bahasa Indonesia: Dalam rapat bisnis, "agenda" mengacu pada daftar hal-hal yang akan dibahas. Menyiapkan agenda di awal rapat menunjukkan efisiensi kerja.
EN: Use 'Please' followed by a base verb to make a polite request or give a polite instruction.
Bahasa Indonesia: Tambahkan 'Please' sebelum kata kerja dasar untuk meminta orang lain melakukan sesuatu atau memberikan instruksi dengan sopan.
Please open the window.
Tolong buka jendelanya.
EN: In business contexts, sharing an 'agenda' before or at the start of a meeting is a standard practice to ensure efficiency and keep everyone on track.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks bisnis, membagikan "agenda" sebelum atau saat memulai rapat adalah praktik standar untuk memastikan efisiensi dan agar semua orang memahami perkembangannya.
EN: Use 'have + [number] + [noun] + to + [verb]' to talk about tasks or things you need to do.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola kalimat "have + [jumlah] + [kata benda] + to + [kata kerja]" untuk menjelaskan hal atau tugas yang perlu diselesaikan.
I have two emails to write.
Saya punya dua email yang harus ditulis.
EN: In business meetings, using 'main items' helps structure the conversation and manage time effectively. It signals to the participants exactly what to expect.
Bahasa Indonesia: Dalam rapat bisnis, menggunakan "main items" (item utama) membantu mengatur percakapan dan mengelola waktu secara efektif. Ini menyampaikan poin-poin utama yang akan didiskusikan kepada peserta dengan jelas.
EN: Use 'need to' followed by a base verb to talk about things that are necessary or important to do.
Bahasa Indonesia: Gunakan "need to" diikuti kata kerja dasar untuk menyatakan hal yang wajib atau penting.
We need to buy some milk.
Kita perlu membeli susu.
EN: In business meetings, starting with 'First' or 'To begin with' is a standard way to structure the agenda and show professional leadership.
Bahasa Indonesia: Dalam rapat bisnis, memulai dengan "First" atau "To begin with" adalah cara standar untuk mengatur agenda dan menunjukkan kepemimpinan yang profesional.
EN: Adding ', right?' at the end of a sentence is a simple way to ask for confirmation or check if your information is correct.
Bahasa Indonesia: Menambahkan ", right?" di akhir kalimat adalah cara sederhana untuk mengonfirmasi apakah informasi yang Anda miliki sudah benar.
The meeting is at 2 PM, right?
Rapatnya jam 2 siang, kan?
EN: In business contexts, using ', right?' is a common, polite way to double-check facts without sounding like you are questioning someone's authority.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks bisnis, menggunakan ", right?" adalah cara yang umum dan sopan untuk mengonfirmasi ulang fakta tanpa terlihat seperti mempertanyakan otoritas lawan bicara.
EN: Use 'Can + subject + verb' to ask about the possibility or ability to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Can + subjek + kata kerja" untuk menanyakan kemungkinan atau kemampuan melakukan sesuatu.
Can you call me later?
Bisakah Anda menelepon saya nanti?
EN: In business meetings, 'on time' is a crucial concept. Asking 'Can we finish on time?' shows responsibility and concern for deadlines.
Bahasa Indonesia: Dalam rapat bisnis, "tepat waktu" (on time) adalah konsep yang sangat penting. Menanyakan "Bisakah kita menyelesaikannya tepat waktu?" menunjukkan rasa tanggung jawab dan perhatian terhadap tenggat waktu.
EN: Use 'I think so' to agree with a previous question or statement without repeating the whole sentence.
Bahasa Indonesia: Gunakan "I think so" untuk menyetujui pertanyaan atau pernyataan sebelumnya tanpa perlu mengulang seluruh kalimat.
Is the shop open? I think so.
Apakah tokonya sudah buka? Saya rasa begitu.
EN: In a professional setting, 'I think so' is a polite way to express cautious optimism. Adding 'but' immediately after shows that you are being realistic about the challenges.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan kerja, "I think so" adalah cara sopan untuk mengekspresikan optimisme yang hati-hati. Menambahkan "but" segera setelahnya menunjukkan bahwa Anda memiliki sikap pragmatis terhadap tantangan.
EN: Use 'Can you + verb' to ask someone for help or to request an action politely.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Can you + kata kerja" untuk meminta bantuan orang lain atau meminta seseorang melakukan sesuatu dengan sopan.
Can you open the window?
Bisakah Anda membuka jendela?
EN: In Western workplace culture, managers often ask employees to help each other using 'can you' to sound collaborative rather than just giving a direct command.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja Barat, atasan sering menggunakan 'can you' untuk meminta karyawan saling membantu, ini terdengar lebih kolaboratif daripada sekadar memberikan perintah langsung.
EN: Use 'can' to talk about things you are able to do or willing to do. It is followed by the base form of a verb.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'can' untuk menyatakan hal yang bisa atau bersedia Anda lakukan. Diikuti dengan kata kerja bentuk dasar.
I can call you tomorrow.
Saya bisa menelepon Anda besok.
EN: In Western business culture, offering specific help ('I can help her this week') is seen as being a proactive and reliable team player.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja Barat, menawarkan bantuan spesifik secara proaktif (seperti mengatakan 'Saya bisa membantunya minggu ini') dianggap sebagai perilaku anggota tim yang proaktif dan dapat diandalkan.
EN: Use 'That is' (That's) to identify or confirm a specific thing or situation that was just mentioned in a conversation.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'That is' (disingkat That's) untuk mengonfirmasi atau merujuk pada hal atau situasi tertentu yang baru saja disebutkan dalam percakapan.
That's a great idea for the party.
Itu ide yang bagus untuk mengadakan pesta.
EN: In business meetings, 'action item' is a common professional term for a specific task that needs to be completed by a person or team.
Bahasa Indonesia: Dalam rapat bisnis, 'action item' adalah istilah profesional yang umum digunakan, merujuk pada tugas spesifik atau daftar hal yang harus diselesaikan oleh individu atau tim.
EN: Use 'appreciate' followed by a noun (like 'help' or 'effort') to show gratitude. It is more formal than 'thank you'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'appreciate' diikuti dengan kata benda (seperti 'help' atau 'effort') untuk menyatakan rasa terima kasih. Ini sedikit lebih formal daripada 'thank you'.
I appreciate your time.
Saya sangat menghargai waktu Anda untuk hadir.
EN: In Western business culture, acknowledging individual contributions (using 'both' or specific names) is important for team morale.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, mengakui kontribusi individu secara jelas (menggunakan 'both' atau nama tertentu) sangat penting untuk meningkatkan moral tim.
EN: Use 'is about' to describe the topic or subject of something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'is about' untuk mendeskripsikan topik atau konten dari sesuatu.
This book is about animals.
Buku ini tentang hewan.
EN: In business meetings, using 'items' refers to specific points on an agenda. It helps structure the conversation efficiently.
Bahasa Indonesia: Dalam pertemuan bisnis, menggunakan 'items' merujuk pada poin-poin spesifik dalam agenda. Ini membantu mengatur struktur percakapan secara efektif.
EN: Use 'need to' followed by a base verb to express a necessity or requirement to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'need to' diikuti dengan kata kerja dasar untuk menyatakan keharusan atau kebutuhan untuk melakukan sesuatu.
I need to call my boss.
Saya perlu menelepon bos saya.
EN: In business contexts, 'soon' is often subjective. It's common to follow up with a specific deadline to ensure everyone is on the same page.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks bisnis, 'soon' (segera) biasanya bersifat subjektif. Biasanya akan diikuti dengan tenggat waktu spesifik untuk memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama.
EN: Use 'When is...' to ask about the time or date of a specific event.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'When is...' untuk menanyakan waktu atau tanggal dari aktivitas tertentu.
When is the party?
Kapan pestanya?
EN: In business contexts, 'the client' often refers to the most important external stakeholder. Asking for specific times shows professionalism and readiness.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks bisnis, 'the client' biasanya merujuk pada pemangku kepentingan eksternal yang paling penting. Menanyakan waktu spesifik menunjukkan sikap profesional dan kesiapan.
EN: Use 'on' for specific days (Monday) and 'at' for specific times (ten o'clock).
Bahasa Indonesia: Gunakan 'on' untuk tanggal atau hari tertentu (seperti Monday), gunakan 'at' untuk titik waktu yang tepat (seperti ten o'clock).
The party is on Saturday at seven o'clock.
Pesta itu pada jam tujuh hari Sabtu.
EN: In business contexts, 'o'clock' is often omitted for brevity (e.g., 'at ten'), but using it is polite and clear for beginners.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks bisnis, demi singkatnya, 'o'clock' sering dihilangkan (misalnya langsung mengatakan 'at ten'), tetapi bagi pemula, mengucapkannya secara lengkap akan terdengar lebih sopan dan jelas.
EN: Use 'will' followed by a base verb to ask about future plans or actions.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' diikuti kata kerja dasar untuk menanyakan rencana atau tindakan di masa depan.
Who will bring the snacks for the party?
Siapa yang akan membawa camilan untuk pesta?
EN: In business settings, 'make a presentation' is a standard phrase for giving a formal talk or showing slides to a group.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan bisnis, 'make a presentation' adalah istilah standar untuk memberikan pidato formal atau menunjukkan slide kepada kelompok.
EN: Use the Past Simple tense (verb + -ed) to talk about things that happened and finished in the past.
Bahasa Indonesia: Gunakan past simple tense (kata kerja + -ed) untuk menggambarkan hal-hal yang sudah terjadi dan berakhir di masa lalu.
I played soccer yesterday.
Saya bermain sepak bola kemarin.
EN: In a professional setting, volunteering for a task by mentioning your past experience is a great way to show competence and helpfulness.
Bahasa Indonesia: Di lingkungan kerja, menawarkan diri untuk mengambil tugas dengan menyebutkan pengalaman masa lalu adalah cara yang baik untuk menunjukkan kompetensi dan kesediaan membantu.
EN: Use the word 'by' followed by a time or date to mean 'no later than' or 'at or before' a specific deadline.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'by' diikuti waktu atau tanggal untuk menunjukkan 'tidak lebih lambat dari' atau 'sebelum tenggat waktu tertentu'.
Please finish the report by 5 PM.
Tolong selesaikan laporannya sebelum jam 5 sore.
EN: In business contexts, 'by [Day]' usually implies the end of the business day on that specific day, unless a specific time is mentioned.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks bisnis, 'by [hari]' biasanya berarti sebelum akhir hari kerja tersebut, kecuali jika jam spesifik disebutkan.
EN: Use 'will' (contracted as 'll) to talk about a decision made at the moment of speaking or a promise to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' (disingkat 'll) untuk menyatakan keputusan yang dibuat saat berbicara, atau janji untuk melakukan sesuatu.
I'll call you later.
Saya akan menelepon Anda nanti.
EN: In business settings, 'follow-up' is a common term for actions taken after a meeting to ensure progress or maintain contact.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan bisnis, 'follow-up' (tindak lanjut) adalah istilah yang sangat umum, merujuk pada tindakan yang diambil setelah rapat untuk memastikan kemajuan atau menjaga hubungan.
—