EN: Imperative sentences are used to give commands or requests. Adding 'Please' at the beginning makes the request polite.
Bahasa Indonesia: Kalimat perintah digunakan untuk memberikan instruksi atau mengajukan permintaan. Menambahkan 'Please' di awal kalimat dapat membuat permintaan menjadi lebih sopan.
Please open the door.
Silakan buka pintunya.
EN: In Western business culture, 'Have a seat' is a standard way to welcome someone into an office or meeting room. It is more common and slightly more formal than 'Sit down'.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, 'Have a seat' adalah ungkapan standar untuk menyambut seseorang ke kantor atau ruang rapat. Ini lebih umum dan sedikit lebih formal daripada 'Sit down'.
EN: Use 'very much' after a verb like 'thank' to show a high degree of gratitude. It usually comes at the end of the sentence.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'very much' setelah kata kerja seperti 'thank' untuk menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam. Biasanya diletakkan di akhir kalimat.
I like this book very much.
Saya sangat menyukai buku ini.
EN: In professional settings, responding to a greeting with a thank you is a standard way to show politeness and acknowledge the interviewer's time.
Bahasa Indonesia: Dalam situasi profesional, menanggapi sapaan dan mengucapkan terima kasih adalah cara standar untuk menunjukkan kesopanan dan berterima kasih kepada pewawancara atas waktu yang diberikan.
EN: Use 'Let's' (Let us) followed by a base verb to suggest an activity or to start a new topic in a conversation.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Let's' (singkatan dari Let us) diikuti dengan kata kerja dasar, digunakan untuk mengusulkan suatu kegiatan atau memulai topik baru dalam percakapan.
Let's go to the park.
Mari kita pergi ke taman.
EN: In Western job interviews, the interviewer often uses 'Let's start with...' to transition from small talk to the formal part of the interview. It is a polite way to take control of the conversation.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja Barat, pewawancara sering menggunakan 'Let's start with...' untuk mengalihkan topik dari obrolan santai ke wawancara formal. Ini adalah cara yang sopan untuk memimpin alur percakapan.
EN: Use the Past Simple tense (verb + -ed) to talk about actions that started and finished in the past. Use 'for' to show how long the action lasted.
Bahasa Indonesia: Gunakan past simple (kata kerja ditambah -ed) untuk menggambarkan tindakan yang sudah selesai di masa lalu. Gunakan 'for' untuk menunjukkan berapa lama tindakan tersebut berlangsung.
She lived in London for three years.
Dia tinggal di London selama tiga tahun.
EN: In job interviews, being specific about the duration of your previous roles (e.g., 'two years') shows stability and reliability to potential employers.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja, menyatakan dengan jelas durasi pekerjaan sebelumnya (misalnya 'dua tahun') dapat menunjukkan stabilitas dan keandalan Anda kepada calon pemberi kerja.
EN: Use 'was' to ask about a situation or state in the past. It is the past tense of 'is'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'was' untuk menanyakan situasi atau keadaan di masa lalu. Ini adalah bentuk lampau dari 'is'.
What was your favorite subject in school?
Apa mata pelajaran favorit Anda di sekolah dulu?
EN: In job interviews, 'role' is a professional way to ask about your job title and responsibilities. It sounds more formal than just asking 'What was your job?'.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja, 'role' adalah cara profesional untuk menanyakan nama jabatan dan tanggung jawab. Ini terdengar lebih formal dan profesional daripada bertanya langsung 'What was your job?'.
EN: Use 'was' to describe your job or role in the past. It is the past tense of 'am'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'was' untuk mendeskripsikan pekerjaan atau peran di masa lalu. Ini adalah bentuk lampau dari 'am'.
I was a student at that school.
Saya adalah seorang siswa di sekolah itu.
EN: In job interviews, clearly stating your previous job title helps the interviewer quickly understand your background. 'Marketing assistant' is a common entry-level or mid-level role.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja, menjelaskan nama jabatan Anda sebelumnya dengan jelas membantu pewawancara memahami latar belakang Anda dengan cepat. 'Asisten pemasaran' adalah posisi tingkat awal atau menengah yang umum.
EN: Use 'sound' followed by an adjective to describe your impression of something you just heard.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'sound' diikuti kata sifat untuk mendeskripsikan kesan atau perasaan Anda tentang sesuatu yang baru saja didengar.
That sounds great.
Itu kedengarannya bagus.
EN: In Western job interviews, 'strengths' refers to professional skills and positive personality traits that help you do the job well. It is expected to be specific and confident.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja Barat, 'strengths (kekuatan)' mengacu pada keterampilan profesional dan sifat kepribadian positif yang membantu Anda melakukan pekerjaan dengan baik. Jawaban harus spesifik dan penuh percaya diri.
EN: Use 'be good at' followed by a noun or a verb ending in -ing to describe your skills or strengths.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'be good at' diikuti kata benda atau bentuk kata kerja -ing untuk mendeskripsikan keterampilan atau hal yang Anda kuasai.
She is good at playing the piano.
Dia mahir bermain piano.
EN: In modern job interviews, 'social media' and 'writing' are considered highly transferable skills across many industries, not just marketing.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja modern, 'media sosial' dan 'menulis' dianggap sebagai keterampilan yang dapat ditransfer yang sangat dihargai di banyak industri (tidak terbatas pada pemasaran).
EN: Use 'Why' at the beginning of a sentence to ask for a reason. In questions with verbs like 'want', we use the helping verb 'do' before the subject.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Why' di awal kalimat untuk menanyakan alasan. Ketika ada kata kerja seperti 'want' dalam kalimat, kita menambahkan kata kerja bantu 'do' sebelum subjek untuk membentuk pertanyaan.
Why do you like coffee?
Mengapa Anda menyukai kopi?
EN: In job interviews, this question is designed to see if your goals align with the company's mission. It's not just about why you need a job, but why you want *this* specific role.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja, pertanyaan ini bertujuan untuk memahami apakah tujuan Anda selaras dengan misi perusahaan. Ini bukan hanya tentang mengapa Anda membutuhkan pekerjaan, tetapi tentang mengapa Anda menginginkan posisi spesifik 'ini'.
EN: Use 'want to' followed by a base verb to express a desire or goal.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'want to' diikuti kata kerja dasar untuk mengungkapkan keinginan atau tujuan.
I want to travel to Japan next year.
Saya ingin berwisata ke Jepang tahun depan.
EN: In Western job interviews, expressing a desire to learn and grow is seen as a sign of a 'growth mindset,' which is highly valued by modern employers.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja Barat, mengekspresikan keinginan untuk belajar dan berkembang dianggap memiliki 'growth mindset', yang merupakan kualitas yang sangat dihargai oleh pemberi kerja modern.
EN: Use 'Can you...' to ask about someone's ability or willingness to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Can you...' untuk menanyakan kemampuan seseorang atau kesediaan untuk melakukan sesuatu.
Can you drive a car?
Bisakah Anda menyetir?
EN: In Western job interviews, 'working under pressure' is a common soft skill. Adding 'sometimes' makes the question sound more realistic and less intimidating.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja Barat, 'bekerja di bawah tekanan' adalah soft skill yang umum. Menambahkan 'sometimes' membuat pertanyaan terdengar lebih realistis dan tidak terlalu menakutkan.
EN: Use 'can' followed by a base verb to express ability or possibility.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'can' diikuti kata kerja dasar untuk mengekspresikan kemampuan atau kemungkinan.
I can speak English.
Saya bisa bicara bahasa Inggris.
EN: In Western job interviews, 'working under pressure' is a highly valued soft skill. Employers look for candidates who can maintain productivity and quality when deadlines are tight or situations are stressful.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja Barat, 'ketahanan terhadap tekanan' (working under pressure) adalah soft skill yang sangat dihargai. Pemberi kerja mencari kandidat yang tetap produktif dan berkualitas meski dalam tenggat waktu ketat atau situasi penuh tekanan.
EN: Use 'What are your...' to ask about plural things or ideas that someone has, such as expectations, plans, or goals.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'What are your...' untuk menanyakan hal-hal jamak atau ide yang dimiliki orang lain, seperti ekspektasi, rencana, atau tujuan.
What are your plans for the weekend?
Apa rencana Anda untuk akhir pekan?
EN: In many Western business cultures, discussing salary is expected during the interview process, but it is often the interviewer who brings it up first. Candidates should research the market rate beforehand.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya bisnis Barat, mendiskusikan gaji selama proses wawancara sudah diperkirakan, tetapi biasanya dimulai oleh pewawancara. Kandidat harus meneliti harga pasar terlebih dahulu.
EN: Use 'around' before a number to show that it is an estimate or not an exact amount.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'around' sebelum angka untuk menunjukkan bahwa itu adalah perkiraan atau jumlah kasar, bukan angka pasti.
The meeting will last around one hour.
Rapat akan berlangsung sekitar satu jam.
EN: In many English-speaking job interviews, it is common to discuss salary expectations towards the end of the process. Using 'around' or 'expect' shows you are open to negotiation.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak wawancara kerja berbahasa Inggris, ekspektasi gaji biasanya didiskusikan di akhir wawancara. Menggunakan 'around' (sekitar) atau 'expect' (mengharapkan) dapat menunjukkan bahwa Anda terbuka untuk negosiasi gaji.
EN: The word 'within' is used to show that something is inside a specific limit or range, such as time, distance, or money.
Bahasa Indonesia: Kata 'within' digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu berada dalam batasan atau jangkauan tertentu, seperti waktu, jarak, atau anggaran uang.
Please finish the report within two days.
Harap selesaikan laporan ini dalam dua hari.
EN: In job interviews, discussing salary can be sensitive. When an interviewer says a number is 'within the budget range,' it is a positive sign that the candidate's expectations align with the company's financial plan.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja, mendiskusikan gaji adalah topik yang sensitif. Ketika pewawancara mengatakan suatu angka 'masuk dalam rentang anggaran', itu adalah sinyal positif yang menunjukkan bahwa harapan kandidat sejalan dengan rencana keuangan perusahaan.
EN: The pattern 'That is + adjective + to hear' is used to react to good or bad news. 'To hear' explains why you feel that way.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat 'That is + kata sifat + to hear' digunakan untuk merespons berita yang didengar. 'To hear' menjelaskan mengapa Anda merasa demikian.
That is good to hear.
Kedengarannya bagus.
EN: In Western business culture, it is common and encouraged to show enthusiasm when receiving positive news during an interview. It shows you are engaged and genuinely interested in the position.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, menunjukkan antusiasme saat mendengar kabar baik selama wawancara adalah hal yang umum dan dianjurkan. Ini menunjukkan bahwa Anda terlibat dan memiliki minat tulus pada posisi tersebut.
EN: Use 'When can you + verb' to ask about someone's availability or the time they are able to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "When can you + kata kerja" untuk menanyakan waktu luang seseorang, atau kapan mereka bisa melakukan sesuatu.
When can you call me back?
Kapan Anda bisa menelepon saya kembali?
EN: In many Western job markets, giving a 'two-week notice' to a current employer is standard professional etiquette. That is why the candidate responds with 'in two weeks'.
Bahasa Indonesia: Di banyak pasar kerja Barat, memberikan "pemberitahuan dua minggu" kepada pemberi kerja saat ini adalah etika profesional standar. Itulah sebabnya pelamar menjawab "dalam dua minggu".
EN: Use 'in + [time period]' to talk about when something will happen in the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan "in + [jangka waktu]" untuk menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi dalam berapa lama di masa depan.
The meeting will finish in ten minutes.
Rapat akan berakhir dalam sepuluh menit.
EN: In many Western countries, 'two weeks' notice' is the standard professional courtesy when leaving a job, which is why candidates often say they can start in two weeks.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, "pemberitahuan dua minggu" adalah etika profesional standar saat mengundurkan diri, itulah sebabnya pencari kerja sering mengatakan mereka bisa mulai pekerjaan baru dalam dua minggu.
EN: Use 'by' followed by a time to mean 'no later than' or 'at or before' a specific deadline.
Bahasa Indonesia: Gunakan "by" ditambah waktu untuk menyatakan "tidak lebih lambat dari" atau "sebelum tenggat waktu tertentu".
Please finish the report by Friday.
Harap selesaikan laporan sebelum hari Jumat.
EN: In job interviews, 'Perfect' is often used by interviewers to signal that a candidate's availability or answer aligns exactly with the company's needs.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara, pewawancara menggunakan 'Perfect' biasanya berarti waktu mulai kerja atau jawaban kandidat sepenuhnya memenuhi kebutuhan perusahaan, ini adalah sinyal yang sangat positif.
EN: The verb 'work' can mean 'to be suitable' or 'to be convenient' for a situation or schedule.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'work' di sini berarti 'cocok' atau 'nyaman', sering digunakan untuk mendiskusikan apakah waktu atau rencana memungkinkan.
Does 6:00 PM work for you?
Apakah jam 6 sore nyaman bagi Anda?
EN: In professional settings, saying 'That works for me' is a standard way to accept a proposal or schedule. Adding 'well' makes it sound more enthusiastic and positive.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan kerja, 'That works for me' adalah cara standar untuk menerima tawaran atau pengaturan waktu. Menambahkan 'well' akan membuat nada bicara terdengar lebih positif dan antusias.
EN: Use 'Do you have...?' to ask about possession or existence in the present tense. Use 'any' in questions when asking if something exists, even in small amounts.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Do you have...?' untuk menanyakan apakah pihak lain saat ini memiliki atau ada sesuatu. Dalam kalimat tanya, kita sering menggunakan 'any' untuk menyatakan 'apa pun, beberapa', menanyakan apakah sesuatu itu ada.
Do you have any ideas for the project?
Apakah Anda memiliki ide untuk proyek ini?
EN: In Western job interviews, this question is a standard way to end the meeting. It is expected that the candidate has at least one or two questions prepared to show their interest in the company.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja Barat, kalimat ini adalah cara standar untuk mengakhiri wawancara. Pewawancara biasanya mengharapkan kandidat untuk menyiapkan setidaknya satu atau dua pertanyaan untuk menunjukkan minat dan proaktif terhadap perusahaan.
EN: Use 'What are...' to ask about plural nouns (more than one thing), such as 'working hours'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'What are...' untuk menanyakan kata benda jamak (lebih dari satu hal), misalnya 'working hours' (jam kerja).
What are your favorite colors?
Apa saja warna favorit Anda?
EN: In many Western job interviews, it is common and expected for candidates to ask about practical details like working hours or company culture toward the end of the meeting.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak wawancara kerja di negara Barat, pelamar umum dan diharapkan untuk menanyakan detail praktis seperti jam kerja atau budaya perusahaan sebelum wawancara berakhir.
EN: Use 'from... to...' to show the starting and ending points of time or a range.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'from... to...' untuk menunjukkan titik awal dan akhir waktu, atau suatu rentang.
The shop is open from 10 a.m. to 8 p.m.
Toko ini buka dari jam sepuluh pagi sampai jam delapan malam.
EN: 'Nine to five' is a common expression in English-speaking countries to describe a standard full-time office job.
Bahasa Indonesia: 'Nine to five' (jam sembilan sampai jam lima) adalah istilah umum di negara-negara berbahasa Inggris untuk menggambarkan pekerjaan kantor purnawaktu yang standar.
EN: Use 'Sound + Adjective' to share your opinion or feeling about something you just heard.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Sound + kata sifat' untuk mengungkapkan pendapat atau perasaan Anda tentang hal yang baru saja didengar.
That sounds great!
Kedengarannya luar biasa!
EN: In job interviews, 'That sounds good to me' is a professional way to accept a proposal (like working hours or salary) while showing enthusiasm.
Bahasa Indonesia: Dalam wawancara kerja, 'That sounds good to me' adalah ungkapan profesional untuk menerima tawaran (seperti jam kerja atau gaji) sekaligus menunjukkan sikap positif.
EN: Use 'in' + 'a period of time' to talk about when something will happen in the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'in' ditambah 'jangka waktu' untuk menunjukkan bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu tertentu di masa depan.
I will finish the report in two hours.
Saya akan menyelesaikan laporan dalam dua jam.
EN: In business contexts, 'in three days' usually refers to business days. It's a common way to set expectations for follow-up communication.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks bisnis, 'in three days' biasanya berarti tiga hari kerja. Ini adalah ungkapan umum yang digunakan pewawancara untuk memberi tahu pelamar kapan mereka akan menerima pemberitahuan lanjutan.
EN: Use 'Thank you for + [noun]' to express gratitude for a specific thing or action.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Thank you for + [kata benda]' untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas hal atau tindakan tertentu.
Thank you for your help.
Terima kasih atas bantuan Anda.
EN: In Western business culture, thanking someone for their time is a standard way to show respect for the other person's schedule, especially after an interview or meeting.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, berterima kasih atas waktu seseorang adalah praktik standar untuk menghargai jadwal orang lain, terutama setelah wawancara atau pertemuan.
EN: Use 'You're welcome' as a polite response after someone says 'Thank you'. It is a standard way to show politeness.
Bahasa Indonesia: Ketika seseorang mengucapkan 'Thank you', gunakan 'You're welcome' sebagai balasan yang sopan. Ini adalah cara standar untuk menunjukkan kesopanan.
You're welcome. I'm happy to help.
Sama-sama. Saya senang bisa membantu.
EN: In Western culture, it is very common to end a professional or casual interaction with a positive wish like 'Have a great day'. It leaves a good final impression.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Barat, mengakhiri interaksi profesional atau informal dengan harapan positif seperti 'Have a great day' sangat umum. Ini akan meninggalkan kesan terakhir yang baik.
EN: The phrase 'You too' is a short way to return a wish or greeting. It is short for 'I wish you a great day too.'
Bahasa Indonesia: Frasa 'You too' adalah cara mudah untuk membalas ucapan atau salam seseorang. Ini adalah singkatan dari 'I wish you a great day too' (Saya juga berharap hari Anda menyenangkan).
Have a nice weekend! - You too!
Selamat berakhir pekan! - Anda juga!
EN: In a professional setting like an interview, 'You too' is a polite and standard response when the interviewer says 'Have a great day.' It shows you are listening and have good social manners.
Bahasa Indonesia: Dalam situasi profesional seperti wawancara, ketika pewawancara mengatakan 'Semoga hari Anda menyenangkan', membalas dengan 'You too' adalah hal yang sangat sopan dan standar. Ini menunjukkan bahwa Anda mendengarkan dan memiliki etika sosial yang baik.
EN: Use the past tense 'wrote' (past of 'write') to describe an action that happened at a specific time in the past.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata kerja bentuk lampau 'wrote' (bentuk lampau dari write) untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada waktu tertentu di masa lalu.
He wrote a thank-you note after the party.
Dia menulis surat ucapan terima kasih setelah pesta berakhir.
EN: In Western business culture, sending a 'follow-up email' within 24 hours of an interview is a standard professional practice to show gratitude and continued interest.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja Barat, mengirim 'email tindak lanjut' (follow-up email) dalam waktu 24 jam setelah wawancara adalah praktik profesional standar untuk menyampaikan rasa terima kasih dan menunjukkan minat yang berkelanjutan.
EN: Use the pattern 'thank someone for something' to express gratitude for a specific action or event. Use the past tense 'thanked' for things that already happened.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola kalimat 'thank someone for something' untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas sesuatu atau suatu tindakan. Untuk hal yang sudah terjadi, gunakan bentuk lampau 'thanked'.
I thanked my friend for the gift.
Saya berterima kasih kepada teman saya atas hadiah itu.
EN: In Western business culture, sending a 'thank you' note or email within 24 hours of an interview is a standard professional practice. It shows respect and reinforces your interest in the position.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, mengirim 'ucapan terima kasih' atau email dalam waktu 24 jam setelah wawancara adalah praktik profesional standar. Ini menunjukkan rasa hormat dan menegaskan kembali minat Anda pada posisi tersebut.
EN: When reporting what someone said in the past, we often change the verb to the past tense (said, was) to match the time of speaking.
Bahasa Indonesia: Saat menceritakan kembali apa yang dikatakan seseorang di masa lalu, kita biasanya mengubah kata kerja menjadi bentuk lampau (seperti said, was) agar sesuai dengan waktu pembicaraan.
He said he was happy.
Dia bilang dia senang saat itu.
EN: In professional follow-up emails, expressing enthusiasm for the job is a key way to show you are a motivated candidate.
Bahasa Indonesia: Dalam email tindak lanjut profesional, mengekspresikan antusiasme terhadap pekerjaan adalah cara kunci untuk menunjukkan bahwa Anda adalah kandidat yang proaktif.
EN: Use the word 'also' before the main verb to add a new piece of information to what was previously said.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'also' (juga) sebelum kata kerja utama untuk menambahkan informasi baru pada apa yang telah dikatakan sebelumnya.
He also likes playing basketball.
Dia juga suka bermain basket.
EN: In Western job applications, sending a follow-up email to 'mention' or reiterate your strengths is a common professional practice that shows enthusiasm and attention to detail.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya mencari kerja di Barat, mengirim email tindak lanjut setelah wawancara dan 'menyebutkan' atau menegaskan kembali kelebihan diri adalah praktik profesional yang umum, ini menunjukkan antusiasme dan perhatian terhadap detail.
EN: The verb 'hope' is followed by 'to' + 'base verb' to express a wish or desire for something to happen.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'hope' (berharap) diikuti oleh 'to' + 'kata kerja dasar', digunakan untuk menyatakan keinginan atau harapan terhadap sesuatu.
I hope to see you again.
Saya berharap bisa bertemu Anda lagi.
EN: In Western business culture, 'hearing from someone' usually implies receiving a decision or update about a job application. Expressing this hope in a follow-up email is considered polite and shows enthusiasm.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja Barat, 'hearing from someone' biasanya berarti menerima keputusan atau pembaruan mengenai lamaran kerja. Mengungkapkan harapan ini dalam email tindak lanjut dianggap sopan dan menunjukkan sikap proaktif.
EN: The past tense 'showed' is used to describe an action that happened in the past. In English, we often add '-ed' to the end of regular verbs to talk about completed actions.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bentuk lampau 'showed' digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi di masa lalu. Dalam bahasa Inggris, kita biasanya menambahkan '-ed' di akhir kata kerja beraturan untuk menunjukkan tindakan yang telah selesai.
He showed me his new car yesterday.
Dia menunjukkan mobil barunya kepada saya kemarin.
EN: In Western business culture, sending a 'follow-up email' within 24 hours of an interview is considered a standard professional practice. it demonstrates enthusiasm and good manners.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, mengirim "email tindak lanjut" dalam waktu 24 jam setelah wawancara dianggap sebagai praktik profesional standar. Ini menunjukkan proaktif dan etika yang baik.
EN: Use 'this kind of' followed by a singular noun to talk about a specific type or category of something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "this kind of" diikuti oleh kata benda tunggal untuk menggambarkan jenis atau kategori tertentu dari sesuatu.
I like this kind of music.
Saya suka jenis musik ini.
EN: In many Western business cultures, sending a thank-you email or follow-up message within 24 hours of an interview is seen as a sign of professionalism and high interest in the position.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya bisnis Barat, mengirim surat ucapan terima kasih atau pesan tindak lanjut dalam waktu 24 jam setelah wawancara dianggap sebagai tanda profesionalisme dan minat yang tinggi terhadap posisi tersebut.
EN: The verb 'help' can be followed by an object and then either a base verb (without 'to') or an infinitive (with 'to'). In this sentence, 'stand out' is used as the base verb.
Bahasa Indonesia: Penggunaan kata kerja help adalah "help + objek + kata kerja dasar" atau "help + objek + to + kata kerja dasar". Dalam kalimat ini, stand out adalah penggunaan kata kerja dasar dengan menghilangkan to.
Reading books helps me relax.
Membaca membantu saya rileks.
EN: In Western job markets, 'standing out' is highly valued. Sending a follow-up thank-you email is a common professional practice to show initiative and social skills.
Bahasa Indonesia: Dalam dunia kerja Barat, "tampil menonjol" adalah kualitas yang sangat dihargai. Mengirim email ucapan terima kasih (follow-up email) setelah wawancara adalah praktik profesional yang umum untuk menunjukkan proaktif dan keterampilan sosial.
—