EN: Use 'Where were you...?' to ask about someone's location in the past. 'Were' is the past tense of 'are' used with 'you'.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Where were you...?" untuk menanyakan lokasi seseorang di masa lalu. "Were" adalah bentuk lampau dari "are", digunakan dengan subjek "you".
Where were you yesterday morning?
Kamu di mana kemarin pagi?
EN: In places like Taiwan, typhoons are a common seasonal occurrence. Asking friends and family where they were or how they fared during a typhoon is a common way to show care and start a conversation after the storm passes.
EN: Use 'was' to talk about where you were or how you felt in the past. It is the past tense of 'am' and 'is' for 'I', 'he', 'she', and 'it'.
Bahasa Indonesia: Gunakan "was" untuk membicarakan di mana seseorang berada atau bagaimana perasaannya di masa lalu. Ini adalah bentuk lampau dari "am" dan "is", digunakan ketika subjeknya adalah "I" (saya), "he" (dia laki-laki), "she" (dia perempuan), dan "it" (itu).
I was at school yesterday.
Saya di sekolah kemarin.
EN: Use 'were' as the past tense of 'are' for plural subjects (we, you, they) to describe states or feelings in the past.
Bahasa Indonesia: Gunakan "were" sebagai bentuk lampau dari "are" untuk subjek jamak (we, you, they) untuk menggambarkan keadaan atau perasaan di masa lalu.
We were happy yesterday.
Kami bahagia kemarin.
EN: Use 'were' to describe plural nouns (more than one person, place, or thing) in the past tense.
Bahasa Indonesia: Gunakan "were" untuk menggambarkan kata benda jamak (lebih dari satu orang, tempat, atau benda) dalam keadaan di masa lalu.
The windows were dirty.
Jendela-jendela itu dulu kotor.
EN: Use 'was' with 'I', 'he', 'she', or 'it' to talk about feelings or states in the past. 'Last night' is a common time marker used with the past tense.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'was' dengan 'I' (saya), 'he' (dia laki-laki), 'she' (dia perempuan), atau 'it' (itu) untuk membicarakan perasaan atau keadaan di masa lalu. 'Last night' (tadi malam) adalah penanda waktu yang umum digunakan dalam bentuk lampau.
I was tired last night.
Saya sangat lelah tadi malam.
EN: To ask a yes/no question about a past state or situation with a singular noun (like 'the school'), we start the sentence with 'Was'. The pattern is: Was + subject + adjective/noun?
Bahasa Indonesia: Untuk mengajukan pertanyaan ya/tidak tentang keadaan atau situasi di masa lalu dengan kata benda tunggal (seperti "sekolah"), gunakan "Was" di awal kalimat. Struktur kalimatnya: Was + subjek + kata sifat/kata benda?
Was the library open yesterday?
Apakah perpustakaan buka kemarin?
EN: We use 'were' as the past tense of 'are' for plural subjects like 'we', 'you', and 'they'. It describes a state or feeling in the past.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "were" sebagai bentuk lampau dari "are" untuk subjek jamak seperti "we" (kami), "you" (kamu/kalian), dan "they" (mereka) untuk menggambarkan keadaan atau perasaan di masa lalu.
We were tired after the long day.
Setelah hari yang panjang, kami sangat lelah saat itu.
EN: The pattern 'be busy at work' is used to describe someone who is actively engaged in their job or workplace tasks. In the past tense, 'were' is used with plural subjects like 'my parents'.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat "be busy at work" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang aktif terlibat dalam pekerjaan atau tugas kantor. Dalam bentuk lampau, subjek jamak (seperti my parents) menggunakan kata kerja be "were".
They were busy at work all morning.
Mereka sibuk bekerja sepanjang pagi.
EN: Use 'were' as the past tense of 'are' when the subject is 'we', 'you', or 'they'. It describes a state or feeling in the past.
Bahasa Indonesia: Ketika subjeknya adalah we (kami), you (kamu/kalian), atau they (mereka), gunakan were sebagai bentuk lampau dari are. Ini digunakan untuk menggambarkan keadaan atau perasaan di masa lalu.
We were tired after the long walk.
Kami sangat lelah saat itu setelah berjalan jauh.
EN: Use 'for' followed by a length of time to show how long an action or situation lasts.
Bahasa Indonesia: Gunakan "for" diikuti dengan durasi waktu untuk menunjukkan berapa lama suatu tindakan atau keadaan berlangsung.
I studied English for one hour.
Saya membaca bahasa Inggris selama satu jam.
EN: Use 'but' to connect two contrasting adjectives (strange vs. cozy) that describe the same noun (day).
Bahasa Indonesia: Gunakan "but" (tetapi) untuk menghubungkan dua kata sifat yang berlawanan (aneh vs. nyaman) yang menggambarkan kata benda yang sama (hari).
It was a long but fun movie.
Itu adalah film yang panjang tetapi menarik.
EN: The past simple tense of the 'be' verb is used to describe states or feelings in the past. Use 'were' for plural subjects (we, they, you) and 'was' for singular subjects (I, he, she, it).
Bahasa Indonesia: Kata kerja be dalam bentuk lampau sederhana digunakan untuk menggambarkan keadaan atau perasaan di masa lalu. Subjek jamak (we, they, you) menggunakan "were", sedangkan subjek tunggal (I, he, she, it) menggunakan "was".
They were happy, and it was a great day.
Mereka bahagia, itu adalah hari yang indah.
EN: We use 'there was' to say that something existed in the past. It is used with singular nouns (like 'a big typhoon').
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "there was" untuk menyatakan bahwa sesuatu ada di masa lalu. Ini diikuti dengan kata benda tunggal (misalnya "a big typhoon").
There was a beautiful park near my house.
Dulu ada taman yang indah di dekat rumah saya.
EN: Use 'was' to describe a past state or condition of a singular noun (like 'the wind' or 'the rain'). This is the past tense of 'is'.
Bahasa Indonesia: Gunakan "was" untuk menggambarkan keadaan atau kondisi di masa lalu dari kata benda tunggal (seperti "the wind" atau "the rain"). Ini adalah bentuk lampau dari "is".
The coffee was hot.
Kopi itu tadinya panas.
EN: Use 'so' to connect a cause and a result. The cause comes before 'so', and the result comes after it.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'so' (jadi) untuk menghubungkan sebab dan akibat. Sebab datang sebelum 'so', dan akibat datang setelah 'so'.
It was raining, so we stayed inside.
Saat itu sedang hujan, jadi kami tinggal di dalam ruangan.
EN: Use 'was' to describe feelings or states in the past for 'I' and singular nouns like 'my family'.
Bahasa Indonesia: Gunakan "was" untuk menggambarkan perasaan atau keadaan di masa lalu untuk "I" (saya) dan kata benda tunggal (seperti "my family").
I was tired, but my sister was energetic.
Saya lelah, tetapi adik perempuan saya penuh energi.
EN: The pattern 'be busy doing something' is used to describe that someone is actively spending time on a specific activity. In this sentence, 'were' is the past tense of 'be' because the action happened in the past.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat "be busy doing something" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang sibuk melakukan sesuatu yang spesifik. Dalam kalimat ini, karena kejadiannya terjadi di masa lalu, kita menggunakan bentuk lampau dari kata kerja be, yaitu "were".
They were busy preparing for the party.
Mereka sedang sibuk menyiapkan pesta saat itu.
EN: Use 'so' to connect a cause and a result. The cause comes before 'so', and the result comes after it.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'so' (jadi) untuk menghubungkan sebab dan akibat. Sebab datang sebelum 'so', dan akibat datang setelah 'so'.
It was raining, so we stayed inside.
Hujan turun, jadi kami tinggal di dalam ruangan.
EN: Use 'were' as the past tense of 'are' with plural subjects like 'we', 'you', and 'they' to describe past states or feelings.
Bahasa Indonesia: Gunakan "were" sebagai bentuk lampau dari "are" dengan subjek jamak seperti "we" (kami), "you" (kamu/kalian), dan "they" (mereka) untuk menggambarkan keadaan atau perasaan di masa lalu.
We were tired after the long walk.
Kami merasa sangat lelah setelah perjalanan yang jauh.
EN: The past tense of the 'be' verb is used to describe states or feelings in the past. We use 'were' for plural subjects (we, they, you) and 'was' for singular subjects (I, he, she, it).
Bahasa Indonesia: Kata kerja be dalam bentuk lampau digunakan untuk menggambarkan keadaan atau perasaan di masa lalu. Subjek jamak (kami, mereka, kamu/kalian) menggunakan "were", sedangkan subjek tunggal (saya, dia laki-laki, dia perempuan, itu) menggunakan "was".
They were happy, and it was a great day.
Mereka sangat bahagia saat itu, dan itu adalah hari yang luar biasa.
EN: Using 'that' as a relative pronoun to connect two ideas. It helps describe the noun before it (a scary day) by adding more information (became a warm memory) without starting a new sentence.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata ganti relatif "that" untuk menghubungkan dua gagasan. Ini membantu menjelaskan kata benda (hari yang mengerikan) dengan menambahkan informasi lebih lanjut (menjadi kenangan yang hangat) sehingga kalimat menjadi lebih lengkap tanpa harus dipecah menjadi dua kalimat.
He told a story that made everyone laugh.
Dia menceritakan sebuah cerita yang membuat semua orang tertawa.
EN: To ask about a past location, we use 'Where were you...?' with the past tense verb 'were' for the subject 'you'.
Bahasa Indonesia: Untuk menanyakan lokasi di masa lalu, kita menggunakan "Where were you...?" (Kamu di mana saat itu?) dengan kata kerja be bentuk lampau "were" yang digunakan dengan subjek "you".
Where were you this morning?
Di mana kamu tadi pagi?
EN: Use 'was' to talk about where you were in the past. The structure is: Subject (I/He/She/It) + was + at/in/on + place.
Bahasa Indonesia: Gunakan "was" untuk membicarakan di mana seseorang berada di masa lalu. Struktur kalimatnya: Subjek (I/He/She/It) + was + kata depan (at/in/on) + tempat.
She was at the library yesterday.
Dia berada di perpustakaan kemarin.
EN: To ask a yes/no question about the past with plural nouns, we start the sentence with 'Were' followed by the subject.
Bahasa Indonesia: Untuk mengajukan pertanyaan ya/tidak tentang keadaan di masa lalu dengan kata benda jamak, kita memulai kalimat dengan "Were", diikuti oleh subjek dan kata sifat.
Were the windows open last night?
Apakah jendela-jendela itu terbuka tadi malam?
EN: We use 'by' followed by a time to mean 'not later than' or 'at or before' that specific time.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "by" diikuti dengan waktu untuk menyatakan "tidak lebih dari" atau "pada atau sebelum" waktu tersebut.
Please finish your homework by 8:00 PM.
Tolong selesaikan pekerjaan rumahmu sebelum pukul delapan malam.
EN: Use 'was' to describe states, feelings, or locations in the past for 'I', 'he', 'she', or 'it'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'was' untuk menggambarkan keadaan, perasaan, atau lokasi di masa lalu untuk 'I' (saya), 'he' (dia laki-laki), 'she' (dia perempuan), atau 'it' (itu).
I was happy yesterday.
Saya sangat bahagia kemarin.
EN: Use 'because of' followed by a noun or noun phrase to give a reason for something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "because of" diikuti dengan kata benda atau frasa kata benda untuk memberikan alasan terjadinya sesuatu.
We stayed at home because of the snow.
Kami tinggal di rumah karena turun salju.
EN: The phrase 'be worried about' is used to show that someone is feeling anxious or concerned about a person or situation. Since this happened in the past, we use the past tense 'were' to match the plural subject 'my grandparents'.
Bahasa Indonesia: Frasa "be worried about" digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang merasa cemas atau khawatir terhadap seseorang atau sesuatu. Karena ini terjadi di masa lalu, kita menggunakan kata kerja lampau "were" untuk subjek jamak "my grandparents" (kakek-nenek saya).
She was worried about her exam.
Dia sangat khawatir tentang ujiannya saat itu.
EN: Using 'be lucky that...' followed by a clause is a common way to express gratitude or relief about a specific situation. 'That' can be omitted in casual speech.
Bahasa Indonesia: Menggunakan "be lucky that..." diikuti dengan klausa adalah cara yang umum untuk mengungkapkan rasa syukur atau lega terhadap situasi tertentu. Dalam percakapan sehari-hari, "that" bisa dihilangkan.
We were lucky that the rain stopped.
Kami beruntung hujannya berhenti.
EN: Use 'but' to connect two contrasting ideas. It shows a change from a negative or neutral situation to a positive one.
Bahasa Indonesia: Gunakan "but" (tetapi) untuk menghubungkan dua gagasan yang berlawanan. Ini menunjukkan perubahan dari situasi negatif atau netral menjadi situasi yang positif.
The weather was cold, but we were warm.
Cuacanya dingin, tetapi kami hangat.
EN: Use 'but' to connect two adjectives with contrasting meanings (e.g., 'long' which can feel tiring, and 'peaceful' which is positive).
Bahasa Indonesia: Gunakan "but" (tetapi) untuk menghubungkan dua kata sifat yang maknanya berlawanan atau kontras (misalnya: "long" yang panjang, biasanya terasa melelahkan; sedangkan "peaceful" yang tenang, terasa positif dan nyaman).
The movie was short but exciting.
Film ini pendek tetapi sangat seru.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Topan, badai kuat yang terjadi di lautan tropis
Dalam konteks: Aman, tidak dalam bahaya
Dalam konteks: Kosong, tidak ada orang
Dalam konteks: Merasa takut, ketakutan
Dalam konteks: merasa bosan, jengkel
Dalam konteks: tenang, tenang
Dalam konteks: Listrik, daya listrik
Dalam konteks: nyaman dan hangat, nyaman dan menyenangkan
Dalam konteks: Menghibur, memberikan kenyamanan
Dalam konteks: Khawatir, cemas
Dalam konteks: beruntung
Dalam konteks: Tenang, damai
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
The electricity supply was disconnected or unavailable.
Pemadaman listrik
A large amount of rain falling quickly.
Hujan lebat, hujan deras
As a result of; owing to.
Karena, akibat
Anxious or troubled about someone or something.
Khawatir, cemas tentang seseorang atau sesuatu