EN: The word 'Part' is often used with a letter or number to label sections of a book, test, or lesson.
Bahasa Indonesia: Kata "Part" biasanya digunakan bersama dengan huruf atau angka untuk menandai bab atau bagian yang berbeda dalam buku, tes, atau kursus.
Please look at Part A.
Silakan lihat Bagian A.
EN: In English textbooks and exams, sections are commonly labeled with letters (Part A, B, C) or numbers (Part 1, 2, 3).
Bahasa Indonesia: Dalam buku pelajaran dan ujian bahasa Inggris, bagian-bagian biasanya ditandai dengan huruf (Part A, B, C) atau angka (Part 1, 2, 3).
EN: The Present Continuous tense (be + verb-ing) is used to describe actions happening right now or at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Present continuous tense (be + verb-ing) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang terjadi saat ini.
They are eating lunch together.
Mereka sedang makan siang bersama.
EN: Use 'jealous of' to describe a feeling of wanting something that someone else has.
Bahasa Indonesia: Gunakan "jealous of" untuk menggambarkan perasaan menginginkan apa yang dimiliki orang lain (iri atau cemburu).
She is jealous of her sister's new car.
Dia sangat iri dengan mobil baru kakaknya.
EN: In English, saying 'I'm jealous' in a casual conversation like this is often a compliment. It means 'I wish I had what you have' rather than expressing true anger or resentment.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, mengatakan "I'm jealous" (Saya iri) dalam percakapan sehari-hari seperti ini biasanya merupakan pujian. Artinya adalah "Saya harap saya juga bisa memiliki apa yang Anda miliki", bukan mengekspresikan kemarahan atau kebencian yang sebenarnya.
EN: The verb 'make' can be followed by an object and then an adjective to describe the state or feeling caused by that object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "make" dapat diikuti oleh objek, lalu kata sifat, untuk menggambarkan keadaan atau perasaan yang dihasilkan oleh objek tersebut.
The music makes me happy.
Musik ini membuat saya merasa bahagia.
EN: In Western interior design, 'cold' doesn't just refer to temperature; it often describes a room that lacks personality, warmth, or cozy decorations.
Bahasa Indonesia: Dalam desain interior Barat, "cold" (dingin) tidak hanya merujuk pada suhu, tetapi juga sering digunakan untuk menggambarkan ruangan yang kurang memiliki karakter, kehangatan, atau dekorasi yang nyaman.
EN: Use 'by + verb-ing' to explain how something is done or the method used to achieve a result.
Bahasa Indonesia: Gunakan "by + kata kerja-ing" untuk menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan, atau metode untuk mencapai suatu hasil.
You can stay healthy by exercising every day.
Anda dapat menjaga kesehatan dengan berolahraga setiap hari.
EN: In Western home decor, rugs and armchairs are often used to make a large, 'cold' room feel 'cozy' and warm. This reflects a cultural emphasis on comfort and personal space.
Bahasa Indonesia: Dalam dekorasi rumah Barat, karpet dan kursi lengan sering digunakan untuk membuat ruangan yang besar dan 'dingin' menjadi terasa 'nyaman' dan hangat. Hal ini mencerminkan nilai budaya yang mengutamakan kenyamanan dan ruang pribadi.
EN: We use 'would' to ask about someone's choice or opinion in a hypothetical situation (a situation that isn't real yet).
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'would' untuk menanyakan pilihan atau pendapat seseorang dalam situasi hipotetis (situasi yang belum terjadi).
Where would you go on vacation?
Ke mana Anda akan pergi berlibur?
EN: In Western interior design conversations, asking 'Where would you...' is a common way to seek advice or brainstorm layout ideas with friends.
Bahasa Indonesia: Dalam obrolan desain interior di Barat, bertanya 'Where would you...' adalah cara umum untuk meminta saran atau bertukar ide tata letak dengan teman.
EN: The contraction 'I'd' stands for 'I would'. It is used here to give a suggestion or express what you would do in a hypothetical situation.
Bahasa Indonesia: Singkatan "I'd" adalah singkatan dari "I would". Di sini digunakan untuk memberikan saran, atau menyatakan apa yang akan Anda lakukan dalam situasi hipotetis.
I'd buy a new car if I had more money.
Jika saya punya lebih banyak uang, saya akan membeli mobil baru.
EN: In Western home decor, placing an armchair by a window is a popular way to create a 'reading nook' to take advantage of natural light.
Bahasa Indonesia: Dalam dekorasi rumah Barat, meletakkan kursi lengan di dekat jendela adalah hal yang populer untuk memanfaatkan cahaya alami guna menciptakan "sudut membaca".
EN: The contraction 'I'd' stands for 'I would'. It is used here to talk about an imaginary situation or a suggestion.
Bahasa Indonesia: Singkatan "I'd" berarti "I would". Di sini digunakan untuk membahas situasi imajiner atau memberikan saran.
I'd buy a new car if I had more money.
Jika saya punya lebih banyak uang, saya akan membeli mobil baru.
EN: In Western interior design, 'floor lamps' are commonly used to create 'mood lighting' or a cozy atmosphere, rather than just relying on bright overhead lights.
Bahasa Indonesia: Dalam desain interior Barat, "lampu lantai" sering digunakan untuk menciptakan "pencahayaan suasana" atau rasa hangat, bukan hanya mengandalkan lampu langit-langit yang terang.
EN: The pronoun 'that' is used to refer back to a specific idea, suggestion, or statement mentioned previously in the conversation.
Bahasa Indonesia: Kata ganti "that" digunakan untuk merujuk pada ide, saran, atau pernyataan tertentu yang telah disebutkan sebelumnya dalam percakapan.
I like that plan.
Saya suka rencana itu.
EN: In English conversations, 'I like that' is a common, polite way to show you are listening and approve of someone's suggestion without needing a long explanation.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan bahasa Inggris, "I like that" adalah cara yang umum dan sopan untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkan dan menyetujui saran orang lain tanpa perlu penjelasan yang panjang lebar.
EN: Use 'have an idea for' to suggest a plan or a solution for a specific thing or person.
Bahasa Indonesia: Gunakan "have an idea for" untuk mengajukan rencana atau saran bagi hal atau objek tertentu.
I have an idea for our dinner tonight.
Aku punya ide untuk makan malam kita nanti malam.
EN: In English-speaking cultures, friends often share interior design suggestions as a way of being helpful and showing interest in each other's personal space.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya negara-negara berbahasa Inggris, teman sering kali saling berbagi saran dekorasi ruangan, yang merupakan cara untuk menunjukkan keramahan dan ketertarikan pada ruang pribadi satu sama lain.
EN: Using an adverb with a rising intonation to express surprise or interest in a conversation.
Bahasa Indonesia: Menggunakan kata keterangan dengan intonasi naik dalam percakapan untuk mengekspresikan rasa terkejut atau ketertarikan.
Really? That sounds great!
Benarkah? Kedengarannya bagus!
EN: In English conversations, 'Really?' is a common 'backchanneling' response. It shows the listener is paying attention and encourages the speaker to continue without being rude.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan bahasa Inggris, "Really?" adalah bentuk "umpan balik (backchannel)" yang umum. Ini menunjukkan bahwa pendengar sedang menyimak dengan penuh perhatian dan mendorong pembicara untuk terus berbicara tanpa terkesan tidak sopan.
EN: This is an idiomatic expression where 'all' is used as an adjective to mean 'completely' or 'entirely'. It emphasizes that the speaker is giving their full attention.
Bahasa Indonesia: Ini adalah sebuah idiom, di mana "all" digunakan sebagai kata sifat yang berarti "sepenuhnya" atau "seluruhnya". Ini menekankan bahwa pembicara sedang memberikan perhatian penuh.
Tell me your story; I'm all ears.
Ceritakan kisahmu; aku siap mendengarkan.
EN: The idiom 'all ears' creates a mental image of someone whose entire body has become an ear to catch every word. It is a very common, informal way to show you are ready to listen to a suggestion or a story.
Bahasa Indonesia: Idiom "all ears" menciptakan gambaran mental di mana seluruh tubuh Anda berubah menjadi telinga untuk mendengar setiap kata dengan jelas. Ini adalah ekspresi informal yang sangat umum digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda siap mendengarkan saran atau cerita.
EN: This sentence uses the 'Imperative' form, which is used to give advice, instructions, or commands. It starts directly with a verb (Put) and the subject 'you' is omitted.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan bentuk "kalimat perintah" (imperative), yang digunakan untuk memberikan saran, instruksi, atau perintah. Kalimat ini langsung dimulai dengan kata kerja (Put), dengan menghilangkan subjek "you" (Anda).
Put on your coat.
Kenakan mantelmu.
EN: In interior design, using a 'wall of mirrors' is a common tip to make small rooms or apartments feel more spacious and bright by reflecting light.
Bahasa Indonesia: Dalam desain interior, menggunakan "dinding cermin" adalah teknik yang umum untuk memantulkan cahaya, sehingga membuat ruangan atau apartemen yang sempit terlihat lebih luas dan terang secara visual.
EN: Using 'make + object + adjective' describes causing someone or something to be in a certain state or look a certain way.
Bahasa Indonesia: Gunakan "make + objek + kata sifat" untuk menggambarkan bagaimana membuat seseorang atau sesuatu berada dalam keadaan tertentu atau terlihat seperti apa.
The music makes me happy.
Musik ini membuatku merasa bahagia.
EN: In interior design, using mirrors to create the illusion of more space is a very common tip in Western homes, especially in small city apartments.
Bahasa Indonesia: Dalam desain interior, menggunakan cermin untuk menciptakan ilusi ruangan yang lebih luas adalah teknik yang sangat umum di rumah-rumah Barat, terutama di apartemen kecil di perkotaan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: iri, cemburu
Dalam konteks: kosong, sepi
Dalam konteks: karpet kecil
Dalam konteks: kursi berlengan
Dalam konteks: sudut
Dalam konteks: lampu lantai
Dalam konteks: cermin
Dalam konteks: di samping
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
Listening carefully; eager to hear what someone has to say.
Mendengarkan dengan saksama
To install or place something inside a room or building.
Memasang; memasukkan
A large number or amount of something that covers a surface like a wall.
Dinding yang penuh dengan...; seluruh permukaan dinding...