EN: Present participle clause ('fuelling...') expressing result: An -ing participle clause positioned after a comma often functions as an adverbial of result or consequence, equivalent to 'and this has fuelled...' or 'which fuels...'. It provides a smooth, compact narrative flow common in formal journalism.
Bahasa Indonesia: Klausa partisip kini (fuelling...) menyatakan hasil: Frasa partisip -ing setelah koma sering berfungsi sebagai keterangan yang menyatakan hasil atau dampak yang menyertainya, setara dengan 'and this has fuelled...' atau 'which has fuelled...'. Struktur ini membuat tulisan lebih lancar dan ringkas, banyak digunakan dalam pemberitaan formal.
The government raised interest rates unexpectedly, sparking intense debate among financial analysts.
Pemerintah secara mengejutkan menaikkan suku bunga, memicu perdebatan sengit di antara analis keuangan.
EN: Appositive noun clause with 'concerns that...': Abstract nouns conveying thought, emotion, or report (e.g., concern, fear, claim, belief) are frequently complemented by an appositive content clause introduced by 'that'. The clause elaborates the specific nature of the concern without functioning as a relative pronoun.
Bahasa Indonesia: Klausa apositif kata benda (concerns that...): Kata benda abstrak yang menyatakan pikiran, emosi, atau pernyataan (misalnya concern, fear, fact, belief, dll.) sering diikuti oleh klausa apositif yang dipandu oleh 'that' untuk menjelaskan secara rinci isi spesifik dari kekhawatiran atau fakta tersebut; di sini 'that' adalah konjungsi, bukan kata ganti relatif.
There are growing fears that automation could displace thousands of manufacturing jobs.
Semua kalangan semakin khawatir bahwa teknologi otomatisasi dapat menggantikan puluhan ribu pekerjaan di sektor manufaktur.
EN: In England and Wales, a 'crown prosecutor' works for the Crown Prosecution Service (CPS), conducting criminal prosecutions on behalf of the state. Appearing 'before the high court' indicates a matter of significant legal gravity. Citing a 'fictitious precedent'—often caused by generative AI 'hallucinations'—is a severe breach of professional conduct that threatens judicial integrity.
Bahasa Indonesia: Di Inggris dan Wales, 'crown prosecutor' (jaksa penuntut umum kerajaan) bekerja di Layanan Penuntutan Kerajaan (CPS), mewakili negara dalam penuntutan pidana. Kasus ini melibatkan 'high court' (pengadilan tinggi), yang menyoroti signifikansi status hukumnya. Pengacara yang mengutip 'preseden fiktif' (sebagian besar disebabkan oleh 'halusinasi' AI generatif) merupakan pelanggaran profesional yang serius dan merupakan ancaman besar terhadap integritas peradilan dalam sistem hukum umum yang berpusat pada preseden.
EN: Present participle participial clause ('Representing...'): Functions as an adverbial modifier describing the subject ('Ravinder Dhillon'). Because both the action in the participle clause and the main clause share the same subject, the participle can be placed at the beginning of the sentence to show role, identity, or background context concisely.
Bahasa Indonesia: Frasa partisipel kini ('Representing...'): sebagai keterangan adverbial, memodifikasi subjek klausa utama 'Ravinder Dhillon'. Karena klausa partisipel berbagi subjek yang sama dengan klausa utama, menempatkannya di awal kalimat secara ringkas menjelaskan identitas pembicara, latar belakang perwakilan, atau tindakan yang dilakukan.
Speaking on behalf of the ministry, the official rejected all allegations.
Saat berbicara mewakili kementerian tersebut, pejabat itu membantah semua tuduhan.
EN: Complex prepositional complementation with 'amid a dispute over whether...': 'Amid' introduces the circumstances/context, followed by the noun 'dispute', which is further complemented by the preposition 'over' and a nominal interrogative content clause introduced by 'whether' ('whether a boy should face prosecution...').
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi majemuk 'amid a dispute over whether...': 'amid' memperkenalkan latar belakang lingkungan terjadinya peristiwa (di tengah), diikuti oleh kata benda 'dispute' (perselisihan), dan dengan preposisi 'over' membawa klausa nomina 'whether...' (apakah...), mengekspresikan isu inti perselisihan.
Negotiations collapsed amid concerns over whether both sides could reach a compromise.
Di tengah kekhawatiran tentang apakah kedua belah pihak dapat mencapai kompromi, negosiasi gagal.
EN: Legal and journalistic register: The use of the adverb 'allegedly' before the participle 'raping' is standard journalistic and legal caution to indicate an unproven accusation, protecting the publisher from defamation before a formal conviction.
Bahasa Indonesia: Retorika gaya hukum dan berita: menambahkan kata keterangan 'allegedly' (diduga/diklaim) sebelum partisipel 'raping' adalah penggunaan kata defensif yang sangat hati-hati dalam bahasa Inggris berita dan hukum, untuk menunjukkan bahwa tuduhan tersebut belum diputus bersalah oleh pengadilan, menghindari tanggung jawab pencemaran nama baik.
He was arrested for allegedly leaking confidential government files.
Dia ditangkap karena diduga membocorkan dokumen rahasia pemerintah.
EN: The Crown Prosecution Service (CPS) is the principal public agency for conducting criminal prosecutions in England and Wales. When prosecutors cite legal precedents in court, they carry a strict professional and ethical duty to ensure all citations are authentic and accurate. The rise of generative AI tools producing 'hallucinated' case law represents a severe systemic risk to judicial integrity in common-law jurisdictions.
Bahasa Indonesia: Crown Prosecution Service (CPS) adalah lembaga resmi utama yang bertanggung jawab atas penuntutan pidana di Inggris dan Wales. Dalam sistem hukum umum (hukum preseden), jaksa memiliki tanggung jawab profesional dan etika yang tinggi ketika mengutip preseden di pengadilan, dan harus memastikan semua preseden tersebut benar dan akurat. 'Halusinasi (perkara fiktif)' yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan generatif, jika tidak sengaja dikutip oleh pengacara, merupakan tantangan serius bagi kredibilitas sistem peradilan hukum umum.
EN: When a sentence begins with the negative correlative conjunction 'Not only' for emphasis, subject-auxiliary inversion is mandatory in the first clause (Auxiliary verb + Subject + Main verb). The second clause typically begins with 'but (also)' and retains normal word order.
Bahasa Indonesia: Ketika kalimat dimulai dengan kata hubung korelatif negatif 'Not only' untuk penekanan, klausa pertama harus menggunakan struktur inversi antara subjek dan kata kerja bantu (kata kerja bantu + subjek + kata kerja utama). Klausa kedua biasanya dimulai dengan 'but (also)' dan mempertahankan urutan kata normal.
Not only did the company miss its quarterly target, but it also faced multiple regulatory fines.
Perusahaan itu tidak hanya gagal mencapai target kuartal, tetapi juga menghadapi berbagai denda regulasi.
EN: The verbs 'deem' and 'brand' are complex-transitive verbs taking a noun phrase object followed by an object complement (noun or adjective) without requiring 'to be' (e.g., 'deem something [adjective]' or 'brand something [noun phrase]'). This structure is formal and commonly used in legal, journalistic, and academic registers.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'deem' (menganggap, menilai) dan 'brand' (mengecam, mencap) termasuk kata kerja transitif kompleks, yang diikuti oleh objek kata benda dan pelengkap objek (kata benda atau kata sifat), biasanya menghilangkan 'to be' di antaranya (contoh: deem sth adj. atau brand sth n.). Struktur ini bersifat formal dan umum ditemukan dalam laporan hukum, berita, dan akademis.
The committee deemed the proposal impractical and branded the expenditure a waste of public funds.
Komite menilai proposal itu tidak realistis dan mengecam pengeluaran tersebut sebagai pemborosan uang publik.
EN: In the UK legal system, prosecutors are expected to uphold the highest standard of accuracy as 'ministers of justice.' Citing fabricated precedents (known in modern AI contexts as 'hallucinations') threatens judicial integrity and carries severe professional and reputational consequences for counsel.
Bahasa Indonesia: Dalam sistem peradilan Inggris, jaksa dianggap sebagai "pelayan keadilan" (ministers of justice) yang memikul kewajiban menegakkan keadilan dan tingkat akurasi tertinggi. Mengutip preseden fiktif di pengadilan (fenomena yang dikenal sebagai "halusinasi" pada AI generatif modern) sangat mengancam kredibilitas peradilan dan dapat berakibat pada sanksi disipliner yang berat serta rusaknya reputasi advokat.
EN: In journalistic English, 'The [News Outlet] understands that...' is a conventional reporting formula used to report verified information obtained from credible internal sources or contacts, without officially revealing the whistleblower or informant. The verb 'understands' takes a declarative content clause ('that'-clause) as its complement.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris jurnalistik, "[lembaga berita] understands that..." adalah format frasa umum dalam pemberitaan untuk melaporkan informasi yang telah diverifikasi melalui jalur internal tepercaya atau narasumber tanpa perlu menyebutkan sumbernya secara langsung. Verba "understands" diikuti oleh klausa nomina (that-clause) sebagai objek.
The Times understands that the minister intends to resign later this week.
The Times mengetahui bahwa menteri tersebut berniat mengundurkan diri akhir pekan ini.
EN: The past perfect tense ('had appeared') is used here within a relative clause to establish a clear chronological sequence relative to another past event ('originated'). The AI response appeared first, and subsequently, the citation originated from it.
Bahasa Indonesia: Penggunaan bentuk past perfect (had appeared) dalam klausa relatif di sini bertujuan untuk menetapkan urutan waktu peristiwa yang terjadi lebih awal dibandingkan peristiwa masa lalu utama (originated) (yaitu "masa lalu sebelum masa lalu"). Respons AI muncul terlebih dahulu saat pencarian, baru kemudian kutipan tersebut bersumber darinya.
She realized that the error originated from a document she had submitted days earlier.
Dia menyadari bahwa kesalahan tersebut berasal dari dokumen yang telah dia serahkan beberapa hari sebelumnya.
EN: Compound adjectives formed by [Noun/Abbreviation + Past Participle] (e.g., 'AI-generated') function attributively before a noun ('response'). The hyphen is necessary to prevent ambiguity by binding the agent/instrument ('AI') to the participle ('generated').
Bahasa Indonesia: Adjektiva majemuk yang dibentuk dari "nomina/singkatan + past participle" (seperti AI-generated) diletakkan di depan nomina (response) sebagai pemodifikasi. Tanda hubung (hyphen) di sini sangat penting untuk mengikat erat pelaku atau alat (AI) dengan bentuk partisipel (generated) agar tidak menimbulkan ketaksaan makna.
Investigators discovered that the contract contained computer-generated signatures.
Penyelidik menemukan bahwa kontrak tersebut memuat tanda tangan yang dibuat oleh komputer.
EN: In British legal and journalistic culture, the phrase '[Outlet] understands that' represents high-level reporting confidence without legally breaching source confidentiality. Furthermore, this incident touches on the burgeoning issue of 'AI hallucinations' in judicial settings—where modern search engines automatically summarize results using generative AI, misleading practitioners into citing non-existent case laws (authorities).
Bahasa Indonesia: Dalam budaya hukum dan jurnalistik Inggris, '[media] understands that' menunjukkan sumber berita eksklusif dengan keyakinan tinggi, sekaligus melindungi pelapor internal atau pemberi informasi. Selain itu, kalimat ini terkait dengan kontroversi besar di dunia peradilan belakangan ini, yaitu 'halusinasi AI' (AI hallucinations) — mesin pencari modern sering menghasilkan ringkasan AI secara otomatis; jika praktisi hukum mempercayainya tanpa verifikasi, dapat menyebabkan kelalaian serius berupa mengutip preseden fiktif di pengadilan.
EN: The non-restrictive relative clause introduced by 'which' provides supplementary, non-essential information about 'the prosecution service'. It is separated by a comma and cannot be replaced by 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang dipandu oleh 'which' di sini menambahkan informasi latar belakang tambahan untuk anteseden 'the prosecution service' (kejaksaan). Klausa non-restriktif harus diawali dengan koma, dan kata ganti relatif tidak dapat diganti dengan 'that'.
The committee held a special hearing with the regulator, which recently updated its safety guidelines.
Komite mengadakan sidang dengar pendapat khusus dengan badan pengawas, yang baru-baru ini memperbarui pedoman keselamatannya.
EN: The past perfect tense ('had cited') represents an action completed before another past event ('admitted in February'), clearly marking sequence and anteriority in narrative legal reporting.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had cited) menunjukkan tindakan yang terjadi sebelum tindakan lain di masa lampau (mengakui pada bulan Februari, admitted), dengan jelas menandai urutan kejadian dalam narasi berita dan hukum.
The spokesperson revealed that the firm had encountered similar technical failures months earlier.
Juru bicara mengungkapkan bahwa perusahaan pernah mengalami gangguan teknis serupa beberapa bulan lalu.
EN: The present participle phrase 'involving the prosecution service' functions as a post-nominal modifier (participial adjective phrase) qualifying 'the second known instance'.
Bahasa Indonesia: Frasa partisip present 'involving the prosecution service' berfungsi sebagai modifikator pascaposisi, memodifikasi frasa nomina sebelumnya 'the second known instance' (kasus kedua yang diketahui).
This was the primary regulation governing cross-border financial transactions.
Ini adalah peraturan utama yang mengatur transaksi keuangan lintas batas.
EN: In common law jurisdictions, 'authorities' refers to binding legal sources—mainly prior court precedents and statutes. With the advent of generative AI, 'hallucinated' (fabricated) case citations presented to courts have triggered severe judicial rebukes and contempt proceedings in both the UK and the US.
Bahasa Indonesia: Dalam sistem hukum umum Inggris-Amerika, 'authorities' (otoritas hukum/dasar hukum) terutama merujuk pada hukum preseden yang mengikat atau ketentuan hukum tertulis. Dengan maraknya AI generatif, kasus pengacara yang mengutip preseden 'halusinasi' (fiktif, palsu) di pengadilan akibat terlalu bergantung pada AI semakin sering terjadi, memicu kecaman keras dan proses disipliner dari hakim di kalangan peradilan Inggris dan Amerika Serikat.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
An earlier event or legal case that is regarded as an example or guide to be considered in subsequent similar circumstances.
Preseden hukum, yurisprudensi
To cause worries or anxieties to increase or become stronger.
Memperparah kekhawatiran, memicu kekhawatiran
The activities or legal actions taken in a court of law.
Prosedur pengadilan, proses peradilan
To be officially charged with a crime and put on trial in a court of law.
Menghadapi tuntutan hukum