EN: Use 'be' verbs (am, is, are) to describe the state or quality of a subject. In this sentence, 'are' links the subject 'Business emails' to the adjective 'important'.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata kerja bantu (am, is, are) untuk menggambarkan keadaan atau sifat subjek. Dalam kalimat ini, "are" menghubungkan subjek "Business emails" dengan kata sifat "important".
English skills are useful for your career.
Keterampilan bahasa Inggris sangat berguna bagi karier Anda.
EN: In modern global business, email is the primary form of formal communication. Even with the rise of instant messaging apps like Slack or Teams, emails remain the standard for official records and professional requests.
Bahasa Indonesia: Dalam bisnis global modern, email adalah bentuk utama komunikasi formal. Meskipun ada lonjakan penggunaan perangkat lunak pesan instan seperti Slack atau Teams, email tetap menjadi format standar untuk catatan resmi dan permintaan profesional.
EN: The verb 'help' can be followed by an object and then another verb in its base form (without 'to'). The pattern is: help + someone + do something.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "help" dapat diikuti oleh objek, lalu diikuti oleh kata kerja dasar (tanpa to). Pola kalimatnya adalah: help + seseorang + melakukan sesuatu.
This app helps me learn English every day.
Aplikasi ini membantu saya belajar bahasa Inggris setiap hari.
EN: In Western business culture, 'clarity' is highly valued. Being direct and clear in emails is seen as respectful of the other person's time.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, "kejelasan" sangat dihargai. Mengungkapkan sesuatu secara langsung dan jelas dalam email dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu orang lain.
EN: The modal verb 'can' is used to express possibility or ability. It is followed by the base form of the verb (make).
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "can" digunakan untuk menunjukkan kemungkinan atau kemampuan. Diikuti oleh kata kerja dasar (make).
A smile can make someone feel better.
Senyuman dapat membuat seseorang merasa lebih baik.
EN: In Western business culture, first impressions are often made through written communication before meeting in person. A professional email reflects your attention to detail and respect for the recipient.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, kesan pertama biasanya dibangun melalui komunikasi tertulis sebelum bertemu langsung. Surel profesional mencerminkan perhatian Anda pada detail dan rasa hormat Anda kepada penerima.
EN: Using '-ing' at the beginning of a sentence turns an action into a subject (Gerund). It allows you to talk about an activity as a 'thing'.
Bahasa Indonesia: Menggunakan kata kerja ditambah -ing (gerund) di awal kalimat dapat mengubah tindakan menjadi 'subjek'. Ini memungkinkan Anda untuk membahas suatu aktivitas sebagai sebuah 'benda'.
Reading books is a good hobby.
Membaca buku adalah hobi yang bagus.
EN: In Western business culture, being 'professional' often means being clear, concise, and respectful of the reader's time, rather than just using fancy words.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, 'profesional' biasanya berarti ekspresi yang jelas, ringkas, dan menghargai waktu pembaca, bukan sekadar menggunakan kata-kata yang indah.
EN: Use 'will + verb' to talk about things that are going to happen in the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will + kata kerja' untuk menggambarkan hal-hal yang akan terjadi di masa depan.
I will call you tomorrow.
Saya akan menelepon Anda besok.
EN: In Western business culture, emails are expected to be structured with specific sections (greeting, body, closing) to maintain professionalism and clarity.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, email biasanya perlu memiliki struktur tertentu (salam, isi, penutup) untuk menjaga profesionalisme dan kejelasan.
EN: Use 'should' followed by the base form of a verb to give advice or say what is the right thing to do.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'should' diikuti dengan kata kerja dasar untuk memberikan saran atau menyatakan hal yang seharusnya dilakukan.
You should wear a coat today.
Kamu harus memakai jaket hari ini.
EN: In Western business culture, starting an email without a greeting can be seen as rude or overly aggressive. Even in quick internal emails, a simple 'Hi [Name]' is standard.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, email tanpa salam akan dianggap tidak sopan atau terlalu agresif. Bahkan untuk email internal yang singkat, sapaan sederhana seperti 'Hi [Nama]' adalah praktik standar.
EN: Use 'can' to talk about things that are allowed or possible options.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'can' untuk menyatakan hal yang diizinkan atau pilihan yang memungkinkan.
You can use a pen or a pencil.
Kamu bisa menggunakan pulpen atau pensil.
EN: In English business culture, 'Mr.' is for men and 'Ms.' is the standard professional title for women regardless of marital status. Using 'Dear' followed by a title and last name is the standard way to show respect.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis bahasa Inggris, 'Mr.' digunakan untuk pria, dan 'Ms.' adalah gelar profesional standar untuk wanita (baik sudah menikah maupun belum). Menggunakan 'Dear' diikuti gelar dan nama belakang adalah cara standar untuk menunjukkan rasa hormat.
EN: Use 'can' to talk about things that are allowed or possible in a specific situation.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'can' untuk menggambarkan hal yang diizinkan atau mungkin terjadi dalam situasi tertentu (berarti 'bisa').
You can use a pen to sign the document.
Anda dapat menggunakan pulpen untuk menandatangani dokumen.
EN: In modern business culture, 'Hi' is becoming very common even with colleagues you don't know well, but 'Hello' is a safer middle ground between formal and informal.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis modern, menggunakan 'Hi' telah menjadi sangat umum bahkan saat berkomunikasi dengan rekan kerja yang tidak akrab; namun 'Hello' adalah pilihan yang lebih aman di antara formal dan informal.
EN: Use 'if' to talk about a condition. The structure 'if + subject + verb' shows that one action depends on another.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'if' untuk mendiskusikan kondisi. Struktur 'if + subjek + kata kerja' menunjukkan bahwa suatu tindakan bergantung pada apakah situasi lain terjadi.
Call me if you need help.
Jika Anda butuh bantuan, silakan hubungi saya.
EN: In Western business culture, using a person's name is seen as a sign of respect and attentiveness. However, it is important to use the correct title (Mr., Ms.) in formal situations unless invited to use their first name.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, memanggil nama orang tersebut dianggap sebagai bentuk rasa hormat dan perhatian. Namun, dalam situasi formal, kecuali orang tersebut meminta Anda memanggil nama depannya, Anda harus menggunakan sapaan yang tepat (seperti Mr. atau Ms.).
EN: The verb 'make' can be followed by an object and an adjective to describe a change or a result. It means 'to cause someone or something to be in a certain state'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'make' dapat diikuti oleh objek dan kata sifat untuk menggambarkan perubahan atau hasil. Artinya 'membuat seseorang atau sesuatu berada dalam keadaan tertentu'.
The music makes me happy.
Musik ini membuat saya merasa senang.
EN: In Western business culture, being 'personal' doesn't mean sharing private secrets; it means showing that you recognize the recipient as an individual, often by using their name.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, 'personal' bukan berarti berbagi rahasia pribadi, melainkan menunjukkan bahwa Anda menganggap penerima sebagai individu yang unik, biasanya dilakukan dengan memanggil nama mereka.
EN: Use 'should' to give advice or say what is the right thing to do. It is followed by the base form of a verb (like 'be').
Bahasa Indonesia: Gunakan 'should' untuk memberikan saran atau menyatakan hal yang seharusnya dilakukan. Diikuti oleh kata kerja dasar (misalnya 'be').
Your password should be strong.
Kata sandi Anda harus kuat (sulit ditebak).
EN: In Western business culture, 'clear and short' emails are highly valued because they respect the recipient's time. Being too wordy can sometimes be seen as unprofessional.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, email dengan konten yang 'jelas dan singkat' sangat dihargai karena menunjukkan rasa hormat terhadap waktu penerima. Terlalu bertele-tele terkadang dianggap kurang profesional.
EN: Imperative sentences start with a base verb to give instructions or advice. There is no subject 'you' because it is understood.
Bahasa Indonesia: Kalimat perintah dimulai dengan kata kerja dasar, digunakan untuk memberikan instruksi atau saran. Subjek 'Anda' dihilangkan karena targetnya sudah jelas.
Open the door for me.
Bantu saya buka pintu.
EN: In Western business culture, 'getting straight to the point' is highly valued. It shows respect for the reader's time by being direct and efficient.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, 'langsung ke poin utama' sangat dihargai. Menyampaikan poin secara langsung dan efisien dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu pembaca.
EN: The phrase 'when possible' is used to mean 'if it is possible' or 'whenever you can'. It is a common way to give advice or instructions politely.
Bahasa Indonesia: Frasa 'when possible' berarti 'jika memungkinkan' atau 'selama bisa'. Ini adalah ungkapan sopan yang umum digunakan saat memberikan saran atau instruksi.
Please call me back when possible.
Jika memungkinkan, tolong hubungi saya kembali.
EN: In Western business culture, clarity and brevity are highly valued. Using simple language is not seen as 'unprofessional'; instead, it is considered efficient and respectful of the reader's time.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, kejelasan dan keringkasan sangat dihargai. Menggunakan bahasa yang sederhana tidak dianggap 'tidak profesional'; sebaliknya, ini dianggap efisien dan menghargai waktu pembaca.
EN: Use 'If' at the beginning of a sentence to talk about a condition. The first part sets the situation, and the second part tells you what to do.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'If' di awal kalimat untuk menggambarkan suatu kondisi. Bagian pertama menetapkan situasi, bagian kedua memberi tahu apa yang harus dilakukan.
If you are tired, take a break.
Jika Anda lelah, beristirahatlah sejenak.
EN: In professional emails, it is a common courtesy to mention attachments in the text. This helps the recipient know that a file is included in case the email system fails to show it clearly.
Bahasa Indonesia: Dalam email profesional, menyebutkan lampiran di dalam isi email adalah kesopanan yang umum. Ini membantu penerima mengonfirmasi adanya file yang dilampirkan, untuk berjaga-jaga jika sistem email tidak menampilkannya dengan jelas.
EN: Use 'attached' as an adjective or part of a verb phrase to tell someone that you are sending a file along with your email.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'attached' sebagai kata sifat atau bagian dari frasa kata kerja untuk memberi tahu pihak lain bahwa Anda melampirkan file dalam email.
Please find the attached photo.
Silakan lihat foto terlampir.
EN: In professional English, explicitly mentioning an attachment is important because email systems sometimes hide files or recipients might overlook them.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris profesional, menyebutkan lampiran secara eksplisit sangat penting karena sistem email terkadang menyembunyikan file, atau penerima mungkin mengabaikannya.
EN: The phrasal verb 'follow up on' means to take further action on something or to check the status of a previous activity.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja 'follow up on' berarti mengambil tindakan lebih lanjut terhadap sesuatu, atau memeriksa kemajuan aktivitas sebelumnya (menindaklanjuti).
I will follow up on your request tomorrow.
Saya akan menindaklanjuti permintaan Anda besok.
EN: In Western business culture, following up is seen as being proactive and organized, rather than annoying, as long as you wait a few days between messages.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, selama ada jeda beberapa hari di antara pesan, 'tindak lanjut' dianggap sebagai sikap proaktif dan terorganisir, bukan mengganggu.
EN: Use 'by + verb-ing' to explain the method or way you do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'by + kata kerja-ing' untuk menjelaskan metode atau cara Anda melakukan sesuatu.
You can improve your English by reading every day.
Anda dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda dengan membaca setiap hari.
EN: In Western business culture, 'following up' is expected and seen as professional rather than annoying, as long as you wait a few days between messages.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, 'tindak lanjut' (follow up) dianggap sebagai sikap profesional dan bukan gangguan, selama Anda memberi jeda beberapa hari di antara pesan.
EN: The verb 'remind' is used with the pattern 'remind [someone] about [something]' to help someone remember a specific topic or task.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'remind' (mengingatkan) sering menggunakan pola 'remind [seseorang] about [sesuatu]', digunakan untuk membantu seseorang mengingat topik atau tugas tertentu.
Please remind me about the meeting tomorrow.
Tolong ingatkan saya tentang rapat besok.
EN: In Western business culture, 'following up' is seen as proactive and helpful rather than annoying, as long as it is done politely and after a reasonable amount of time (usually 2-3 days).
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, 'tindak lanjut' (following up) dianggap sebagai tindakan proaktif dan membantu, bukan gangguan. Syaratnya harus sopan dan dilakukan setelah waktu yang wajar (biasanya 2-3 hari).
EN: Use 'It is + adjective + to + verb' to describe an action. 'It' is a placeholder for the real action (to follow up).
Bahasa Indonesia: Gunakan pola kalimat 'It is + kata sifat + to + kata kerja' untuk mendeskripsikan suatu tindakan. It di sini adalah subjek semu yang mewakili tindakan selanjutnya (tindak lanjut).
It is important to arrive on time.
Datang tepat waktu sangatlah penting.
EN: In Western business culture, 'following up' is seen as a sign of diligence rather than being pushy, as long as you wait 2-3 days.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, 'tindak lanjut' dianggap sebagai bentuk ketekunan, bukan desakan, asalkan biasanya menunggu 2 hingga 3 hari sebelum bertindak.
EN: The word 'though' can be placed at the end of a sentence to mean 'however' or 'but'. It is very common in spoken English to show a contrast with a previous statement.
Bahasa Indonesia: Kata 'though' dapat diletakkan di akhir kalimat, artinya sama dengan 'namun' atau 'tetapi'. Sangat umum dalam bahasa Inggris lisan, digunakan untuk menunjukkan kontras dengan kalimat sebelumnya.
It's a nice car. It's very expensive, though.
Ini mobil yang bagus. Tapi, harganya sangat mahal.
EN: In Western business culture, 'following up' is expected, but being too persistent can be seen as annoying or unprofessional. The word 'though' at the end softens the advice.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, 'tindak lanjut' itu perlu, tetapi jika terlalu sering akan dianggap mengganggu atau tidak profesional. Menggunakan 'though' di akhir kalimat dapat memperhalus nada saran, membuatnya terdengar lebih seperti pengingat yang ramah.
EN: Imperative Sentences: Use a verb at the beginning of a sentence to give instructions or advice. In this case, 'end' is the command.
Bahasa Indonesia: Kalimat perintah: Gunakan kata kerja di awal kalimat untuk memberikan instruksi atau saran. Dalam kalimat ini, 'end' adalah kata kerja instruksi.
Start your day with a glass of water.
Mulailah hari Anda dengan segelas air.
EN: In English business culture, the 'closing' (like 'Best regards') is essential. Ending an email without one can seem abrupt or even rude, especially in formal contexts.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis bahasa Inggris, 'salam penutup' (seperti Best regards) sangatlah penting. Mengakhiri email tanpa penutup akan terkesan mendadak atau bahkan tidak sopan, terutama dalam situasi formal.
EN: The verb 'include' is used to list parts of a whole group. It is followed by the items being listed.
Bahasa Indonesia: Verba 'include' (termasuk) digunakan untuk mencantumkan bagian dari suatu keseluruhan. Diikuti langsung oleh item yang ingin disebutkan.
The breakfast menu includes eggs, toast, and juice.
Menu sarapan meliputi telur, roti panggang, dan jus.
EN: In business emails, 'Sincerely' is the most formal, while 'Best regards' is common for daily professional communication. 'Kind regards' is slightly softer and very popular in British English.
Bahasa Indonesia: Dalam email bisnis, 'Sincerely' adalah yang paling formal; 'Best regards' sering digunakan untuk komunikasi harian di tempat kerja; 'Kind regards' memiliki nada yang sedikit lebih lembut dan sangat populer dalam bahasa Inggris Britania.
EN: This sentence uses the 'Imperative Mood' to give a direct instruction. It starts with a base verb (Write) and the subject 'You' is omitted because it is understood.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan 'kalimat perintah' untuk memberikan instruksi langsung. Kalimat dimulai dengan bentuk dasar verba (Write) dan menghilangkan subjek 'You' karena sasarannya sudah jelas.
Put your phone on the table.
Letakkan ponsel Anda di atas meja.
EN: In English business culture, 'full name' usually means your first name followed by your last name (e.g., John Smith). It is important to include this so the recipient knows exactly who you are, especially in formal settings.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis bahasa Inggris, 'nama lengkap' biasanya berarti nama depan diikuti nama belakang (contoh: John Smith). Memberikan nama lengkap sangat penting agar penerima tahu persis siapa Anda, terutama dalam situasi formal.
EN: Use 'can' + 'also' to suggest an additional option or action.
Bahasa Indonesia: Gunakan "can" ditambah "also" untuk menyarankan opsi atau tindakan tambahan.
You can also bring a friend to the party.
Anda juga bisa membawa seorang teman ke pesta.
EN: In professional business emails, including a 'signature block' with your title and phone number is standard practice to help people know who you are and how to reach you.
Bahasa Indonesia: Dalam email bisnis profesional, menyertakan "tanda tangan" yang berisi jabatan dan nomor telepon adalah praktik standar, yang membantu pihak lain mengetahui siapa Anda dan cara menghubungi Anda.
EN: Present Simple Tense for General Truths: We use the present simple tense (verb + s/es for third-person singular) to state facts or general rules that are always true.
Bahasa Indonesia: Present simple tense menyatakan kebenaran umum: kita menggunakan present simple tense (kata kerja orang ketiga tunggal ditambah s/es) untuk menyatakan fakta atau aturan umum.
A warm smile makes people feel welcome.
Senyum yang hangat membuat semua orang merasa disambut.
EN: In Western business culture, the closing of an email is as important as the opening. It signals the end of the interaction and sets the tone for future communication. Using phrases like 'Best regards' is a standard way to maintain professionalism.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis Barat, penutup email sama pentingnya dengan pembukaan. Ini menandai akhir dari interaksi dan menetapkan nada untuk komunikasi di masa depan. Menggunakan frasa seperti 'Best regards' adalah praktik standar untuk menjaga profesionalisme.
EN: Use 'Imperative Sentence + and + Subject + will' to show that if you do the first action, the second result will happen.
Bahasa Indonesia: Gunakan struktur "Kalimat Perintah + and + Subjek + will" untuk menunjukkan bahwa jika Anda melakukan tindakan pertama, hasil kedua akan terjadi.
Study hard, and you will pass the exam.
Belajarlah dengan giat, dan Anda akan lulus ujian.
EN: In English-speaking business culture, continuous improvement and proactive learning are highly valued qualities.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bisnis bahasa Inggris, kemajuan berkelanjutan dan pembelajaran proaktif adalah kualitas yang sangat dihargai.
—