EN: The First Conditional is used to talk about possible future events and their likely results. The structure consists of an 'if' clause in the Present Simple tense ('If it rains') and a main clause in the Future Simple tense ('we will stay').
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan peristiwa masa depan yang mungkin terjadi dan hasil yang mungkin ditimbulkannya. Strukturnya adalah: klausa kondisi yang diawali if menggunakan simple present (seperti If it rains), sedangkan klausa utama menggunakan simple future (seperti we will stay).
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: Direct speech reporting verbs (like 'says') can be placed after the quoted speech. In this structure, the subject ('Hana') follows the verb ('says') or can precede it, especially when the subject is a proper noun.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor ucapan langsung (seperti says) dapat ditempatkan setelah isi tanda kutip. Dalam struktur ini, ketika subjeknya adalah kata benda khusus (seperti Hana), subjek biasanya ditempatkan setelah kata kerja (says Hana), atau dapat juga ditempatkan sebelum kata kerja (Hana says).
"I am tired," says John.
"Saya lelah," kata John.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, unreal, or imaginary situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple verb, subject + would + base verb'. Here, 'had' and 'would learn' show that the speaker does not currently have more time.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (Second Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi yang diasumsikan, virtual, atau dibayangkan yang berlawanan dengan kenyataan saat ini atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja bentuk lampau, subjek + would + kata kerja bentuk dasar". Dalam kalimat ini, "had" dan "would learn" menunjukkan bahwa pembicara saat ini tidak memiliki lebih banyak waktu.
If I had a car, I would drive to the beach.
Jika saya memiliki mobil, saya akan berkendara ke pantai.
EN: Direct speech reporting clause: When quoting someone directly, the reporting verb (e.g., 'says') and the speaker (e.g., 'Sarah') can be placed after the quote. In this structure, 'says Sarah' uses the present simple tense to report the statement.
Bahasa Indonesia: Klausa pelapor ucapan langsung: Ketika mengutip seseorang secara langsung, kata kerja pelapor (seperti "says") dan pembicara (seperti "Sarah") dapat ditempatkan setelah tanda kutip. Dalam struktur ini, gunakan simple present "says Sarah" untuk melaporkan pernyataan tersebut.
"I love reading," says Leo.
"Saya suka membaca," kata Leo.
EN: In English-speaking cultures, learning a musical instrument like the piano is a common hobby and personal aspiration. The phrase 'I would learn the piano' reflects a widespread cultural value placed on self-improvement and artistic expression, even when constrained by busy modern lifestyles.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The 'if' clause uses the Simple Present tense, while the main clause uses 'will' + base verb.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (Kondisional Tipe 1): Digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi atau terwujud di masa depan. Klausa bawahan yang diawali if menggunakan Simple Present, sedangkan klausa utama menggunakan will + kata kerja bentuk dasar.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Direct Speech with Reporting Verb: When reporting what someone said directly, the spoken words are enclosed in quotation marks, followed by a comma, and then the reporting verb and subject (e.g., ', says Emma').
Bahasa Indonesia: Ucapan Langsung dengan Kata Kerja Pelapor: Ketika mengutip langsung apa yang dikatakan seseorang, isi ucapan ditempatkan di dalam tanda kutip, dan sebelum tanda kutip ditutup ditambahkan koma, kemudian diikuti oleh kata kerja pelapor dan subjek (misalnya: ", says Emma").
"I am ready," says Leo.
"Saya sudah siap," kata Leo.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, unreal, or imaginary situations in the present or future. The structure is 'If + subject + past simple, subject + would + base verb'. Note that 'were' is used for all subjects (including I, he, she, it) in formal English.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (suasana pengandaian) digunakan untuk menyatakan situasi yang diasumsikan, virtual, atau dibayangkan yang berlawanan dengan kenyataan saat ini atau masa depan. Strukturnya adalah "If + subjek + kata kerja bentuk lampau, subjek + would + kata kerja bentuk dasar". Dalam bahasa Inggris formal, apa pun orangnya, kata kerja be selalu menggunakan 'were'.
If I were you, I would accept the job offer.
Jika saya menjadi kamu, saya akan menerima tawaran pekerjaan itu.
EN: Reporting verbs like 'says' can be placed after the direct quote. In this structure, the subject and verb can remain in the standard order (Subject + Verb) as in 'says Ryan' or 'Ryan says'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor seperti 'says' dapat ditempatkan setelah kutipan langsung. Dalam struktur ini, subjek dan kata kerja dapat mempertahankan urutan standar (subjek + kata kerja), misalnya 'says Ryan' atau 'Ryan says'.
"I am ready," says Sarah.
"Saya sudah siap," kata Sarah.
EN: In English-speaking cultures, discussing hypothetical scenarios (like 'What would you do if you were rich?') is a very common conversational icebreaker. It is seen as a friendly way to learn about a person's values, such as their generosity or personal dreams, without asking intrusive personal questions.
EN: The First Conditional is used to talk about things which might happen in the future. It uses the present simple tense in the 'if' clause, and the future simple tense (will + verb) in the main clause.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang mungkin terjadi di masa depan. Dalam klausa yang diawali dengan "if (jika)", kita menggunakan simple present; sedangkan dalam klausa utama, kita menggunakan simple future (will + kata kerja bentuk dasar).
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Direct speech with reporting verbs like 'says'. When reporting what someone said in the present tense, we use 'says [person]' or '[person] says'. In written English, the spoken words are enclosed in quotation marks.
Bahasa Indonesia: Ucapan langsung dengan kata kerja pelapor seperti 'says'. Ketika melaporkan apa yang dikatakan seseorang, kita dapat menggunakan "says [nama]" atau "[nama] says". Dalam bahasa Inggris tertulis, apa yang dikatakan ditempatkan di dalam tanda kutip.
"I am ready," says Sarah.
"Saya sudah siap," kata Sarah.
EN: In daily life, catching a train or bus is a common scenario where conditional sentences are used to express urgency or planning. The phrase 'catch the train' is idiomatic, meaning to arrive in time to board it.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or highly unlikely situations in the present or future. The structure is: 'If + past simple, would + base verb'. In this sentence, 'won' is the past simple form of 'win', and 'would share' is the conditional result.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (Second Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak mungkin terjadi, virtual, atau dibayangkan di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + kata kerja simple past, would + kata kerja bentuk dasar". Dalam kalimat ini, "won" adalah bentuk lampau dari "win", dan "would share" adalah hasil yang diasumsikan.
If I had a million dollars, I would buy a house.
Jika saya punya satu juta dolar, saya akan membeli sebuah rumah.
EN: Direct speech is used to report the exact words spoken by someone. In English, the reporting verb (e.g., 'says') can be placed after the quoted speech. When the quote comes first, a comma is placed inside the quotation marks to separate the speech from the reporting clause.
Bahasa Indonesia: Ucapan langsung digunakan untuk melaporkan kata-kata persis yang diucapkan oleh seseorang. Dalam bahasa Inggris, kata kerja pelapor (misalnya "says") dapat ditempatkan setelah isi tanda kutip. Ketika isi tanda kutip berada di depan, tambahkan koma di dalam tanda kutip untuk memisahkannya dari klausa pelapor di belakangnya.
"I love reading," says Leo.
"Saya suka membaca," kata Leo.
EN: The First Conditional (real conditional) is used to talk about possible future situations and their probable results. In this sentence, the 'if-clause' uses the simple present tense ('need') to express a realistic condition.
Bahasa Indonesia: First Conditional (kondisi nyata) digunakan untuk membahas situasi yang mungkin terjadi di masa depan beserta hasil yang mungkin. Dalam kalimat ini, klausa kondisi (if-clause) menggunakan simple present tense (need) untuk menyatakan kondisi yang realistis.
If you have time, please call me.
Jika kamu punya waktu, teleponlah saya.
EN: The imperative mood is used to give orders, advice, or instructions. In this sentence, 'just ask me' is an imperative clause acting as the main clause, where the subject 'you' is omitted.
Bahasa Indonesia: Kalimat imperatif (Imperative Mood) digunakan untuk memberi perintah, saran, atau instruksi. Dalam kalimat ini, "just ask me" (langsung tanya saja) adalah klausa imperatif yang berfungsi sebagai klausa utama, dengan subjek "you" yang dihilangkan.
If you get lost, just call my number.
Jika kamu tersesat, langsung saja hubungi nomor saya.
EN: In English-speaking cultures, offering help with phrases like 'just ask me' or 'let me know' is a common way to show friendliness and support, creating a low-pressure environment for the other person to seek assistance.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or highly unlikely situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple verb, subject + would + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (pengandaian yang berlawanan dengan kenyataan saat ini) digunakan untuk menggambarkan situasi yang dibayangkan, diasumsikan, atau sangat tidak mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja bentuk lampau, subjek + would + kata kerja bentuk dasar."
If I had a car, I would drive to work.
Jika saya punya mobil, saya akan mengendarainya ke tempat kerja.
EN: The adverb 'daily' means 'every day' or 'once a day'. It can function as an adverb modifying a verb (like 'swim') to describe how often an action occurs.
Bahasa Indonesia: Adverbia frekuensi/tempat 'daily' berarti "setiap hari" atau "sekali sehari". Kata ini dapat berfungsi sebagai adverbia yang memodifikasi kata kerja (seperti 'swim'), untuk menggambarkan seberapa sering suatu tindakan terjadi.
She practices the piano daily.
Dia berlatih piano setiap hari.
EN: The First Conditional is used to talk about things which might happen in the future. The structure is 'If + simple present, will + infinitive'. It expresses a real possibility.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah "If + simple present, will + kata kerja bentuk dasar", yang menunjukkan hasil yang sangat mungkin tercapai.
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: Direct speech reporting verbs: When reporting what someone said, we often use the verb 'say' in the simple present tense ('says') to report ongoing or general statements, or in the past tense ('said') for past events. In written English, the reporting clause (e.g., 'says Ryan') can be placed after the quoted speech.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor ucapan langsung: Ketika melaporkan apa yang dikatakan seseorang, kita sering menggunakan simple present (seperti 'says') untuk menunjukkan pernyataan yang bersifat umum atau saat ini, atau bentuk lampau (seperti 'said'). Dalam bahasa Inggris tertulis, klausa pelapor (misalnya 'says Ryan') sering ditempatkan setelah isi tanda kutip.
"I am ready," says Sarah.
"Saya sudah siap," kata Sarah.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or impossible situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple, subject + would + base verb'. Here, 'could' is the past form of 'can', representing an imaginary ability.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (Second Conditional) digunakan untuk menyatakan situasi yang diasumsikan, dibayangkan, atau tidak mungkin terjadi yang berlawanan dengan kenyataan saat ini atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja bentuk lampau, subjek + would + kata kerja bentuk dasar". Di sini, "could" adalah bentuk lampau dari "can", yang mewakili kemampuan yang dibayangkan.
If I had a million dollars, I would buy a boat.
Jika saya memiliki satu juta dolar, saya akan membeli sebuah kapal.
EN: Direct speech reporting verbs: When reporting what someone said, we often use the verb 'say' in the simple present tense ('says') to describe ongoing or habitual dialogue, or to keep the story lively. The subject and verb can sometimes be inverted (e.g., 'says Leo'), which is common in written English storytelling.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor ucapan langsung: Ketika melaporkan apa yang dikatakan seseorang, kita sering menggunakan kata kerja "say" dalam simple present (seperti "says") untuk menggambarkan percakapan yang sedang berlangsung atau kebiasaan, atau untuk membuat cerita lebih hidup. Subjek dan kata kerja kadang-kadang dibalik (misalnya "says Leo"), yang umum dalam narasi tertulis bahasa Inggris.
"I love reading," says Sarah.
"Saya suka membaca," kata Sarah.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause in the simple present tense and a main clause in the simple future tense (will + base verb).
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausa yang diawali if menggunakan simple present, sedangkan klausa utama menggunakan simple future (will + kata kerja bentuk dasar).
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: Direct speech reporting verbs like 'says' are used to attribute a quote to a speaker. When the quote comes first, the reporting verb and subject (e.g., 'says Hana') often appear at the end of the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor ucapan langsung seperti 'says' digunakan untuk mengaitkan kutipan kepada pembicara tertentu. Ketika kutipan ditempatkan di depan, kata kerja pelapor dan subjek (misalnya 'says Hana') biasanya ditempatkan di akhir kalimat.
"I am ready," says Leo.
"Saya sudah siap," kata Leo.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, unreal, or imaginary situations in the present or future. In the 'if' clause, we use the past simple tense (and 'were' is used for all subjects, including 'I', 'he', 'she', 'it' in formal English). In the main clause, we use 'would' + base verb.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (suasana pengandaian) digunakan untuk menyatakan situasi yang diasumsikan, berlawanan dengan kenyataan saat ini atau masa depan, atau hampir tidak mungkin terjadi. Dalam klausa bawahan yang diawali if, kata kerja menggunakan bentuk lampau (dalam bahasa Inggris formal, apa pun orangnya, kata kerja Be selalu menggunakan were); dalam klausa utama, digunakan "would + kata kerja bentuk dasar".
If I had a million dollars, I would buy a house.
Jika saya punya satu juta dolar, saya akan membeli sebuah rumah.
EN: The phrase 'If I were you' is a common idiom used to give advice. It sets up a hypothetical situation where the speaker imagines being in the listener's position, followed by what they would do in that scenario.
Bahasa Indonesia: Frasa "If I were you" (Jika saya menjadi kamu) adalah ungkapan umum yang digunakan untuk memberikan saran. Frasa ini membangun situasi hipotetis di mana pembicara membayangkan dirinya berada di posisi pendengar, kemudian menjelaskan apa yang akan dia lakukan dalam situasi tersebut.
If I were you, I would take the job.
Jika saya menjadi kamu, saya akan menerima pekerjaan itu.
EN: In English-speaking cultures, giving advice directly can sometimes feel intrusive. Using the hypothetical 'If I were you...' is a polite and indirect way to offer a suggestion, as it frames the advice as what the speaker would do, rather than telling the listener directly what they must do.
EN: The verb 'imagine' can be followed by a noun clause starting with a question word (like 'how', 'what', 'why'). This clause acts as the direct object of the verb and uses statement word order (subject + verb), not question word order.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "imagine" (membayangkan) dapat diikuti oleh klausa nomina yang diawali dengan kata tanya (seperti how, what, why). Klausa ini berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja tersebut, dan harus menggunakan urutan kalimat pernyataan (subjek + kata kerja), bukan urutan kalimat tanya.
She explains how the machine works.
Dia menjelaskan bagaimana mesin itu bekerja.
EN: The simple present tense is used here in the noun clause ('shape') to express a general truth, habitual action, or a permanent state that is currently true.
Bahasa Indonesia: Dalam klausa nomina ini, digunakan simple present (shape) untuk menyatakan kebenaran umum, tindakan kebiasaan, atau keadaan yang saat ini memang benar.
The choices we make today affect our lives tomorrow.
Pilihan yang kita buat hari ini akan memengaruhi kehidupan kita di masa depan.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It uses the structure: 'If + Present Simple, will + base verb'. The 'if-clause' represents the condition, and the 'main clause' represents the result.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: "If + simple present, will + kata kerja bentuk dasar". Klausa "if" menunjukkan kondisi, dan klausa utama menunjukkan hasil.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The verb 'reach' is used transitively here to mean achieving or attaining a particular goal, status, or level after effort.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "reach" di sini digunakan sebagai kata kerja transitif yang berarti "mencapai" atau "mewujudkan" tujuan, status, atau tingkat tertentu setelah melalui usaha.
She worked hard to reach her dreams.
Dia bekerja keras untuk mencapai mimpinya.
EN: In English-speaking cultures, setting personal goals (especially at the beginning of a year, known as 'New Year's Resolutions') and emphasizing personal effort ('work hard') to achieve them is highly valued as a sign of self-reliance and determination.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause (in the Simple Present tense) and a main clause (usually with 'will' + base verb).
Bahasa Indonesia: First Conditional digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Kalimat ini terdiri dari klausa kondisi yang diawali dengan if (menggunakan simple present tense) dan klausa utama (biasanya menggunakan will + kata kerja bentuk dasar).
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The adverb 'later' is used to refer to a time in the future, or after the time you are talking about. It often appears at the end of a clause.
Bahasa Indonesia: Adverbia "later" digunakan untuk merujuk pada waktu di masa depan, atau setelah waktu yang sedang dibicarakan. Kata ini biasanya muncul di akhir klausa, yang berarti "nanti" atau "kemudian".
I will call you back later.
Saya akan meneleponmu lagi nanti.
EN: This sentence reflects a common universal value regarding time management and personal responsibility. In English-speaking cultures, productivity and the concept of 'time is money' or 'not wasting time' are highly emphasized as keys to self-improvement and success.
EN: The phrasal verb 'dream about' (or 'dream of') is used to describe imagining or thinking about something you would like to happen, or experiencing images in your sleep. It is followed by a noun or a gerund (-ing form).
Bahasa Indonesia: Kata kerja frasa "dream about" (atau dream of) digunakan untuk menggambarkan membayangkan atau memikirkan sesuatu yang kita inginkan terjadi, atau bermimpi. Kata ini diikuti oleh kata benda atau gerund (bentuk -ing).
She often dreams about traveling to outer space.
Dia sering bermimpi tentang bepergian ke luar angkasa.
EN: The phrase 'what if' is used as a noun modifier here (placed in quotation marks) to describe a hypothetical situation or question. It refers to speculations about what might happen or what might have happened.
Bahasa Indonesia: Frasa "what if" (bagaimana jika) di sini digunakan sebagai modifikator kata benda (ditempatkan dalam tanda kutip), untuk menggambarkan situasi atau pertanyaan hipotetis. Frasa ini merujuk pada spekulasi tentang hal-hal yang mungkin terjadi atau mungkin telah terjadi di masa lalu.
We need to consider all the 'what if' scenarios before making a decision.
Sebelum membuat keputusan, kita perlu mempertimbangkan semua skenario "bagaimana jika".
EN: The phrase 'what if' is deeply rooted in English-speaking cultures as a tool for creative thinking, speculative fiction, and personal reflection. It encourages thinking outside the box and exploring hypothetical scenarios, which is a common theme in self-development and philosophy.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or highly unlikely situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple verb, subject + would + base verb'.
Bahasa Indonesia: Second Conditional (kalimat pengandaian) digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak mungkin terjadi, murni imajiner, atau hipotetis di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja bentuk lampau, subjek + would + kata kerja bentuk dasar".
If I had more time, I would learn the piano.
Jika saya punya lebih banyak waktu, saya akan belajar piano.
EN: The phrase 'people in need' is a common prepositional phrase used as an adjective to describe individuals who are experiencing poverty, hardship, or difficulties.
Bahasa Indonesia: Frasa "people in need" adalah frasa preposisional umum yang digunakan sebagai adjektiva untuk menggambarkan orang yang sedang mengalami kemiskinan, kesulitan, atau membutuhkan bantuan (orang yang membutuhkan).
The charity provides food and shelter to people in need.
Lembaga amal itu menyediakan makanan dan tempat tinggal bagi orang-orang yang membutuhkan.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or impossible situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple (were for all subjects), subject + would + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (pengandaian yang berlawanan dengan kenyataan saat ini) digunakan untuk menggambarkan situasi yang diasumsikan, dibayangkan, atau tidak mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja bentuk lampau (semua subjek menggunakan were), subjek + would + kata kerja bentuk dasar".
If I were you, I would take the job.
Jika saya menjadi kamu, saya akan menerima pekerjaan itu.
EN: The phrasal verb 'search for' means to look for or try to find someone or something that is lost or needed.
Bahasa Indonesia: Kata kerja frasa 'search for' berarti "mencari" atau "mencari" seseorang atau sesuatu yang hilang atau dibutuhkan.
They are searching for a solution to the problem.
Mereka sedang mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini.
EN: In modern English, 'clean energy' or 'green energy' refers to renewable energy sources that do not pollute the atmosphere, such as solar or wind power. This reflects a global cultural shift towards environmental awareness and sustainability.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or highly unlikely situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple, subject + would + base verb'.
Bahasa Indonesia: Second Conditional digunakan untuk menggambarkan situasi yang hipotetis, imajiner, atau sangat tidak mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja bentuk lampau, subjek + would + kata kerja bentuk dasar".
If I had a map, I would find the way.
Jika saya punya peta, saya akan bisa menemukan jalan.
EN: The modal verb 'could' is used in the 'if'-clause of the second conditional to express hypothetical ability or permission ('if I were able to').
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "could" digunakan dalam klausa if pada second conditional untuk menyatakan kemampuan atau izin yang bersifat hipotetis (artinya "jika saya bisa").
If I could speak French, I would move to Paris.
Jika saya bisa berbicara bahasa Prancis, saya akan pindah ke Paris.
EN: The verb pattern 'remind someone of something' is used to cause someone to remember or think about something. 'Remind' is the transitive verb, followed by the indirect object (me), and the preposition 'of' introduces the thing being remembered.
Bahasa Indonesia: Pola kata kerja "remind someone of something" (mengingatkan seseorang akan sesuatu) digunakan untuk membuat seseorang mengingat atau memikirkan sesuatu. "Remind" adalah kata kerja transitif yang diikuti oleh objek tidak langsung (me), dan preposisi "of" memperkenalkan hal yang diingat.
This song reminds me of my childhood.
Lagu ini mengingatkanku pada masa kecilku.
EN: The phrase 'what I truly value' is a noun clause functioning as the object of the preposition 'of'. It uses the wh-word 'what' followed by subject-verb word order (I value) to represent 'the things that I value'.
Bahasa Indonesia: Frasa "what I truly value" adalah klausa nomina yang berfungsi sebagai objek dari preposisi "of". Klausa ini menggunakan kata tanya "what" yang diikuti oleh urutan "subjek + kata kerja" (I value), yang berarti "hal yang saya hargai".
She always stands up for what she believes in.
Dia selalu berpegang pada keyakinannya.
EN: This sentence uses the Zero Conditional (If + present simple, present simple). It is used to talk about general truths, facts, or scientific laws where the result is always certain.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "Kondisional Nol" (If + simple present, simple present). Kondisional ini digunakan untuk menggambarkan kebenaran umum, fakta, atau hukum ilmiah, yaitu hasil yang pasti terjadi dalam kondisi tertentu.
If you heat ice, it melts.
Jika kamu memanaskan es, es itu akan mencair.
EN: The adverb 'never' is an adverb of frequency. It is placed before the main verb ('imagine', 'grow') to indicate that the action does not happen at any time.
Bahasa Indonesia: Adverbia "never" (tidak pernah) adalah adverbia frekuensi. Kata ini ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti 'imagine', 'grow'), untuk menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak pernah terjadi kapan pun.
He never eats meat.
Dia tidak pernah makan daging.
EN: This quote reflects a common Western philosophical value placed on creativity, curiosity, and personal growth. Imagination is often celebrated in educational and personal development contexts as the driving force behind progress and self-actualization.
EN: The Simple Present Tense is used here to express a general truth or a fact that is always true. In this sentence, 'guide' is in its base form because the subject 'Real conditions' is plural.
Bahasa Indonesia: Di sini, Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan kebenaran umum atau fakta yang tetap. Dalam kalimat ini, karena subjek "Real conditions" (kondisi nyata) berbentuk jamak, kata kerja "guide" menggunakan bentuk dasar.
Scientific facts guide our understanding of the universe.
Fakta ilmiah menuntun pemahaman kita tentang alam semesta.
EN: Noun adjuncts (or noun modifiers) occur when a noun acts as an adjective to modify another noun. In 'daily steps', 'daily' acts as an adjective modifying 'steps', describing the frequency of the actions.
Bahasa Indonesia: Modifier kata benda (atau adjektiva penjelas) terjadi ketika sebuah kata (seperti daily) diletakkan di depan kata benda untuk menjelaskannya. Dalam "daily steps", "daily" (harian) berfungsi sebagai adjektiva yang menjelaskan kata benda "steps" (langkah), untuk menggambarkan frekuensi tindakan tersebut.
We need to plan our daily activities carefully.
Kita perlu merencanakan aktivitas harian kita dengan cermat.
EN: This sentence reflects a pragmatic philosophical outlook often valued in Western cultures—balancing big dreams with 'real conditions' (practical reality) that dictate our immediate, daily actions.
EN: The verb 'give' is a ditransitive verb, which means it can take two objects: an indirect object (the recipient, 'our lives') and a direct object (the thing given, 'direction and hope'). The typical structure is Subject + Verb + Indirect Object + Direct Object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "give" (memberi) adalah kata kerja dwitransitif, yang berarti dapat diikuti oleh dua objek: objek tidak langsung (penerima, di sini "our lives") dan objek langsung (hal yang diberikan, di sini "direction and hope"). Struktur umumnya adalah: subjek + kata kerja + objek tidak langsung + objek langsung.
She gave her brother a beautiful book.
Dia memberikan adik laki-lakinya sebuah buku yang indah.
EN: The word 'lives' is the plural form of the noun 'life'. When referring to the lives of multiple people (in this case, 'our lives'), the plural form 'lives' (pronounced /laɪvz/) must be used instead of the singular 'life'.
Bahasa Indonesia: Kata "lives" adalah bentuk jamak dari kata benda "life" (kehidupan). Ketika merujuk pada kehidupan atau nyawa banyak orang (seperti "our lives" di sini), harus digunakan bentuk jamak "lives" (diucapkan /laɪvz/), bukan bentuk tunggal "life".
We want to improve people's daily lives.
Kita ingin memperbaiki kehidupan sehari-hari orang-orang.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure is 'If + present simple, will + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (Kondisional Tipe 1): Digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah "If + simple present, will + kata kerja bentuk dasar".
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: Keep in mind: An idiomatic phrase meaning to remember, consider, or bear something in mind when making a decision or taking action.
Bahasa Indonesia: Keep in mind (ingat/ingatlah): Ini adalah frasa idiomatik yang berarti mengingat, mempertimbangkan, atau menyimpan sesuatu dalam pikiran saat membuat keputusan atau mengambil tindakan.
Please keep this rule in mind when you write your essay.
Harap ingat aturan ini saat menulis esai.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or highly unlikely situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple verb, subject + would + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (suasana pengandaian) digunakan untuk menggambarkan situasi yang dibayangkan, diasumsikan, atau sangat tidak mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja simple past, subjek + would + kata kerja bentuk dasar".
If I had a million dollars, I would buy a house.
Jika saya punya satu juta dolar, saya akan membeli sebuah rumah.
EN: Reporting verbs like 'ask' or 'say' can be placed at the end of a direct quotation. In written English, the subject and verb can sometimes be inverted (e.g., 'asks Sarah' or 'Sarah asks'), especially when the subject is a proper noun.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor seperti 'ask' (bertanya) atau 'say' (berkata) dapat ditempatkan di akhir kutipan langsung. Dalam bahasa Inggris tertulis, subjek dan kata kerja kadang-kadang dapat dibalik (misalnya "asks Sarah" atau "Sarah asks"), terutama ketika subjeknya adalah kata benda khusus.
"Where are you going?" asks John.
"Kamu mau pergi ke mana?" tanya John.
EN: In English-speaking cultures, asking hypothetical questions like 'What would you do if...' is a very common and friendly way to start a conversation, build rapport, and learn about a friend's values and interests without being too intrusive.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or unlikely situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple, subject + would + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (Second Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi yang diasumsikan, dibayangkan, atau sangat tidak mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja simple past, subjek + would + kata kerja bentuk dasar".
If I had a million dollars, I would buy a house.
Jika saya punya satu juta dolar, saya akan membeli sebuah rumah.
EN: Reporting verbs like 'says' can be placed at the end of a direct quotation. In written English, when the reporting clause is at the end, we use a comma inside the quotation marks instead of a period.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor seperti "says" dapat ditempatkan di akhir kutipan langsung. Dalam bahasa Inggris tertulis, ketika klausa pelapor ditempatkan di akhir kalimat, gunakan koma, bukan titik, di dalam tanda kutip.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the simple present tense and a main clause in the simple future tense (will + base verb).
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausa bawahan yang diawali if menggunakan simple present, sedangkan klausa utama menggunakan simple future (will + kata kerja bentuk dasar).
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Reporting verbs like 'says' are used to attribute direct speech to a speaker. In written English, when the speaker's name comes after the quote, the subject and verb can be inverted (e.g., 'says Ryan' or 'Ryan says').
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor seperti "says" digunakan untuk mengaitkan ucapan langsung kepada pembicara. Dalam bahasa Inggris tertulis, ketika nama pembicara ditempatkan setelah tanda kutip, subjek dan kata kerja dapat dibalik (misalnya "says Ryan" atau "Ryan says" keduanya dapat digunakan).
"I am ready," says Sarah.
"Saya sudah siap," kata Sarah.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, unreal, or imaginary situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple verb, subject + would + base verb'. Note that 'were' is traditionally used for all subjects (including 'I', 'he', 'she', 'it') in the 'if' clause.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (pengandaian yang berlawanan dengan kenyataan saat ini) digunakan untuk menggambarkan situasi yang diasumsikan, tidak mungkin terjadi, atau sangat tidak mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja bentuk lampau, subjek + would + kata kerja bentuk dasar". Perhatikan bahwa dalam klausa if, apa pun orangnya (termasuk I, he, she, it), kata kerja be secara tradisional menggunakan 'were'.
If I were you, I would accept the job offer.
Jika saya menjadi kamu, saya akan menerima tawaran pekerjaan itu.
EN: Direct speech with reporting verbs like 'says'. When reporting what someone said in the present tense, the reporting verb (e.g., 'says') comes after or before the quoted speech. If the subject is a proper noun, the order can be 'says [Name]' or '[Name] says'.
Bahasa Indonesia: Ucapan langsung dengan kata kerja pelapor seperti 'says'. Ketika melaporkan apa yang dikatakan seseorang dalam bentuk sekarang, kata kerja pelapor (misalnya 'says') dapat ditempatkan sebelum atau sesudah isi tanda kutip. Jika subjeknya adalah kata benda khusus, urutannya bisa 'says [nama]' atau '[nama] says'.
"I love reading," says Sarah.
"Saya suka membaca," kata Sarah.
EN: First Conditional: Used to talk about things which might happen in the future. The structure is 'If + simple present, will + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional): Digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah "If + simple present, will + kata kerja bentuk dasar".
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: Adverbs of Frequency and Manner: 'Daily' acts as an adverb of frequency (how often), and 'fast' acts as an adverb of manner (how/at what speed) modifying the verb 'improve'.
Bahasa Indonesia: Adverbia Frekuensi dan Cara: 'daily' berfungsi sebagai adverbia frekuensi (menunjukkan seberapa sering), sedangkan 'fast' berfungsi sebagai adverbia cara (memodifikasi kata kerja 'improve', menunjukkan bagaimana atau seberapa cepat kemajuan terjadi).
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or highly unlikely situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple verb, subject + would + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (Second Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi yang sangat tidak mungkin terjadi, diasumsikan, atau dibayangkan di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + subjek + kata kerja simple past, subjek + would + kata kerja bentuk dasar".
If I won the lottery, I would buy a house.
Jika saya memenangkan lotre, saya akan membeli sebuah rumah.
EN: Direct speech reporting clause: When quoting someone directly, the reporting verb (e.g., 'says') and the speaker (e.g., 'Sarah') are placed after the quote, separated by a comma inside the quotation marks.
Bahasa Indonesia: Klausa pelapor ucapan langsung: Ketika mengutip seseorang secara langsung, kata kerja pelapor (misalnya 'says') dan pembicara (misalnya 'Sarah') ditempatkan setelah tanda kutip, dan dipisahkan dengan koma di dalam tanda kutip.
EN: Returning lost items like wallets is highly valued in many cultures as a sign of honesty and civic duty. In English-speaking countries, there is a common saying, 'Finders keepers, losers weepers,' but in reality, returning lost property is legally and socially expected.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It uses the structure: 'If + present simple, will + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: "If + simple present, will + kata kerja bentuk dasar".
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The reporting verb 'says' is used in the present tense to introduce direct speech. When the quote comes first, the subject and verb can remain in the standard order (Subject + Verb) or be inverted, though standard order is very common with pronouns.
Bahasa Indonesia: Kata kerja pelapor "says" digunakan dalam bentuk sekarang untuk memperkenalkan ucapan langsung. Ketika kutipan ditempatkan di depan, subjek dan kata kerja dapat mempertahankan urutan standar (subjek + kata kerja), dan struktur ini juga sering digunakan ketika subjeknya adalah kata benda khusus (seperti Emma).
"I love music," says Leo.
"Saya sangat mencintai musik," kata Leo.
EN: Environmental awareness and recycling are highly valued in many English-speaking countries. The phrase 'the planet' is commonly used as a friendly, informal way to refer to the Earth and its global environment.
EN: The Second Conditional is used to talk about hypothetical, imaginary, or highly unlikely situations in the present or future. The structure is: 'If + subject + past simple verb, subject + would + base verb'. In this sentence, 'could' is the past form of 'can', and 'would visit' represents the hypothetical result.
Bahasa Indonesia: Kondisional Kedua (Second Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi yang diasumsikan, dibayangkan, atau sangat tidak mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Struktur kalimatnya adalah: "If + subjek + kata kerja simple past, subjek + would + kata kerja bentuk dasar". Dalam kalimat ini, "could" adalah bentuk lampau dari "can", dan "would visit" menunjukkan hasil yang diasumsikan.
If I had a spaceship, I would travel to Mars.
Jika saya memiliki pesawat luar angkasa, saya akan pergi ke Mars.
EN: Reporting verbs in direct speech can be placed after the quoted statement. When the subject is a proper noun (like 'Ryan'), we often see the inverted order 'says Ryan' or the standard order 'Ryan says'. In this context, 'says Ryan' is used to attribute the quote.
Bahasa Indonesia: Dalam ucapan langsung, kata kerja yang menunjukkan pembicara dapat ditempatkan setelah isi tanda kutip. Ketika subjeknya adalah kata benda khusus (seperti "Ryan"), sering digunakan urutan inversi "says Ryan" atau urutan standar "Ryan says". Di sini, "says Ryan" digunakan untuk menjelaskan siapa yang mengucapkan kalimat tersebut.
EN: The concept of 'time travel' is a very popular theme in Western science fiction literature and movies (such as 'Back to the Future'). Discussing 'what if' scenarios regarding time travel is a common icebreaker and conversational topic in English-speaking cultures to explore people's values and imaginations.
EN: The First Conditional is used to talk about things that are real or possible in the present or future. It follows the structure: 'If + present simple, will + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk menggambarkan situasi yang nyata atau mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + simple present, will + kata kerja bentuk dasar".
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The reflexive pronoun 'yourself' is used as the object of a verb or preposition when the subject of the sentence is also 'you'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti refleksif "yourself" (dirimu sendiri) digunakan sebagai objek dari kata kerja atau preposisi ketika subjek kalimatnya adalah "you", dan subjek tersebut juga merupakan objek dari kata kerja atau preposisi tersebut.
You should take care of yourself.
Kamu harus menjaga dirimu sendiri dengan baik.
EN: The phrase 'believe in yourself' is a cornerstone of modern Western self-help and motivational culture, emphasizing individual agency, self-confidence, and personal empowerment as the keys to success.
EN: The adverbial clause of time introduced by 'when' is used to show that one action or state happens at the same time as, or immediately after, another. In this sentence, 'when we dare to ask...' indicates the condition or time under which dreams grow.
Bahasa Indonesia: Klausa adverbia waktu yang diawali oleh kata hubung "when" (ketika) digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau keadaan terjadi bersamaan dengan atau segera setelah tindakan lain. Dalam kalimat ini, "when we dare to ask..." menunjukkan waktu atau kondisi di mana mimpi tumbuh.
Children learn best when they feel safe and supported.
Anak-anak belajar paling baik ketika mereka merasa aman dan didukung.
EN: The verb 'dare' can be used as a main verb meaning 'to have the courage to do something.' It is typically followed by a 'to-infinitive' (dare to do something) in affirmative sentences.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "dare" dapat digunakan sebagai kata kerja utama yang berarti "berani, memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu". Dalam kalimat positif, kata ini biasanya diikuti oleh "infinitif" (dare to + kata kerja bentuk dasar).
She did not dare to speak the truth.
Dia tidak berani mengatakan yang sebenarnya.
EN: The phrase 'what if' is a common English idiom used to speculate about hypothetical situations or future possibilities. In creative and philosophical contexts, asking 'what if' is celebrated as the spark for scientific discovery, artistic creation, and personal growth.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: komunitas, kelompok
Dalam konteks: ilmuwan
Dalam konteks: energi, tenaga
Dalam konteks: penulis, pengarang
Dalam konteks: menghargai, memandang penting
Dalam konteks: arah, petunjuk
Dalam konteks: tujuan
Dalam konteks: mendaur ulang
Dalam konteks: kesuksesan
Dalam konteks: berani
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To remember or consider something when making a decision or taking action.
mengingat, mempertimbangkan
Energy that comes from renewable, zero-emission sources that do not pollute the atmosphere.
energi bersih, energi hijau
The action of traveling through time into the past or the future.
perjalanan waktu, perjalanan lintas waktu
To have confidence in your own abilities and value.
percaya pada diri sendiri