EN: The present perfect tense ('has emerged') is used here to describe a recent event that has current relevance or results in the present, often used in news reporting to introduce new information.
Bahasa Indonesia: Di sini digunakan present perfect ('has emerged') untuk menggambarkan peristiwa yang baru saja terjadi dan memiliki keterkaitan atau dampak dengan masa kini, yang sering digunakan dalam pemberitaan untuk memperkenalkan berita terbaru.
A rare manuscript has emerged from the private collection of a local historian.
Sebuah naskah berharga telah muncul dari koleksi pribadi seorang sejarawan lokal.
EN: The non-defining relative clause introduced by 'where' provides additional, non-essential information about the noun phrase 'the depths of Norwegian waters'. It is separated by a comma and cannot be replaced by 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang dipandu oleh 'where' memberikan penjelasan tambahan yang tidak esensial untuk frasa nomina 'the depths of Norwegian waters' (kedalaman perairan Norwegia). Klausa ini dipisahkan dengan koma di depannya dan tidak dapat digantikan dengan 'that'.
They visited the ancient ruins, where they discovered several intact clay pots.
Mereka mengunjungi reruntuhan kuno dan menemukan beberapa guci tanah liat yang masih utuh di sana.
EN: The adverb 'remarkably' modifies the adjective 'intact', demonstrating how an adverb of degree can be used to intensify an adjective before a noun ('remarkably intact 18th-century shipwreck').
Bahasa Indonesia: Adverbia 'remarkably' (sangat) memodifikasi adjektiva 'intact' (utuh), menunjukkan bagaimana adverbia tingkat digunakan untuk memperkuat nada adjektiva sebelum nomina ('remarkably intact 18th-century shipwreck', bangkai kapal abad ke-18 yang terawetkan dengan sangat baik).
The painting remained remarkably bright despite being stored in a damp basement for decades.
Meskipun disimpan di ruang bawah tanah yang lembap selama puluhan tahun, lukisan ini tetap sangat cerah.
EN: The Skagerrak Strait is a historically significant shipping lane connecting the North Sea and the Baltic Sea. Due to its cold, brackish waters and low levels of wood-boring shipworms (such as Teredo navalis), shipwrecks in this region of Northern Europe are often preserved in remarkably pristine condition compared to warmer marine environments.
Bahasa Indonesia: Selat Skagerrak adalah jalur pelayaran yang sangat penting secara historis, menghubungkan Laut Utara dan Laut Baltik. Karena suhu air laut di wilayah Eropa Utara ini rendah, salinitasnya sedang, dan jarang terdapat cacing kapal yang memakan kayu (seperti Teredo navalis), bangkai kapal di sini sering kali terawetkan dengan sangat baik dibandingkan dengan perairan yang lebih hangat.
EN: The use of a past participle phrase ('situated off...') acting as an adjective to modify the noun ('The vessel'). It is a reduced relative clause, shortened from 'which is situated off...'.
Bahasa Indonesia: Menggunakan frasa past participle ('situated off...') sebagai adjektiva untuk memodifikasi nomina ('The vessel'). Ini adalah klausa relatif yang disederhanakan, yang diringkas dari 'which is situated off...'.
The castle, built on a steep hill, overlooks the entire valley.
Kastil yang dibangun di atas bukit curam ini menghadap ke seluruh lembah.
EN: The nominal relative pronoun 'what' functions as 'the thing(s) that', introducing a noun clause ('what experts have characterized as...') which acts as the direct object of the verb 'contains'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti relatif 'what' setara dengan 'the thing(s) that' (hal-hal yang...), memandu klausa nomina ('what experts have characterized as...') sebagai objek langsung dari kata kerja 'contains'.
The museum displays what historians believe to be the oldest map of the region.
Museum memamerkan peta yang dianggap oleh para sejarawan sebagai peta tertua di kawasan tersebut.
EN: The structure 'characterize A as B' is used to describe the distinctive character or nature of someone or something. In this passive/relative structure, 'A' is represented by the relative pronoun 'what'.
Bahasa Indonesia: Struktur 'characterize A as B' (menggambarkan/mengklasifikasikan A sebagai B) digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik atau sifat unik seseorang atau sesuatu. Dalam struktur klausa relatif ini, 'A' diwakili oleh kata ganti relatif 'what'.
Critics characterized the film as a masterpiece of modern cinema.
Para kritikus film memuji film ini sebagai mahakarya sinema modern.
EN: Apposition is a grammatical relation where two nouns or noun phrases are placed side by side, with one element serving to identify or define the other. Here, 'director of the Norwegian Directorate for Cultural Heritage' is an appositive noun phrase that identifies 'Hanna Geiran'. It is set off by commas.
Bahasa Indonesia: Aposisi (Apposition) adalah hubungan gramatikal di mana dua kata benda atau frasa benda ditempatkan berdampingan, satu komponen digunakan untuk mengidentifikasi atau mendefinisikan komponen lainnya. Dalam kalimat ini, 'director of the Norwegian Directorate for Cultural Heritage' (direktur Direktorat Warisan Budaya Norwegia) adalah frasa aposisi yang mengidentifikasi 'Hanna Geiran' (Hanna Geiran) dan dipisahkan dengan koma.
Dr. Aris, a leading expert in marine biology, conducted the deep-sea research.
Dr. Aris, pakar terkemuka di bidang biologi kelautan, melakukan penelitian laut dalam ini.
EN: The adjective 'unlike' is used as a prepositional adjective meaning 'different from' or 'not typical of'. It is followed by a noun phrase ('anything previously unearthed...') to show contrast.
Bahasa Indonesia: Kata sifat 'unlike' di sini digunakan sebagai kata sifat yang berfungsi seperti preposisi, yang berarti 'berbeda dari...' atau 'bukan ciri khas dari...'. Setelahnya diikuti frasa nomina ('anything previously unearthed...') untuk menunjukkan kontras.
The climate of this region is unlike anything I have ever experienced.
Iklim di wilayah ini sangat berbeda dari tempat mana pun yang pernah saya alami.
EN: The past participle 'unearthed' functions as a reduced relative clause (short for 'that was previously unearthed') modifying the pronoun 'anything'. This is a common way to make sentences more concise in formal English.
Bahasa Indonesia: Partisip lampau 'unearthed' (digali) di sini berfungsi sebagai klausa relatif yang disederhanakan (kependekan dari 'that was previously unearthed'), memodifikasi kata ganti 'anything'. Ini adalah cara umum dalam bahasa Inggris formal untuk membuat kalimat lebih ringkas.
The artifacts recovered from the site date back to the Bronze Age.
Artefak yang dipulihkan dari situs ini dapat ditelusuri kembali ke Zaman Perunggu.
EN: The passive voice ('was initially made by') is used here to shift the focus of the sentence to the discovery ('the find') rather than the person who made it. This is a common stylistic choice in journalism and formal writing to emphasize the result or object of an action.
Bahasa Indonesia: Di sini, penggunaan kalimat pasif ('was initially made by') mengalihkan fokus kalimat ke penemuan ('the find') daripada orang yang menemukannya. Ini adalah teknik retoris yang umum dalam pemberitaan dan penulisan formal, untuk menekankan hasil atau objek dari tindakan.
The decision was ultimately made by the board of directors after hours of deliberation.
Setelah berunding selama berjam-jam, keputusan akhirnya dibuat oleh dewan direksi.
EN: The non-defining relative clause introduced by 'who' ('who simultaneously operates...') provides additional, non-essential information about the noun phrase 'a watch designer'. It is separated from the main clause by a comma, indicating that the sentence would still be grammatically complete and clear without it.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang dipandu oleh 'who' ('who simultaneously operates...') memberikan informasi tambahan yang tidak esensial tentang frasa nomina 'a watch designer' (perancang jam tangan). Klausa ini dipisahkan dari klausa utama dengan koma, menunjukkan bahwa bahkan tanpa klausa ini, kalimat tetap lengkap secara gramatikal dan jelas maknanya.
She introduced me to her brother, who works as a software engineer in Silicon Valley.
Dia memperkenalkan saya kepada kakak laki-lakinya, yang bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di Silicon Valley.
EN: The adverb 'simultaneously' is used to describe two actions or states occurring at the exact same time. In professional contexts, it highlights multitasking or dual roles, adding a sense of efficiency or complexity to the subject's activities.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'simultaneously' (secara bersamaan) digunakan untuk menggambarkan dua tindakan atau keadaan yang terjadi pada waktu yang sama. Dalam konteks profesional, kata ini menekankan multitasking atau peran ganda, menambah nuansa efisiensi atau kompleksitas pada aktivitas subjek.
The system is designed to simultaneously process transactions and update inventory records.
Sistem ini dirancang untuk memproses transaksi sekaligus memperbarui catatan inventaris.
EN: The term 'remotely operated vehicle' (ROV) refers to tethered underwater mobile devices, which are highly crucial in modern marine archaeology. The mention of a 'watch designer' operating such high-tech equipment highlights a growing trend of citizen science and private-sector involvement in archaeological discoveries, where advanced hobbies or dual careers lead to significant historical finds.
Bahasa Indonesia: 'remotely operated vehicle' (kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh, disingkat ROV) adalah perangkat bergerak bawah air yang terhubung dengan kabel, sangat penting dalam arkeologi kelautan modern. Teks menyebutkan seorang 'perancang jam tangan' yang mengoperasikan peralatan berteknologi tinggi seperti itu, menyoroti tren yang meningkat dari sains warga dan partisipasi sektor swasta dalam penemuan arkeologi, yaitu hobi tingkat lanjut atau karier ganda dapat berkontribusi pada penemuan sejarah yang signifikan.
EN: The phrase 'Were it not for...' is a formal, inverted conditional structure used to express that something is entirely dependent on a specific factor. It is equivalent to 'If it were not for...' and is used for hypothetical situations in the present or general untruths. In this sentence, it sets up a mixed or past hypothetical context where his expertise is a constant fact, but its absence would have changed a past/ongoing outcome.
Bahasa Indonesia: 'Were it not for...' adalah struktur subjungtif terbalik formal yang digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu sepenuhnya bergantung pada faktor tertentu. Ini setara dengan 'If it were not for...', digunakan untuk menyatakan situasi yang berlawanan dengan fakta saat ini atau hipotetis. Dalam kalimat ini, ia menetapkan latar hipotetis: jika bukan karena keahliannya ini (fakta yang sudah pasti), hasil masa lalu atau yang berkelanjutan akan berubah.
Were it not for your timely advice, I would not be in this successful position today.
Jika bukan karena saran Anda yang tepat waktu, hari ini saya tidak akan mencapai posisi sesukses ini.
EN: The modal structure 'might have + past participle' (might have gone) is used to express a past possibility that did not actually happen. It indicates that under different circumstances (i.e., without his expertise), the outcome of the discovery remaining unnoticed was highly possible.
Bahasa Indonesia: Struktur kata kerja bantu modal 'might have + past participle' (might have gone) digunakan untuk menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi di masa lalu tetapi sebenarnya tidak terjadi. Ini menunjukkan bahwa dalam keadaan yang berbeda (yaitu tanpa keahliannya), hasil bahwa penemuan ini tidak diperhatikan sangat mungkin terjadi.
We might have missed the train if we hadn't taken a taxi.
Jika saat itu kami tidak naik taksi, kami mungkin akan ketinggalan kereta api.
EN: The verb 'go' can function as a copular (linking) verb meaning 'to become' or 'to remain in a certain state', typically followed by an adjective with a negative connotation (e.g., gone unnoticed, gone mad, gone wrong). Here, 'gone unnoticed' means 'remained undetected or ignored'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'go' dapat digunakan sebagai kata kerja penghubung, yang berarti 'menjadi' atau 'tetap dalam keadaan tertentu', biasanya diikuti oleh kata sifat yang bermakna negatif (misalnya: gone unnoticed tidak diperhatikan, gone mad menjadi gila, gone wrong menjadi salah). Di sini, 'gone unnoticed' berarti 'terus tidak ditemukan atau diabaikan'.
Many minor offenses go unpunished because the police lack resources.
Banyak pelanggaran ringan tidak dihukum karena polisi kekurangan sumber daya.
EN: The present perfect tense ('has revealed') is used here to describe a past action (the imagery revealing the items) that has strong relevance and results in the present, commonly used in news reporting to introduce new information.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has revealed) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi di masa lalu (citra menunjukkan benda-benda), yang memiliki kaitan kuat dengan masa kini dan membawa keadaan saat ini. Ini sering digunakan dalam laporan berita untuk memperkenalkan temuan atau informasi terbaru.
Recent research has revealed a strong connection between sleep quality and cognitive performance.
Penelitian terbaru telah menunjukkan adanya korelasi kuat antara kualitas tidur dan kinerja kognitif.
EN: The present participle phrase ('resting on the ocean floor...') acts as an adjective modifying the preceding nouns ('porcelain dishes and numerous artifacts'). It describes a continuous state or ongoing situation in a concise manner.
Bahasa Indonesia: Frasa partisip sekarang (resting on the ocean floor...) di sini berfungsi sebagai kata sifat yang memodifikasi kata benda di depannya (porcelain dishes and numerous artifacts). Frasa ini menggambarkan keadaan yang berkelanjutan atau situasi yang sedang terjadi secara ringkas.
We watched the autumn leaves falling gently on the wet pavement.
Kami menatap daun-daun musim gugur yang berjatuhan perlahan ke trotoar yang basah.
EN: The preposition 'amid' (or 'amidst') is a literary and formal preposition meaning 'in the middle of' or 'surrounded by'. It is frequently used in written English and journalism to describe physical surroundings or abstract circumstances.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'amid' (atau amidst) adalah preposisi yang bernuansa sastra dan formal, yang berarti 'di tengah-tengah' atau 'dikelilingi oleh'. Kata ini sering digunakan dalam bahasa Inggris tertulis dan laporan berita untuk menggambarkan lingkungan fisik atau latar belakang abstrak.
The historic cottage stood beautifully amid the towering pine trees.
Rumah kecil bersejarah ini berdiri dengan anggun di tengah hutan pinus yang menjulang tinggi.
EN: The present perfect passive voice ('have been identified') is used to describe actions that occurred at an unspecified time in the past and have relevance to the present, focusing on the recipient of the action rather than the agent.
Bahasa Indonesia: Bentuk pasif dari present perfect (have been identified) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada waktu tidak spesifik di masa lalu dan berhubungan dengan sekarang, dengan fokus pada penerima tindakan, bukan pelakunya.
Several ancient shipwrecks have been discovered in this region over the past decade.
Dalam sepuluh tahun terakhir, beberapa kapal karam kuno telah ditemukan di wilayah ini.
EN: The prepositional phrase 'alongside' is used to mean 'together with' or 'in addition to', often employed in formal or descriptive writing to introduce accompanying items or facts.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'alongside' berarti 'bersama dengan' atau 'selain', sering digunakan dalam tulisan formal atau deskriptif untuk memperkenalkan item atau fakta yang menyertainya.
The museum displayed the newly found coins alongside historical maps of the trade routes.
Museum memamerkan koin-koin yang baru ditemukan, beserta peta sejarah jalur perdagangan.
EN: The adverbial phrase 'thus far' is a formal equivalent of 'so far' or 'up to now', indicating that the situation described has been true up to the present moment but may change in the future.
Bahasa Indonesia: Frasa keterangan 'thus far' adalah bentuk formal dari 'so far' atau 'up to now', yang menunjukkan bahwa situasi yang dijelaskan benar hingga saat ini, tetapi dapat berubah di masa depan.
No significant damage to the hull has been reported thus far.
Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kerusakan parah pada lambung kapal.
EN: The mention of 'Chinese porcelain' in an 18th-century shipwreck context reflects the historical global trade network. During this period, Chinese porcelain (often referred to as 'white gold') was a highly prized luxury import in Europe, symbolizing wealth and high social status. Its discovery in Norwegian waters highlights the extensive reach of maritime trade routes connecting East Asia to Northern Europe.
Bahasa Indonesia: Penyebutan 'porselen Tiongkok' dalam konteks kapal karam abad ke-18 mencerminkan jaringan perdagangan global saat itu. Pada masa itu, porselen Tiongkok (sering disebut 'emas putih') adalah barang impor mewah yang sangat dihargai di Eropa, menjadi simbol kekayaan dan status sosial yang tinggi. Penemuan porselen-porselen ini di perairan Norwegia menyoroti luasnya jalur perdagangan maritim yang menghubungkan Asia Timur dan Eropa Utara.
EN: The past participle phrase 'believed to contain grain' acts as an adjective modifying the noun phrase 'Several barrels'. This is a reduced relative clause, shortened from 'which were believed to contain grain'. This structure is highly common in formal and academic writing to pack information efficiently.
Bahasa Indonesia: Frasa partisipel lampau 'believed to contain grain' (diyakini berisi gandum) di sini berfungsi sebagai kata sifat, menerangkan frasa nomina 'Several barrels' (beberapa tong). Ini adalah penyederhanaan dari klausa relatif, kalimat aslinya adalah 'which were believed to contain grain'. Struktur ini sangat umum dalam tulisan formal dan akademis, dan dapat mengintegrasikan informasi secara efisien.
The artifacts believed to belong to the Mayan civilization were carefully cataloged.
Artefak yang diyakini milik peradaban Maya dikatalogkan dan didaftarkan dengan cermat.
EN: The passive voice 'were also documented' is used here because the agent (the archaeologists or researchers who did the documenting) is less important than the action and the object being documented. This is standard in scientific and historical reporting to maintain objectivity.
Bahasa Indonesia: Penggunaan kalimat pasif 'were also documented' (juga didokumentasikan) di sini karena pelaku tindakan (arkeolog atau peneliti yang melakukan pencatatan) menjadi kurang penting dibandingkan tindakan itu sendiri dan objek yang dicatat. Ini adalah penggunaan standar dalam laporan ilmiah dan sejarah untuk menjaga objektivitas.
Several rare species of birds were also observed during the expedition.
Selama ekspedisi, beberapa spesies burung langka juga teramati.
EN: Negative Inversion with 'Not only...': When 'not only' is placed at the beginning of a sentence for emphasis, it triggers subject-auxiliary inversion in the first clause. The auxiliary verb (here, 'have') comes before the subject ('rows of sealed crates'). The second clause is introduced by 'but' (often accompanied by 'also') and maintains normal word order.
Bahasa Indonesia: Kalimat inversi negatif (Not only...): Ketika 'not only' ditempatkan di awal kalimat untuk penekanan, klausa pertama harus membalik posisi subjek dan kata kerja bantu. Kata kerja bantu (di sini have) dipindahkan ke depan subjek (rows of sealed crates). Klausa kedua diawali dengan 'but' (biasanya diikuti 'also') dan mempertahankan urutan kata normal.
Not only did they complete the project ahead of schedule, but they also remained within the budget.
Mereka tidak hanya menyelesaikan proyek lebih awal, tetapi juga tetap dalam anggaran.
EN: Participle Clauses (Adverbial Participle): The present participle phrase 'heightening...' acts as an adverbial clause of result, modifying the entire preceding main clause. It indicates that the situation described in the main clauses directly causes the heightened anticipation.
Bahasa Indonesia: Frasa partisip (partisip keterangan): Frasa partisip sekarang 'heightening...' di sini berfungsi sebagai klausa keterangan yang menyatakan hasil, menerangkan seluruh klausa utama di depannya. Ini menunjukkan bahwa situasi yang dijelaskan dalam klausa utama secara langsung menyebabkan peningkatan antisipasi di kalangan peneliti.
The company released a statement, clarifying their position on the new policy.
Perusahaan tersebut mengeluarkan pernyataan, menjelaskan posisi mereka terhadap kebijakan baru.
EN: The subordinating conjunction 'while' is used here to contrast two parallel situations or facts, functioning similarly to 'whereas'. It establishes a comparison between what the first crate contains versus what the second crate holds.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'while' digunakan di sini untuk membandingkan dua situasi atau fakta yang paralel, berfungsi seperti 'whereas' (sedangkan). Ini menciptakan kontras antara isi peti pertama dan isi peti kedua.
Some researchers prefer to analyze quantitative data, while others focus on qualitative case studies.
Beberapa peneliti lebih suka menganalisis data kuantitatif, sementara yang lain fokus pada studi kasus kualitatif.
EN: The adverb 'potentially' is used to modify the present participle 'including', indicating that the inclusion of the specified items (tea, herbs, medicinal substances) is a strong possibility but not yet fully confirmed.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'potentially' (mungkin) di sini memodifikasi partisipel kini 'including' (termasuk), menunjukkan bahwa kemungkinan untuk termasuk item yang terdaftar (teh, herba, zat obat) sangat besar tetapi belum sepenuhnya dikonfirmasi.
The excavation uncovered several ancient tombs, potentially dating back to the Bronze Age.
Penggalian ini menemukan beberapa makam kuno, yang mungkin berasal dari zaman perunggu.
EN: The verb 'appear' followed by an infinitive ('to contain') is used as a hedging device to express tentative assertions, indicating that the statement is based on available evidence but remains to be verified.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'appear' yang diikuti oleh infinitive ('to contain') digunakan sebagai 'penyesuaian makna/penghindaran' (hedging) untuk menyatakan pernyataan yang tidak pasti, menunjukkan bahwa pernyataan tersebut didasarkan pada bukti yang ada tetapi masih perlu diverifikasi.
The manuscript appears to be written in a rare medieval dialect.
Naskah ini tampaknya ditulis dalam dialek langka dari abad pertengahan.
EN: This sentence employs an inverted conditional structure (conditional inversion) where 'Should' replaces 'If' and the subject-verb order is inverted. This is a highly formal register used to express a hypothetical situation in the future or present, equivalent to 'If these organic materials should prove...'.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur kalimat kondisional terbalik (inversi kondisional), menggantikan 'If' dengan 'Should', dan membalik urutan subjek dan kata kerja. Ini adalah gaya bahasa yang sangat formal, digunakan untuk menyatakan asumsi tentang situasi saat ini atau masa depan, setara dengan 'If these organic materials should prove...'.
Should you require any further assistance, please do not hesitate to contact our office.
Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kantor kami kapan saja.
EN: The verb 'prove' is used here as a copular (linking) verb meaning 'to turn out to be' or 'to be found to be'. It is followed by an infinitive phrase ('to be authentically preserved') acting as the subject complement.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'prove' di sini digunakan sebagai kata kerja penghubung, yang berarti 'hasilnya adalah' atau 'ditemukan sebagai'. Setelahnya diikuti oleh frasa infinitif ('to be authentically preserved') sebagai pelengkap subjek.
The initial reports proved to be highly inaccurate.
Laporan awal terbukti sangat tidak akurat.
EN: The modal verb 'would' is used in the main clause ('they would constitute...') to express a hypothetical result or consequence of the conditional clause introduced by 'Should'. This maintains the conditional harmony of the sentence.
Bahasa Indonesia: Dalam klausa utama, kata kerja modal 'would' ('they would constitute...') digunakan untuk menunjukkan hasil atau akibat hipotetis yang dihasilkan oleh klausa kondisional yang dipimpin oleh 'Should'. Ini menjaga konsistensi suasana kondisional dalam kalimat.
Without your timely intervention, the project would fail.
Jika tanpa intervensi tepat waktu Anda, proyek itu akan gagal.
EN: The passive structure 'has been attributed to' is used to explain the cause of a current state or situation. 'Attribute A to B' means to believe that A is the result of B; in its passive form, 'A has been attributed to B' emphasizes the result (A) and presents the cause (B) objectively, which is highly common in academic and formal journalistic writing.
Bahasa Indonesia: Struktur pasif 'has been attributed to' digunakan untuk menjelaskan penyebab dari suatu keadaan atau situasi. Struktur aktif 'attribute A to B' berarti menganggap A sebagai hasil dari B; dalam kalimat pasif, 'A has been attributed to B' menekankan hasil (A) dan menyajikan penyebab (B) secara objektif. Ini sangat umum dalam penulisan akademis dan berita formal.
The sudden increase in sales has been attributed to the successful social media campaign.
Peningkatan penjualan yang tiba-tiba dikaitkan dengan kampanye media sosial yang sukses.
EN: The non-defining relative clause introduced by ', which' is used to add extra, non-essential information about the preceding noun phrase ('the wreck's considerable depth'). Unlike defining relative clauses, it is preceded by a comma and cannot use the pronoun 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang dipandu oleh ', which' digunakan untuk menambahkan informasi tambahan yang tidak penting pada frasa kata benda sebelumnya ('the wreck's considerable depth', yaitu kedalaman bangk yang cukup dalam). Berbeda dengan klausa relatif restriktif, ia harus didahului oleh koma dan tidak dapat menggunakan kata ganti 'that'.
The museum houses a rare collection of ancient coins, which was donated by a local philanthropist.
Museum ini menyimpan koleksi koin kuno langka, yang disumbangkan oleh seorang dermawan setempat.
EN: The verb pattern 'shield someone/something from something' is used to describe protection from danger, damage, or unpleasant experiences. 'From' is the preposition that introduces the source of potential harm.
Bahasa Indonesia: Struktur kata kerja 'shield someone/something from something' digunakan untuk menggambarkan perlindungan dari bahaya, kerusakan, atau pengalaman yang tidak menyenangkan. Kata depan 'from' digunakan untuk memperkenalkan sumber bahaya potensial.
The thick concrete walls shield the laboratory equipment from external electromagnetic interference.
Dinding beton tebal melindungi peralatan laboratorium dari gangguan elektromagnetik eksternal.
EN: The introductory 'it' acts as a preparatory (or dummy) subject, shifting the real subject—the infinitive phrase 'to encounter such well-maintained 18th-century maritime remains'—to the end of the clause for better sentence balance.
Bahasa Indonesia: Kata pengantar 'it' berfungsi sebagai subjek formal (atau subjek dummy), memindahkan subjek sebenarnya—frasa infinitif 'to encounter such well-maintained 18th-century maritime remains'—ke akhir klausa agar struktur kalimat lebih seimbang.
It is extremely difficult to locate the ancient ruins without a local guide.
Tanpa pemandu lokal, menemukan reruntuhan kuno itu sangatlah sulit.
EN: The present participle clause 'making this find...' functions as an adverbial clause of result, modifying the entire preceding clause. It describes the consequence or effect of the main situation.
Bahasa Indonesia: Klausa yang dipimpin oleh present participle 'making this find...' berfungsi sebagai klausa adverbial hasil, memodifikasi seluruh klausa sebelumnya, untuk menggambarkan konsekuensi atau dampak yang ditimbulkan oleh situasi klausa utama.
The heavy rain continued for hours, causing severe flooding in the low-lying areas.
Hujan deras berlangsung selama berjam-jam, menyebabkan banjir parah di daerah dataran rendah.
EN: The comparative modifier 'all the more' is used before comparative adjectives (like 'more scientifically significant') to mean 'even more' or 'especially,' emphasizing that a specific circumstance increases the quality described.
Bahasa Indonesia: Modifikator komparatif 'all the more' digunakan sebelum kata sifat komparatif (seperti 'more scientifically significant'), yang berarti 'semakin' atau 'terutama', untuk menekankan bahwa situasi tertentu membuat kualitas yang dijelaskan menjadi lebih menonjol.
Her dedication to the project made her success all the more inspiring.
Dedikasinya terhadap proyek itu membuat kesuksesannya tampak lebih menginspirasi.
EN: The subordinating conjunction 'as' is used here to express simultaneous actions or developments, meaning 'at the same time that' or 'in proportion to the fact that'. It establishes a temporal and causal link between the preparation of the archaeologists and the status of the shipwreck.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'as' di sini digunakan untuk menunjukkan tindakan atau perkembangan yang terjadi secara bersamaan, yang berarti 'sementara' atau 'seiring dengan...'. Ini membangun hubungan temporal dan kausal antara persiapan para arkeolog dan keadaan yang ditunjukkan oleh bangkai kapal.
As the technology improves, scientists are able to explore deeper parts of the ocean.
Seiring dengan kemajuan teknologi, para ilmuwan dapat menjelajahi wilayah laut yang lebih dalam.
EN: The phrasal verb 'stand as' means to serve as, represent, or be a prominent example of something. It is often used in formal writing to describe how an object or concept is perceived in a particular role.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'stand as' berarti 'berdiri sebagai, mewakili' atau 'berfungsi sebagai contoh yang menonjol dari...'. Ini sering digunakan dalam tulisan formal untuk menggambarkan citra atau status suatu objek atau konsep dalam peran tertentu.
The ancient ruins stand as a monument to the region's rich cultural heritage.
Reruntuhan kuno ini adalah saksi sejarah warisan budaya yang kaya di kawasan tersebut.
EN: The present participle phrase 'offering...' acts as an adjective modifying the noun phrase 'a compelling underwater time capsule'. This is a reduced relative clause (which offers...) used to provide additional active information about the noun.
Bahasa Indonesia: Frasa partisip present 'offering...' di sini berfungsi sebagai kata sifat, memodifikasi frasa nomina 'a compelling underwater time capsule' (kapsul waktu bawah air yang memikat). Ini adalah bentuk ringkas dari klausa relatif (which offers...), yang memberikan informasi tambahan aktif tentang nomina tersebut.
The museum opened a new exhibition, attracting thousands of visitors in its first week.
Museum membuka pameran baru yang menarik ribuan pengunjung pada minggu pertama.
EN: The term 'time capsule' is metaphorically used in archaeology to describe a site or object that has been perfectly preserved, sealing in historical evidence from a specific moment in time. The Skagerrak Strait shipwreck, due to its extreme depth and lack of oxygen, acts as a physical time capsule of 18th-century Northern European maritime trade.
Bahasa Indonesia: Istilah 'kapsul waktu' sering digunakan secara metaforis dalam arkeologi untuk menggambarkan situs atau artefak yang terawetkan dengan sangat baik, yang menyimpan bukti dari momen sejarah tertentu. Bangkai kapal di Selat Skagerrak ini, karena berada di perairan yang sangat dalam dan kekurangan oksigen, berperan sebagai kapsul waktu nyata dari perdagangan maritim Eropa Utara abad ke-18.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Luar biasa, menakjubkan
Dalam konteks: utuh
Dalam konteks: digali, ditemukan
Dalam konteks: keahlian, kepakaran
Dalam konteks: tanpa batas waktu
Dalam konteks: antisipasi, harapan
Dalam konteks: secara autentik, benar-benar
Dalam konteks: membentuk, menyusun
Dalam konteks: degradasi, penurunan kualitas, kerusakan
Dalam konteks: berikutnya, selanjutnya
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
An unoccupied, highly maneuverable underwater robot controlled by a person on a surface vessel.
Kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV)
A container or situation that preserves items or information from a particular period, providing a vivid representation of that time.
Kapsul waktu
Systems of commercial shipping routes and connections by sea between different regions.
Jaringan perdagangan maritim