EN: News headlines often use the Present Simple tense ('Wins') to talk about recent past events to make the news feel more direct and exciting.
Bahasa Indonesia: Judul berita sering menggunakan simple present tense (seperti Wins) untuk menggambarkan peristiwa masa lalu yang baru saja terjadi, sehingga berita terdengar lebih langsung dan hidup.
Local player wins gold medal in Paris.
Atlet lokal memenangkan medali emas di Paris.
EN: In horse racing, '10-1 chance' (10-to-1 odds) means a horse is not expected to win, so its victory is considered a major upset or surprise.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya pacuan kuda, odds '10-1 (sepuluh banding satu)' berarti kuda ini tidak diunggulkan untuk menang, sehingga kemenangannya dianggap kejutan besar.
EN: Use 'called' after a noun to give its name or what people call it. It works like 'named'.
Bahasa Indonesia: Menambahkan 'called' setelah kata benda digunakan untuk menunjukkan 'nama' atau 'sebutan' orang atau benda tersebut.
I have a dog called Max.
Saya punya seekor anjing bernama Max.
EN: The International Stakes at York Racecourse is one of the premier Group 1 thoroughbred horse races in the UK, often featuring top-rated horses from around the world.
Bahasa Indonesia: International Stakes yang diadakan di York Racecourse adalah salah satu perlombaan pacuan kuda kelas satu (Grade 1) terkemuka di Inggris, yang setiap tahunnya menarik kuda-kuda pacu terbaik dari seluruh dunia.
EN: We use 'the favorite to + verb' to talk about the person, team, or animal that is most likely to win a competition.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "the favorite to + kata kerja" untuk menyatakan orang, tim, atau hewan yang paling diunggulkan dan paling mungkin menang dalam sebuah kompetisi (favorit).
She is the favorite to win the gold medal.
Dia adalah favorit kuat untuk meraih medali emas.
EN: In British sports terminology, particularly in horse racing, 'the favorite' refers to the competitor with the lowest betting odds, meaning the public and bookmakers expect them to win.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah olahraga Inggris (terutama pacuan kuda), 'the favorite' (kandidat kuat) merujuk pada peserta dengan odds terendah, yang berarti publik dan bandar taruhan paling yakin mereka akan menang.
EN: Use 'expect + [person/thing] + to + [verb]' to express what you think someone or something will do.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'expect + [orang/benda] + to + [kata kerja dasar]' untuk mengekspresikan bahwa Anda mengharapkan seseorang atau sesuatu akan melakukan tindakan apa.
I expect the train to arrive on time.
Saya memperkirakan kereta akan tiba tepat waktu.
EN: In horse racing, an unexpected winner is often called an 'underdog' or 'dark horse'. When odds are 10-1, it means the horse was not heavily favored by the betting public.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga pacuan kuda, pemenang yang tidak diunggulkan sering disebut 'underdog' atau 'kuda hitam (dark horse)'. Peluang 10-1 (bayar 10 kali lipat) berarti masyarakat umum tidak terlalu berharap kuda itu akan menang.
EN: Use comparative adjectives (like 'more popular') to compare two things or groups.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata sifat komparatif (seperti 'more popular', yang berarti 'lebih populer') untuk membandingkan dua hal atau kelompok.
Dogs are more popular than cats in this town.
Di kota kecil ini, anjing lebih populer daripada kucing.
EN: In sports betting, '10-1' (ten-to-one) represents odds. It means if you bet $1, you could win $10 if the horse wins. Higher first numbers mean a lower expected chance of winning.
Bahasa Indonesia: Dalam taruhan olahraga (seperti pacuan kuda), '10-1' (dibaca ten-to-one) mewakili odds. Artinya jika Anda bertaruh 1 dolar dan kuda tersebut menang, Anda akan mendapat 10 dolar kembali. Semakin besar angka di depan, semakin rendah peluang kuda tersebut dianggap untuk menang.
EN: We use 'were' as the past tense of 'are' when the subject is plural (more than one person or thing).
Bahasa Indonesia: Ketika subjek berbentuk jamak (lebih dari satu orang atau benda), kita menggunakan 'were' sebagai bentuk lampau dari 'are'.
The two dogs were very happy.
Dua ekor anjing itu sangat bahagia saat itu.
EN: In horse racing, 'favorite' refers to the horse that most people expect to win and has the lowest betting odds.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga pacuan kuda, 'favorite' (kuda favorit) mengacu pada kuda yang diprediksi akan menang oleh kebanyakan orang dan memiliki odds terendah.
EN: Use 'thought' followed by 'would' to talk about past predictions or expectations about the future.
Bahasa Indonesia: Ketika kata kerja utama adalah bentuk lampau 'thought' (mengira/berpikir), bentuk masa depan-dalam-lampau yang berarti 'akan' setelahnya harus menggunakan 'would' bukan 'will'.
I thought it would rain today.
Saya mengira hari ini akan hujan.
EN: Use ordinal numbers (first, second, third, fourth...) after verbs like 'finish' to describe a position or place in a race or competition.
Bahasa Indonesia: Setelah kata kerja seperti 'finish' (menyelesaikan/mendapat peringkat), dapat menggunakan bilangan ordinal (pertama, kedua, ketiga, keempat...) untuk menunjukkan peringkat dalam perlombaan.
She finished second in the running race.
Dia meraih posisi kedua dalam perlombaan lari.
EN: In horse racing sports, finishing 'third' or 'fourth' for top favorite horses is considered a major failure, as spectators and bettors expect them to win (first place) or at least place second.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga pacuan kuda, bagi kuda favorit yang diharapkan menang, hanya meraih 'posisi ketiga' atau 'posisi keempat' dianggap sebagai kekalahan besar, karena penonton dan petaruh biasanya mengharapkan mereka memenangkan perlombaan (posisi pertama) atau setidaknya menjadi juara kedua.
EN: We use 'called + [name]' after a noun to show what someone or something is named.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'called + [nama]' setelah kata benda untuk menjelaskan nama seseorang atau sesuatu.
A girl called Mia helped me yesterday.
Seorang gadis bernama Mia membantu saya kemarin.
EN: Use 'It looked like...' to describe how something appeared in the past, often when guessing an outcome.
Bahasa Indonesia: Gunakan "It looked like..." (sepertinya...) untuk mendeskripsikan bagaimana sesuatu terlihat di masa lalu, sering digunakan untuk memperkirakan hasil di masa lalu.
It looked like it would rain yesterday.
Kemarin sepertinya akan hujan.
EN: Use 'because' to give a reason. It connects the result with the cause.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'because' (karena) untuk menjelaskan alasan, digunakan untuk menghubungkan hasil dan penyebab.
He stayed home because it was raining.
Dia tinggal di rumah karena saat itu sedang hujan.
EN: In horse racing, track conditions (often called 'going') play a huge role in the outcome. Wet and soft ground requires more stamina, which can tire out horses that prefer firm ground.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga pacuan kuda, kondisi lintasan (biasanya disebut going) sangat memengaruhi hasil perlombaan. Lintasan yang basah dan lunak membutuhkan lebih banyak tenaga, sehingga kuda yang menyukai lintasan keras akan lebih cepat lelah.
EN: We use the simple past tense to talk about actions that happened and finished in the past. Here, 'rode' is the past form of 'ride'.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan simple past tense untuk menggambarkan tindakan yang terjadi dan selesai di masa lalu. Di sini, "rode" adalah bentuk lampau dari "ride" (menunggang).
He rode his bike to school yesterday.
Dia bersepeda ke sekolah kemarin.
EN: In horse racing terminology, 'at the end' refers to the home stretch or the final segment of the race, where jockeys push their horses to sprint for the finish line.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah pacuan kuda, 'at the end' (saat-saat terakhir) merujuk pada tahap sprint akhir lintasan, di mana joki akan mengerahkan seluruh tenaga untuk memacu kuda menuju garis finis.
EN: Use 'by + [measurement]' to show the difference or margin in a result, such as winning a race.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'by + [satuan/selisih]' untuk menyatakan selisih menang kalah dalam pertandingan atau kompetisi.
She won the race by two seconds.
Dia memenangkan perlombaan dengan selisih dua detik.
EN: In horse racing, 'won by a head' is a traditional term referring to a very narrow margin of victory, literally the length of a horse's head.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga balap kuda, 'won by a head' (menang dengan selisih satu kepala) adalah istilah tradisional yang menggambarkan selisih kemenangan yang sangat kecil, secara harfiah berarti hanya berbeda sejauh satu kepala kuda.
EN: Use 'A is B' (Subject + is + Noun) to give a definition or explain what something means.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola kalimat 'A + is + B' untuk mendefinisikan atau menjelaskan arti sesuatu.
A mile is a unit of distance.
Mil adalah satuan jarak.
EN: In horse racing, margins of victory are often described using horse body parts, such as 'by a nose', 'by a head', or 'by a neck'. 'Winning by a head' means the winning horse was ahead by just the length of its head.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga pacuan kuda, selisih menang-kalah sering diukur dengan bagian tubuh kuda, misalnya 'by a nose' (selisih satu hidung), 'by a head' (selisih satu kepala), atau 'by a neck' (selisih satu leher). 'Menang by a head' berarti kuda yang menang hanya unggul sekitar satu kepala kuda, jarak yang sangat kecil.
EN: Use the phrase 'in total' at the end of a phrase to talk about the final count or complete amount of something.
Bahasa Indonesia: Menambahkan 'in total' di akhir kalimat dapat digunakan untuk menunjukkan jumlah total atau kuantitas keseluruhan dari sesuatu, artinya 'total'.
There are twenty students in total.
Total ada dua puluh siswa.
EN: Use '[number] of [plural pronoun/noun]' to talk about a specific count out of a larger group.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola '[angka] + of + [kata ganti/kata benda jamak]' untuk menyatakan mengambil 'beberapa di antaranya' dari suatu kelompok.
She answered three of them correctly.
Dia menjawab benar tiga soal di antaranya.
EN: Use 'was' with adjectives (like 'happy') to describe how someone felt in the past.
Bahasa Indonesia: Gunakan "was" dengan kata sifat (misalnya "happy") untuk menggambarkan perasaan atau keadaan seseorang di masa lalu.
My teacher was very happy yesterday.
Guru saya sangat senang kemarin.
EN: We can report what someone said by placing another simple clause after the verb 'said'. The word 'that' is often left out in spoken or simple English.
Bahasa Indonesia: Kita dapat menggunakan kata kerja "said" (berkata) diikuti dengan klausa sederhana untuk menyampaikan apa yang seseorang katakan. Dalam bahasa lisan atau bahasa Inggris sederhana, kata hubung "that" sering dihilangkan.
He said the game is very easy.
Dia berkata permainan ini sangat sederhana.
EN: In sports and horse racing, saying an athlete or horse is 'a different horse/player now' is a common idiom meaning they have improved significantly compared to their past performance.
Bahasa Indonesia: Dalam acara olahraga atau pacuan kuda, menggambarkan seorang atlet atau kuda "sekarang berbeda" (a different horse/player now) adalah idiom umum yang menunjukkan kemampuan mereka telah meningkat pesat dan mengalami terobosan dibandingkan masa lalu.
EN: Use 'anything is possible' to say that any outcome can happen. You can add 'for + person/thing' to show who or what you are talking about.
Bahasa Indonesia: Gunakan "anything is possible" untuk mengekspresikan "apa pun bisa terjadi". Setelah itu dapat ditambahkan "for + orang atau benda" untuk menjelaskan untuk siapa atau apa hal itu berlaku.
Anything is possible if you work hard.
Jika kamu berusaha, apa pun mungkin terjadi.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
The sport or business of racing horses.
Balap kuda
To overtake or move past someone or something by running.
Berlari melewati, menyalip
A margin of victory in horse racing equal to the length of a horse's head.
Menang dengan selisih sangat kecil sepanjang kepala kuda.
Including everything or everyone; altogether.
Total, keseluruhan