EN: Possessive Adjectives: 'My' is a possessive adjective used before a noun (name) to show ownership or relationship.
Bahasa Indonesia: Kata ganti kepunyaan: 'My' adalah kata sifat kepunyaan, digunakan sebelum kata benda (name), untuk menunjukkan kepemilikan atau hubungan.
My favorite color is blue.
Warna favorit saya adalah biru.
EN: The Linking Verb 'Be': In the sentence 'My name is...', 'is' acts as a copula (linking verb) to connect the subject to the subject complement.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung 'Be': Dalam pola kalimat 'My name is...', 'is' berfungsi sebagai kata kerja penghubung, digunakan untuk menghubungkan subjek dengan pelengkap subjek.
His brother is a doctor.
Kakak laki-lakinya adalah seorang dokter.
EN: In English-speaking cultures, it is common to introduce yourself with your first name followed by your last name (given name + family name).
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, saat memperkenalkan diri biasanya menyebutkan nama depan (First Name) terlebih dahulu, baru kemudian nama belakang (Last Name).
EN: The verb 'to be' (am/is/are) is used to introduce oneself or state an identity. In this sentence, 'I'm' is a contraction of 'I am', which is common in spoken English.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung 'to be' (am/is/are) digunakan untuk memperkenalkan diri atau menyatakan identitas. Dalam kalimat ini, 'I'm' adalah singkatan dari 'I am', yang sangat umum dalam bahasa Inggris lisan.
I'm a student from Taiwan.
Saya adalah seorang siswa dari Taiwan.
EN: The phrase 'Nice to meet you' is a standard elliptical sentence where 'It is' is omitted at the beginning. It follows the pattern: Adjective + to + Verb (Infinitive).
Bahasa Indonesia: Frasa 'Nice to meet you' adalah kalimat elips standar, di mana 'It is' dihilangkan di awal kalimat. Ini mengikuti struktur pola kalimat 'kata sifat + to + kata kerja (infinitif)'.
It's good to see you again.
Senang bertemu denganmu lagi.
EN: In English-speaking cultures, it is common to provide your full name (First Name + Last Name) in slightly more formal or professional introductions, even if the setting is a friendly gathering.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, bahkan dalam pertemuan santai, memberikan nama lengkap (nama depan + nama belakang) dalam situasi perkenalan yang agak formal atau profesional adalah hal yang umum.
EN: The adverb 'too' is used to mean 'also' or 'as well.' In polite responses like 'Nice to meet you too,' it is placed at the end of the sentence to reciprocate the sentiment expressed by the first speaker.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'too' berarti 'juga'. Dalam balasan sopan seperti 'Nice to meet you too', kata ini diletakkan di akhir kalimat untuk menanggapi perasaan yang sama yang diungkapkan oleh lawan bicara.
I am a student too.
Saya juga seorang siswa.
EN: Wh-questions with 'be' verbs: To ask about origin or location, we use the question word 'Where' followed by the verb 'are' and the subject 'you'. The preposition 'from' indicates the point of origin.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan Wh- menggunakan kata kerja be: Untuk menanyakan asal atau lokasi, kita menggunakan kata tanya 'Where', diikuti oleh kata kerja 'are' dan subjek 'you'. Kata depan 'from' menunjukkan tempat asal.
Where are they from?
Dari mana mereka berasal?
EN: In English-speaking cultures, 'Where are you from?' is a common and friendly way to start getting to know someone. However, if someone has a diverse background, they might answer with where they live now or where they grew up.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, "Where are you from?" adalah pembuka percakapan yang sangat umum dan ramah saat bertemu teman baru. Namun, bagi orang dengan latar belakang yang beragam, mereka mungkin menjawab dengan tempat tinggal saat ini atau tempat mereka dibesarkan.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses that show a contrast or unexpected change in situation.
Bahasa Indonesia: Kata hubung koordinatif "but" digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, menunjukkan kontras atau perubahan situasi.
I like coffee, but I don't like tea.
Saya suka kopi, tapi tidak suka teh.
EN: The Present Simple tense is used here to describe permanent states (origin) and current habits or long-term situations (residence).
Bahasa Indonesia: Present simple tense di sini digunakan untuk menggambarkan keadaan permanen (tempat asal) serta kebiasaan saat ini atau situasi jangka panjang (tempat tinggal).
She works in a bank.
Dia bekerja di bank.
EN: In international business or social contexts, it is common to mention both your hometown and your current city of residence to provide a fuller picture of your background.
Bahasa Indonesia: Dalam bisnis internasional atau situasi sosial, menyebutkan kampung halaman dan kota tempat tinggal saat ini secara bersamaan adalah hal yang umum, ini memungkinkan pihak lain untuk memahami latar belakang Anda secara lebih menyeluruh.
EN: The phrase 'What do you do for work?' is a standard way to ask about someone's profession. The first 'do' is an auxiliary verb used to form a question in the present simple tense, while the second 'do' is the main verb meaning 'to perform an action' or 'to work'.
Bahasa Indonesia: Frasa "What do you do for work?" adalah cara standar untuk menanyakan pekerjaan seseorang. "do" pertama adalah kata kerja bantu, digunakan untuk membentuk kalimat tanya present tense; "do" kedua adalah kata kerja utama, yang berarti "melakukan" atau "bekerja".
What do you do for a living?
Apa pekerjaan Anda untuk mencari nafkah?
EN: The use of 'That's interesting!' functions as a conversational filler or 'active listening' response. It shows engagement and encourages the speaker to continue sharing information.
Bahasa Indonesia: Gunakan "That's interesting!" sebagai pengisi percakapan atau respons "mendengarkan secara aktif". Ini menunjukkan keterlibatan dan mendorong pembicara untuk terus berbagi informasi.
That's wonderful! I'm so happy for you.
Itu luar biasa! Saya sangat senang untukmu.
EN: In many English-speaking cultures, asking 'What do you do?' is a very common icebreaker when meeting someone for the first time. It is generally considered a neutral and safe topic, unlike asking about someone's specific salary, which is often considered private.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, menanyakan "What do you do?" saat pertama kali bertemu adalah topik pemecah suasana yang sangat umum. Ini biasanya dianggap sebagai topik netral dan aman, tidak seperti menanyakan gaji spesifik yang dianggap privasi.
EN: The phrase 'work as' is used to specify a person's professional role or job title. It is followed by a noun phrase (usually an indefinite article + job title).
Bahasa Indonesia: Frasa "work as" digunakan untuk menentukan peran profesional atau jabatan seseorang. Biasanya diikuti oleh frasa kata benda (artikel tidak tentu + jabatan).
She works as a graphic designer for a fashion brand.
Dia bekerja sebagai desainer grafis di sebuah merek fesyen.
EN: The preposition 'at' is commonly used to indicate the specific workplace, institution, or organization where someone is employed.
Bahasa Indonesia: Preposisi "at" sering digunakan untuk menunjukkan tempat kerja, institusi, atau organisasi tertentu di mana seseorang bekerja.
My brother works at a local hospital.
Kakak laki-laki saya bekerja di rumah sakit setempat.
EN: In professional networking, it is common to mention both your job title and the type of company you work for to provide a clear picture of your professional background.
Bahasa Indonesia: Dalam sosialisasi profesional, biasanya Anda menyebutkan jabatan dan jenis perusahaan secara bersamaan agar orang lain memiliki pemahaman yang jelas tentang latar belakang profesional Anda.
EN: Present Perfect Continuous Tense: Formed with 'have/has + been + verb-ing', this tense is used to describe an action that started in the past and is still continuing in the present.
Bahasa Indonesia: Present Perfect Continuous: Terdiri dari 'have/has + been + present participle (V-ing)', digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dimulai di masa lalu dan masih berlanjut hingga sekarang.
I have been waiting for the bus for twenty minutes.
Saya sudah menunggu bus selama dua puluh menit.
EN: Interrogative Word 'How long': Used to ask about the duration of time or the length of an object.
Bahasa Indonesia: Kata tanya 'How long': Digunakan untuk menanyakan durasi waktu atau panjang suatu benda.
How long does it take to get to the airport?
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ke bandara?
EN: In Western professional contexts, asking 'How long have you been working there?' is a standard and polite way to show interest in someone's career path during small talk.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks sosialisasi profesional Barat, menanyakan 'Sudah berapa lama Anda bekerja di sana?' adalah cara standar dan sopan untuk menunjukkan ketertarikan pada karier orang lain saat berbasa-basi.
EN: Present Perfect Continuous (have/has + been + V-ing): This tense is used to describe an action that started in the past and is still continuing in the present, emphasizing the duration of the activity.
Bahasa Indonesia: Present Perfect Continuous (have/has + been + V-ing): Tenses ini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dimulai di masa lalu dan berlanjut hingga sekarang, menekankan durasi aktivitas tersebut.
She has been studying English since this morning.
Dia sudah belajar bahasa Inggris sejak pagi ini.
EN: Preposition 'for' with duration: 'For' is used to indicate a period of time (e.g., three years, two hours) to show how long an action has lasted.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'for' diikuti durasi waktu: 'for' digunakan untuk menunjukkan jangka waktu tertentu (misalnya: tiga tahun, dua jam), untuk menunjukkan berapa lama tindakan tersebut berlangsung.
They have lived in this city for ten years.
Mereka sudah tinggal di kota ini selama sepuluh tahun.
EN: In professional contexts, using the present perfect continuous to describe your job duration sounds more natural than the simple present, as it emphasizes your ongoing commitment and experience.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks profesional, menggunakan present perfect continuous untuk menjelaskan masa kerja terasa lebih alami daripada present simple, karena menekankan durasi waktu dan pengalaman yang terkumpul.
EN: The modal verb 'May' is used at the beginning of a sentence to ask for permission in a formal and polite manner. It is more formal than using 'Can'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu 'May' digunakan di awal kalimat untuk meminta izin secara formal dan sopan. Ini lebih formal daripada menggunakan 'Can'.
May I borrow your pen for a moment?
Boleh saya pinjam pulpen Anda?
EN: The verb 'join' is a transitive verb here, meaning to become a part of an ongoing activity or group without needing a preposition like 'in' or 'with'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'join' di sini berfungsi sebagai kata kerja transitif, yang berarti berpartisipasi dalam aktivitas yang sedang berlangsung atau bergabung dengan kelompok, langsung diikuti oleh objek tanpa kata depan.
Would you like to join our club?
Apakah Anda ingin bergabung dengan klub kami?
EN: In English-speaking social contexts, it is common to introduce yourself briefly before asking to join a group conversation. Using 'May I' shows respect for the existing group's dynamic.
Bahasa Indonesia: Dalam situasi sosial bahasa Inggris, memperkenalkan diri secara singkat sebelum meminta bergabung dalam percakapan kelompok adalah hal yang umum. Menggunakan 'May I' menunjukkan rasa hormat terhadap interaksi kelompok yang ada.
EN: The Present Continuous tense (be + verb-ing) is used here with the adverb 'just' to describe an action currently in progress, often implying that the action is simple or exclusive.
Bahasa Indonesia: Present continuous (be + verb-ing) di sini digunakan bersama adverbia 'just' untuk menjelaskan tindakan yang sedang berlangsung, biasanya menyiratkan bahwa tindakan tersebut sederhana atau hanya sebatas itu.
We are just looking around the store.
Kami hanya sedang melihat-lihat di dalam toko.
EN: Reflexive pronouns (ourselves) combined with 'to each other' emphasizes a reciprocal action within a group. 'Ourselves' is used when the subject and object are the same.
Bahasa Indonesia: Kata ganti refleksif (ourselves) dikombinasikan dengan 'to each other' untuk menekankan interaksi dalam kelompok. Gunakan kata ganti refleksif ketika subjek dan objek adalah orang yang sama.
They introduced themselves to the new neighbors.
Mereka memperkenalkan diri kepada tetangga baru.
EN: In Western social contexts, it is very common and polite to welcome someone into a conversation with phrases like 'Of course' or 'Please join us.' It shows openness and friendliness.
Bahasa Indonesia: Dalam situasi sosial Barat, menggunakan frasa seperti 'Of course' atau 'Please join us' untuk menyambut orang lain bergabung dalam percakapan adalah hal yang sangat umum dan sopan, menunjukkan sikap terbuka dan ramah.
EN: The adverb 'originally' is used to describe a person's place of birth or initial state before a change occurred. It is often paired with 'from' to indicate one's hometown or roots.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'originally' (aslinya, awalnya) digunakan untuk menjelaskan tempat lahir seseorang atau status awal sebelum terjadi perubahan. Kata ini sering digunakan bersama 'from' untuk menunjukkan kampung halaman atau asal-usul seseorang.
He is originally from Italy, but he moved to New York ten years ago.
Dia aslinya dari Italia, tetapi dia pindah ke New York sepuluh tahun yang lalu.
EN: The phrasal verb 'grow up' (past tense: grew up) refers to the process of spending one's childhood and maturing in a specific location.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "grow up" (bentuk lampau: grew up) mengacu pada proses menghabiskan masa kecil dan tumbuh dewasa di tempat tertentu.
I grew up in a small village near the mountains.
Saya tumbuh besar di sebuah desa kecil dekat pegunungan.
EN: In multicultural or urban settings, it is common to distinguish between where one was born ('originally from') and where one was raised ('grew up'), as people often move for education or work.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan multikultural atau perkotaan, membedakan tempat lahir (originally from) dan tempat dibesarkan (grew up) sangatlah umum, karena orang sering pindah untuk sekolah atau pekerjaan.
EN: Wh-questions with the verb 'to be': In English, when asking a question using a 'wh-' word (what, where, who, etc.) and the verb 'to be', the word order is: Wh-word + be + subject.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan Wh- dengan kata kerja 'to be': Dalam bahasa Inggris, saat menggunakan kata tanya Wh- (seperti what, where, who, dll.) dengan kata kerja 'to be', urutannya adalah: kata tanya + kata kerja be + subjek.
Where is your office?
Di mana kantor Anda?
EN: Possessive Adjectives: The word 'your' is a possessive adjective used to show ownership or relationship. It must be followed by a noun (hobbies).
Bahasa Indonesia: Kata sifat kepunyaan: 'your' adalah kata sifat kepunyaan, digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau hubungan. Kata ini harus diikuti oleh kata benda (hobbies).
What are your favorite colors?
Apa warna favorit Anda?
EN: In English-speaking cultures, asking about hobbies is a very common and safe 'small talk' topic when getting to know someone. It is considered friendly and helps find common interests.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menanyakan hobi adalah topik "basa-basi" (small talk) yang sangat umum dan aman saat pertama kali bertemu. Ini dianggap sebagai tanda keramahan dan membantu menemukan minat yang sama.
EN: The verb 'enjoy' is followed by a gerund (verb + -ing) when expressing an activity that someone likes doing. In this sentence, both 'photography' (a noun) and 'hiking' (a gerund) act as the objects of the verb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menunjukkan aktivitas yang disukai. Dalam kalimat ini, "photography" (fotografi, kata benda) dan "hiking" (mendaki, gerund) bersama-sama berfungsi sebagai objek dari kata kerja.
She enjoys swimming in the ocean.
Dia suka berenang di laut.
EN: The prepositional phrase 'on weekends' is used to describe a habitual action that happens every Saturday and Sunday. It functions as an adverbial of time.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "on weekends" digunakan untuk menggambarkan tindakan kebiasaan yang terjadi setiap hari Sabtu dan Minggu, berfungsi sebagai kata keterangan waktu dalam kalimat.
I usually visit my grandparents on weekends.
Saya biasanya mengunjungi kakek-nenek saya di akhir pekan.
EN: In many English-speaking cultures, discussing hobbies like hiking and photography is a common and positive way to build rapport during small talk. 'Hiking' is a particularly popular weekend activity in countries with accessible nature trails.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, mendiskusikan hobi seperti mendaki dan fotografi adalah cara yang umum dan positif untuk membangun hubungan baik dalam obrolan ringan (small talk). 'Mendaki' (Hiking) adalah aktivitas akhir pekan yang sangat populer di negara-negara dengan jalur alam yang nyaman.
EN: Linking Verbs (Sensory Verbs): Verbs like 'sound', 'look', or 'smell' are followed by an adjective to describe the subject. They do not take an adverb.
Bahasa Indonesia: Linking verbs (kata kerja sensorik): Kata kerja seperti 'sound' (terdengar), 'look' (terlihat), atau 'smell' (berbau) diikuti oleh kata sifat untuk mendeskripsikan subjek. Mereka tidak diikuti oleh kata keterangan.
The music sounds beautiful.
Musik ini terdengar indah.
EN: Gerunds as Objects: The verb 'like' can be followed by a gerund (verb + -ing) to express a general preference or hobby.
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai objek: Kata kerja 'like' dapat diikuti oleh gerund (kata kerja + -ing) untuk menyatakan kesukaan atau minat umum.
I like swimming in the ocean.
Saya suka berenang di laut.
EN: In English-speaking cultures, it is polite to show enthusiasm when someone shares their interests. Using adjectives like 'wonderful', 'great', or 'interesting' helps build rapport.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, sangat sopan untuk menunjukkan antusiasme ketika seseorang berbagi minat mereka. Menggunakan kata sifat seperti 'wonderful', 'great', atau 'interesting' membantu membangun hubungan sosial yang baik.
EN: The modal verb 'should' is used to make suggestions or give advice. It is followed by the base form of the verb (bare infinitive).
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu 'should' digunakan untuk membuat saran atau memberikan nasihat. Ini diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (infinitif tanpa to).
We should try that new Italian restaurant.
Kita harus mencoba restoran Italia baru itu.
EN: The phrasal verb 'meet up' means to come together with someone intentionally, often for social purposes. 'Sometime' is an adverb referring to an unspecified time in the future.
Bahasa Indonesia: Phrasal verb 'meet up' berarti bertemu atau berkumpul (biasanya untuk tujuan sosial). 'Sometime' adalah kata keterangan yang mengacu pada waktu yang tidak ditentukan di masa depan.
Let's meet up for coffee sometime next week.
Mari kita bertemu untuk minum kopi kapan-kapan minggu depan.
EN: In many English-speaking cultures, suggesting to 'meet up sometime' is a common way to show friendliness, but it can sometimes be a polite social gesture rather than a firm commitment. If someone follows up with a specific time or place, they are serious about the invitation.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, menyarankan untuk 'bertemu kapan-kapan' adalah cara umum untuk menunjukkan keramahan, tetapi terkadang ini hanyalah basa-basi sosial yang sopan, bukan janji yang pasti. Jika seseorang kemudian menyarankan waktu atau tempat tertentu, itu berarti mereka serius mempertimbangkan undangan tersebut.
EN: The imperative 'Let's' (a contraction of 'let us') is used to make a suggestion or invite someone to do something together.
Bahasa Indonesia: Kalimat perintah 'Let's' (singkatan dari 'let us') digunakan untuk membuat saran atau mengajak seseorang melakukan sesuatu bersama.
Let's go to the park this afternoon.
Mari kita pergi ke taman sore ini.
EN: The word 'That' is a demonstrative pronoun used here to refer back to a previously mentioned idea or statement in the conversation.
Bahasa Indonesia: Kata 'That' adalah kata ganti penunjuk, digunakan di sini untuk merujuk pada ide atau pernyataan yang disebutkan sebelumnya dalam percakapan.
That sounds like a plan!
Kedengarannya seperti sebuah rencana!
EN: In professional or casual networking, 'exchanging contact information' often refers to sharing phone numbers, email addresses, or social media profiles like LinkedIn or Instagram.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks profesional atau sosial, "bertukar informasi kontak" biasanya berarti berbagi nomor telepon, alamat email, atau akun media sosial seperti LinkedIn atau Instagram.
EN: The structure 'What is [something] like?' is used to ask for a description of a person, place, or thing. 'Like' here functions as a preposition, not a verb.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat "What is [sesuatu] like?" digunakan untuk menanyakan deskripsi orang, tempat, atau benda. Di sini "like" adalah preposisi (seperti), bukan kata kerja (suka).
What is your new boss like?
Seperti apa bos barumu?
EN: The subordinate clause 'Before we go' uses the present simple tense to refer to a future action. This is common in time clauses starting with 'before', 'after', or 'when'.
Bahasa Indonesia: Klausa bawahan "Before we go" menggunakan present simple tense untuk menunjukkan tindakan di masa depan. Ini sangat umum dalam klausa adverbial waktu yang dimulai dengan before, after, atau when.
Call me before you leave the office.
Hubungi saya sebelum kamu meninggalkan kantor.
EN: Asking about someone's hometown is a very common and polite way to build rapport in English-speaking cultures. It shows interest in the person's background without being overly intrusive.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menanyakan kampung halaman seseorang adalah cara yang sangat umum dan sopan untuk membangun hubungan baik (rapport). Ini menunjukkan ketertarikan pada latar belakang orang lain tanpa terlihat terlalu menyinggung.
EN: The preposition 'with' is used here to describe the features or characteristics of a noun (a big city). It functions as an adjective phrase to provide more detail.
Bahasa Indonesia: Preposisi "with" di sini digunakan untuk menggambarkan karakteristik atau fitur dari kata benda (kota besar). Fungsinya seperti frasa kata sifat, digunakan untuk memberikan detail lebih lanjut.
He lives in a house with a beautiful garden.
Dia tinggal di sebuah rumah dengan taman yang indah.
EN: The word 'lots of' is a common quantifier used with both countable and uncountable nouns to indicate a large amount. In this sentence, it modifies 'history' and 'culture'.
Bahasa Indonesia: "lots of" adalah penentu jumlah yang umum, dapat digunakan untuk kata benda yang dapat dihitung dan tidak dapat dihitung, yang berarti banyak. Dalam kalimat ini, ia memodifikasi "history" (sejarah) dan "culture" (budaya).
There are lots of people in the park today.
Ada banyak orang di taman hari ini.
EN: London is often described as a 'melting pot' of history and modernity. When British people talk about 'history and culture,' they are often referring to the city's long monarchy, world-class museums like the British Museum, and its diverse arts scene.
Bahasa Indonesia: London sering digambarkan sebagai "titik temu" antara sejarah dan modernitas. Ketika orang Inggris berbicara tentang "sejarah dan budaya", mereka biasanya merujuk pada monarki negara yang panjang, museum kelas dunia seperti British Museum, dan suasana seni yang beragam.
EN: The phrase 'would love to' (often contracted to 'd love to) is used to express a strong desire or wish to do something. It is more polite and emphasizes enthusiasm more than 'want to'.
Bahasa Indonesia: Frasa 'would love to' (sering disingkat menjadi 'd love to) digunakan untuk menyatakan keinginan atau harapan yang kuat untuk melakukan sesuatu. Ini lebih sopan daripada 'want to' dan lebih menekankan antusiasme.
I'd love to try that new Italian restaurant tonight.
Saya sangat ingin mencoba restoran Italia baru itu malam ini.
EN: The conjunction 'because' is used to introduce a subordinate clause that provides a reason or explanation for the action in the main clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinat 'because' digunakan untuk memperkenalkan klausa, memberikan alasan atau penjelasan untuk tindakan dalam klausa utama.
She stayed home because it was raining heavily.
Karena hujan turun sangat deras, dia tetap di rumah.
EN: London is world-famous for its free-entry national museums, such as the British Museum and the National Gallery, making it a top destination for museum lovers.
Bahasa Indonesia: London terkenal di dunia karena museum nasionalnya yang gratis biaya masuk, seperti British Museum dan National Gallery, menjadikannya tujuan utama bagi para pecinta museum.
EN: The structure 'It is + adjective + gerund (-ing)' is used to express a feeling or opinion about an action that has just occurred. In this case, 'meeting' refers to the interaction that just took place.
Bahasa Indonesia: Gunakan struktur "It is + kata sifat + gerund (-ing)" untuk mengekspresikan perasaan atau penilaian terhadap tindakan yang baru saja terjadi. Dalam kalimat ini, "meeting" merujuk pada proses interaksi yang baru saja berakhir.
It was great talking to you.
Sangat menyenangkan mengobrol dengan Anda.
EN: The phrase 'both of you' is used to refer to two people specifically. 'Both' functions as a determiner or pronoun to emphasize that the statement applies to each of the two individuals.
Bahasa Indonesia: Frasa "both of you" secara khusus merujuk pada "kalian berdua". Di sini "both" berfungsi sebagai penentu atau kata ganti untuk menekankan bahwa pernyataan tersebut berlaku untuk masing-masing dari kedua orang tersebut.
I hope both of you can come to the party.
Saya harap kalian berdua bisa datang ke pesta.
EN: In English-speaking cultures, it is polite to explicitly state that you enjoyed the meeting before departing. Using 'both of you' ensures everyone in the small group feels included in the farewell.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, adalah sopan untuk menyatakan dengan jelas bahwa Anda menikmati pertemuan tersebut sebelum pergi. Menggunakan "both of you" memastikan setiap orang dalam kelompok kecil merasa disertakan dalam ucapan perpisahan.
—