EN: The verb 'decide' is followed by a to-infinitive (to + base verb) to express a choice or plan made about a future action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "decide" (memutuskan) harus diikuti oleh infinitive (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keputusan atau rencana mengenai tindakan di masa depan.
She decided to buy a new laptop.
Dia memutuskan untuk membeli laptop baru.
EN: The verb 'learn' can be followed by a gerund (V-ing) or a noun to specify the subject or skill being acquired. Here, 'programming' acts as a noun (gerund) representing the activity.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "learn" (belajar) dapat langsung diikuti oleh kata benda atau gerund (V-ing) untuk menentukan subjek atau keterampilan yang dipelajari. Di sini, "programming" berfungsi sebagai gerund, mewakili aktivitas pemrograman.
He wants to learn cooking.
Dia ingin belajar memasak.
EN: The verb 'remember' can be followed by a gerund (verb-ing) to talk about a memory of a past action (remembering doing something). This contrasts with 'remember + to-infinitive', which means remembering to perform a duty or task in the future.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "remember" (ingat) diikuti oleh gerund (V-ing) menyatakan mengingat kembali sesuatu yang pernah dilakukan di masa lalu (ingat pernah melakukan sesuatu). Ini berbeda dengan "remember + infinitif (to V)" yang berarti mengingat untuk menyelesaikan tugas atau tanggung jawab di masa depan.
I remember meeting him at the conference last year.
Saya ingat pernah bertemu dengannya di konferensi tahun lalu.
EN: Possessive adjectives (such as 'my', 'your', 'his', 'her') are placed before ordinal numbers (like 'first', 'second') and other adjectives to show ownership of a specific item in a sequence.
Bahasa Indonesia: Kata sifat kepemilikan (seperti "my", "your", "his", "her") ditempatkan sebelum bilangan ordinal (seperti "first", "second") dan kata sifat lainnya, untuk menyatakan kepemilikan sesuatu dalam urutan tertentu.
This is my first time visiting New York.
Ini adalah kunjungan pertama saya ke New York.
EN: The verb 'forget' can be followed by an infinitive (to + verb) or a gerund (verb-ing) with a difference in meaning. 'Forget to do something' means to not remember to perform a task or duty. In contrast, 'forget doing something' means to lose the memory of a past action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "forget" (lupa) dapat diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) atau gerund (kata kerja + -ing), dan keduanya memiliki makna yang berbeda. "Forget to do something" berarti lupa melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan (sesuatu belum dilakukan); sedangkan "forget doing something" berarti lupa bahwa pernah melakukan sesuatu di masa lalu (sesuatu sudah dilakukan, tetapi ingatannya kabur).
Don't forget to lock the door when you leave.
Jangan lupa mengunci pintu saat keluar.
EN: An imperative sentence is used to give commands, instructions, or advice. Negative imperatives are formed by putting 'Don't' (Do not) before the base form of the verb.
Bahasa Indonesia: Kalimat imperatif digunakan untuk memberikan perintah, instruksi, atau nasihat. Struktur imperatif negatif adalah dengan menambahkan "Don't" (Do not, artinya "jangan") di depan kata kerja dasar.
Don't touch the hot stove.
Jangan sentuh kompor yang panas itu.
EN: In the software development and tech community, 'saving your code often' is a universal best practice and a common piece of advice given to beginners. It reflects a culture of caution, as unsaved progress can easily be lost due to unexpected crashes or power failures.
EN: The verb 'try' can be followed by a gerund (verb-ing) to mean experimenting with a new method or approach to see if it works. This is different from 'try + to-infinitive', which means making an effort to do something difficult.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "try" diikuti oleh gerund (V-ing) berarti "mencoba/merasakan" suatu metode atau pendekatan baru untuk melihat apakah berhasil. Ini berbeda dengan "try + infinitif (to V)" yang berarti "berusaha, berupaya" menyelesaikan sesuatu yang sulit.
I tried drinking warm milk before bed to sleep better.
Saya mencoba minum susu hangat sebelum tidur untuk memperbaiki kualitas tidur saya.
EN: The verb 'prefer' is used to state a general preference. It can be followed directly by a noun (e.g., 'a group') or a gerund (e.g., 'studying in a group') to show what the speaker likes better.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "prefer" digunakan untuk menyatakan preferensi pribadi (lebih suka). Kata kerja ini dapat langsung diikuti oleh nomina (misalnya "a group") atau gerund (misalnya "studying in a group") untuk menyatakan hal yang lebih disukai oleh pembicara.
I prefer tea to coffee.
Saya lebih suka teh daripada kopi.
EN: The verb 'enjoy' is followed by a gerund (verb-ing) when expressing an activity that someone derives pleasure from. It cannot be followed by an infinitive (to + verb).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/menyukai) harus diikuti oleh gerund (V-ing) sebagai objek, untuk menyatakan bahwa seseorang mendapatkan kesenangan dari suatu aktivitas. Perhatikan bahwa kata kerja ini tidak dapat diikuti oleh infinitif (to + V).
She enjoys playing the piano.
Dia suka bermain piano.
EN: The adjective 'tricky' means difficult to deal with or solve, requiring skill or caution. It commonly modifies nouns like 'problem', 'question', or 'situation'.
Bahasa Indonesia: Kata sifat "tricky" berarti "sulit, rumit, atau sulit ditangani", yang memerlukan keterampilan atau kehati-hatian. Kata ini sering digunakan untuk memodifikasi nomina seperti "problem" (masalah), "question" (pertanyaan), atau "situation" (situasi).
This is a tricky question to answer.
Ini adalah pertanyaan sulit yang sangat sulit dijawab.
EN: In professional and academic contexts in English-speaking cultures, expressing a love for 'solving tricky problems' is highly valued. It frames challenges not as obstacles, but as engaging puzzles, showcasing a proactive and positive 'can-do' attitude.
EN: The verb 'stop' can be followed by a gerund (V-ing) to mean ceasing or ending an action that was in progress. This is different from 'stop to do something', which means pausing one action in order to start another.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "stop" diikuti oleh gerund (V-ing) berarti menghentikan atau mengakhiri tindakan yang sedang berlangsung. Ini berbeda dengan "stop to do something" (berhenti melakukan sesuatu untuk melakukan hal lain).
He stopped smoking last year.
Dia berhenti merokok tahun lalu (menghentikan kebiasaan merokok).
EN: The phrase 'waste time/money on something' is used to express spending resources on something useless or unproductive. The preposition 'on' is followed by a noun or noun phrase.
Bahasa Indonesia: Frasa "waste time/money on something" digunakan untuk menyatakan menghabiskan waktu atau uang untuk hal yang tidak berguna atau tidak produktif. Preposisi "on" diikuti oleh nomina atau frasa nomina.
Don't waste money on things you don't need.
Jangan buang uangmu untuk hal-hal yang tidak kamu butuhkan.
EN: The verb 'plan' is followed by a to-infinitive (to + base verb) to express an intention or a future goal.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "plan" (merencanakan) diikuti oleh infinitive (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan niat atau tujuan di masa depan.
We plan to visit Japan next summer.
Kami berencana bepergian ke Jepang musim panas tahun depan.
EN: The word 'own' is used after a possessive adjective (my, your, his, her, etc.) to emphasize that something belongs to a specific person and no one else.
Bahasa Indonesia: Kata "own" (milik sendiri) digunakan setelah kata sifat kepemilikan (seperti my, your, his, her, dll.) untuk menekankan bahwa sesuatu dimiliki oleh orang tertentu, bukan orang lain.
She wants to start her own business.
Dia ingin mendirikan bisnisnya sendiri.
EN: The verb 'forget' can be followed by an infinitive (to + verb) to indicate that someone did not do something they were supposed to do. This is different from 'forget + gerund (-ing)', which means forgetting a past memory of doing something.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "forget" (lupa) diikuti oleh infinitive (to + kata kerja dasar) berarti lupa untuk melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Ini berbeda dengan "forget + gerund (-ing)", yang berarti lupa bahwa pernah melakukan sesuatu di masa lalu.
I forgot to lock the door when I left.
Saya lupa mengunci pintu saat keluar.
EN: The phrasal verb 'back up' means to make a copy of computer files to protect them from being lost. It can be used with or without an object. When used with a noun object, the noun can go between 'back' and 'up' or after 'up'.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "back up" berarti "mencadangkan", yaitu menyalin file komputer untuk mencegah kehilangan. Frasa ini dapat diikuti atau tidak diikuti oleh objek. Ketika digunakan dengan objek kata benda, kata benda tersebut dapat ditempatkan di antara "back" dan "up", atau setelah "up".
You should back up your photos regularly.
Kamu sebaiknya mencadangkan foto-fotomu secara teratur.
EN: The dummy subject 'It' is used to start the sentence when the real subject (the infinitive phrase 'to keep learning new tools') is too long. This structure 'It is + adjective + to-infinitive' keeps the sentence balanced and easy to understand.
Bahasa Indonesia: Subjek dummy "It" digunakan untuk memulai kalimat ketika subjek yang sebenarnya (frasa infinitif "to keep learning new tools") terlalu panjang. Struktur "It is + kata sifat + infinitif" ini menjaga keseimbangan kalimat sehingga lebih mudah dipahami.
It is necessary to back up your files daily.
Mencadangkan file Anda setiap hari adalah hal yang perlu.
EN: The verb 'keep' is followed by a gerund (V-ing) to express the continuation of an action or state.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "keep" diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menyatakan kelanjutan suatu tindakan atau keadaan.
She kept practicing the piano until late at night.
Dia terus berlatih piano hingga larut malam.
EN: In the fast-paced technology and professional world, 'keeping learning new tools' refers to the concept of lifelong learning and adaptability, which is highly valued in modern workplaces.
EN: The verb 'keep' is followed by a gerund (V-ing) to express the continuation of an action. In the past tense, 'kept' is used to show that an action was repeated or continued in the past.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "keep" diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menyatakan kelanjutan suatu tindakan. Dalam bentuk lampau, "kept" digunakan untuk menyatakan tindakan yang berulang atau berlanjut di masa lalu.
He kept running even though he was tired.
Meskipun lelah, dia tetap terus berlari.
EN: 'Until' is a conjunction used to show that an activity continues up to a specific time or event. In this sentence, it connects the main action (practicing) to the point in time when understanding occurred.
Bahasa Indonesia: 'Until' adalah konjungsi yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu aktivitas berlanjut hingga waktu atau peristiwa tertentu. Dalam kalimat ini, kata tersebut menghubungkan tindakan utama (berlatih) dengan titik waktu ketika pemahaman terjadi.
We stayed at the library until it closed.
Kami tinggal di perpustakaan sampai perpustakaan itu tutup.
EN: The verb 'hope' is followed by a to-infinitive (to + base verb) to express a desire or plan for the future. It indicates what the subject wants to happen.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "hope" (berharap) sering diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan harapan atau rencana di masa depan, yang menunjukkan hal yang ingin terjadi pada subjek.
I hope to visit Japan next year.
Saya berharap dapat bepergian ke Jepang tahun depan.
EN: 'Someday' is an adverb used to refer to an indefinite time in the future, often expressing a hope or goal that does not have a specific date yet.
Bahasa Indonesia: 'Someday' adalah adverbia yang digunakan untuk merujuk pada waktu yang tidak pasti di masa depan (suatu hari nanti), sering digunakan untuk menyatakan keinginan atau tujuan yang belum memiliki tanggal pasti.
She wants to buy a house someday.
Dia berharap suatu hari nanti bisa membeli rumah.
EN: In modern career discussions, 'working in technology' (or 'tech') is a highly popular aspiration globally. It doesn't only refer to coding, but also encompasses roles in product management, design, and marketing within tech companies.
EN: Gerund as Subject: A gerund (verb + -ing) can function as a noun and serve as the subject of a sentence. It is treated as a singular noun, so the verb that follows must be in the singular form (e.g., 'takes').
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai Subjek: Gerund (kata kerja + -ing) dapat berfungsi sebagai nomina dan berperan sebagai subjek dalam kalimat. Subjek gerund dianggap tunggal, sehingga kata kerja yang mengikutinya harus berbentuk tunggal (misalnya 'takes' dalam kalimat ini).
Learning a new language opens many doors.
Mempelajari bahasa baru dapat membuka banyak pintu kesempatan.
EN: The verb 'take' meaning 'require': The verb 'take' is commonly used to express that a certain amount of time, effort, or personal quality (like patience) is necessary to complete an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'take' yang berarti 'memerlukan': Kata kerja 'take' sering digunakan untuk menyatakan bahwa menyelesaikan suatu tindakan memerlukan waktu, usaha, atau kualitas pribadi tertentu (seperti kesabaran).
It takes courage to speak in public.
Berbicara di depan umum memerlukan keberanian.
EN: The verb 'decide' is followed by an infinitive (to + verb) to express an intention or a choice made about a future action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "decide" (memutuskan) harus diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keputusan atau niat terhadap tindakan di masa depan.
She decided to move to a new city.
Dia memutuskan untuk pindah ke kota baru.
EN: The preposition 'for' is used here to indicate purpose or beneficiary, showing that the action of learning a skill is intended to benefit 'my future'.
Bahasa Indonesia: Preposisi "for" di sini digunakan untuk menyatakan tujuan atau penerima manfaat, yang menunjukkan bahwa tindakan "mempelajari keterampilan" dilakukan untuk kepentingan "masa depan saya".
He is saving money for a new computer.
Dia sedang menabung untuk membeli komputer baru.
EN: The verb 'enjoy' is always followed by a gerund (verb-ing) when expressing an action that one likes doing. It cannot be followed by an infinitive (to + verb).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati/suka) ketika diikuti oleh kata kerja harus menggunakan bentuk gerund (V-ing), tidak boleh diikuti oleh infinitive (to + V). Ini digunakan untuk menyatakan kesenangan dalam melakukan suatu aktivitas.
She enjoys playing the piano in her free time.
Dia suka bermain piano saat waktu luang.
EN: The conjunction 'because' is used to introduce a subordinate clause that states the reason for the action in the main clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi "because" (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa subordinat yang menyatakan alasan, menjelaskan mengapa tindakan dalam klausa utama terjadi.
I stayed home because it was raining heavily.
Saya tinggal di rumah karena hujan turun sangat deras.
EN: The verb 'try' can be followed by a gerund (verb-ing) to mean experimenting with a new method to see if it works. In contrast, 'try to + verb' means making an effort to do something difficult.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "try" diikuti oleh gerund (V-ing) berarti "mencoba, merasakan" suatu metode baru untuk melihat hasilnya. Sebaliknya, "try + infinitif (to V)" berarti "berusaha, berupaya" menyelesaikan sesuatu yang sulit.
I tried drinking warm milk before bed to sleep better.
Saya mencoba minum susu hangat sebelum tidur untuk memperbaiki kualitas tidur saya.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses that show a contrast or unexpected result. It is preceded by a comma when connecting two complete sentences.
She wanted to buy the dress, but it was too expensive.
Dia ingin membeli gaun itu, tetapi harganya terlalu mahal.
EN: The verb 'stop' can be followed by a gerund (V-ing) to mean ceasing an action or habit. This is different from 'stop to do', which means pausing one activity in order to start another.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "stop" diikuti oleh gerund (V-ing) berarti "berhenti, menghentikan" suatu tindakan atau kebiasaan. Ini sangat berbeda dengan "stop to do" (berhenti melakukan sesuatu untuk melakukan hal lain).
He stopped drinking coffee late at night.
Dia berhenti minum kopi di larut malam.
EN: The adverb 'instead' is used to indicate that one action or thing replaces another. It often appears at the end of a sentence to mean 'rather than the alternative'.
Bahasa Indonesia: Adverbia "instead" digunakan untuk menyatakan "sebagai gantinya, malah", yang menunjukkan bahwa satu tindakan atau hal menggantikan yang lain. Kata ini sering diletakkan di akhir kalimat, yang berarti "bukan pilihan yang semula".
There was no bus, so we walked instead.
Tidak ada bus, jadi kami memilih berjalan kaki sebagai gantinya.
EN: The verb 'remember' can be followed by a gerund (V-ing) to talk about a memory of a past action (recalling something that already happened).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "remember" (ingat) diikuti oleh gerund (V-ing) menyatakan mengingat kembali sesuatu yang pernah dilakukan di masa lalu (ingat pernah melakukan sesuatu).
I remember visiting that beautiful beach when I was a child.
Saya ingat pernah pergi ke pantai yang indah itu saat kecil.
EN: The conjunction 'when' is used to introduce an adverbial clause of time, indicating that the action in the main clause ('feeling lost') happened at the same time as the action in the dependent clause ('saw my first error').
Bahasa Indonesia: Konjungsi "when" (ketika) digunakan untuk memperkenalkan klausa adverbia waktu, yang menunjukkan bahwa tindakan dalam klausa utama (merasa bingung) terjadi pada saat yang sama dengan tindakan dalam klausa bawahan (melihat kesalahan pertama).
I was sleeping when the phone rang.
Saya sedang tidur ketika telepon berdering.
EN: In programming culture, encountering 'errors' or bugs is a universal experience for beginners and experts alike. Feeling 'lost' is a common stage of the learning curve, and overcoming this frustration is considered a key milestone in becoming a developer.
EN: The verb 'refuse' is followed by a to-infinitive (to + base verb) to express that someone decides not to do something.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "refuse" (menolak) harus diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan bahwa seseorang memutuskan untuk tidak melakukan sesuatu.
He refused to answer the question.
Dia menolak untuk menjawab pertanyaan itu.
EN: The verb 'keep' (past tense 'kept') is followed by a gerund (verb-ing) to express that an action continues without stopping.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "keep" (bentuk lampau: kept, artinya terus-menerus) diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menyatakan bahwa suatu tindakan berlanjut tanpa henti.
She kept working despite being tired.
Meskipun lelah, dia tetap terus bekerja.
EN: The verb 'learn' is followed by a to-infinitive ('to' + base verb) when indicating that someone has acquired the ability or knowledge to perform an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "learn" (belajar) diikuti oleh infinitif ('to' + kata kerja dasar) ketika menyatakan bahwa seseorang telah mempelajari atau memperoleh kemampuan atau pengetahuan untuk melakukan sesuatu.
She learned to play the piano when she was young.
Dia belajar bermain piano saat masih kecil.
EN: The phrasal verb 'break (something) into (something)' means to divide or split a larger entity into smaller, more manageable parts.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja "break (something) into (something)" (memecah/membagi menjadi) berarti membagi atau memecah suatu keseluruhan yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.
We need to break the project into weekly tasks.
Kita perlu memecah proyek ini menjadi tugas-tugas mingguan.
EN: In modern education and project management (especially in programming and tech fields), 'breaking big problems into smaller steps' is a core concept known as 'decomposition'. It is highly valued as a critical thinking and problem-solving skill.
EN: The verb 'forget' can be followed by a gerund (verb-ing) to refer to a memory of a past action. 'Never forget doing something' means the speaker will always remember the experience of having done that action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "forget" (lupa) diikuti oleh gerund (V-ing) menyatakan lupa akan "sesuatu yang pernah dilakukan di masa lalu". "Never forget doing something" berarti "tidak akan pernah melupakan pengalaman atau kenangan melakukan sesuatu".
I will never forget visiting Paris for the first time.
Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman pertama kali mengunjungi Paris.
EN: The future simple tense with 'will' combined with the adverb 'never' is used to make a strong promise or statement about future determination or certainty.
Bahasa Indonesia: Simple future tense dengan "will" yang dikombinasikan dengan adverbia negatif "never" digunakan untuk membuat janji yang kuat, tekad, atau pernyataan pasti tentang masa depan.
She will never agree to this plan.
Dia tidak akan pernah menyetujui rencana ini.
EN: In the software engineering and tech community, writing and running one's 'first program' (often a simple 'Hello World' program) is considered a major milestone and a rite of passage. It represents the transition from a passive user to an active creator of technology.
EN: The verb 'plan' is followed by a to-infinitive ('to' + base verb) to express future intentions or goals.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "plan" (merencanakan) diikuti oleh infinitive (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan niat atau tujuan di masa depan.
She plans to start her own business next year.
Dia berencana untuk memulai bisnisnya sendiri tahun depan.
EN: The relative pronoun 'that' introduces an adjective clause (relative clause) to describe the noun 'app'. Since 'that' acts as the subject of the clause, it is followed directly by the verb 'helps'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti relatif "that" memperkenalkan klausa adjektiva (klausa relatif) untuk memodifikasi kata benda "app" (aplikasi). Dalam klausa ini, "that" berfungsi sebagai subjek, sehingga langsung diikuti oleh kata kerja "helps".
I want to buy a computer that runs fast.
Saya ingin membeli komputer yang berjalan dengan cepat.
EN: Gerund as Subject: A gerund (verb + -ing) can function as a noun and serve as the subject of a sentence. It is treated as a singular noun, so it takes a singular verb.
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai Subjek: Gerund (kata kerja + -ing) dapat berfungsi sebagai nomina dan menjadi subjek dalam kalimat. Subjek gerund dianggap tunggal, sehingga harus diikuti oleh kata kerja tunggal.
Learning a new language opens up many opportunities.
Mempelajari bahasa baru membuka banyak peluang.
EN: Present Perfect Tense with 'teach': The present perfect tense (have/has + past participle) is used here to describe an action that happened in the past but has a strong connection or result in the present. The structure 'teach + someone + to-infinitive' means to instruct someone to do something.
Bahasa Indonesia: Present Perfect Tense dengan teach: Di sini digunakan present perfect tense (have/has + past participle) untuk menggambarkan tindakan yang terjadi di masa lalu tetapi memiliki dampak atau hasil yang mendalam pada masa kini. Struktur "teach + seseorang + infinitif (to V)" berarti mengajarkan seseorang untuk melakukan sesuatu.
My father has taught me to respect others.
Ayah saya mengajari saya untuk menghormati orang lain.
EN: The dummy subject 'It' is used to replace a long subject (the infinitive phrase 'to imagine where this skill might lead') to keep the sentence balanced. The structure is 'It is + adjective + to-infinitive'.
Bahasa Indonesia: Subjek dummy "It" digunakan untuk menggantikan subjek asli yang terlalu panjang (frasa infinitive "to imagine where this skill might lead") agar struktur kalimat tetap seimbang. Struktur yang umum digunakan adalah "It is + kata sifat + infinitive".
It is important to back up your files every day.
Mencadangkan file-filemu setiap hari itu penting.
EN: An indirect question (noun clause) is used as the object of the verb 'imagine'. It follows the word order: question word (where) + subject (this skill) + verb (might lead).
Bahasa Indonesia: Kalimat tidak langsung (klausa kata benda) di sini berfungsi sebagai objek dari kata kerja "imagine". Urutan katanya adalah: kata tanya (where) + subjek (this skill) + kata kerja (might lead).
I don't know where she wants to go.
Saya tidak tahu ke mana dia ingin pergi.
EN: The relative clause 'I master' (with the relative pronoun 'that' or 'which' omitted) modifies the noun phrase 'Every new tool'. In English, when the relative pronoun acts as the object of the relative clause, it is commonly omitted in casual and semi-formal contexts.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif "I master" (dengan kata ganti relatif that atau which yang dihilangkan) memodifikasi frasa nomina "Every new tool". Dalam bahasa Inggris, ketika kata ganti relatif berfungsi sebagai objek dalam klausa relatif, kata ganti tersebut sering dihilangkan dalam konteks lisan dan semi-formal.
Every book I read teaches me something new.
Setiap buku yang saya baca mengajarkan saya sesuatu yang baru.
EN: The subject 'Every new tool' is grammatically singular. Therefore, the main verb 'opens' must take the third-person singular ending '-s' to agree with the subject.
Bahasa Indonesia: Subjek "Every new tool" (setiap alat baru) secara gramatikal berbentuk tunggal. Oleh karena itu, kata kerja utama "opens" harus diberi akhiran orang ketiga tunggal "-s" agar sesuai dengan subjeknya.
Every student wants to succeed.
Setiap siswa ingin sukses.
EN: The phrase 'opens another door' is a common English idiom meaning to create new opportunities, possibilities, or pathways in life and career. It is often associated with learning and personal growth.
EN: The verb 'want' is a transitive verb that requires an infinitive (to + verb) as its object when expressing a desire to perform an action. In this sentence, 'want to learn' functions as the main verb phrase.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "want" (ingin) adalah kata kerja transitif yang memerlukan infinitif (to + kata kerja dasar) sebagai objek ketika menyatakan keinginan untuk melakukan suatu tindakan. Dalam kalimat ini, "want to learn" membentuk frasa kerja utama.
I want to learn how to play the piano.
Saya ingin belajar cara bermain piano.
EN: In English, information questions (Wh-questions) are formed by placing the question word (like 'What') at the beginning, followed by an auxiliary verb ('do'), the subject ('you'), and the base form of the verb ('want').
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, kalimat tanya informasi (Wh-questions) dibentuk dengan menempatkan kata tanya (seperti "What") di awal kalimat, diikuti oleh kata kerja bantu ("do"), subjek ("you"), dan kata kerja dasar ("want").
What sports do you want to play?
Olahraga apa yang ingin kamu mainkan?
EN: In English-speaking cultures, addressing someone directly by their first name (like 'Emma') at the end of a question is very common. It makes the conversation feel warm, personal, and direct, especially in casual or friendly dialogues.
EN: The verb 'decide' is followed by an infinitive (to + verb) to express a choice or plan made about a future action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "decide" (memutuskan) diikuti oleh infinitive (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan keputusan atau rencana mengenai tindakan di masa depan.
She decided to buy a new laptop.
Dia memutuskan untuk membeli laptop baru.
EN: The phrase 'graphic design' is an uncountable noun phrase referring to the art or profession of visual communication.
Bahasa Indonesia: Frasa "graphic design" (desain grafis) adalah frasa kata benda yang tidak dapat dihitung, merujuk pada seni atau bidang profesional komunikasi visual.
He has a degree in graphic design.
Dia memiliki gelar di bidang desain grafis.
EN: The verb 'remember' can be followed by a gerund (verb-ing) to talk about a memory of a past action (remembering something you already did). This contrasts with 'remember + to-infinitive', which means remembering to perform a duty or task in the future.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "remember" (ingat) diikuti oleh gerund (V-ing) menyatakan mengingat kembali sesuatu yang pernah dilakukan di masa lalu (ingat pernah melakukan sesuatu). Ini berbeda dengan "remember + infinitif (to V)" yang berarti mengingat untuk menyelesaikan tugas atau tanggung jawab di masa depan.
I remember meeting him at the conference last year.
Saya ingat pernah bertemu dengannya di konferensi tahun lalu.
EN: The verb 'try' followed by a to-infinitive ('try to do') means to make an effort or attempt to do something difficult. This is different from 'try + gerund' (try doing), which means to experiment with a new method to see if it works.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "try" diikuti oleh infinitif (try to V) berarti berusaha, mencoba menyelesaikan sesuatu yang sulit. Ini berbeda dengan "try + gerund (try V-ing)" yang berarti mencoba menggunakan cara baru untuk melihat hasilnya (mencoba-coba).
She tried to open the window, but it was stuck.
Dia mencoba membuka jendela, tetapi jendelanya macet.
EN: The negative imperative sentence is formed by placing 'Don't' (do not) at the beginning of the sentence, followed by the base form of the verb. It is used to give strong advice, instructions, or commands.
Bahasa Indonesia: Struktur kalimat imperatif negatif dibentuk dengan menempatkan "Don't" (do not) di awal kalimat, diikuti oleh kata kerja dasar. Sering digunakan untuk memberikan saran, instruksi, atau perintah yang kuat.
Don't touch the wet paint.
Jangan sentuh cat basah ini.
EN: The verb 'forget' can be followed by an infinitive ('to' + verb) to mean that someone must remember to perform a future action or duty.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "forget" diikuti oleh infinitive (to + kata kerja dasar) berarti "lupa untuk melakukan (sesuatu yang seharusnya dilakukan)", merujuk pada tindakan atau tanggung jawab yang belum selesai.
Don't forget to lock the door when you leave.
Jangan lupa mengunci pintu saat pergi.
EN: The verb 'stop' can be followed by a gerund (V-ing) to mean ceasing an activity or habit. This is different from 'stop to do something', which means pausing one activity in order to start another.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "stop" (berhenti) diikuti oleh gerund (V-ing) berarti menghentikan suatu tindakan atau kebiasaan yang sedang berlangsung. Ini berbeda dengan "stop to do something" (berhenti untuk melakukan hal lain).
He stopped smoking last year.
Dia berhenti merokok tahun lalu (menghentikan kebiasaan merokoknya).
EN: The reflexive pronoun 'myself' is used when the subject ('I') and the object of the action are the same person. The phrase 'compare A to B' is used to look for similarities or differences between two entities.
Bahasa Indonesia: Pronomina refleksif "myself" (diri saya sendiri) digunakan ketika subjek (I) dan penerima tindakan (objek) adalah orang yang sama. Frasa "compare A to B" digunakan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan antara A dan B.
I found myself looking at old photos.
Saya mendapati diri saya sedang melihat foto-foto lama.
EN: In modern self-development and wellness culture, 'comparing oneself to others' is often discussed as a source of anxiety, especially in the age of social media. The phrase reflects a conscious decision to focus on personal growth rather than external validation.
EN: The verb 'enjoy' is always followed by a gerund (verb-ing) when expressing pleasure in an activity. It cannot be followed by an infinitive (to + verb).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "enjoy" (menikmati) selalu diikuti oleh gerund (V-ing) ketika menyatakan suatu aktivitas, dan tidak dapat diikuti oleh infinitive (to + V). Ini digunakan untuk menunjukkan kenikmatan terhadap suatu kegiatan atau proses.
I enjoy reading books in the library.
Saya suka membaca buku di perpustakaan.
EN: The prepositional phrase 'with one's own hands' is used to emphasize that someone does something personally and physically, rather than using a machine or having someone else do it.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "with one's own hands" (dengan tangan sendiri) digunakan untuk menekankan bahwa seseorang melakukan sesuatu secara langsung dan nyata dengan tangannya sendiri, bukan menggunakan mesin atau dilakukan oleh orang lain.
EN: In Western culture, 'DIY' (Do It Yourself) and crafting things by hand are highly valued as forms of self-expression, relaxation, and personal achievement. Saying you enjoy making things 'with your own hands' often carries a sense of pride and connection to traditional craftsmanship.
EN: The verb 'plan' is followed by a to-infinitive (to + base verb) when expressing an intention to perform an action in the future.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "plan" (merencanakan) diikuti oleh infinitif (to + kata kerja dasar) untuk menyatakan tindakan atau niat yang ingin dilakukan di masa depan.
We plan to visit Japan next summer.
Kami berencana bepergian ke Jepang musim panas tahun depan.
EN: The verb 'take' is commonly used with 'course' or 'class' to mean enrolling in or participating in an educational program.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "take" sering digunakan dengan "course" (kursus) atau "class" (kelas) untuk menyatakan mendaftar, mengambil, atau mengikuti suatu kursus pengajaran.
She is taking a photography course this semester.
Dia sedang mengambil kursus fotografi semester ini.
EN: The verb 'try' can be followed by a gerund (verb-ing) to mean experimenting with a new method or action to see if it works or solves a problem. This is different from 'try + to-infinitive', which means making an effort to do something difficult.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "try" diikuti oleh gerund (V-ing) berarti "mencoba menggunakan metode baru atau melakukan suatu aktivitas" untuk melihat hasilnya. Ini berbeda dengan "try + infinitif (to V)" yang berarti "berusaha, berupaya menyelesaikan sesuatu yang sulit".
I tried drinking warm milk before bed, and I slept much better.
Saya mencoba minum susu hangat sebelum tidur, dan hasilnya tidur saya jauh lebih nyenyak.
EN: The coordinating conjunction 'and' is used to connect two independent clauses (complete sentences) that are closely related in thought. A comma is typically placed before 'and' when it connects two independent clauses.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "and" digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen (kalimat lengkap) yang gagasannya berkaitan erat. Ketika menghubungkan dua klausa independen, biasanya diberi koma sebelum "and".
She bought a new laptop, and she started her online course the next day.
Dia membeli laptop baru, dan keesokan harinya dia memulai kursus daringnya.
EN: The structure 'It is worth + V-ing' is used to state that an action is useful, helpful, or rewarding enough to justify the time, money, or effort spent on it. In this pattern, 'It' acts as a preparatory subject, and the real subject is the gerund phrase (V-ing) that follows.
Bahasa Indonesia: Struktur "It is worth + V-ing (gerund)" digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan sangat berguna, bermanfaat, atau berharga, sehingga layak untuk diinvestasikan waktu, uang, atau tenaga. Dalam pola kalimat ini, "It" berfungsi sebagai subjek dummy, sedangkan frasa gerund (V-ing) yang mengikutinya adalah subjek yang sebenarnya.
It is worth visiting the museum while you are in Paris.
Saat Anda di Paris, museum itu sangat layak untuk dikunjungi.
EN: The preposition 'for' is used here to indicate purpose, destination, or target. In the phrase 'for the future', it specifies that the skills being learned are intended to benefit or prepare the person for their upcoming life and career.
Bahasa Indonesia: Preposisi "for" di sini digunakan untuk menyatakan tujuan, sasaran, atau target. Dalam frasa "for the future", kata ini secara jelas menunjukkan bahwa mempelajari keterampilan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan memberikan manfaat bagi karier atau kehidupan di masa depan.
We should save money for the future.
Kita harus menabung untuk masa depan.
EN: The verb 'keep' is followed by a gerund (verb-ing) to express the continuation of an action. It means to do something repeatedly or continuously.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "keep" diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menyatakan kelanjutan suatu tindakan, yang berarti "terus-menerus melakukan sesuatu".
Keep trying, and you will find the answer.
Teruslah mencoba, maka kamu akan menemukan jawabannya.
EN: The structure 'Imperative sentence + and + simple future clause' is used to express a condition and its positive result. It translates to 'Do this, and then that will happen.'
Bahasa Indonesia: Struktur "kalimat imperatif + and + klausa simple future" digunakan untuk menyatakan kondisi dan hasil positif yang dihasilkannya. Artinya, "jika kamu melakukan hal ini, maka hal itu akan terjadi".
Study hard, and you will pass the exam.
Belajarlah dengan giat, dan kamu akan lulus ujian.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: kesabaran, kemampuan untuk menghadapi kesulitan atau menunggu dengan tenang
Dalam konteks: menolak, menyatakan tidak bersedia melakukan sesuatu
Dalam konteks: rumit, sulit ditangani, membutuhkan keterampilan
Dalam konteks: tablet
Dalam konteks: membandingkan, membandingkan (di sini dalam bentuk gerund, comparing)
Dalam konteks: menguasai, menguasai (teknologi atau bahasa)
Dalam konteks: tidak berguna, tidak berharga
Dalam konteks: membayangkan, mengimajinasikan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To make a copy of computer files to protect them from being lost.
mencadangkan (file komputer)
To go to bed later than usual.
begadang, tidak tidur
To stop trying to do something before you have finished.
menyerah
A class or series of lessons taught over the internet.
kursus online