Bagaimana Cara Menggunakan Kalimat yang Diawali dengan if? Pahami Zero Conditional dan First Conditional Sekaligus
Anda ingin mengatakan "jika besok hujan saya akan tinggal di rumah", lalu menulis If it will rain tomorrow..., tetapi merasa ada yang aneh. Ini adalah salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pembelajar bahasa Inggris: menambahkan will di dalam anak kalimat (klausa) syarat if.
Jangan khawatir, hampir semua orang pernah melakukan kesalahan ini, dan Anda bisa memperbaikinya sekaligus hanya dengan memahami satu trik kecil. Hari ini kita akan mulai dari dua jenis kalimat pengandaian yang paling dasar: zero conditional dan first conditional. Setelah membaca artikel ini, Anda akan bisa menulis kalimat if yang benar dan alami.
Apa itu Kalimat Pengandaian (Conditional Sentences)
Kalimat pengandaian adalah kalimat "jika A, maka B", yang terdiri dari dua bagian:
- klausa if (syarat): menjelaskan dalam situasi apa.
- klausa utama (hasil): menjelaskan apa yang akan terjadi.
Ada beberapa "tingkatan" kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris, perbedaannya terletak pada "seberapa nyata atau seberapa mungkin" hal tersebut terjadi. Hari ini kita akan membahas dua jenis yang paling sering digunakan dan paling mudah dipahami terlebih dahulu.
Zero Conditional: Membicarakan Fakta yang "Pasti Terjadi"
Zero conditional digunakan untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat yang selalu benar: hukum sains, kebenaran umum, atau kebiasaan pribadi. Selama syaratnya terpenuhi, hasilnya pasti terjadi tanpa pengecualian.
Rumusnya sangat sederhana:
- If + simple present, simple present
Kedua sisi menggunakan simple present karena Anda membicarakan hal yang "selalu demikian", tanpa ada masalah urutan waktu.
If you heat ice, it melts. (Jika Anda memanaskan es, es tersebut mencair.)
If I drink coffee at night, I can't sleep. (Jika saya minum kopi di malam hari, saya tidak bisa tidur.)
If you mix blue and yellow, you get green. (Jika Anda mencampur warna biru dan kuning, Anda mendapatkan warna hijau.)
Perhatikan kalimat ketiga: ini membicarakan kebenaran umum yang selalu berlaku setiap saat, tidak berhubungan dengan satu kejadian spesifik saja. Inilah inti dari zero conditional: ia membicarakan pola atau aturan, sebuah deskripsi tentang hal yang "selalu demikian".
Catatan kecil: kata if dalam zero conditional sering kali dapat diganti dengan when atau whenever, maknanya hampir sama karena keduanya membicarakan hal yang "selalu terjadi setiap kali syaratnya terpenuhi".
First Conditional: Membicarakan "Masa Depan yang Nyata dan Mungkin Terjadi"
First conditional digunakan untuk membicarakan hal yang mungkin terjadi di masa depan pada suatu waktu tertentu. Ini berbicara tentang prediksi atau rencana untuk situasi spesifik.
Rumusnya adalah:
- If + simple present, will + kata kerja dasar
Kuncinya adalah: klausa if menggunakan simple present, baru kemudian klausa hasil menggunakan will.
If it rains tomorrow, I will stay home. (Jika besok hujan, saya akan tinggal di rumah.)
If you study tonight, you will pass the test. (Jika kamu belajar nanti malam, kamu akan lulus ujian.)
If she calls me, I will tell her the news. (Jika dia menelepon saya, saya akan memberi tahu dia kabar tersebut.)
Apakah Anda melihatnya? Syarat-syarat seperti "hujan", "belajar", dan "menelepon" jelas-jelas merujuk pada masa depan, tetapi semuanya menggunakan simple present. Inilah bagian yang paling sering salah ditulis oleh banyak orang.
Satu Aturan Paling Penting: Jangan Letakkan will di dalam Klausa if
Jika Anda hanya mengingat satu hal dari artikel ini, harap ingat ini:
Gunakan simple present di dalam klausa syarat if, hilangkan will.
Mari kita lihat contoh benar dan salah:
- If it rains tomorrow ✓,
If it will rain tomorrow✗ - If you finish early ✓,
If you will finish early✗ - If I have time ✓,
If I will have time✗
will hanya ditempatkan di klausa hasil, yaitu bagian kalimat yang tidak memiliki if.
Trik yang Bisa Anda Bawa Pulang: Cari Tahu Terlebih Dahulu Mana yang Merupakan "Syarat"
Setiap kali menulis kalimat pengandaian, tanyakan pada diri sendiri satu pertanyaan: mana kalimat yang merupakan "syarat"?
- Temukan kalimat yang memiliki if, itulah syaratnya → gunakan simple present.
- Kalimat lainnya adalah hasil → gunakan will.
Gunakan metode ini untuk memeriksa kalimat di atas: "besok hujan" adalah syarat (menggunakan simple present yaitu rains), "saya tinggal di rumah" adalah hasil (menggunakan will stay). Anda bisa menilai benar atau salah dalam satu detik.
Zero Conditional vs First Conditional: Apa Bedanya?
Kedua jenis kalimat ini terlihat sangat mirip, perbedaannya terletak pada "seberapa pasti" hal yang Anda bicarakan:
- Zero Conditional: membicarakan kebenaran umum, sebab-akibat yang pasti terjadi, hasilnya menggunakan simple present.
- If you press this button, the light turns on. (Jika Anda menekan tombol ini, lampunya menyala.) — selalu demikian setiap saat.
- First Conditional: membicarakan masa depan yang mungkin terjadi pada satu kejadian tertentu, hasilnya menggunakan will.
- If you press this button, the alarm will ring. (Jika Anda menekan tombol ini, alarmnya akan berbunyi.) — sedang membicarakan situasi spesifik tertentu.
Cara mudah mengingatnya: gunakan zero conditional (hasil menggunakan simple present) saat membicarakan hal yang "always true", dan gunakan first conditional (hasil menggunakan will) saat membicarakan "kali ini mungkin terjadi".
Tambahan: Perbedaan Antara if dan when
Keduanya dapat mengawali kalimat pengandaian, perbedaannya terletak pada tingkat kepastiannya:
- when: hal tersebut pasti akan terjadi, hanya saja belum tahu kapan waktunya.
- When I get home, I will call you. (Ketika saya sampai di rumah, saya akan menelepon Anda.) — saya pasti akan sampai di rumah.
- if: hal tersebut belum tentu terjadi.
- If I have time, I will call you. (Jika saya punya waktu, saya akan menelepon Anda.) — belum tahu apakah nanti punya waktu atau tidak.
Memilih when atau if tergantung pada seberapa yakin Anda tentang "apakah hal tersebut akan terjadi atau tidak".
Jangan Lupa Tanda Koma
Aturan penggunaan tanda koma sangat sederhana, ini berkaitan dengan posisi klausa if:
- Klausa if di awal kalimat: harus ditambahkan tanda koma setelahnya.
- If it rains, I will stay home.
- Klausa if di akhir kalimat: tidak perlu menggunakan tanda koma.
- I will stay home if it rains.
Kedua cara penulisan ini memiliki arti yang sepenuhnya sama, cukup gunakan mana yang menurut Anda paling nyaman.
Rangkuman Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Sampai di sini, mari kita rangkum kesalahan-kesalahan yang paling sering dilakukan:
- Menambahkan will di dalam klausa if → ubah menjadi simple present.
If you will come✗ → If you come ✓. - Salah menggunakan will pada klausa hasil zero conditional → saat membicarakan kebenaran umum, gunakan simple present di kedua bagian. If you heat water, it boils. ✓.
- Lupa menambahkan tanda koma pada klausa if di awal kalimat → If you ask, I will help. ✓.
Asalkan Anda membiasakan diri untuk "mencari klausa syarat terlebih dahulu, lalu gunakan simple present pada klausa tersebut", kesalahan-kesalahan ini perlahan-lahan akan hilang.
Masih ada second conditional dan third conditional yang digunakan untuk membicarakan situasi pengandaian yang "kecil kemungkinannya" atau "tidak terjadi di masa lalu", kami akan menulis artikel lain untuk memandu Anda langkah demi langkah di masa mendatang. Kuasai dulu kedua jenis ini hari ini, dan Anda sudah bisa menangani sebagian besar kalimat if dalam bahasa Inggris sehari-hari.
Cara Berlatih di Loopy
Memahami aturan tata bahasa hanyalah langkah pertama, untuk benar-benar mengingatnya Anda perlu "menemuinya berulang kali dalam kalimat nyata". Loopy memasukkan zero conditional dan first conditional ke dalam kursus bertingkat, menyesuaikan dialog dan contoh kalimat yang tingkat kesulitannya paling mendekati tingkat kemampuan Anda (A1–B1), sehingga Anda dapat melihat penggunaan yang benar berulang kali dalam konteks alami dan secara bertahap membangun intuisi bahasa (feeling) Anda sendiri.
Ketika menemukan kosakata yang belum dikuasai, cukup ketuk sekali untuk melihat kamus, lengkap dengan pelafalan dan contoh kalimatnya. Pola kalimat yang telah dilatih akan masuk ke dalam tinjauan kurva memori, mengingatkan Anda untuk membacanya kembali tepat saat Anda hampir melupakannya, sehingga ingatan menjadi lebih kuat. Saat Anda ingin mulai berbicara, gunakan mode dengar dan tirukan untuk mengikuti penutur asli melafalkan If it rains tomorrow, I will stay home., mengubah aturan dari "sekadar paham" menjadi "bisa diucapkan".
Mulailah dari memahami di mana harus meletakkan simple present dan will, kumpulkan kalimat demi kalimat, dan Anda akan menyadari bahwa kalimat pengandaian sebenarnya sama sekali tidak sulit.