Scientists develop gene-edited wheat that can make toasted bread less carcinogenicIlmuwan kembangkan gandum hasil edit gen yang dapat mengurangi risiko karsinogenik pada roti panggang
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Researchers at Rothamsted Research in Hertfordshire have developed gene-edited wheat that produces bread with substantially reduced levels of acrylamide, a probable carcinogen.
Para peneliti di Rothamsted Research di Hertfordshire telah mengembangkan gandum hasil rekayasa genetika yang menghasilkan roti dengan kadar akrilamida, sebuah zat yang kemungkinan bersifat karsinogen, yang jauh lebih rendah.
#2
The breakthrough, achieved through CRISPR genome editing technology, could have profound implications for food safety across the baking industry worldwide.
Terobosan ini, yang dicapai melalui teknologi penyuntingan genom CRISPR, dapat memiliki implikasi mendalam bagi keamanan pangan di seluruh industri pembuatan roti di seluruh dunia.
#3
Wheat naturally contains free asparagine, an amino acid the plant utilises for nitrogen storage.
Gandum secara alami mengandung asparagin bebas, asam amino yang digunakan tanaman untuk penyimpanan nitrogen.
#4
When bread is baked, fried, or toasted, this compound undergoes a chemical transformation into acrylamide, which scientists have classified as a probable carcinogen.
Ketika roti dipanggang, digoreng, atau dibakar, senyawa ini mengalami transformasi kimia menjadi akrilamida, yang oleh para ilmuwan diklasifikasikan sebagai kemungkinan karsinogen.
#5
It is precisely this biochemical pathway that the CRISPR editing technique was designed to disrupt.
Jalur biokimia inilah yang dirancang untuk dihambat oleh teknik penyuntingan gen CRISPR.
#6
Two years of field trials have demonstrated that CRISPR-edited wheat can achieve significantly lower concentrations of free asparagine without compromising crop yields.
Uji coba lapangan selama dua tahun telah membuktikan bahwa gandum yang diedit dengan CRISPR dapat mencapai konsentrasi asparagin bebas yang jauh lebih rendah tanpa mengurangi hasil panen.
#7
Targeted edits to the gene responsible for asparagine production reduced the amino acid in grain by fifty-nine percent.
Penyuntingan ter target pada gen yang bertanggung jawab atas produksi asparagin mengurangi asam amino tersebut dalam biji-bijian sebesar lima puluh sembilan persen.
#8
Notably, bread and biscuits produced from this gene-edited wheat showed acrylamide levels so low that some samples fell below detectable limits after toasting.
Khususnya, roti dan biskuit yang dihasilkan dari gandum hasil edit gen ini menunjukkan kadar akrilamida yang sangat rendah sehingga beberapa sampel berada di bawah batas yang dapat dideteksi setelah dipanggang.
#9
The scientists compared CRISPR-edited wheat lines with conventionally modified varieties whose genetic material had been altered through chemical mutagenesis.
Para ilmuwan membandingkan galur gandum yang diedit dengan CRISPR dengan varietas yang dimodifikasi secara konvensional yang materi genetiknya telah diubah melalui mutagenesis kimia.
#10
Unlike the latter approach, which induces random mutations throughout the genome, CRISPR enables researchers to target specific genes with surgical precision.
Berbeda dengan pendekatan terakhir, yang menginduksi mutasi acak di seluruh genom, CRISPR memungkinkan peneliti untuk menargetkan gen tertentu dengan presisi bedah.
#11
Had this technology not been adapted from naturally occurring editing systems found in bacteria, such targeted modifications would remain beyond our reach.
Seandainya teknologi ini tidak diadaptasi dari sistem penyuntingan yang terjadi secara alami pada bakteri, modifikasi target yang presisi seperti itu akan tetap berada di luar jangkauan kita.
#12
Should regulatory bodies approve this gene-edited wheat for commercial cultivation, it could fundamentally reshape how the food industry addresses carcinogenic risks in baked goods.
Jika badan pengatur menyetujui gandum hasil suntingan gen ini untuk budidaya komersial, hal itu secara mendasar dapat membentuk kembali cara industri makanan menangani risiko karsinogenik dalam produk panggang.
#13
Experts have cautioned, however, that further long-term studies are essential before any widespread adoption.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa studi jangka panjang lebih lanjut sangat penting sebelum adopsi secara luas.
#14
Not only does this research represent a significant advance in crop science, but it also underscores the transformative potential of CRISPR technology in safeguarding public health.
Penelitian ini tidak hanya mewakili kemajuan signifikan dalam ilmu tanaman, tetapi juga menekankan potensi transformatif teknologi CRISPR dalam menjaga kesehatan masyarakat.