King Midas and the Golden Touch - 2Raja Midas dan Sentuhan Emas - 2
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Soon, King Midas was hungry.
Tak lama kemudian, Raja Midas merasa lapar.
#2
Time for breakfast, he said.
"Waktunya sarapan," katanya.
#3
He sat down at the table and picked up a piece of bread.
Dia duduk di meja dan mengambil sepotong roti.
#4
But when he touched it, it turned into gold.
Tetapi ketika dia menyentuhnya, roti itu berubah menjadi emas.
#5
"What? I can't eat this!" he said.
"Apa? Aku tidak bisa makan ini!" katanya.
#6
He grabbed a cup of water.
Dia menyambar segelas air.
#7
It, too, turned into gold.
Itu juga berubah menjadi emas.
#8
"Oh, no," Midas cried. "This is a curse, not a gift."
"Oh, tidak," teriak Midas. "Ini adalah kutukan, bukan hadiah."
#9
Just then, his lovely daughter ran into the room.
Tepat saat itu, putrinya yang cantik berlari masuk ke dalam ruangan.
#10
She looked at him.
Dia menatapnya.
#11
"Father!" she said. "Why are you upset?"
"Ayah!" katanya. "Mengapa Ayah bersedih?"
#12
"I made a terrible mistake," Midas said.
"Aku telah membuat kesalahan besar," kata Midas.
#13
He reached out to hug her, and she turned into gold.
Dia mengulurkan tangan untuk memeluknya, dan dia pun berubah menjadi emas.
#14
"No!" Midas yelled. "I don't want gold! I just want my daughter back!"
"Tidak!" teriak Midas. "Aku tidak mau emas! Aku hanya ingin putriku kembali!"
#15
Suddenly, the strange man appeared again.
Tiba-tiba, pria aneh itu muncul lagi.
#16
"What's wrong?" he asked.
"Ada apa?" tanyanya.
#17
Aren't you enjoying the golden touch?
Apakah Anda tidak menikmati sentuhan emas itu?
#18
"No!" cried Midas.
"Tidak!" tangis Midas.
#19
Please, take this golden touch away.
Tolong, ambil sentuhan emas ini.
#20
I don't want it anymore.
Saya tidak menginginkannya lagi.
#21
The stranger nodded.
Orang asing itu mengangguk.
#22
Go wash your hands in the river.
Pergilah mencuci tanganmu di sungai.
#23
That will break the spell.
Itu akan mematahkan kutukan.
#24
Midas ran to the river and washed his hands.
Midas lari ke sungai dan mencuci tangannya.
#25
The golden shine on them disappeared.
Kilau emas pada tangannya menghilang.
#26
Then he ran back to the castle and touched his daughter.
Kemudian dia lari kembali ke kastel dan menyentuh putrinya.
#27
She turned back into herself.
Dia kembali menjadi dirinya sendiri.
#28
"Oh, father!" she said. "I missed you!"
"Oh, Ayah!" katanya. "Aku merindukanmu!"
#29
"I missed you, too," Midas said, hugging her tight.
"Aku juga merindukanmu," kata Midas, memeluknya erat.
#30
Gold is not the most important thing.
Emas bukanlah hal yang paling penting.
#31
Love is.
Cintalah yang paling penting.
#32
From that day on, King Midas learned to be thankful for everything.
Sejak hari itu, Raja Midas belajar untuk bersyukur atas segalanya.
#33
He never wished for more gold again.
Dia tidak pernah lagi mengharapkan lebih banyak emas.