EN: We use 'always' before a main verb to show that an action happens 100% of the time. It is called an adverb of frequency.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "always" (selalu) sebelum kata kerja utama untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan terjadi 100% dari waktu. Ini disebut kata keterangan frekuensi.
I always drink milk in the morning.
Saya selalu minum susu di pagi hari.
EN: Use 'usually' before the main verb to talk about things you do most of the time.
Bahasa Indonesia: Tambahkan "usually" (biasanya) sebelum kata kerja utama untuk membicarakan hal-hal yang kamu lakukan sebagian besar waktu.
I usually drink milk in the morning.
Saya biasanya minum susu di pagi hari.
EN: In many English-speaking countries, breakfast is often a quick meal on weekdays (like cereal or toast), but eating breakfast with family is highly valued as a warm way to start the day when time permits.
EN: We use frequency adverbs like 'sometimes' to say how often we do an action. They usually go before the main verb.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata keterangan frekuensi seperti 'sometimes' (kadang-kadang) untuk menyatakan seberapa sering kita melakukan suatu tindakan. Kata-kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama.
I sometimes read books after dinner.
Saya kadang-kadang membaca buku setelah makan malam.
EN: The frequency adverb 'never' is used to show that an action happens 0% of the time. It is placed before the main verb (like 'skip').
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi "never" (tidak pernah) digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan terjadi 0% dari waktu. Kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti "skip").
I never drink coffee at night.
Saya tidak pernah minum kopi di malam hari.
EN: Use 'How often' at the beginning of a question to ask about the frequency of an action (how many times someone does something).
Bahasa Indonesia: Gunakan "How often" di awal pertanyaan untuk menanyakan frekuensi suatu tindakan (yaitu seberapa sering seseorang melakukan sesuatu).
How often do you exercise?
Seberapa sering kamu berolahraga?
EN: We use 'often' (an adverb of frequency) to show how regularly we do an action. It usually goes before the main verb (like 'study').
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "often" (kata keterangan frekuensi) untuk menunjukkan seberapa sering kita melakukan suatu tindakan. Kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti "study").
I often watch TV after school.
Saya sering menonton TV setelah pulang sekolah.
EN: Frequency adverbs (like 'always') are placed after the 'be' verb (am, is, are) in a sentence.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi (seperti 'always') dalam kalimat ditempatkan setelah kata kerja be (am, is, are).
She is always happy.
Dia selalu bahagia.
EN: We use frequency adverbs like 'usually' to show how often we do an action. They usually go before the main verb (like 'go').
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata keterangan frekuensi seperti "usually" (biasanya) untuk menunjukkan seberapa sering kita melakukan suatu tindakan. Kata-kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti "go").
I usually drink milk in the morning.
Saya biasanya minum susu di pagi hari.
EN: Use 'sometimes' (an adverb of frequency) before the main verb in a question to ask about occasional habits.
Bahasa Indonesia: Dalam pertanyaan, letakkan kata keterangan frekuensi "sometimes" (kadang-kadang) sebelum kata kerja utama untuk menanyakan apakah seseorang memiliki kebiasaan yang kadang-kadang dilakukan.
Do you sometimes walk to school?
Apakah kamu kadang-kadang berjalan kaki ke sekolah?
EN: We use 'almost' before words like 'every' to mean 'nearly, but not completely'. It shows that something happens most of the time.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'almost' sebelum kata-kata seperti 'every' (setiap) untuk berarti 'hampir, tetapi tidak sepenuhnya'. Ini digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu terjadi hampir sepanjang waktu.
I drink water almost every hour.
Saya minum air hampir setiap jam.
EN: The frequency adverb 'rarely' is used to describe an action that almost never happens. It is placed before the main verb (like 'watch') but after the 'be' verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi "rarely" (jarang, sangat jarang) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang hampir tidak pernah terjadi. Kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti watch) atau setelah kata kerja be.
He rarely eats fast food.
Dia jarang makan makanan cepat saji.
EN: In many English-speaking countries, 'school days' (usually Monday through Friday) are highly structured. Parents often limit screen time, such as watching TV or playing video games, on these nights to ensure children focus on homework and get enough sleep.
EN: The verb 'keep' can be followed by an object and an adjective (keep + object + adjective) to mean 'to cause someone or something to remain in a state'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "keep" dapat diikuti oleh objek dan kata sifat (keep + objek + kata sifat), yang berarti "menjaga seseorang atau sesuatu tetap dalam keadaan tertentu".
Warm milk keeps me sleepy.
Susu hangat membuat saya mengantuk.
EN: Use 'try to + verb' to show that you are making an effort to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "try to + kata kerja" untuk menunjukkan bahwa kamu sedang berusaha melakukan sesuatu.
I try to drink water every morning.
Saya mencoba minum air setiap pagi.
EN: We use adverbs of frequency like 'usually' to show how often we do an action. They usually go before the main verb (like 'wake up').
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata keterangan frekuensi seperti "usually" (biasanya) untuk menunjukkan seberapa sering kita melakukan suatu tindakan. Kata-kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti "wake up").
I usually drink milk in the morning.
Saya biasanya minum susu di pagi hari.
EN: Use the frequency adverb 'often' before the main verb to show how regularly you do an activity. Use 'before' followed by a subject and verb to show the order of events.
Bahasa Indonesia: Tambahkan kata keterangan frekuensi "often" (sering) sebelum kata kerja utama untuk menunjukkan seberapa sering kamu melakukan sesuatu. Gunakan "before" (sebelum) diikuti oleh "subjek + kata kerja" untuk menunjukkan urutan kejadian.
I often read books before I go to sleep.
Saya sering membaca buku sebelum tidur.
EN: Use 'because' to connect two complete sentences to show the reason for something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "because" (karena) untuk menghubungkan dua kalimat lengkap guna menunjukkan alasan dari sesuatu.
I like water because it is healthy.
Saya suka air karena air itu sehat.
EN: We use frequency adverbs like 'sometimes' to say how often we do an action. They usually go before the main verb (like 'play').
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata keterangan frekuensi seperti "sometimes" (kadang-kadang) untuk menunjukkan seberapa sering kita melakukan suatu tindakan. Kata-kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (misalnya "play").
I sometimes read books after dinner.
Saya kadang-kadang membaca buku setelah makan malam.
EN: We use frequency adverbs like 'usually' to show how often we do an action. They usually go before the main verb (like 'finish'), but after the 'be' verb.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata keterangan frekuensi seperti "usually" (biasanya) untuk menunjukkan seberapa sering kita melakukan suatu tindakan. Kata-kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti "finish"), tetapi setelah kata kerja be.
I usually drink milk in the morning.
Saya biasanya minum susu di pagi hari.
EN: The frequency adverb 'often' is used to describe how regularly an action happens. It usually goes before the main verb (like 'read') but after the 'be' verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi "often" (sering) digunakan untuk menggambarkan seberapa teratur suatu tindakan terjadi. Kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama (seperti read), tetapi setelah kata kerja be.
I often play basketball after school.
Saya sering bermain basket setelah pulang sekolah.
EN: In English-speaking cultures, reading 'for fun' or 'for pleasure' is highly encouraged from a young age as a relaxing leisure activity, distinct from reading for school or work.
EN: We use frequency adverbs like 'rarely' (meaning 'not often') before the main verb to show how often we do an action.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata keterangan frekuensi seperti 'rarely' (yang berarti 'jarang') sebelum kata kerja utama untuk menunjukkan seberapa sering kita melakukan suatu tindakan.
He rarely eats fast food.
Dia jarang makan makanan cepat saji.
EN: In English-speaking countries, 'school nights' refers specifically to Sunday through Thursday nights, because the next morning is a school day. It implies a contrast with weekend nights (Friday and Saturday) when children and teenagers are usually allowed to stay up later.
EN: The verb 'make' can be followed by an object and an adjective (make + object + adjective) to show that someone or something causes a change in state or feeling.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "make" dapat diikuti oleh objek dan kata sifat (make + objek + kata sifat), digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu menyebabkan suatu keadaan atau perasaan berubah.
Warm milk always makes me sleepy.
Susu hangat selalu membuat saya mengantuk.
EN: Use 'How often' at the beginning of a question to ask about the frequency of an action (how many times someone does something).
Bahasa Indonesia: Gunakan "How often" di awal pertanyaan untuk menanyakan frekuensi suatu tindakan (yaitu seberapa sering seseorang melakukan sesuatu).
How often do you read books?
Seberapa sering kamu membaca buku?
EN: Use 'almost every day' to describe an action that happens nearly seven days a week. It is a common frequency adverbial phrase placed before or after the main activity.
Bahasa Indonesia: Gunakan "almost every day" (hampir setiap hari) untuk menggambarkan tindakan yang terjadi hampir setiap hari dalam seminggu. Ini adalah frasa keterangan frekuensi yang umum, biasanya ditempatkan sebelum atau sesudah aktivitas utama.
I drink milk almost every day.
Saya minum susu hampir setiap hari.
EN: In many English-speaking countries, participating in sports or exercising after school is a very common part of a student's daily routine, often encouraged by schools and families.
EN: To say how often something happens, we use frequency adverbs like 'usually' (placed before the main verb) and frequency expressions like 'twice a week' (placed at the end of the sentence).
Bahasa Indonesia: Untuk menyatakan seberapa sering sesuatu terjadi, kita menggunakan kata keterangan frekuensi seperti 'usually' (biasanya, ditempatkan sebelum kata kerja utama) dan frasa frekuensi seperti 'twice a week' (dua kali seminggu, ditempatkan di akhir kalimat).
I usually play tennis once a week.
Saya biasanya bermain tenis sekali seminggu.
EN: Use 'Do you ever + verb?' to ask if someone sometimes does an action in their general life.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Do you ever + kata kerja?" untuk menanyakan apakah seseorang kadang-kadang atau pernah melakukan suatu tindakan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Do you ever watch movies at night?
Apakah kamu pernah menonton film di malam hari?
EN: In Western culture, 'fast food' usually refers to quick-service meals like burgers, fries, or pizza. Asking someone if they 'ever' eat it is a common, casual way to start a conversation about eating habits.
EN: We use frequency adverbs like 'sometimes' and 'not too often' to show how many times we do an activity. 'Sometimes' means about 50% of the time, while 'not too often' means rarely or occasionally.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan kata keterangan frekuensi seperti "sometimes" (kadang-kadang) dan "not too often" (tidak terlalu sering) untuk menunjukkan seberapa sering kita melakukan sesuatu. "Sometimes" berarti sekitar setengah dari kemungkinan, sedangkan "not too often" berarti jarang atau kadang-kadang saja.
I sometimes play video games, but not too often.
Saya kadang-kadang bermain video game, tetapi tidak terlalu sering.
EN: We use 'always' before the main verb (like 'drinks') to show that an action happens 100% of the time. Because 'My sister' is one person (singular), we add 's' to the verb: 'drinks'.
Bahasa Indonesia: Kita menempatkan "always" (selalu) sebelum kata kerja utama (seperti drinks) untuk menunjukkan bahwa tindakan ini terjadi 100% dari waktu. Karena "My sister" (saudara perempuan saya) adalah orang ketiga tunggal, kata kerja drink harus ditambah s menjadi drinks.
He always plays tennis on Saturdays.
Dia selalu bermain tenis pada hari Sabtu.
EN: Use 'forget to + verb' to say that you did not remember to do an action that you were supposed to do.
Bahasa Indonesia: Gunakan "forget to + kata kerja" untuk menyatakan bahwa kamu lupa melakukan suatu tindakan yang seharusnya dilakukan.
Please don't forget to close the window.
Tolong jangan lupa menutup jendela.
EN: Use 'How often' at the beginning of a question to ask about the frequency of an action (how many times someone does something).
Bahasa Indonesia: Gunakan "How often" di awal pertanyaan untuk menanyakan frekuensi suatu tindakan (seberapa sering seseorang melakukan sesuatu).
How often do you exercise?
Seberapa sering kamu berolahraga?
EN: Use 'once a + [time period]' (e.g., once a week, once a month) to show how often an action happens.
Bahasa Indonesia: Gunakan "once a + [satuan waktu]" (misalnya, once a week sekali seminggu, once a month sekali sebulan) untuk menunjukkan seberapa sering suatu tindakan terjadi.
I visit my grandparents once a month.
Saya mengunjungi kakek-nenek saya sebulan sekali.
EN: The verb 'make' can be used as a causative verb followed by an object and a base verb (infinitive without 'to') to show that someone or something causes a change in state or action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "make" dapat digunakan sebagai kata kerja kausatif, diikuti oleh objek dan kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to), untuk menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu menyebabkan perubahan keadaan atau perilaku.
Music always makes me feel happy.
Musik selalu membuat saya merasa bahagia.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: biasanya, umumnya
Dalam konteks: kadang-kadang
Dalam konteks: melewatkan, tidak melakukan, tidak makan
Dalam konteks: rutinitas, kebiasaan, kegiatan rutin
Dalam konteks: joging, lari santai
Dalam konteks: energi, semangat, tenaga
Dalam konteks: jarang, sulit
Dalam konteks: teratur, rutin
Dalam konteks: dua kali
Dalam konteks: kebiasaan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To go to bed later than usual.
Begadang, tidur sangat larut
Food that is prepared and served quickly, especially in snack bars and restaurants.
makanan cepat saji
To clean one's teeth with a toothbrush.
menyikat gigi
To tidy up and remove dirt or mess from one's bedroom.
merapikan kamar, membersihkan kamar