EN: Use 'Look at' to tell someone to focus their eyes on a specific person or thing. It is an imperative sentence, which means it gives a command or suggestion.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Look at" untuk meminta seseorang melihat orang atau benda tertentu. Ini adalah kalimat perintah yang digunakan untuk memberikan instruksi atau saran.
Look at the beautiful birds in the tree!
Lihat burung-burung cantik di pohon itu!
EN: In English-speaking cultures, using 'Wow!' is a very common and natural way to express genuine surprise or admiration when seeing a landmark for the first time.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menggunakan "Wow!" saat melihat landmark adalah cara yang sangat umum dan alami untuk mengekspresikan keterkejutan atau kekaguman saat pertama kali melihatnya.
EN: Use 'really' before an adjective to add emphasis, making the description stronger.
Bahasa Indonesia: Gunakan "really" di depan kata sifat untuk memperkuat nada dan membuat deskripsi lebih kuat.
This pizza is really delicious.
Pizza ini benar-benar enak.
EN: In many European and older cities, the 'city tower' or 'clock tower' was historically the most important landmark and a symbol of the city's power or history.
Bahasa Indonesia: Di banyak kota di Eropa atau kota-kota bersejarah, "menara kota" atau "menara jam" secara historis merupakan landmark terpenting dan simbol kekuasaan atau sejarah kota.
EN: Use 'Can we + verb' to ask for permission or suggest an action together.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Can we + kata kerja" untuk meminta izin atau mengusulkan melakukan sesuatu bersama.
Can we have lunch now?
Bisakah kita makan siang sekarang?
EN: In many tourist areas, it's polite to ask 'Can I take a photo?' if people are in the frame, though here Emma is asking her group about a monument.
Bahasa Indonesia: Di banyak tempat wisata, jika orang asing akan masuk ke dalam foto, sopannya kita bertanya "Bolehkah saya mengambil foto?", namun di sini Emma sedang bertanya kepada temannya tentang berfoto bersama di depan monumen.
EN: Use 'be + perfect for + noun' to say that something is exactly right for a specific purpose.
Bahasa Indonesia: Gunakan "be + perfect for + kata benda" untuk menunjukkan bahwa sesuatu sangat cocok untuk kegunaan tertentu.
This park is perfect for a picnic.
Taman ini sangat cocok untuk piknik.
EN: In English-speaking cultures, 'Sure!' is a very common and friendly way to agree or confirm something, often sounding more enthusiastic than just saying 'Yes'.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, "Sure!" adalah cara yang sangat umum dan ramah untuk menyatakan persetujuan atau konfirmasi, biasanya terdengar lebih antusias daripada sekadar mengatakan "Yes".
EN: Use 'Welcome to' followed by a place to greet someone arriving at a specific location.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Welcome to" ditambah sebuah tempat untuk menyambut seseorang yang tiba di lokasi tertentu.
Welcome to our school!
Selamat datang di sekolah kami!
EN: In English-speaking cultures, guides often use 'everyone' or 'folks' to address a group warmly and inclusively at the start of a tour.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, pemandu wisata biasanya menggunakan "everyone" atau "folks" untuk menyapa kelompok, ini terdengar ramah dan inklusif saat memulai tur.
EN: Use 'How old is...' to ask about the age of a person, building, or object.
Bahasa Indonesia: Gunakan "How old is..." untuk menanyakan usia atau sejarah orang, bangunan, atau benda.
How old is your car?
Berapa umur mobil Anda?
EN: In English-speaking cultures, it is very common and polite to ask about the age of historical buildings or monuments, unlike asking about a person's age which can sometimes be sensitive.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menanyakan usia bangunan bersejarah atau monumen adalah hal yang sangat umum dan sopan, berbeda dengan menanyakan usia seseorang (yang terkadang sensitif).
EN: Use 'was built' to talk about when a building or structure was created in the past.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'was built' untuk menggambarkan kapan sebuah bangunan atau struktur dibangun di masa lalu.
This house was built in 2005.
Rumah ini dibangun pada tahun 2005.
EN: In English, years are usually read as two sets of two-digit numbers (18-90) rather than one large number.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, tahun biasanya dibaca sebagai dua set angka dua digit (18-90), bukan angka besar (seribu delapan ratus sembilan puluh).
EN: Use 'Can we + verb' to ask for permission or to suggest doing something together.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Can we + kata kerja' untuk meminta izin atau mengusulkan melakukan sesuatu bersama.
Can we eat lunch now?
Bisakah kita makan siang sekarang?
EN: In English-speaking countries, it is common to express enthusiasm with phrases like 'That's interesting!' before asking a follow-up question. It shows you are engaged in the conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, sebelum mengajukan pertanyaan lanjutan, biasanya digunakan frasa seperti 'That's interesting!' untuk menunjukkan antusiasme. Ini menunjukkan bahwa Anda fokus pada percakapan.
EN: Use 'in' + [time period] to talk about how much time will pass before something happens in the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'in' ditambah 'jangka waktu' untuk menunjukkan berapa lama lagi sesuatu akan terjadi.
The bus arrives in ten minutes.
Bus akan tiba dalam sepuluh menit.
EN: In many English-speaking cultures, 'in five minutes' can sometimes be used loosely to mean 'very soon', but in a professional museum setting, it usually refers to the exact scheduled time.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, 'in five minutes' terkadang digunakan secara santai untuk berarti 'segera', tetapi dalam konteks profesional seperti museum, biasanya merujuk pada waktu terjadwal yang akurat.
EN: Use 'Look at' to tell someone to focus their eyes on a specific person or thing.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Look at' untuk meminta seseorang melihat orang atau benda tertentu.
Look at the beautiful flowers!
Lihat bunga-bunga cantik ini!
EN: In English, years are usually read in two parts: 19-20 (nineteen twenty). This is the standard way to say years before 2000.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, tahun biasanya dibaca dalam dua bagian: 19-20 (nineteen twenty). Ini adalah cara baca standar untuk tahun sebelum tahun 2000.
EN: Use 'looked' followed by an adjective to describe how something appeared in the past.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'looked' ditambah kata sifat untuk menggambarkan rupa atau keadaan sesuatu di masa lalu.
The cake looked delicious.
Kue itu terlihat enak.
EN: The phrase 'back then' is very common in English when comparing the past to the present, often used when looking at old photos or visiting historic sites.
Bahasa Indonesia: Frasa 'back then' sangat umum digunakan dalam bahasa Inggris untuk membandingkan masa lalu dengan masa kini, biasanya digunakan saat melihat foto lama atau mengunjungi situs bersejarah.
EN: Use 'there were no' to say that multiple things did not exist in the past. Adding 'at all' at the end makes the statement stronger.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'there were no' untuk menunjukkan bahwa banyak hal tidak ada di masa lalu. Menambahkan 'at all' di akhir kalimat dapat memperkuat nada bicara, yang berarti 'tidak ada sama sekali'.
There were no cars in this village 100 years ago.
Seratus tahun yang lalu tidak ada mobil di desa ini.
EN: In many Western cities, historical preservation is highly valued. People often compare old photos with current views to appreciate how urban landscapes have evolved while preserving key monuments.
Bahasa Indonesia: Di banyak kota Barat, pelestarian sejarah sangat dihargai. Orang sering membandingkan foto lama dengan keadaan saat ini untuk menghargai bagaimana lanskap kota berevolusi sambil tetap mempertahankan monumen bersejarah yang penting.
EN: Use 'want to + verb' to express a desire or intention to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "want to + kata kerja" untuk mengekspresikan keinginan atau niat untuk melakukan sesuatu.
I want to buy a souvenir.
Saya ingin membeli suvenir.
EN: In many museums, flash photography is prohibited to protect the artifacts. It's always polite to check for signs or ask staff before taking photos of a display.
Bahasa Indonesia: Di banyak museum, penggunaan lampu kilat dilarang untuk melindungi artefak. Sebelum memotret pajangan, memeriksa papan tanda atau bertanya kepada staf adalah tindakan yang lebih sopan.
EN: Use 'really' before an adjective to add emphasis and show strong feeling.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'really' sebelum kata sifat untuk memperkuat nada dan mengekspresikan perasaan yang kuat.
The food here is really delicious.
Makanan di sini benar-benar enak.
EN: In English-speaking cultures, showing enthusiasm with phrases like 'Good idea!' or 'Amazing!' is a common way to build rapport and show interest in a conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menggunakan kata-kata seperti 'Good idea!' atau 'Amazing!' untuk menunjukkan antusiasme adalah cara umum untuk membangun hubungan baik dan mengekspresikan ketertarikan pada percakapan.
EN: Use 'get + adjective' to describe a change in state or feeling.
Bahasa Indonesia: Gunakan "get + kata sifat" untuk menggambarkan perubahan keadaan atau perasaan (menjadi...).
It is getting dark outside.
Di luar mulai gelap.
EN: In English-speaking cultures, it is common to express personal needs directly but politely, especially during group activities like tours.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, mengungkapkan kebutuhan pribadi secara langsung namun sopan adalah hal yang umum, terutama dalam kegiatan kelompok seperti tur berpemandu.
EN: Use 'There is' (There's) to say that something exists in a specific place.
Bahasa Indonesia: Gunakan "There is" (disingkat There's) untuk menyatakan keberadaan sesuatu di suatu tempat, sering diterjemahkan sebagai "ada".
There's a book on the table.
Ada sebuah buku di atas meja.
EN: In many English-speaking countries, the 'first floor' is the ground level. However, in some places like the UK, the 'first floor' is the level above the ground floor (which is called the 'ground floor'). In this context, 'second floor' usually means two levels up from the street.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, 'first floor' mengacu pada lantai dasar (lantai satu). Namun di Inggris dan tempat lain, 'ground floor' adalah lantai dasar, dan 'first floor' mengacu pada lantai dua di Taiwan. Dalam percakapan ini, 'second floor' biasanya mengacu pada lantai kedua yang dihitung dari permukaan tanah.
EN: Use 'too' at the end of a sentence to mean 'also' or 'as well'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'too' di akhir kalimat untuk menyatakan arti 'juga'.
I like coffee too.
Saya juga suka kopi.
EN: In English-speaking cultures, using 'Great!' or 'Perfect!' is a common way to show enthusiasm and agreement during a conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menggunakan 'Great!' atau 'Perfect!' adalah cara umum untuk mengekspresikan antusiasme dan persetujuan dalam percakapan.
EN: Use 'after' followed by a noun to talk about something that happens when an event or activity finishes.
Bahasa Indonesia: Tambahkan 'after' setelah kata benda untuk menggambarkan hal yang terjadi setelah suatu aktivitas atau acara berakhir.
I feel hungry after the soccer game.
Saya merasa lapar setelah pertandingan sepak bola.
EN: In many Western cultures, grabbing a coffee after a long activity like a museum tour is a very common social habit to relax and recharge.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya Barat, minum kopi setelah aktivitas panjang seperti tur museum adalah kebiasaan sosial yang sangat umum untuk bersantai dan memulihkan tenaga.
EN: Use 'This was' to describe an experience or event that has just finished.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'This was' untuk menggambarkan pengalaman atau aktivitas yang baru saja berakhir.
This was a great movie.
Ini adalah film yang bagus.
EN: In English-speaking cultures, it is polite to give a positive summary statement like this to a guide or host at the end of an activity.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, mengucapkan kalimat penutup positif seperti ini kepada pemandu atau tuan rumah saat acara berakhir adalah tindakan yang sangat sopan.
EN: Use the past tense (verb + ed) to talk about things that happened and finished in the past.
Bahasa Indonesia: Gunakan bentuk lampau (kata kerja + ed) untuk menggambarkan hal yang sudah terjadi dan selesai di masa lalu.
I played basketball yesterday.
Saya bermain basket kemarin.
EN: Use 'Should we...?' to make a suggestion or ask for someone's opinion about a future plan.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Should we...?" untuk memberikan saran, atau menanyakan pendapat orang lain tentang rencana masa depan.
Should we eat dinner now?
Haruskah kita makan malam sekarang?
EN: In many English-speaking cultures, using 'Should we' is a polite way to suggest an activity without being too bossy, allowing the other person to agree or disagree easily.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, menggunakan "Should we" adalah cara yang sopan untuk memberi saran, tidak terdengar terlalu memaksa, sehingga orang lain bisa setuju atau menolak dengan santai.
EN: Use 'Let's' (Let us) followed by a base verb to suggest doing an activity together.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Let's" diikuti dengan kata kerja dasar untuk menyarankan melakukan aktivitas bersama.
Let's go to the park.
Mari kita pergi ke taman.
EN: In English-speaking cultures, showing enthusiasm with phrases like 'That sounds fun!' or 'Great idea!' is a common way to build rapport during a conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menggunakan kalimat seperti "That sounds fun!" atau "Great idea!" untuk menunjukkan antusiasme adalah cara umum untuk membangun interaksi yang baik dalam percakapan.
EN: Use 'I'll' (I will) to talk about a decision you just made or a plan for the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan "I'll" (I will) untuk menyatakan keputusan yang baru saja Anda buat atau rencana masa depan.
I'll call you later tonight.
Saya akan meneleponmu nanti malam.
EN: In modern travel, 'checking online' usually refers to using apps like Google Maps, TripAdvisor, or social media to find local recommendations.
Bahasa Indonesia: Dalam wisata modern, 'memeriksa online' (checking online) biasanya merujuk pada penggunaan Google Maps, TripAdvisor, atau media sosial untuk mencari rekomendasi tempat wisata lokal.
—