EN: The preposition 'as' is used here to function as a preposition meaning 'in the role of' or 'in the capacity of'. It is followed by a noun phrase ('Argentina's main striker') to describe the role or job of the subject.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'as' di sini digunakan untuk menyatakan 'dalam kapasitas sebagai' atau 'dalam posisi sebagai'. Diikuti oleh frasa nomina (striker utama Argentina) untuk menggambarkan peran atau jabatan subjek.
She joined the company as a marketing manager.
Dia bergabung dengan perusahaan ini sebagai manajer pemasaran.
EN: The Simple Past Tense ('started') is used to describe completed actions that took place at a specific time in the past (in this case, 'At the 2022 World Cup').
Bahasa Indonesia: Simple past tense ('started') digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu (di sini 'pada Piala Dunia 2022').
They visited Paris last year.
Mereka mengunjungi Paris tahun lalu.
EN: The 'striker' (number nine) in Argentina's national football team carries immense historical pressure, previously worn by legends like Gabriel Batistuta and Hernán Crespo. Lautaro's struggle and subsequent redemption at the Copa América and World Cup reflect the intense media scrutiny and passion surrounding football in Argentina.
Bahasa Indonesia: Posisi 'striker' (nomor punggung 9) tim nasional sepak bola Argentina memikul tekanan historis yang sangat besar, sebelumnya pernah dikenakan oleh bintang-bintang legendaris seperti Gabriel Batistuta dan Hernán Crespo. Performa buruk Lautaro dan penebusan dirinya kemudian di Copa América dan Piala Dunia mencerminkan tekanan opini media yang kuat dan kegilaan nasional yang dihadapi sepak bola Argentina.
EN: The coordinating conjunction 'and' is used to connect two independent clauses or predicates that share the same subject ('he'). In this sentence, 'struggled' and 'could not score' are parallel past-tense verbs sharing the subject 'he'.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'and' digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen atau predikat yang berbagi subjek yang sama (he). Dalam kalimat ini, 'struggled' (berjuang) dan 'could not score' (tidak bisa mencetak gol) adalah kata kerja lampau paralel yang berbagi subjek 'he'.
She finished her homework and went to bed.
Dia menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan pergi tidur.
EN: The modal verb 'could' is the past tense of 'can', used here with 'not' to express a lack of ability or failure to achieve something in the past. It is followed by the base form of the verb 'score'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal 'could' adalah bentuk lampau dari 'can', di sini digunakan dengan 'not' untuk menunjukkan kurangnya kemampuan di masa lalu atau kegagalan menyelesaikan sesuatu. Setelahnya diikuti kata kerja bentuk dasar 'score'.
They could not find the keys yesterday.
Mereka tidak dapat menemukan kunci kemarin.
EN: In football (soccer), the term 'tournament' in this context refers to the FIFA World Cup, the most prestigious international football competition. A striker's performance is heavily judged by their ability to 'score goals', and failing to score a 'single goal' during such a major tournament often leads to intense media scrutiny, as experienced by Lautaro in 2022.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, 'tournament' (turnamen) di sini merujuk pada Piala Dunia FIFA, turnamen sepak bola internasional paling bergengsi. Performa striker sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk 'mencetak gol' (score goals). Gagal 'mencetak satu gol pun' (single goal) di turnamen sebesar ini sering kali memicu kritik keras dari media, seperti yang dialami Lautaro pada tahun 2022.
EN: The passive voice is formed using 'be + past participle' (was criticized). It is used here to shift the focus from the doer of the action (the media) to the person receiving the action (he/Lautaro). The agent of the action is introduced with the preposition 'by'.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (Passive Voice) dibentuk oleh 'kata kerja be + past participle' (dalam kalimat ini adalah was criticized). Penggunaan kalimat pasif di sini adalah untuk mengalihkan fokus dari pelaku tindakan (media) ke penerima tindakan (dia/Lautaro). Subjek yang melakukan tindakan diperkenalkan oleh preposisi 'by'.
The young player was praised by the coach after the match.
Pemain muda ini dipuji oleh pelatih setelah pertandingan.
EN: The adverb 'heavily' is used here as an intensifier to modify the verb 'criticized', meaning to a great degree or severely. Adverbs of degree often place emphasis on the intensity of the action.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'heavily' (dengan keras/parah) di sini berfungsi sebagai adverbia derajat yang memodifikasi kata kerja 'criticized', menunjukkan tingkat yang sangat dalam atau sangat keras. Adverbia derajat biasanya digunakan untuk menekankan intensitas suatu tindakan.
The decision was heavily criticized by the public.
Keputusan itu dikritik habis-habisan oleh publik.
EN: In professional football (soccer), the 'starting place' (or being in the 'starting XI') is highly prestigious and fiercely contested. Losing one's starting place due to a dip in form, especially during a major tournament like the World Cup, often invites intense scrutiny and harsh criticism from sports media and fans alike.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola profesional, 'posisi starter' (atau masuk dalam 'daftar 11 pemain utama') adalah suatu kehormatan yang sangat tinggi dan persaingannya ketat. Kehilangan posisi starter karena performa menurun, terutama selama turnamen besar seperti Piala Dunia, sering kali memicu sorotan dan kritik yang sangat keras dari media olahraga dan penggemar.
EN: The coordinating conjunction 'yet' is used to connect two independent clauses, showing contrast or contradiction. It is similar in meaning to 'but' but often carries a stronger sense of surprise or irony.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'yet' digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, menunjukkan kontras atau kontradiksi. Artinya mirip dengan 'but', tetapi biasanya mengandung nuansa keterkejutan atau sarkasme yang lebih kuat.
The weather was extremely cold, yet they decided to go for a swim.
Cuaca sangat dingin, namun mereka tetap memutuskan untuk berenang.
EN: The past perfect tense ('had not earned') is used to describe an action that happened before another action in the past (the past action being 'felt'). It emphasizes the sequence of events.
Bahasa Indonesia: Past perfect ('had not earned') digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi sebelum tindakan lain di masa lampau (di sini adalah 'felt' dalam bentuk past tense), untuk menekankan urutan kejadian.
She realized she had lost her keys after she arrived at the office.
Dia baru menyadari bahwa dia kehilangan kunci setelah tiba di kantor.
EN: In football (soccer), the 'number nine' traditionally refers to the team's main center-forward or striker, who is expected to score the majority of the goals. When a 'number nine' struggles to score, they often face intense scrutiny and pressure from fans and the media, as their performance is heavily judged by their goal tally.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, 'nomor sembilan' secara tradisional mewakili penyerang tengah utama atau striker tim, yang diberi tanggung jawab besar untuk mencetak gol. Ketika pemain 'nomor sembilan' mengalami paceklik gol, mereka sering menghadapi tekanan publik yang sangat besar dari penggemar dan media, karena performa mereka sebagian besar dinilai berdasarkan jumlah gol.
EN: The adverbial phrase 'in the best way possible' uses the adjective 'possible' post-positively (placed after the noun/adjective phrase it modifies) to emphasize that out of all potential methods, this was the absolute best one.
Bahasa Indonesia: Dalam frasa adverbia 'dengan cara terbaik yang mungkin', adjektiva 'mungkin' menggunakan modifikasi postpositif (ditempatkan setelah kata benda/frasa yang dimodifikasinya), untuk menekankan bahwa di antara semua cara yang mungkin, ini adalah cara yang benar-benar terbaik.
We need to complete the project in the shortest time possible.
Kita perlu menyelesaikan proyek ini dalam waktu sesingkat mungkin.
EN: The prepositional phrase 'on the pitch' is a sports-specific idiom. In British and international English (especially football/soccer), 'pitch' refers to the playing field. The preposition 'on' is used to denote being active on this surface.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'di lapangan' adalah frasa khas dalam dunia olahraga. Dalam bahasa Inggris Britania dan Inggris internasional (terutama sepak bola), 'pitch' mengacu pada lapangan. Preposisi 'on' digunakan untuk menunjukkan aktivitas yang dilakukan di lapangan tersebut.
The players showed great sportsmanship on the pitch.
Para pemain menunjukkan sportivitas yang luar biasa di lapangan.
EN: In football (soccer) culture, 'answering critics on the pitch' is a highly respected narrative. When players face intense media scrutiny or poor form, the ultimate redemption is not through interviews or social media, but through decisive performances and goals during actual matches.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, 'menjawab kritik di lapangan' adalah narasi yang sangat dihormati. Ketika seorang pemain menghadapi sorotan ketat media atau mengalami masa sulit, cara penebusan terbaik bukanlah dengan memberikan wawancara atau berbicara di media sosial, melainkan membuktikan diri di pertandingan nyata dengan penampilan yang menentukan dan gol.
EN: The Simple Past Tense is used to describe completed actions that occurred at a specific time in the past. Here, 'scored' is the past tense of the regular verb 'score', indicating a completed action in 2024.
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense digunakan untuk mendeskripsikan tindakan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Dalam kalimat ini, 'scored' adalah bentuk lampau dari kata kerja beraturan 'score', yang menunjukkan tindakan yang selesai pada tahun 2024.
She scored the opening goal in the match yesterday.
Dia mencetak gol pertama dalam pertandingan kemarin.
EN: Prepositional phrases of time and place ('At the 2024 Copa América', 'in the final match') provide essential context. When a time phrase is placed at the beginning of a sentence, it is typically followed by a comma to set the scene.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi waktu dan tempat (seperti 'At the 2024 Copa América' dan 'in the final match') memberikan informasi latar yang penting. Ketika frasa waktu diletakkan di awal kalimat, biasanya diikuti koma untuk menjelaskan latar cerita.
At the 2022 World Cup, Argentina won the championship.
Pada Piala Dunia 2022, Argentina meraih gelar juara.
EN: The Copa América is the oldest still-running international football competition, contested among national teams from South America. Lautaro's winning goal in the 2024 final helped Argentina secure the championship, redeeming his previous struggles at the 2022 World Cup.
Bahasa Indonesia: Copa América adalah turnamen sepak bola tingkat nasional tertua, yang diikuti oleh tim nasional Amerika Selatan. Gol kemenangan yang dicetak Lautaro di final 2024 membantu Argentina meraih gelar juara, sekaligus menghapus bayang-bayang performa buruknya di Piala Dunia 2022.
EN: The use of 'struck' as an intransitive verb meaning 'to score a goal' or 'to make a decisive move' in sports contexts. It is the past tense of 'strike'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'strike' (bentuk lampau 'struck') dalam konteks olahraga sering digunakan sebagai kata kerja intransitif, yang berarti 'mencetak gol' atau 'melancarkan serangan yang menentukan'.
The striker struck early in the second half to give his team the lead.
Penyerang itu mencetak gol di awal babak kedua, membantu timnya unggul.
EN: Adverbial phrases of time and place. In English, multiple prepositional phrases can be chained to provide context. Here, 'at the 2026 World Cup' (place/event), 'late' (time), 'against Switzerland' (opposition), and 'in the quarterfinal' (specific stage) modify the main action.
Bahasa Indonesia: Frasa keterangan waktu dan tempat. Dalam bahasa Inggris, beberapa frasa preposisi dapat dirangkai untuk memberikan informasi latar belakang. Dalam kalimat ini, 'at the 2026 World Cup' (tempat/turnamen), 'late' (waktu), 'against Switzerland' (lawan), dan 'in the quarterfinal' (tahap spesifik) bersama-sama memodifikasi tindakan utama.
He scored late against England in the final match.
Dia mencetak gol di akhir pertandingan final melawan Inggris.
EN: The 'World Cup' (FIFA World Cup) is the most prestigious association football tournament in the world, held every four years. The 'quarterfinal' represents the round of eight teams, a high-stakes knockout stage where scoring a late winner (striking late) is incredibly dramatic and celebrated.
Bahasa Indonesia: 「Piala Dunia」(FIFA World Cup)adalah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, diadakan setiap empat tahun sekali. 「quarterfinal」(perempat final)adalah babak gugur yang menegangkan; mencetak gol penentu di akhir pertandingan(struck late)biasanya sangat dramatis dan dipuji.
EN: The use of 'to-infinitive' (to secure) to express purpose or result. In this context, it functions as an adverbial clause of result or purpose, indicating that the action of scoring the winner led to the outcome of securing a place in the final.
Bahasa Indonesia: Gunakan「infinitif」(to secure)untuk menyatakan tujuan atau hasil. Dalam konteks ini, ia berfungsi sebagai frasa keterangan, menunjukkan hasil atau tujuan dari tindakan mencetak gol kemenangan, yaitu mengamankan tempat di final.
She trained hard every day to win the gold medal.
Dia berlatih keras setiap hari untuk memenangkan medali emas.
EN: The noun 'winner' used as a metonymy for 'the winning goal' in sports terminology. It refers to the goal that decides the outcome of a match.
Bahasa Indonesia: Kata benda「winner」dalam istilah olahraga digunakan sebagai sebutan untuk「gol kemenangan」. Ini merujuk pada gol yang menentukan menang atau kalahnya pertandingan.
He scored a dramatic late winner in the 90th minute.
Dia mencetak gol kemenangan yang dramatis pada menit ke-90.
EN: In football (soccer) culture, scoring 'the winner' against a traditional powerhouse like England is highly celebrated. The rivalry between Argentina and England is historically intense, dating back to iconic matches like the 1986 World Cup, making any victory or decisive goal against them particularly significant for Argentine players and fans.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, mencetak 'gol kemenangan' melawan tim kuat tradisional seperti Inggris adalah suatu kehormatan besar. Persaingan sengit antara Argentina dan Inggris secara historis sangat panas, bisa ditelusuri hingga laga-laga klasik seperti Piala Dunia 1986. Oleh karena itu, bagi pemain dan penggemar Argentina, kemenangan atau gol penting apa pun yang diraih melawan Inggris memiliki makna yang sangat istimewa.
EN: The adverb 'unfortunately' is used as a sentence modifier (or disjunct) to express the speaker's attitude toward the entire event. It is placed right after the subject to emphasize the regretful nature of the outcome.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'unfortunately' (sayangnya) di sini digunakan sebagai keterangan kalimat (atau kata keterangan komentar), untuk mengungkapkan sikap pembicara terhadap seluruh peristiwa. Biasanya ditempatkan setelah subjek untuk menekankan sifat hasil yang disayangkan tersebut.
We unfortunately missed the last train home.
Kami malangnya ketinggalan bus terakhir pulang ke rumah.
EN: The prepositional phrase 'against [opponent]' is commonly used in sports contexts to indicate the competitor or opposing team. It is often paired with verbs like 'lose', 'win', or 'play'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'against [lawan]' dalam konteks pertandingan olahraga sering digunakan untuk menunjukkan pesaing atau tim lawan. Frasa ini sering dipasangkan dengan kata kerja seperti 'lose' (kalah), 'win' (menang), atau 'play' (bertanding).
They will play against France in the next round.
Mereka akan bertanding melawan Prancis di babak berikutnya.
EN: In association football (soccer), 'extra time' refers to two additional periods of 15 minutes played when a knockout match ends in a draw after the standard 90 minutes. It is a high-stakes, physically exhausting period where a single goal often decides the championship, as seen in major tournaments like the World Cup.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, 'extra time' (perpanjangan waktu) adalah dua babak tambahan masing-masing 15 menit yang dimainkan ketika pertandingan sistem gugur berakhir imbang dalam 90 menit regulasi. Ini adalah fase dengan intensitas tinggi dan sangat menguras tenaga, di mana dalam turnamen besar seperti Piala Dunia, satu gol sering kali bisa menentukan juara.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses (complete sentences) that express contrasting ideas. In this sentence, it contrasts the negative feeling of a 'painful night' with the positive outcome that 'nobody questioned' his effort.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'but' (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen (kalimat lengkap) yang mengekspresikan konsep yang kontras. Dalam kalimat ini, ia membandingkan perasaan negatif 'malam yang menyakitkan' dengan hasil positif 'tidak ada yang mempertanyakan' usahanya.
The training was extremely difficult, but the team refused to give up.
Latihan sangat berat, tetapi tim menolak untuk menyerah.
EN: The word 'nobody' is an indefinite pronoun meaning 'no person'. In English, indefinite pronouns like 'nobody', 'no one', and 'everyone' are grammatically singular and take singular verbs (e.g., 'nobody questions' in the present tense, though 'questioned' in the past tense does not change form).
Bahasa Indonesia: Kata 'nobody' adalah kata ganti tak tentu yang berarti 'tidak ada orang'. Dalam bahasa Inggris, kata ganti tak tentu seperti 'nobody', 'no one', dan 'everyone' secara gramatikal dianggap tunggal, sehingga harus menggunakan kata kerja tunggal (misalnya dalam present tense 'nobody questions', meskipun past tense 'questioned' tidak perlu mengubah bentuk kata kerja tunggal/jamak).
Nobody expected the underdog to win the championship.
Tidak ada yang menyangka tim yang dianggap lemah ini akan memenangkan kejuaraan.
EN: In football (soccer) culture, the 'number nine' (striker) is under immense pressure to score goals. When Argentina won the 2022 World Cup, Lautaro faced heavy media criticism for his goal drought despite the team's success. This sentence highlights the redemption arc of an athlete, where hard work and eventual success (at the Copa América and subsequent matches) finally silence the critics and earn the respect of the fans and media.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, 'nomor sembilan' (penyerang) memikul tekanan mencetak gol yang sangat besar. Ketika Argentina memenangkan Piala Dunia 2022, meskipun tim juara, Lautaro tetap menghadapi kritik keras dari media karena mengalami paceklik gol. Kalimat ini menyoroti 'jalan penebusan' atlet — kerja keras tanpa henti dan kesuksesan berikutnya (di Copa America dan pertandingan-pertandingan selanjutnya) akhirnya membuat para pengkritik terdiam dan memenangkan rasa hormat dari penggemar dan media.
EN: The Past Perfect tense ('had' + past participle) is used to describe an action that was completed before another action or point in time in the past.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum suatu tindakan atau titik waktu di masa lampau.
She had already left when I arrived at the station.
Ketika saya tiba di stasiun, dia sudah pergi.
EN: A relative clause without a relative pronoun. When the relative pronoun (such as 'which' or 'that') acts as the object of the relative clause, it can be omitted.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif dengan kata ganti relatif yang dihilangkan. Ketika kata ganti relatif (seperti which atau that) berperan sebagai objek dalam klausa relatif, kata ganti tersebut dapat dihilangkan. Dalam kalimat ini, 'he could not truly celebrate' memodifikasi 'trophy' di depannya.
This is the book I bought yesterday.
Ini adalah buku yang saya beli kemarin.
EN: In football culture, winning a major tournament like the World Cup is the ultimate dream. However, if a player performs poorly or loses their starting spot during the tournament, they may feel 'imposter syndrome'—feeling as though they did not truly contribute to or earn the victory, which is what Lautaro experienced in 2022.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, memenangkan turnamen besar seperti Piala Dunia adalah mimpi utama. Namun, jika seorang pemain tampil buruk di turnamen atau kehilangan posisi starter, mereka mungkin mengalami 'sindrom penipu' — merasa tidak benar-benar berkontribusi pada kemenangan atau tidak layak menerima kehormatan ini, dan itulah yang dirasakan Lautaro pada tahun 2022.
EN: The past perfect tense ('had' + past participle) is used to describe an action that was completed before another point in the past. In this narrative, it emphasizes that Lautaro's action of leading his team to the final occurred prior to the final match itself.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum titik waktu atau tindakan lain di masa lalu. Dalam cerita ini, ini menekankan bahwa tindakan Lautaro membawa tim nasional ke final terjadi sebelum final secara resmi dimulai.
By the time the referee blew the whistle, the striker had already scored two goals.
Sebelum wasit meniup peluit, striker itu telah mencetak dua gol.
EN: The verb 'fire' is used here metaphorically to mean propelling or driving someone or a team into a particular state or position with great energy and force.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'fire' di sini digunakan secara kiasan, yang berarti mendorong atau menggerakkan seseorang atau tim ke dalam keadaan atau peringkat tertentu (seperti melaju ke final) dengan kekuatan atau energi yang sangat besar.
Her brilliant performance fired the team into the championship match.
Penampilan luar biasanya membawa timnya melaju ke pertandingan kejuaraan.
EN: In football (soccer) culture, representing one's country in a World Cup final is the ultimate dream. For an Argentine player, carrying the weight of the nation's football obsession is immense. Lautaro's journey from being a criticized figure in 2022 to a hero leading them to another final represents a classic sports narrative of redemption and resilience.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, mewakili negara sendiri di final Piala Dunia adalah mimpi tertinggi. Bagi pemain Argentina, memikul kegilaan dan harapan seluruh negeri terhadap sepak bola adalah tekanan yang sangat besar. Lautaro berubah dari peran yang dikritik pada 2022 menjadi pahlawan yang membawa tim nasional kembali ke final, menunjukkan narasi 'penebusan dan ketangguhan' klasik dalam olahraga.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: berjuang keras, kesulitan (berkinerja buruk dalam turnamen)
Dalam konteks: kritik
Dalam konteks: Merasa kecewa
Dalam konteks: mendapatkan, layak (kehormatan atau imbalan)
Dalam konteks: mengamankan, memastikan (kemenangan atau tempat)
Dalam konteks: sayangnya, disayangkan
Dalam konteks: luar biasa, sangat hebat
Dalam konteks: sebelumnya, sebelumnya
Dalam konteks: yang sangat dicintai, yang disayangi
Dalam konteks: bersejarah, tercatat dalam sejarah
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A position in the starting lineup of a sports team.
Posisi starter, tempat di susunan pemain awal
An additional period of play specified under the rules of a sport when a game is tied at the end of regular time.
Perpanjangan waktu (dalam pertandingan olahraga)
To prove those who criticize you wrong through your actions or achievements.
Menjawab para pengkritik dengan tindakan, membuktikan bahwa mereka yang meragukan adalah salah