EN: Use 'Nice to meet you' when you meet someone for the first time. It is a polite way to start a conversation.
Bahasa Indonesia: Saat Anda pertama kali bertemu seseorang, gunakan "Nice to meet you". Ini adalah cara yang sopan untuk memulai percakapan.
Nice to meet you, Mr. Smith.
Senang bertemu dengan Anda, Pak Smith.
EN: In Western culture, 'Nice to meet you' is often accompanied by a handshake in professional settings, or a friendly wave in casual settings like a party.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Barat, saat mengucapkan "Nice to meet you", biasanya dilakukan jabat tangan dalam situasi formal, sedangkan dalam situasi santai seperti pesta, cukup melambaikan tangan dengan ramah.
EN: Use 'too' at the end of a sentence to mean 'also' or 'as well'. It is common in polite responses.
Bahasa Indonesia: Gunakan "too" di akhir kalimat untuk menyatakan "juga". Ini sangat umum dalam tanggapan yang sopan.
I am a student too.
Saya juga seorang siswa.
EN: In English-speaking cultures, it is standard to repeat the greeting 'Nice to meet you' with 'too' added at the end when meeting someone for the first time. It shows politeness and mutual interest.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, saat pertama kali bertemu, cara merespons standar adalah dengan menambahkan "too" setelah sapaan orang tersebut. Ini menunjukkan kesopanan serta minat yang sama untuk saling mengenal.
EN: Tag questions are short questions added to the end of a statement to ask for agreement or confirmation. If the main sentence is positive, the tag is negative.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan penegas (tag question) adalah pertanyaan kecil di akhir kalimat untuk meminta persetujuan atau konfirmasi. Jika kalimat sebelumnya positif, maka pertanyaannya harus dalam bentuk negatif.
It is a beautiful day, isn't it?
Cuaca hari ini bagus, ya?
EN: In English-speaking cultures, making a positive observation followed by a tag question is a common and polite way to start a conversation with a stranger at a social event.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, membuat pengamatan positif terlebih dahulu lalu diikuti dengan tag question adalah cara yang umum dan sopan untuk memulai percakapan dengan orang asing dalam situasi sosial.
EN: The Present Continuous tense (am/is/are + verb-ing) is used here to describe an action or feeling happening right now at this moment.
Bahasa Indonesia: Present continuous tense (am/is/are + verb-ing) digunakan di sini untuk menggambarkan tindakan atau perasaan yang sedang terjadi saat ini.
I am having a good time at the park.
Saya sedang bersenang-senang di taman.
EN: In social gatherings, using 'already' emphasizes that you felt comfortable and happy very quickly, which is a great compliment to the host or the person you are talking to.
Bahasa Indonesia: Dalam situasi sosial, menggunakan 'already' (sudah) untuk menekankan bahwa Anda merasa nyaman dan senang dengan cepat adalah pujian yang sangat sopan bagi tuan rumah atau orang yang sedang berbicara dengan Anda.
EN: Use 'Do you...?' to ask questions about someone's current habits or general facts in the present simple tense.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Do you...?" untuk menanyakan kebiasaan lawan bicara atau fakta umum saat ini (kalimat tanya present simple).
Do you like coffee?
Apakah Anda suka kopi?
EN: In Western social gatherings, asking if someone knows others is a common 'icebreaker' to help find mutual friends or shared experiences.
Bahasa Indonesia: Dalam pertemuan sosial Barat, menanyakan apakah lawan bicara kenal orang lain adalah cara "ice breaking" yang umum, membantu menemukan teman atau pengalaman yang sama.
EN: Use 'just' with the past tense to talk about an action that happened a very short time ago.
Bahasa Indonesia: Tambahkan 'just' sebelum kata kerja bentuk lampau untuk menunjukkan bahwa tindakan tersebut baru saja terjadi.
I just finished my homework.
Saya baru saja menyelesaikan PR.
EN: In English-speaking cultures, 'Not really' is a very common way to soften a 'No' answer, making the conversation feel more friendly and less abrupt.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bahasa Inggris, 'Not really' adalah cara yang sangat umum untuk memperhalus kata 'tidak', membuat percakapan terdengar lebih ramah dan tidak terlalu kasar atau kaku.
EN: Use 'When did you + [verb]?' to ask about the time of a past action. We use 'did' for past questions, and the main verb stays in its base form.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'When did you + [kata kerja]?' untuk menanyakan kapan suatu tindakan di masa lalu terjadi. Gunakan 'did' dalam pertanyaan untuk menunjukkan bentuk lampau, dan kata kerja setelahnya harus dalam bentuk dasar.
When did you buy that car?
Kapan Anda membeli mobil itu?
EN: In English-speaking cultures, showing enthusiasm ('Oh, that's exciting!') when someone shares personal news is a common way to build rapport and show you are listening.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, ketika seseorang berbagi berita pribadi, menunjukkan antusiasme (seperti mengatakan 'Oh, that's exciting!') adalah cara umum untuk membangun hubungan baik dan menunjukkan bahwa Anda mendengarkan.
EN: Use the Past Simple tense (verb + ed) to talk about actions that happened and finished at a specific time in the past, like 'last week'.
Bahasa Indonesia: Gunakan past simple (kata kerja + ed) untuk menggambarkan tindakan yang terjadi dan selesai pada waktu tertentu di masa lalu (seperti 'minggu lalu').
I visited my grandmother yesterday.
Saya mengunjungi nenek saya kemarin.
EN: In English-speaking cultures, mentioning how long you've been in a place is a common way to start a conversation and explain why you might be unfamiliar with things.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menyebutkan berapa lama Anda berada di suatu tempat adalah cara umum untuk memulai percakapan, dan ini juga menjelaskan mengapa Anda belum terbiasa dengan hal-hal tertentu.
EN: Use 'must be' to express a strong logical conclusion or a guess you are very sure about based on the situation.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'must be' untuk mengungkapkan deduksi logis yang kuat, atau tebakan pasti berdasarkan situasi saat ini.
You have been working all day; you must be tired!
Anda sudah bekerja seharian, pasti sangat lelah!
EN: In English conversation, using phrases like 'That must be...' is a common way to show empathy and keep the conversation flowing by acknowledging the other person's feelings.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan bahasa Inggris, menggunakan "That must be..." adalah cara umum untuk menunjukkan empati, membiarkan percakapan berlanjut dengan mengakui perasaan lawan bicara.
EN: Use 'but' to connect two ideas that are different or opposite. In this context, it shows that even though moving to a new city can be 'scary', the people are 'friendly'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'but' untuk menghubungkan dua ide yang berbeda atau berlawanan. Dalam teks ini, ini menunjukkan bahwa meskipun pindah ke kota baru mungkin "menakutkan", orang-orang di sini sangat "ramah".
The house is small, but it is very cozy.
Rumah ini kecil, tapi sangat nyaman.
EN: In many English-speaking cultures, it is common to balance a negative observation (like moving being scary) with a positive one (people being friendly) to keep the conversation polite and optimistic.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya negara berbahasa Inggris, orang terbiasa menyebutkan observasi negatif (seperti pindah rumah itu menakutkan), diikuti dengan observasi positif (seperti orang-orangnya ramah), untuk menjaga kesopanan dan optimisme dalam percakapan.
EN: The question 'What do you do?' is a standard way to ask about someone's job or profession, rather than what they are doing at this exact moment.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan "What do you do?" digunakan untuk menanyakan profesi atau pekerjaan seseorang, bukan menanyakan apa yang sedang dilakukan orang tersebut saat ini.
What do you do for a living?
Apa pekerjaan Anda?
EN: In English-speaking cultures, asking 'What do you do?' is a very common icebreaker at parties. It is considered a polite way to get to know someone's background without being too intrusive.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menanyakan "What do you do?" di pesta adalah topik pemecah suasana yang sangat umum. Ini dianggap sebagai cara sopan untuk mengetahui latar belakang seseorang tanpa terlihat terlalu menyinggung.
EN: Use the Present Simple tense to talk about your job or permanent facts about your life.
Bahasa Indonesia: Gunakan present simple tense untuk mendeskripsikan profesi atau fakta jangka panjang dalam hidup Anda.
I work at a hospital.
Saya bekerja di rumah sakit.
EN: In English-speaking cultures, 'What do you do?' is a very common small talk question used to get to know someone's profession.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, 'What do you do?' adalah pertanyaan sosial yang sangat umum, digunakan untuk menanyakan pekerjaan seseorang agar bisa lebih mengenal satu sama lain.
EN: Use 'sound' + adjective to express your reaction or opinion about something you just heard.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'sound + kata sifat' untuk mengekspresikan reaksi atau pendapat Anda terhadap hal yang baru saja didengar.
That sounds interesting!
Kedengarannya menarik!
EN: In English-speaking cultures, it is common to use enthusiastic adjectives like 'wonderful', 'great', or 'amazing' to show you are actively listening and interested in the conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, kata sifat yang antusias seperti 'wonderful', 'great', atau 'amazing' sering digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkan secara aktif dan tertarik pada percakapan.
EN: Use 'What kind of...' to ask for specific categories or types of things within a group.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'What kind of...' untuk menanyakan kategori atau jenis tertentu dalam suatu kelompok.
What kind of food do you like?
Makanan jenis apa yang Anda suka?
EN: In English-speaking cultures, asking 'What kind of...' is a common way to keep a conversation going and show genuine interest in someone's preferences.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menanyakan 'What kind of...' adalah cara umum untuk melanjutkan percakapan dan menunjukkan ketertarikan yang tulus pada kesukaan orang lain.
EN: Use 'the most' at the end of a sentence to show that you like something more than anything else.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'the most' di akhir kalimat untuk menunjukkan bahwa Anda paling menyukai sesuatu, melebihi hal lainnya.
I like chocolate ice cream the most.
Saya paling suka es krim cokelat.
EN: In casual conversation, sharing your favorite music is a common way to build rapport and find common ground with new acquaintances.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan sehari-hari, berbagi musik favorit adalah cara umum untuk membangun hubungan dengan teman baru dan mencari kesamaan.
EN: Use 'Do you + verb' to ask about someone's habits or abilities in the present tense.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Do you + kata kerja" untuk menanyakan kebiasaan atau kemampuan seseorang saat ini.
Do you speak English?
Apakah Anda bisa bahasa Inggris?
EN: In English, 'Me too' is a very common and informal way to agree with a positive statement. When asking about hobbies like music, it's a great way to keep a conversation going at a party.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, "Me too" adalah ungkapan informal yang sangat umum untuk menyetujui pernyataan positif seseorang. Menanyakan hobi seperti musik di pesta adalah cara yang baik untuk melanjutkan percakapan.
EN: Use 'but' to connect two ideas that are different or opposite. It shows a contrast between what you can do and how well you do it.
Bahasa Indonesia: Gunakan "but" untuk menghubungkan dua ide yang berbeda atau berlawanan. Ini menunjukkan kontras antara "Anda bisa melakukan sesuatu" dan "seberapa baik Anda melakukannya".
I like pizza, but I don't like pasta.
Saya suka pizza, tapi tidak suka pasta.
EN: In English-speaking cultures, adding 'but not very well' is a common way to show modesty (being humble) when talking about your skills.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menambahkan "but not very well" setelah menyebutkan suatu keahlian adalah bentuk kerendahan hati yang umum untuk menghindari kesan pamer.
EN: Use 'if you want' at the end of a sentence to offer help or make a suggestion politely without being pushy.
Bahasa Indonesia: Menggunakan "if you want" di akhir kalimat dapat digunakan untuk menawarkan bantuan atau saran secara sopan tanpa terkesan memaksa.
We can go to the cinema if you want.
Jika Anda mau, kita bisa pergi ke bioskop.
EN: In English-speaking cultures, offering help with 'if you want' is a common way to show kindness while respecting the other person's boundaries and independence.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menggunakan "if you want" untuk menawarkan bantuan adalah cara yang umum, yang menunjukkan niat baik sekaligus menghormati ruang pribadi dan kemandirian orang tersebut.
EN: Use 'That would be...' to talk about a future situation or a reaction to someone's offer. It shows you are imagining how something will feel.
Bahasa Indonesia: Gunakan "That would be..." untuk menggambarkan reaksi terhadap suatu saran atau membayangkan situasi di masa depan. Ini menunjukkan Anda sedang membayangkan bagaimana rasanya sesuatu hal.
That would be very helpful!
Itu akan sangat membantu!
EN: In English-speaking cultures, it is common to use 'nice of you' or 'kind of you' when someone offers a favor. It acknowledges the person's character rather than just the action.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, ketika seseorang menawarkan bantuan, biasanya dijawab dengan "nice of you" atau "kind of you". Ini bukan hanya berterima kasih atas tindakannya, tetapi juga memuji kepribadian orang tersebut.
EN: Use 'could' to make a polite suggestion or to talk about a possibility in the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan "could" untuk memberikan saran yang sopan, atau mendiskusikan rencana masa depan yang memungkinkan.
We could watch a movie tonight.
Kita bisa menonton film malam ini.
EN: In English-speaking cultures, 'We should meet sometime' or 'We could meet sometime' is a common way to express interest in hanging out again without committing to a specific date immediately. It's a friendly, low-pressure way to end a conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, "We could meet sometime" adalah basa-basi sosial yang umum, digunakan untuk menunjukkan ketertarikan untuk bertemu lagi tanpa harus segera menetapkan tanggal pasti. Ini adalah cara yang ramah dan tanpa tekanan untuk mengakhiri percakapan atau menjaga hubungan.
EN: Use 'What is/are ... like?' to ask for a description or general information about something.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola kalimat "What is/are ... like?" untuk menanyakan deskripsi atau keadaan umum dari sesuatu.
What is your new school like?
Seperti apa sekolah baru Anda?
EN: Asking about weekend plans is a very common and polite way to build rapport in English-speaking cultures, as it focuses on personal interests outside of work.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menanyakan rencana akhir pekan adalah cara yang sangat umum dan sopan untuk membangun hubungan, karena hal ini berfokus pada minat pribadi di luar pekerjaan.
EN: Use 'usually' before the main verb to talk about habits. Add 's' to days of the week (e.g., Saturdays) to mean 'every Saturday'.
Bahasa Indonesia: Tambahkan "usually" di depan kata kerja umum untuk menggambarkan kebiasaan. Tambahkan "s" setelah nama hari (misalnya Saturdays) untuk menunjukkan "setiap hari Sabtu".
I usually drink tea on Mondays.
Saya biasanya minum teh pada hari Senin.
EN: In many English-speaking cultures, going to a park on weekends is a very common way to relax, exercise, or meet friends for free.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya negara berbahasa Inggris, pergi ke taman pada akhir pekan adalah cara yang sangat umum untuk bersantai, berolahraga, atau berkumpul dengan teman secara gratis.
EN: Use 'That sounds + adjective' to give your opinion or reaction to something someone just said.
Bahasa Indonesia: Gunakan "That sounds + kata sifat" untuk menyatakan pendapat atau reaksi Anda terhadap apa yang baru saja dikatakan orang lain.
That sounds interesting!
Kedengarannya menyenangkan!
EN: In English-speaking cultures, using enthusiastic responses like 'That sounds nice!' is a common way to show politeness and active listening during a conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menggunakan respons positif yang antusias seperti "That sounds nice!" adalah cara umum untuk menunjukkan kesopanan dan mendengarkan dengan saksama.
EN: When using the verb 'like' to talk about hobbies or things you enjoy, you can follow it with a verb ending in '-ing' (gerund).
Bahasa Indonesia: Saat menggunakan kata kerja "like" untuk mendiskusikan hobi atau hal yang disukai, kata tersebut dapat diikuti oleh bentuk "-ing" dari kata kerja (gerund).
I like swimming in the ocean.
Saya suka berenang di laut.
EN: In casual English conversation, adding 'sometimes' at the end of a sentence is a common way to soften a statement or clarify that an activity isn't a constant habit.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari, menambahkan 'sometimes' di akhir kalimat adalah hal yang umum dilakukan untuk memperhalus nada bicara atau menjelaskan bahwa suatu aktivitas bukanlah kebiasaan yang terus-menerus.
EN: Use 'What kind of...' to ask for specific categories or types within a general group.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'What kind of...' untuk menanyakan jenis atau tipe spesifik dalam kategori besar.
What kind of music do you like?
Musik jenis apa yang kamu suka?
EN: In casual English conversation, 'What kind of books?' is a common short form of 'What kind of books do you like?'. It sounds friendly and keeps the flow of the talk.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari, 'What kind of books?' adalah kependekan umum dari 'What kind of books do you like?', terdengar akrab dan menjaga kelancaran percakapan.
EN: The word 'mostly' is an adverb used to show that something is true in most cases or for most of the time. It usually comes at the end of a sentence to describe the main activity.
Bahasa Indonesia: 'mostly' adalah kata keterangan yang digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu benar dalam banyak kasus atau sebagian besar waktu. Biasanya diletakkan di akhir kalimat untuk menggambarkan konten aktivitas utama.
I eat vegetables mostly.
Saya terutama makan sayuran.
EN: In English-speaking cultures, sharing specific genres of books or movies (like 'mystery' or 'adventure') is a common way to find common ground and build rapport during small talk.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, berbagi jenis buku atau film tertentu (seperti 'misteri' atau 'petualangan') adalah cara umum untuk mencari kesamaan dan membangun hubungan baik dalam obrolan ringan.
EN: Use 'as well' at the end of a sentence to mean 'also' or 'too'. It is a common way to show you agree or have something in common with someone.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'as well' di akhir kalimat untuk berarti 'juga'. Ini adalah cara umum untuk menunjukkan bahwa Anda setuju dengan pendapat orang lain atau memiliki kesamaan dengan mereka.
I like reading mystery books as well.
Saya juga suka membaca buku misteri.
EN: In English-speaking cultures, finding common ground (hobbies, likes) is a key way to build rapport during small talk at parties.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya negara-negara berbahasa Inggris, mencari kesamaan (seperti hobi, kesukaan) saat obrolan ringan di pesta adalah cara kunci untuk membangun hubungan baik.
EN: The phrase 'in common' is used after a noun (like 'hobbies' or 'interests') to show that two or more people share the same thing.
Bahasa Indonesia: Frasa 'in common' diletakkan setelah kata benda (seperti hobbies atau interests) untuk menunjukkan bahwa dua orang atau lebih memiliki kesamaan.
My sister and I have many things in common.
Kakak saya dan saya memiliki banyak kesamaan.
EN: In English-speaking cultures, finding 'common ground' or shared hobbies is a key way to build rapport and move from a casual acquaintance to a friend.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, mencari 'kesamaan' atau berbagi hobi yang sama adalah cara kunci untuk membangun hubungan baik, berubah dari kenalan biasa menjadi teman.
EN: Use 'Let's' (Let us) followed by a base verb to suggest doing an activity together.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Let's' diikuti dengan kata kerja dasar untuk mengusulkan melakukan sesuatu bersama.
Let's go to the park.
Ayo kita ke taman.
EN: In casual social settings like parties, exchanging phone numbers or social media handles is a common way to signal that you enjoyed meeting someone and want to become friends.
Bahasa Indonesia: Dalam acara sosial seperti pesta, bertukar nomor telepon atau akun media sosial adalah cara umum untuk mengungkapkan 'Senang bertemu denganmu dan berharap bisa berteman lebih jauh'.
EN: Use 'will' (shortened to 'll) to make a quick decision or offer to do something at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' (disingkat 'll) untuk menyatakan keputusan yang dibuat pada saat berbicara atau menawarkan diri untuk melakukan sesuatu.
I'll open the door for you.
Saya akan membukakan pintu untuk Anda.
EN: In English-speaking social gatherings, 'Good idea!' is a very common and polite way to agree with a suggestion before taking action.
Bahasa Indonesia: Dalam pertemuan sosial di negara-negara berbahasa Inggris, 'Good idea!' adalah cara yang sangat umum dan sopan untuk menyatakan persetujuan sebelum mengambil tindakan.
EN: Use 'anytime' to show that someone is welcome to do something at any moment without needing a specific schedule.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'anytime' untuk menunjukkan bahwa lawan bicara dapat melakukan sesuatu kapan saja, tanpa perlu jadwal khusus.
You can visit me anytime.
Anda bisa menemui saya kapan saja.
EN: In Western social contexts, giving someone your number and saying 'call me anytime' is a common way to show friendliness, though people often text first rather than calling directly.
Bahasa Indonesia: Dalam situasi sosial Barat, memberikan nomor telepon dan mengatakan 'Hubungi saya kapan saja' adalah cara umum untuk menunjukkan keramahan. Namun, saat ini orang biasanya akan mengirim pesan teks terlebih dahulu daripada menelepon langsung.
EN: Use 'will' (often shortened to 'll) to talk about future plans or promises made at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' (sering disingkat 'll) untuk mendeskripsikan keputusan yang dibuat saat berbicara, janji, atau rencana masa depan.
I'll call you later tonight.
Saya akan menelepon Anda nanti malam.
EN: In modern English, 'text' is the most common way to say you will send a message via phone (SMS, WhatsApp, etc.). It's more natural than saying 'send a message'.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris modern, 'text' adalah cara paling umum untuk menyatakan 'mengirim pesan ponsel' (seperti SMS, LINE, WhatsApp). Ini terdengar lebih alami dan ringkas daripada mengatakan 'send a message'.
EN: Use 'I'm happy (that) + sentence' to express your feelings about a specific event or situation.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'I'm happy (that) + kalimat' untuk mengungkapkan perasaan Anda tentang peristiwa atau situasi tertentu.
I'm happy you like the food.
Saya senang Anda menyukai hidangan ini.
EN: In English-speaking cultures, it is polite and common to end a first-time meeting with a positive remark about the encounter to build rapport.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, saat pertemuan pertama berakhir, biasanya orang akan mengatakan hal-hal positif tentang pertemuan tersebut. Ini adalah cara sopan untuk membangun hubungan yang baik.
EN: Use 'Me too' to agree with a positive statement made by someone else. It is a simple way to say you feel the same way.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Me too' untuk menyetujui kalimat positif orang lain. Ini adalah cara sederhana untuk menunjukkan bahwa Anda merasakan hal yang sama.
I like pizza. Me too!
Saya suka pizza. Saya juga!
EN: In casual English, 'Me too' is the most common way to agree. Using 'was' (past tense) here implies that the decision to have the party happened in the past, and it turned out to be a success.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris informal, 'Me too' adalah cara paling umum untuk menunjukkan persetujuan. Penggunaan bentuk lampau 'was' di sini menyiratkan bahwa keputusan untuk mengadakan pesta dibuat di masa lalu, dan sekarang terbukti bahwa keputusan tersebut sangat sukses.
EN: Use 'Let's' (Let + us) to make a suggestion or invite someone to do an activity together.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Let's' (Let + us) untuk memberikan saran atau mengajak seseorang melakukan suatu kegiatan bersama.
Let's go to the park.
Ayo kita ke taman.
EN: In Western social gatherings, it is common to use phrases like this to signal that you enjoy someone's company and want to continue the conversation or activity without ending the interaction too abruptly.
Bahasa Indonesia: Dalam pertemuan sosial Barat, kalimat seperti ini sering digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda menikmati kebersamaan dengan orang lain dan ingin terus berinteraksi, alih-alih mengakhiri percakapan secara tiba-tiba.
—