EN: The auxiliary verb 'did' is used to form questions in the simple past tense. When 'did' is used, the main verb (in this case, 'see') must revert to its base form.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "did" digunakan untuk membentuk pertanyaan dalam bentuk lampau sederhana. Ketika "did" digunakan dalam kalimat, kata kerja utama (dalam kalimat ini "see") harus kembali ke bentuk dasar.
Did you finish your homework yesterday?
Apakah kamu menyelesaikan pekerjaan rumahmu kemarin?
EN: The word 'downtown' can function as an adverb meaning 'in or to the central part of a city'. It does not require a preposition like 'in' or 'at' before it.
Bahasa Indonesia: Kata "downtown" dapat digunakan sebagai kata keterangan yang berarti "di pusat kota" atau "ke pusat kota". Tidak perlu menambahkan kata depan seperti "in" atau "at" di depannya.
We went shopping downtown last weekend.
Kami pergi ke pusat kota untuk berbelanja akhir pekan lalu.
EN: In many Western cities, 'downtown' refers to the commercial, cultural, and often historical active center of a city where street performers (buskers) commonly gather to entertain pedestrians for tips.
EN: The verb 'see' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a bare infinitive (verb in its base form without 'to'), it indicates that the subject witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "see" (melihat) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek dan kata kerja bentuk dasar (tanpa to), ini menunjukkan bahwa subjek menyaksikan langsung seluruh proses tindakan tersebut dari awal hingga akhir.
I saw her cross the street safely.
Saya melihat dia menyeberang jalan dengan selamat.
EN: The idiom 'at once' means simultaneously or at the same time.
Bahasa Indonesia: Ungkapan "at once" di sini berarti "pada saat yang sama", setara dengan simultaneously atau at the same time.
Don't all speak at once.
Jangan bicara semuanya sekaligus.
EN: Street performing (busking) is a vibrant part of urban culture in many Western countries. Juggling multiple objects while interacting with the crowd is a classic street art form that relies heavily on immediate audience reaction and tips.
EN: Verbs of perception (such as 'hear', 'see', 'watch') can be followed by an object and a bare infinitive (verb without 'to') to indicate that the subject perceived the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja persepsi (seperti hear, see, watch) dapat diikuti oleh objek dan kata kerja dasar (kata kerja tanpa to), digunakan untuk menunjukkan bahwa subjek mengalami atau melihat/mendengar seluruh proses tindakan tersebut.
I saw her cross the street safely.
Saya melihat dia menyeberang jalan dengan selamat.
EN: The word 'too' is an adverb meaning 'also' or 'in addition'. It is typically placed at the very end of an affirmative sentence, preceded by a comma in formal writing, though the comma is often omitted in casual contexts.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "too" berarti "juga" atau "selain itu". Kata ini biasanya ditempatkan di akhir kalimat positif, dan dalam penulisan formal biasanya didahului dengan koma, tetapi dalam percakapan sehari-hari atau situasi informal koma sering dihilangkan.
She wants to join the music club too.
Dia juga ingin bergabung dengan klub musik.
EN: Sensory Verbs (watch/see/hear) + Object + Bare Infinitive (V): This structure is used to indicate that the subject witnessed the entire action from start to finish. In this sentence, 'watched' (sensory verb) is followed by the object 'him' and the bare infinitive 'dance'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja sensorik (watch/see/hear) + objek + kata kerja dasar (V): Struktur ini digunakan untuk menunjukkan bahwa subjek menyaksikan atau mendengar seluruh proses suatu tindakan dari awal hingga akhir. Dalam kalimat ini, kata kerja sensorik 'watched' diikuti oleh objek 'him' dan kata kerja dasar 'dance'.
I heard her sing the entire song.
Saya mendengar dia menyanyikan seluruh lagu.
EN: Subordinating Conjunction 'while': 'While' is used to connect two actions happening at the same time, often emphasizing the duration of the background action.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif 'while' (ketika): 'while' digunakan untuk menghubungkan dua tindakan yang terjadi bersamaan, biasanya untuk menekankan durasi tindakan latar belakang.
She read a book while he cooked dinner.
Dia sedang membaca buku sementara dia memasak makan malam.
EN: The verb 'see' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a bare infinitive (verb in its base form without 'to'), it indicates that the subject witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "see" (melihat) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek (penerima) dan kata kerja dasar (infinitif tanpa to), ini menunjukkan bahwa subjek menyaksikan seluruh proses tindakan dari awal hingga akhir.
I saw him cross the street safely.
Saya melihat dia menyeberang jalan dengan selamat.
EN: The preposition 'onto' is used to show movement toward a position on the surface of something.
Bahasa Indonesia: Preposisi "onto" (ke atas) digunakan untuk menunjukkan gerakan menuju posisi di permukaan suatu benda.
The cat jumped onto the kitchen counter.
Kucing itu melompat ke atas meja dapur.
EN: The verb 'notice' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a bare infinitive (verb in its base form without 'to'), it indicates that the subject observed the entire completed action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "notice" (memperhatikan) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek dan kata kerja bentuk dasar (tanpa to), ini menunjukkan bahwa subjek mengamati secara utuh seluruh proses tindakan tersebut terjadi dari awal hingga akhir.
I noticed him lock the door before he left.
Aku memperhatikan dia mengunci pintu sebelum pergi.
EN: The phrasal verb 'smile at' is used to direct a smile toward a specific person or thing. 'At' is the preposition indicating the target of the action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja frasa "smile at" digunakan untuk menunjukkan senyuman yang diarahkan kepada seseorang atau sesuatu secara spesifik. Kata depan "at" digunakan untuk menunjukkan target (objek) dari senyuman tersebut.
The teacher smiled at the students as they walked in.
Ketika para siswa masuk, guru tersenyum kepada mereka.
EN: The verb 'feel' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object, it can take a bare infinitive (verb in its base form without 'to') to emphasize the entire action from start to finish, or a present participle (-ing) to emphasize an action in progress.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" (merasakan) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek, kita dapat menggunakan kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to) untuk menekankan proses yang utuh, atau menggunakan present participle (-ing) untuk menekankan tindakan yang sedang berlangsung. Dalam kalimat ini, 'get excited' menggunakan kata kerja bentuk dasar get, yang menunjukkan bahwa subjek merasakan secara utuh proses kerumunan menjadi bersemangat.
I felt the ground shake for a few seconds.
Saya merasakan tanah bergetar selama beberapa detik.
EN: The structure 'get + adjective' is used to describe a change in state, meaning 'to become' or 'to start to be' something.
Bahasa Indonesia: Struktur "get + kata sifat" digunakan untuk menggambarkan perubahan keadaan, yang berarti "menjadi" atau "mulai berada dalam keadaan tertentu". Di sini, 'excited' adalah past participle yang digunakan sebagai kata sifat, yang berarti "bersemangat".
The children got tired after playing in the park.
Anak-anak menjadi lelah setelah bermain di taman.
EN: Verbs of perception (such as 'watch', 'see', 'hear') can be followed by an object and a present participle (V-ing) to emphasize that the action was in progress or ongoing at the moment of observation.
Bahasa Indonesia: Kata kerja sensorik (seperti 'watch', 'see', 'hear') dapat diikuti oleh objek dan present participle (V-ing), untuk menekankan bahwa tindakan tersebut sedang berlangsung pada saat pengamatan.
I heard Emma singing in the kitchen.
Saya mendengar Emma bernyanyi di dapur.
EN: The preposition 'with' is used to indicate accompaniment, showing who or what is participating in the action alongside the subject.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'with' digunakan untuk menunjukkan kebersamaan, menunjukkan siapa atau apa yang ikut serta dalam tindakan bersama subjek.
He played with his friends in the park.
Dia bermain di taman bersama teman-temannya.
EN: Street performances (busking) are a vibrant part of urban culture in many English-speaking countries. It is common and encouraged for audience members, especially children, to interact or dance along with the performers, creating a warm community atmosphere.
EN: Verbs of perception (such as 'hear', 'see', 'watch') can be followed by an object and a present participle (verb-ing) to emphasize that the action was in progress or ongoing at the moment it was perceived.
Bahasa Indonesia: Kata kerja sensorik (seperti hear, see, watch) dapat diikuti oleh objek dan present participle (kata kerja -ing), untuk menekankan bahwa tindakan tersebut sedang berlangsung saat dirasakan.
I saw the children playing in the park.
Saya melihat anak-anak bermain di taman.
EN: Adverbs of manner (like 'loudly') are used to describe how an action is performed. They typically modify verbs and are often placed after the verb or the object.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan cara (seperti loudly) digunakan untuk memodifikasi kata kerja, menggambarkan cara suatu tindakan dilakukan, dan biasanya ditempatkan setelah kata kerja atau objek.
She spoke softly to the baby.
Dia berbicara dengan lembut kepada bayi itu.
EN: The superlative adjective 'the most amazing' is used to compare three or more things, indicating that the subject has the highest degree of that quality. 'Amazing' is a multi-syllable adjective, so we use 'the most' before it instead of adding '-est'.
Bahasa Indonesia: Kata sifat superlatif "the most amazing" digunakan untuk membandingkan tiga hal atau lebih, menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat tertinggi dari sifat tersebut. Karena "amazing" adalah kata sifat bersuku kata banyak, maka ditambahkan "the most" di depannya, bukan menambahkan "-est" di akhir.
This is the most beautiful painting in the gallery.
Ini adalah lukisan terindah di galeri ini.
EN: The word 'ever' is used after a superlative adjective to mean 'at any time in history' or 'of all time', emphasizing the extreme nature of the statement.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "ever" sering ditempatkan setelah kata sifat superlatif, berarti "sepanjang sejarah" atau "kapan pun", digunakan untuk memperkuat pernyataan dan menekankan tingkat ekstrem dari pernyataan tersebut.
That was the best meal ever!
Itu benar-benar makanan terbaik yang pernah ada!
EN: In English-speaking cultures, expressing enthusiasm with superlatives like 'the best ever' or 'the most amazing' is very common and natural when reviewing or discussing entertainment, food, or experiences. It shows genuine appreciation and engagement.
EN: The verb 'see' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a present participle (V-ing), it emphasizes that the subject witnessed an action that was ongoing or in progress at that moment.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "see" (melihat) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek (penerima) dan present participle (V-ing), ini digunakan untuk menekankan bahwa subjek menyaksikan tindakan yang sedang berlangsung pada saat itu.
I saw Emma playing the piano in the music room.
Saya melihat Emma sedang bermain piano di ruang musik.
EN: The conjunction 'and' connects two parallel structures. In this sentence, it connects two present participles, 'taking' and '(taking) videos', where the second 'taking' is omitted to avoid repetition.
Bahasa Indonesia: Kata hubung setara "and" digunakan untuk menghubungkan dua struktur yang sejajar. Dalam kalimat ini, ia menghubungkan dua present participle "taking" dan "(taking) videos", di mana kata kerja kedua "taking" dihilangkan untuk menghindari pengulangan.
EN: The use of the adverb 'really' to emphasize a verb or an adjective. In this sentence, 'really' is placed before the main verb 'have' to strongly emphasize the statement.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "really" (benar-benar) digunakan untuk memodifikasi dan memperkuat kata kerja atau kata sifat. Dalam kalimat ini, "really" ditempatkan sebelum kata kerja utama "have" untuk menekankan fakta yang dijelaskan selanjutnya.
She really loves playing the piano.
Dia benar-benar sangat suka bermain piano.
EN: Plural nouns used for generalization. When talking about a category of people or things in general, English often uses plural nouns without an article (e.g., 'Street performers' instead of 'A street performer').
Bahasa Indonesia: Kata benda jamak digunakan untuk pernyataan umum. Ketika kita berbicara tentang kategori orang atau benda secara umum, bahasa Inggris biasanya menggunakan kata benda jamak tanpa artikel (misalnya menggunakan "Street performers", bukan "A street performer").
Cats are very independent animals.
Kucing adalah hewan yang sangat mandiri.
EN: Street performing, also known as 'busking', is a vibrant part of urban culture in many English-speaking countries. Cities like London, New York, and Melbourne have designated spots and licensing systems for street performers, who are highly respected for bringing art and entertainment to public spaces.
EN: The Simple Past Tense is used to describe completed actions that happened at a specific time in the past (e.g., 'Last Saturday'). The verb 'saw' is the irregular past tense form of 'see'.
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai terjadi pada waktu tertentu di masa lalu (misalnya "Sabtu lalu"). Kata kerja "saw" adalah bentuk lampau tidak beraturan dari "see".
Last night, I saw a beautiful shooting star in the sky.
Tadi malam, saya melihat bintang jatuh yang indah di langit.
EN: Adjective order and noun modification: 'amazing' (opinion adjective) and 'street' (noun adjunct acting as a classifier) both modify the head noun 'performer' to create a detailed noun phrase.
Bahasa Indonesia: Urutan kata sifat dan modifikasi kata benda: Kata sifat opini "amazing" (menakjubkan) dan kata benda yang berfungsi sebagai modifikator "street" (jalanan) bersama-sama memodifikasi kata benda inti "performer" (seniman), membentuk frasa kata benda yang kaya makna.
We met a talented local artist at the gallery.
Kami bertemu seorang seniman lokal yang berbakat di galeri.
EN: In many Western cities, street performers (also known as buskers) are a vibrant part of urban culture. They perform in public squares, parks, and transit stations, often relying on voluntary tips from passersby. Seeing them is a common and celebrated weekend experience.
EN: The sensory verb 'hear' (past tense 'heard') is followed by an object and a present participle (verb-ing) to describe an action that is in progress at the moment of perception.
Bahasa Indonesia: Kata kerja sensorik "hear" (bentuk lampau: heard) diikuti oleh objek (penerima) dan present participle (V-ing), digunakan untuk menggambarkan bahwa tindakan tersebut sedang berlangsung saat dirasakan.
I heard someone knocking on the door.
Saya mendengar seseorang sedang mengetuk pintu.
EN: The subordinating conjunction 'when' introduces an adverbial clause of time, indicating that the action in the main clause happened at or immediately after the action in the dependent clause.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif "when" memperkenalkan klausa keterangan waktu, menunjukkan bahwa tindakan dalam klausa utama terjadi bersamaan dengan atau setelah tindakan dalam klausa subordinatif.
When the bell rang, the students left the classroom.
Ketika bel berbunyi, para siswa meninggalkan ruang kelas.
EN: In many Western cities, 'the square' (or town square) is a central open area where community life happens, often featuring street performers, local markets, and live music, making it a lively hub of social activity.
EN: The verb 'watch' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object, we use a bare infinitive (verb in its base form without 'to') to emphasize that the subject witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'watch' (menonton) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek, kita menggunakan kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to) untuk menekankan bahwa subjek menyaksikan secara utuh seluruh proses tindakan tersebut dari awal hingga akhir.
We watched the plane land safely.
Kami menonton pesawat mendarat dengan selamat.
EN: The coordinating conjunction 'and' connects two parallel bare infinitive phrases ('juggle...' and 'ride...') which both function as object complements describing what 'the man' was doing.
Bahasa Indonesia: Kata hubung koordinatif 'and' menghubungkan dua frasa kata kerja bentuk dasar yang sejajar ('juggle...' dan 'ride...'), keduanya berfungsi sebagai pelengkap objek untuk menggambarkan tindakan yang sedang dilakukan oleh "orang itu".
She helped him wash the dishes and clean the kitchen.
Dia membantunya mencuci piring dan membersihkan dapur.
EN: Street performing, or 'busking', is a vibrant part of urban culture in many Western cities. Performers often combine multiple skills, such as juggling while riding a unicycle or tall bike, to capture the attention of busy passersby in public squares.
EN: Compound Verbs with 'and': When a single subject performs two actions in sequence or simultaneously, we can connect the two verbs using the coordinating conjunction 'and'. Both verbs must agree in tense (in this case, past tense: 'stood' and 'clapped').
Bahasa Indonesia: Kata kerja majemuk dengan 'and': Ketika satu subjek melakukan dua tindakan secara berurutan atau bersamaan, kita dapat menggunakan kata hubung setara 'and' untuk menghubungkan kedua kata kerja tersebut. Kedua kata kerja ini harus memiliki bentuk waktu yang sama (dalam kalimat ini, keduanya berbentuk lampau: 'stood' dan 'clapped').
She walked into the room and sat down.
Dia masuk ke ruangan dan duduk.
EN: Adverbs of Manner: Adverbs like 'loudly' describe how an action is performed. They are typically formed by adding '-ly' to an adjective ('loud' -> 'loudly') and usually follow the verb they modify.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan tempat dan cara: Kata keterangan cara seperti 'loudly' (dengan keras) digunakan untuk menggambarkan bagaimana suatu tindakan dilakukan. Kata keterangan ini biasanya dibentuk dengan menambahkan '-ly' pada akhir kata sifat (misalnya 'loud' menjadi 'loudly'), dan biasanya ditempatkan setelah kata kerja yang dimodifikasi.
The children played happily in the garden.
Anak-anak bermain dengan gembira di taman.
EN: The verb 'see' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a bare infinitive (verb without 'to'), it emphasizes that the subject witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja sensorik (seperti see, hear, watch) diikuti oleh objek dan kata kerja dasar (infinitif tanpa to) menekankan bahwa subjek menyaksikan atau mendengar seluruh proses tindakan yang terjadi.
I saw him cross the street safely.
Saya melihat dia menyeberang jalan dengan selamat.
EN: The phrasal verb 'walk up to' means to approach someone or something by walking, often in a direct or confident manner.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "walk up to" berarti "berjalan mendekati" seseorang atau sesuatu, biasanya dengan cara langsung atau percaya diri.
She walked up to the teacher and asked a question.
Dia berjalan mendekati guru dan mengajukan pertanyaan.
EN: The verb 'watch' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a bare infinitive (verb in its base form without 'to'), it indicates that the subject witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "watch" (menonton) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek (penerima) dan kata kerja dasar (infinitif tanpa to), ini menunjukkan bahwa subjek menyaksikan seluruh proses tindakan dari awal hingga akhir.
We watched the plane land safely.
Kami menonton pesawat mendarat dengan selamat.
EN: The verb 'give' is a ditransitive verb, which takes two objects: an indirect object (the recipient, 'her') and a direct object (the thing given, 'a balloon flower').
Bahasa Indonesia: Kata kerja "give" (memberi) adalah kata kerja dwitransitif (kata kerja pemberian), yang diikuti oleh dua objek: objek tidak langsung (penerima "her") dan objek langsung (benda yang diberikan "a balloon flower").
He gave me a beautiful book.
Dia memberi saya sebuah buku yang indah.
EN: In Western street performances, it is very common for performers to interact directly with the audience, especially children, by making balloon animals or flowers to create a warm, community-friendly atmosphere.
EN: The verb 'feel' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a bare infinitive (verb in its base form without 'to'), it indicates that the subject perceived the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" (merasakan) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek (penerima) dan kata kerja dasar (infinitif tanpa to), ini menunjukkan bahwa subjek merasakan seluruh proses tindakan yang terjadi.
I felt the ground shake for a few seconds.
Saya merasakan tanah bergetar selama beberapa detik.
EN: The preposition 'at' is used to point out a specific point in time, such as a moment, a holiday, or a precise clock time.
Bahasa Indonesia: Preposisi "at" digunakan untuk menunjukkan titik waktu tertentu, seperti saat tertentu, hari libur, atau waktu yang spesifik.
She woke up at that exact moment.
Dia terbangun tepat pada saat itu.
EN: In English-speaking cultures, street performances (busking) are highly valued as a form of community art. Expressing shared emotional moments, like 'everyone smiling together,' highlights the sense of community and connection that public art fosters.
EN: Verbs of perception (like 'hear' and 'see') can be followed by an object and a present participle (V-ing) to emphasize an action that is ongoing or in progress at the moment of perception.
Bahasa Indonesia: Kata kerja persepsi (seperti hear dan see) dapat diikuti oleh objek dan present participle (V-ing), untuk menekankan bahwa tindakan tersebut sedang berlangsung pada saat dirasakan.
I saw Emma drawing a picture in her notebook.
Saya melihat Emma sedang menggambar di buku catatannya.
EN: The coordinating conjunction 'and' is used to connect two independent clauses with parallel structures (Subject + Verb + Object + V-ing) to describe two simultaneous events.
Bahasa Indonesia: Kata hubung setara "and" di sini digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen yang strukturnya sejajar (subjek + kata kerja + objek + present participle), untuk menggambarkan dua peristiwa yang terjadi bersamaan.
He played the guitar and she sang a song.
Dia bermain gitar, sementara dia bernyanyi.
EN: The causative verb 'make' can be followed by an object and an adjective (or adjective phrase) as an object complement (make + object + adjective). This structure means 'to cause someone or something to be in a particular state'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja kausatif "make" dapat diikuti oleh objek (penerima) dan kata sifat (atau frasa kata sifat) sebagai pelengkap objek, dengan struktur "make + objek + kata sifat". Struktur ini berarti "menyebabkan seseorang atau sesuatu berada dalam keadaan tertentu".
The warm weather makes me sleepy.
Cuaca hangat membuat saya mengantuk.
EN: The word 'lively' is an adjective meaning full of life and energy, even though it ends in '-ly' (which is typically associated with adverbs). Here, it is coordinated with the adjective 'fun' to describe the city.
Bahasa Indonesia: Kata "lively" adalah kata sifat yang berarti penuh kehidupan dan energi, meskipun diakhiri dengan "-ly" (yang biasanya terkait dengan kata keterangan). Di sini, kata ini sejajar dengan kata sifat "fun" untuk menggambarkan kota.
EN: Street performance, or busking, is a vibrant part of urban culture in many English-speaking countries. Cities often have designated areas (like plazas or subway stations) where licensed performers entertain the public, contributing to the local community's lively atmosphere.
EN: The future simple tense with 'will' is used here to express a firm promise or determination about the future. The adverb 'never' (meaning 'not at any time') is placed between the auxiliary verb 'will' and the main verb 'forget' to emphasize the negation.
Bahasa Indonesia: Di sini, bentuk masa depan sederhana dengan kata kerja bantu "will" digunakan untuk menyatakan janji atau tekad yang kuat di masa depan. Kata keterangan "never" (yang berarti "tidak akan pernah") ditempatkan di antara kata kerja bantu "will" dan kata kerja utama "forget" untuk memperkuat makna negatif.
I will never forget your kindness.
Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu.
EN: The demonstrative adjective 'that' is used to point to a specific, singular noun ('afternoon') that is distant in time (in this case, a past event being recalled). It contrasts with 'this', which refers to something close in time or space.
Bahasa Indonesia: Kata sifat penunjuk "that" (itu) digunakan untuk menerangkan kata benda tertentu dan tunggal (di sini "afternoon"), yang menunjukkan sesuatu yang jauh dalam waktu (dalam hal ini peristiwa di masa lalu). Ini berbeda dengan "this" yang menunjukkan sesuatu yang dekat dalam ruang atau waktu.
I still remember that wonderful trip to Paris.
Aku masih ingat perjalanan indah ke Paris itu.
EN: Wh-questions in the simple past tense use the auxiliary verb 'did' followed by the subject and the base form of the main verb. The formula is: Wh-word + did + subject + base verb?
Bahasa Indonesia: Pertanyaan Wh- dalam simple past tense menggunakan kata kerja bantu "did" diikuti oleh subjek dan bentuk dasar kata kerja utama. Strukturnya adalah: Kata tanya Wh- + did + subjek + kata kerja dasar?
What did you buy at the market?
Apa yang kamu beli di pasar?
EN: The preposition 'at' is used to indicate a specific event, activity, or location where something takes place, such as 'at the show' or 'at the party'.
Bahasa Indonesia: Preposisi "at" digunakan untuk menunjukkan aktivitas, acara, atau lokasi tertentu di mana sesuatu terjadi, misalnya "at the show" (di pertunjukan) atau "at the party" (di pesta).
We met some friends at the concert.
Kami bertemu beberapa teman di konser.
EN: In Western culture, street performances (busking) are highly popular and interactive. It is common for performers to ask for volunteers from the crowd, especially children, to create a warm and engaging atmosphere. Asking friends about their experience at such shows is a standard casual conversation starter.
EN: Sensory Verbs (see, hear, watch, etc.) can be followed by an object and a bare infinitive (verb root) to indicate that the subject witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja sensorik (seperti see, hear, watch, dll.) dapat diikuti oleh objek dan kata kerja bentuk dasar untuk menunjukkan bahwa subjek menyaksikan atau mendengar seluruh proses tindakan tersebut dari awal hingga akhir.
I heard him sing a beautiful song.
Aku mendengar dia menyanyikan sebuah lagu yang indah.
EN: The prepositional phrase 'on one hand' acts as an adverbial modifier of manner, describing how the balance was performed.
Bahasa Indonesia: Frasa kata depan "on one hand" (dengan satu tangan) di sini berfungsi sebagai keterangan cara atau tempat yang menerangkan kata kerja balance (menyeimbangkan), menjelaskan bagaimana tindakan keseimbangan itu dilakukan.
EN: Sensory Verbs (hear, see, watch) followed by a bare infinitive (verb in base form) indicate that the subject witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja sensorik (hear, see, watch) diikuti oleh kata kerja dasar (infinitif tanpa to) menunjukkan bahwa subjek menyaksikan atau mendengar seluruh proses tindakan yang terjadi.
I heard the bird sing a beautiful song.
Saya mendengar burung itu menyanyikan lagu yang indah.
EN: The subordinating conjunction 'when' is used to introduce an adverbial clause of time, showing that two events happened at or around the same time.
Bahasa Indonesia: Kata hubung subordinatif "when" digunakan untuk memperkenalkan klausa keterangan waktu, menunjukkan bahwa dua peristiwa terjadi pada waktu yang sama atau berurutan.
She smiled when she saw the flowers.
Dia tersenyum ketika melihat bunga-bunga itu.
EN: The verb 'watch' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object, it can take a bare infinitive (verb in its base form without 'to') to emphasize that the observer witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'watch' (menonton) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek, kita dapat menggunakan kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to) untuk menekankan bahwa pengamat menyaksikan secara utuh seluruh proses tindakan tersebut dari awal hingga akhir.
I watched the birds fly away.
Aku menonton burung-burung itu terbang pergi.
EN: The auxiliary verb 'did' is used to form questions in the simple past tense. When 'did' is used, the main verb (in this case, 'watch') must revert to its base form.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu 'did' digunakan untuk membentuk pertanyaan dalam bentuk lampau sederhana. Ketika 'did' digunakan dalam kalimat, kata kerja utama (dalam kalimat ini 'watch') harus kembali ke bentuk dasar.
Did you finish your homework yesterday?
Apakah kamu menyelesaikan pekerjaan rumahmu kemarin?
EN: Street performances involving fire (such as fire breathing or fire juggling) are popular but highly regulated in many cities worldwide. They require special permits due to safety concerns, making them a thrilling highlight of urban street culture.
EN: The verb 'see' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a bare infinitive (verb in its base form without 'to'), it emphasizes that the subject witnessed the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "see" (melihat) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek (penerima) dan kata kerja dasar (kata kerja tanpa to), ini menekankan bahwa subjek menyaksikan seluruh proses tindakan dari awal hingga akhir.
I saw her cross the street safely.
Saya melihat dia menyeberang jalan dengan selamat.
EN: The prepositional phrase 'without fear' functions as an adverbial modifier, describing the manner in which the action was performed (with courage or bravery).
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "without fear" (tanpa rasa takut) di sini berfungsi sebagai keterangan, menggambarkan keadaan atau sikap saat tindakan dilakukan (dengan penuh keberanian).
She spoke in front of the large crowd without fear.
Dia berbicara di depan banyak penonton tanpa rasa takut.
EN: Street performances involving fire (like fire juggling or fire eating) are popular in many city squares worldwide, symbolizing high skill and thrill. The phrase 'without fear' highlights the audience's admiration for the performer's courage.
EN: Verbs of perception (such as 'feel', 'hear', 'see', 'watch') can be followed by an object and a bare infinitive (verb without 'to') to describe an action that is completed or perceived from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja persepsi (seperti feel, hear, see, watch) dapat diikuti oleh objek dan kata kerja bentuk dasar (tanpa to) untuk menggambarkan tindakan yang dialami secara utuh atau dirasakan dari awal hingga akhir.
I felt the ground shake for a few seconds.
Saya merasakan tanah bergetar selama beberapa detik.
EN: The word 'fast' can function as both an adjective and an adverb. In this sentence, 'fast' is used as an adverb modifying the verb 'beat' to describe the speed of the heartbeat.
Bahasa Indonesia: Kata "fast" dapat berfungsi sebagai kata sifat maupun kata keterangan. Dalam kalimat ini, "fast" digunakan sebagai kata keterangan yang menerangkan kata kerja "beat" (berdetak), untuk menggambarkan kecepatan detak jantung.
EN: The verb 'notice' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a present participle (V-ing), it emphasizes that the action was in progress or ongoing at the moment it was observed.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "notice" (memperhatikan) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek (penerima) dan present participle (V-ing), ini digunakan untuk menekankan bahwa tindakan tersebut sedang berlangsung pada saat pengamatan.
I noticed the dog chasing its tail in the yard.
Saya memperhatikan anjing itu mengejar ekornya sendiri di halaman.
EN: The prepositional phrase 'in the crowd' functions as an adverbial modifier of place, indicating where the action of clapping or the baby was located.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "in the crowd" (di kerumunan) di sini berfungsi sebagai keterangan tempat, digunakan untuk menunjukkan lokasi di mana tindakan bertepuk tangan atau posisi bayi berada.
She found her lost keys in the drawer.
Dia menemukan kuncinya yang hilang di dalam laci.
EN: The verb 'watch' is a sensory verb (verb of perception). When followed by an object and a present participle (V-ing), it emphasizes that the action was in progress or ongoing at the moment of observation.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "watch" (menonton) termasuk kata kerja sensorik (kata kerja persepsi). Ketika diikuti oleh objek (penerima) dan present participle (V-ing), kata kerja ini digunakan untuk menekankan bahwa tindakan tersebut sedang berlangsung pada saat pengamatan terjadi.
I watched the children playing in the park.
Saya melihat anak-anak bermain di taman.
EN: The prepositional phrase 'to the music' is used to indicate moving, dancing, or singing in harmony with the rhythm of the music.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "to the music" digunakan untuk menunjukkan gerakan, tarian, atau nyanyian yang mengikuti melodi atau ritme musik, di mana "to" memiliki arti "sesuai dengan" atau "mengikuti".
She swayed to the music.
Dia bergoyang mengikuti musik.
EN: The superlative adjective 'the best' is used to compare three or more things, indicating the highest degree of quality. It is the irregular superlative form of 'good'.
Bahasa Indonesia: Kata sifat superlatif "the best" digunakan untuk membandingkan tiga hal atau lebih, menunjukkan kualitas tingkat tertinggi. Ini adalah bentuk superlatif tidak beraturan dari kata sifat "good" (baik).
This is the best coffee I have ever tasted.
Ini adalah kopi terbaik yang pernah saya minum.
EN: The word 'ever' is used after a superlative adjective to mean 'at any time in history' or 'of all time', emphasizing the extreme nature of the statement.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "ever" ditempatkan setelah kata sifat superlatif untuk berarti "sepanjang sejarah" atau "selama ini", digunakan untuk memperkuat pernyataan dan menekankan tingkat ekstrem dari pernyataan tersebut.
It was the most beautiful sunset ever.
Itu adalah matahari terbenam terindah sepanjang sejarah.
EN: The phrase 'best... ever' is a very common colloquial expression in English-speaking cultures used to express high enthusiasm and praise. While grammatically a superlative, it is often used hyperbolically in daily conversations to show appreciation rather than literal historical comparison.
EN: "Let's" is a contraction of "let us," used to make suggestions or proposals. It is followed by the base form of the verb (bare infinitive).
Bahasa Indonesia: "Let's" adalah singkatan dari "let us", digunakan untuk membuat saran atau usulan. Setelahnya harus diikuti oleh bentuk dasar kata kerja (infinitif tanpa to).
Let's go to the park this afternoon.
Ayo kita pergi ke taman sore ini.
EN: "Next weekend" is a time expression used to refer to the upcoming Saturday and Sunday. In English, prepositions like "on" or "at" are typically omitted before "next" when indicating time.
Bahasa Indonesia: "Next weekend" adalah frasa keterangan waktu yang digunakan untuk merujuk pada hari Sabtu dan Minggu yang akan datang. Dalam bahasa Inggris, ketika "next" digunakan untuk menyatakan waktu, kata depan seperti "on" atau "at" biasanya dihilangkan di depannya.
We are planning to visit our grandparents next weekend.
Kami berencana mengunjungi kakek dan nenek kami akhir pekan depan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: pemain, seniman
Dalam konteks: bermain sulap (melempar dan menangkap beberapa benda secara bergantian ke udara)
Dalam konteks: kerumunan, orang banyak
Dalam konteks: bersorak, sorakan
Dalam konteks: bakat, kemampuan
Dalam konteks: ramai, penuh semangat
Dalam konteks: menjaga keseimbangan
Dalam konteks: ketakutan, rasa takut
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A person who performs in public places for money, such as a musician, actor, or acrobat.
seniman jalanan
At the same time; simultaneously.
pada saat yang sama
In a brave manner; showing no signs of being afraid.
tanpa rasa takut, dengan berani