Kembali ke Blog

If I were you... Second Conditional: Cara Mengungkapkan Hal yang "Berlawanan dengan Kenyataan" secara Alami dan Fasih

If I were you... Second Conditional: Cara Mengungkapkan Sesuatu yang "Berlawanan dengan Kenyataan" secara Alami dan Fasih

Saat teman Anda sedang bingung apakah harus berganti pekerjaan, Anda ingin berkata "jika aku jadi kamu, aku akan mencobanya", tetapi di kepala Anda hanya terlintas If I am you, lalu kemudian pikiran Anda langsung buntu. Jangan khawatir, ini adalah proses belajar yang wajar dialami setiap orang. Hari ini kita akan membahas tuntas kalimat pengandaian yang "berbeda dengan kenyataan saat ini". Setelah belajar, Anda akan bisa mengucapkan If I were you, I would try it. (Jika aku jadi kamu, aku akan mencobanya.) secara alami.

Apa itu Second Conditional

Second Conditional digunakan untuk mengandaikan situasi yang "berlawanan dengan kenyataan saat ini" atau "hampir tidak mungkin terjadi saat ini". Intinya adalah: Anda tahu betul bahwa kenyataannya tidak seperti itu, Anda hanya sedang berandai-andai.

Lihatlah perbedaan antara kedua kalimat ini:

  • If I have time, I will call you. (Jika aku punya waktu, aku akan meneleponmu.) Ini adalah First Conditional, yang berarti memang ada kemungkinan untuk memiliki waktu luang.
  • If I had a lot of money, I would travel the world. (Jika aku punya banyak uang, aku akan berkeliling dunia.) Ini adalah Second Conditional, kenyataannya adalah saat ini aku tidak punya uang sebanyak itu.

Kata kerja bentuk lampau had pada kalimat kedua tidak berarti sedang membicarakan masa lalu. Kalimat tersebut mengungkapkan pengandaian yang berlawanan dengan kenyataan bahwa "saat ini aku tidak punya banyak uang". Penggunaan ini mungkin terasa aneh pada awalnya, tetapi Anda akan terbiasa setelah melihat beberapa contoh lagi.

Hanya Ada Satu Rumus, Ingatlah Ini

Struktur Second Conditional sangat konsisten, cukup ingat rumus ini untuk menggunakannya:

If + past tense, ... would + kata kerja dasar

  • If I lived near the beach, I would swim every day. (Jika aku tinggal di dekat pantai, aku akan berenang setiap hari.)
  • If she spoke French, she would work in Paris. (Jika dia bisa berbahasa Prancis, dia akan bekerja di Paris.)
  • If we won the lottery, we would buy a house. (Jika kami memenangkan lotre, kami akan membeli rumah.)

Dua tips singkat untuk membantu Anda memahaminya dengan kuat:

  • Bagian "If" menggunakan past tense (lived, spoke, won), namun menceritakan pengandaian di masa sekarang.
  • Bagian lainnya menggunakan would + kata kerja dasar (would swim, would work, would buy), dan ingatlah untuk tidak menambahkan akhiran -s atau -ed setelah would.

Anda juga dapat menukar urutan kedua bagian ini, maknanya tetap sama persis, hanya saja tidak memerlukan tanda koma di tengahnya jika ditukar:

  • I would call her if I had her number. (Aku akan meneleponnya jika aku punya nomor teleponnya.)

were untuk Semua Subjek, Ini Rahasia Kecil Second Conditional

Ini adalah bagian yang paling sering diabaikan, padahal jika diucapkan dengan benar, Anda akan terdengar sangat fasih. Dalam Second Conditional, bentuk lampau dari be-verb yang digunakan selalu were, tidak peduli apakah subjeknya adalah I, he, she, atau it.

  • If I were taller, I would play basketball. (Jika aku lebih tinggi, aku akan bermain basket.)
  • If he were here, he would help us. (Jika dia ada di sini, dia akan membantu kita.)
  • If it were cheaper, I would buy it. (Jika itu lebih murah, aku akan membelinya.)

Jadi, pola kalimat klasik untuk memberikan saran adalah: If I were you, I would..., yang digunakan untuk memberikan saran yang sopan kepada orang lain, dan ini sangat sering digunakan:

  • If I were you, I would take the job. (Jika aku jadi kamu, aku akan menerima pekerjaan itu.)
  • If I were you, I would talk to her first. (Jika aku jadi kamu, aku akan berbicara dengannya terlebih dahulu.)

Mari kita lihat sekilas perbandingan benar dan salah:

  • If I were rich
  • If I was rich ✗ (Meskipun was terkadang terdengar dalam percakapan sehari-hari, selalu gunakan were untuk keperluan menulis dan ujian agar lebih standar dan terdengar fasih.)

Perbedaan dengan First Conditional: Cukup Satu Langkah untuk Membedakannya

Banyak orang bingung membedakan antara First Conditional dan Second Conditional. Sebenarnya, Anda hanya perlu menanyakan satu pertanyaan kepada diri sendiri untuk mengetahuinya:

"Apakah hal ini mungkin terjadi saat ini?"

  • Mungkin terjadiGunakan First Conditional (If + present tense, will). Misalnya, Anda mungkin punya waktu luang di akhir pekan: If I am free this weekend, I will join you. (Jika aku punya waktu luang akhir pekan ini, aku akan ikut denganmu.)
  • Tidak mungkin atau berlawanan dengan kenyataan saat iniGunakan Second Conditional (If + past tense, would). Contohnya, kenyataannya Anda bukanlah seekor burung: If I were a bird, I would fly home. (Jika aku seekor burung, aku akan terbang pulang ke rumah.)

Mari kita lihat sekelompok perbandingan lagi untuk merasakan perbedaan nuansanya:

  • If I find your keys, I will tell you. (Jika aku menemukan kuncimu, aku akan memberitahumu.) Memang ada kemungkinan untuk menemukannya.
  • If I knew where your keys were, I would tell you. (Jika aku tahu di mana kuncimu berada, aku akan memberitahumu.) Kenyataannya adalah saat ini aku tidak tahu.

Cara mudah untuk mengingat: Past tense dipasangkan dengan would mengisyaratkan "kenyataannya saat ini tidak seperti itu". Saat Anda melihat kata would, alarm di kepala Anda harus menyala untuk menandakan bahwa "ini hanyalah imajinasi, dan saat ini belum menjadi kenyataan".

Bagaimana Cara Berlatih di Loopy

Seberapa kuat pun Anda menghafal rumus tata bahasa (grammar), jika belum pernah menemuinya berkali-kali dalam kalimat nyata, Anda akan tetap merasa ragu-ragu saat berbicara. Loopy memasukkan Second Conditional ke dalam skenario percakapan kehidupan nyata yang dekat dengan keseharian kita, memungkinkan Anda belajar secara bertahap melalui kurikulum berjenjang: perlahan melangkah dari tingkat A1 hingga B1 dengan tingkat kesulitan yang pas, sehingga Anda tidak akan merasa kewalahan.

  • Dalam mode Mendengar & Meniru (Shadowing), Anda akan mendengarkan kalimat seperti If I were you, I would... secara berulang-ulang. Dengan menirukannya, kebiasaan menggunakan were untuk semua subjek akan terbentuk secara alami di dalam ingatan motorik mulut Anda.
  • Jika menemukan kosakata atau frasa yang belum Anda pahami, cukup ketuk kamus bawaan untuk memeriksa pelafalan dan contoh kalimatnya, sehingga keraguan Anda bisa langsung terjawab seketika.
  • Pola kalimat yang telah dipelajari akan muncul kembali melalui tinjauan kurva ingatan tepat saat Anda hampir melupakannya, membantu Anda mengubah refleks "past tense berpasangan dengan would" menjadi sebuah intuisi alami.

Lain kali saat teman Anda berbagi keluh kesah, Anda akan bisa mengucapkan If I were you... secara alami untuk memberikan saran yang hangat dan fasih. Anda pasti bisa!