EN: Compound adjectives are formed by joining two or more words with a hyphen (e.g., 'record-breaking'). They function as a single adjective to modify a noun. 'Record-breaking' combines the noun 'record' and the present participle 'breaking' to describe something that surpasses all previous achievements or limits.
Bahasa Indonesia: Kata sifat majemuk (Compound adjectives) terbentuk dari dua kata atau lebih yang dihubungkan dengan tanda hubung (-) dan berfungsi sebagai kata sifat tunggal untuk menerangkan kata benda dalam kalimat. Sebagai contoh, "record-breaking" (memecahkan rekor) menggabungkan kata benda "record" (rekor) dengan present participle "breaking" (memecahkan), yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang melampaui semua rekor sebelumnya.
The company announced record-breaking profits for the third quarter.
Perusahaan tersebut mengumumkan laba rekor pada kuartal ketiga.
EN: Time expressions indicating 'when' something happened (like 'in late June this year') are typically placed at the end of the sentence in English, or sometimes at the very beginning for emphasis. 'Late' is used here as an adjective meaning near the end of a period.
Bahasa Indonesia: Frasa adverbia penunjuk waktu (seperti "in late June this year", yang berarti "pada akhir Juni tahun ini") dalam bahasa Inggris biasanya diletakkan di akhir kalimat, meskipun terkadang diletakkan di awal kalimat untuk penekanan. Di sini, "late" digunakan sebagai kata sifat yang menunjukkan "akhir" atau "bagian akhir" dari suatu periode.
EN: In recent years, Europe has experienced increasingly frequent and severe summer heatwaves due to climate change. Because many European homes and public transport systems historically did not require air conditioning, these sudden extreme temperatures pose significant infrastructure challenges and health risks to the population.
Bahasa Indonesia: Dalam beberapa tahun terakhir, akibat perubahan iklim, gelombang panas yang semakin sering dan parah telah melanda Eropa selama musim panas. Karena secara historis banyak rumah dan sistem transportasi umum di Eropa tidak perlu dipasang AC (pendingin udara), suhu ekstrem yang tiba-tiba ini menimbulkan tantangan besar bagi infrastruktur lokal dan kesehatan penduduk.
EN: When listing multiple items in a series, English uses commas to separate them, with the coordinating conjunction 'and' preceding the final item. This is known as a parallel structure, where all listed items must belong to the same grammatical category (in this case, proper nouns representing countries).
Bahasa Indonesia: Ketika mencantumkan beberapa item dalam bahasa Inggris, tanda koma digunakan untuk memisahkannya, dan konjungsi koordinatif "and" ditambahkan sebelum item terakhir. Ini disebut Struktur Paralel (Parallel Structure), di mana semua item yang terdaftar harus termasuk dalam kategori tata bahasa yang sama (dalam contoh ini, semuanya adalah nomina nama diri yang mewakili negara).
Italy, Greece and Portugal are popular summer destinations.
Italia, Yunani, dan Portugal adalah destinasi wisata musim panas yang populer.
EN: The word 'all' is used as a pre-determiner or adverb to emphasize that every member of the group experienced the action. In this sentence, 'all' is placed immediately before the main verb 'experienced' to modify the compound subject.
Bahasa Indonesia: Kata "all" (semua) di sini digunakan sebagai adverbia untuk menekankan bahwa setiap anggota dalam kelompok tersebut mengalami tindakan tersebut. Dalam kalimat ini, "all" diletakkan sebelum verba utama "experienced" untuk memodifikasi subjek majemuk ini.
The students all passed the final exam.
Para siswa semuanya lulus ujian akhir.
EN: In English, country names like 'the United Kingdom' and 'the Netherlands' always require the definite article 'the' because they contain plural nouns or political terms (Kingdom). In contrast, 'France', 'Spain', 'Belgium', 'Switzerland', and 'Germany' do not use articles.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, nama negara seperti "the United Kingdom" (Inggris) dan "the Netherlands" (Belanda) harus diawali dengan artikel definit "the" karena mengandung kata benda jamak atau nama sistem politik (Kingdom). Sebaliknya, "France" (Prancis), "Spain" (Spanyol), "Belgium" (Belgia), "Switzerland" (Swiss), dan "Germany" (Jerman) tidak memerlukan artikel.
EN: The Past Perfect Tense ('had + past participle') is used to describe an action that was completed before another action in the past. In this sentence, 'had never faced' happened before the reporting ('reported').
Bahasa Indonesia: Past perfect tense (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum tindakan atau titik waktu lain di masa lalu. Dalam kalimat ini, "belum pernah menghadapi" (had never faced) terjadi sebelum tindakan masa lalu "melaporkan" (reported).
She realized that she had lost her keys.
Dia menyadari bahwa dia telah kehilangan kuncinya.
EN: The noun clause starting with 'that' acts as the direct object of the reporting verb 'reported'. It contains a complete sentence structure (subject + verb + object) to show what was reported.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina yang diawali dengan "that" berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja pelaporan "reported". Klausa ini berisi struktur kalimat yang lengkap (Subjek + Kata Kerja + Objek) untuk menunjukkan isi laporan yang spesifik.
The scientist proved that the theory was correct.
Para ilmuwan membuktikan bahwa teori tersebut benar.
EN: Present Perfect Tense (has + past participle): Used here to describe an action that started in the past and has a direct result or relevance to the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has + past participle): Di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dimulai di masa lalu dan memiliki dampak atau hubungan langsung dengan masa kini.
The heavy rain has already stopped.
Hujan deras telah reda.
EN: Adverb Placement (also): The adverb 'also' is placed after the auxiliary verb 'has' and before the main verb 'reached' to add information to the subject.
Bahasa Indonesia: Posisi kata keterangan (also): Kata keterangan "also" (juga) diletakkan setelah kata kerja bantu "has" dan sebelum kata kerja utama "reached", digunakan untuk menambahkan informasi tambahan pada subjek.
She has also visited that museum.
Dia juga pernah mengunjungi museum itu.
EN: In English, country names that are plural or represent a union of states (like 'the United States' or 'the United Kingdom') must be preceded by the definite article 'the'. Note that 'the' is not capitalized unless it starts a sentence.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, jika nama negara berbentuk jamak atau menunjukkan sistem federasi (seperti "the United States" atau "the United Kingdom"), maka harus diawali dengan kata sandang tentu (definite article) "the". Harap dicatat bahwa kecuali berada di awal kalimat, kata "the" tersebut tidak perlu ditulis dengan huruf kapital.
EN: The Present Continuous Tense (be + verb-ing) is used here to describe an ongoing state or action happening around the present time. In this context, 'are living' emphasizes the temporary, current situation of experiencing heat warnings.
Bahasa Indonesia: Present continuous tense (be + present participle) di sini digunakan untuk menggambarkan keadaan dan tindakan yang sedang terjadi atau sedang berlangsung saat ini. Dalam konteks ini, "are living" (sedang hidup/berada di bawah...) menekankan situasi sementara saat ini yang berada di bawah pengaruh peringatan suhu panas ekstrem.
Many cities are currently experiencing unusually high temperatures this week.
Banyak kota saat ini sedang mengalami suhu panas yang tidak biasa minggu ini.
EN: The prepositional phrase 'under heat warnings' uses 'under' to indicate being subject to or affected by a particular condition, rule, or official classification (such as weather alerts or pressure).
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "under heat warnings" menggunakan kata depan "under" (di bawah), yang digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang sedang mengalami atau tunduk pada situasi, aturan, atau peringatan resmi tertentu (seperti peringatan cuaca atau tekanan).
The coastal areas are under a hurricane watch until tomorrow morning.
Wilayah pesisir berada di bawah peringatan waspada badai hingga besok pagi.
EN: In the United States, 'heat warnings' (specifically Excessive Heat Warnings) are official alerts issued by the National Weather Service when extremely hot temperatures are expected to pose a serious risk to human health. This reflects the growing impact of climate change on North American weather patterns.
Bahasa Indonesia: Di Amerika Serikat, "heat warnings (peringatan gelombang panas, khususnya peringatan suhu panas ekstrem)" adalah peringatan resmi yang dikeluarkan oleh Layanan Cuaca Nasional ketika suhu panas ekstrem diperkirakan akan menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan manusia. Hal ini mencerminkan dampak perubahan iklim yang semakin parah terhadap pola cuaca di Amerika Utara.
EN: The passive voice structure 'be expected to + verb' is used to express what is anticipated or predicted to happen based on current information or schedules.
Bahasa Indonesia: Struktur kalimat pasif "be expected to + kata kerja dasar" digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang diperkirakan atau diharapkan akan terjadi berdasarkan informasi atau rencana saat ini.
The train is expected to arrive in ten minutes.
Kereta diperkirakan akan tiba dalam sepuluh menit.
EN: The non-defining relative clause starting with ', which is...' is used to add extra, non-essential information about the preceding noun phrase (the temperature range in Fahrenheit). It is separated from the main clause by a comma.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang diawali dengan ", which is..." digunakan untuk menambahkan informasi tambahan yang tidak esensial pada frasa nomina sebelumnya (kisaran suhu Fahrenheit). Klausa ini dipisahkan dari klausa utama dengan tanda koma.
He bought a new laptop, which is much faster than his old one.
Dia membeli laptop baru, yang jauh lebih cepat daripada komputer lamanya.
EN: The United States is one of the few countries that still primarily uses Fahrenheit for temperature measurement, whereas most of the world, including Europe, uses Celsius. News reports covering international weather often provide conversions between both scales to ensure clarity for global audiences.
Bahasa Indonesia: Amerika Serikat adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang masih menggunakan Fahrenheit untuk pengukuran suhu, sementara sebagian besar wilayah lain di dunia (termasuk Eropa) menggunakan Celsius. Berita cuaca internasional biasanya menyediakan konversi antara kedua skala suhu ini untuk memastikan pembaca global dapat memahaminya dengan jelas.
EN: The noun clause (or content clause) introduced by 'that' functions as the direct object of the reporting verb 'say'. The conjunction 'that' is often omitted in informal speech but is kept here for clarity.
Bahasa Indonesia: Klausa kata benda (atau klausa isi) yang diawali dengan "that" berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja pelapor "say" dalam kalimat ini. Dalam bahasa lisan, "that" sering kali dihilangkan, tetapi di sini tetap dipertahankan agar strukturnya lebih jelas.
Experts believe that climate change is accelerating.
Para ahli percaya bahwa perubahan iklim sedang dipercepat.
EN: The collocation 'put strain on [something/someone]' means to place worry, difficulty, or pressure on something or someone. The adjective 'enormous' (meaning extremely large) modifies 'strain' to emphasize the intensity of the pressure.
Bahasa Indonesia: Frasa "put strain on [something/someone]" berarti menimbulkan kekhawatiran, kesulitan, atau tekanan pada sesuatu atau seseorang. Kata sifat "enormous" (berarti sangat besar) menerangkan "strain" untuk menekankan intensitas tekanan tersebut.
The heavy snow put a strain on the power grid.
Salju tebal memberikan tekanan pada jaringan listrik.
EN: Zero Conditional: This structure is used to talk about general truths, scientific facts, or situations that always happen under certain conditions. It uses the pattern 'When/If + present simple, present simple'.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe nol (Zero Conditional): Struktur ini digunakan untuk menggambarkan kebenaran umum, fakta ilmiah, atau situasi yang pasti terjadi dalam kondisi tertentu. Struktur kalimatnya adalah "When/If + Simple Present, Simple Present".
When water reaches 100 degrees Celsius, it boils.
Ketika air mencapai 100 derajat Celsius, air akan mendidih.
EN: The verb 'struggle' followed by an infinitive ('to + verb') means to experience difficulty while trying to do something.
Bahasa Indonesia: Verba "struggle" diikuti oleh infinitif (to + verba), menunjukkan rasa kesulitan atau menghadapi hambatan saat berusaha keras melakukan sesuatu.
EN: In Europe, many residential buildings historically do not have air conditioning because summers were traditionally mild. Consequently, when temperatures stay above 30 degrees Celsius (86 degrees Fahrenheit) during the day and do not drop at night, it presents a significant health hazard, as indoor environments remain extremely hot.
Bahasa Indonesia: Di Eropa, banyak bangunan tempat tinggal secara historis tidak dilengkapi dengan AC karena secara tradisional musim panas di sana cukup sejuk. Oleh karena itu, ketika suhu siang hari terus berada di atas 30 derajat Celsius (86 derajat Fahrenheit) dan malam hari tidak mendingin, hal ini menimbulkan ancaman kesehatan yang serius karena lingkungan dalam ruangan akan tetap berada dalam kondisi yang sangat pengap.
EN: Compound Subject: When multiple noun phrases are joined by commas and the conjunction 'and' to form a single subject, they take a plural verb (in this case, 'are').
Bahasa Indonesia: Subjek majemuk: Ketika beberapa frasa kata benda dihubungkan dengan koma dan kata hubung "and" untuk membentuk subjek tunggal, mereka memerlukan kata kerja jamak (dalam kalimat ini adalah "are").
Apples, bananas, and oranges are rich in vitamins.
Apel, pisang, dan jeruk kaya akan vitamin.
EN: The prepositional phrase 'at risk' functions as a subject complement after the linking verb 'be' (are), meaning 'in a situation where something bad or harmful could happen'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "at risk" berfungsi sebagai pelengkap subjek setelah kata kerja penghubung "be" (di sini adalah "are"), yang berarti "berada dalam bahaya terjadinya hal buruk atau situasi yang merugikan".
Without proper gear, hikers are at risk in the mountains.
Tanpa peralatan yang tepat, pendaki gunung akan menghadapi risiko di area pegunungan.
EN: The verb 'adapt' is commonly followed by the preposition 'to' when indicating the thing or environment that someone is adjusting to. The structure is 'adapt to + noun/gerund'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "adapt" (menyesuaikan diri) biasanya diikuti oleh preposisi "to", yang digunakan untuk menunjukkan hal atau lingkungan yang sedang disesuaikan oleh seseorang. Strukturnya adalah "adapt to + kata benda/gerund".
It takes time to adapt to a new school.
Menyesuaikan diri dengan sekolah baru membutuhkan waktu.
EN: The phrase 'over time' is an adverbial phrase meaning gradually or as time passes. It is used to describe changes that happen slowly rather than all at once.
Bahasa Indonesia: Frasa "over time" adalah frasa adverbia yang berarti "seiring berjalannya waktu" atau "lambat laun". Frasa ini digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi secara perlahan, bukan sekaligus.
Her English skills improved over time.
Kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat seiring berjalannya waktu.
EN: Appositives (同位語) are nouns or noun phrases that follow another noun to explain or identify it. In this sentence, 'a physician at the University of Augsburg in Germany' is an appositive phrase that provides more information about 'Professor Claudia Traidl-Hoffmann'. It is set off by commas.
Bahasa Indonesia: Aposisi (Appositives) adalah nomina atau frasa nomina yang letaknya langsung setelah nomina lain untuk menjelaskan atau menerangkan nomina tersebut. Dalam kalimat ini, "a physician at the University of Augsburg in Germany" adalah frasa aposisi yang digunakan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang "Profesor Claudia Traidl-Hoffmann". Frasa ini biasanya dipisahkan oleh tanda koma.
Mr. Green, a talented musician from London, teaches us piano.
Pak Green, seorang musisi berbakat dari London, mengajari kami bermain piano.
EN: Prepositional phrases (介系詞短語) starting with 'at' and 'in' are used here to indicate location. 'At' is used for a specific institution ('at the University of Augsburg'), while 'in' is used for a larger geographical area ('in Germany').
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi (Prepositional phrases) yang diawali dengan "at" dan "in" digunakan di sini untuk menunjukkan tempat. "At" digunakan untuk institusi tertentu ("di Universitas Augsburg"), sedangkan "in" digunakan untuk wilayah geografis yang lebih besar ("di Jerman").
She works at a hospital in New York.
Dia bekerja di sebuah rumah sakit di New York.
EN: Noun Clause as Object: The word 'that' introduces a noun clause ('that the human body can adapt') which functions as the direct object of the reporting verb 'said'. In informal English, 'that' is often omitted, but it is kept here for clarity.
Bahasa Indonesia: Klausa kata benda sebagai objek: Kata "that" memperkenalkan klausa kata benda (that the human body can adapt), yang berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja pelapor "said" dalam kalimat. Dalam bahasa Inggris informal, "that" sering kali dihilangkan, tetapi di sini tetap dipertahankan agar strukturnya lebih jelas.
He believes that technology can solve many environmental problems.
Dia percaya bahwa teknologi dapat menyelesaikan banyak masalah lingkungan.
EN: Relative Clause (Adjective Clause): The relative pronoun 'who' introduces a relative clause ('who are continuously exposed to heat') that modifies the noun 'people'. This clause provides essential information about which people have stronger adaptations.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif (klausa kata sifat): Kata ganti relatif "who" memperkenalkan klausa relatif (who are continuously exposed to heat), yang digunakan untuk menerangkan kata benda "people" (orang-orang). Klausa ini memberikan informasi penting tentang orang-orang mana yang memiliki kemampuan adaptasi lebih kuat.
Students who study regularly usually get better grades.
Siswa yang belajar secara teratur biasanya mendapatkan nilai yang lebih baik.
EN: The adverb 'also' is used to add information. In sentences with the verb 'to be' (am, is, are, was, were), 'also' is placed directly after the 'be' verb.
Bahasa Indonesia: Adverbia "also" (juga) digunakan untuk menambahkan informasi. Dalam kalimat yang mengandung kata kerja "be" (am, is, are, was, were), "also" harus diletakkan setelah kata kerja "be".
She is also a talented musician.
Dia juga seorang musisi yang berbakat.
EN: The preposition 'of' is used to show belonging, connection, or categorization. In the phrase 'the director of the Institute', 'of' indicates that the director belongs to or leads that specific institute.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'of' digunakan untuk menunjukkan kepemilikan, hubungan, atau kategori. Dalam frasa 'the director of the Institute' (direktur institut tersebut), 'of' menunjukkan bahwa direktur tersebut berafiliasi dengan atau memimpin lembaga tertentu tersebut.
He is the manager of the new department.
Dia adalah manajer departemen baru.
EN: The 'Institute of Environmental Medicine at Helmholtz Munich' is a prominent research institution in Germany. Helmholtz Munich is part of the Helmholtz Association, Germany's largest scientific organization, which focuses on health, energy, and environmental research. This highlights the high academic standing of the expert mentioned in the news.
Bahasa Indonesia: "Institut Kedokteran Lingkungan di Helmholtz Munich" adalah lembaga penelitian terkenal di Jerman. Helmholtz Munich berafiliasi dengan "Asosiasi Helmholtz", organisasi ilmiah terbesar di Jerman yang berfokus pada penelitian kesehatan, energi, dan lingkungan. Hal ini menyoroti status akademis yang tinggi dari pakar yang disebutkan dalam berita tersebut.
EN: Present Perfect Continuous Tense (has/have been + V-ing) is used to describe an action that started in the past and is still continuing in the present, emphasizing the duration or ongoing nature of the activity.
Bahasa Indonesia: Present perfect continuous tense (has/have been + present participle) digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan yang dimulai di masa lalu dan masih berlangsung hingga sekarang, menekankan durasi atau status berlangsungnya aktivitas tersebut.
They have been living in this city for ten years.
Mereka telah tinggal di kota ini selama sepuluh tahun.
EN: The preposition 'for' followed by a period of time (e.g., 'for many years') is used to indicate the duration of an action or state.
Bahasa Indonesia: Preposisi "for" diikuti oleh jangka waktu (misalnya "for many years"), digunakan untuk menunjukkan lamanya suatu tindakan atau keadaan berlangsung.
EN: The phrase 'focus on' is a phrasal verb meaning to give all your attention to something. It is followed by a noun or a gerund (verb-ing). In this sentence, 'treating' is a gerund acting as the object of the preposition 'on'.
Bahasa Indonesia: Frasa verba "focus on" (berfokus pada) harus diikuti oleh nomina atau gerund (V-ing). Dalam kalimat ini, "treating" (mengobati) adalah sebuah gerund yang berfungsi sebagai objek dari preposisi "on".
Our team focuses on developing eco-friendly products.
Tim kami berfokus pada pengembangan produk ramah lingkungan.
EN: This sentence uses nested relative clauses (adjective clauses) to modify nouns. 'Who suffer...' is a relative clause modifying 'patients', and 'that are caused...' is another relative clause nested inside, modifying 'illnesses'.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan klausa relatif bersarang (klausa adjektiva) untuk memodifikasi nomina. "who suffer..." adalah klausa relatif yang memodifikasi "patients" (pasien), sedangkan "that are caused..." adalah klausa relatif lain yang bersarang di dalamnya untuk memodifikasi "illnesses" (penyakit).
I know a teacher who helps students that have learning difficulties.
Saya mengenal seorang guru yang berspesialisasi dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A period of unusually hot weather that typically lasts for several days.
Gelombang panas
To place pressure, stress, or great demand on someone or something.
Memberikan tekanan atau beban pada...
In a situation where you are in danger of being harmed, damaged, or lost.
Berada dalam bahaya, menghadapi risiko
To experience physical or mental pain, illness, or loss.
Menderita akibat...
Long-term shifts in temperatures and weather patterns, mainly caused by human activities.
Perubahan iklim