Asking for DirectionsMenanyakan Arah
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Hey Lisa, I hate to admit it, but I think we're completely lost.
Hei, Lisa, aku benci mengakuinya, tapi sepertinya kita benar-benar tersesat.
#2
What makes you say that? We've been following this map for the last twenty minutes.
Mengapa kamu berkata begitu? Kita sudah mengikuti peta ini selama dua puluh menit terakhir.
#3
Well, that cathedral was supposed to be a major landmark, but it's nowhere in sight.
Hmm, katedral itu seharusnya menjadi landmark utama, tapi sekarang tidak terlihat di mana pun.
#4
Let me have a look. I suspect we took a wrong turn at that roundabout earlier.
Biar saya lihat. Saya curiga kita salah belok di bundaran tadi.
#5
Should we ask someone for directions? There's a woman standing by that flower shop.
Haruskah kita menanyakan arah pada seseorang? Ada seorang wanita berdiri di dekat toko bunga itu.
#6
Good idea. Excuse me, could you tell us how to get to the old market square?
Ide bagus. Permisi, bisakah Anda memberi tahu kami cara menuju ke alun-alun pasar lama?
#7
We've been trying to find it, but the streets here are rather confusing.
Kami sudah mencoba mencarinya, tetapi jalan-jalan di sini agak membingungkan.
#8
We'd really appreciate it if you could point us in the right direction.
Kami akan sangat menghargainya jika Anda bisa menunjukkan arah yang benar kepada kami.
#9
She said we need to walk straight for about three blocks past the fountain.
Dia bilang kita perlu jalan lurus sekitar tiga blok melewati air mancur.
#10
That's not too bad. What's the approximate distance from here, do you reckon?
Itu tidak terlalu buruk. Menurutmu berapa perkiraan jarak dari sini?
#11
Roughly a fifteen-minute walk, provided we don't wander off course again.
Sekitar lima belas menit berjalan kaki, asalkan kita tidak menyimpang dari jalur lagi.
#12
At least now we have a concrete landmark to look for — that stone fountain.
Setidaknya sekarang kita punya penanda konkret untuk dicari — air mancur batu itu.
#13
You know, had I downloaded the offline map beforehand, we wouldn't be in this mess.
Tahukah kamu, seandainya aku mengunduh peta luring sebelumnya, kita tidak akan berada dalam kekacauan ini.
#14
No use dwelling on that now. Besides, getting lost is half the adventure, isn't it?
Tidak ada gunanya memikirkan itu sekarang. Lagipula, tersesat adalah bagian dari petualangan, bukan?
#15
That's precisely what I always tell my blog readers — embrace the unexpected detours.
Itulah tepatnya yang selalu saya katakan kepada pembaca blog saya — terimalah liku-liku yang tak terduga.
#16
Well then, let's put the map away and enjoy the walk to the square.
Kalau begitu, mari kita simpan petanya dan nikmati perjalanan menuju alun-alun.
#17
Oh look, there it is! The stone fountain she mentioned is right around the corner.
Oh lihat, itu dia! Air mancur batu yang dia sebutkan ada tepat di tikungan.
#18
Brilliant! And the market square must be just beyond it, within walking distance.
Luar biasa! Dan alun-alun pasar pasti berada tepat di baliknya, dalam jarak berjalan kaki.
#19
I can already see the stalls from here. This place is absolutely stunning.
Saya sudah bisa melihat kios-kios dari sini. Tempat ini benar-benar menakjubkan.
#20
Next time, remind me to study the map more carefully before we set off.
Lain kali, ingatkan saya untuk mempelajari peta dengan lebih teliti sebelum kita berangkat.