Asking for DirectionsMenanyakan Arah
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Good afternoon! You look like you're trying to decipher something on your phone. Can I help?
Selamat siang! Anda sepertinya sedang mencoba memahami sesuatu di ponsel Anda. Ada yang bisa saya bantu?
#2
Oh, hey! Yeah, I just relocated here last week, and my GPS seems perpetually bewildered by the one-way streets.
Oh, hai! Ya, saya baru saja pindah ke sini minggu lalu, dan GPS saya sepertinya selalu bingung dengan jalan satu arah ini.
#3
You wouldn't be the first. This part of downtown is notoriously labyrinthine. Where are you headed?
Anda bukan yang pertama. Bagian pusat kota ini terkenal seperti labirin. Anda hendak ke mana?
#4
I'm looking for the Riverside Cultural Center. Apparently it's somewhere near the old cathedral, but I keep ending up at the same intersection.
Saya sedang mencari Riverside Cultural Center. Katanya tempat itu ada di suatu tempat dekat katedral tua, tapi saya terus kembali ke persimpangan yang sama.
#5
Ah, that's a common pitfall. People invariably gravitate toward the cathedral spire and then lose their bearings once it disappears behind the high-rises.
Ah, itu jebakan yang umum. Orang-orang selalu cenderung berjalan menuju menara katedral dan kemudian kehilangan arah begitu menara itu menghilang di balik gedung-gedung tinggi.
#6
That's precisely what happened to me, almost verbatim.
Itulah tepatnya yang terjadi pada saya, hampir kata demi kata.
#7
Right, so here's the trick. From this hotel entrance, go straight ahead for about two blocks until you hit Elm Street.
Oke, ini triknya. Dari pintu masuk hotel ini, jalan lurus sekitar dua blok sampai Anda sampai di Elm Street.
#8
Elm Street — got it. And then?
Elm Street — mengerti. Lalu?
#9
At the intersection with Elm, turn left. You'll pass a small park on your right and a vintage bookshop that's been there since the seventies.
Belok kiri di persimpangan dengan Elm. Anda akan melewati taman kecil di sebelah kanan Anda, dan toko buku antik yang sudah ada di sana sejak tahun tujuh puluhan.
#10
A vintage bookshop? I might have to exercise some restraint there.
Toko buku antik? Saya mungkin harus menahan diri di sana (keinginan membeli).
#11
Ha! You wouldn't be alone. Now, after the bookshop, continue for one more block and you'll see a pedestrian overpass.
Ha! Anda tidak sendirian. Sekarang, setelah melewati toko buku, jalan terus satu blok lagi dan Anda akan melihat jembatan penyeberangan orang.
#12
The glass one? I think I noticed it earlier but dismissed it as some corporate office entrance.
Yang dari kaca itu? Sepertinya tadi saya melihatnya, tapi saya abaikan karena mengira itu pintu masuk kantor perusahaan.
#13
That's the one. Cross the overpass, and the Cultural Center is the sandstone building immediately to your left. You genuinely cannot miss it.
Benar, itu dia. Seberangi jembatan penyeberangan, dan Pusat Kebudayaan adalah gedung batu pasir tepat di sebelah kiri Anda. Anda pasti tidak akan melewatkannya.
#14
Famous last words, but I'll trust your expertise over my phone's algorithm any day.
Bicara memang mudah (biasanya merujuk pada pertanda buruk), tapi saya pasti lebih memercayai keahlian Anda daripada algoritma ponsel saya.
#15
One more thing — if you find yourself back at this intersection, don't hesitate to swing by. It wouldn't be an imposition at all.
Satu hal lagi — jika Anda mendapati diri Anda kembali ke persimpangan ini, jangan ragu untuk mampir. Itu sama sekali bukan beban.
#16
I appreciate that more than you know. This city's growing on me, partly because of people like you.
Saya sangat menghargai itu. Saya semakin menyukai kota ini, sebagian karena orang-orang seperti Anda.
#17
That's the best compliment a concierge can receive. Enjoy the Cultural Center — the rooftop terrace alone is worth the trek.
Itu adalah pujian terbaik yang bisa diterima oleh seorang pramutamu. Selamat menikmati Pusat Kebudayaan — teras atapnya saja sudah sepadan dengan perjalanannya.
#18
Will do. Thanks again, David. You've been a lifesaver.
Saya akan melakukannya. Terima kasih lagi, David. Anda benar-benar penyelamat.